Anda di halaman 1dari 9

Keperawatan Keluarga

Pemberdayaan Keluarga

Oleh :
Adela Sari (PO. 71.20.4.14.002)
Tingkat : II. A
Dosen: H. Muchlis Riza, SKM., M.Kes.
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBNG
JURUSAN DIV KEPERAWATAN
2015

Dalam hal-hal tertentu bisa juga menjadi wadah pelayanan keluarga secara terpadu. fungsi cinta kasih. Pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang. fungsi ekonomi. PENGERTIAN PEMBERDAYAAN Pemberdayaan adalah sebuah proses dengan mana orang menjadi cukup kuat untuk berpartisipasi dalam. advokasi dan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu. dan keluarga yang sanggup menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik. dan wirausaha. untuk memiliki akses terhadap sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan pendapatannya dan memperoleh barang-barang dan jasa-jasa yang mereka perlukan dan berpatisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka. dan fungsi lingkungan. serta Pemberdayaan lembaga-lemabga menekankan bahwa yang mempengaruhi orang memperoleh keterampilan. agar keluarga bisa tumbuh mandiri di desanya. (https://www. keluarga yang mandiri. yaitu fungsi keagamaan. KONSEP POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA) Posdaya adalah forum silahturahmi. Penguatan fungsi-fungsi utama tersebut diharapkan memnungkinkan setiap keluarga makin mampu membangun dirinya menjadi keluarga sejahtera.scribd. dalam berbagai bidang. fungsi pendidikan. utamanya kesehatan. dan kekuasaan yang cukup untuk mempengaruhi kehidupannya dan kehidupan orang lain yang menjadi perhatiannya. khusunya kelompok rentan dan lemah. kejadian-kejadian kehidupannya. pengetahuan. Oleh karena itu program advokasi dan pemberdayaan pembangunan yang ditawarkan dalam Posdaya adalah program-program yang mendukung penyegaran fungsi-fungsi keluarga. berbagai pengontrolan atas. fungsi perlidungan.POS PEMBERDAYAAN KELUARGA(POSDAYA) A.com/doc/55233355/pemberdayaan-keluarga) B. Lebih dari itu keluarga . komunikasi. fungsi reproduksi dan kesehatan. pendidikan. dan mempengaruhi terhadap. yaitu pelayanan pengembangan keluarga secara berkelanjutan. fungsi budaya.

Akhirnya bisa melakukan pemberdayaan untuk anggotanya secara mandiri. Setiap keluarga kurang mampu diundang untuk menempatkan dirinya dalam suatu proses pemberdayaan bersama. Terpadu berarti dalam perencanaan. kesehatan. Posdaya adalah wadah bagi keluarga. yang kondisi sosial ekonomi dan budayanya umumnya lemah. Tujuannya adalah agar pimpinan keluarga mengetahui peran dan fungsinya. pendidikan. Penyerasian dinamis disini berarti diperlukan adanya keserasian dalam hal memadukan kepentingan masyarakat dan kemampuan penyediaan bantuan profesional dari pemerintah dan swasta yang disediakan untuk mendukung kegiatan. dan kemampuan ekonomi yang mapan. yaitu pemberdayaan pembangunan kepada pimpinan keluarga yang dipadukan satu dengan lainnya. dan evaluasi melibatkan berbagai petugas atau sukarelawan secara terkoodinir. Posdaya merancang kegiatan sesuai dengan kemampuan masyarakat dan anggotanya sehingga pelaksanaan kegiatan itu bisa dilakukan dari dan untuk masyarakat dan keluarga setempat. Posdaya paripurna merupakan forum pemberdayaan yang bervariasi. bukan dimaksudkan untuk mengganti pelayanan sosiak ekonomi kepada masyarakat berupa pelayanan terpadu. Dalam Posdaya . Dalam melaksanakan fungsinya.sejahtera yang bermutu dan mandiri diharapkan mampu memenuhi kebutuhan kesejahteraan keluarga yang intinya adalah keikutsertaan dalam KB. Posdaya dikembangkan secara bertahap. beberapa hal perlu diperjelas antara lain: Posdaya. Dari pengertian tersebut. pengendalian. pelaksanaan. tetapi semata-mata dimaksudkan untuk mengembangkan forum pemberdayaan terpadu dinamis. mulai yang bersifat sederhana dengan kegiatan terbatas sampai akhirnya paripurna tergantung dukungan masyarakatnya. dimana sebagian besar pengelolaan dan pembiayaannya dikelola dan berasal dari anggota masyarakat. organisasi sosial. yaitu petugas pemerintah. pembinaan. dengan pengertian lain kegiatan tersebut dilaksanakan dasar kemampuan dan swadaya masyarakat sebagai upaya memperdayakan keluarga sejahtera dan membangun kesejahteraan rakyat secara luas. untuk bersatu diantara mereka dan bersama keluarga lain yang lebih mampu. dan unsur-unsur masyarakat.

