Anda di halaman 1dari 10

JURNAL TEKNIK SIPIL USU

ANALISA PENAHAN TEKUK LATERAL PADA BALOK BAJA PRORIL I
Michael MSN1, Torang Sitorus2
Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara, Jl. Perpustakaan No. 1 Kampus USU Medan
Email:mz_135wolfgang@yahoo.com
Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara, Jl. Perpustakaan No. 1 Kampus USU
Medan
Email: : sitorusir.mt_t@yahoo.com
ABSTRAK
Balok adalah bagian dari struktur yang umumnya mengalami tarik dan tekan . Balok umumnya dipandang sebagai
batang yang terutama memikul beban gravitas transversal , termasuk momen ujung . Balok pada struktur dapat disebut
sebagai gelagar , balok anak , gording serta rusuk . Tidak semuanya keruntuhan yang terjadi pada struktur balok
diakibatkan oleh beban yang berkerja diatasnya ,kadangkala keruntuhan balok terlebih dahulu disebabkan oleh
ketidakstabilan struktur balok itu sendiri yang mengakibatkan terjadinya tekuk torsi lateral , walaupun tidak ada beban
torsi yang bekerja pada balok tersebut . Untuk mendukung stabilitas balok (khususnya balok baja) dalam menahan beban
yang diterima balok itu sendiri perlu ditambahkan penahan samping / sokongan lateral . Tujuan penulisan ini adalah
untuk mengetahui seberapa besar beban yang dapat diterima balok baja apabila diberikan penahan samping untuk
masing – masing keadaan . Pada tugas akhir ini diambil balok baja pada struktur jembatan yang akan diberikan penahan
samping yang diberikan pada posisi tertentu seperti pada kedua tumpuan , kedua tumpuan dan ditengah bentang , pada
posisi plastis . Masing – masing keadaan tersebut akan dicari seberapa besar beban maksimum yang bisa diterima oleh
balok baja tersebut . Perhitungan dilakukan dengan metode LRFD (Load and Resistance Factor Design)

Kata kunci : balok gelagar , tekuk , stabilitas , torsi lateral .

ABSTRACT
Beam is part of the structure usually experience tensile and press. Beamis generally regarded as the foremost stem
transverse gravity load , including the end moment load . Beam on the structure can be referred to as the girder, joist ,
cladding and ribs . Not everything collapse that occurred in the structure of the beam caused by the loads that work on it
, sometimes the first beam collapse caused by the instability of the beam structure itself , which resulted in lateral
torsional buckling, even though no torque load acting on the block . To support beam stability (in particular steel beams)
received the load-bearing beam itself needs to be added to brace the side / lateral endorsement. The purpose of this paper
is to determine how much load can be accepted if it is given beam steel barrier next to each - each state. In this final steel
beam taken on the bridge structure that will be provided in addition to retaining a certain position as the second pedestal,
both pedestal and center span, the position of plastic. Each - each situation will look how big the maximum load that can
be accepted by the steel beam. Calculations based on LRFD (Load and Resistance Factor Design)

Keywords : Girder , Buckling , Stability , Lateral Torsion

Tahanan Nominal Tahanan nominal adalah tahanan minimum yang mampu dipikul oleh suatu elemen pada struktur . Z 4. Pada tugas ini akan dibahas mengenai tahanan nominal untuk lentur balok . TINJAUAN PUSTAKA 1. Tegangan Lentur dan Momen Plastis Ketika kuat leleh tercapai pada serat terluar . Perencanaan untuk lentur terhadap suatu komponen yang mendukung beban transversal seperti beban mati dan beban hidup . Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LRFD Dua filosofi yang sering digunakan dalam perencanaan struktur baja adalah perencanaan berdasarkan tegangan kerja / working stress design (Allowable Stress Design / ASD) dan perencanaan kondisi batas / limit state design (Load and Resistance FaktorDesign / LFRD) . dan besarnya adalah : Mny = Myx = Zx . maka setiap perencanaan harus mempertimbangkan kondisi keseimbangan .2. Metode ASD lebih ditekankan kepada kontrol terhadap tegangan yang terjadi pada suatu elemen sedangkan pada metode LRFD lebih ditekankan terhadap faktor kelebihan beban dan koefisien reduksi kekuatan yang memungkinkan menghasilkan dimensi yang lebih rasional . dan besarnya adalah : Mn = fy . Tahanan Nominal Pada Keadaan Stabilitas Jika balok dapat dihitung pada keadaan stabil dalam kondisi plastis penuh maka kekuatan momen nominal dapat diambil sebagai kapasitas momen plastis. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mencari kekuatan balok maksimum apabila diberikan penahan tekuk lateral. 3.31) pada SNI 03-1729-2002 . Dalam hal ini biasanya struktur dirancang memiliki kekakuan yang mantap.PENDAHULUAN Keunggulan bahan struktur dari baja yang terutama adalah sifat kekuatan yang tinggi dan sifat keliatannya (high ductility) sehingga mampu berdeformasi secara nyata sebelum terjadi kegagalan.1 berdasarkan (tabel 8. tahanan momen nominal sama dengan momen leleh Myx. Pada perencanaan suatu konstruksi baja diharapkan struktur yang dihasilkan akan dapat menahan beban rencana tanpa terjadi deformasi yang dapat menyebabkan struktur bangunan mengalami keruntuhan. sehingga beban rencana yang dipikul oleh struktur berada pada kondisi aman .Konsep stabilitas pada suatu struktur baja biasanya diterapkan sebagai prinsip dasar . Untuk mengatasi terjadinya beban lateral buckling yang terjadi pada struktur balok maka perlu dilakukan perhitung ananalisa dan pengaruh pengaku lateral . dan untuk mengetahui seberapa banyak penahan tekuk yang diperlukan supaya balok dapat mencapai kekuatan terhadap sumbu kuat pada kondisi plastis . fy Tahanan momen nominal dalam kondisi plastis Mp. 2. Kuat momen nominal pada balok kompak untuk kondisi batas atas Mp untuk inelastik maka momen kritis untuk tekuk lateral pada tabel 2. Untuk mendukung stabilitas balok (khususnyaBalok Baja) dalam menahan beban yang diterima balok itu sendiri perlu ditambahkan penahan samping / sokongan lateral atau penahan lateral . Perhitungan analisa pengaruh pengaku lateral pada balok baja berprofil I perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengaku tersebut dalam menahan beban kritis tekuk lateral .

