Anda di halaman 1dari 11

1.

2.
3.
4.

Jelaskan apa yang di maksud dengan peta kontur


Jelaskan pengertian garis kontur
Apa yang di maksud dengan skala peta
Tuliskan ungsur2 yang terdapat dalam peta geologi
jawab

Peta Kontur
1.Peta Kontur
Peta yang menggambarkan sebagian bentuk bentuk permukaan bumi yang bersifat alami
dengan menggunakan garis garis kontur

2.Garis Kontur
Merupakan garis yang digambarkan dalam peta yang menunjukan titik-titik yang sama
tingginya dari suatu bidang refersnsi tertentu, umumnya bidang yang dipake adalah
permukaan air laut.
3.Sifat-sifat Garis Kontur
-Garis yang tertutup
-Tidak berpotongan
-Berhimpit pada tempat lereng tegak
-Kondisi normal ketinggiannya semakin naik
-Meruncing kearah hulu
4.Macam Macam Garis Kontur
-Garis kontur biasa
a.Digambarkan sebagai garis dengan ketebalan yang secara umum seragam
b.Selang antar keduanya adalah 1/2000 kali sekala peta
c.Ditetapkan sesui dengan kepentingan peta yang bersangkutan
-Garis kontur indek
a.Garis kontur yang digambarkan lebih tebal, merupakan kelipatan 5 atau 10 kali lipat
dibandingkan dari garis kontur biasa
b.Pada peta topografi internasional setiap indek dicantumkan ketinggian nya
-Garis kontur depresi
a.Garis kontur yang menunjukkan arah turun setempat-setempat disebabkan oleh kubah air
atau kawah gunung api
b.Pada peta warna garis kontur ini digambarkan dengan warna biru
c.Pada peta tidak berwarna garis kontur depresi digambarkan dengan anak sisir.
Pengertian Skala Peta adalah angka dengan perbandingan jarak peta dengan jarak yang
sebenarnya. Skala Peta tidak hanya menunjukkan perbandingan jarak di peta dengan jarak
yang ada di lapangan. Seperti untuk mengukur jarak di lapangan atau menghitung luas suatu

areal, tetapi dengan menunjukkan ketelitian geometris dan detail dari unsur dan informasi
yang disajikan. Semakin besar suatu skala peta, maka semakin teliti dan detair unsur
informasi yang disajikan, begitu pun sebaliknya.

Unsur unsur peta dasar, yaitu:


1.

Judul Peta, mencerminkan isi sekaligus tipe peta. Penulisan judul biasanya di bagian atas
tengah, atas kanan,atau bawah. Walaupun demikian,sedapat mungkin,di letakkan di atas
kanan.

2.

Legenda / keterangan, merupakan kunci untuk memahami peta. penjelasan dari simbul
simbul yang tercantum dalam peta. Bagian ini adalah komponen yang sangat vital karena kita
akan jadi buta dalam membaca peta jika tidak ada legendanya.

3.

Tanda arah / Orientasi, umumnya arah utara,tetapi ada juga yang lengkap. Letaknya di
tempat yang sesuai jika ada garis lintang dan bujur,koordinat dapat sebagai petunjuk arah.

4.

Skala, perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya dilapangan, ditulis di
bawah judul peta,di luar garis tepi/ di bawah legenda.

Contoh contoh skala:


Skala Angka (1:2.500.000), artinya setiap 1 cm dalam peta sama dengan 2.500.000 kali jarak
dalam peta.
Skala garis. Skala ini dibuat dalam bentuk garis horisontal yang memiliki panjang tertentu
dan tiap ruas berukuran 1 cm/lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh
pembuat peta.
Skala Verbal. Skala yang ditulis dengan kata kata.
5. Inset, merupakan peta kecil yang disisipkan di peta utama
6.

Garis Koordinat, jaring-jaring dalam peta yang terdiri dari garis vertikal dan garis
horisontal. Guna garis ini adalah untuk batas perhitungan koordinat. Koordinat peta dikenal
ada dua jenis yaitu koordinat grid dan koordinat geografis. Koordinat geografis merupakan
koordinat dari jarring-jaring bumi yang terdiri garis lintang untuk horizontal dan garis bujur
untuk vertical. Penulisanya biasanya denga koordinat geografis, derajat, menit dan detik
(Contoh : 94o 15 114,4) biasanya disertakan L untuk Lintang dan B untuk Bujur.
Koordinat grid adalah jaring jaring koordinat lokal yang dipakai untuk acuan
pengkoordinatan dalam peta. Biasanya hanya disebutkan dengan angka saja dan dikenal
dengan koordinat 8 angka atau 12 angka. Untuk peta Indonesia ada 2 acuan pokok dalam
koordinat ini yaitu dengan dikenal dengan sistem UTM/UPS atau LCO masing masing
dengan acuan 0o yang berbeda.

