Anda di halaman 1dari 10

TUGAS METODE DAN TEKNIK ANALISIS DAN RENCANA WILAYAH

ANALISIS PEREKONOMIAN SEKTOR UNGGULAN
KABUPATEN MAGELANG

DISUSUN OLEH:
DZAKY NAUFAL

13/351482/TK/41275

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR DAN PERENCANAAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2015

setelah menganalisis kinerjanya.Sektor basis adalah sektor ekonomi yang unggul dan mempunyai daya saing dalam beberapa tahun terakhir serta punya possibility untuk berkembang.6855261 Pengolahan 4.64858383 n6 6.53 Pengangkuta 5. potensial. Tipologi Klassen Sektoral Metode ini diaplikasikan sebagai cara mengidentifikasi sektor yang mempunyai kontribusi besar terhadap PDRB dan laju pertumbuhan wilayah.13110931 Konstruksi 9 7. Rata-rata Kontribusi thd PDRB Rata-rata Laju Petumbuhan Sektoral ri ≥ R ri < R yi ≥ Y Unggulan (Prima) Potensial yi < Y Berkembang Terbelakang/Terti nggal Berikut tipologi klassen sektoral Kabupaten Magelang: N o 1 2 3 4 5 6 7 Tipologi Klassen Sektoral Laju Lapangan Rata Rata Pertumbuha Usaha Kontribusi n 27.5662113 n 4 4. dan Air 0.5876463 Pertanian 8 2.Dalam proses perencanaan ekonomi.04 Komunikasi Tipologi Sektor Berkemban g Potensial Berkemban g Potensial Potensial Berkemban g Potensial . Gas.76 Bersih Bangunan9.34 Perdaganga 14. langkah selanjutnya adalah menentukan sektor basis wilayah.06 Pertambang 2.80050767 an6 7.53271496 5.51 Penggalian Industri 18. Penentuan suatu sektor merupakan sektor unggulan adalah dengan matriks di bawah ini. unggulan dimasa depan POTENSI EKONOMI WILAYAH 1.14 Listrik.

bisa kita lihat bahwa sektor Jasa merupakan satu satunya sektor unggulan. PDRB Jateng Berdasarkan tipologi klassen sektoral. POTENSI RELATIF 1. Dengan dua kelebihan inilah sektor perdagangan dan jasa menjadi sektor unggulan.74070237 5 4.Magelang. Persewaan dan Jasa Perusahaan 9 Jasa-Jasa Rata Rata Kabupaten 2. Magelang. Tipologi Klassen Sektoral Kab.Magelang dengan PDRB ADHK 2000.3069980 1 11. Dibawah ini merupakan matriks yang menggambarkan tiplogi klassen relatif Rata-rata Kontribusi sektoral Rata-rata Laju Petumbuhan Sektoral rij ≥ Rin rij< Rin yij ≥ Yjin Unggulan (Prima) Potensial yij< Yjin Berkembang Terbelakang/Terti nggal yijadalah rata-rata kontribusi sektor i di wilayah j Yjin adalah rata-rata kontribusi sektori di wilayah j thd wilayah yg lebih luas rijadalah rata-rata laju pertumbuhan sektor i di wilayah j Rij adalah rata-rata laju pertumbuhan sektor i di wilayah yang lebih luas N o Tipologi Klassen Sektoral dalam Jangkauan Lebih Luas Lapangan Kontribusi Terhadap Laju Pertumbuhan 2008Usaha PDRB Jateng 2012 Tipolog i .54 18.1111111 1 8. Hal ini dibuktikan dengan persentase kontribusi sektor tersebut lebih besar dari rata-rata kontribusi tiap sektor terhadap PDRB dan laju pertumbuhannya yang juga melebihi laju pertumbuhan PDRB dari tahun 2008 hingga 2012.10 5. Tipologi Klassen Relatif Analisis tipologi Klassen relatif memiliki perbedaan di bagian kontribusi terhadap wilayah yang lebih luas diluar Kab. contohnya di Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2008-2012 Sumber: PDRB kab.8 Keuangan. Sektor pertanian yang memiliki struktur paling besar tidak menjadi sektor unggulan Sektor ini namun menjadi sektor yang berkembang untuk memiliki daya saing bagi Kab. Magelang di masa yang akan datang.55615601 4 Terbelakan g Unggulan Tabel 1.

