Anda di halaman 1dari 14

1

PENDAHULUAN
Merokok adalah perilaku yang membahayakan bagi kesehatan karena dapat
memicu berbagai macam penyakit yang mengakibatkan kematian, tapi sayangnya
masih saja banyak orang yang memilih untuk menghisapnya. Dalam asap rokok
terdapat 4.000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya nikotin yang
bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Mutadin, 2002).
Salah satu kebiasaan masyarakat saat ini yang dapat ditemui hampir di
setiap kalangan masyarakat adalah perilaku merokok. Rokok tidaklah suatu
hal yang baru dan asing lagi di masyarakat, baik itu laki-laki maupun
perempuan, tua maupun muda. Orang merokok mudah ditemui,

seperti

di

rumah, kantor, cafe, tempat-tempat umum, di dalam kendaraan, bahkan
hingga di sekolah-sekolah (Sugito, 2010).
Menurut Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dalam
Tri (2010) mengatakan, sebanyak 25% zat berbahaya masuk ke tubuh perokok,
sedangkan 75% beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di
sekelilingnya. Sehingga perokok pasif 3 kali lebih berbahaya dibandingkan
dengan perokok aktif (Tri, 2010).
Perokok pasif adalah asap rokok yang dihirup oleh seseorang yang tidak
merokok (pasive smoker). Asap rokok merupakan polutan bagi manusia dan
lingkungan sekitarnya. Asap rokok lebih berbahaya terhadap perokok pasif
daripada perokok aktif. Asap rokok yang dihembuskan oleh perokok aktif dan
terhirup oleh perokok pasif lima kali lebih banyak mengandung karbon

umumnya seorang wanita akan mendapatkan menarche (haid . 2010). yaitu usia 8 . pucat dan keriput.878 kepala keluarga. Data yang tercatat di Puskesmas Sitopeng sebanyak 3. Artinya yang merokok di dalam rumah sebanyak 21.815 Kepala Keluarga dari jumlah keseluruhan sebanyak 71. peningkatan tekanan darah.825 Kepala Keluarga. hidung dan tenggorokan).046 kepala keluarga merokok di dalam rumah dengan jumlah keseluruhan 3. kulit menjadi kering. saluran pernafasan.2 monoksida. empat kali lebih banyak mengandung tar dan nikotin (Wardoyo.000-an sel telur yang belum berkembang. sakit maag. memperpendek umur. Di Kota Cirebon. 2012). 2012). neoplasma (kanker). mulai timbul aktivitas ringan dari fungsi endokrin reproduksi. serta polusi udara dalam ruangan (sehingga terjadi iritasi mata.25% Kepala Keluarga yang merokok di dalam rumah. Selanjutnya. ambliyopia (penglihatan kabur).45% kepala keluarga (PKM Sitopeng. (Dinkes kota Cirebon.12 tahun. penurunan vertilitas (kesuburan). Sejak lahir bayi wanita sudah mempunyai 770. dan nafsu seksual. Artinya sebanyak 51. 1996). Dengan adanya kebiasaan merokok dapat mempercepat terjadinya sindrom menopause karena wanita yang merokok mempunyai kadar estrogen yang lebih rendah daripada wanita yang tidak merokok (Proverawati. Pada fase pra-pubertas. prevalensi yang merokok di rumah sebanyak 36. gangguan pembuluh darah. penghambat pengeluaran air seni. gondok. sekitar usia 12 – 13 tahun. Menurut Sitepoe (2000) berbagai jenis penyakit yang bisa ditimbulkan oleh rokok antara lain: penyakit kardiovaskuler.

