Anda di halaman 1dari 10

PROGRAM APLIKASI GPS DAN GIS UNTUK MENCARI LOKASI DAN JARAK

SPBU DI TANGERANG SELATAN DENGAN PETA DAN AUGMENTED REALITY


CAMERA-VIEW PADA PERANGKAT BERGERAK BERBASIS ANDROID.
Eko Prasetyo Adi Sutrisno
Jurusan Teknik Informatika
Fakultas Teknik Industri, Universitas Gunadarma

ABSTRAKSI

Seiring dengan berkembangnya sistem informasi dan juga perkembangan perangkat


bergerak yang semakin canggih, memudahkan penggunanya untuk mendapatkan informasi yang
diinginkannya. Perangkat bergerak seperti handphone saat ini tidak hanya digunakan sebagai
alat komunikasi saja, tetapi dapat berfungsi sebagai peta. Dengan adanya peta digital pada
handphone, pengguna diberikan petunjuk lokasi yang ingin dilihatnya di manapun.
Dengan pengaplikasian GIS (Geographical Information System) pada peta digital selain
lokasi, pengguna akan mendapatkan informasi spasial (keruangan) pada suatu objek; bahkan
dengan adanya fasilitas GPS (Global Positioning System) pengguna akan mendapatkan
informasi jarak antara objek tersebut dengan pengguna.
Selain pemanfaatan peta digital, pengaplikasian GIS juga dapat digunakan dengan
teknologi Augmented Reality. Dengan teknologi Augmented Reality pengguna tidak hanya
mendapatkan informasi saja, tetapi pengguna dapat berinteraksi dengan objek maya pada
lingkungan nyata, dalam hal ini adalah tampilan kamera.
Dalam skripsi ini dibuat program aplikasi GIS pada sistem operasi Android untuk
mencari lokasi SPBU dengan menggunakan peta digital dan juga augmented reality.
Kata Kunci : GIS, GPS, Android, Peta, Augmented Reality

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi saat ini
sangatlah cepat. Teknologi bergerak (mobile
technology) tidak hanya digunakan untuk
berkomunikasi tetapi juga ber-internet-an,
bermain game, memproses dokumen, serta
berfungsi
sebagai
peta.
Dengan
berkembangnya teknologi mobile saat ini
perangkat mobile menawarkan kemampuan
komputasi canggih yang disebut sebagai
smartphone. Salah satu smartphone yang
sedang trend saat ini adalah smartphone
berbasis sistem operasi Android.
Stasiun pengisian bahan bakar umum
(SPBU) merupakan tempat pengisian bahan
bakar, biasanya bahan bakar minyak untuk
kendaraan
bermotor.
SPBU
sangat
dibutuhkan oleh para pengemudi untuk
mengisi bahan bakar kendaraan mereka.
Pengemudi yang sedang bepergian ke
tempat yang tidak dikenalnya akan kesulitan
dalam mencari lokasi SPBU terdekat.
Lokasi SPBU tidak terbaca di peta,
sehingga pengguna jasa SPBU yang
biasanya pengemudi hanya memperkirakan
letak
dan
jaraknya
saja.
Dengan
berkembangnya teknologi informasi saat ini
sangat mudah untuk mencari informasi
dengan cepat dan mudah. Untuk itu dengan
bantuan Geographical Information System
dan Augmented Reality dapat diketahui
lokasi
SPBU
beserta
jarak
dan
penyebarannya.
Berdasarkan uraian tersebut di atas
maka skripsi ini mengambil judul Program
Aplikasi GPS dan GIS untuk Mencari
Lokasi dan Jarak SPBU di Tangerang
Selatan dengan Peta dan Augmented
Reality Camera-View pada Perangkat
Bergerak Berbasis Android.
II. LANDASAN TEORI
2.1 GIS
(Geographical
System)