Kuat momen kritis untuk Profil I dan kanal ganda besaran momen kritis adalah : √ ( ) Sedangkan kuat momen kritis untuk Profil Kotak Pejal dan Berongga atau Masif √ Dengan : √ √ ( ) √ √ √ ( ( ) ) ⁄ .

tak kompak . Penampang kompak : Penampang tak kompak : Langsing :  Penampang Kompak Balok dikatakan kompak jika memenuhi persyaratan berikut ini : 1. Rasio kelangsingan elemen sayap (b / 2tf) memenuhi persamaa 3.Desain Balok Terkekang Lateral Tahanan balok dalam desain LRFD harus memenuhi persyaratan : dengan : = 0. 2. Batasan penampang kompak . Sayap dihubungkan menerus dengan badan. dan langsing . √ Rasio kelangsingan sayap yang diperkaku lebih kecil dari √ Tahanan momen nominal untuk balok terkekang lateral dengan penampang kompak : Dengan : = tahanan momen plastis = modulus plastis = kuat leleh .9 = tahanan momen nominal = momen lentur akibat beban terfaktor dalam perhitungan tahanan momen nominal dibedakan antara penampang kompak .4. tak kompak dan langsing adalah .

√ kuat momen lentur nominal . [ ] . adalah . ( ) = tegangan leleh = tegangan sisa = modulus penampang Besarnya tegangan sisa fr = 70 MPa untuk penampang gilas panas .Desain LRFD Balok I Syarat struktur yang memikul momen lentur . maka perhitungan Mr harus didasarkan pada nilai . Bagi penampang tak kompak yang mempunyai . maka besarnya tahanan momen nominal dicari dengan melakukan interpolasi linear . Penampang Tak Kompak Balok dikatakan tidak kompak jika √ Tahanan momen nominal pada saat dengan . dan 115 MPa untuk penampang yang dilas.1 Peraturan Baja 2002 Untuk balok – balok hibrida dimana terkecil antara (fyf – fr) dengan fy 5. sehingga diperoleh : dengan : = kelangsingan balok( ) = nilai kelangsingan berdasarkan tabel 7.5. untuk panjang bentang plastis .

93 108.09 Tekuk Lokal Web √ 175.02 untuk batasan rasio kelangsingan untuk penampang Tak Kompak Balok I dengan modulus elastisitas = 200000 Mpa .06 1.60 161.25 98.74 125. kuat nominal yang tersedia untuk beban layan untuk batasan rasio kelangsingan untuk penampang Kompak Balok I dengan modulus elastisitas = 200000 Mpa .96 46.65 82.52 50. dipaparkan pada tabel berikut : Tegangan Leleh 210 240 250 290 410 Tekuk Lokal Flens Tekuk Lokal Web Tekuk Torsi Lateral √ √ √ 11.39 39.97 164.75 9.44 106.98 8.64 2.73 10.18 2.4 115.97 10.94 .28 149.99 49.faktor pengali momen .68 1.97 54. dipaparkan pada tabel berikut : Tegangan Leleh Tekuk Lokal Flens √ 210 240 250 290 410 2.

tebal lantai kayu (t) = 5cm .1 Tahanan Momen Nominal Penampang Kompak dan Tak Kompak HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dibahas sebuah gelagar baja profil I yang dipakai pada struktur jembatan baja . jembatan merupakan jembatan sederhana tanpa trotoar . beban arus lalu lintas yang melewatinya berupa kendaraan sedang .250m Lantai Kayu Gambar. satu lajur dengan jumlah lajur lalu lintas rencana 2 lajur . lebar jembatan (B) = 9m . Pembeban yang diberikan mengacu pada SNI T-02-2005 “Standar Pembebanan Untuk Jembatan “ .4 Tampang Melintang Jembatan Rencana . panjang jembatan (L) = 20m . gelagar memanjang terdiri dari 5 buah gelagar dengan jarak masing – masing gelagar (S) = 2. lantai jembatan diambil lantai kayu keras .Gambar.

