Anda di halaman 1dari 52

LAPORAN

KASUS

craniopharyngioma
Oleh
Silvan Juwita (I1A009018)
Komang Werdhi Sentosa (I1A009072)
Lubna (I1A009095)
Pembimbing:
dr. Audi Ardansyah, Sp.BS

PENDAHULUAN
Tumor SSP 80% intrakranial, 20% kanalis
spinalis
Insiden tumor otak pada anak-anak pada dekade
1
Craniofaringioma
tumor sel epitel embrionik
ductus craniofaringeal
Merupakan tumor kistik yang berkalsifikasi
Distribusi 5-14 tahun dan 50-60 tahun
Insidensi 0,5-2,5 per 1.000.000 populasi

Tidak terdapat pengaruh pada variasi jenis


kelamin, ras, maupun genetik
Faktor keturunan pun jarang ditemukan
Lokasi tersering pada tumor suprasellar

Identitas pasien

Nama : An. Adella


Umur : 8 tahun
No. RMK :
Bangsa : Indonesia
Suku : Banjar
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Gg.PLN RT.05 RW.02 Tanah Bumbu
MRS : 4 Juni 2014

Anamnesis
Keluhan Utama : Nyeri kepala
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien merupakan rujukan Ansari Saleh dengan diagnosis
pituitary macro adenoma cranipharyngioma. Pasien
mengeluhkan nyeri kepala sejak 1,5 tahun yang lalu, nyeri
dirasakan memberat sejak 2 bulan SMRS. Nyeri kepala
dirasakan pada kepala bagian kanan dan tidak menyebar,
nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk. Nyeri kepala
dirasakan terus-menerus dan semakin lama semakin
memberat. Nyeri kepala dirasakan terutama saat pasien
kelelahan dan kepanasan, biasanya pada pagi dan siang hari.

Nyeri kepala tidak dipengaruhi oleh posisi. Nyeri


kepala dirasakan berkurang jika pasien minum
obat anti nyeri. Nyeri kepala disertai penurunan
penglihatan pada mata sebelah kanan sejak 6
bulan yang lalu. Ibu pasien sempat
memeriksakan mata pasien ke rumah sakit
Ansari Saleh selama 4 kali dan hanya diberi obat
tetes mata, sekitar bulan Mei mata pasien
dinyatakan buta oleh dokter di Ansari Saleh.

Pasien juga terlihat jalannya menyeret dan kaki terasa


lemah sejak 2 bulan yang lalu, tetapi ibu pasien lupa
kaki sebelah mana yang terlihat menyeret dan
melemah. Ibu pasien juga mengatakan jika pasien
mengeluhkan tangan 1 sisinya terasa kesemutan.
Tidak ada kekakuan pada tangan dan kaki. Keluhan
muntah disangkal, penurunan pendengaran
disangkal, bicara pelo disangkal, demam disangkal,
kejang disangkal. Menurut ibu pasien, anaknya
menjadi lebih sering mengantuk. Tidak ada
penurunan nafsu makan dan berat badan.

Pasien sempat dirawat inap di rumah sakit


Ansari Saleh pada bulan Mei selama 4 hari dan
dilakukan pemeriksaan CT Scan dan dikatakan
tumor otak. Kemudian pasien dirujuk ke RSUD
Ulin dan direncanakan operasi.

Riwayat
Riwayat Penyakit Dahulu :
Serupa (-) Hipertensi (+), DM (-), kejang (-),
trauma (+) saat usia 3 tahun
Riwayat Penyakit Keluarga :
Penyakit serupa (-), hipertensi (-), DM (-)

Riwayat tumbuh kembang :


Sesuai dengan anak seusianya
Riwayat Imunisasi:
Lengkap
Riwayat ANC dan Persalinan:
Ibu rajin ANC dan tidak pernah sakit selama
hamil, anak lahir spontan bb 4500gr, langsung
menangis, infeksi (-)

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Composmentis, GCS : 4-5-6
Tanda Vital
Tekanan darah :90/60
Respirasi rate : 22 x/menit
Nadi
: 90 x/menit
Suhu
: 36,8oC

