Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA MASSA JENIS DAN VISKOSITAS

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013


MODUL
PEMBIMBING

: MASSA JENIS DAN VISKOSITAS CAIRAN


: RISPIANDI,ST,MT.

PEMBUATAN

: 25 SEPTEMBER 2013

PENYERAHAN

: 3 OKTOBER 2013
OLEH

KELOMPOK
SIFA FUZI A
KELAS

:7
131411027
: 1A

PROGRAM STUDI

DIPLOMA III TEKNIK

KIMIA
JURUSAN TEKNIK

KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2013

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK


MODUL PRAKTIKUM
: MASSA JENIS DAN VISKOSITAS CAIRAN
NAMA PEMBIMBING
: RISPIANDI,ST,MT.
NAMA MAHASISWA
: SHOFIYA WARDAH NABILAH
TANGGAL PRAKTEK
: 25 SEPTEMBER 2013
TANGGAL PENYERAHAN : 2 OKTOBER 2013
1. Tujuan Percobaan
Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu :
Menentukan massa jenis suatu zat dalam keadaan cair.
Menentukan viskositas suatu cairan.
Menghitung viskositas suatu cairan berdasarkan percobaan.

2. Dasar Teori
2.1 Masa Jenis
Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin
tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya.
Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total
volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi)
akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang
memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air). Satuan SI massa jenis adalah
kilogram per meter kubik (kgm-3)
Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis
yang berbeda. Dan satu zat berapapun massanya berapapun volumenya akan
memiliki massa jenis yang sama.
Rumus untuk menentukan massa jenis adalah
dengan
adalah massa jenis,
m adalah massa,
V adalah volume.
Satuan massa jenis dalam 'CGS [centi-gram-sekon]' adalah: gram per
sentimeter kubik (g/cm3).
1 g/cm3=1000 kg/m3
Massa jenis air murni adalah 1 g/cm3 atau sama dengan 1000 kg/m3
Selain karena angkanya yang mudah diingat dan mudah dipakai untuk
menghitung, maka massa jenis air dipakai perbandingan untuk rumus ke-2
menghitung massa jenis, atau yang dinamakan 'Massa Jenis Relatif'
Rumus massa jenis relatif = Massa bahan / Massa air yang volumenya sama.
Massa jenis suatu zat dapat ditentukan
dengan berbagai alat, salah satunya adalah
dengan menggunakan

piknometer.

Piknometer adalah suatu alat yang terbuat


dari kaca, bentuknya menyerupai botol
parfum atau sejenisnya. Terdapat beberapa
macam ukuran dari piknometer, tetapi
biasanya volume piknometer yang banyak
digunakan adalah 10 ml dan 25 ml, dimana nilai volume ini valid pada
temperature yang tertera pada piknometer tersebut.
Bagian-bagian Piknometer terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1. Tutup piknometer, untuk mempertahankan suhu di dalam piknometer.

2. Lubang
3. Gelas atau tabung ukur, untuk mengukur volume cairan yang dimasukkan
dalam piknometer.

2.2 Viskositas
Viskositas adalah suatu cara untuk menyatakan berapa daya tahan dari aliran
yang di berikan oleh suatu cairan. Makin kental cairan,maka makin besar gaya
yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada kecepatan tertentu. Koloid
berbentuk

bola

membentuk

system

disperse

dengan

viskositasnya

rendah,sedangkan yang berbentuk linier viskositasnya tinggi.

Hukum Poiseuille
Banyaknya cairan yang mengalir persatuan waktu melalui penampang
melintang berbentuk silinder berbentuk jari-jari r, yang panjangnya l di tentukan
oleh, perbedaan tekanan (p) pada kedua ujung pipa juga ditentukan oleh viskositas
cairan dan luas penampang pipa.
Hukum Stokes
Apabila benda padat bergerak dengan kecepatan tertentu dalam medium,
maka benda tersebut akan mengalami hambatan yang dialami fluida (gaya gesek
sebanding dengan kecepatan relatif gerak benda terhadap medium dan
viskositasnya).
Besarnya koifisien tergantung bentuk geometri benda. Untuk benda
nerbentuk jari-jari akan didapat k=6r. Jika F dikenakan pada partikel bola
dalam larutan maka aliran laminar F=6r
Bila viskositas gas meningkat dengan naik temperatur,maka viskositas
cairan menurun.
Flusitas dari suatu cairan yang merupakan kebalikan dari viskositas akan
meningkat dengan makin tingginya temperature (Martin , 1993).
Viskositas cairan merupakan fungsi dari ukuran dan permukaan molekul,
gaya tarik antar molekul dan struktur cairan.
Jumlah molekul yang memiliki energi yang diperlukan untuk mengalir
dihubungkan dengan faktor. Maka fluiditas sebanding dengan dan
sebanding dengan (Maxwell-Bolttzman).

