Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF
MODEL TEAM GAME TOYRNAMENT (TGT) DALAM MEWUJUDKAN
PEMBELAJARAN AKTIF DAN KREATIF DENGAN BANTUAN ALAT PERAGA

Disusun Oleh :
Zainal Efendi
13600034
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2015

Semua itu dilakukan untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Kebanyakan guru matematika masih menggunakan metode pembelajaran konvensional atau ceramah yang akan membuat suasana kelas selama proses pembelajaran menjadi membosankan. cakap. salah satu mata pelajaran yang sangat berpengaruh adalah matematika. disiplin. Dibanding mata pelajaran lainnya. Saat ini pendidikan Indonesia masih mengalami kemunduran. LATAR BELAKANG Pendidikan pada dasarnya merupakan proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya. muncul berbagai tantangan dalam memajukan pendidikan. Suasana kelas yang membosankan akan membuat siswa kurang aktif dan kreatif. Sejalan dengan perkembangan masyarakat dan dunia pendidikan saat ini. Pada bab II pasal 3 Undang-Undang no.ajaran yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. prestasi siswa dalam mata pelajaran ini cenderung lebih rendah. penambahan anggaran untuk pendidikan. Pendidikan yang berhasil guna mampu menciptakan insan-insan yang menguasai ilmu pengetahuan. pengadaan buku ajar. Karena itu pendidikan perlu mendapatkan penanganan yang serius dari pemerintah dan pengelola pendidikan agar tujuan untuk dapat memajukan negara dapat tercapai. Upaya tersebut misalnya perbaikan kurikulum. Hal ini juga dipengaruhi oleh metode pe. kemajuan dan pembangunan di bidang pendidikan sangatlah berpengaruh untuk kemajuan sumber daya manusia.be. berakhlak mulia. Dalam dunia pendidikan. berilmu.A. serta mempunyai daya saing di masa depan. kreatif. sehingga mampu menghadapi perubahan yang terjadi. Tujuan dari sistem pendidikan yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan dan membangun kembali pendidikan di Indonesia. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan berbagai perbaikan lainnya. mampu menghadapi permasalahan secara terbuka. peningkatan mutu guru. berbudi pekerti yang luhur. . bertanggung jawab. sehat.

peneliti berniat menggunakan metode pembelajaran kooperatif model TGT dengan bantuan alat peraga untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif dan kreatif. Pembelajaran kooperatif menuntut siswa bekerja dalam kelompokkelompok sehingga melibatkan peran siswa secara aktif dalam kegiatan diskusi di kelas. Dengan adanya alat peraga akan membuat siswa lebih mudah memahami materi karena alat peraga membantu siswa membawa permasalahan menjadi nyata atau dapat diperagakan. Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan pembelajaran aktif dan menyenagkan adalah metode pemelajran kooperatif.Alat bantu alat peraga juga sangat berpengaruh pada pembelajaranmatematika. dan merespon pemikiran siswa lainnya. siswa akan lebih mengerti dan memahami secara mendalam materi atau konsep yang sedang dipelajarinya.Mengetahui keaktifan dan kreatif siswa dalam pembelajaran kooperatif model TGT dengan alat bantu alat peraga No . Dengan metode ini ditambah dengan adanya alat bantu alat peraga memungkinkan mendorong keaktifan siswa dan kreatifnya siswa dalam memahami materi yang dibrikan oleh guru. Berkatitan dengan peningkatan kualitas pendidikan peneliti memandang perlu diterapkannya metode belajar yang sesuai . tim . TUJUAN . sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan. Rumusan Masalah Data Meode Pengumpulan Data . siswa dituntut untuk bersaing dan memainkan game akademik besama dengan anggota tim lain untuk menyumbangkan poin bagi skor timnya. RUMUSAN MASALAH Bagaimana implementasi pembelajaran kooperatif model TGT dengan alat peraga untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif dan kreatiF ? C. Oleh karena itu. game . berinteraksi dengan guru. Selain itu. Metode kooperatif terdiri dari beberapa tipe . bekerja sama dengan teman. Dengan demikian. B. Dalam pelaksanaannya siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok untuk berdiskusi dengan angota kelompoknya dalam memecahkan masalah yang diberikan. Kegiatan pembelajaran seharusnya memberikan kesempatan bagi siswa untuk saling bertukar pendapat. dan rekognisi tim. membuat siswa aktif menarik dan kreatif agar pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri atas lima komponen utama yaitu presentasi di kelas. salah astunya adalah tipr team-Gametournament (TGT). turnamen.

