Anda di halaman 1dari 21

STUDI AWAL POTENSI LIMBAH CAIR SAMPAH (LINDI) SEBAGAI

SUMBER ENERGI ALTERNATIF BIOGAS
DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) KEPUTIH SURABAYA

Oleh :
Buddin A. Hakim
Magister Ilmu Lingkungan Konsentrasi Rekayasa Lingkungan Universitas Diponegoro
Jln. Imam Bardjo, SH No. 6 Semarang 50241 Website : www.mil.undip.ac.id
Email : mil_undip@yahoo.com, buddin_ocean05@yahoo.co.id

I.

PENDAHULUAN
Saat ini sistem penanganan sampah di TPA dilakukan dengan cara : 1. System

Open Dumping, yaitu melakukan penimbunan sampah yang telah dipadatkan
menggunakan tanah lempung setiap 3 sampai 4 minggu bahkan terkadang satu tahun
sekali. 2. Pengomposan, yaitu Sampah dipilah menjadi sampah kering dan basah,
untuk sampah kering didaur ulang dan sampah basah diolah menjadi kompos. 3.
Proses Pengolahan Lindi, yaitu lindi diolah pada sebuah unit pengolahan untuk
menangani lindi yang dihasilkan oleh sampah pada TPA tersebut, sehingga lindi yang
dihasilkan di olah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air

dengan cara

dibuatkan drainase atau parit disekitar timbunan sampah. Untuk pengaliran air lindi
menggunakan kemiringan antara 1 – 2 % air lindi ini akan dikumpulkan dalam satu
waduk.
Akibat adanya penumpukan sampah tersebut akan menghasilkan pencemaran
baik pencemaran udara maupun pencemaran air dan tanah. Salah satu Dampak dari
sampah yang menggunung akan menghasilkan lindi, yakni limbah cair, baik yang
berasal dari proses pembusukan sampah maupun karena pengaruh luar.
Masalah utama yang dijumpai dalam aplikasi penimbunan/pengurugan sampah
atau limbah padat lainnya ke dalam tanah adalah kemungkinan pencemaran air tanah
oleh lindi, terutama di daerah yang curah hujan dan muka air tanahnya tinggi.
Timbulan (debit) lindi serta kualitasnya yang keluar dari timbunan sampah sangat
berfluktuasi karena bergantung pada curah hujan serta karakter sampah yang

ditimbun. Kaitan antara banyaknya hujan dan timbulan lindi perlu ditentukan bila
hendak merancang kapasitas penanganan lindi, demikian juga beban cemaran lindi
yang akan digunakan dalam perancangan (Damanhuri, 2008), Sedangkan menurut
Dwirianti, (2010) Salah satu dampak lingkungan yang diakibatkan dari pembuangan
sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah ketika air hujan atau run off
melewati tumpukan sampah di TPA, lalu melarutkan bahan organik, bahan anorganik
dan hasil dekomposisi sampah. Air sampah tersebut kita kenal dengan sebutan
leachate atau lindi. Lindi adalah salah satu sumber pencemaran yang mempunyai
dampak serius terhadap lingkungan, karena lindi mempunyai angka COD (Chemical
Oxygen Demand) dan BOD (Biological Oxygen Demand) yang tinggi yaitu bisa
mencapai 45.000 mg/L dan 30.000 mg/L. Sehingga lindi ini dapat mencemari air
tanah maupun air permukaan jika meresap ke dalam tanah.
Contohnya pada TPA Benowo, sebuah TPA berlokasi di Benowo Surabaya
menampung sampah dari seluruh kota Surabaya sebesar 6.160 m3/hari, dari 8.800
m3/hari sampah yang dihasilkan. Dari sampah yang dibuang tersebut memiliki
kandungan 70% kadar air yang dikandung oleh sampah basah akan keluar sebagai
lindi. Dengan sifat fisik lindi berupa cairan kental berbau menyengat menjadikan
suatu masalah yang harus diselesaikan (Sabari dan Wibisono, 2010).
Sistem pembuangan yang diterapkan pada TPA sampah Benowo adalah sistem
pembuangan terbuka (open dumping). Sistem pembuangan terbuka ini merupakan
sistem pembuangan yang paling sederhana dan murah, yaitu menumpukkan sampah
pada sebuah cekungan pada lahan yang luas dan dibiarkan terbuka bebas. Salah satu
dampak negatif yang dihasilkan adalah air lindi (leachate), yaitu cairan yang
dikeluarkan dari sampah akibat proses degradasi biologis. Lindi juga dapat pula
didefinisikan sebagai air atau cairan lainnya yang telah tercemar sebagai akibat
kontak dengan sampah (Rustiawan et al., 1993).
Sementara itu pengolahan lindi dipandang kurang maksimal. Hanya dilakukan
treatment yang kurang ekonomis. Disi lain seiring dengan pertumbuhan penduduk,
pengembangan wilayah, dan pembangunan dari tahun ke tahun, kebutuhan akan
pemenuhan energi listrik dan juga bahan bakar secara nasional pun semakin besar.

Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim, 2011

2

CrO2. Untuk itu perlu adanya energi alternatif untuk mencukupi kebutuhan manusia dengan cara memanfaatkan biomassa. proses pembuatan Biogas dari Lindi dilakukan langkah langkah sebagai berikut : Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. Komponen sisa makanan (organik). kayu dan kertas: − Dapat terbilas dalam lindi: CO2. senyawa organik maupun limbah untuk dikonversi menjadi energi yang bersifat dapat diperbaharui. N-NH4. Ca. air tanah. NH3 . NH4. maka kemungkinan terlepasnya komponen-komponen pencemar dari sebuah landfill adalah sebagai berikut: a. Namun tidak selamanya energi tersebut bisa mencukupi seluruh kebutuhan manusia dalam jangka waktu yang panjang mengingat cadangan energi yang semakin lama semakin menipis dan juga proses produksinya yang membutuhkan waktu jutaan tahun. Cu dan seterusnya II. volatil berantai pendek dari asam lemak. N-NO2.Selama ini kebutuhan energi dunia dipenuhi oleh sumber daya tak terbaharukan seperti minyak bumi dan batu bara. Terbentuknya air lindi merupakan hasil dari proses infiltrasi air hujan. karbonat dsb − Sebagai protoplasma mikrobial: C. Komponen logam: − Berbentuk oksida logam. fosfat. HgO. dsb d. 2011 3 . Cr2O3. Al(OH)3. senyawa bikarbonat dari Fe. Metode Pembuatan Biogas dari Lindi (Limbah Cair Padat) Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sabari dan Wibisono (2010). termasuk logam berat. Mg.H2S. 1991). baik air permukaan maupun air tanah dangkal. Mg serta senyawa oksida dari Sn. air limpasan atau air banjir yang menuju dan melalui lokasi pembuangan sampah (Nemerow dan Dasgupta . merkaptan. Lindi ini dapat mencemari lingkungan khususnya lingkungan perairan. SO4. seperti: Al2O3. NNO3. fenol. CH4. dsb − Dapat terlarut dalam lindi : senyawa sulfat dari Ca. P dan K − Muncul ke atmosfer sebagai: CO2. Zn. asam organik. Menurut Damanhuri (2008) didasarkan atas komponen limbah padat yang ditimbun.

Recycle ratio 0.2 Temperatur 32-35 C. volume biogas tiap hari Analisa MLSS.2 Temperatur dijaga 32-35 C. COD tiap 3 kali sehari Fermentasi selama 15 hari (batch) dalam reaktor Reaktor dijaga pH 6.Pembuatan Starter inoculum limbah tahu : lindi = 2 : 1 (v/v) difermentasikan selama 4-5 hari Lindi Pembuatan Feed dengan perbandingan volume starter Lindi sesuai variable (0 : 100. COD tiap 3 hari sekali Ferentsi hingga BOD5 konstan Analisa rate produksi biogas Analisa komposisi Biogas Analisa Heating Value Gambar 1. 2011 4 .8 – 7.8 – 7. reactor. pengaturan rate umpan sesuai variable sirkulasisirkulasi setiap hari Analisa tekanan reactor. BOD5. tekanan gas holder. volume biogas tiap hari pH dijaga 6. VSS. tekanan gas holder. MLVSS. 20 -80.5. 30 :70 Pengukuran tekanan. ML. Langkah langkah pembuatan Biogas dalam skala Laboratorium Metode penelitian yang digunakan adalah prinsip Anaerobic Digester dengan bahan baku lindi (limbah cair sampah) dan inokulum limbah tahu (bakteri Methanogen dalam limbah tahu yang telah ditumbuhkan dan diisolasikan) yang Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. BOD. sirkulasi setiap hari Analisa MLSS.

