Anda di halaman 1dari 18

TEKNOLOGI NILAI TAMBAH

BATUBARA
Teknologi Binderless Coal Briquetting
(BCB)

Dr. La Ode Ngkoimani, M.Si
Andi Makkawaru, ST., M.Si
Suryawan Asfar, ST., M.Si

Teknologi ini mampu meningkatkan kalori batubara hingga 49% dari kalori inputnya dan mengurangi kadar air dalam batubara sebesar 84%. Teknologi BCB merupakan teknologi ramah lingkungan. BCB dipatenkan atas nama White Energy Co.MODEL TEKNOLOGI Binderless Coal Briquetting (BCB) merupakan teknologi yang memanfatkan sifat keretakan batubara dalam proses pembriketannya. dimana perusahaan ini sedang membangun demo plant di Hunter Region. . New South Wales. Keith Clarke dan Ross Meakins. dalam percobaan yang dilakukan di North Ryde. Teknologi ini dikembangkan oleh para ahli CSIRO..2% dan kadar abu sebesar 3%. BCB mampu tetap menjaga kadar sulfur sebesar 0. karena tidak menggunakan agen pengikat serta menghasilkan sedikit limbah.

Kaltim Supacoal (KSC). Bayan Resources.STATUS DAN KONSTRUKSI PT. berasosiasi dengan White Energy Australia dan PT. tbk. Kalimantan Timur dengan biaya US$ 68 Juta. Teknologi Binderless Coal Briquetting (BCB) memiliki peralatan utama adalah flash dryer dan mesin briket. telah membangun pabrik pengeringan batubara dengan kapasitas produksi 1 Juta ton per tahun di Tabang. .

000 .000 Ton Biaya Kapital Produksi USS$ 40.PABRIK TEKNOLOGI BCB Kapasitas Out Put Produksi saat ini 30.000 – 90.

PROSES TEKNOLOGI BCB .

Bag Filter. Pipa Pemanas. • MESIN BRIKET (CONTINOUS BASIS OF DOUBLE ROLL BRIQUETTE PROCESS) . Pemanas Gas. Pengumpang Lignite.JENIS PERALATAN • FLASH PLAYER : Blower (ID Fan). Drying Duct. Siklon.

gas panas mengangkut sekaligus akan mengeringkan batubara. Ukuran partikel batubara input .SKETSA PERALATAN FLASH DRYER Flash dryer atau sering di sebut pneumatic dryer. Kecepatan gas panas dalam flash dryer sekitar 1030 m/det atau 10 kali lebih cepat dibandingkan kecepatan gas dalam fluized bed atau rotary dryer. Dimana laju gas panas dibuat cepat agar partikel batubara dapat terbawa oleh gas. Kata “flash” dipakai disini untuk menggambarkan betapa cepatnya proses pengeringan yaitu mulai dari mili detik sampai beberapa detik. Sementara itu gasp panas akan dibuat lebih tinggi (> 4000C) agar air dalam batubara dapat dikeluarkan dalam waktu yang cukup singkat.

Pengembang teknologi BCB mengklaim bahwa proses BCB mampu menghasilkan batubara kering dengan HGI (>80) dan density tinggi yaitu 2. mengurangi emisi Sox dan Nox serta mengurangi jumlah abu yang akan dihasilkan. dimana upgrading batubara sub-bituminous/ lignit dengan teknologi ini akan mengingkatkan efisiensi pembankit listrik. Hasil uji pembakaran produk proses BCB.KEUNGGULAN TEKNOLOGI Teknologi BCB telah dicoba untuk mengeringkan beberapa jenis batubara di Indonesia dengan kandungan air total antara 25%-40% menghasilkan produk batubara kering dengan kandungan air antara 4 – 10%. .8 gram/ml.

5 mm) .62 3 5.65 6 4.0 53.2 Percent energy increase Drop shatter (% > 12.4 68 5.6 9.2 7.09 4 4.KARAKTERISTIK BATUBARA YANG DIHASILKAN Indonesian Mines Raw Coal Mouisture (%) A B C D E F 37. 1 95.9 94.6 96. 6 92.09 5 6. 3 26.9 80 3.15 9 2.3 25 5.8 Percent moisture reduction 84 76 82 82 83 80 Energy as received (kcal 4.8 4. 5 39.6 24.6 Mouisture of BCB product (%) 5.9 7.1 17 6.81 7 Energy of BCB product (kcal/kg) 6.1 95.9 4.78 8 49 37 28 97 27 52 93.23 4 6.6 32.

KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BATUBARA YANG DIHASILKAN Parameter Boiler efficienc(%) Australian 14% ash Raw Subbit BCB Upgraded Sub-bit 89.5% 35.3% Nox (mg/Nm3) 454 284 280 Sox (mg/Nm3) 1404 223 169 Ash generation (kg/MWh) 57.4% 5.9% 6.7% Overall efficiency (%) 36.3 17.1% 34.3 .4% Parasitic load (%) 5.1% 36.6 21.3% `89.

