Anda di halaman 1dari 4

4.2.

1 Nama : Dwi Aftika
NRP
: 2408100002
Telah dikerjakan praktikum teknik optik dengan judul percobaanoptical device tujuan
dari praktikum ini adalah untuk mengetahui jenis- jenis dan prisip kerja optical device, untuk
mengetahui spektrum panjang gelombang dari warna- warna monokromatis dengan
menggunakan monokromator, dan untuk mengetahui Ireflektansi dan Itransmitansi dengan
menggunakan beam splitter.
Percobaan diawali dengan persiapan alat dan bahan. Alat dan bahan yang disiapkan
antara lain beam splitter, monokromator, laser He- Ne 10 miliwatt, lampu halogen, dan
luxmeter.
Pada percobaan pertama dikerjakan percobaan monokromator. Untuk percobaan ini
alat- alat yang disediakan antara lain lampu halogen, monokromator dan layar. Panjang
gelombang yang ada bisa diatur melalui monokromator yang telah disediakan, akan dicari
variasi panjang gelombang yang ada berdasarkan spectrum warna. Setelah itu akan
didapatkan spectrum warna berdasarkan panjang gelombang kemudian dicatat pada lembar
kerja.
Pada percobaan kedua akan dikerjakan percobaan beam splitter. Untuk alat dan bahan
yang diperlukan untuk praktikum ini antara lain laser He-Ne, beam splitter dan luxmeter.
Pada percobaan ini akan dibandingkan intensitas cahaya reflektansi dan intensitas cahaya
transmitansi.
Pada percobaan pertama didapatkan panjang gelombang berdasarkan spectrum warna.
Setelah dibandingkan dengan panjang gelombang teoritis yang telah didapatkan ternyata
tidak terjadi banyak perbedaan yang signifikan. Panjang gelombang yang didapatkan pada
percobaan masih pada rentang spectrum data yang didapatkan secara teoritis. Contohnya
untuk panjang gelombang warna merah berada pada panjang gelombang 620- 750 nm
sedangkan untuk data percobaan didapatkan panjang gelombang untuk warna merah gelap
dan merah terang berada pada 655 dan 625 nm. Ini berarti warna merah sudah masuk didalam
rentang.
Sedangkan pada percobaan ke dua dengan judul percobaan beam splitter banyak
terdapat penyimpangan data hasil pengukuran. Seharusnya untuk segala jenis beam splitter
yang digunakan memiliki jumlahan intensitas yang dihasilkan selalu sama. Nilai yang terukur
pada percobaan diketahui seperti pada jenis beam splitter pertama didapatkan intensitas
reflektansi dan transmitansi masing- masing 3500 dan 3400 namun untuk beam splitter no 9
nilai intensitas cahaya total sangat jauh berbeda yaitu sekitar 1300 dan 10600 untuk masingmasing intensitas reflektansi dan transmitansinya.
Adanya beberapa penyimpangan data pengukuran tersebut disebabkan antara lain jarak
pengukuran intensitas menggunakan beam splitter, ketelitian pengukuran, dan kurang
memadainya alat percobaan berupa habisnya batere luxmeter saat percobaan berlangsung.

Pada percobaaan pertama. Pada beam splitter tersebut akan nampak dua berkas cahaya laser. Sehingga. kedua warna tersebut sekilas tampak memiliki kesamaan. Sebuah sinar laser ditembakkan ke salah satu beam splitter tepat di tengahnya. biru 483-485 nm. yakni percobaan yang menggunakan monokromator. n7Irelflektansi 1600 lux dan Itransmitansi 8300 lux. merah 625-655 nm. pengatur tersebut kembali diputar untuk mendapatkan berkas warna yang lain. hijau 523-525 nm. bertujuan untuk mengetahui range (interval) panjang gelombang dari masing-masing spectrum cahaya polikromatik.4. Beam splitter yang digunakan ada 5 (lima) macam dengan index bias yang berbeda-beda. diusahakan cahaya tersebut dapat terfokus menuju ke lubang input dari monokromator supaya berkas cahaya yang nampak pada layar bisa diamati dengan jelas. Hal ini tampak jelas ketika praktikan mengamati warna ungu dan warna nila. me-ji-ku-hi-bi-ni-u. pencatatan range panjang gelombang kedua warna tersebut tidak bisa maksimal. Data yang berhasil didapat adalah sebagai berikut : Spectrum warna ungu memiliki range panjang gelombang 425-430 nm.2 Nama : Nining Kusmahetiningsih NRP : 2408100038 Praktikum kali ini berkaitan dengan optical devices atau perangkat optik. seharusnya jika kedua berkas cahaya yang ditransmisikan dan direflektansikan dijumlahkan ternyata hasilnya sama dengan intensitas sebelum cahaya mengenai beam splitter. Dari data-data tersebut. n3 Irelflektansi 2800 lux dan Itransmitansi 5200 lux. Langkah ini dilakukan untuk semua jenis beam splitter. tetapi data yang diperoleh dari percobaan masih dalam range.2. digunakan dua macam perangkat optik yaitu monokromator dan beam splitter. n4 Irelflektansi 1800 lux dan Itransmitansi 6400 lux. Dengan menggunakan luxmeter. Ketika terjadi perubahan warna dari ungu ke warna selanjutnya. n6 Irelflektansi 2300 lux dan Itransmitansi 6300 lux. intensitas dari kedua berkas tersebut di ukur. Perbedaan yang terjadi di pengaruhi oleh tingkat ketelitian dari pengamatan praktikan dalam menentukan jenis warna yang diamati. n5 Irelflektansi 4300 lux dan Itransmitansi1900 lux. Cahaya polikromatik yang digunakan yaitu sinar Halogen. Dalam percobaan ini. Kemudian pengatur panjang gelombang pada monokromator diputar sampai didapatkan berkas cahaya dengan panjang gelombang paling kecil yaitu cahaya ungu. yaitu menggunakan beam splitter. n8 Irelflektansi 1600 lux dan Itransmitansi 7900 lux. akan didapatkan range warna ungu. jingga 594-600. Jika hasil tersebut dibandingkan dengan range spektrum cahaya tampak secara teoritis ternyata hanya ada sedikit perbedaan. nila 463-465 nm. yaitu yang dipantulkan dan yang dibiaskan. Namun ternyata harga internsitas awal lebih besar daripada jumlah . kuning 582-585 nm. sebuah sinar Halogen diarahkan ke monokromator. Data-data yang telah diambil adalah sebagai berikut : untuk beam slitterdengan indeks bias n1 memiliki Irelflektansi 3500 lux dan Itransmitansi3400 lux. Setelah itu. Percobaan yang kedua. Awalnya. n2 memiliki Irelflektansi 1600 lux dan Itransmitansi 5900 lux . dan n9 Irelflektansi 1300 lux dan Itransmitansi10600 lux. Langkah seperti ini dilakukan untuk semua jenis spekrum cahaya tampak.