banyak terjadi proses perkembangan dan pertumbuhan pada manusia. Masa ini disebut sebagai pubertas dimana organ reproduksi wanita mulai berfungsi optimal secara bertahap.3 pertama kalinya). Sastrawinata (2005). Gejala fisik yang timbul pada masa menopause adalah semburan rasa panas (hot flushes). palpitasi (denyut jantung cepat dan tidak teratur). menambahkan usia menopause wanita di berbagai belahan dunia cenderung berbeda-beda. menopause dini terjadi sebelum umur 40 tahun. karena pada proses ini banyak terjadi perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan tersebut banyak terjadi pada wanita karena pada proses menua terjadi fase menopause yaitu haid terakhir pada wanita (Proverawati. Seiring dengan peningkatan usia. 2004). 2007). 2010). sakit kepala. karena kondisi hormonal wanita sangat . dan susah berkonsentrasi. Namun pada suatu saat perkembangan dan pertumbuhan itu akan terhenti pada suatu tahapan sehingga berikutnya akan terjadi banyak perubahan yang terjadi pada fungsi tubuh manusia. cemas. sering lupa. kelelahan. insomnia kriput. Pada masa ini ovarium mulai mengeluarkan sel-sel telur yang siap untuk dibuahi. ketidaknyamanan dalam buang air kecil. dan ketidakmampuan untuk mengendalikan buang air kecil (Brown. keringat pada malam hari. Masa ini disebut fase reproduksi atau periode fertil (subur) yang berlangsung sampai usia sekitar 45 tahun (Kasdu. suasana hati tidak menentu. depresi. Gejala psikologis yang dialami wanita menjelang menopause meliputi mudah tersinggung. Menurut Sibagariang (2010). Perubahan tersebut biasanya terjadi pada proses menua.

Dari tahun ke tahun umur harapan hidup pada wanita semakin meningkat. Sedangkan. Rata-rata usia menopause juga cenderung berubah dari waktu ke waktu akibat berbagai faktor lain yang mempengaruhinya. Hal ini mengalami peningkatan umur harapan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa wanita semakin lama dalam memasuki usia menopause. mengemukakan rata-rata wanita ras Asia memasuki menopause yaitu berumur 44 tahun. menambahkan bahwa terjadi pergeseran umur menopause pada wanita. karena pada tahun 2000 umur harapan hidup pada wanita hanya 46 tahun. yang menyatakan bahwa umumnya wanita mengalami menopause di usia 45 hingga 50 tahun. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal tanggal 29-31 juli 2013 dengan populasi yaitu 215 orang. Yatim (2001). menurut BKKBN (2006).4 dipengaruhi oleh faktor genetik dan ras. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah semua ibu menopause yang menjadi merokok pasif di RW 05 Kedung Krisik Utara Kelurahan Argasunya . METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan retrospektif. Menurut Depkes (2005). didukung oleh Kasdu (2004). Yatim (2001). menyatakan bahwa seorang wanita memasuki menopause pada umur 50 tahun (dengan rentan antara 48 dan 52 tahun). dewasa ini umur harapan hidup seorang wanita berkisar antara 48-52 tahun. Secara umum. rentang usia menopause wanita Indonesia saat ini berkisar antara 44 tahun hingga 52 tahun. Pernyataan Yatim (2001).

6 27. Pengambilan jumlah sampel digunakan teknik purposive sampling.6 %.5 Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.05. .1 Tabel 1.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan kelompok umur di RW 05 Kedung Krisik Utara (n = 43) Kelompok Umur (Tahun) 46-55 56-65 66-75 76-85 Jumlah Frekuensi % 8 9 14 12 43 18.6 %. Sedangkan responden berada pada kelompok umur 46-55 tahun yaitu 18. HASIL 1. jika populasi lebih dari seratus maka pengambilan sampel yaitu 20 sampai 30%. Karakteristik respponden berdasarkan umur Karakteristik responden tentang kelompok umur pada penelitian ini secara rinci terdapat pada tabel 1. peneliti mengambil besaran sampel 20% dari populasi. Berdasarkan Santjaka (2008). Sejumlah 215 wanita menopause. Instrumen yang digunakan adalah lembar pertanyaan tentang riwayat ibu merokok dan umur menopause. Uji statistik yang digunakan yaitu Chi Square dengan indikator nilai asymp signifikan p < 0. Jadi jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 43 orang.9 100 Berdasarkan data pada tabel 1. Pada penelitian ini.1 dapat diketahui bahwa responden yang berada pada kelompok umur 66-75 tahun yaitu sebesar 32.6 20.9 32.

