Anda di halaman 1dari 4

Pemerintah Indonesia Minta Mesir

Lindungi WNI

P
residen Joko Widodo (Jokowi), (SINDOphoto).
JAKARTA - Pemerintah Indonesia meminta kepada Pemerintah Mesir untuk melindungi
Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sana.
Hal tersebut salah satu poin pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden
Mesir Abdel Fatah al-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta.
Jokowi mengatakan, jumlah mahasiswa asal tanah air yang berada di Mesir sekitar 3.000
orang, dan buruh migran sekitar 1.200 orang.
"Yang mulia tadi menyanggupi untuk ke depan, kita ingin terus meningkatkan kerja sama,
baik dalam bidang ekonomi, perdagangan, investasi," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta,
Jumat 4 September 2015.
Lebih lanjut Jokowi mengatakan, investasi Indonesia cukup besar di Mesir. Pemerintah
Indonesia pun meminta pemerintah Mesir memberi kemudahan untuk investor asal tanah air.
"Kami juga bertukar pikiran bagaimana memajukan demokrasi dan Islam yang rahmatan Lil
Alamin, termasuk di dalamnya kami bicara soal radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme,"
ucap Jokowi.
Lebih lanjut dia mengatakan, Indonesia dengan Mesir memiliki hubungan erat yang telah
lama terjalin. Kata Jokowi, Mesir merupakan salah satu negara pertama yang memberi
pengakuan atas kemerdekaan Indonesia.
(maf)

SBY Harap Jokowi-JK Jaga Hubungan


dengan Jepang
Senin, 1 September 2014 13:52 WIB

Jokowi-JK, (SINDOphoto).
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap Joko Widodo-Jusuf
Kalla (Jokowi-JK) jaga hubungan baik dengan Jepang.
Pernyataan itu dikatakan Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. Menurutnya,
Presiden SBY dengan mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Yasuo Fukuda selalu
membicarakan hubungan baik Indonesia dan Jepang.
"Jadi hubungan (baik) dengan Jepang saat ini yang diharapkan Presiden yang disampaikan
kepada Fukuda," ucap Julian sesaat Presiden SBY bertemu dengan Yasuo Fukuda di Kantor
Presiden, Jakarta, Senin (1/9/2014).
Presiden SBY, ujar dia, dalam 10 tahun terakhir, hubungan antara Jepang dengan Indonesia
sangat baik, sangat konstruktif dan Jepang juga memberi kontribusi yang besar terhadap
pertumbuhan, pembangunan khususnya kemajuan ekonomi di Indonesia.
"Agar tetap bisa menjaga hubungan persahabatan kedua negara. Tidak saja kerja sama di
bidang ekonomi tetapi juga di bidang politik dan keamanan," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, dilaporkan pula dalam pertemuan itu bahwa tahun ini investasi
dari Jepang meningkat sebesar 50 persen, menempatkan negara itu sebagai investor terbesar
di Indonesia saat ini.
(maf)

Indonesia Tidak Mau Terseret Konflik Laut


China
Saiful Munir
Kamis, 24 Juli 2014 16:19 WIB

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat menerima kunjungan Vice Chairman of The
Central Military Commission People's Liberation Army China Jenderal Fan Changlong.
(Dok. Koran Sindo)
JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan posisi Indonesia dalam
konflik di Laut China Selatan dan Laut China Timur adalah netral.
Penegasan tersebut disampaikan Purnomo saat menerima kunjungan Vice Chairman of The
Central Military Commission People's Liberation Army China Jenderal Fan Changlong ke
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Kawasan China Selatan yang saat ini dalam kondisi sengketa berbatasan dengan lima negara.
Di antaranya Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darusalam dan Jepang. Hingga saat ini,
hubungan antara China dan Filipina, Vietnam serta Jepang terus memanas.
Purnomo mengatakan, Indonesia sebagai negara yang wilayahnya juga bersinggungan
langsung dengan Laut China Selatan tidak ingin ikut terseret dalam konflik.
Hal tersebut seperti yang telah diamanatkan Undang-Undang 1945 bahwa Indonesia juga
turut serta dalam menjaga perdamaaian dunia.
"Secara hubungan bilateral kami tidak ada masalah dengan China. Indonesia bukan terlibat.
Kami sebagai negara kepulauan ingin menjaga daerah itu sebagai zona damai, kawasan bebas
untuk berlayar, dan stabilitas. Karena banyak kapal dagang dengan muatan komoditas
tertuntu melalui jalur tersebut," tutur Purnomo di Komplek Kementerian Pertahanan, Jalan
Medan Merdeka Barat Nomer 13-14, Jakarta Pusat, Kamis (24/7/2014).
Terkait konflik China dengan Jepang, Purnomo juga menjelaskan apapun yang terjadi di
antara keduanya, Indonesia memahami bahwa kedua negara tersebut meruapakan negara
yang sama-sama besar.
Dia menyarankan, agar kedua negara dapat meredam ketegangan tersebut. "Kami tidak ingin
konflik meningkat karena akan mengganggu stabilitas di Asia Pasifik," tuturnya. (saiful)

(dam)