digunakan sebagai starter. Starter diperoleh dari pencampuran inokulum limbah tahu dengan lindi. Pada proses kontinyu dilakukan penambahan lindi sesuai variabel rate umpan. dengan perbandingan 2:1. 30:70(v/v) serta rate umpan sebesar 0. Penelitian ini dilakukan pada suhu 32-35 C. III. Sedangkan variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbandingan antara starter dengan lindi pada feed dengan perbandingan 0:100. pH 6. HASIL DAN DISKUSI 1. 2011 5 . Penelitian ini berlangsung dua tahap yaitu sistem batch dan kontinyu. 2011) Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim.8.8 liter/hari dan 1 L/hari.87. Lokasi Timbunan Sampah di TPA Benowo Surabaya (Pengolahan data.5.dan recycle ratio (Qr/Q) sebesar 0. 20:80. Kondisi Umum TPA Benowo Surabaya Gambar 2.

040 mg/L dan TDS sebesar 21.45 tahun 2002 (Dwirianti. Di TPA Benowo. 100 mg/L. Bangunan ini dilengkapi dengan perangkat-perangkat komputer dan elektronik. nama sopir pengangkut sampah dan nomor polisi kendaraan pengangkut sampah.000 mg/L.Lokasi TPA Benowo berada di Bagian Barat kota Surabaya. Dengan adanya jembatan timbang ini dapat diketahui asal atau sumber sampah. Menurut Dwirianti (2010). Saat ini lindi TPA Benowo diolah dengan koagulasi dan flokulasi menggunakan polimer. Lindi yang dihasilkan dari sampah yang dibuang ke TPA Benowo adalah 300 m3/hari. Lokasi Pembuangan Sampah ini adalah pengganti lokasi pembuangan sampah yang sebelumnya terdapat di Keputih. dan TDS sebesar 6. Data-data tersebut dimasukkan kedalam database. juga dijadikan tempat untuk mengolah limbah-limbah yang dihasilkan agar tidak terlalu mencemari lingkungan disekitarnya. yang berfungsi sebagai sarana dan media untuk mengetahui besaran volume (tonase) sampah yang diangkut masuk kedalam TPA Benowo. sehingga Lindi hanya ditampung di sebuah kolom stabilitas dan dilakukan Treatmen.016 mg/L. Nilai tersebut masih tidak memenuhi standar peraturan yang berlaku di Jawa Timur.810 mg/L. dan menghasilkan laporan (report) yang kemudian dikirimkan di kantor pusat Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya. Tetapi efluen yang dihasilkan mempunyai angka BOD sebesar 378 mg/L. Teknologi tersebut adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). COD sebesar 1. diikuti dengan kolam pematangan. Jatim No.000 mg/L pada Baku Mutu Limbah Cair SK Gub.000 mg/L. COD. 2010). tetapi dari sumber pengamatan yang ada di TPA ini belum terdapat unit pemanfaatan Lindi. 2011 6 . tawas dan kapur. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Azizah (2010). Jembatan Timbang. 200 mg/L dan 2. COD sebesar 3. yaitu BOD. Lokasi pembuangan ini dipindah disebabkan karena semakin padatnya pemukiman di sekitar wilayah keputih. TSS dan TDS berturut-turut sebesar 50 mg/L. selain digunakan sebagai tempat akhir pembuangan sampah. Karakteristik Sampah dan Lindi di TPA Benowo Surabaya adalah sebagai berikut : Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. Lindi yang dihasilkan di TPA Benowo mempunyai nilai BOD sebesar 1.

2010) Parameter BOD COD Chloride N P Satuan mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L Nilai 900 2000 3500 1204.36 5 29.04 0.76 2.88 Gambar 3. 2010) Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. Tumpukan sampah di Lokasi TPA Benowo (Foto : Dwirianti. 2011 7 .31 Tabel 2. 2010) Parameter Kelembaban Volatile solid C H O N S Satuan % % % % % % % Nilai 33.92 24. Karakteristik Sampah di TPA Benowo (Azizah.Tabel 1. Karakteristik Sampah di TPA Benowo (Azizah.26 2.75 37.

