Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sepsis merupakan respon sistemik pejamu terhadap infeksi dimana
patogen atau toksin dilepaskan ke dalam sirkulasi darah sehingga terjadi
aktivasi proses inflamasi.1 Menurut perkiraan World Health Organization
(WHO), terdapat 5 juta kejadian neonatus setiap tahun dengan angka
mortalitas neonatus (kematian dalam 28 hari pertama kehidupan) adalah 34
per 1000 kelahiran hidup dan 98% kematian tersebut berasal dari Negara
berkembang.3
Neonatus merupakan masa transisi dimana neonatus memulai kehidupan
diluar rahim ibunya. Begitu banyak perubahan yang dialami sampai dari organ
fisik maupun fungsi tubuhnya. Mengingat begitu besar perubahan yang terjadi
maka tak dapat diingkari begitu banyak juga permasalahan yang timbul karena
hal tersebut. Diantaranya adalah perubahan patologis yang memberikan
pengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan neonatus. Salah
satunya metabolisme bilirubin akan mengalami peningkatan pada hari ke-2
sampai ke-3 dan mencapai puncaknya dihari ke-8. Selanjutnya dihari ke-9
berangsur-angsur turun kembali menuju angka normal (10 mg/dL), dan jika
terjadi peningkatan kadar bilirubin diakibatkan belum sempurnanya fungsi
hati pada neonatus. Sel darah merah yang sudah tua mengalami pemecahan
dan terurai menjadi zat yang disebut “heme” dan “globin”. Heme akan diubah

1

110 kasus kematian neonatal. WHO juga melaporkan case fatality rate pada kasus sepsis neonatorum masih tinggi.2 menjadi biliverdin dan melalui proses selanjutnya diubah menjadi bilirubin bebas (indirect). yaitu sebesar 40%.68% dengan angka kematian sebesar 14.4 Penyebab utama dari kematian neonatus .18%. tetanus. angka tersebut belum terdata. 159 kasus kematian bayi dan kasus kematian balita sebanyak 64 kasus. sisa pemecahan ini (bilirubin indirect) diproses oleh hati neonatus menjadi bilirubin direct yang larut dalam air dan melalui saluran empedu selanjutnya dibuang melalui usus besar serta bercampur dengan feses atau kotoran. pneumonia. Namun saat lahir. Data yang diperoleh dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta periode JanuariSeptember 2005.8-18 per 1000 kelahiran hidup dengan angka kematian sebesar 12-68%. Semestinya. Angka kejadian/insidens sepsis di negara berkembang cukup tinggi yaitu 1. diantaranya : sepsis.6 Dalam laporan WHO yang dikutip dari State of the world’s mother 2007 (data tahun 2000-2003) dikemukakan bahwa 36% dari kematian neonatus disebabkan oleh penyakit infeksi.3 Pada Tahun 2012 di Provinsi Lampung terjadi 787 kasus kematian Perinatal. sedangkan di negara maju angka kejadian sepsis berkisar antara 3 per 1000 kelahiran hidup dengan angka kematian 10. dan diare. Di Indonesia. hati neonatus belum cukup baik untuk melakukan tugasnya. Sepsis neonatorum sebagai salah satu bentuk penyakit infeksi pada neonatus masih merupakan masalah utama yang belum dapat terpecahkan sampai saat ini. angka kejadian sepsis neonatorum sebesar 13.3%.

H.3 di kota Bandar Lampung 17.5 Dari uraian latar belakang diatas peneliti ingin mengetahui gambaran kadar bilirubin serum indirect dan direct pada sepsis neonatus di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013. 1. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013.2 Rumusan Masalah Dengan memperhatikan uraian latar belakang di atas.3. dan sepsis. postmatur.2 Tujuan khusus Untuk mengetahui karakteristik sepsis neonatus di RSUD Dr. 1.3. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013. ikterus. H.4 Manfaat Penelitian . H. 1. 1.92 % adalah hiperbilirubin. dapat dirumuskan masalah penelitian: Bagaimana gambaran kadar bilirubin serum indirect dan direct pada sepsis neonatus di RSUD Dr.3 Tujuan Penelitian 1.1 Tujuan umum Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar bilirubin serum indirect dan direct pada sepsis neonatus di RSUD Dr.

4. Bagi peneliti selanjutnya. dalam hal ini RSUD Dr.4.5 Ruang Lingkup Penelitian Judul penelitian Gambaran Kadar Bilirubin Serum Indirect dan Direct pada Sepsis Neonatus di RSUD Dr.5 pencetus. Abdul Moeloek . Bagi instansi terkait.4. H. 1. Menggunakan jenis penelitian cross sectional dengan menggunakan metode deskriptif. H.4. penelitian ini dapat menjadi acuan dan sumber informasi untuk meneliti lebih lanjut tentang gambaran kadar bilirubin serum indirect dan direct pada sepsis neonatus. antara lain: 1. Abdul Moeloek Bandar Lampung menambah pengetahuan tentang penanganan yang lebih baik dan identifikasi faktor-faktor resiko pada bayi neonatus 1. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2013. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013 diharapkan memberikan manfaat kepada berbagai pihak.3 terhadap kejadian sepsis neonatal. dapat menambah pengetahuan tentang faktor resiko 1. H.4 Penelitian gambaran kadar bilirubin serum indirect dan direct pada sepsis neonatus di RSUD Dr.4 sepsis neonatus beserta penanganannya. membantu masyarakat terutama ibu hamil agar melakukan persiapan melahirkan dengan baik dan mengetahui informasi tentang infeksi pada bayi baru lahir agar menghindari faktor 1. Bagi orang tua. Bagi masyarakat. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien sepsis neonatus yang terdata direkam medis di RSUD Dr.2 Bandar Lampung.4. memperoleh pengetahuan dan pengalaman terhadap penelitian dan dapat diaplikasikan ke masyarakat serta untuk memperoleh gelar sarjana kedokteran di Universitas Malahayati 1.1 Bagi peneliti.

Penelitian ini dilakukan pada Januari 2014 sampai dengan Februari 2014. .5 Bandar Lampung tahun 2013.