Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN

MOBILE VCT DAN SCREEININ IMS PADA KELOMPOK BERISIKO
DI DISTRIK BINTUNI
TELUK BINTUNI
A. Persiapan
1. Latar Belakang
2. Persiapan alat dan bahan
a. MOBILE VCT Kit
b. BP Injeksi Kit
c. ATK
d. Form PITC/VCT
e. Kertas absensi
f. Snack
g. ATK
h. Koondom Sutra 6 Pack
B. Pelaksanaan
Pelaksanaan Mobile VCT dan skrining IMS dilaksanakan sesuai dengan petunjuk
teknis yang disesuaikan dengan Materi LKB Kemenkes
C. Evaluasi
1. Struktural
Pelaksanaan kegiatan pendidikan kehehatan tentang PHBS ini dilaksanakan oleh
mahasiswa PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN UPN “Veteran” Jakarta
sepenuhnya dengan menggunakan persiapan seperti: TOA, Flip Chart, Leaflet, Pulpen,
Kertas absensi, Snack.
2. Proses
Proses pelaksanaan kegiatan pendidikan kesehatan tentang PHBS dapat
berjalan dengan lancar, meskipun agak terlambat dari waktu yang telah ditetapkan
berhubungan dengan kehadiran peserta penyuluhan. Akan tetapi setelah kegiatan
tersebut berlangsung warga RW 08 Kelurahan Jati Padang terlihat sangat antusias
terhadap kegiatan tersebut.
3. Hasil
Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan tentang PHBS pada warga
RW 08 didampingi kader sekitar 90% warga RW 08 Kelurahan JatiPadang,
Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengetahui mengenai PHBS dan
penatalaksanaan di rumah.

Selain itu adanya kegiatan pengajian ibuibu dan bapak-bapak memudahkan mahasiswa dalam mengumpulkan peserta penyuluhan. SATUAN ACARA MOBILE VCT DAN SKREENING IMS PHBS .D. E. Pada kegiatan penyuluhan. Faktor Pendukung Faktor yang mendukung kegiatan penyuluhan PHBS di RW 08 adalah warga yang sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan. banyak warga yang tidak dapat membaca sehingga pelaksanaan evaluasi kurang maksimal karena saat pengisian evaluasi harus dibacakan oleh mahasiswa. Faktor Penghambat Penyuluhan dilakukan di RW 08 pada tanggal 1-22 Maret 2012 pada kegiatan pengajian ibu-ibu maupun bapak-bapak.

Depok 16515 Telp.ac. B.ibu arisan/ pengajian.30 WIB Penyuluh : Mahasiswa D III Keperawatan UPN “Veteran” Jakarta A. Tujuan Khusus Setelah dilakukan penyuluhan dan pembelajaran tentang PHBS pada warga diharapkan warga mampu: .bapak arisan/ pengajian. bapak. Kebanyakan penduduknya bekerja sebagai karyawan dan wirausaha serta sebagian warga masih ada yang belum mengerti tentang kebersihan diri dan lingkungan. Analisa Karakteristik Masyarakat Masyarakat Jati Padang mayoritas adalah suku Jawa dan suku Betawi dan menetap dalamsatu wilayah di Kecamatan Pasar Minggu. 2. Tujuan Umum Setelah dilaksanakan proses penyuluhan pada warga ibu. kader PKK selama 60 menit. Tujuan 1.upnvj. 021-7532884.PRODI D III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA Jalan Limo. diharapkan warga memahami dan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).30 – 10. Website: www. hidup sehat sehingga perilaku hidup bersih dan sehat masih kurang. 7546772 Fax. (021) 7532884.id SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok Bahasan : Hidup Sehat Sub Pokok Bahasan : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sasaran : Warga RW 08 Kelurahan Jati Padang Kecamatan Pasar Minggu Hari/ Tanggal : 1 – 22 Maret Waktu : 09.

Menyimpulkan materi Berespon. b. Penutup 1. Terlaksananya program PHBS c. Memeriksa daftar hadir 3. Bertanya dan menyimak kesempatan masyarakat Dukuh Nawung untuk Mengerjakan evaluasi 20 menit . Memberikan pertanyaan apresiasi 4. Kegiatan Belajar Mengajar KEGIATAN PENYAJI A. Kegiatan Inti Menjelaskan tentang Menyimak 30 menit materi penyuluhan : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat C. Mengkomunikasikan tujuan B. Ciri-ciri Rumah Sehat 3. Materi Pembelajaran 1. Meningkatnya cakupan rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat C. Tersedianya pedoman pelaksanaan program PHBS untuk meningkatkan penerapan rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat. Indikator dalam Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat 4. KEGIATAN AUDIENS Menyimak WAKTU 10 menit memperhatikan sikap dan tempat duduk masyarakat/ warga 2. Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat I. Mengkomunikasikan atau menuliskan pokok Menyimak Menyimak Menyimak Menyimak bahasan 5. menanyakan apa secara bersama-sama 2. Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Masyarakat 5. Memberi salam. Pendahuluan 1. Memberikan yang tidak jelas.a. Pengertian PHBS 2.

