Anda di halaman 1dari 3

Arti Dari Ikhlas

Secara bahasa, Ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih dari
kotoran. Sedangkan secara istilah, Ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam
beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain.
Oleh karena itu, bagi seorang muslim sejati makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan
seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan
kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, kemajuan
atau kemunduran. Dengan demikian Si Muslim tersebut menjadi tentara fikrah dan akidah,
bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku,
hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan
demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dan yang berkarakter seperti itulah yang
mempunyai semboyan “Allahu Ghayaatunaa”, yang artinya Allah adalah tujuan kami, dalam
segala aktivitas dalam mengisi kehidupan.
Kedudukan Ikhlas
Rasulullah SAW. Pernah bersabda, “ Ikhlaslah dalam beragama, cukup bagimu amal yang
sedikit.” Dalam hadist lain Rasulullah SAW. bersabda,“ Sesungguhnya Allah tidak menerima
amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”
Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya,“ Wahai Abu Musa, jika
engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha
(suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena
Allah Azza wa Jalla.”
Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini,“ Amal tanpa
keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi
tidak bermanfaat.” Dalam kesempatan lain beliau berkata,“ Jika ilmu bermanfaat tanpa amal,
maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa
keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”
Dari beberapa contoh hadist di atas menunjukkan bahwa ikhlas itu memang sangat penting
bagi umat muslim dalam melaksanakan ibadah, karena tanpa rasa ikhlas dan hanya
mengharap ridho dari Allah SWT ibadah kita tidak akan diterima oleh Allah.
Ciri-Ciri Orang Ikhlas
1. Terjaga dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT, baik sedang bersama dengan
manusia atau sendiri. Disebutkan dalam hadits,“ Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari
umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi
Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara
kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi
mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)
2. Senantiasa beramal di jalan Allah SWT baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang
orang lain, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata,“ Orang yang riya

Ia beribadah ketika ada kebutuhan. 9. takut neraka. 7. Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah SWT. 8. menggapai surga. Mudah memaafkan kesalahan orang lain. Ia hanya menyaksikan ia sedang digerakkan Allah karena memiliki keyakinan bahwa tidak memiliki daya dan upaya melaksanakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Ia merasa bahwa yang beribadah itu bukanlah dirinya. Pengelompokan Ikhlas 1. Manfaat dan Keutamaan Ikhlas 1. Ciri orang yang mubtadi’ bisa terlihat dari cara dia beribadah. 10. Ikhlas Muhibb : Yakni orang yang beribadah hanya karena Allah. 3. Jika kebutuhannya sudah terpenuhi. 6. yaitu orang yang dalam ibadahnya memiliki perasaan bahwa ia digerakkan Allah. Iklhas Mubtadi’ : Yakni orang yang beramal karena Allah. Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain 12. Ikhlas Arif. Ia menganggap semua ibadah itu adalah sama. serta mana yang penting dan lebih penting. Ibadahnya dilakukan hanya untuk menghilangkan kesulitan dan kebingunan. Akan mendapatkan naungan dari Allah SWT di hari kiamat. Dapat memiliki sifat zuhud (menerima dengan apa adanya yang diberikan oleh Allah SWT) . dengan dibarengi keyakinan bahwa amal ini bisa menyelamatkan dirinya dari siksaan api neraka. 4. Dibukanya pintu ampunan dan dihapuskannya dosa serta dijauhkan dari api neraka. 4. Orang yang hanya beribadah ketika sedang butuh biasanya ia tidak akan istiqamah. Amal ibadahnya akan diterima oleh Allah SWT. 2. tetapi ia tidak mengetahui mana yang harus dilakukan dengan segera (mudhayyaq) dan mana yang bisa diakhirkan (muwassa’). Ibadah seorang abid ini cenderung berkesinambungan. 5.memiliki beberapa ciri. Ia melaksanakan shalat tahajud dan bersedekah karena ingin usahanya berhasil. malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. bukan ingin surga atau takut neraka. Allah SWT akan memberi hidayah (petunjuk) sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah. 4. Dekat dengan pertolongan Allah. tetapi di dalam hatinya terbesit keinginan pada dunia. Semuanya dilakukan karena bakti dan memenuhi perintah dan mengagungkanNya. Membuat hidup menjadi tenang dan tenteram 2. Semuanya berjalan atas kehendak Allah. Selalu menerima apa adanya yang diberikan oleh Allah SWT dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Doa kita akan diijabah. Allah akan membangunkan sebuah rumah untuk orang-orang yang ikhlas dalam membangun masjid 11. 3. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela. Ibadahnya dilakukan hanya karena Allah dan demi meraih kebahagiaan akhirat.” 3. Ikhlas Abid : Yakni orang yang beramal karena Allah dan hatinya bersih dari riya’ serta keinginan dunia. ibadahnyapun akan berhenti. Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

” Sesungguhnya jika Rabb-ku tidak memberi hidayah kepadaku. semua amal yang kita lakukan hanya untuk Allah. Lupakan semua urusan duniawi.” (QS. pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat. wb. shalat untuk Allah.Cara Mencapai Ikhlas Cara agar kita dapat mancapai rasa ikhlas adalah dengan mengosongkan pikiran dissat kita sedang beribadah kepada Allah SWT. al An'aam: 77). Wassalamu’ alaikum wr. kita hanya tertuju pada Allah. Insya Allah dengan cara di atas anda dapat mencapai ikhlas. Dan jangan lupa untuk berdoa memohon kepada Allah SWT agar kita dapat beribadah secara ikhlas untuk-Nya. Rasakanlah Allah berada di hadapan kita dan sedang menyaksikan kita. Kita hanya memikirkan Allah. sebagaimana do’ a Nabi Ibrahim a. Jangan munculkan ras riya’ atau sombong di dalam diri kita karena kita tidak berdaya di hadapan Allah SWT. . zikir untuk Allah.s.