7.

Garis Ketinggian atau biasa disebut garis kontur, Adalah garis yang
menyerupai sidik jari yang menunjukkan titik ketinggian yang sama dalam peta.
Karena merupakan tanda dari ketinggian yang sama, maka garis ini tidak akan

pernah saling memotong tapi bisa bersinggungan. Lokasi yang lebih rendah akan
melingkari lokasi yang lebih tinggi, itulah ciri garis kontur. Atau bisa juga
disebutkan garis sebelah dalam adalah lebih tinggi dari garis sebelah luar. Dalam
peta interval atau jeda beda ketinggian antara garis kontur biasanya ditunjukan
di dekat lokasi legenda. Untuk peta skala 1:25000 interval konturnya biasanya
adalah 12,5 meter sedangkan peta skala 1:50000 biasanya interval konturnya
adalah 25 meter. Terjemahannya adalah bila interval kontur 25 meter, maka
jarak antara garis kontur yang satu dengan yang lainnya di w:st=on medan
sebenarnya memiliki beda tinggi secara vertical 25 meter. Garis kontur dengan
pola huruv V atau runcing biasanya menunjukan sebuah jurang/sungai, dan
garis kontur dengan pola U atau berpola lengkung biasanya menunjukan
sebuah punggungan dan O merupakan puncak atau Kawah.

8. Sumber dan Tahun pembuatan peta, dari mana data dan tahun ketika peta dibuat.
9. Warna, peta menggunakan warna yang menarik dan sesuai.
10. Deklinasi, yaitu garis keterangan yang menunjukan beda Utara Peta dan Utara
Magnetik (Utara Kompas). Deklinasi ini direvisi tiap 5 tahun sekali. Kenapa ada
perbedaan antara Utara peta dan Utara sebenarnya dan Utara Magnetik. Seperti
kita ketahui Utara Bumi kita ditunjukan oleh di Kutub Utara. Sedangkan sumbu
utara magnet bumi sebenarnya ada di sebuah kepulauan di dekat dataran Green
Land. Setiap tahun karena rotasi Sumbu bumi ini mengalami pergeseran ratarata 0,02 detik bisa ke timur dan ke barat. Jadi utara sebenarnya bisa ditentukan
dari mengkonversi antara utara magnetik dengan utara Peta. Biasanya akan
dicantumkan di setiap lembar peta.

Pemetaan Geologi Dasar


Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah / wilayah /
kawasan dengan tingkat kualitas yang tergantung pada skala peta yang digunakan dan
menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat batuan, umur, stratigrafi, struktur,
tektonika, fisiografi dan potensi sumber daya mineral serta energi yang disajikan dalam
bentuk gambar dengan warna, simbol dan corak atau gabungan ketiganya.
Peta geologi dapat dibedakan atas dua, yaitu:
1.

Peta geologi sistematik adalah peta yang menyajikan data geologi pada peta dasar
topografi atau batimetri dengan nama dan nomor lembar peta yang mengacu pada SK Ketua
Bakosurtanal No. 019.2.2/1/1975 atau SK penggantinya.
2. Peta geologi tematik adalah peta yang menyajikan informasi geologi dan/atau potensi
sumber daya mineral dan/atau energi untuk tujuan tertentu.
Pemetaan geologi adalah pekerjaan atau kegiatan pengumpulan data geologi, baik darat
maupun laut, dengan berbagai metoda.
Perlengkapan lapangan
Ahli geologi memerlukan beberapa perlengkapan pendukung saat ke lapangan, antara
lain:

1. Palu (hammer) geologi dan Betel (chisel)


a. Pick point, digunakan secara umum untuk memecah litologi beku dan metamorf. Bentuk
ujung palunya runcing.
b. Chisel point, digunakan untuk memecah litologi sedimen. Bentuk ujung palunya pipih
c. Crack point, digunakan untuk memecah litologi yang tidak dapat dihancurkan oleh kedua
jenis palu di atas. Menyerupai palu godam
d. Betel, digunakan sebagai alat bantu apabila litologi yang dipecah tidak hancur, hanya
memberikan efek retakan. Dengan betel, retakan tadi kemudian dengan menggunakan palu
dan betel lalu dipisahkan dari batuan sumbernya.