Waktu 3. Diskusi (Tanya jawab) F. Maret 2011 Dosen Pembimbing ( Ns.bertanya 3.Kep ) Praktikan ( Kelompok IV DIII Keperawatan UPNVJ ) . M. Evaluasi 1. Simposium 2. Flip Chart 2. Diah Ratna Wati. Prosedur 2. Leaflet 3. Memberikan evaluasi secara tertulis D. diskusi Jakarta. Poster E. Media 1. Metode 1. Bentuk soal : Diberikan setelah akhir kegiatan penyuluhan : 10 Menit : Lisan.

LAMPIRAN Praktek Komunitas (Kelompok IV) D III Keperawatan UPN “Veteran” Jakarta 2010/ 2011 .

.

.

artinya luas lantai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. tidak kurang dan tidak terlalu banyak. . Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat (Depkes. untuk membebaskan udara ruangan dari bakteribakteri. 2008). 3. 2. mau dan mampu melaksakan perilaku hidup bersih dan sehat. melindungi diri dari ancaman penyakit.MATERI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT A. Ventilasi Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi yaitu untuk menjaga agar aliran udara dalam rumah tersebut tetap segar. Bahan bangunan Bahan bangunan terbuat dari lantai ubin atau semen. Luas bangunan rumah Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya. B. Definisi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Perilaku Sehat adalah pengetahuan. serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat (Depkes. 2008). dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit. mendorong kemandirian masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat (Ekasari. Cahaya Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup. 2008). dinding terbuat dari tembok. atap rumah terbuat dari genteng atau seng. Berdasarkan beberapa defenisi PHBS adalah upaya untuk mewujudkan kesehatan anggota keluarga agar tahu. sikap. 4. Perilaku Hidup Berih Dan Sehat (PBHS) adalah sebagai wujud operasional promosi kesehatan merupakan dalam upaya mengajak. untuk menjaga agar ruangan rumah selalu tetap dalam kelembaban yang optimum. Ciri-ciri Rumah Sehat Ada 5 ciri-ciri rumah sehat menurut Notoadmodjo (2007) sebagai berikut: 1.

Luas lantai rumah yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari. setiap hari minimal 5 hari dalam satu minggu. fasilitas dapur. 9. pemotongan tali pusat dan keluarnya plasenta. paramedis lainnya) sebagai penolong pertama dalam proses lahirnya janin bayi. Indikator dalam Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ada 10 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat menurut Ekasari. 7. Anggota keluarga yangberumur 15 tahun keatas mengkonsumsi sayur dan buah dengan perimbangan minimal 2 porsi sayur dan 3 porsi buah atau sebaliknya 3 porsi sayur dan 2 porsi buah selama 7 hari dalam seminggu. Anggota keluarga yang berumur 15 tahun keatas yang melakukan aktivitas seperti olah raga selama 10 menit.5. Bayi diberi ASI Sejak Lahir sampai berusia 6 bulan. . 6. ruang berkumpul keluarga. 2. serta mata air terlindung minimal berjarak 10 meter dari tempat penampungan kotoran atau limbah. pembuangan sampah. dan Dana Sehat. 4. Ketersediaan Air Bersih. Mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan. 5. Asuransi Perusahaan/Kantor.hari dibagi dengan jumlah penghuni minimal 9 m². bidan. Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari. Kesesuaian Luas Lantai Dengan Jumlah Penghuni. leding. pompa. Rumah tangga menggunakan jamban leher angsa dengan tangki septik atau lubang penampungan sebagai pembuangan akhir. Bayi yang berumur 0-6 bulan yang mendapat ASI sejak lahir sampai umur 6 bulan tanpa makanan tambahan. pembuangan tinja. sumur terlindung. C. Lantai rumah yang digunakan dari permanen atau lantai papan (rumah panggung). Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Pertolongan persalinan pada ibu yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter. Makan Buah Dan Sayur Setiap Hari. pembuangan air limbah. Sumber air minum rumah tangga yang berasal dari sumber air dalam kemasan. Setiap pendudukmempunyai jenis pembiayaan pra-upaya seperti Askes. 8. Ketersediaaan Jamban. 3. Jamsostek/Astek. dkk (2008) sebagai berikut: 1. Lantai Rumah Bukan Dari Tanah. Fasilitas-fasilitas dalam rumah sehat Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas yaitu penyediaan air bersih yang cukup.

Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat 2. Tidak Merokok di Dalam Rumah. dkk (2008) Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai berikut: 1. Masyarakat mampu mencegah dan mangatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya 3. Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Menurut Ekasari. jaminan pemeliharaan kesehatan. seperti penyelenggaraan posyandu. Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Masyarakat Menurut Ekasari. 3. 2. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat untuk pencapaian PHBS di rumah tangga. Anak tumbuh sehat dan cerdas. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat dialihkan untuk pemenuhan gizi keluarga. tabungan ibu bersalin dan sosial ibu bersalin. E.10. 4. 4. kelompok pemakaian air dan arisan jamban. Anggota keluarga yangberumur 15 tahun ke atas tidak ada yang merokok didalam rumah setiap hari/kadang-kadang. D. dkk (2008) Tujuan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat sebagai berikut: 1. . Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatannya. ambulan desa. biaya pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga. Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.