Information

Geographical Information System


(GIS) atau Sistem Informasi Geografis
(SIG) adalah sistem informasi khusus yang
mengelola data yang memiliki informasi
spasial (bereferensi keruangan) atau dalam
arti yang lebih sempit, adalah sistem
komputer yang memiliki kemampuan untuk
membangun, menyimpan, mengelola dan
menampilkan informasi berefrensi geografis.
2.2 GPS (Global Positioning System)
Global positioning system (GPS)
atau sistem pemosisi global merupakan
sistem yang digunakan untuk menentukan
posisi di permukaan bumi dengan
sinkronisasi sinyal satelit.
Dengan bantuan GPS seseorang
dapat mengetahui posisi objek yang
diinginkannya dengan bantuan perangkat
yang memiliki sensor GPS di dalamnya.
GPS bekerja ketika sejumlah satelit yang
berada di orbit Bumi memancarkan
sinyalnya ke Bumi, kemudian sinyal tersebut
ditangkap oleh sebuah alat penerima yang
nantinya diubah menjadi informasi berupa
titik lokasi dari alat penerima tersebut.
Karena alat ini bergantung penuh pada
satelit, maka sinyal satelit merupakan hal
yang penting untuk mendapatkan informasi
posisi objek yang berupa titik koordinat.
Untuk itu perlu diperhatikan hal yang dapat
mengganggu sinyal satelit antara lain adalah
kondisi geografis, alat yang mengeluarkan
gelombang elektromagnetik, gedung, dan
sinyal yang memantul.
2.3 AR (Augmented Reality)
Augmented Reality adalah teknologi
yang menggabungkan benda maya dua
dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam
sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu
memproyeksikan
benda-benda
maya
tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti
realitas
maya
yang
sepenuhnya
menggantikan kenyataan, realitas tertambah
sekedar menambahkan atau melengkapi

kenyataan [Wikipedia].
Sedangkan Ronald T. Azuma (1997)
mendefinisikan augmented reality sebagai
penggabungan benda-benda nyata dan maya
di lingkungan nyata, berjalan secara
interaktif dalam waktu nyata, dan terdapat
integrasi antar benda dalam tiga dimensi,
yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia
nyata. Penggabungan benda nyata dan maya
dimungkinkan dengan teknologi tampilan
yang sesuai, interaktivitas dimungkinkan
melalui perangkat-perangkat input tertentu,
dan integrasi yang baik memerlukan
penjejakan yang efektif.
Tujuan dari augmented reality
sebenarnya adalah untuk menambahkan
informasi ke dalam objek atau tempat yang
nyata. Augmented reality sudah digunakan
dalam beberapa bidang seperti dalam
kedokteran digunakan untuk pencitraan
medis, dalam dunia penerbangan membantu
pilot menunjukkan dataran yang mereka
lihat, dan di museum di mana artifak dapat
ditandai dengan informasi mengenai sejarah
dan sebagainya. realitas tertambah juga telah
diaplikasikan dalam perangkat-perangkat
yang digunakan orang banyak, seperti pada
telepon genggam.
2.4 Augmented Reality Camera-View
Augmented reality camera-view
merupakan tampilan yang dilihat pengguna
untuk mendapatkan sudut pandang dengan
penambahan objek yang tidak dapat dilihat
secara langsung yang berisi informasi pada
sudut pandang sebenarnya melalui kamera
perangkat yang digunakan.
Sudut pandang pengguna dalam
dunia nyata tidak akan mendapatkan
informasi yang diinginkannya tetapi dengan
augmented reality camera-view pengguna
akan mendapati objek, yang dapat berupa
ikon, gambar, ataupun teks dalam
lingkungan sebenarnya yang berisi informasi
melalui kamera pada perangkat yang
digunakannya.

2.5 Peta
Peta
merupakan
gambaran
permukaan Bumi pada bidang datar yang
diperkecil dengan menggunakan skala
tertentu. Terdapat beberapa bentuk peta,
yaitu peta yang tercetak dan peta digital.
Peta yang tercetak biasanya dicetak di atas
kertas ataupun benda lain, sedangkan peta
digital ditampilkan melalui komputer. Ilmu
yang mempelajari peta disebut kartografi.
Fungsi dari peta adalah menunjukkan
lokasi yang ada di permukaan bumi,
memperlihatkan bentuk pulau dan benua,
dan memperlihatkan ukuran ataupun jarak.
Biasanya peta memiliki legenda yang
merupakan simbol yang mempresentasikan
objek untuk memahami peta, tanda arah
yang menunjukkan arah empat mata angin,
dan skala yang merupakan perbandingan
jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya.
2.6 Android
Android adalah sistem operasi untuk
telepon genggam yang berbasis Linux.
Android bukan Linux, akan tetapi android
dibangun diatas Linux Kernel yaitu versi 2.6
sehingga kehandalannya dapat dipercaya.
Android menyediakan platform terbuka bagi
para pengembang untuk menciptakan
aplikasi mereka sendiri untuk digunakan
oleh bermacam piranti bergerak seperti
smartphone.
Di dunia ini terdapat dua jenis
distributor sistem operasi Android. Pertama
yang mendapat dukungan penuh dari Google
atau Google Mail Services (GMS) dan kedua
adalah yang benarbenar bebas distribusinya
tanpa dukungan langsung Google atau
dikenal sebagai Open Handset Distribution
(OHD).
2.7 Wikitude
Wikitude adalah aplikasi mobile yang
mendukung platform augmented reality.
Wikitude mendukung beberapa platform
smartphone, seperti Android, IPhone, dan