1 Bagaimana pembelajaran Nilai kooperatif model TGT dengan alat peraga untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif dan kreati ? - Angket Wawancara Pengamatan Dokumentasi .

sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan kualitas dalam kegiatan belajar mengajar di kelas yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas sekolah. Pembelajaran kooperatif model Team GameTournament (TGT) Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. 3. melibatkan aktivitas seluruh . DEFINISI OPERASIONAL 1. dapat memberikan tambahan pengetahuan atau sebagai masukan untuk dapat lebih variatif dalam melakukan pembelajaran di kelas. 3. dapat memberi pengalaman belajar yang lebih variatif sehingga diharapkan siswa lebih dapat memahami dan menjadi siswa yang aktif dan kreatif. Bagi siswa. 2. 5. Bagi peneliti. hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas akan fakta dilapangan terutama yang berkaitan dengan penerapan strategi belajar mengajar yang ada selama ini. Bagi guru. 2.D. Alat Peraga Menurut Sudjana (1989:76) alat peraga adalah suatu alat bantu untuk mendidik atau mengajar supaya apa yang diajarkan mudah dimengerti anak didik. E. Menurut kamus Webster dalam Anik Pamilu (2007:9) kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk mencipta yang ditandai dengan orisinilitas dalam berekspresi yang bersifat imajinatif. disusunlah hipotesis penelitian bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif model team game tournament (TGT) dapat mewujudkan pembelajaran matemtika yang aktif dan kreatif dengan bantuan alat peraga. Soegeng memberikan pengertian pembelajaran aktif suatu kegiatan pembelajaran dimana terdapat keterlibatan pelajar dalam melakukan kegiatan dan memikirkan apa yang sedang dilakukan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi motivator bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan penelitian yang luas sehingga dapat bermanfaat bagi pengembangan pembelajaran matematika di sekolah. 4. F.Y. MANFAAT PENELITIAN Hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat : 1. Bagi pihak sekolah. HIPOTESIS PENELITIAN Berdasarkan pemaparan-pemaparan sebelumnya. Aktif dan Kreatif Dalam karya ilmiahnya A.

e. Mengembangkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dalam matematika dan pembelajarannya. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. TGT menggunakan turnamen permainan akademik. kejujuran. kemudian siswa akan bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecilnya. 2007: 1). kerja sama. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Dalam turnamen itu siswa bertanding mewakili timnya dengan anggota tim lain yang setara dalam kinerja akademik mereka yang . jenis kelamin. Hal serupa dinyatakan oleh Kemendikbud (2013: 267) dalam tujuan mata pelajaran matematika SMP/MTs agar siswa dapat: a. Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Mengembangkan sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Pembelajaran Matematika Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan semua manusia dalam kehidupan sehari-hari baik secara langsung maupun tidak langsung (Rahman. G. Matematika yang dipelajari di sekolah adalah matematika yang materinya dipilih sedemikian rupa agar mudah dialihfungsikan kegunaannya dalam kehidupan siswa yang mempelajarinya (Wardhani. LANDASAN TEORI 1. Pembelajaran dalam Teams games tournament (TGT) hampir sama seperti STAD dalam setiap hal kecuali satu. analitik dan kreatif. dan latar belakang etniknya. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. 2.siswa tanpa harus ada perbedaan status. menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma. Teams games tournament (TGT) pada mulanya dikembangkan oleh Davied Devries dan Keith Edward. d. Memiliki kemampuan berpikir kritis. 2010: 3). sebagai ganti kuis dan sistem skor perbaikan individu. Dalam model ini kelas terbagi dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 3 sampai dengan 5 siswa yang berbeda-beda tingkat kemampuan. Memahami konsep matematika. Mengguankan penalaran pada pola dan sifat. c. b. ini merupakan metode pembelajaran pertama dari Johns Hopkins. logis.

