Anda di halaman 1dari 3

Definisi

(gon = semen + rhea = flow;a flow of semenapparently, he confused


pus with semen)
Sel targetnya adalah sel epitel kolumnar pada oral-pharyngeal area, the
eyes, rectum, urethra, opening of the cervix, and the external genitals of
prepubertal females
pada wanita tidak ada koloni pada vagina karena terdiri atas sel epitel
skuamosabiasanya pada cervix dan uretra (jarang) atau kanal
endocerviks

Morfologi kuman
Gram negatif,non motil,non spora,diplokokus
Masa inkubasi 1-5 hari
Epidemiologi
Usia 15-24 paling sering 60%
Transmisi male to female risk 50-70% dibanding sebaliknya f to m 20%
Wanita-> sering asimtomatik
Gejala
Disuria
Discharge
Tanpa urgensi dan peningkatan frekuensi
PATOGENESIS GONORRHEA:
Dipengaruhi oleh:
Mempunyai 3 lapisan spt bakteri gram negatif lainnya yaitu membran
sitoplasma,lapisan peptidoglikan,dan membran luar

Membran terluar ini terdiri atas :


1. pili a.k.a fimbrae seperti rambut
2. adhesin membran (opacity protein/opaprotein)
3. lipo-oligosakarida membantu menghindari sistem imun
4. porin
5. IgA1 protease

PILI a.k.a FIMBRAE

Membantu perlekatan pada permukaan mukosa sel epitel kolumnar ->


perlekatan tersebut memulai proses masuk dan transport melewati sel
menuju ke membran basal / ruangan sub epitel
Membantu resisten dari neutrofil
Bereplikasi didalam sel dan dikeluarkan ke subepitel space
The fimbrial proteins are controlled by genes
that can be turned on or off, depending on the bacteriums
situation. This phenotypic change is called phase variation. In
addition, the genes can rearrange themselves to put together
fi mbriae of different confi gurations. This antigenic variation
confuses the bodys immune system. Antibodies that previously

recognized fimbrial proteins may not recognize them once they are
rearranged
Membran Adhesin (opacity protein/opa-protein a.k.a opa)

Membantu perlekatan pada permukaan sel epitel


Beberapa protein opa juga dapat berikatan dengan CEACAM reseptor
pada sel B dan sel T sehingga berkurangnya respon imun. Jika berikatan
pada CEACAM1 yang terdapat pada sel CD4 dapat menekan aktifasi dan
proliferasi sel tsb---oleh karena itu pada infeksi gonokokus dapat tjd
penurunan sel CD4---meningkatkan risiko infeksi seksual lainnya.

Porin

Ada dua kelas antigen: PorB1A and PorB1B


Jika strain gonokokus mengekspresikan PorB1A dapat membantu invasi
kedalam sel,selain itu juga sering menjadi salah satu penyebab infeksi
gonokokus asymtomatik karena PorB1A ini dapat menghambat peran
protein yang mengatur komplemen dengan cara berikatan dengan protein
tsb dan yg menyebabkan turunnya produksi peptida kemotaktik
Jika strain gonokokus mengekspresikan PorB1B yang sering akan
menimbulkan infeksi simptomatik

IgA1 protease

Melindungi dari antibodi IgA pada mukosa

Lipo-oligosakarida

Bersifat toksik yang dapat menyebabkan kematian sel


Bersifat kemotaktik terhadap neutrofil

Lapisan Peptidoglikan

Mempunyai fragmen yang toksik


Kemotaktik teradap neutrofil

Patofisiologi

Dysruria: akibat infeksi->rx inflamasikerusakan jaringanmelepaskan


mediator kimia ex: histamin merangsang saraf bebas nyerinyeri
(jika tjd saat awal miksigangguan uretra--uretritis/ akhir miksikandung
kemih--sistitis)
Demam: infeksipirogen endogen (IL-1,IL-6,TNF alfa) atau pirogen
eksogen (Ag kuman,lapisan dinding
kuman,lipopolisakarida)meningkatkan prostaglandin pd anterior
hipotalamusPG meningkatkan set-point hipotalamusdemam
Discharge/ : Terbentuk dari rx inflamasi dari sel PMN (terutama neutrofil)
dengan kuman genokokuspada pemeriksaan mikroskopis terlihat sel
neutrofil,kuman,dan epitel yang nekrosis

Komplikasi:

Prostatitis
Epididimitis
PID

Uretritis

Tata laksana:

Sefalosporin: seftriakson / sefiksim


Quinolon: ciprofloxacin/ofloxacin
Amoxicilin + probenecid

Diagnosis banding:

Uretra discharge: c.trachomatis.t.vaginalis,mycoplasma,herpes


simpleks,hpv,UTI,treponema palidum

Go disseminata lebih sering pada orang yg defisiensi komplemen-mac


Bisa menyerang vagina terutama pada remaja belom puber estrogen blm banyak
karena lapisan epitel skuamosa vagina masih tipis