Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN

611.100 ton (di Jawa Tengah mencapai 11.704,25 ton) dan menghasilkan kulit kopi sebesar

eknologi pengolahan pakan merupakan dasar teknologi untuk mengolah limbah

1 juta ton. Jika tidak dimanfaatkan akan menimbulkan pencemaran yang serius. Sementara

pertanian, perkebunan maupun agroindustri dalam pemanfaatannya sebagai pakan.

ini pemanfaatannya belum optimal dan terbatas untuk ruminansia, karena mempunyai

Pengolahan pakan disini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, utamanya efektifitas cerna,

kendala kandungan serat kasar yang tinggi (33,14%) dan protein yang rendah (8,8%),

utamanya untuk ternak ruminansia serta peningkatan kandungan protein bahan. Beberapa

sehingga sebagai bahan pakan konsentrat perlu ditingkatkan kualitasnya.

7

alternatif pengolahan dapat dilakukan secara fisik (pencacahan, penggilingan dan atau

Pengawetan hijauan segar dalam bentuk “silase” pada waktu produksi hijauan

pemanasan), kimia (larutan basa dan atau asam kuat), biologis (mikroorganisme atau

melimpah perlu dilakukan dalam rangka menyimpan kelebihan produksi dan menyediakan

enzim) maupun gabungannya. Pengolahan cara fisik dan biologis memerlukan tenaga dan

hijauan pakan segar pada masa paceklik. Pembuatan silase ini mudah dilakukan dan dapat

investasi yang cukup tinggi dan dalam skala besar, sering kali menjadi tidak berjalan. Cara

mengawetkan hijauan segar sampai berbulan-bulan.

kimia dengan “amoniasi” dirasa merupakan cara yang paling tepat dalam pengolahan ini,
karena mudah dilakukan, murah, tidak mencemari lingkungan dan sangat efisien.
Pengawetan termasuk salah satu cara pengolahan, antara lain dapat dilakukan dengan
pengeringan (penjemuran, pengovenan), fermentasi (“silase”) dan dengan pencampuran
bahan kimia anti bakteri maupun jamur.
Potensi jerami padi, khususnya di Indonesia (pulau Jawa) sangat besar. Pada
musim hujan para peternak tradisional dapat memberi sapinya dengan hijauan segar yang
berlimpah, namun pada musim kemarau (paceklik) sebagian besar petani peternak memberi
pakan ternaknya dengan jerami tanpa diolah. Meskipun jerami ini dapat di makan oleh sapi,
namun sebagian tidak tercerna dan tidak akan menjadikan gemuk bagi ternaknya. Hal ini
dikarenakan jerami padi mempunyai serat kasar yang tinggi (35 – 40%) dan protein yang
rendah (3 – 4%).

Dengan produksi lebih dari 26 juta ton pertahun (di Indonesia), maka

sangatlah sayang kalau potensi jerami ini diabaikan.
Hasil limbah yang lain yaitu limbah-limbah pengolahan hasil perkebunan, misalnya
kulit kopi, pod cacao, kulit ari jagung dan lain-lain merupakan potensi yang perlu dikaji dan
ditingkatkan kualitasnya dalam rangka penyediaan bahan pakan konsentrat yang murah dan
berkualitas. Menurut data statistik (BPS, 2003), produksi bijih kopi di Indonesia mencapai

AMONIASI JERAMI PADI

$

moniasi adalah cara pengolahan kimia menggunakan amoniak (NH3) sebagai bahan
kimia yang digunakan untuk meningkatkan daya cerna bahan pakan berserat

sekaligus meningkatkan kadar N (proteinnya). Cara ini mempunyai keuntungan-keuntungan
yaitu: sederhana, mudah dilakukan, murah (sumber NH3 diambil dari urea), juga sebagai
pengawet, anti aflatoksin, tidak mencemari lingkungan dan efisien (dapat meningkatkan
kecernaan sampai 80%). Amoniak dapat menyebabkan perubahan komposisi dan struktur
dinding sel sehingga membebaskan iikatan antara lignin dengan selulosa dan hemiselulosa,
sehingga memudahkan pencernaan oleh selulase mikroorganisme rumen. Amoniak akan
terserap dan berikatan dengan gugus asetil dari bahan pakan, kemudian membentuk garam
amonium asetat yang pada akhirnya terhitung sebagai protein bahan.
Teknologi pengolahan dengan amoniak ini benar-benar mudah untuk dilaksanakan
dan tidak berbahaya sama sekali dalm pengerjaannya (meskipun dinamakan pengolahan
kimia). Siapa saja dapat melakukan asal mengerti dengan jelas prinsip dan metode mana
yang akan dilakukan (metode basah atau kering). Dibandingkan dengan pengolahan cara
kimia lain, biayanya jauh lebih murah.