51 Unggul an 4.76 Terting gal 4.53 Unggul an Terting gal 6. dan Air Bersih BangunanKonstruksi Perdagang an Pengangku tanKomunikas i Keuangan. Bangunan dan Kontruksi serta pertambangan dan penggalian. sektor unggulan bisa kita lihat di bagian Jasa Jasa.86 5.86 5.27 6.54 Magelang[r] 2.10 Unggul an 7.85 2.34 2. padahal.04 Terting gal 4.86 3.55 6.86 2. Dan diharapkan ketiga sektor ini nantinya memang merupakan lapangan yang sangat kontributif bagi perkembangan perekonomian provinsi Jawa Tengah.33 2.42 6. Persewaan dan Jasa Perusahaa n Jasa-Jasa Rata Rata Kabupaten[ Y] Kontribus i Magelan g Terhadap Jateng [Yi] Jawa Tengah[R] 2.24 2.86 3.1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pertanian Pertamban ganPenggalian Industri Pengolaha n Listrik.14 Terting gal 5. dalam menentukan sektor basis yang tepat harus melihat dan meingidentifikasi dari berbagai metode. Static Local Quotient (SLQ) dan Dynamic Local Qoutient (DLQ).86 1. Analisis quotient dibagi lagi menjadi dua. .Magelang. Tipologi Klassen Relatif Kab.86 1.34 7.48 7.59 7.22 2.34 Tabel 2.02 2. 2.Magelang dengan PDRB ADHK 2000.70 2. PDRB Jateng Berdasar perhitungan dengan metode diatas.86 1.54 Terting gal 8. Analisis Local Quotient Analisis local quotient biasanya menjadi metode utama dan dijadikan tolak ukur. Gas.82 2.19 2.86 3.86 1.37 6. Tahun 20082012 Sumber: PDRB kab.06 Potensi al 7.

4 43.3 40.3 87.20 0.9 9 24.142.SLQ DLQ DLQi > 1 SLQi > 1 SLQi < 1 Unggulan (Prima) Potensial DLQi < 1 Berkembang Terbelakang/Terti nggal DLQi adalah DLQ sektor i di wilayah perencanaan (Kab/Kota) SLQi adalah SLQ sekor i di wilayah perencanaan (Kab/Kota) Static Local Quotient digunakan sebagai metode untuk melihat tingkat spesialisasi sektor dalam wilayah perencanaan dibandingkan dengan wilayah yang lebih luas.92 12.56 0.711.992. contohnya provinsi Jateng.87 1.59 1.63 2.1 79.99 405.56 36. 78 1 32.59 46.9 64. Jika nilai SLQ > 1 menandakan bahwa sektor tersebut memiliki tingkat spesialisasi yang lebih tinggi daripada tingkat wilayah yang lebih luas.012.580.00 69.43 6.49 Lebih Tinggi 125.561. 87 11. 55 2011 2012 35.212.87 2012 1.8 00.63 0.66 Lebih Rend 0. Gas. 94 1.63 Lebih Rend ah Lebih Rend ah .159.84 8.193.1 32. Nilai DLQ > 1 menunjukan bahwa laju pertumbuhan sektor i di wilayah perencanaan lebih besar dibandingkan dengan laju pertumbuhan sektor tersebut di tingkat wilayah yang lebih luas. Berikut identifikasi LQ Kabupaten Magelang. Hasil Perhitungan Static Location Quotient Kabupaten Magelang Tahun 2011 dan 2012 PDRB ADHK N o Lapan gan Usaha Magelang 2011 1 2 3 4 5 6 Pertani an Perta mbang anPengg alian Industr i Pengol ahan Listrik.62 Lebih Tinggi 794597.092.719. 72 8 41.43 1.96 1. 15 65. Sedangkan Dynamic Local Quotient digunakan untuk melihat tingkat pertumbuhan suatu sektor di wilayah perencanaan dibandingkan dengan wilayah yang lebih luas. 83 2.96 4.67 0.57 0.28 0.399.4 95.82 23.49 1. 50 4 34. 6 61.296.23 2.0 25.712.355.170.573.439. 43.60 Lebih Tinggi 621.753.91 2.820. dan Air Bersih Bangu nanKonstr uksi Perdag angan Jawa Tengah SLQ Kab Magelang Tahun 20112012 2011 2012 Keter angan 1.357.460.88 2.258.