Gambar jenis palu geologi


2.
a.
b.
c.
d.

Kompas dan Klinometer


Jenis jenis kompas yang digunkan dalam pemetaan geologi antara lain:
Kompas Finnish Suunto sejenis dengan kompas Swedish Silva Ranger 15 TDCL, dapat
digunakan untuk mengukur kedudukan batuan (strike dan dip), tidak dapat digunakan untuk
penetuan sudut bearing.
Kompas American Brunton, dapat digunakan untuk mengukur kedudukan batuan (strike dan
dip), penentuan sudut lereng, tidak dapat digunakan untuk penetuan sudut bearing.
Kompas Swiss Meridian,
Kompas French Chaix Universelle.

Gambar kompas geologi


Jenis kompas lain, yaitu:

a. Kompas Japanese Lensatic, dengan garis tepi yang baik digunakan untuk mengukur strike
(beberapa jenis kompas ini memiliki klinometer) dan cara pembacaannya seperti kompas
kompas jenis prismatik.
b. Kompas British Army Prismatic, sangat akurat, sempurna dalam pengambilan sudut bearing,
namun harganya sedikit mahal dan tidak memiliki sisi samping.
c. Kompas Swiss Meridian Bearing.
d. Kompas Swedish Silva prismatic No. 54.
e. Japanese Universal Clinometer made by Nihon Chikagasko Shaco, Kyoto

Gambar kompas pengukur arah


Pembagian derajat kompas
Pembagian derajat kompas secara umum terbagi manjadi dua, yaitu
1. Pembagian derajat kompas 360 (derajat) dan
2. Pembagian derajat kompas 400 (grads)
Sebelum kompas digunakan sebaiknya dilakukan koreksi derajat kompas dengan
memperhatikan tabel di bawah ini
Klinometer digunakan sebagai alat kalibrasi kompas. Dengan klinometer kemiringan batuan
dapat ditentukan.
Bagain bagian klinometer, yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.

Rabone adjustable spirit level.


Home-made clinometer.
Burgess level and angle indicator.
Abney hand-level, dapat juga digunakan sebgai klinometer.
Abney hand-level dengan 50 disetiap sayapnya, baik digunakan dalm pengukuran liniasi.

Gambar bagian - bagian klinometer


Liniasi kompas bermanfaat dalam pengukuran trend dan plunge.
3.

Lensa Tangan
Lensa digunakan di lapangan sebagai alat bantu yang mempermudah seorang ahli geologi
dalam melakukan determinasi lapangan terhadap conto litologi atau tanah yang dijumpai di
lapangan.

Gambar lensa perbesaran


4.

5.

Peta Lokasi Penelitian


Peta lokasi penelitian sangat penting untuk dibawa ke lapangan. Peta lokasi penelitian
berguna sebagai alat untuk merekam data selama pengambilan data lapangan berlangsung.
Jauhkan banda ini dari bahaya air dan segala sesuatu yang dapat membuat media perekam
data ini rusak atau hilang.
Notebook Lapangan
Notebook lapangan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan alat alat lapangan seperti
peta lokasi penelitian, alat tulis menulis dan sebagainya.

Gambar notebook
6.

Pakaian Lapangan
Untuk pemetaan geologi pakaian lapangan yang digunakan bisanya pakaian yang pada
dasarnya menutupi hampir seluruh bagian tubuh. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari
bahaya bahaya selama berada di lapangan, seperti sengatan serangga, gigitan hewan dan
menghindari tumbuhan tumbuhan berduri.

Gambar busana lapangan

a.
b.

c.

d.

PETA PETA GEOLOGI


Jenis jenis peta geologi, yaitu:
Peta pendahuluan, merupakan peta yang dibuat dengan sekala 1 : 250000 atau lebih kecil.
Peta ini dibuat dengan hanya mencantumkan unsur unsur geologi yang secara umum
dijumpai di lapangan.
Peta geologi regional, merupakan peta yang dibuat dengan sekala yang lebih detail lagi, yaitu
1 : 100000. Peta ini dibuat sebagai acuan atau parameter awal dalam melakukan pemetaan
yang lebih detail. Peta geologi regional mencantumkan unsur unsur geologi, penyebaran
batuan dan struktur geologi yang terpetakan secara umum.
Peta geologi detail, merupaka peta geologi yang dibuat dengan sekala yang lebih kecil lagi,
yaitu: 1 : 10000. Peta geologi ini merekam data geologi yang lebih detail lagi. Dalam dunia
eksplorasi tambang peta geologi detail digunakan sebagai acuan akhir dalam melakukan
eksploitasi sumberdaya alam.
Peta spesialis, peta ini digunakan dalam dunia pertambangan dalam merancang tambang open
pit menggunakan sekala 1 : 1000 sampai sekala 1 : 2500, perancanaan tambang geologi
dengan sekala 1 : 500 atau yan lebih besar.

