Anda di halaman 1dari 18

CONSULTATIONLIAISON PSYCHIARTY

MEILISA SRI SUZANA


H1AP10026
Pembimbing :
dr. Lucy M. Bangun, SpKJ

Praktek Kepaniteraan Klinik


Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu
RSKJ-Soeprapto

Pendahuluan
Penyelesaian masalah kesehatan tidak hanya tertuju pada
penanganan antara fisik dan mental

Mengacu pada pemahaman mind and body unity, serta


pengenalan terhadap keluhan dan gejala fisik yang
ternyata dapat dipengaruhi dan berdampak pada kondisi
mental-emosional dan sosialnya, maka keluhan dan gejala
penyakit tidak hanya diatasi secara medik, tetapi juga
tertuju pada kualitas hidup penderita

Pendahuluan
Keluhan dan gejala fisik

kondisi mental emosional dan sosialnya.

Kualitas Hidup Penderita

Kualitas hidup adalah keadaan yang dipersepsikan terhadap


keadaan seseorang sesuai konteks budaya dan sistem nilai yang
dianutnya, termasuk tujuan hidup, harapan dan niatnya.
Kualitas hidup mencakup :
a. Gejala fisik
b. Kemampuan fungsional (aktivitas)
c. Kesejahteraan keluarga
d. Spiritual
e. Fungsi sosial
f. Kepuasan terhadap pengobatan (termasuk masalah keuangan)
g. Orientasi masa depan
h. Kehidupan seksual, termasuk gambaran terhadap diri sendiri
i. Fungsi dalam bekerja

Consultation-Liaison Psychiarty

Subspesialisasi dalam disiplin ilmu kedokteran jiwa/psikiatri yang


menjembatani penanganan kasus-kasus psikiatri dengan penyakit
medik umum dan bidang spesialisasi kedokteran lainnya,
sehingga CLP merupakan bagian yang sangat fungsional dalam
suatu tim medis dalam melakukan pendekatan, tatalaksana
pasien

dengan

prognosisnya.

kondisi

medis

umum

serta

meramalkan

Peebedaan konsultasi biasa dengan CLP

KONSULTASI BIASA

Konsultasi dengan
pendekatan dengan
model medik (medical
model)klasik yaitu lebih
mengutamakan
pendekatan fisik (biomedik)dan medis teknis
dan mengabaikan
pendekatan
biopsikososial.
Kemampuan pelayanan
sebatas menerima dan
menjawab konsul pasien
dari disiplin kedokteran
lainnya.

CLP merupakan integrasi tim


CLPmeliputi spesialis,
multidisipliner,
psikolog, perawat, pekerja sosial
dan praktisi agama.
Yang menjadi leader adalah
psikiater, yang memerlukan
kopetensi khusus terutama dalam
pengetahuan mengenai
manajemen pasien secara holistik
yang meliputi mental, emosional,
sosial serta menjelaskan kepada
pasien dan keluarga
Diperlukan kompetesi dalam
komunikasi ilmu kedokteran
secara umun dan psikiatri secara
khusus, bahkan berkaitan dgn isu
legal

CLP

CLP dimulai dengan penemuan


kasus, menentukan diagnosis
dan prognosis, membuat
strategi tatalaksana dan
melaksanakan bersama tim
dengan mengutamakan kualitas
pasien
CLP mencegah terjadinya
komorbiditas gang.psikiatri
serta mencegah kekambuhan
komorbiditas gangguan psikiatri
Satu tim multidisiplin untuk
penanganan kasus bermasalah
dalam kesehatan mental seperti
di pusat kesehatan mental
komunitas, rumah sakit tipe
a,b,c,d,e

CLP didasarkan pada 6 prinsip


utama

Hubungan kerja yang erat antara psikiater dgn dokter


umum
Keterlibatan psikiater sejak awal perkembangan terapi
pasien, bahkan sebelum ada gejalah psikiatri yg
berkembang
Keterlibatan dalam seluruh tim medis pada terapi
pasien
Komitmen utk mengikuti perjalan dari pasien dan
keluarganya
Pemahaman terhadap konflik utama intrapsikis dan
intra keluarga
Menolong pasien dari lingkungan yg asing dan
terisolasi