300.Gambar. Dengan data – data berikut : q = 215 kg/m b = 70 cm d = 30 cm A = 273.Momen maksimum Mu = 339. data – data berikut diambil dari peraturan pembebanan untuk struktur jembatan (RSNI T-02-2005) yaitu sebagai berikut : - Beban mati ( qd) Beban hidup BTR ( ql ) Beban hidup BGT ( pl ) Dl Ll Pl = = = 1.792 kN/m’ .15.8cm .28 dengan Ix = 237000 cm4 .6 cm2 tf = 2.5 Tampang Memanjang Jembatan Rencana Perhitungan Tekuk Torsi Lateral Gelagar Jembatan Data – data pembebanan untuk perhitungan Tekuk Torsi Lateral Gelagar Jembatan .3 kN/m 17.8cm tw= 1.48 kN .Ibutuh = 212250 cm4 Dipakai profil IWF 700.8 kN Untuk data – data mutu baja sebagai berikut :    Fy Fu E = 240 MPa = 370 MPa = 200000 MPa Perhitungan Awal Untuk perhitungan awal diperoleh nilai – nilai berikut : .33mm .6 kNm maks = 33.Beban terfaktor qu = 6.26 kN/m 3. Pu = 28.5cm Ix = 237000 cm4 Iy = 12900 cm4 ro = 2.

92cm .Untuk penahan lateral pada kedua tumpuan diperoleh Mn = Mp yang mampu diterima adalah 623.0144 kNm . juga untuk menghindari tekuk torsi lateral . Zy = 1296.0144 2 Kasus penahan lateral pada kedua tumpuan 623. 2.Untuk penahan tekuk penuh disepanjang balok diperoleh Mn = Mp yang mampu diterima adalah 1729.3 % .156 plastisnya KESIMPULAN Dari hasil analisa perhitungan tekuk lateral pada balok baja profil I diperoleh kseimpulan sebagai berikut : 1.828 kNm .Untuk penahan lateral pada bentang plastisnya diperoleh Mn = Mp yang mampu diterima adalah 3808.9 % .023 Kasus penahan lateral pada kedua tumpuan 3 1566. Jumlah penahan lateral yang diberikan pada balok baja profil I sangat berpengaruh dalam menahan beban kritis yang bekerja . ry = 6. Ukuran / dimensi profil berpengaruh terhadap tekuk lateral yang terjadi pada struktur itu sendiri .288 cm4 .syarat penampang kompak balok I baik untuk tampak I kompak yang berlaku untuk sayap dan badan .35 cm4 A = 264. Dari analisa perhitungan penahan tekuk lateral pada balok baja profil I untuk masing – masing kasus diperoleh : .023 kNm . besar persentase terhadap balok tersokong lateral penuh adalah 220. Sx = 6376.828 dan ditengah bentang Kasus penahan 4 lateral pada bentang 3808.- Modulus plastis penampang Zx = 7200. besar persentase terhadap balok tersokong lateral penuh adalah 36. Lp = 3.05 % .6 cm2 .Untuk penahan lateral pada kedua tumpuan dan ditengah bentang diperoleh Mn = Mp yang mampu diterima adalah 1566.06 cm3 . besar persentase terhadap balok tersokong lateral penuh adalah 80. besar persentase terhadap balok tersokong lateral penuh adalah 90. Perhitungan Rencana Kekuatan Balok Gelagar Dari perhitungan diperoleh untuk masing – masing kasus penahan samping untuk besar beban maksimum yang dapat diterima adalah sebagai berikut : No Beban Maksimum Yang Diterima (Mn) Kasus (kNm) 1 Kasus balok terkekang penuh 1729. 3.6 % .156 kNm .225 cm3 Tinggi tekuk badang (h) = 58.0368 cm3 Untuk dimensi profil yang digunakan memenuhi untuk syarat .8 cm Momen inersia Ix = 223161. Iy = 12682.53m .

Theory of Beam Coloumns . 1992 . G dan Johnson J . Mc Graw-Hill Setiawan . Edisi Pertama . Agus .Jilid I . Kontruksi Baja . Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD . Universitas Kristen Petra dan Andi . Jakarta Salmon C . Struktur Baja Desain Dan Perilaku . G dan Johnson J . E . 1999 .Chen and T Atsuta . 2008. 1991 . Alih Bahasa Ir . Tokyo . 1991 . Edisi Kedua . Yogyakarta Gaylord Edwin H Jr dan Gaylord Charles N . 1976 . Mc Graw – Hill Kogakusha Ltd . Jakarta Salmon C . Wira MSCE . Alih Bahasa Ir . Struktur Baja Desain Dan Perilaku . Erlangga . Edisi Kedua . Jakarta Oentoeng .DAFTAR PUSTAKA W. Wira MSCE . E .F. Second Edition . Design of Structures . Erlangga .Jilid I . Erlangga .