Symbian. Saat ini terdapat beberapa aplikasi


Wikitude seperti Wikitude World Browser
dan Wikitude Drive. Wikitude terpilih
sebagai Best Augmented Reality oleh
pembaca Augmented Planet pada tahun
2010.
Wikitude
merupakan
aplikasi
freeware. Developer diberi kebebasan untuk
mengembangkan aplikasi augmented reality
sendiri dengan menggunakan Wikitude API.
Wikitude
API
adalah
Application
Programming Interface (API) yang tangguh
dalam pengembangan augmented reality.
Pengembang didukung oleh berbagai macam
tools untuk membuat sendiri aplikasi
augmented reality atau meningkatkan
aplikasi yang sudah ada yang menggunakan
augmented reality camera-view engine.
Tetapi Wikitude API hanya tersedia untuk
Android dan IPhone.
2.8 POI (Point of Interest)
POI (Point of Interest) atau dapat
disebut titik koordinat adalah lokasi titik
tertentu yang menunjukkan objek pada titik
tersebut. Minimal POI memiliki titik latitude
dan longitude. Latitude merupakan garis
lintang, sedangkan longitude merupakan
garis bujur. Selain itu ada juga altitude
sebagai
informasi
tambahan
berupa
ketinggian dari objek tersebut.
2.9 LBS (Location Based Service)
LBS merupakan layanan yang
mengidentifikasikan lokasi atau objek,
seperti lokasi keberadaan seseorang, lokasi
bank, rumah sakit atau SPBU terdekat.
Dengan teknologi LBS (Location Based
Service) yang dapat digunakan untuk
mengetahui
posisi
berdasarkan
titik
geografis dari lokasi kita dan lokasi lain
yang diinginkan hal tersebut dapat
dilakukan.
Selain itu teknologi LBS ini dapat
diaplikasikan untuk GIS (Geographical
Information System). Perbedaan LBS

dengan GIS adalah LBS hanya akan


mendapatkan titik geografis dari lokasi saja,
sedangkan dengan GIS kita akan
mendapatkan informasi keruangan secara
geografis dengan bantuan LBS sebagai
layanan
untuk
mendapatkan
titik
geografisnya. Untuk mengaplikasikan GIS
dengan LBS paling tidak kita harus
mengetahui titik koordinat lokasi yang
diinginkan dan bank data (database) yang
menyimpan titik koordinat dan informasi
lain yang berguna mengenai lokasi tersebut.
2.10

Geografi
Geografi merupakan ilmu yang
mempelajari tentang lokasi serta persamaan
dan perbedaan (variasi) keruangan atas
fenomena fisik dan manusia di atas
permukaan bumi [Wikipedia]. Geografi
lebih dari sekedar studi tentang peta,
geografi tidak hanya menjawab apa dan di
mana di atas muka bumi, tapi juga mengapa
di situ dan tidak di tempat lainnya, kadang
diartikan dengan lokasi pada ruang.
2.11

Kota Tangerang Selatan


Kota Tangerang Selatan terletak di
bagian timur provinsi Banten dan secara
administratif terdiri dari 7 kecamatan, 49
kelurahan, dan 5 desa dengan luas wilayah
147.19 km2.
Batas wilayah Kota Tangerang Selatan
adalah sebagai berikut :

Sebelah utara berbatasan dengan


Provinsi DKI Jakarta dan Kota
Tangerang

Sebelah timur berbatasan dengan


Provinsi DKI Jakarta dan Kota
Depok

Sebelah selatan berbatasan dengan


Kabupaten Bogor dan Kota Depok

Sebelah barat berbatasan dengan


Kabupaten Tangerang.