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Kepala dan Leher


Umum : Bentuk mesosefali, benjolan (+)
Rambut : Warna hitam, tipis, distribusi merata
Mata :
eksoftalmus (-/-)
konjungtiva pucat (-/-)
sklera ikterik (-/-)
refleks cahaya (+/+)
Mulut : mukosa pucat (-)
Leher :
tidak ada pembesaran kelenjar getah bening
kaku kuduk tidak ada
Jugular venous pressure tidak meningkat

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Thoraks
Paru
Inspeksi : Gerakan nafas simetris, retraksi (-)
Palpasi: Fremitus vokal simetris, nyeri tekan tidak ada
Perkusi : Sonor (+/+), nyeri ketuk tidak ada
Auskultasi : Suara nafas vesikuler, Rhonki (-/-), Wheezing (-/-)
Jantung
Inspeksi : Iktus dan pulsasi tidak terlihat
Palpasi: Apeks teraba pada ICS V LMK kiri, Thrill (-)
Perkusi : Batas kanan ICS II-IV LPS Dextra
Batas kiri ICS II-IV LMK Sinistra
Auskultasi : Bunyi jantung I dan II tunggal
Murmur tidak ada

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi : Tampak datar, vena kolateral (-), scar (-), distensi (-)
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Palpasi: Hepar, lien, massa tidak teraba,
Perkusi : Timpani
Pemeriksaan Ekstrimitas
Atas: Akral hangat, edem (-/-), parese (-/-)
Bawah :Akral dingin, edem (-/-), parese (-/-)
Pemeriksaan Tulang Belakang
Dalam batas normal, nyeri (-), tidak tampak skoliosis, kifosis,
lordosis

Pemeriksaan Neurologis
Pemeriksaan Nervus Kranialis:
I : normosmia, hiposmia (-), anosmia (-)
II: Tajam penglihatan (visus) : OD :3/60 (bed
site), OS : >3/60 (bed site)
III, IV, VI: Kontraksi muskulus levator palpebra
dekstra dan sinistra dalam batas normal, Gerakan bola
mata baik ke segala arah,nistagmus (-), Refleks cahaya
langsung (+/+), refleks cahaya tidak langsung (+/+),
Refleks pupil akomodatif (+/+).

V: M. masseter dan temporalis konsistensi


kenyal dan kuat, Refleks korneaOD (+); Refleks
Kornea OS (+).
VII: Kontraksi otot wajah: saat istirahat:
simetris, saat mengangkat alis: simetris, saat
menutup mata: kedua mata dapat dipejamkan,
saat memperlihatkan gigi: simetris, saat menarik
sudut bibir ke bawah: simetris

VIII: Pendengaran: tes rinne: (+/+), tes weber


lateralisasi (-), tes schwabach normal
IX dan X: Orofaring dan uvula dalam keadaan
berfonasi:uvula dan arkus faring berada di tengah,
Refleks muntah (+).
XI: m. trapezius dan sternokleidomastoideus
konsistensi kenyal dan padat
XII: Saat istirahat :atrofi (-), deviasi (-), fasikulasi(-),
tremor (-) Saat menjulurkan lidah: atrofi (-),deviasi
(-), fasikulasi(-), tremor (-)

Rangsang Meningeal:

Kaku kuduk: (-/-)


Kernig sign: (-/-)
Brudginzki I: (-/-)
Brudginzki II: (-/-)

Refleks Fisiologis:

Biseps : (+)/(+)
Triseps : (+)/(+)
KPR : (+)/(+)
APR : (+)/(+)

Refleks Patologis:

Babinsky: (+)/(+)
Chaddok
: (-)/(-)
Oppenheim : (-)/(-)
Scaefer
: (-)/(-)
Gordon
: (-)/(-)
Klonus
: (+)/(+)

Motorik

Superior

Inferior

Dekstra

Pergerakan

normal

Kekuatan

Tonus otot

normal

Bentuk otot

normal

Sinistra

terbatas

Dekstra

normal

Sinistra

normal

spastik

normal

normal

normal

normal

normal

Laboratorium

Jenis pemeriksaan
Hemoglobin
Leukosit
Eritrosit
Hematokrit
Trombosit
RDW-CV
MCV
MCH
MCHC
Gran %
Limfosit %
Monosit %
Basofil%
Eosinofil%
MID%
Gran #
Limfosit #
Monosit #
MID#
GDS
SGOT
SGPT
Ureum
Kreatinin
Natrium
Kalium
Chlorida