kemiringan permukaan. 2011 8 . sebagian besar dari air hujan. kondisi iklim. menyebabkan perhitungan timbulan lindi agak rumit untuk diprakirakan. termasuk juga materi organik hasil proses dekomposisi biologis. dan sebagainya. Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. disamping dipengaruhi oleh aspek operasional yang diterapkan seperti aplikasi tanah penutup. Kemampuan tanah dan sampah untuk menahan uap air dan kemudian menguapkannya bila memungkinkan. paling tidak terdapat dua besaran debit lindi yang dibutuhkan dari sebuah lahan urug.Genangan Lindi di TPA Benowo (Foto : Dwirianti. Proses Terjadinya Lindi Lindi adalah limbah cair yang timbul akibat masuknya air eksternal ke dalam timbunan sampah. Dalam kaitannya dengan perancangan prasarana sebuah landfill. 2010) 2.Gambar 4. Dari sana dapat diramalkan bahwa kuantitas dan kualitas lindi akan sangat bervariasi dan berfluktuasi (Gambar 5). melarutkan dan membilas materi-materi terlarut. Dapat dikatakan bahwa kuantitas lindi yang dihasilkan akan banyak tergantung pada masuknya air dari luar.

dikenal sebagai debit rata-rata harian. serta treatment pada kolam stabilitas tersebut agar didapatkan kondisi yang mendukung terbentuknya energi dalam hal ini energy yang didapatkan adalah energy panas dengan nilai heating value (kkal/kg). Gambar 5. Skema terjadinya lindi (Vesilind. yang biasanya mempunyai orde dalam skala hari. 2011 9 . Teknologi Penampungan Lindi atau Treatment Terhadap Limbah Untuk mendukung pemanfaatn Lindi sebagai Biogas maka dilakukan upaya penampungan Lindi dengan menggunakan kolam kolam stabilitas. yang mempunyai skala waktu dalam orde yang kecil (biasanya skala jam). 2008) 3. Adapun proses yang dilakukan dalam kolam stabilitas adalah Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. 2002 dalam Damanhuri.yaitu:  Guna perancangan saluran penangkap dan pengumpul lindi. artinya saluran tersebut hendaknya mampu menampung lindi maksimum yang terjadi pada waktu tersebut  Guna perancangan pengolahan lindi.

Hidrolisis yaitu penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang seperti Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. 1. 4.8 % • TPA Ugley (Inggeris): dengan waktu kontak 100 hari mempunyai kemampuan penyisihan BOD sebesar 99. sederhana dan relatif murah. Tahap pertama material orgranik yang berasal dari timbunan sampah yang telah menjadi cairan akan didegradasi menjadi asam asam lemah dengan bantuan bakteri pembentuk asam. material organik yang terkumpul pada digester (reaktor) akan diuraiakan menjadi dua tahap dengan bantuan dua jenis bakteri.Italia). Kolam stabilisasi anaerobik : Waktu kontak 15 hari dengan beban 1 .7 % dan COD sebesar 97. Beberapa hasil dari TPA di negara yang mempunyai musim dingin adalah • TPA Lingen (Jerman): dengan waktu kontak 100 hari diperoleh penyisihan BOD sebesar 99. Dalam kajian ini proses yang dilakukan untuk mendapatkan Biogas dari Lindi dilakukan dengan melakukan proses Anaerobik Digestion. 2011 10 .sebagai berikut dengan contoh parameter dari kandungan Lindi yang didapatkan dengan penanganan tersebut. Kolam stabilisasi aerobik: Agaknya cocok untuk kondisi Indonesia karena relatif tersedia sinar matahari. Proses degradasi material organik ini tanpa melibatkan oksigen disebut anaerobik digestion Gas yang dihasilkan sebagian besar (lebih 50 % ) berupa metana.000 mg/L (TPA San Liberale .1 % • TPA Peslan (Perancis): total penyisihan BOD (diakhiri dengan pembubuhan kapur) adalah 96 % sedang COD sebesar 80 % 2. Bakteri ini akan menguraikan sampah pada tingkat hidrolisis dan asidifikasi. Teknologi Pemanfaatan Lindi Sebagai Biogas Biogas merupakan sebuah proses produksi gas bio dari material organik dengan bantuan bakteri.2 Kg COD/M3/hari diperoleh penyisihan COD antara 85 -90 % dari COD masuk rata-rata 27.