dengan dukungan pendampingan petugas-petugas dan organisasi masyarakat. Prakarsa pengembangan Posdaya itu bisa berasal dari perorangan. Perluasan Jangkauan b. bukan atau tidak harus menjadi wahana untuk pemberdayaan anggota keluarganya. pembinaan dan pembudayaan itu dilakukan sesuai dengan kematangan masyarakat menangani Posdaya dan kegiatan yang dilaksanakannya. Disamping itu. pertama Posdaya pengembangannya diprakarsai oleh masyarakat. . Perluasan Jangkauan Dari sudut pemrakarsa ada tiga jenis pemrakarsa dalam perluasan jangkauan. Keluarga yang mampu menyediakan rumah dan halamannya untuk kegiatan berkumpul masyarakat setempat. Pembinaan c. sesuai dengan strategi pertahap pendekatan tiga dimensi. diharapkan membantu keluarga yang membutuhkan. yang garis besarnya sebagai berikut: a. keluarga tersebut memberi pula bantuan keuangan atau bentuk lain untuk kegiatan Posdaya. Keluarga yang mampu menyediakan rumah dan halamanya untuk kegiatan berkumpul masyarakat setempat. Disamping itu keluarga tersebut memberi pula bantuan keuangan atau bentuk lain untuk kegiatan Posdaya. misalnya sebuah keluarga mampu yang ingin membantu tetangganya yang kurang mampu untuk berbagai kesejahteraan. STRATEGI PENGEMBANGAN Untuk melaksanakan perluasan cakupan atau pengembangan Posdaya dengan berbagai kegiatannya dilakukan secara bertahap. menambah wawasan dan pengetahuan tentang fungsi-fungsi dan kemampuan keluarga. Ingin membantu tetangganya yang kurang mampu untuk berbagi kesejahteraan. Secara terperinci pengembangan ketiga pendektan itu adalah sebagai berikut: 1. C. Pelembagaan dan Pembudayaan Pengembangan perluasan jangkaun. Dengan demikian Posdaya menjadi wahana bersama untuk pemberdayaan.keluarga yang lebih mampu.

Posdaya bisa menjadi ajang kiprah dari selurh Pokja yang ada. Posdaya bisa saja berasal dari Kelompok Posyandu atau kelompok lain yang ada di desa tersebut. Pokja I. Pokja III. dilakukan pedataan keluarga yang ada di sekitar Posdaya. Pengembangan Posdaya melalui jakur ini dilakukan di beberapa kabupaten terpilih oleh siswa SMA di kabupaten kota yang bersangkutan. Selanjutnya bersama masyarakat setempat. Pokja II. Para pengurus Posdaya. yang hanya melayani atau menjadi wahana untuk Pokja IV. seperti juga dalam Posdaya yang dikembangkan oleh masyarakat. Siswa SMA dan pendamping dari LPM Perguruan Tinggi memilih desa mengembangkan Posdaya di desa yang terpilih. Sekolah yang ada di desa. Taman Bacaan AlQur’an. dianjurkan agar seluruh Kelompok Kerja PKK dapat secara aktif ikut dalam perluasan. Ketiga. Pengurus Panti Asuhan. dapat merencankan kegiatan yang diatur secara bergiliran sesuai dengan program dan sasaran yang dituju. pengembangan. Kedua. kelompok PKK dengan seluruh anggotanya. Camat. dan warga lainnya. Apabila prakarsa itu dimulai oleh PKK Desa. saling mengisi dan menghasilkan keluarga . Dengan demikian kegiatan para ibu di pedesaaan dapat dengan mudah diatur dan dirancang proses pemberdayaan dapat berlangsung dengan teratur. bersama-sama mengembangkan Posdaya di desa. dengan dukungan Pemda pengembangan Posdaya dilakukan melalui jalur pemerintah. Berbeda dengan pembinaan Posyandu di masa lalu. sebagai satu kesatuan. Kepala Desa dan perangkat desa lainnya. dengan dukungan Yayasan Damandiri pengembangan Posdaya bisa dilakukan melalui kerjasama antara LPM Perguruan Tinggi dan SMA di Kabupaten atau Kota yang dibinanya.Perluasan jangkauan dengan prakarsa masyarakat juga bisa dimulai oleh lembaga yang ada dalam lingkungan pedesaab seperti PKK Desa. pembinaan Posdaya. Artinya. dan Pokja IV bisa secara terpadu ikut mengembangkan dan memberdayakan keluarga secara terpadu. atau lembaga lain yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan.