viskositas

Alat viskositas disebut viskometer,digunakan untuk mengukur kecepatan


dari suatu cairan yang mengalir melalui gas kapiler. Bila cairan mengalir
cepat,maka viskositasnya tinggi.
1) Viskometer Kapiler / Ostwald
Ditentukan dengan cara mengukur waktu yang
dibutuhkan oleh sejumlah cairan melalui dua tanda batas
di pipa kapiler yang berdiri tegak dengan gaya gravitasi
yang ada pada cairan atau yang disebabkan berat cairan.
2) Viskometer Hoppler
Gaya gerak = Gaya berat Gaya Archimedes.
Prinsip kerjanya menggelindingkan bola ( terbuat dari
kaca ) melalui tabung gelasvertikal berisi zat cair yang di
selidiki. Kecepatan jatuhnya bola merupakan fungsi dari
harga respirok sampel.
3. Skema Kerja
Penentuan Massa Jenis
a. Alat piknometer
Volume

PENGECEKAN ALAT

Suhu

BERSIHKAN DAN KERINGKAN

PENIMBANGAN DAN CATAT BERATNYA

PENGISIAN

PENUTUPAN

PENIMBANGAN DAN CATAT BERATNYA

HITUNG PERUBAHAN
BERAT
ULANGI

b. Alat Higrometer

PENGISIAN ALAT UKUR DENGAN


CAIRAN
PENCELUPAN
HIGNOMETER
PENUNGGUAN HINGGA TAK
BERGERAK
PENENTUAN

Penentuan viskositas cairan metode Ostwald


PERSIAPAN VISKOMETER

PENGISIAN VISKOMETER HINGGA BAWAH

PENARIKAN SEJUMLAH
PENGHIDUPAN

MATIKAN

CATAT

ULANG
4. Keselamatan Kerja
Pakailah jas lab dan sepatu tertutup. Untuk menjaga alat tidak mudah rusak

tabung dibersihkan dengan pelarut yang sesuai dengan zat yang ditentukan viskositas
dan massa jenisnya.
5. Data Percobaan
1) Penentuan massa jenis
Nama zat : Air
N
Kegiatan
O
1 Berat pikno kosong
2 Berat pikno isi
3 Berat isi
Nama zat : Polietilen
N

Kegiatan

Gram
13,49
24,02
10,53
Gram

O
1 Berat pikno kosong
2 Berat pikno isi padatan
3 Berat pikno isi padatan + air
Nama zat : Pasir Silika

13,47
17,39
23,17

N
Kegiatan
Gram
O
1 Berat pikno kosong
13,44
2 Berat pikno isi padatan
16,77
3 Berat pikno isi padatan + air
24,30
NO Zat
Waktu(s) Waktu(s) Waktu(s)
1
Etanol
290
293
291
2
Air
102
103
101

2) Penentuan
viskositas
Waktu(s)
290
101

Waktu(s)
292
100

Rata2
291,2
101,4

Viskositas air
N
O
1
2
3
4
5

Suhu 0 C

Viskositas

20
25
30
35
40

1,00 Cp
0,95 Cp
0,80 Cp
0,75 Cp
0,70 cp

6. Perhitungan
1) Massa Jenis
a. Volume Piknometer
Volume Air = Volume Piknometer; Berat Air:
Berat Piknometer+Air Berat Piknometer Kosong = 24,02g 13,49g = 10,53g
Massa Jenis Air : 1 g/mL
berat air
10,53 g
=
=10,53 mL
Volume Air/Volume Piknometer = massa jenis air 1 g/mL
b. Massa Jenis Polietilen
Berat Padatan = Berat Pikno+Padatan Berat Pikno kosong
= 17,39g 13,47g
= 3,92g
Berat Air = Berat Pikno+1/2Padatan+1/2Air Berat Pikno+Padatan
= 23,17g 17,39g
= 5,78g
berat air
5,78 g
=
=5,78 mL
Volume Air = massa jenis air 1 g/mL
Volume Padatan = Volume Piknometer Volume Air
= 10,53mL 5,78mL
= 4,75mL