methanosarcina.6 .3000 10. Terlihat bahwa lindi tersebut mempunyai karakter yang khas.400 Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. maka tahap kedua dari proses anaerobik digestion adalah pembentukan gas metana dengan bantuan bakteri pembentuk metana seperti methanococus.100 200 . berkandungan organik yang tinggi.5 200-2000 10 .lindi dari landfill yang sudah tua sudah mendekati netral. Proses ini memiliki kemampuan untuk mengolah sampah / limbah yang keberadaanya melimpah dan tidak bermanfaat menjadi produk yang lebih bernilai.40 5 . Kualitas lindi akan tergantung dari beberapa hal.800 5 . 2008).200 100 .7.000 6. curah hujan dan musim.Rentang kualitas lindi di luar negeri (Damanhuri.400 20 .40 5 .000 50 . Tipikal kualitas lindi di luar negeri tercantum dalam Tabel 3.7. pola operasional. Aplikasi anaerobik digestion telah berhasil pada pengolahan limbah industri.0 500 200 25 30 3000 300 1000 100 .000 4. protein.50 100 .5 100 . Setelah material organik berubah menjadi asam asam. Sedangkan asifdifikasi yaitu pembentukan asam dari senyawa sederhana. waktu dilakukannya sampling. Parameter BOD COD pH SS N-NH3 N-NO3 P-total Alkalinitas Sulfat Kalsium Landfill umur < 2 tahun Rentang Tipikal Landfill umum > 10 tahun 2000-30.10 200 . karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana.5 . Tabel 3. mempunyai ion-ion terlarut yang juga tinggi serta rasio BOD/COD relatif tinggi .000 3000-60. limbah pertanian limbah peternakan dan municipal solid waste (MSW). mempunyai kandungan karbon organik dan mineral yang relatif menurun serta rasio BOD/COD relatif menurun Lindi landfill sampah kota yang berumur di atas 10 tahunpun ternyata mempunyai BOD dan COD yang tetap relatif tinggi. 2011 11 .lindi dari landfill yang muda bersifat asam. seperti variasi dan proporsi komponen sampah yang ditimbun.000 18. yaitu: .1000 20 .500 6. umur timbunan. methano bacterium.100 1000-10. Perkembangan proses Anaerobik digestion telah berhasil pada banyak aplikasi.10 5 .lemak.

misalnya logam-logam berat melalui mekanisme sorpsi. infiltrasi muka air tanah.1500 200 .400 100 . yang dikembangkan oleh USEPA. 5.200 Pemantauan lindi di beberapa TPA telah dilakukan di Indonesia sejak tahun 1988. Metode Thorntwaite b. Pada dasarnya tanah asli di bawah TPA mempunyai kemampuan untuk mengadsorpsi dan mendegradasi pencemar.Magnesium Khlorida Natrium Besi total 50 .200 20 .200 100 . Metode HELP. terutama guna mendorong konversi karbon organik ke pembentukan gas metana dan memungkinkan logam-logam tertentu menjadi terendapkan.2500 200 . Berdasarkan hasil analisa lindi tersebut dapat disimpulkan bahwa kekhasan lindi sampah Indonesia adalah berkarakter tidak asam dan mempunyai nilai COD yang tinggi. Penggunaan campuran tanah / materi yang bersifat alkalin sebagai tanah penutup akan menaikkan pH lindi. 2011 12 . Pendekatan yang biasa digunakan dalam memprediksi banyaknyanya lindi dari sebuah landfill adalah dengan metode neraca air dengan: a. Beberapa sumber lain seperti air hasil dekomposisi sampah.1200 250 500 500 60 50 . Metode Perhitungan Potensi Lindi TPA Benowo Surabaya Menurut Damanhuri (2008). Tanah lempung mempunyai kemampuan yang baik dalam menahan pencemar anorganik. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. dan aliran air permukaan lainnya dapat diabaikan. dapat diperkirakan dengan menggunakan suatu metoda yang disebut Metoda Neraca Air (Water Balance Method). Metoda ini didasari oleh asumsi bahwa lindi hanya dihasilkan dari curah hujan yang berhasil meresap masuk ke dalam timbunan sampah (perkolasi). Metode neraca air dari Thorntwaite: Lindi yang timbul setelah pengoperasian selesai. namun adanya lapisan liner tambahan akan lebih menjamin hal tersebut di atas. sehingga proses dekomposisi akan lebih cepat.2500 50 .