Perorangan. untuk memperoleh dukungan. RW. sejahtera I. maka pengurus nanti dapat menugaskan para anggotanya untuk bekerja sama dengan keluarga yang ada di sekitar panti.bahagia dan sejahtera. setidak-tidaknya agar usaha pemberdayaan keluarga tersebut selalu berada dalam suasana yang nyaman. baik dukungan moril atau dukungan fasilitasi lainnya. RW. dan Kepala Desa untuk mengadakan pendataan seluruh kelurga yang ada disekitarnya. sejahtera II. utamanya untuk mengetahui apakah keluarga disekitarnya berada dalam posisi pra sejahtera. panti atau lainnya. dengan anggotanya dapat bekerja sama dengan RT. Apabila prakarsa itu datang dari Pengurus Panti Asuhan. pengurus PKK. Indikator BPS dapat dipergunakan untuk menentukan apakah sebuah keluarga tergolong miskin atau tidak miskin. Indikator BKKBN tersebut adalah sebagai berikut: 1) Melaksanakan ibadah secara teratur – Ya/Tidak 2) Makan dua kali sehari – Ya/Tidak 3) Mempunyai pakaian layak – Ya/Tidak 4) Lantai rumah masih berupa tanahb – Ya/Tidak 5) Anak sakit dibawa ke rumah sakit atau dokter – Ya/Tidak 6) Seminggu sekali makan dengan daging atau telur – Ya/Tidak 7) Mempunyai pakaian baru setahun sekali – Ya/Tidak 8) Luas rumah 8M2 – Ya/Tidak 9) Seluruh keluarga bisa membaca dan menulis – Ya/Tidak 10) Anak-anak usia sekolah bisa sekolah – Ya/Tidak 11) Salah satu anggota keluarga bekerja – Ya/Tidak 12) Sebulan seluruh anggota keluarga dalam keadaan sehat – Ya/Tidak . atau Sejahtera III plus.pengurus panti bisa menghubungi ketua RT. dan lurah atau Kepala Desa. Perdataan keluarga dilakukan dengan mempergunakan kriteria atau indikator yang dipergunakan oleh BKKBN atau BPS.