9 100 Berdasarkan data pada tabel 2.2 Tabel 2.1 Tabel 2.1 41. Riwayat merokok pasif a) Data tentang ibu yang tinggal bersama perokok akfif Distribusi frekuensi ibu yang tinggal bersama perokok aktif dalam penelitian ini dapat terlihat pada tabel 2. sedangkan responden yang tidak tinggal dengan perokok aktif sebanyak 18 dari 43 orang atau sebanyak 41.1 dapat diketahui bahwa responden yang tinggal bersama seorang perokok aktif sebanyak 25 dari 43 orang atau 58.6 2.2 Distribusi frekuensi riwayat lamanya ibu tinggal bersama perokok aktif di RW 05 Kedung Krisik Utara (n = 43) Riwayat lamanya tinggal bersama perokok aktif > 10 tahun < 10 tahun Jumlah Frekuensi 25 0 25 % 10 0 100 Berdasarkan data hasil penelitian pada tabel 2. b) Data tentang lama ibu tinggal bersama perokok aktif Distribusi frekuensi riwayat lamanya ibu tinggal bersama perokok aktif dalam penelitian ini dapat terlihat pada tabel 2.1 %.9 %.2 diketahui bahwa semua responden (100 %) tinggal bersama perokok aktif pada rentang waktu > 10 tahun yaitu sebanyak 25 orang dari 25 responden. .1 Distribusi frekuensi ibu yang tinggal bersama perokok aktif di RW 05 Kedung Krisik Utara (n = 43) Ibu yang tinggal bersama Perokok aktif Ya Tidak Jumlah Frekuensi % 25 18 43 58.

1 Tabel 4.7 100 25 18 43 58.8 100 Berdasarkan tabel 3.1 Tabel 3.8 %.2 Jumlah 25 100 Umur menopause > 44 tahun Frekuensi % P Jumlah Frekuensi % 0.2 %) mengalami menopause lebih awal yaitu < 44 tahun. Umur menopause Distribusi frekuensi umur menopause dalam penelitian ini dapat terlihat pada tabel 3. Analisa hubungan ibu merokok pasif dengan umur menopause dengan menggunakan uji chi square pada penelitian ini yang dibuat pada tabel 2X2 dapat terlihat pada tabel 4.1 Hasil uji korelasi Chi Square Variabel < 44 tahun Frekuensi % Ibu merokok pasif iya 18 81. sedangkan yang tidak mengalami menopause lebih awal sebesar 48.7 3. 4.1 Distribusi frekuensi umur menopause di RW 05 Kedung Krisik Utara (n = 43) Kategori umur < 44 tahun > 44 tahun Jumlah Frekuensi 22 21 43 % 51.1 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden (51.2 48.01 7 14 18 33. Hubungan ibu merokok pasif dengan umur menopause Batasan umur menopause pada penelitian ini yaitu 44 tahun.8 tidak 4 18.1 41.9 100 .3 66.

Hal ini didukung oleh penelitian Irfan (2011). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah Ibu merokok pasif (Tabel 2.05).1 % tinggal bersama seorang perokok aktif. PEMBAHASAN 1. responden yang tinggal bersama perokok aktif selama > 10 tahun adalah sebanyak 25 orang dari 25 responden yang menjadi perokok pasif atau 100 % (Tabel 2.8 Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan P < α maka HO gagal ditolak artinya ada hubungan yang bermakna antara Ibu merokok pasif terhadap umur menopause (P value = 0’01. Asap rokok merupakan polutan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya.5%) terpapar asap rokok dari pada laki-laki (26%). Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan. Riwayat ibu merokok pasif Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa dari 43 responden sebanyak 25 orang atau 58. Dan perempuan lebih tinggi (64. yang menyatakan sebagian besar Ibu yang tinggal bersama seorang perokok aktif terpapar asap rokok > 10 tahun yaitu sebesar 84 %.2 ). Asap rokok yang dihembuskan oleh perokok aktif dan terhirup oleh perokok pasif lima kali lebih banyak mengandung karbon . Asap rokok lebih berbahaya terhadap perokok pasif daripada perokok aktif. Perokok pasif adalah asap rokok yang dihirup oleh seseorang yang tidak merokok (pasive smoker). α =0.5% populasi semua umur (91 juta) terpapar asap rokok di dalam rumah. Penelitian ini juga didukung oleh Riskesdas 2007 yang menyatakan prevalensi perokok pasif di rumah sebanyak 40.1).