2.12

Stasiun Pengisian Bahan Bakar

Umum (SPBU)
Stasiun pengisian Bahan Bakar
Umum (SPBU) atau biasa disebut pom
bensin merupakan tempat penjualan bahan
bakar yang digunakan oleh kendaraan
bermotor seperti mobil, motor, truk, dan
kendaraan bermotor lainnya. SPBU biasanya
menyediakan berbagai macam bahan bakar
seperti bensin, solar, gas, dan minyak tanah.
Selain sebagai tempat pengisian
bahan bakar saat ini SPBU juga digunakan
sebagai tempat peristirahatan bagi para
pengendara yang melakukan perjalanan
yang jauh. Itu dikarenakan banyak SPBU
yang menyediakan layanan tambahan seperti
adanya fasilitas kamar mandi, cafe, mini
mart dan fasilitas lainnya sehingga
pengendara dapat berhenti sejenak di SPBU
untuk membeli makanan atau
sekedar
istirahat sejenak untuk melepas lelah.
2.13

Perangkat Bergerak
Perangkat bergerak (mobile device)
merupakan perangkat elektronik teknologi
mobile yang merupakan jenis komputer
yang dioperasikan secara mobile. Perangkat
bergerak mempunyai ukuran yang kecil
sehingga dapat ditaruh di dalam kantung
penggunanya sehingga dapat dibawa
kemanapun.
Perangkat
bergerak
biasanya
memiliki layar dan papan ketik (keyboard)
analog yang berfungsi untuk mengetikkan
teks atau saat ini sudah banyak perangkat
yang tidak menggunakan papan ketik analog
sehingga fungsi layar tidak hanya sebagai
tampilan, tetapi dapat sebagai papan ketik
digital dengan teknologi layar sentuh (touch
screen).

2.14 Program Aplikasi (Application


Software)
Program atau program komputer
adalah serangkaian instruksi yang ditulis
untuk melakukan suatu fungsi spesifik pada
komputer [Wikipedia], sedangkan aplikasi
memiliki arti penerapan atau penggunaan.
Jadi program aplikasi berarti serangkaian
instruksi yang ditulis untuk melakukan
fungsi sesuai dengan yang ingin diterapkan
oleh penggunanya.
2.15

Bahasa Pemrograman Java


Java adalah bahasa pemrograman
yang dapat dijalankan di berbagai komputer
termasuk telepon genggam. Dikembangkan
oleh Sun Microsystems dan diterbitkan
tahun 1995 [Wikipedia].
Bahasa Java adalah sebuah bahasa
pemrograman yang dapat digunakan dalam
berbagai macam platform yang ada. Hal
inilah yang mendasari kesuksesan java
dalam dekade ini, yaitu bahwa aplikasi Java
dapat dieksekusi pada beragam sistem
operasi dan lingkungan software, seperti
halnya Mosaic, Netscape Navigator, atau
Internet Explorer. Ketidakbergantungan ini
pada platform inilah yang membuat Java ini
unik. Java berprinsip Code Once, Run
Anywhere.
III. ANALISA
KEBUTUHAN
DAN
PERANCANGAN
3.1 Gambaran Umum
Dengan menggunakan metode LBS
(Location Based Service) yang dapat
digunakan
untuk
mengetahui
posisi
berdasarkan titik geografis dapat dibuat
program aplikasi GIS (Geographical
Informaton System) yang bertujuan untuk
mencari informasi SPBU yang berguna bagi
para pengemudi. Berdasarkan POI (Point of
Interest) yang berupa titik geografis dapat
ditentukan lokasi SPBU pada peta. Dengan
penambahanan teknologi GPS yang dapat
mencari posisi pengguna dapat dihitung

jarak antara pengguna dengan SPBU


terdekat yang menjadi tujuan.
Selain itu dengan Augmented Reality
Camera-View Engine, pengguna tidak hanya
akan mendapatkan informasi melalui peta
saja, tetapi dengan tambahan fitur
Augmented Reality ini akan membantu
persepsi dan interaksi pengguna dengan
lingkungan dalam dunia nyata untuk
mendapatkan informasi mengenai lokasi
SPBU terdekat.
Dengan
mengaplikasikan
GIS
menggunakan map API dan Augmented
Reality ini pengguna akan mendapatkan
informasi berupa lokasi, arah, jarak, dan
informasi lain yang dibutuhkan seperti
fasilitas yang ada dan produk yang dijual
pada SPBU tersebut.