Massa Jenis Polietilen =

berat Polietilen
3,92 g
=
=0,82 g /mL
volume Polietilen 4,75 mL

c. Massa Jenis Pasir Silika


Berat Padatan = Berat Pikno+Padatan Berat Pikno kosong
= 16,77g 13,44g
= 3,3g
Berat Air = Berat Pikno+1/2Padatan+1/2Air Berat Pikno+Padatan
= 24,30g 16,77g
= 7,53g
berat air
7,53 g
=
=7,53 mL
Volume Air = massa jenis air 1 g/mL
Volume Padatan = Volume Piknometer Volume Air
= 10,53mL 7,53mL
= 3,00mL
berat Polietilen
3,33 g
=
=1 g /mL
Massa Jenis Polietilen = volume Polietilen 3,00 mL
2) Viskositas Ethanol
- Massa Jenis Ethanol
Berat Piknometer Kosong = 13,41g
Berat Piknometer+Ethanol = 22,07g
Berat Ethanol = Berat Piknometer+Ethanol - Berat Piknometer Kosong
= 22,07g 13,41g
= 8,66g
Volume Ethanol dalam 1 piknometer = Volume Piknometer = 10,53mL
berat Ethanol
8,66 g
=
=0,82 g /mL
Massa Jenis Ethanol = volume Ethanol 10,53 mL
Udara 200C dengan viskositas 1,00 Cp
x Px . tx
=
y Py . ty
x 0,82 .291,2
=
1
1 .101,4
x 238,784
=
1
101,4
x=2,3548 Cp

7. PEMBAHASAN

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan dalam praktikum


massa jenis dan viskositas kali ini, diantaranya:

1. Pada praktikum massa jenis, kami menggunakan piknometer 25mL 20 0C, namun karena
suhu ruangan diperkirakan lebih dari 200C, dan oleh karena itu volume piknometer
menjadi tidak tepat 25mL, maka kami harus mencari volume piknometer dengan jalan
perhitungan, dimana volume piknometer sama dengan volume air 1 piknometer penuh.

2. Pada praktikum viskositas menggunakan viskometer ostwald, pada pengukuran


viskositas air, saat kami menunggu air menurun menuju tanda batas berikutnya,
waktu menurunnya air sangat lama, hal ini disebabkan karena pada saat yang
bersamaan kami menutup mulut pipa sebelah kanan viskometer Ostwald yang
seharusnya tidak ditutup. Sedangkan pada pengukuran viskositas etanol, waktu
menurunnya etanol menuju tanda batas berikutnya pun sangat lama, hal ini
disebabkan adanya gelembung kecil yang luput dari perhatian kami.

8. KESIMPULAN
1. Melalui praktikum kali ini, kami memperoleh berat jenis air lebih besar dari pada berat
jenis polietilen, sedangkan berat jenis air lebih rendah dari berat jenis pasir silika.
Massa Jenis Air = 1 gmL
Massa Jenis Polietilen = 0,82 g/mL
Massa Jenis Pasir Silika = 1,11 g/mL
Dapat terlihat pula bahwa polietilen yang dimasukkan hingga piknometer mengapung
saat ditambah air hingga penuh. Sedangkan pada pasir silika tetap berada di bagian bawah
piknometer meskipun ditambah air hingga penuh.
2. Melalui praktikum kali ini, kami memperoleh viskositas etanol sebesar 2,3548 Cp.
3. Selain perubahan suhu/temperatur, kekentalan juga dapat mempengaruhi besar kecilnya
nilai viskositas suatu fluida. Dengan kata lain terdapat hubungan antara kekentalan fluida
yang berbanding lurus dengan harga viskositas. Semakin tinggi kekentalan suatu cairan,
maka semakin tinggi nilai viskositasnya.
4. Viskositas cairan yang diukur dengan Metode Ostwald mempunyai hubungan yaitu akan
berbanding terbalik dengan waktu yang dibutuhkan cairan untuk mengalir melalui sebuah
pipa kapiler. Semakin cepat cairan itu mengalir, maka viskositasnya semakin kecil. Pada
percobaan yang kedua didapatkan viskositas etanol lebih besar dibandingkan viskositas
air.

DAFTAR PUSTAKA

1. Ngatin, Agustinus & Marlina, Ari. 2013. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika Program
Studi D3 Teknik Kimia dan Teknik Kimia Produksi Bersih Semester 1. Bandung.
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenis
3. http://putuwibisana.wordpress.com/2011/03/19/alat-alat-dan-istilah-istilah-yangberhubungan-dengan-densitas/
4. http://hedihastriawan.wordpress.com/kimia-fisika/viskositas/
5. www.keywordpictures.com - 350 440 - Search by image
6. murtyaprilia.blogspot.com - 160 226 - Search by image