Anda di halaman 1dari 7

KEPERAWATAN KELUARGA

TREND DAN ISU KEPERAWATAN KELUARGA

DOSEN PEMBIMBING

: MUKHLIS RIZA, S.KM., M.KES.

DISUSUN OLEH

: 1. CHANDRA JEFRIANJA (PO.71.20.4.14.007)


2. CANTIKA PUTRI UTAMI (PO.71.20.4.14.008)
3. DHANIA DJULIAN (PO.71.20.4.14.0)
4. ELBA HABIBURRAHMA (PO.71.20.4.14.014)
5. DIANA ANGRIANA (PO.71.20.4.14.011)
6. MIA FARLENA (PO.71.20.4.14.023)
7. NYIMAS MARYAMA (PO.71.20.4.14.028)
8. SISCA AYU VAMELA (PO.71.20.4.14.042)
9. SUCI INDAH PRATIWI (PO.71.20.4.14.044)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG
PRODI D.IV KEPERAWATAN
2015

BAB I

PENDAHULUAN

Keperawatan merupakan profesi yang dinamis dan berkembang


secara terus menerus dan terlibat dalam masyarakat yang berubah,
sehingga pemenuhan dan metode keperawatan kesehatan berubah,
karena gaya hidup masyarakat berubah dan perawat sendiri juga dapat
menyesuaikan dengan perubahan tersebut. Definisi dan filosofi terkini dari
keperawatan memperlihatkan trend holistic dalam keperawatan yang
ditunjukkan secara keseluruhan dalam berbagai dimensi, baik dimensi
sehat maupun sakit serta dalam interaksinya dengan keluarga dan
komunitas. Tren praktik keperawatan meliputi perkembangan di berbagai
tempat praktik dimana perawat memiliki kemandirian yang lebih besar.
Keluarga

adalah

sekumpulan

orang

yang

dihubungkan

oleh

perkawinan, adopsi dan kelahiran yang bertujuan menciptakan dan


mempertahankan budaya umum, meningkatkan perkembangan fisik,
mental, emosional, dan sosial dari individu-individu yang ada didalamnya
terlihat dari pola interaksi yang saling ketergantungan untuk mencapai
tujuan bersama (Friedman, 1998).
Keperawatan keluarga dapat difokuskan pada anggota keluarga
individu, dalam konteks keluarga, atau unit keluarga. Terlepas dari
identifikasi klien, perawat menetapkan hubungan dengan masing-masing
anggota keluarga dalam unit dan memahami pengaruh unit pada individu
dan masyarakat. Tujuan keperawatan keluarga dari WHO di Eropa yang
merupakan praktek keperawatan termodern saat ini adalah promoting and
protecting people health merupakan perubahan paradigma dari cure
menjadi care melalui tindakan preventif dan mengurangi kejadian dan
penderitaan akibat penyakit .
Perawat keluarga memiliki peran untuk memandirikan keluarga
dalam

merawat

anggota

keluarganya,

sehingga

keluarga

mampu

melakukan fungsi dan tugas kesehatan, Friedmen menyatakan bahwa


keluarga diharapkan mampu mengidentifikasi lima fungsi dasar keluarga,
diantaranya fungsi afektif, sosialisasi, reproduksi, ekonomi, dan fungsi
perawatan keluarga. Perawatan kesehatan keluarga adalah pelayanan

kesehatan yang ditujukan pada keluarga sebagai unit pelayanan untuk


mewujudkan keluarga yang sehat.

BAB II
PEMBAHASAN

A. TREND DAN ISU KEPERAWATAN KELUARGA


1. DEFINISI
Trend adalah sesuatu yang sedang booming, actual, dan
sedang hangat diperbincangkan. Sedangkan isu adalah suatu
peristiwa atau kejadian yang dapat diperkirakan terjadi atau
tidak terjadi di masa mendatang, menyangkut ekonomi, moneter,
sosial, politik, hukum, pembangunan nasional, bencana alam,
hari kiamat, kematian, ataupun tentang krisis.
Jadi, trend dan isu keperawatan keluarga merupakan sesuatu
yang booming, actual, dan sedang hangat diperbincangkan serta
desas-desus dalam ruang lingkup keperawatan keluarga. Asuhan
keperawatan
kesehatan

yang

dari

diberikan

setiap

berdasarkan

anggota

keluarga.

pada
Agar

masalah
pelayanan

kesehatan yang diberikan dapat diterima oleh keluarga antara


lain :
a) Harus mengerti dan memahami tipe dan struktur keluarga.
b) Tahu tingkat pencapaian keluarga dalam melakukan
fungsinya.
c) Perlu pemahaman setiap tahap perkembangan dan tugas
perkembangan.
2. TINDAKAN PENGKAJIAN YANG DILAKUKAN
a) Tindakan promosi : Jika keluarga belum memenuhi seluruh
tugas perkembangannya.
b) Tindakan preventif : Agar keluarga mampu mencegah
munculnya masalahpada perkembangan berikutnya.
c) Tugas perkembangan keluarga membina hubungan intim yang
memuaskan.
d) Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis.

e) Mendiskusikan rencana memiliki anak / KB.