dan (d) kelompok mewujudkan suatu kerja yang kompak (Dimyati dan Mundjiono. seperti perhitungan dan penerapan berciri - matematika. Pembentukan kelompok kecil akan membuat siswa semakin aktif dalam pembelajaran.yaitu a. diskusi yang dipimpin guru. (a) anggota kelompok sadar diri menjadi anggota kelompok. Guru dalam Pembelajaran Kelompok Peranan guru dalam pembelajaran kelompok yaitu. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Pada saat penyajian kelas ini .lalu. c. Ciri dari pendekatan secara berkelompok dapat ditinjau dari segi. (a) member kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional. karena akan . Siswa dalam Pembelajaran Kelompok Kecil Agar kelompok kecil dapat berperan konstruktif dan produktif dalam pembelajaran diharapkan. siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang diberikan guru. dan (d) mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam kelompok tersebut (Dimyati dan Mundjiono. Nur & Wikandari (2000) menjelaskan bahwa Teams games tournament TGT telah digunakan dalam berbagai macam mata pelajaran. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. dan (d) - evalusi hasil belajar kelompok. b. dan fakta-fakta serta konsep IPA. dan paling cocok digunakan untuk mengajar tujuan pembelajaranyang dirumuskan dengan tajam dengan satu jawaban benar. (b) siswa sebagai anggota kelompok memiliki rasa tanggung jawab. (c) setiap anggota kelompok membina hubungan yang baik dan mendorong timbulnya semangat tim. (a) pembentukan kelompok (c) perencanaan tugas kelompok. a. (d) pelaksanaan. Pendekatan Kelompok Kecil dalam Teams Games Tournament Pendekatan yang digunakan dalam Teams games tournament adalah pendekatan secara kelompok yaitu dengan membentuk kelompok-kelompok kecil dalam pembelajaran. (b) mengembangkan sikap social dan semangat bergotong royong (c) mendinamisasikan kegiatan kelompok dalam belajar sehingga setiap kelompok merasa memiliki tanggung jawab. 2006). Tujuan Pengajaran dalam Kelompok Kecil Tujuan pembelajaran dalam kelompok kecil yaitu. Komponen dan Pelaksanaan Team Game Tournament dalam Pembelajaran Ada lima komponen utama dalam TGT. 2006).

Kelompok ( team ) Kelompok biasanya terdiri atas empat sampai dengan lima orang siswa. terbesar keempat sebagai chalenger 3. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. chalenger3 menjadi chalenger 2. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapatkan skor. b. Chalenger 1 tugasnya menjawab soal yang dibacakan oleh reader1 apabila menurut chalenger 1 jawaban reader 1 salah. e. Hal itu terus dilakukan sebanyak jumlah soal yang disediakan guru. Reader 1 tugasnya membaca soal dan menjawab soal pada kesempatan yang pertama. chalenger 2 menjadi chalenger 1. Siswa yang mendapatkan nomor terbesar sebagai reader 1. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Chalenger 3 tugasnya adalah menjawab soal yang dibacakan oleh reader 1 apabila jawaban reader1. Chalenger 2 tugasnya adalah menjawab soal yang dibacakan oleh reader 1 tadi apabila jawaban reader 1 dan chalenger 1 menurut chalenger 2 salah. c. Dan kalau jumlah peserta dalam kelompok itu lima orang maka yang mendapatkan nomor terendah sebagai reader2. chalenger 1. Reader 2 tugasnya adalah membacakan kunci jawaban .membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. Permainan dilanjutkan pada soal nomor dua. terbesar ketiga sebagai chalenger 2. d. terbesar kedua sebagai chalennger 1. Penghargaan kelompok (team recognise) . reader 2 menjadi chalenger 3 dan reader 1 menjadi reader2. Posisi peserta berubah searah jarum jam. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Turnamen Untuk memulai turnamen masing-masing peserta mengambil nomor undian. Yang tadi menjadi chalenger 1 sekarang menjadi reader1. Game Game terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. chalenger 2 menurut chalenger 3 salah.