.KENDALA TEKNIS Pabrik BCB telah selesai dibangun pada tanggal 27 April 2009 tetapi sampai April 2010 pabrik ini hanya beroperasi sekitar 30% dari kapasitas desainnya. Pada 25 Juni 2010. pabrik ini baru mampu beroperasi 50% di atas kapasitas desainya. setelah dilakukan perbaikan pada system injeksi batubara dan peralatan-peralatan penangkapan partikel halus batubara.

masih mempunyai kekuatan tekan sehingga mudah dikeluarkan dari dalam tungku atau dipindahkan ke tempat lain. • Mempunyai kekuatan/ daya tekan tertentu sehingga tidak mudah pecah sewaktu diangkat atau dipindahkan.SIFAT BRIKET BATUBARA YANG BAIK • Tidak berasap dan tidak berbau pada saat pembakaran. • Mempunyai suhu pembakaran tetap. dengan jangka waktu nyala yang relatif lama (8 – 10 jam) • Setelah pembakaran dan ada sisa. • Hasil pembakaran tidak mengandung gas karbon monoksida dengan kadar yang tinggi. .

2 (DUA) TIPE BENTUK BRIKET BATUBARA • Tipe Yontan. sehingga mudah dipindahkan dan mudah dibakar mulai dari bagian pinggir ke bagian tengah. pada bagian tepi pinggir dibuat pipih tumpul (tidak meruncing). berat 3. • Tipe Telor. lebar 32 – 39 mm. tebal bagian tengah 20 – 24 mm. berbentu slinder dengan garis tengah 150 mm.5 kg dan mempunyai lubang berbentuk tabung searah memanjang sebanyak 22 lubang. tinggi 142 mm. . berukuran panjang 46 – 48 mm. berbentuk oval. Lubang tersebut dibuat agar briket mudah terbakar sehingga dapat menghasilkan panas maksimum.

• Tekanan mesin pencetak pada saat pembriketan Briket yang dihasilkan diusahan agar kompak. • Kadar air yang terkandung di dalam batubara Apabila kandungan air didalam batubara tinggi. apabila telah ditambahkan bahan perekat. tidak rapuh dan tidak mudah pecah apabila dipindah-pindahkan. akan makin kuat daya rekat antar butir. . dan kalor sisa baru dimanfaatkan sebagai bahan bakar. maka kalori/panas yang dihasilkan briket akan digunakan untuk menguapkan air tersebut.PARAMTER DALAM PEMBUATAN BRIKET BATUBARA • Ukuran Butir makin kecil ukuran butir batubara sebagai bahan baku pembuatan briket. selain itu diusahakan masih terdapat pori-pori yang memungkinkan udara ada didalamnya (oksigen).

. • Sisa pembakaran mengalami kesulitan apabila akan dimatikan.TEKNIK PEMBUATAN BRIKET BATUBARA Konsep utama pembuatan briket batubara adalah merekatkan butiran-butiran batubara dengan perekat tertentu. • Penyalaan awal membentuk waktu yang cukup lama Modifikasi teknik pembuatan briket bertujuan untuk : • Meningkatkan mutu briket. • Dapat diterima oleh masyarakat. • Mampu bersaing dengan harga bahan bakar lainnya. • Memanfaatkan bahan lokal dengan biaya murah sehingga harga briket dapat dijangkau. Kelamahan Briket Batubara • Pemakaian briket harus habis. dicetak dan ditekan sehingga menjadi benda yang massif dan tidak mudah pecah.

20 kg/cm 2 Hasil uji pembakaran briket dengan formula tersebut : • Masih menghasilkan asap dan berbau. Untuk lempung 20% menghasilkan kuat tekan 7. tetapi nilai kalori yang dihasilkan akan berkurang. kurang lebih 2. kuat tekan akan meningkat. Makin banyak lempung yang ditambahkan. Kemudian adonan briket dicetak dengan alat pembriketan sebagai alat tekan.50 kgcm 2 Untuk lempung 30% menghasilkan kuat tekan 10.5 jam .MODIFIKASI TEKNIK PEMBUATAN BRIKET BAHAN PEREKAT LEMPUNG Batubara digiling hingga ukuran butir 55 mm (70%) ditambahkan lempung berbutir halus (20%) sebagai pengikat dan air tawar (10%). tetapi nilai kalori yang dihasilkan akan mingkat. • Suhu pembakaran cukup tinggi • Lama pembakaran masih pendek.

dimana mineral ini mampu menyerap batu ataupun asap. Dari hasil pencampuran briket tersebut menghasilkan briket dengan temperature pembakaran mencapai 300 sampai 350 derajat celcius. Bahan baku briket yaitu butiran batubara ditambahkan molase (7%) dan sekam padi (30%) campuran tersebut kemudian dicetak dan ditekan. . akan menjadi abu yang salah satu bagiannya merupakan mineral Zeolith. karena apabila sekam padi terbakar.BAHAN PENCAMPURAN ALTERNATIF • Briket dengan Campuran Sekam Padi Campuran yang dipilih adalah sekam padi. yang mampu membakar zat terbang dan tar batubara sehingga tidak berasap dan berbau.

BAHAN CAMPURAN BRIKET BATUBARA • Briket Batubara Tipe Telor 1. Briket Batubara Tipe Yontan 1. Batubara (81%) 2. Kanji (4%) 3. Lempung (15%) 4. Kanji (4%) 3. Batubara (96%) 2. Air secukupnya •. Air Secukupnya Pada tipe ini penyulutnya langsung disatukan pada bagian atas briket .