Contoh kerja sama CLP

Seorang psikiater yang bersama sama dengan


dokter syaraf menangani pasien stroke yg juga
mengalami depresi pasca stroke
Seorang psikiater bekerja sama dengan dokter
obstetri ginekologi menangani kasus depresi pasca
melahirkan, baby blues, infertilitas dan depresi pada
menopause
Seorang psikiater bekerja sama dengan dokter PDL
dalam menangani kasus diabetes yang berkaitan
dgn depresi
Seorang psikiater bekerja sama dgn dokter bedah
pada kasus operasi estetika yg berlebihan, kondisi
luka bakar dan amputasi

CLP merupakan integrasi tim multidisipliner, meliputi spesialis,


psikolog, perawat, pekerja sosial dan praktisi agama. Dalam
prosesnya, di perlukan peningkatan komunikasi, pertukaran
informasi serta input dari semua pihak interdisipliner

CLP tidak hanya meliputi kemampuan pelayanan sebatas


menerima dan menjawab konsul melainkan

bertujuan utk

melakukan pendekatan secara holistik yang meliputi mental


emosi dan sosial, serta mampu menjelaskan kepada pasien,
keluarga dan org yg terlibat didalamnya.

Consultation-Liaison Psychiarty

Sistem

biologis

berpengaruh

pada

anatomik,

struktural, dan molekular dari penyakit serta efeknya


pada fungsi biologis pasien.

Sistem

psikologis

psikodinamik,

berpengaruh

motivasi,

dan

efek

faktor

kepribadian

pada

pengalaman sakit serta reaksi terhadap penyakit.

sistem

sosial

berpengaruh

pengaruh

kultural,

agama, lingkungan, dan keluarga terhadap penyakit.

Consultation-Liaison Psychiarty
Program CLP dimulai dari :
penemuan kasus

diagnosis

Tatalaksana

prognosis

Area Layanan CLP yang Terdapat


dlm Masalah Medis dan Bedah

Gangguan kepribadian didalam tatanan medis umum

Manifestasi psikiatri didalam penyakit medis dan neurologis

Faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi medis

Psiko-onkologi

Psikofarmakologi pada penyakit medis, termasuk interaksi obat

Psikoterapi pada penyakit medis

Gangguan somatoform

Bunuh diri

Obesitas, hipertensi

Smoking cessation

Gangguan stress akut

Agresi dan impulsitas

Penyalahgunaan zat, alkohol didalam tatanan medis umum, termasuk sindroma


putus zat

Kecemasan didalam tatanan medis umum

Penyesuaian dan penerimaan terhadap penyakit

Kematian, kondisi terminal dan kedukaan

Delirium dan demensia

Demensia didalam tatanan medis umum

Depresi didalam tatanan medis umum

Penentuan kapasitas dan isu forensik lainnya

Ganggaun buatan dan malingering

Rasa sakit

Consultation-Liaison Psychiarty

Selain menangani pasien dengan komorbiditas


gangguan psikiatrik, peran CLP adalah juga mencegah
terjadinya komorbiditas gangguan psikiatri, serta
mencegah kekambuhan komorbiditas psikiatri.

Biasanya konsul terjadi saat tim dokter pertama


dihadapkan kepada masalah kesehatan mental, atau
bagaimana kesehatan mental pasiennya
mempengaruhi perawatan dan pengobatannya

Tujuan yang di harapkan antara lain:

Skrining dan identifikasi pasien dengan


premorbid dan komorbid dengan kondisi
pskiatrik,

Rujukan untuk terapi yang sesuai,

Hubungan komunikasi dengan tim pelayanan,

Memfasilitasi komunikasi antar penyedia


pelayanan.

Consultation-Liaison Psychiarty

Terapi dalam CLP dapat disimpulkan sebagai


integrasi
sebagai

dalam
pusat

mengunakan
dengan

pengobatan
dalam

manajemen

kolaborasi

memperhatikan

dimana

antar

pasien

penyakit

profesional

kompleksitas

pasien

secara sistem organik dan elemen psikososial


dan kompleksitas jumlah disiplin ilmu dan tipe
pengobatan yang terlibat

TERIMA KASIH