Hasil PT
INR
Kontrol normal PT
Hasil APTT
Kontrol normal APTT

Satuan
gr/dl
ribu /ul
juta /ul
vol%
ribu /ul
%
fl
pg
%
%
%
%
%
%
%
ribu/ul
ribu/ul
ribu/ul
mg/dl
U/l
U/l
mg/dL
mg/dL
mmol/l
mmol/l
mmol/l

Nilai Normal
12.0 16.0
4.0 10.5
3.90 5.50
37 47
150 450
11.5 14.7
80.0 97.0
27 32
32.0 38.0
50.0-70.0
25.0 40.0
3.0 9.0
0.0 1.0
1.0 3.0
4.0-11.0
2.50-7.00
1.25 4.00
0.30 1.00

< 200
0-46
0-45
10-50
0.6-1.2
135-146
3.4-5.4
95-100
Protombin Time

Detik
Detik

9.9 13,5
22.2-37.0

13/05
14.8
79.1
5.20
43.4
305
13.1
83.4
28.5
34.1
37.2
49.9
4.1
0.06
0.74
3.40
4.6
0.37

11/06
10.1
11.4
1.45
27.5
195
12.3
79.8
29.3
36.7
83.3
11.1
4.0
0.1
1.5
9.49
1.3
0.46

32
23
11
0.5
140
5.0
108

27
12
21
0.7
119
3.9
90

11.5
0.99
11.4
23.6
26.1

12.7
0.87
11.4
34.1
26.1

Kimia Darah
GDP
Gula 2 jam PP

mg/dl
mg/dl

70 105
<140

82

17/06
12.8
10.2
4.47
37.9
156
14.3
85.0
28.6
33.7
91.4
4.9
3.7
9.30
0.5
0.4
153.2
3.6
111.6

21/06
14.4
12.5
5.29
45.9
301
15.9
86.8
27.2
31.3
57.9
32.9
9.2
7.20
4.1
1.2

179.0
3.3
135.5

Laboratorium

Jenis pemeriksaan
Hemoglobin
Leukosit
Eritrosit
Hematokrit
Trombosit
RDW-CV
MCV
MCH
MCHC
Gran %
Limfosit %
Monosit %
Basofil%
Eosinofil%
MID%
Gran #
Limfosit #
Monosit #
MID#
GDS
SGOT
SGPT
Ureum
Kreatinin
Natrium
Kalium
Chlorida

Satuan
gr/dl
ribu /ul
juta /ul
vol%
ribu /ul
%
fl
pg
%
%
%
%
%
%
%
ribu/ul
ribu/ul
ribu/ul

Nilai Normal
12.0 16.0
4.0 10.5
3.90 5.50
37 47
150 450
11.5 14.7
80.0 97.0
27 32
32.0 38.0
50.0-70.0
25.0 40.0
3.0 9.0
0.0 1.0
1.0 3.0
4.0-11.0
2.50-7.00
1.25 4.00
0.30 1.00

29/06
11.1
9.6
4.01
33.7
440
14.7
84.2
27.6
32.9
67.6
24.4
8.0
6.50
2.3
0.8

mg/dl
U/l
U/l
mg/dL
mg/dL
mmol/l
mmol/l
mmol/l

< 200
0-46
0-45
10-50
0.6-1.2
135-146
3.4-5.4
95-100

102
-

9.9 13,5
22.2-37.0

13.4
1.17
11.4
24.6
26.1

30/06
11.0
9.3
3.90
32.5
587
14.3
83.4
28.2
33.8
59.0
30.2
4.0
0.5
6.3
5.50
2.8
0.37
105

10/07
9.2
13.6
3.22
27
441
14.8
84.1
28.5
34.0
63.0
27.0
10.0
8.60
3.7
1.3

11/07
13.3
10.9
4.47
38.7
429
15.6
86.7
29.7
34.3
79.9
12.5
7.6
8.70
1.4
0.8
47
18
22
0.6