Menurut Sibagariang (2010). sebagian besar responden di RW 05 Kedung Krisik Utara memasuki menopause pada umur < 44 tahun yaitu 51. kulit menjadi kering. serta polusi udara dalam ruangan (sehingga terjadi iritasi mata. Umur menopause Hasil penelitian menunjukkan. sedangkan 75% beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya.2 % (Tabel 3. 1996). penurunan vertilitas (kesuburan). saluran pernafasan. pucat dan keriput. Sastrawinata (2005). memperpendek umur. Sehingga perokok pasif 3 kali lebih berbahaya dibandingkan dengan perokok aktif (Tri 2013). gondok. penghambat pengeluaran air seni. peningkatan tekanan darah. menambahkan usia menopause wanita di berbagai belahan dunia cenderung berbeda-beda. menopause dini terjadi sebelum umur 40 tahun. dan nafsu seksual. Rata-rata usia menopause juga cenderung berubah dari waktu ke waktu akibat berbagai faktor lain . gangguan pembuluh darah. Sedangkan menurut Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dalam Tri (2013) mengatakan. sakit maag. karena kondisi hormonal wanita sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan ras. Menurut Sitepoe (2000) berbagai jenis penyakit yang bisa ditimbulkan oleh rokok antara lain : penyakit kardiovaskuler. empat kali lebih banyak mengandung tar dan nikotin (Wardoyo.9 monoksida. neoplasma (kanker). 2.1). sebanyak 25% zat berbahaya masuk ke tubuh perokok. hidung dan tenggorokan). ambliyopia (penglihatan kabur).

rentang usia menopause wanita Indonesia saat ini berkisar antara 44 tahun hingga 52 tahun.2 % mengalami menopause < 44 tahun. sebanyak 4 orang atau 18. sebanyak 18 orang atau 72. Menurut Depkes (2005). Dengan lama tinggal bersama perokok aktif lebih dari 10 tahun. Yatim (2001). 3. dewasa ini umur harapan hidup seorang wanita berkisar antara 48-52 tahun.10 yang mempengaruhinya. Pernyataan Yatim (2001). Hubungan ibu merokok pasif dengan umur menopause Jumlah ibu yang menjadi merokok pasif di RW 05 Kedung Krisik Utara adalah 25 orang. Hal ini mengalami peningkatan umur harapan hidup.7 % mengalami menopause > 44 tahun. Sedangkan jumlah ibu yang tidak tinggal bersama seorang perokok aktif adalah 18. yang menyatakan bahwa umumnya wanita mengalami menopause di usia 45 hingga 50 tahun. dan 14 orang atau 66. menurut BKKBN (2006). . menyatakan bahwa seorang wanita memasuki menopause pada umur 50 tahun (dengan rentan antara 48 dan 52 tahun). Hal ini menunjukkan bahwa wanita semakin lama dalam memasuki usia menopause. Sedangkan. mengemukakan rata-rata wanita ras Asia memasuki menopause yaitu berumur 44 tahun. sedangkan sebanyak 7 orang atau 28. menambahkan bahwa terjadi pergeseran umur menopause pada wanita. Yatim (2001).0 % mengalami menopause pada usia > 44 tahun. karena pada tahun 2000 umur harapan hidup pada wanita hanya 46 tahun. Dari tahun ke tahun umur harapan hidup pada wanita semakin meningkat.0 % mengalami menopause < 44 tahun. Secara umum. didukung oleh Kasdu (2004).

Penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian di Norwegia pada tahun 2007 yang dilakukan oleh mahasiswa Harvard memaparkan dari 2. Hidrokarbon di dalam asap rokok bisa memicu terjadinya kematian sel telur. akan tetapi ada hubungan dengan rokok. 28% mantan perokok dan 35. menyatakan bahwa perokok aktif dapat mempercepat menopause. Hasil evaluasi dari penelitian itu menyatakan bahwa 59% kelompok yang lebih beresiko memasuki menopause sebelum usia 45 tahun adalah kelompok perokok aktif (sukma. (2005). 2013) Crowin. Nikotin yang terdapat di rokok dapat menghambat produksi hormon estrogen sehingga siklus hormonal pada wanita tersebut tidak berjalan efektif. Lebih lanjut menurut studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Imperial College di London menemukan bahwa bukan pil yang menjadi faktor menopause dini.123 perempuan yang berusia 59 sampai 60 tahun yang menjadi perokok aktif ada sekitar 25%. Hilangnya estrogen seringkali menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis yang bermakna pada fungsi tubuh.05). termasuk hot flushes dengan kemerahan di .01. 2007). sehingga sel telur yang dimiliki seseorang menjadi lebih cepat mati yang membuatnya mengalami menopause dini (Farah. Hal ini dibuktikan dengan nilai P yaitu 0. dimana nilai P lebih kecil dari α (0.11 Hasil uji statistik dengan uji chi square dalam penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara Ibu merokok pasif terhadap umur menopause.2% adalah kelompok perokok pasif. Karena rokok dapat mempengaruhi produksi hormon estrogen.