layer yang akan menggambarkan ikon yang


menunjukkan lokasi berdasarkan referensi
geografis pada kamera untuk menunjukkan
lokasi SPBU.
Sehingga pengguna akan melihat
tampilan peta dengan dengan tambahan
berupa gambar ikon di atasnya sesuai
dengan lokasi dari titik koordinat yang
sudah ditentukan. Begitu juga dengan
tampilan augmented reality, pengguna akan
diberikan sudut pandang pada lingkungan
nyata dengan adanya tambahan informasi
yang tidak dapat dilihat kecuali melalui
kamera handphone yang memiliki program
ini, berupa ikon yang menunjukkan lokasi
yang sudah ditentukan sesuai data ketika
pengguna mengarahkan kameranya ke arah
lokasi yang menjadi tujuan.

3.2 IPO (Input, Process, Output)


Sistem Informasi Geografis (SIG /
GIS) memiliki informasi yang mempunyai
hubungan geometris, dalam arti bahwa
informasi dapat dihitung, diukur, dan
disajikan dalam sistem koordinat. Sistem
koordinat inilah yang menjadi data
masukkan bagi program. Sistem koordinat
ini merupakan model data vector yang
disimpan dalam bentuk koordinat x, y, dan z
yang mempresentasikan altitude, latitude
dan longitude pada titik geografis.
Ketika program menggunakan titik
koordinat tersebut sebagai masukan untuk
program, program akan menggunakan titik
koordinat tersebut untuk menunjukkan titik
pada peta yang direpresentasikan oleh titik
koordinat tersebut. Setelah itu program akan
membuat layer baru untuk menaruh objek
berupa ikon sesuai titik koordinat yang
sudah ditentukan oleh representasi titik
koordinat tersebut untuk menggambarkan
bahwa titik tersebut terdapat bangunan
berupa SPBU. Begitu juga pada penggunaan
Augmented Reality Camera-View, program
akan mengambil titik koordinat pada
database, setelah itu program akan membuat

3.3 Analisa Kebutuhan


Dalam merancang program aplikasi
GIS untuk menentukan lokasi SPBU perlu
mempertimbangkan
dan
menganalisa
kebutuhan perangkat keras (Hardware) dan
perangkat lunak (Software) yang akan
digunakan agar program tersebut dapat
berjalan seperti yang diharapkan. Proses
pembuatan program aplikasi GIS ini
membutuhkan
perangkat
keras
dan
perangkat lunak sebagai media dan alat yang
digunakan untuk pembuatan program,
dimulai dari rancangan hingga program jadi
dan
juga
pada
saat
program
diimplementasikan ke dalam lingkungan
sebenarnya.
3.3.1
Kebutuhan
Perangkat
Keras
Tabel 3.1 Kebutuhan Perangkat
Keras
Perangkat Keras
Keterangan
Komputer

Spesifikasi Minimal :
1. Processor
Intel
Dual Core T2390
1.86 Ghz
2. Memory 2 GB

RAM
3. Video Card Intel
GMA 256 MB
4. Hard Disk 20 GB
Mobile Device

Spesifikasi Minimal :
1. Operating System
Android
2.2.1
(Froyo)
2. Processor ARMv6
600MHz
3. Memory 279 MB
RAM
4. Layar QVGA (240
X 320) pixel
resolution
5. General HSDPA
7.2Mbps,
900/2100
Mhz,
EDGE/GPRS
850/900/1800/190
0 Mhz
6. Kamera

http://www.poi.cingciripit.c
Database Server
om/android/poi.php

Kabel USB

Kabel yang berfungsi


untuk menyambungkan
perangkat (devices)
dengan komputer.

3.3.2
Kebutuhan
Lunak

Perangkat

Tabel 3.2 Kebutuhan Perangkat


Lunak
Perangkat
Keterangan
Lunak
Sistem Operasi Sistem Operasi yang
Ubuntu
merupakan salah satu
distro Linux.
Java
Development
Kit

Tools pengembang
bahasa pemnrograman
Java.

Eclipse

Perangkat lunak untuk

pengembangan program
dengan lingkungan multi
bahasa pemrograman.
Android
Development
Tools (ADT
plug-in)

Plug-in yang digunakan


untuk mengintegrasikan
eclipse menjadi
lingkungan
pengembangan Android.