sedangkan peralatannya meliputi: timbangan. Selanjutnya tutup (ikat) dulu lapisan plastik pertama pada bagian atasnya. PEMBUATAN AMONIASI JERAMI PADI % ahan-bahan yang digunakan untuk proses amoniasi jerami padi adalah: jerami padi. amoniasi jerami padi dapat dibuka. 1984). Bila menggunakan drum maka permukaan drum ditutup dengan plastik • 15 kg jerami padi (kering udara) rangkap dua. plastik (disesuaikan dengan jumlah bahan yang akan diamoniasi). Sebelum diberikan ternak jerami • 5 liter air padi amoniasi tersebut harus diangin-anginkan selama 1. plastik atau drum). 4. Setelah 4 minggu. Larutkan urea dengan mencampur 870 gram ke dalam ember yang berisi 5 liter air.5%) tau meningkat 100%. Siram dan campurkan larutan urea tersebut (sedikit demi sedikit) pada jerami yang ada Metode yang akan di dalam kantong plastik atau drum. . kemudian Prosedur Pembuatan : baru lapisan plastik ke dua. diaduk-aduk dan sedikit dibolak-balik sampai merata dilakukan dalam proses amoniasi disini adalah “Amoniasi Cara Basah” dengan seluruhnya. Kemudian jerami di dalam plastik atau drum dipadatkan (sesuai kekuatan menggunakan urea sebagai sumber amoniak (NH3). Dalam keadaan tertutup (plastik belum dibuka/ dibongkar). produksi VFA dan NH3 meningkat cukup signifikan • 1 (satu) ember karena adanya peningkatan kecernaan dan kadar protein darai bahan pakan yang • 1 (satu) alat pengaduk diamoniasi. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kekuatan plastik agar tidak bocor. kantong diaduk-aduk sampai semua urea larut. Seluruh jerami dimasukkan dalam kantong plastik atau drum.2 hari (sampai bau menyengat Catatan : Bila menggunakan drum. tidak perlu dilapis plastik. 2. Kecernaan in vitro Struktur dinding sel jerami padi menjadi lebih amorf dan mudah dicerna.3. Kantong plastik langsung dilapis dua dengan cara memasukkan lembar pertama ke dalam lembar kedua.74 kg dan air sebanyak 10 liter amoniak hilang). Bila menggunakan drum. menjadi 2 x lipat (dari 4% menjadi 9. urea. • 870 gram urea 6. air. Kantong plastik atau drum ini dapat disimpan pada tempat Bahan –bahan : yang aman. dapat tahan lama (Komar. jerami padi yang dipakai adalah 30 kg. urea 1. 5. bahan pakan yang diamoniasi Cara pengerjaan : 1. gelas ukur (literan). Peralatan : • Timbangan Peningkatan Kualitas Jerami Padi Amoniasi erami padi yang telah diamonasi dengan cara diatas mempunyai kandungan protein • 1 (satu) lembar plastik (180x200 cm) untuk mencampur - • 1 (satu) lembar plastik kantong (100 x 150 cm) rangkap atau drum bekas meningkat dari 36% menjadi 73%.

ILUSTRASI PROSES PEMBUATAN AMONIASI JERAMI PADI ANALISIS BIAYA • Jerami padi 15 kg • Urea 870 gram • Biaya plastik ember dll. sehingga dalam 100 kg jerami kering udara mempunyai jumlah bahan kering 70 kg. 1.750. 1.100.= Rp. 390.= Rp. 5. air dan jerami padi adalah dengan perhitungan sebagai berikut: 8.850.= Rp.000.7 gram urea + 1 liter air untuk setiap kg bahan kering jerami padi Jerami padi kering udara umumnya mempunyai kandungan bahan kering 70% dan kadar air 30%. Penimbangan urea dan air Pencampuran larutan urea Dengan jerami padi Penyimpanan amoniasi jerami padi Pemberian jerami padi amoniasi pada ternak sapi .- & Biaya produksi per kg jerami padi amoniasi = Rp. (dihitung untuk pemakaian lebih dari 1x) dan tenaga Jumlah = Rp.Pengumpulan jerami padi Penimbangan jerami padi Catatan : Rumus umum perbandingan antara jumlah urea. 3.