yang membutuhkan input data sebagai berikut: 1. Model HELP merupakan sebuah model quasi-two-dimensional serta model hidrologi multi-layer. Data cuaca: parameter-parameter presipitasi. radiasi matahari.Presipitasi Evapotransipitasi . yang terkait dengan soil moieture stotage Model Hydrologic Evaluation of Landfill Performance (HELP): Model HELP dikembangkan oleh USEPA yang dapat di-download lanfgsung melalui situs. dan . 2011 13 .kuantitas perkolasi dalam Metoda Neraca Air ini adalah: . menyatakan banyaknya air yang hilang secara nyata dari bulan ke bulan ST = perubahan simpanan air dalam tanah dari bulan ke bulan. air yang keluar dari sistem menuju lapisan di bawahnya. PERC = perkolasi. temperatur dan evapotranspirasi Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim.Surface run-off.Soil moisture storage. HELP merupakan program simulasi yang paling banyak digunakan di dunia dalam merancang. Versi komersialnya dengan penampilan grafik dalam sistem Windows 95/98/NT/2000 antara lain dikeluarkan oleh Waterloo-Hydrogeologic Software. akhirnya menjadi leachate (lindi) P = presipitasi rata-rata bulanan dari data tahunan RO = limpasan permukaan (runoff) rata-rata bulanan dihitung dari presipitasi serta koefisien limpasan AET = aktual evapotranspirasi . mengevaluasi dan mengoptimasi kondisi hidrologi dari sebuah landfill serta laju timbulan lindi yang dilepas ke alam.

12 4314.37 138869.6 461938.00 2366.93 40193.88 2308.60 100. wilting point.60 26.94 100.01 36357.64 6859. sistem pengumpul lindi.26 2710.00 44.55 Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim.88 0. 2011 14 .06 34089. sehingga dapat diketahui secara lebih lengkap pola fluktuasi timbulan leachate.6 467960.39 2164.40 2433.12 3932.00 12422.84 30.92 2308.55 26. Sifat-sifat tanah: porositas. dan hydraulic conductivity 3. field capacity. Hasil model HELP rata-rata tahunan (Damanhuri.00 48.2.12 4015. Informasi desai landfill: pelapis dasar (liners). 2008) Skenario 1 2 3 4 Parameter Precipitasi Runoff Evapotranspirasi Percolasi Precipitasi Runoff Evapotranspirasi Percolasi Precipitasi Runoff Evapotranspirasi Percolation Precipitasi Runoff Evapotranspirasi Percolasi mm 8817. sistem pemgumpul runoff. Skenario yang disusun adalah sebagai berikut:  Skenario-1: mewakili Landfill-1 eksisting sebagai landfill yang telah ditutup  Skenario-2: mewakili Landfill-2 (baru) yang baru terisi sampah ¼ bagian  Skenario-3: mewakili Landfill-2 menggambarkan kondisi terisi penuh  Skenario-4: mewakili Landfill-2 setelah terisi penuh.38 M3 15059. adalah seperti ditampilkan dalam Tabel 4 dan 5 berikut ini.84 14228.18 24.12 3942. Data tersebut kemudian dapat dimunculkan secara bulanan.04 Percen 100. ditutup tanah penutup Tabel 4.00 45.88 46289. dan kemiringan permukaan landfill Contoh hasil evaluasi model ini yang diterapkan pada sebuah landfill sampah kota di sebuah permukiman pertambangan di Papua.74 100.89 36479.27 28.94 26.00 26.95 8817.00 0.12 0.63 2316.19 8817.17 8817.75 4155.18 27.25 138869.19 2551.