PENENTUAN POSISI DI PETA


Penentuan posisi di peta dapat dilakukan dengan cara:
1.

Pacing
Penentuan posisi di peta dengan menggunakan metode ini sebenarnya tidak beitu
direkomendasikan. Metode ini dilakukan dengan cara memperkirakan langkah kaki kita saat
melintas di lapangan.

Tabel paces
2. Offset
Metode penentuan kedudukan batuan dalam peta, kemudian dilakukan pengukuran sudut
bearing terhadap dua objek yang di kenali di lapangan misalnya rumah dan pohon setelah
melakukan ploting di peta kemudian tarik garis lurus yang menghubungakan pohon dan
rumah.
3. Resection
Metode penentuan posisi di peta dengan menggunakan dua parameter yang dikenali, baik itu
titik ketinggian, pemukiman dan sebagainya. Lakukan pengukuran arah pada dua parameter
yang dikenali, kemudian arah kebalikan sudut pengukuran di ploting di peta. Perpanjang arah
garis, garis perpotongan menjadi interpretasi posisi kita di lapangan.

Gambar metode resection


4. Intersection
Metode ini merupakan metode pengujian, dimana kita akan menguji kebenaan, misalnya
suatu titik ketinggian yang dijumpai di lapangan. Lakukan pengambilan arah pada titik
ketinggian yang akan diinterpretasi, kemudian dari lokasi berdiri semula berjalanlah beberapa
meter, 250 m (1 cm pada peta bersekala 1 : 25000), kemudian lakukan lagi pengambilan arah
terhadap titik ketinggian yang sama untuk membuktikan bahwa titikketinggian itu benar
benar ada pada peta.

Gambar metode intersection


5. Satu titik
Metode ini dilakukan dengan menggunakan salahsatu dari dua parameter ini, sungai dan
jalan; terhadap satu parameter lain yang dikenali, misalnya titik ketinggian. Posisi anda saat
melakukan pengambilan arah harus berada di sekitar salahsatu dari dua parameter tersebut di
atas. Lakukan pengambilan arah terhadap titik ketinggian, kemudian perpanjang garis dari
titik ketinggian terhadap salahsatu dari dua parameter di atas. Perpotongan perpanjangan
garis dengan jalan atau sungai menjadi posisi anda di peta.
6. Menggunakan GPS

1.
2.
3.
4.
5.

PENGAMBILAN DATA GEOLOGI


Data data geologi yang diambil, antara lain:
Data litologi,
Data geomorfologi,
Data struktur geologi,
Data stratigrafi, dan
Pembuatan sejarah geologi.
Diposkan oleh Stefano Arby Franscies di 22.00
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Link ke posting ini
Buat sebuah Link
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

SALAM GEOLOGI
SATU KATA, SATU HATI, SATU PERBUATAN

Mengenai Saya

Stefano Arby Franscies


i am geologist
Lihat profil lengkapku

Apakah yang dimaksud dengan pelagic sediment?


Cari Blog Ini

Follow by Email

Total Tayangan Laman


14150

Entri Populer

Dasar - Dasar Perpetaan dan Pemetaan Geologi Dasar


DASAR - DASAR PERPETAAN DAN PEMETAAN GEOLOGI DASAR Dasar
Dasar Perpetaan Peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga di...

GEOLOGI FISIK
1.
Pengertian Ilmu Geologi Geologi (berasal dari Yunani : - [ ge- , "bumi"] dan
[ logos , "kata", "a...

Belajar Geologi: Dasar - Dasar Perpetaan dan Pemetaan Geologi Dasar


http://www.mediafire.com/?e0a0nmwyz60xptx

http://serc.carleton.edu/NAGTWorkshops/structure/approach.html
Belajar Geologi: Dasar - Dasar Perpetaan dan Pemetaan Geologi Dasar

Pengikut
007Clock
Arsip Blog

2011 (4)
o

Mei (4)

http://serc.carleton.edu/NAGTWorkshops/structure/a...

Belajar Geologi: Dasar - Dasar Perpetaan dan Pemet...

Dasar - Dasar Perpetaan dan Pemetaan Geologi Dasar...

GEOLOGI FISIK

Pictures of Tornadoes
Your IP and Google Map location