2004).88%. • 14 liter air Peralatan : • Timbangan • 1 (satu) lembar plastik (180x200 cm) untuk mencampur • 1 (satu) lembar plastik kantong (90x 100 cm) rangkap • 1 (satu) ember • 1 (satu) alat pengaduk . kantong plastik (disesuaikan dengan jumlah bahan yang akan diamoniasi). sehingga menjadi lebih mudah dihandling. Seluruh kulit kopi di hamparkan pada plastik (180x200 cm). Kemudian secepatnya masukkan kulit kopi yang sudah dicampur dengan larutan urea ke dalam kantong plastik. urea. sampai merata seluruhnya. Dalam keadaan tertutup (plastik • 1 kg urea belum dibuka/ dibongkar).2 hari (sampai bau menyengat amoniak hilang) sebelum digunakan KULIT KOPI sebagai pakan sapi.04 mM (dari Bahan –bahan : 4. kecernaan 50% (dari 40%). Plastik tidak boleh bocor. Siram dan campurkan larutan urea tersebut pada kulit kopi diatas plastik.PEMBUATAN AMONIASI KULIT KOPI % Cara pengerjaan : ahan-bahan yang digunakan untuk proses amoniasi kulit kopi tersebut adalah: kulit 1. Ilustrasi aduk sampai semua urea larut. air. Setelah 4 minggu. UREA 4. dibolak-balik bahan dan alat dapat dilihat seperti berikut. bahan pakan yang diamoniasi dapat tahan lama. padatkan dan ikat erat. Buat larutan urea dengan mencampur 14 liter air dan 1 kg urea dalam ember. 3.. Kulit kopi tersebut harus dianginanginkan selama 1. Struktur dinding sel kulit kopi menjadi lebih amorf dan • 20 kg kulit kopi (kering udara) tidak berdebu. diaduk- liter).8mM) (Tampoebolon et al. kopi. AIR Peningkatan Kualitas Kulit Kopi Amoniasi Kulit kopi yang telah diamonasi dengan cara diatas mempunyai kandungan protein Prosedur : 17. sedangkan peralatannya meliputi: timbangan. gelas ukur (“takeran” 2. VFA 143 mM (dari 102 mM) dan NH3 12. amoniasi kulit kopi dapat dibuka.

• Urea 1 kg • Biaya plastik ember dll.000.000. 3.500.= Rp. 425.500. 8. 200. 1.= Rp. 4.PROSES PEMBUATAN AMONIASI KULIT KOPI (SKALA LABORATORIUM) ANALISIS BIAYA • Kulit kopi 20 kg @Rp.= Rp.- Penimbangan kulit kopi & Biaya produksi per kg kulit kopi amoniasi = Rp. (dihitung untuk pemakaian lebih dari 1x) dan tenaga Jumlah = Rp.Pembuatan larutan Urea Pencampuran larutan urea dengan kulit kopi Pemasukan dalam kantong plastik Pemeraman kulit kopi amoniasi .

6. Seluruh hijauan pakan yang akan dibuat silase dipotong-potong (dicacah) ukuran 5-10 cm) dan dihamparkan pada plastik ukuran 90 x 200 cm. artinya jika pakan segar sudah susah dicari maka silase merupakan cadangan hijauan segar yang bisa digunakan. misalnya tetes. Pembukaan atau pemanenan silase tergantung kebutuhan. PROSES PEMBUATAN SILASE Hijauan Segar (rumput) (setelah dipanen) dilayukan + 1 hari Dipotong-potong 5-10 cm Timbang Bekatul 1 kg Timbang hijauan 15 kg 1. Dalam pemberiannya pada ternak selayaknya diangin-anginkan dulu agar bau asam menyengat hilang. kemudian padatkan dan ikat dengan erat. Campurkan hijauan dan bekatul secara merata Masukkan ke dalam kantong plastik dan simpan dalam keadaan kedap udara . dedak.4. 2. tergantung cepat tidaknya suasana asam terbentuk. Taburkan bekatul sedikit demi sedikit pada hamparan rumput yang telah dicacah secara merata dan diaduk-aduk. Proses ensilase dapat berlangsung sekitar 2 – 3 minggu. 6 Untuk memacu terbentuknya suasana asam dapat ditambahkan aditif berupa bahan karbohidrat mudah dicerna. jagung dll. mis : rumput gajah • 1 kg bekatul Peralatan : • Timbangan • 1 (satu) lembar plastik (90x200 cm) untuk mencampur • 1 (satu) lembar plastik kantong (90x 150 cm) rangkap • Alat pencacah hijauan (parang atau bendo) • Tali pengikat Cara pengerjaan : 5. bau silase ini jika tidak diperhatikan akan mempengaruhi kualitas air susu. dalam plastik dan plastik tidak boleh bocor. utamanya pada sapi perah. Prosedur : Bahan –bahan : • 15 kg hijauan pakan. Usahakan tidak ada rongga udara di (fermentasi) oleh bakteri asam laktat dalam suasana asam dan anaerob. hijauan pakan akan awet dan dapat disimpan lama. Masukkan hijauan pakan yang sudah dicampur dengan bekatul ke dalam kantong PENBUATAN SILASE HIJAUAN PAKAN ilase merupakan awetan segar hijauan pakan setelah mengalami proses ensilase plastik. Layukan hijuan pakan yang baru saja dipotong selama 1 hari atau sampai kadar air lebih kurang 50-60 % . Proses ensilase akan berlangsung lebih kurang selama 3 minggu dan setelah itu akan berhenti. onggok. 3.