04 1.Magelang 6 7 6 8.47 m3/hari 214. Hasil model HELP untuk harian-puncak Skenario 1 2 3 4 Harian-puncak (mm) Area (ha) Debit (L/det) 12.45 7.225 - 26918 20070 3540 6030 6.Bogor pH 7.35 8.1 2. Pemanfaatan Lindi sebagai Biogas Sabari dan Wibisono (2010). 2011 15 .075 DHL 40480 24085 .55 1.525 0.575 1.225 0.075 0.71 126. melakukan Penelitian untuk mendapatkan Biogas dengan menggunaka Lindi.775 0.41 1. yaitu dengan melakukan penelitian skala laboratorium dengan proses semi batch untuk mengolah lindi (limbah cair sampah) yang berasal dari TPA Benowo dengan menggunakan starter berupa Inokulum limbah cair industri tahu.708 2.03 58661 7379 6166 24770 1356 738 162 - 6. Gambaran variasi kualitas lindi dari beberapa TPA di Indonesia Kota .Jakarta 7.5 8 COD 28723 4303 N-NH4 770 649 N-NO2 0 0.42 0.48 7.35 13680 3823 1073 .35 38.5 7 8 6839 413 1109 799 240 621 0 0.575 1.Cirebon 7 7 3648 13575 395 203 0.375 10293 12480 .Solo .96 116.Tabel 5.Bandung (Leuwigajah) . 2008) Tabel 6. Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim.63 Berikut diberikan kandungan Lindi dari beberapa TPA di Indonesia (Damanhuri.

62 5 Protein % 3.8 L/hari • 1 L/hari Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. 2011 16 .05 C 4-5 Rizkiyah (2008) dalam Sabari dan Wibisono (2010). KONDISI OPERASI : • pH 6.8 – 7.5 • Fermentasi batch secara 15 hari • Fermentasi kontinyu hingga BOD5 konstan • Volume reaktor sebesar 20 liter di isi feed sebanyak 16 liter feed5 VARIABEL PENELITIAN : Perbandingan antara starter dengan lindi pada feed : • 0% : 100% v/v • 20% : 80% v/v • 30% : 70% v/v • Rate umpan : 0.Tabel 7.8 • Temperatur 32oC – 35oC • Perbandingan pada pembuatan starter antara inokulum limbah tahu : lindi = 2:1 • Pengadukan 1 kali sehari • Recycle ratio 0. Kondisi kandungan Lindi dari TPA Benowo No Parameter Satuan Besaran 1 Suhu o 29 2 COD Mg/L 6200 3 pH 4 Karbohidrat % 6.14 6 Lemak % 1.

02% 0.98% 0. 5. Feed tank.53% 2.58% 8.8 liter/hari Kompoen Perbandingan volume starter : lindi (v/v) 0:100 20:80 30:70 CH4 CO2 H2S NH3 Heating value (kkal/kg) 53.16% 10525 Tabel 9. Water outlet.36% 6.32% 1.21% 9846 11015 11126 Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim.82% 5.86% 1.32% 9976 67.20% 2.74% 69.80% 2.41% 8560 66. 8.Gambar Alat Reaktor. Valve. 6. 2. Heater. Reaktor penghasil Biogas (Sabari dan Wibisono (2010)) Keterangan alat : 1.28% 0. Water inlet.74% 1.82% 1.26% 0. komposisi biogas yang dihasilkan pada rate 0.80% 8.82% 68. 3. Pompa. 11.74% 6. Tabel 8. Jacket. 4. komposisi biogas yang dihasilkan pada rate 1 liter/hari Kompoen CH4 CO2 H2S NH3 Heating value (kkal/kg) Perbandingan volume starter : lindi (v/v) 0:100 20:80 30:70 56.72% 7. 2011 17 . Reaktor. Manometer. 10. Gas holder.88% 2. Thermometer. 7. Gambar 6. 9.

493 liter/hari.605 liter/hari. Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. sedangkan pada rate umpan 1 liter/hari didapatkan rate produksi biogas rata.506 liter/hari. Hal ini dikarenakan pada rate umpan 1 liter/hari memiliki sumber karbon (C) yang lebih banyak daripada rate umpan 0.8 liter/hari didapatkan rate produksi biogas rata-rata sebesar 0. Pada komposisi perbandingan starter : lindi dengan perbandingan 20:80(v/v) dengan rate umpan sebesar 0. Pada komposisi perbandingan starter : lindi dengan perbandingan 30:70(v/v) dengan rate umpan sebesar 0.869 liter/hari.648 liter/hari. sedangkan pada rate umpan 1 liter/hari didapatkan rate produksi biogas rata-rata sebesar 1. Sehingga pada variabel antara komposisi starter dan biogas yang sama dengan rate umpan 1 liter/hari menghasilkan produksi biogas yang lebih besar daripada rate umpan 0. sedangkan pada rate umpan 1 liter/hari didapatkan rate produksi biogas rata-rata sebesar 1.839 liter/hari.8 liter/hari.rata sebesar 1.8 liter/hari. 2011 18 .8 liter/hari didapatkan rate produksi biogas rata-rata sebesar 0.Gambar 7.8 liter/hari didapatkan rate produksi biogas rata-rata sebesar 0. Hubungan Pengaruh Rate terhadap produksi Biogas Berdasarkan gambar 7 dibawah ini diperoleh bahwa pada komposisi perbandingan antara starter : lindi dengan perbandingan 0:100(v/v) dengan rate umpan sebesar 0.