22/07
15.4
7.8
5.22
43.4
315
14.3
83.1
29.5
35.5
59.1
30.1
5.9
0.7
4.2
4.64
2.4
0.46
10
28
45
0.7
120
3.3
90

Protombin Time
Hasil PT
INR
Kontrol normal PT
Hasil APTT
Kontrol normal APTT

Detik
Detik

Kimia Darah
GDP
Gula 2 jam PP

mg/dl
mg/dl

70 105
<140

12.0
1.05
11.4
23.4
26.1

11.5
1.01
11.4
28.4
26.1

Laboratorium

Jenis
Natrium
Kalium
Chlorida
Free T4
TsHS

Satuan

Nilai Normal

mmol/l
mmol/l
mmol/l
pmol/l
IU/ml

135-146
3.4-5.4
95-100
12-22
0.27-4200

22/06
06.22
168.3
3.5
127.3

00.42
175.6
3.4
132.3

27/06
Jenis
Natrium
Kalium
Chlorida
GDS

Jenis
Natrium
Kalium
Chlorida
GDS

Satuan

Nilai Normal

mmol/l
mmol/l
mmol/l
mg/dl

135-146
3.4-5.4
95-100
<200

23/06
20.05
175.1
3.6
134.5

08.54
167.2
3.4
127.4

19.38
162.9
3.5
124.4

24/06

25/06

163.2
3.7
124.8

168.54.1
129.4

26/06
163.3
3.6
125.5

28/06
08.10

149.9
3.6
115.3

153.4
3.3
116.1

21.27
171.2
127.3

3.5

29/06

30/06

01/07

02/07

03/07

156.4
3.7
118.8

143.5
4.4
117.4

152.1
4.3
115.9
113

149
5.2
114.6
130

142
4.9
109

Satuan

Nilai Normal

04/07

05/07

06/07

07/07

10/07

02/07

03/07

13/07

28/07

mmol/l
mmol/l
mmol/l
mg/dl

135-146
3.4-5.4
95-100
<200

134.7
4.8
102.0
106

135.3
4.1
102.5
109

136.6
4.2
101.4
95

141
3.9
112
119

137
5.0
108
82

149
5.2
114.6
130

142
4.9
109
-

143.1
4.3
106.7
77

144
2.7
112.3
-

Warna feces

Pemeriksaan feses

Kuning

Konsistensi Feces

Lembek

Darah

Negative

Lendir

Negative

MAKROSKOPIK

MIKROSKOPIK
Bakteri (batang Gram +)

Tidak Ditemukan

Bakteri (batang Gram -)

Ditemukan

Bakteri (coccus Gram +)


Bakteri (coccus Gram -)

Tidak Ditemukan
Ditemukan

Leukosit

Negative

Eritrosit

Negative

Telur cacing

Negative

Entamoebehyat

Negative

Epitel

Negative

Amilum

Negative

Urinalisa
Urinalisa

Nilai Rujukan

Hasil

Kuning-jernih

Kuning-jernih

BJ

1.005-1.030

1.015

PH

5.0-6.5

5.0

Keton

Negative

Negative

Protein-albumin

Negative

Negative

Glukosa

Negative

Negative

Bilirubin

Negative

Negative

Darah Samar

Negative

Negative

Nitrit

Negative

Positive

0.1-1.0

0.1

Negative

Negative

Leukosit

0-3

0-2

Eritrosit

0-2

0-1

Silinder

Negative

Negative

1+

1+

Bakteri

Negative

1+

Crystal

Negative

Negative

Lain-lain

Negative

Negative

Warna-kekeuhan

Urobilinogen
Leukosit
ANALISA (SEDIMEN)

Epitel

Foto thorax (14 Mei 2014)

CT-Scan Kepala (10 Mei 2014)

Balloning sella dengan massa intra suprasellar


hypodense 40x43 cm dengan rim colcifikasi dan
rim enhancement post kontras
Pendesakan ventricle III dan chiasmaopticum
Tak tampak midline shift
DD: pitituary masro adenoma

craniofaringioma

CT Scan Kepala (6 Juli 2014)

D/: 1. Bilateral maxillary sinusitis


2. right subdural hygroma
3. Subacute stages cerebral infarction pada left
basal ganglia dan pada right capsula interna
(genu)