3. TREND DAN ISU KEPERAWATAN KELUARGA


a) Trend dan isu global
1) Dunia tanpa batas (global village) mempengaruhi sikap
dan pola perilaku kekuarga.
2) Kemajuan dan pertukaran iptek yang semakin global
sehingga penyebarannya semakin meluas.
3) Kemajuan teknologi di bidang transportasi sehingga
tingkat mobilisasi penduduk yang tinggi seperti migrasi
yang

besar-besaran

yang

berpengaruh

interaksi keluarga yang berubah.


4) Standar
kualitas
yang
semakin

terhadap

diperhatikan

menimbulkan

persaingan

yang

ketak

menumbuhkan

munculnya

sekolah-sekolah

mengutamakan kualitas pendidikan.


5) Kompetisi global dibidang penyediaan

sarana

serta
yang
dan

prasarana serta pelayanan kesehatan menuntut standar


profesionalitas keperawatan yang tinggi.
b) Trend dan isu nasional
1) Semakin tingginya tuntutan profesionalitas pelayanan
kesehatan.
2) Penerapan desentralisasi yang juga melibatkan bidang
kesehatan.
3) Peran serta masyarakat yang semakin tinggi dalam
bidang kesehatan.
4) Munculnya perhatian dari pihak pemerintah mengenai
masalah kesehatan masyarakat seperti diberikannya
bantuan bagi keluarga miskin serta asuransi kesehatan
lainnya bagi keluarga yang tidak mampu.

Beberapa permasalahan mengenai trend dan isu keperawatan keluarga


yang muncul di indonesia :
1) Penghargaan dan reward yang dirasakan masih kurang bagi para
tenaga kesehatan.
2) Pelayanan kesehatan yang diberikan sebagian besar masih bersifat
pasif.
3) Masih tingginya biaya pengobatan khususnya di sarana-sarana
pelayanan kesehatan yang memiliki kualitas baik.
4) Pengetahuan dan keterampilan perawat yang

masih

perlu

ditingkatkan.
5) Rendahnya minat perawat untuk bekerja dengan keluarga akibat
sistem yang belum berkembang.
6) Pelayanan keperawatan keluarga
meskipun telah disusun.
7) Telah disusun pedoman

yang

pelayanan

belum

keluarga

berkembang

namun

belum

disosialisaikan secara umum.


8) Geografis Indonesia yang sangat luas namun belum di tunjang
dengan fasilitas transfortasi yang cukup.
9) Kerjasama program lintas sektoral belum memadai.
10)
Model pelayanan belum mendukung peran aktif semua
profesi.
11)
Lahan praktek yang terbatas.
12)
Sarana dan prasarana pendidikan juga terbatas.
13)
Rasio pengajar dan mahasiswa yang tidak seimbang.
14)
Keterlibatan berbagai profesi selama menjalani pendidikan
juga kurang.
15)
Pelayanan keperawatan keluarga yang belum berkembang
meskipun telah.
16)
Disusun pedoman

pelayanan

keluarga

namun

belum

disosialisaikan secara umum.


17)
Geografis Indonesia yang sangat luas namun belum di tunjang
dengan fasilitas transfortasi yang cukup.
18)
Kerjasama program lintas sektoral belum memadai.
19)
Model pelayanan belum mendukung peran aktif semua
profesi.
20)
Lahan praktek yang terbatas.
21)
Sarana dan prasarana pendidikan juga terbatas.

22)

Rasio pengajar dan mahasiswa yang tidak seimbang.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Sikap dan pola perilaku keluarga dapat dipengaruhi oleh dunia

tanpa batas (global village). Kemajuan teknologi di bidang transportasi


mengakibatkan tingkat mobilisasi penduduk yang tinggi seperti migrasi
yang besar-besaran yang berpengaruh terhadap interaksi keluarga yang
berubah.
Pelayanan keperawatan keluarga belum berkembang tapi DEPKES
sudah menyusun pedoman pelayanan keperawatan keluarga dan model
keperawatan

keluarga

di

rumah tapi

perlu

disosialisasikan

serta

munculnya perhatian dari pihak pemerintah mengenai masalah kesehatan


masyarakat seperti diberikannya bantuan bagi keluarga miskin serta
asuransi kesehatan lainnya bagi keluarga yang tidak mampu. Rendahnya
minat perawat untuk bekerja dengan keluarga akibat system yang belum
berkembang.

B. SARAN
Pelayanan keperawatan keluarga harus dikembangkan karena
keperawatan keluarga dapat mengurangi kejadian atau penderitaan
akibat penyakit dengan perubahan paradigma dari cure menjadi
care melalui tindakan preventif.

DAFTAR PUSTAKA

Harmoko. 2012. Asuhan Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Pustaka


Belajar.
http://wulandsri.blogspot.co.id/2013/05/makalah-trend-dan-isudalamkeperawatan.html