memiliki . Dalam hal ini.Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. mereka harus membantu teman satu timnya untuk melakukan apa pun agar kelompok berhasil dan mendorong anggota satu timnya untuk melakukan usaha maksimal. Dari pespektif motivasional. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. lingkungan belajar yang diciptakan guru dapat direspon beragama oleh siswa sesuai dengan modalitas mereka. - Kelemahan dan Kelebihan Model Pembelajaran TGT Riset tentang pengaruh pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran telah banyak dilakukan oleh pakar pembelajaran maupun oleh para guru di sekolah. Oleh karena itu. pembelajaran kooperatif dengan teknik TGT. orang yang belajar harus terlibat dalam semacam pengaturan kembali kognitif. Dari tinjuan psikologis. terdapat dasar teoritis yang kuat untuk memprediksi bahwa metode-metode pembelajaran kooperatif yang menggunakan tujuan kelompok dan tanggung jawab individual akan meningkatkan pencapaian prestasi siswa. Namun demikian. Pengelompokan siswa yang heterogen mendorong interaksi yang kritis dan saling mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan pengetahuan atau kognitif. struktur tujuan kooperatif menciptakan sebuah situasi di mana satu-satunya cara anggota kelompok bisa meraih tujuan pribadi mereka adalah jika kelompok mereka sukses. situasi dan anak. Penelitian psikologi kognitif menemukan bahwa jika informasi ingin dipertahankan di dalam memori dan berhubungan dengan informasi yang sudah ada di dalam memori. Setiap model pembelajaran memiliki karakteristik yang menjadi penekanan dalam proses implementasinya dan sangat mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Salah satu cara elaborasi yang paling efektif adalah menjelaskan materinya kepada orang lain. Slavin (2008) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif menekankan pada pengaruh dari kerja sama terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Dua teori utama yang mendukung pembelajaran kooperatif adalah teori motivasi dan teori kognitif. atau elaborasi dari materi. tidak ada satupun model pembelajaran yang cocok untuk semua materi. Sedangkan dari perspektif teori kognitif. Secara psikologis. Asumsi dasar dari teori pembangunan kognitif adalah bahwa interaksi di antara para siswa berkaitan dengan tugas-tugas yang sesuai mengingkatkan penguasaan mereka terhadap konsep kritik.

tetapi menggunakan  waktu yang lebih banyak. guru harus merancang alat penilaian khusus untuk mengevaluasi tingkat pencapaian belajar siswa secara individual. Menurut Suarjana (2000:10) dalam Istiqomah (2006). Slavin (2008). TGT meningkatkan kehadiran siswa di sekolah pada remaja-remaja dengan gangguan emosional. Meningkatkan perasaan/persepsi siswa bahwa hasil yang mereka peroleh  tergantung dari kinerja dan bukannya pada keberuntungan. melaporkan beberapa laporan hasil riset tentang pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap pencapaian belajar siswa yang secara inplisit mengemukakan keunggulan dan kelemahan pembelajaran TGT. TGT meningkatkan harga diri sosial pada siswa tetapi tidak untuk rasa harga  diri akademik mereka. lebih sedikit yang menerima skors atau perlakuan lain. kompetisi yang lebih sedikit) Keterlibatan siswa lebih tinggi dalam belajar bersama. yang merupakan kelebihan dari pembelajaran TGT antara lain: 1) Lebih meningkatkan pencurahan waktu untuk tugas 2) Mengedepankan penerimaan terhadap perbedaan individu 3) Dengan waktu yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam 4) Proses belajar mengajar berlangsung dengan keaktifan dari siswa 5) Mendidik siswa untuk berlatih bersosialisasi dengan orang lain . Dengan demikian.keunggulan dan kelemahan dalam implementasinya terutama dalam hal pencapaian hasil belajar dan efek psikologis bagi siswa. Sebuah catatan yang harus diperhatikan oleh guru dalam pembelajaran TGT adalah bahwa nilai kelompok tidaklah mencerminkan nilai individual siswa. TGT meningkatkan kekooperatifan terhadap yang lain (kerja sama verbal  dan nonberbal. sebagai berikut:  Para siswa di dalam kelas-kelas yang menggunakan TGT memperoleh teman yang secara signifikan lebih banyak dari kelompok rasial mereka dari pada  siswa yang ada dalam kelas tradisional. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran TGT Metode pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Untuk mengetahui pembelajaran aktif yang tepat dilakukan.6) Motivasi belajar lebih tinggi 7) Hasil belajar lebih baik 8) Meningkatkan kebaikan budi. Kelemahan ini akan dapat diatasi jika guru yang bertindak sebagai pemegang kendali teliti dalam menentukan pembagian kelompok waktu yang dihabiskan untuk diskusi oleh siswa cukup banyak sehingga melewati waktu yang sudah ditetapkan. Soegeng memberikan pengertian pembelajaran aktif suatu kegiatan pembelajaran dimana terdapat keterlibatan pelajar dalam melakukan kegiatan dan memikirkan apa yang sedang dilakukan. namun dalam belajar siswa didik harus aktif untuk menggali pengetahuan. Pembelajaran aktif secara tidak langsung menganjurkan untuk menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran supaya lebih menyenangkan dan mudah diterima. 3. Bagi Guru Sulitnya pengelompokan siswa yang mempunyai kemampuan heterogen dari segi akademis. Bonwell. Pembelajaran Aktif Dalam karya ilmiahnya A. memberikan gambaran tentang karakteristik sebagai berikut : . Hal ini harus diperhatikan mengingat cara belajar dan memahami setiap orang berbeda. Kesulitan ini dapat diatasi jika guru mampu menguasai kelas secara menyeluruh. kepekaan dan toleransi Sedangkan kelemahan TGT adalah: 1. tugas guru adalah membimbing dengan baik siswa yang mempunyai kemampuan akademik tinggi agar dapat dan mampu menularkan pengetahuannya kepada siswa yang lain. Bagi Siswa Masih adanya siswa berkemampuan tinggi kurang terbiasa dan sulit memberikan penjelasan kepada siswa lainnya. 2. Untuk mengatasi kelemahan ini. maka sebagai tenaga pendidik harus mengetahui pembelajaran aktif seperti apa.Y.