Android SDK
(Software
Development
Kit)

Tools pengembang
program Android.

Map API
(Aplication
programming
Interface)

Antarmuka program
berupa peta digital.

Wikitude SDK Tools yang digunakan


untuk merancang
antarmuka augmented
reality.
MySQL

Perangkat lunak yang


digunakan untuk
manajemen basis data.

Wikitude
aplikasi
World Browser
Reality

Augmented
browser

dari

wikitude
Gimp

Perangkat lunak pengolah


citra.

3.4 Perancangan
Dalam perancangan pembuatan
program digunakan metode prototyping.
Paradigma metode prototyping adalah
sistem informasi yang menggambarkan
sebuah
sistem.
Metode
prototyping
dievaluasi
dan
digunakan
kembali
kebutuhannya
sesuai
dengan
yang
diinginkan user.
Program aplikasi GIS ini mempunyai
empat tahap utama dalam proses

pembuatannya. Tahap pertama adalah


pendefinisian kebutuhan. Pada tahap ini
dilakukan inventarisasi terhadap elemen apa
saja yang akan dimasukkan ke dalam
program ini. Pada tahap ini terjadi pemilihan
metode pengkodean dan gambaran kasar
program ini.
Tahap kedua adalah perancangan
antarmuka. Pada tahap ini dilakukan
perancangan antarmuka untuk pengguna.
Perancangan pada tahap ini meliputi
pembuatan diagram alur agar memudahkan
dalam proses pembuatan dan juga gambaran
antarmuka dari program ini.
Tahap
ketiga
adalah
tahap
pengkodean aplikasi. Pada tahap ini, semua
elemen yang ada pada daftar kebutuhan
yang ada pada tahap pertama dimasukkan
secara kode ke dalam program. Pada tahap
akhir ini dilakukan sebuah pengujian
terhadap keseluruhan kode dalam bentuk uji
kompilasi. Hasil ujian kondisional ini akan
menentukan
apakah
aplikasi
dapat
dilanjutkan ke tahap berikutnya atau harus
ditulis ulang agar lolos uji kompilasi.
Tahap keempat atau yang terakhir
adalah tahap pengujian program secara
runtime atau nyata. Tahap ini dilakukan
secara berulang terhadap program yang lolos
uji kompilasi dengan berbagai macam
kondisi yang mungkin terjadi guna melihat
kinerja aplikasi, menguji integrasi aplikasi
terhadap berbagai macam handphone, dan
mengetahui apakah antarmuka
yang
digunakan
cocok
dengan
tujuan
diciptakannya aplikasi ini.
3.4.1.

Struktur Navigasi
Struktur navigasi adalah struktur
atau alur dari suatu program (navigasi)
yang merupakan perancangan hubungan
dan rantai kerja dari beberapa area yang
berbeda
dan
dapat
membantu
mengorganisasikan seluruh elemen dalam
program.
Struktur
navigasi
yang
digunakan pada program ini adalah

struktur navigasi Non-Linier. Struktur


navigasi
Non-Linier
mempunyai
kedudukan elemen yang sama, sehingga
tidak ada elemen master atau slave page.
Alasan dari pemilihan struktur navigasi ini
disebabkan struktur navigasi ini bersifat
interaktif dan lebih mudah dalam
mengakses seluruh elemen sehingga
pengguna akan diberi kebebasan untuk
memilih elemen yang telah disediakan
pada program.

Gambar 3.1 Struktur Navigasi


IV. Uji Coba dan Implementasi
4.1 Uji Coba
Pengujicobaan program aplikasi GIS
ini dilakukan menggunakan perangkat
bergerak Samsung Galaxy Mini GT-S5570.
Untuk melakukan uji coba pada perangkat
ini pertama tama adalah menyambungkan
terlebih dahulu kabel USB antara komputer
dan Samsung Galaxy Mini GT-S5570. Ubah
mode perangkat di pengaturan menjadi mode
debugging yang berarti perangkat yang
sedang digunakan mengizinkan pengujian
pengembangan program di perangkat
tersebut pada saat kabel USB dipasangkan.
Setelah
merubah
ke
mode
debugging, Instal program Wikitude World
Browser.
Wikitude
World
Browser
merupakan perangkat lunak dari Wikitude
yang berupa program penjelajah Augmented
Reality Camera-view yang bereferensi
geografis. Program ini dapat di unduh
langsung di halaman web Wikitude atau

dapat di unduh melalui Android Market.