645.14 0.464.848.16 6.86 Lebih Tinggi Lebih Rend ah Lebih Tinggi Tabel 3.14 1.14 0.08 Rendah Pertamba nganLebih 2 7.52 2.9 37.35 4.72 1.49 1.003.34 1.00 Komunika ng si .22 1.72 5.78 Tinggi n Listrik.06 0. tahun 2008-2012 Sumber: PDRB kab.11 7.Magelang dengan PDRB ADHK 2000.53 0.2008-2012 Kab Magelang Jawa Tengah DLQ N Lapangan Kab Keteran Laju Laju (1+g)/ (1+g)/ Magel o Usaha gan Pertumbuh Pertumbuh (1+gj) (1+gj) ang an an Lebih 1 Pertanian 2.292.34 0.08 20.63 117. 24 4.39 Penggalia Rendah n Industri Lebih 3 Pengolaha 4.503.07 0.85 1.82 1.95 7.961.81 gan Tinggi Pengangk utanSebandi 7 6.909.04 1.49 11.51 1.5 42.43 6.1 22.17 0. 36 10.70 1.04 816.18 8.2 02.21 7. 96 7.Magelang.25 Rendah Konstruksi Perdagan Lebih 6 4.76 1.04 Rendah Air Bersih Bangunan Lebih 5 7. Lebih 4 Gas.33 1.92 21 0.7 8 9 Penga ngkuta nKomun ikasi Keuan gan.770.05 1. 66 ah 1. PDRB Jateng.06 19 8.115. Persew aan dan Jasa Perusa haan JasaJasa Total 12 76 245. Static Local Quotient Kab.261.70 1.12 1.687.46 6.84 1.486.42 4.21 1.99 21. 29 4. 74 2 63.06 0. olah data 2015 Dynamic Location Quotient Kab Magelang Berdasarkan PDRB ADHK.45 8 81.888.2 60.206. dan 5.02 1.25 2.270. 44 1 24.88 6.

80 0.10 1. pertambangan-penggalian.62 Unggulan 3 Industri Pengolahan 0. dan Air Bersih 1.54 0.49 2 Pertambangan-Penggalian 1.Magelang.19 1.70 Tertinggal 1. Persewaa n dan Jasa Perusahaa n 4.06 Potensial 0.88 Tabel 4. Tahun 2012 Sumber: PDRB kab.54 0. olah data 2015 Hasil Analisis LQ N o Lapangan Usaha Dynamic Location Quotient (DLQ) Kabupaten Magelang 1 Pertanian: 1.04 0.39 2. Hasil Analisis LQ Unggulan 7 8 9 Keterangan Unggulan Sumber: olah data 2015 Dari hasil perhitungan dan analisis.63 Berkemban g 5 Bangunan-Konstruksi 1.56 5.80 Lebih Tinggi 9 Jasa-Jasa 8.8 Keuangan .83 5.00 1. Gas. Analisis Shift Share PDRB Kab.95 1.64 1. didapatkanlah bahwa sektor pertanian.64 Lebih Rendah PDRB 4. 3. merupakan sektor unggulan yang lebih tinggi daripada Jawa Tengah.95 7.19 0. Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa 0.81 0.66 Tertinggal 1.57 Tertinggal 4 Listrik.60 Unggulan 6 Perdagangan PengangkutanKomunikasi Keuangan.Magelang dengan PDRB ADHK 2000. bangunan kontruksi serta masih jasa jasa.08 Static Location Quotient (SLQ) Kabupaten Magelang 1.25 1. Dynamic Local Quotient Kab.78 0. PDRB Jateng. Magelang dan PDRB Provinsi Jawa Tengah 2008 dan 2012 .86 Tabel 5.