diferensiasi. perihal berkreasi dan kekreatifan. Pembelajaran Kreatif Menurut kamus Webster dalam Anik Pamilu (2007:9) kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk mencipta yang ditandai dengan orisinilitas dalam berekspresi yang bersifat imajinatif. Menurut Semiawan dalam Yeni Rachmawati (2005:16) mengemukakan bahwa kreativitas merupakan kemampuan untuk memberikan gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. atau dalam pemecahan masalah-masalah dengan metode- . analisis. Menurut Chaplin dalam Yeni Rachmawati (2005:16) mengutarakan bahwa kreativitas adalah kemampuan menghasilkan bentuk baru dalam seni. atau mengkombinasikan antara keduanya yang pada akhirnyakan melekat pada dirinya). kreativitas juga dapat bermakna sebagai kreasi terbaru dan orisinil yang tercipta.- Pengembangan keterampilan.Menekankan daya berpikir yang kritis. dan integrasi antara tahap perkembangan. or recombines existing ideas and product. berbeda dan orisinil. . kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta.Terjadinya umpan balik lebih cepat terjadi pada proses pembelajaran. imajinatif menuju suatu hasil yang orisinil. Menurut Supriadi dalam Yeni Rachmawati (2005:15) mengutarakan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru. 1990: 456). . Gallagher dalam Yeni Rachmawati (2005:15) mengatakan bahwa “Creativity is a mental process by which an individual crates new ideas or products. diskontinuitas. Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan atau daya cipta (Kamus Besar Bahasa Indonesia. pemikiran dan daya analisis yang menjadi tujuan - utama bukan penyampaian informasi yang dilakukan pengajar. Mengerjakan tugas yang berkaitan dengan materi lebih baik supaya siswa tidak - menjadi pasif. dalam permesinan. in fashion that is novel to him or her “ (kreativitas merupakan suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan ataupun produk baru. Kreativitas merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mengimplikasikan terjadinya eskalasi dalam kemampuan berpikir. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:599). sebab kreativitas suatu proses mental yang unik untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Kreativitas merupakan kegiatan otak yang teratur komprehensif. Eksplorasi nilai dan sikap yang dimiliki siswa yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. dan mampu memberikan evaluasi.Menurut James J. atau. 4. ditandai oleh suksesi. baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang tealah ada.