CT Scan 22 Juli 2014

Defek tulang temporalis kanan (post operasi)


Subdural hygroma frontalis kanan
Sulci dan gyri normal
Tampak vp shunt tip (perlu reposisi?) subdural drain tip (+)
Tidak tampak lesi densitas patologis intraparenkimal cerebral, pons, ataupun cerebellum
Ventrikel lateralis, ventrikel III, dan ventrikel IV tidak dilatasi
Sisterna ambien dan basalis normal
Daerah cerebello pontine angle (CPA) dan jukstasella normal
Sinus sphenoidalis kiri terisi lesi hipodens, sinus maksilaris, sinus ethmoidalis, sphenoid
kanan, frontalis normal. Cavum nasi dan mastoid air cell normal
Bulbus okuli dan ruang retrobulbar normal
Tidak tampak pergeseran struktur garis tengah
Kesimpulan:
Subdural hygroma frontalis kanan
Tidak tampak residu massa
Defek tulang temporalis kanan (post operasi)

Diagnosis
Diagnosis klinis
: buta + cefalgia
Diagnosis etiologi : Craniofaringioma
Diagnosis komplikasi : Hygroma Subdural

Penatalaksanaan

IVFD NS 15 tpm
inj. Ceftriaxon 2x500mg
inj. Antrain 3x250mg
inj. Ranitidin 2x25mg
inf. Metronidazole 3x250mg
inf. Totilac 3x50cc
po. Tegretol 2x200mg
po. Glaucon 3x1tab
po.cefixime sirup 3x1/2cth
po. KSR 3x1/2tab
diet entramix 6x300cc atau diet milna 6x200cc

Diskusi
Dari anamnesis didapatkan bahwa Pasien mengeluhkan
nyeri kepala sejak 1,5 tahun yang lalu, nyeri dirasakan
memberat sejak 2 bulan SMRS. Nyeri kepala disertai
penurunan penglihatan pada mata sebelah kanan sejak 6
bulan yang lalu. Pasien juga terlihat jalannya menyeret
dan kaki terasa lemah sejak 2 bulan yang lalu. Ibu pasien
juga mengatakan jika pasien mengeluhkan tangan 1
sisinya terasa kesemutan. Menurut ibu pasien, anaknya
menjadi lebih sering mengantuk. Pasien pernah
melakukan pemeriksaan CT Scan kepala di RS Ansari
Saleh dan dikatakan bahwa pasien menderita tumor otak.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan


anamnesis, pemeriksaan fisik serta penunjang
Anamnesis :

Mengeluhkan nyeri kepala


Penurunan penglihatan
Tangan kesemutan
Lebih sering mengantuk

Pemeriksaan Fisik
Penurunan visus kedua mata: visus OD 3/60 dan
OS >3/60
Babinski (+/+)
Klonus (+/+)

Diskusi
Pemeriksaan Penunjang
Dari kesimpulan CT-Scan didapat kesan
craniofaringioma dan subdural hygroma
Pada kasus ini pasien mengeluhkan pandangan mata
yang kabur, hal ini disebabkan oleh penekanan dari
pertumbuhan tumor .
Pada kasus ini pasien mengeluhkan nyeri kepala hebat
yang terasa diseluruh bagian kepala. Nyeri yang
demikian karena adanya massa intrakrianial yang
mendesak massa otak dan ruangan intraventrikuler
sehingga menyebabkan nyeri kepala.

Etiologi
Teori

Manifestasi Klinis

Pendekatan diagnosis

Pemeriksaan Penunjang
Radiologi
CT Scan: 75% daerah supraselar, kalsifikasi pada
anak-anak 90%
MRI

Evaluasi endokrin
Evaluasi oftamologi
Patologi Anatomi:
adamantinomatosa sering pada anak-anak dan
squamous papilomatosa pada dewasa

Pada kasus

Penatalaksanaan
Terdiri dari beberapa aspek
Bedah saraf, endokrin, neurooftamologi,
neuropsikologi, dan radiasi onkologi
Pembedahan:
Reseksi total
debulking

Prognosis
Survival rate 5 tahun adalah 80% dibandingkan
dewasa hanya 40%
Ketahanan hidup >>> kecacatan

Terima Kasih