sebaiknya difokuskan terlebih dahulu menggunakan lens focusing sehingga intensitas cahaya yang hilang karena hamburan dapat dikurangi. n5Irelflektansi 4300 lux dan Itransmitansi 1900 lux. Daya refleksi dan refraksi ini dipengaruhi oleh ketebalan dari beam splitter. n3 Irelflektansi 2800 lux dan Itransmitansi 5200 lux.1 KESIMPULAN Dari percobaan dan analisa data yang dikerjakan dapat disimpulkan bahwa : 1. Pada percobaan beam splitter. nila 463-465 nm. Hal ini disebabkan oleh penyerapan berkas sinar oleh beam splitter. 5. n4Irelflektansi 1800 lux dan Itransmitansi 6400 lux. Kemudian cahaya ini keluar melalui celah yang lebarnya dapat diatur sesuai dengan panjang gelombang output. Monokromator menggunakan prinsip kerja dari dispersi pada prisma. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. n2 memiliki Irelflektansi 1600 lux dan Itransmitansi 5900 lux . 3. n7Irelflektansi 1600 lux dan Itransmitansi 8300 lux. atau menganalisa warna sesuai dengan komponen RGBnya. Setelah melakukan praktikum. Ketika menentukan rentang panjang gelombang dari tiap warna yang dihasilkan oleh monokromator. range panjang gelombang monokromatik yang dihasilkan dari monokromator adalah sebagai berikut : spektrum warna ungu memiliki range panjang gelombang 425-430 nm. n6Irelflektansi 2300 lux dan Itransmitansi 6300 lux. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 4. jingga 594-600. hijau 523-525 nm. Data intensitas sinar hasil refleksi dan refraksi nilainya tidak berurutan. Sehinngga efisiensinya tidak sama dengan seratus persen.intensitas cahaya yang ditransmisikan dan direflektansikan. Intensitas cahaya hasil transmitansi dan reflektansi beam splitter yang terukur oleh lux meter untuk indeks bias n1memiliki Irelflektansi 3500 lux dan Itransmitansi 3400 lux. n8Irelflektansi 1600 lux dan Itransmitansi 7900 lux. merah 625-655 nm. Karena indeks bias beam splitter yang digunakan tidak diketahui. kuning 582-585 nm. sebelum sinar laser HeNe ditransmisikan. cahaya yang masuk ke dalam celah monokromator mengalami kolimasi dan dipantulkan pada prisma. dan n9Irelflektansi 1300 lux dan Itransmitansi 10600 lux. Data indeks bias ini seharusnya disertakan dalam . sebaiknya menggunakan warna referensi dengan kode warna tertentu. 2. Beam splitter memiliki kemampuan untuk merefleksikan dan merefraksikan sinar datang.2 SARAN Untuk pelaksanaan praktikum selanjutnya. biru 483-485 nm. selanjutnya cahaya ini terdispersi menjadi cahaya monokromatik dengan panjang gelombang yang bervariasi.

html [2] http://masteropik.org/wiki/attenuator) [7] http://tomyabuzairi.com/2008/11/25/spektrofotometer/ [4] Anonim.percobaan agar pengaruh intensitas dengan indeks bias beam splitter dapat diketahui.html [3] http://rgmaisyah.ac.id/2487/1/Analisis_Pola_Interferensi_Pada_Interferometer_Michelso n_untuk_Menentukan_Panjang_Gelombang_Sumber_Cahaya.html [8] http://nenysmadda.ucoz.wikipedia.co.com/2010/01/modulator-optik-electro-absorption.wordpress.blogspot. Attenuator (electronic). 2009.wikipedia. Monochromator.com/2010/05/pembiasan-cahaya-pada-prisma. Wikipedia Foundation (htm) (http://en. 2009. DAFTAR PUSTAKA [1] http://www.org/wiki/monochromator) [5] http://eprints.pdf [6] Anonim.undip.org/news/polarisasi_cahaya/2010-09-03-18 .cc/2010/09/dispersi-cahaya-disperse-light-wave. Wikipedia Foundation (htm) (http://en.fisika-indonesia.blogspot.