suksesi. 5. proses kimia baru.metode baru. pandangan filsafat. metode ataupun produk baru yang efektif yang bersifat imajinatif. Menurut Kuper dan Kuper dalam Samsunuwiyati Mar’at (2006:175) Kreativitas merupakan sebuah konsep yang majemuk dan multi-dimensial. Contoh alat peraga wayang dengan tokoh kartun Squidword untuk meragakan konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. yang berdaya guna dalam berbagai bidang untuk pemecahan suatu masalah. produk-produk kreatif tercipta. Sedangkan menurut Clarkl Monstakis dalam Munandar (1995:15) mengatakan bahwa kreativitas merupakan pengalaman dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu antara hubungan diri sendiri. . puisi cerita pendek atau novel yang menggugah yang belum pernah ditulis sebelumnya. agama. Wujudnya adalah tindakan manusia. Melalui proses kreatif yang berlangsung dalam benak orang atau sekelompok orang. Alat Peraga Kata “Alat Peraga” diperoleh dari dua kata alat dan peraga. lukisan dengan sudut pandang yang baru. Dari pemikiran yang sederhana itu. Kata utamanya adalah peraga yang artinya bertugas “meragakan” atau membuat bentuk “raga” atau bentuk “fisik” dari suatu arti/pengertian yang dijelaskan. Definisi sederhana yang sering digunakan secara luas tentang kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. dan diskontinuitas. atau unsurunsur yang ada”. solusi baru atau pernyataan baru mengenai sesuatu masalah dalam matematika dan ilmu pengetahuan. Jadi kreativitas merupakan bagian dari usaha seseorang. Kreativitas akan menjadi seni ketika seseorang melakulan kegiatan. sehingga sulit didefinisikan secara operasional. sampai dengan terobosan dalam aturan hukum. informasi. berdasarkan data. komposisi musik yang segar. proses. alam dan orang lain. Sedangkan menurut Utami Munandar (1992:47) kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru. seni patung atau potografi yang belum ada sebelumnya. penulis melakukan semua aktivitas yang bertujuan untuk memacu atau menggali kreativitas. Produk itu sendiri sangat beragam. fleksibel. mulai dari penemuan mekanis. Bentuk fisik itu dapat berbentuk benda nyatanya atau benda tiruan dalam bentuk model atau dalam bentuk gambar visual/audio visual. Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa kreativitas merupakan suatu proses mental individu yang melahirkan gagasan. atau pola perilaku baru.

tinjauan pustaka yang digunakan adalah skripsi Budy Sugandi pada tahun 2010 dengan judul “Penerapan Pendekatan Problem Posing Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team-Gametournament (Tgt) Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Viii Smp Muhammadiyah 3 Depok Sleman (Penelitian Eksperimen Pokok Bahasan Prisma Dan Limas)”. Data display d. I. dalam pembelajaran klasikal. Tahap Pra Lapangan b. Desain Penelitian Desain penelitian mengacu pada Moleong (2005:127) secara sederhana desain penelitian ini sebagai berikut : a. Observasi b. Dokumentasi f. 3. TINJAUAN PUSTAKA Dalam penelitian yang akan dilakukan ini. Instrumen Penelitian a. Pengumpulan data b. Tes tertulis c. Wawancara 4. JADWAL PENELITIAN . Tahap Analisis Data 2. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman (2007:1820) sebagai berikut : a. Drawing dan Verifying J. H. Tes tertulis c. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah : a. METODE PENELITIAN 1. guru menggunakan alat sebagai peraga yang berisi materi yang akan dijelaskan. Catatan lapangan 5. Subjek Penelitian Subjek pada penelitian ini adalah siswa MTs Salafiyah Bulaksari yang mengalami kesulitan belajar matematika. Peneliti sebagai instrumen b. Kamera atau alat perekam e.Alat peraga dapat dimasukkan sebagai bahan pembelajaran apabila alat peraga tersebut merupakan desain materi pelajaran yang diperuntukkan sebagai bahan pembelajaran. Pedoman wawancara d. Misalnya. Tahap Penelitian c. Data reduction c. Inclusion. Jadi alat peraga yang digunakan guru tersebut memang berbentuk desain materi yang akan disajikan dalam pelajaran. Tes lisan d.

Yogyakarta: Investidaya. (2010). Djamarah. Kemahiran Matematika. p Penyusunan Proposal v V 2. (2009). . (2010). Fadjar. (2009). Suharsimi. Strategi Belajar Mengajar. Penelitian Pemberian Perlakuan Pretest dan Postest Menganalisis Data Pembuatan Laporan Des Jan Feb Mar v v v v v V p v v Penelitian K. 5. Adapun jadwal penelitiannya adalah sebagai berikut : No. Handout Perencanaan Pembelajaran Matematika. Suparni. Yogyakarta:UIN Suka. Jakarta: PT Rineka Cipta. Yogyakarta: PPPPTK. (2006). 6. Jakarta: PT Raja Grafindo. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Hamruni.Penelitian ini akan dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2016-2017. Jakarta: PT Rineka Cipta. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Anas. Stategi Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Depdiknas. Shadiq. 4. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Setiawan. Penelitian Penyusunan Instrumen v V 3. Jenis Kegiatan Bulan Se Okt No 1. Syaiful Bahri & Aswan Zain. Strategi dan Model-model Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan. (2012). Sudijono. (1998).