Mereka yang membutuhkan pekerjaan sudah mulai melakukan kegiatan ekonomi. atau karena alasan lainnya. cinta tanah air. dan perhatian yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. atau ditempat lainnya. yang setiap hari ditugasi mengurusi kegiatan Posdaya. Pengurus PKK. baik bekerja ditetangganya. Kegiatan rutin bisa mulai dengan mencatat seluruh keluarga yang telah didata dan mengetahui jumlah mereka yang kurang mampu serta sebabsebabnya. wirausaha. misalnya anakanak usia sekolah dari keluarga kurang mampu dapat sekolah didesanya. Dalam kondisi pelembagaan dan pembudayaan diharapkan sudah makin banyak keluarga anggota Posdaya yang dengan mudah mempunyai akses terhadap lembaga-lembaga pelayanan disekitarnya. Dalam tahapan ini harus tetap dipelihara semangat kebersamaan dan penghargaan kepada mereka yang berjasa dalam upaya pemberdayaan keluarga. Pengurus atau Tim Kerja selanjutnya bersama anggota timnya. keluarga-keluarga yang sedang berjuang dalam lingkungannya sendiri. Kegiatan rutin sudah dapat dikembangkan dalam bidang keagamaan. cinta kepada sesamanya. atau bidan di desa atau di kecamatan. Pelembagaan dan Pembudayaan Pada tahapan ini pengurus Posdaya sudah mempunyai banyak pengalaman. Pengurus Panti dan lainnya yang mengambil prakarsa pembentukan Posdaya bisa mulai menyusun pengurus. KB kesehatan reproduksi. anak-anak yang sakit dapat dibawa ke Puskesmas. atau dokter. dapat dibantu secara gotong . 3. perlindungan. pendidikan. atau Tim Kerja. Misalnya dilakukan penjumlahan berupa keluarga yang miskin karena alasan agama. dan kemungkinan mendapat kesulitan. Pembinaan Setelah pendataan maka perorangan. tidak melakukan ibadah secara teratur. Dapat juga dijumlahkna keluarga yang miskin karena rumah mereka berukuran kurang dari 8m2 dan berlantai tanah.2.

apabila dalam satu kecamatan bru ada satu desa yang memiliki Posdaya. Posdaya itu selaigus bisa berfungsi untuk mengundang tenaga medis dari tingkat kecamatan membantu pemberdayaan dan pelayanan KB dan Kesehatan. Bantuan tersebut sifatnya adalah pendampingan sehingga keluarga itu tidak tergantung pada panduan yang diterimanya. dan sekolah. Dalam suasana yang makin kondusif tersebut. Keluarga yang lebih mampu diajak untuk membantu anak-anak tersebut agar bersekolah. kesehatan.royong. tetapi dapat berkembang secara mandiri dan menurut pilihannya sendiri. Forum sederhana tersebut selanjutnya mengundang tenanga medis untuk melanjutkan pelayanan KB dan Kesehatan. maka untuk desa-desa yang lain belum memiliki Posdaya dapat didorong dan dipersiapkan pembentukan Posdaya sederhana. Untuk itu Posdaya dikembangkan pula sebagai wahana pemberdayaan ekonomi keluarga di desa tersebut. Sekolah-sekolah yang ada di desa. Dengan keadaan ekonomi yang lebih . utamanya sekolah mengengah pertama. Apabila jaringan atau cakupan untuk anakanak tercapai. Kesehtatan. diajak untuk menyediakan bangku dan kesempatan bagi anak keluarga kurang mampu dari desa yang sama. utamanya dari keluarga kurang mampu. Dengan demikian diharapkan tidak ada anak dari keluarga kurang mampu yang tidak sekolah. dan Pendidikan di desanya disempurnakan dan ditingkatkan mutunya. khususnya dalam bidang KB. maka Kepala Desa diajak meminta pertolongan pada tingkat kecamatan dan kabupaten. Posdaya selanjutnya mengadakan pendataan tentang anak-anak usia sekolah. Kalau keluarga di desa tidak mampu mengatasi masalah itu. yaitu forum yang memberi penjelasan tentang masalah KB dan Kesehatan Ibu dan Anak. kelaurga desa anggota Posdaya diharapkan mengusahakan agar pelayanan KB. Masyarakat dapat mengajak Kepala Desanya untuk mengembangkan sistem insentif guna meningkatkan kualitasa pelayanan kesehatan dan pendidikan di desanya. yaitu anak-anak usia dibawah 15 tahun. Kalau perlu tenaga kesehatan dan guru-guru di desa itu diberi penghargaan oleh masyarakat desa.

Kesehatan dan Pendidikan di desanya. Iin Fitria. Makalah.scribd. “Pemberdayaan Keluarga dan Strategi Pelaksanaa”. 2013..com/doc/55233355/pemberdayaan-keluarga .baik masyarakat desa dapat ikut memperbaiki mutu pelayanan KB. https://www. dan Ferliana Liyusah. Eka Rahayu Putri. Palembang: Politeknik Kesehatan Palembang Jurusan Keperawatan. DAFTAR PUSTAKA Anggela.