Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Ria Asti Septianti

NIM

: 101211131223

ANALISIS SITUASI PASAR PERILAKU SARAPAN PADA MAHASISWI
KOS
A. Hasil Wawancara dengan Mahasiswi Kos tentang Sarapan

Analisa Situasi
Pasar

Isu-isu yang

Isu-isu yang

berkembang yang

berkembang yang

tidak dapat

dapat diterima

diterima sebagai

sebagai solusi

Implikasi
komunikasi

(1) Situasi saat ini:

solusi komunikasi
Tidak teratur

komunikasi
Sarapan dapat

Membeli

pengetahuan,

melakukan sarapan

menjadi sumber

makanan siap saji

perilaku dan

karena malas

energi untuk

sehingga tidak

kecenderungan

masak pagi-pagi

beraktifitas

perlu memasak

perilaku sekarang
(2) Segmentasi

Mahasiswi yang

pagi-pagi
Membeli

pasar: prioritas

bertempat tinggal

makanan siap saji

segmen pasar

di kos

dari penjual
makanan yang

(3) Analisa

Rasa malas untuk

kekuatan

memasak pagi-

penjual makanan

makanan siap saji

lapangan /SWOT:

pagi, terutama saat

yang lewat

dari penjual

kekuatan-

ada kuliah pagi

samping kos

makanan yang

Adanya

lewat maupun

kekuatan / faktor-

1.

2.

Adanya

lewat dekat kos
Membeli

faktor di lapangan

penjual makanan

yang berlokasi di

yang menghambat/

di dekat kos

dekat kos

Sudah

Membeli

mendukung
penerimaan
perilaku
(4) kebutuhan/

1.

bagaimana persepsi itu dapat direposisi dalam 3. waktu. lokasinya dekat kos (7) Posisi dan Sarapan itu 1. faktor biaya lain makanan yang dan perhitungan lewat maupun biaya/nilai yang berlokasi di (6) Kepuasan dekat kos Memasak pada 1. Penjual dalam hal bahan-bahan malam hari ketersediaan dan untuk memasak kemudian aksesibilitas tersedia dihangatkan Akses 2. persepsi: memiliki banyak dapat membantu sarapan secara bagaimana posisi manfaat tetapi proses berpikir persepsi dari untuk perilaku yang menyiapkannya dapat makanan siap saji ditawarkan menyita waktu meningkatkan agar tidak semangat menyita waktu 2. untuk sarapan mudah. menurut pemikiran konsumen. yang penjual makanan yang berlokasi di direkomendasikan lewat samping dekat kos (5) Biaya dalam kos Memasak pagi-pagi Membeli makanan Membeli bentuk harga. Sarapan Sarapan Sarapan itu mengenyangkan Melakukan teratur meskipun membeli .keinginan/ minat tersedianya makanan siap saji yang sedang makanan saat dari penjual direspon dengan akan sarapan makanan yang Adanya lewat maupun solusi-perilaku 2. menyita waktu siap saji dapat makanan siap saji menghemat waktu dari penjual usaha.

Analisa HIC-DARM Responden telah memiliki pengetahuan dan keyakinan yang baik tentang sarapan. responden juga tidak sarapan teratur saat uang saku menipis pada akhir bulan. karena menurutnya memasak itu menyita waktu. termasuk kesehatannya. Responden harus berjalan kaki dulu ke tempat penjual sayur dan lauk yang jaraknya dekat . Salah satu penyebab tidak teraturnya responden melakukan sarapan yaitu karena malas memasak pagi-pagi. Persepsi demikian timbul karena responden menganggap bahwa memasak itu menyita waktu. teratur jika tidak teratur tidak melakukan tersedia makanan meskipun apa-apa dan dan persediaan dengan mengambil uang menipis saat makanan siap kesempatan akhir bulan saji 1. C.hubungan dengan persepsi terbaik yang diinginkan (8) kompetitor: Tetap tidak sarapan perilaku alternatif. Saat responden akan melakukan sarapan. Responden sudah melakukan sarapan namun masih belum teratur sehingga perlu diingatkan lagi untuk sarapan yang teratur. menu makanan yang (9) Situasi Merasakan dampak hemat Melakukan komunikasi sarapan dan tidak sarapan secara sarapan teratur B. terdapat persiapan yang harus dilakukan. Responden saat ini berada pada posisi Action (Aksi). Responden mengetahui dan meyakini bahwa sarapan itu bermanfaat bagi dirinya. terutama jika ada kuliah pagi. namun cenderung tidak melakukannya secara teratur. Sarapan Memilih 2. terutama ketika ada kuliah pagi. selain itu. sehingga dilakukan langkah pengehematan. Analisa MILO (Moment In The Life Of) Alasan responden tidak sarapan teratur adalah malas memasak pagi-pagi.

jika tidak sarapan akan sulit berkonsentrasi.dengan kos. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang dampak positif dan negatif dari sarapan sudah cukup baik. responden harus mengeluarkan tenaga dan menyisihkan waktu untuk memasak. jika tidak sarapan badan bisa jadi lemas. . Jadi responden juga membutuhkan dorongan dan motivasi untuk lebih mengatur waktu dan keuangannya agar dapat melaksanakan sarapan secara teratur. sarapan dapat meningkatkan semangat. namun pada implementasinya saja yang belum benar karena responden tidak sarapan secara teratur. sarapan dapat memberikan energi pada tubuh untuk melakukan aktifitas. responden memilih bahan yang diperlukan untuk memasak. baik dengan cara memasak maupun membeli makanan siap saji dari penjual makanan di dekat kos. D. responden harus memikirkan menu hari itu. jika tidak sarapan akan lapar. Persepsi responden saat mendengar kata sarapan yaitu sarapan dapat membantu proses berpikir. serta sarapan baik untuk kesehatan. sarapan itu mengenyangkan. Analisa TOMA (Top Of The Mind Analysis) Responden merupakan mahasiswi kos yang memiliki persepsi tentang sarapan. dan juga responden harus menyiapkan uang untuk membeli keperluan sarapan.