(2010). hal ini berbanding dengan angka 1. 2005). Diketahui bahwa 20% wanita merokok mengalami masa menopause pada usia dini. dapat diperoleh kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara ibu merokok pasif dengan umur menopause di RW 05 Kedung Krisik Utara (P value = 0’01. Menurut Crowin (2005). gelisah. keadaan psikotik yang bermacam-macam. letih. Proverawati. serta penurunan kekuatan dan kalsifikasi tulang di seluruh tubuh. Bagi penelitian selanjutnya.12 kulit yang ekstrim. disarankan untuk mencari dan membaca referensi lain yang lebih banyak lagi sehingga hasil penelitian selanjutnya akan semakin baik serta dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang baru. Wanita perokok aktif cenderung siklus menstruasinya tidak teratur dan jarak persiklusnya sangat panjang. α =0. Lebih lanjut Mikkelsen (2007). perokok pasif merupakan salah satu faktor risiko menopause KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang hubungan antara ibu merokok pasif dengan umur menopause di RW 05 Kedung Krisik Utara Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti kota Cirebon. .7% saja dari mereka yang tidak merokok (Crowin.05). membuktikan bahwa baik perokok aktif maupun perokok pasif berhubungan dengan umur menopause. menyatakan dengan adanya kebiasaan merokok dapat mempercepat terjadinya sindrom menopause karena wanita yang merokok mempunyai kadar estrogen yang lebih rendah daripada wanita yang tidak merokok.

Diakses tanggal 9 September 2013. Puskesmas Sitopeng. Menopause. Fera. Usia Wanita Menopause.id. Sastrawinata. Cirebon : DINKES Kota Cirebon. http://www. Prevalensi Merokok di Dalam Rumah Tahun 2012. L. Diakses pada tanggal 17 agustus 2013. alih bahasa oleh tim EGC. Hubungan Antara Perempuan Perokok Pasif Dengan Gambaran Hasil Pap Smear Di Yayasan Kanker Indonesia. Rokok Bisa Menyebabkan Menopause Dini. Jakarta: Puspa Swara. 2004. Proporsi Penduduk Menurut Usia dan Jenis Kelamin Tahun 2012. Diakses pada tanggal 22 agustus 2013. http://www. Depkes.go. http://www. 2012. 2. Mu’tadin. D. Yogyakarta: Nuha Medika.detik. Rekapitulasi Pendataan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga di Kelurahan Argasunya UPTD PuskesmasSitopeng Tahun 2012. Corwin.1. Menopause dan Sindrom Premenopause. Jakarta: Erlangga. Vol. No. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka . Dinas Kesehatan Kota Cirebon.depkes. Jakarta: EGC. 2007. S. alih bahasa oleh Juwalita Surapsari. 2005. health. S. 2007 Riset Kesehatan Dasar. 2011. Cirebon: PKM Sitopeng. 1 Kasdu. Buku Saku Patofisiologi. Biuret and urea fertilizer. A. Proverawati. Mikkelsen. Wanita dalam Berbagai Masa Kehidupan. 2010.go. 3.bkkbn. 2005. NO. Jakarta: Puspa Swara. E. 2012. Terjadi pergeseran umur menopause. 2006. R. Remaja dan Rokok.id. Cirebon : PKM Sitopeng. E. 2002. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia : RISKESDAS BKKBN. Puskesmas Sitopeng. 2011. V. 2007. M. pada Brown. Z.13 DAFTAR PUSTAKA Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.com. dan Sulistyawati. 2012. Vol. Kiat Sehat dan Bahagia diusia Menopause. Better Crop 91. Irfan. 2005.

Jakarta: Pustaka Populer Obor. Sitepoe.viva. Solo: Toko Buku Agency.co. F.life. Jakarta: Grasindo. . Wardoyo. 2010. Yatim. Diakses 14 April 2013. Bahaya Perokok Pasif 3 Kali Perokok http://www. 2009. E.14 Sibagariang. Haid tidak wajar dan menopause. 1996.id/news/. 2000. M. Vivanews. Pencegahan Penyakit Jantung Koroner. Jakarta: Trans Info Media. Kesehatan Reproduksi Wanita. Aktif. Kekhususan Rokok Indonesia. 2001. Perbedaan Usia Awal Menopause Antara Perokok Pasif dan Perokok Aktif. Sukma. 2007. Universitas Sumatra Utara: Disertasi tidak dipublikasikan.