Program ini dapat di unduh secara gratis.
Jika Wikitude World Browser sudah
berhasil ter-install maka langkah selanjutnya
adalah melakukan debug program aplikasi
GIS. Pada project explorer pilih projek yang
akan di uji coba, dalam hal ini adalah projek
GISAR. Lalu lakukan debug pada projek
tersebut. Berikut adalah hasil dari uji coba
program aplikasi GIS.
Gambar 4.3 Tampilan Augmented Reality
Camera-view Wikitude API Aplikasi GIS

Gambar 4.1 Tampilan Halaman Utama


Gambar 4.4 Tampilan Halaman About

Gambar 4.2 Tampilan Program Peta

4.2 Implementasi
Untuk
mengimplementasikan
program ini di lingkungan sebenarnya,
sebelumnya buat program aplikasi GIS ini
menjadi installer agar dapat di-install di
perangkat Android. Format file installer
program pada Android adalah *.apk . Apk
(Android Package) sebenarnya adalah
variasi format JAR pada java yang
digunakan khusus untuk sistem operasi
Android.

tersebut dikarenakan posisi dari GPS yang


berubah dikarenakan faktor sinyal atau
tempat.

Gambar 4.9 Implementasi Pada Samsung


Galaxy mini

4.3 Hasil Uji Coba


Hasil uji coba dilakukan oleh 10
orang di lokasi yang berbeda. Dari hasil uji
coba yang dilakukan didapatkan keakuratan
program
ini
adalah
80%.
Hasil
penyimpangan atau ketidakakuratan yang
terjadi pada program dimungkinkan karena
faktor sinyal GPS yang buruk dikarenakan
pengguna yang menggunakan program ini
sedang di dalam gedung atau di tempat yang
tidak mendapat sinyal GPS sehingga
program salah menempatkan titik koordinat
yang menyebabkan kesalahan dalam
perhitungan jarak.
Pengujian
berikutnya
adalah
membandingkan keakuratan jarak SPBU
pada tampilan peta dan Augmented Reality
Camera-View. Pengujian ini bermaksud
membandingkan jarak beberapa posisi data
dengan pengguna. Pengujian ini dilakukan
pada mode peta dan mode AR Camera-view.
Dengan membandingkan data yang
didapat maka dapat disimpulkan program ini
dapat menunjukkan jarak dengan cukup
akurat. Program ini mempunyai selisih jarak
0.37% pada tampilan peta dan tampilan
Augmented Reality Camera-View. Selisih

V. Kesimpulan dan Saran


5.1 Kesimpulan
Dengan memanfaatkan tools yang
digunakan untuk pengembangan program
dan kemampuan untuk mengakses lokasi
dapat dibangun program aplikasi GIS untuk
menentukan penyebaran lokasi SPBU
(Stasiun Pengisian Bahan Bakar). Selain itu
dengan pengaplikasian GPS (Global
Positioning System) yang digunakan untuk
menentukan lokasi pengguna, dapat dihitung
jarak antara pengguna dengan SPBU yang
menjadi
tujuan.
Sehingga
dengan
menggunakan program aplikasi GIS ini
pengguna dapat mencari lokasi dan
informasi SPBU serta jarak antara pengguna
dan SPBU yang yang dituju dengan
menggunakan peta atau Augmented Reality
Camera-view.
5.2 Saran
Dalam pengembangan selanjutnya
untuk program ini, pengembang disarankan
untuk menambahkan objek lain seperti
rumah sakit, minimart, sekolah, dan
sebagainya
dikarenakan
kebutuhan
pengguna akan fasilitas yang dibutuhkannya
bervariasi.
Pengembang
dapat
mengembangkan program ini dari segi peta
ataupun
augmented
reality
dengan
menambahkan fungsi lain yang lebih
interaktif untuk digunakan oleh pengguna
seperti penunjuk jalan ke tempat tujuan dan
menampilkan gambar atau foto objek yang
dituju. Dengan perkembangan augmented
reality yang semakin maju, pengembang
juga dapat menambahkan grafik yang lebih
interaktif dan memberikan informasi yang
lebih sehingga pengguna akan lebih tertarik
untuk menggunakan program ini.