761.408. 719.03 2 Pertanian: .59 3 554. PDRB ADHK 2000 Kabupaten Magelang dan Jawa Tengah.34 8. 712.562 0.226.16 -91748 -0. dan Air Bersih Bangunan Konstruks i Perdagang an Pengangk utanKomunik asi Keuangan .12 2.25 1.19 645.070.42 4 32 .218.496 0.252 0.708 1. 355.851.81 434.32 16 . PDRB Jateng.48 3 210. 820.034.25 Tabel 6.344.437 0.025 0. Gas.5 9 4.340 0.849 0.123 0.28 24.63 661.66 6 327.143.18 19.61 124.196 0. Tahun 2008 dan 2012 Sumber: PDRB kab.54 4 6.34 132.871. 961.965 0.937 0. 206.19 1.581.179.647.811.297 0.1 Pertanian: Pertamba nganPenggalia n Industri Pengolaha n Listrik. olah data 2015 N o 1 Hasil Perhitungan Shift Share Esteban-Marquillas Kabupaten Magelang 2008-2012 Komponen Keunggula Efek Lokasi Lapangan Spesialis n Tipe Usaha asi Kompetitif Aij Eij-Eij* rij-rin 2.04 841.33 9.570 21.Magelang.159. Persewaa n dan Jasa Perusahaa n 2 3 4 5 6 7 8 9 Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Eij Eij* Ein 1.11 263.770 0.26 8.34 Ein* 36.30 16 8.348.58 881.388.37 3.19 208.30 46.05 4 104.25 1.880.963 715.569.33 11.170 0.461 0. 573. 486. 848. 087.29 12.951. 012.115 0.993 0.138.24 35 .259 0.542.510.27 69.262 0.18 9 55 .641.08 99.88 9 0.

02 3 14.33 -125826 -0.2 PertambanganPenggalian Industri Pengolahan Listrik.07 2 8 Keuangan.229.66 -20191 -0.06 3 8.Magelang Tahun 2008-2012 Sumber: olah data 2015 Dari perhitungan dengan metode shift share.06 3 3 4 5 6 7 Tabel 7.32 -107137 0.929. tetap dan lagi lagi didominasi oleh jasa jasa. Perhitungan Shift Share Kab. Gas.13 2 4.538.587.92 -33423 0. Persewaan dan Jasa Perusahaan 2.62 -4921 -0.019.13 2 9 Jasa-Jasa -15.107. dan Tertingg Berkemba Potensial Unggulan Air Bersih al ng BangunanPotensial Unggul Unggulan Unggulan Jumla h 1 2 0 1 3 .44 -54977 -0.04 2 -2.93 -235959 0. Gas.086.07 2 205. dan Air Bersih BangunanKonstruksi Perdagangan PengangkutanKomunikasi -2. didapatkan hasil akhir seperti tabel berikut: N o 1 2 3 4 5 Hasil Akhir Analisis Ekonomi Unggulan Potensi Ekonomi Potensi Relatif Ekonomi Wilayah Wilayah Lapangan Usaha PDRB PDRB Shift Share Klassen Klassen SLQ-DLQ Klasik Potensia Pertanian Berkembang Tertinggal Unggulan l PertambanganUnggul Potensial Potensial Unggulan Penggalian an Industri Tertingg Berkembang Tertinggal Tertinggal Pengolahan al Listrik. bangunan serta pertambangan dikarenakan nilai tertinggi pada keunggulan dan spesialiasi PENENTUAN SEKTOR UNGGULAN Setelah dilakukan berbagai analisis dengan menggunakan berbagai metode.72 -107317 -0.

sektor jasa-jasa menjadi satu-satunya sektor basis kabupaten Magelang. dan dari analisis yang variasi hasilnya bisa dikatakan bahwa sektor ini nantinya bisa menjadi sektor yang unggulan jika di manage dengan sebaik mungkin. dikarenakan sektor jasa jasa merupakan sektor penggerak perekonomian Kab Magelang hingga saat ini.Konstruksi 6 Perdagangan Berkembang 7 PengangkutanKomunikasi Potensial 8 Keuangan. Persewaan dan Jasa Perusahaan Terbelakang 9 Jasa-Jasa Unggulan an Tertingg al Tertingg al Berkemban g Tertinggal Unggulan Potensial 1 Tertingg al Berkemban g Tertinggal 0 Unggul an Unggulan Unggulan 4 Tabel 8. . bisa disimpulkan dan dilihat bahwa.Sektor Unggulan Kabupaten Magelang Sumber: olah data 2015 Dari tabel di atas. Sektor pertanian merupakan sektor yang sedang berkembang.