69. 20:80. 30:70(v/v) didapatkan kadar gas metana sebesar 53. 30:70(v/v) didapatkan kadar gas metana sebesar 56.8 liter/hari dan 1 liter/hari dihasilkan heating value sebesar 8. Sedangkan pada rate umpan sebesar 1 liter/hari pada variabel komposisi starter:lindi dengan perbandingan 0:100.36%.560 kkal/kg dan 9. Demikian pula pada rate umpan.80%.58%. 68. Sedangkan berdasarkan gambar 9 terlihat pada peningkatan rate umpan menghasilkan peningkatan heating value biogas.72%. Hubungan Pengaruh Rate Terhadap Heating Value Berdasarkan gambar 8 pada rate umpan sebesar 0.82%. 20:80.846 kkal/kg. Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. Untuk komposisi starter : lindi perbandingan 0:100 (v/v) pada rate umpan 0. pada penambahan rate umpan diikuti dengan kenaikan kadar gas metana dalam biogas.8 liter/hari pada variabel komposisi starter:lindi dengan perbandingan 0:100. Berdasarkan gambar 2 menunjukkan penambahan jumlah starter pada komposisi feed menghasilkan kadar gas metana yang semakin besar.74%. 2011 19 .Gambar 8. 67. 66.

Dengan penambahan rate umpan menghasilkan rate produksi Biogas. 3. Jumlah 720 m3/hari biogas setara dengan 331. KESIMPULAN Limbah cair sampah atau Lindi berpotensi untuk digunakan sebagai bahan untuk membuat Biogas sebagai salah satu alternative penanganan Limbah selain upaya pengolahan. maka 720 m3/hari biogas bisa memenuhi 330 keluarga untuk memasak perhari. Menurut Sabari dan Wibisono (2010). apabila untuk keperluan memasak 1 keluarga membutuhkan 1 kg elpij i/hari. Semakin besar komposisi starter menghasilkan rate produksi biogas. 1. Hubungan pengaruh rate terhadap Gas Metana yang dihasilkan Dengan rate produksi lindi TPA Benowo sebesar 400 m3/hari berpotensi menghasilkan biogas sebesar 720 m3/hari bogas.Gambar 9. % gas metana dan heating value yang semakin meningkat 4. TPA Benowo Surabaya mempunyai potensi untuk pembuatan energy Biogas dari Lindi.2 kg elpiji. % gas metana dan heating value yang semakin meningkat Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. 2. IV. 2011 20 .

1991. Wibisono. Ekayanti dan T. Surabaya Damanhuri. Fakultas Teknologi Industri. 2010. Tugas Akhir. DAFTAR PUSTAKA Azizah. A.. Tugas Akhir. Kandungan Logam Berat Timah Hitam pada Sayuran di Sekitar Lokasi Pembuangan Akhir Sampah Akhir (LPA) Kapuk Kamal. ITS. New York. Surabaya Nemerow. I. Studi Pengaruh Salinitas Terhadap Laju Sampah Di TPA Benowo. Bandung Dwirianti. Diktat : Landfilling Limbah. IPB. Rustiawan. 2008. Lailatul. Riani. ITS. 2011 21 . Surabaya Studi Awal Potensi Limbah Cair Sampah (Lindi) Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas – Hakim. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Imam. 743 p. Lukman. Dewi. Enri. Laporan Penelitian. Industrial and Hazardous Waste Treatment. ITB. Bogor. Pemanfaatan Lindi (Limbah Cair Sampah) Untuk Produksi Biogas Sebagai Upaya Menanggulangi Dampak Pencemaran Sampah. Pengolahan Lindi TPA Benowo dengan Biji Moringa Oleifera Lam dan Membran Mikro-Filtrasi.V. 2010. Sabari. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.L. Jakarta. ITS. Van Nostrand-Reinhold. Tugas Akhir. Cengkareng. 1993. N. Jurnal. dan A. 2010. Dasgupta.