Anda di halaman 1dari 16

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

1. MIKROSKOP
1.1 Sejarah dan Pengenalan Mikroskop
Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan) adalah sebuah alat untuk
melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ilmu yang mempelajari benda
kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil,
tidak mudah terlihat oleh mata.
Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek (1632-1723) yang
berkebangsaan Belanda, dengan mikroskop yang masing-masing terdiri atas lensa tunggal hasil
gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka kuningan dan perak. Kekuatan perbesaran tertinggi
yang dapat dicapainya hanyalah 200-300 kali, mikroskop ini sedikit sekali persamaannya dengan
mikroskop cahaya majemuk yang ada sekarang (Purba, 1999),walaupun dalam bentuk sederhana
pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z Jansen telah menemukan
mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda. Mikroskop berasal dari kata mikro
yang berarti kecil dan scopium (penglihatan). Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk
memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan
mata telanjang. Mikroskop terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi tersendiri.
Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat
dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk
perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar, yang disebut
gagang putar. Setiap lensa objektif dapat diputar ke tempat yang sesuai dengan perbesaran yang
diinginkan. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan menghasilkan bayangan
nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler. Bayangan nyata tadi diperbesar oleh
okuler untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat.
Bila kita ingin perbesaran sudut yang lebih besar daripada pembesaran kaca pembesar, oleh
karena itu keberadaan mikroskop sangat diperlukan. Benda O yang akan diteliti diletakkan pada
titik fokus pertama F dari lensa objektif, yang membentuk bayangan nyata dan diperbesar yaitu I.
Bayangan ini terletak tepat pada titik fokus pertama F1 dari okuler yang membentuk bayangan
semu dari I pada I.

Mikroskop dan Penggunaannya

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

Kebanyakkan mikroskop laboratorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm,
berkekuatan rendah (10 X); lensa 4 mm, berkekuatan kering tinggi (40-45X); dan lensa celup
minyak 1,8 mm (97-100X). Objektif celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari ketiganya.
Lensa okuler terletak pada ujung atas mikroskop, terdekat dengan mata. Lensa okuler biasanya
mempunyai perbesaran: 5X, 10X, 12,5X dan 15X. Lensa okuler terdiri dari lensa plankonveks yaitu
lensa kolektif dan lensa mata.

1.1.1 Struktur mikroskop


Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu:

Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.

Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek,
pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.

1.1.2 Pembesaran
Tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang
dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor, diantaranya titik fokus
kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif terhadap lensa
okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). Rumus:

1.1.3 Sifat bayangan


Baik lensa objektiv maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung Secara
sederhana dan garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai
sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula mula. baik pada mikroskop cahaya
maupun mikroskop elektron. Yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa

Mikroskop dan Penggunaannya

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

okuler. Pada mikroskop cahaya bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan
sementara semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir
mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Petunjuk: Jika
seseorang menggunakan mikroskop cahaya dia meletakkan huruf A dibawah mikroskop maka yang
dia lihat pada mikroskop tampilan bayangan tersebut adalah huruf tersebut hanya terbalik dan
diperbesar.

Gambar 1
Gambar1: Mikroskop sederhana,
Mikroskop Compound yang
dibuat oleh John Cuff pada 1750

1.2 Macam-macam mikroskop, yaitu :

1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop memeiliki kaki
yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga dimensi
lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak
pada kedua ujung tabung mikroskop.Lensa okuler pada mikroskop bias membentuk bayangan
tunggal (monokuler) atau ganda (binikuler). Paada ujung bawah mikroskop terdapat dudukan lensa
obektif yang bias dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja
mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor.
Kondensor

berperan

untuk

menerangi

objek

dan

lensa

mikroskop

yang

lain.

Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari sinar matahari yang dipantulkan

Mikroskop dan Penggunaannya

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

oleh suatu cermin dataar ataupun cukung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin in akan
mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapai
lampu

sebagai

pengganti

cahaya

matahari.

Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan
bagian renik yang akan menentukan daya pisah specimen, sehingga mampu menunjukkan struktur
renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.Lensa okuler, merupakan lensa likrskop
yang terdpat dibagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfugsi
untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. Perbesran bayangan yang
terbentuk berkisar antara 4-25 kali.Lensa kondensor berfungsi untukk mendukung terciptanya
pencahayaan padda objek yang akan difokus, sehinga pengaturrnnya tepat akan diperoleh daya
pisah maksimal, dua benda menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfatjika daya pisah
mikroskop kurang baik. (Mikroskop wikipeda 27/09/2007)
2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang
berukuran relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda yang
diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo
hamper sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif.
Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo
jauh lebih tinggi dibandinhkan denan mikroskop cahaya ssehingga kita dapat melihat bentuk tiga
dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat
diamati. Perbesaran lensa okuler biasannya 3 kali, sehingga prbesaran objek total minimal 30 kali.
Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lenda objektif terdapat
lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengaturan focus objek terletak disamping tangkai
mikroskop, sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas pengatur fokos. (Mikroskop wikipeda
27/09/2007)
3. Mikroskop Ultraviolet
Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. Karena cahaaya
ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya yang dapat dilihat,
penggunaan cahaya ultra violet untuk pecahayaan dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali
lipat daripada mikroskop biasa. Batas daya pisah lalu menjadium. Karena cahaya ultra violet tak

Mikroskop dan Penggunaannya

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

dapat di;lihat oleh nata manusia, bayangan benda harus direkam pada piringan peka
cahaya9photografi Plate). Mikroskop ini menggunakan lensa kuasa, dan mikroskop ini terlalu rumit
serta mahal untuk dalam pekerjaan sehari-hari. (Volk, Wheeler, 1988, mikrobiologidasar, Jakarta.
Erlangga
4. Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope)
Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti
bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknik ini protein antibodi yang khas mulamula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna pendar.
Karena reaksi Antibodi-Antigen itu besifat khas, maka peristiwa pendarahan terjadi apabila antigen
yang dimaksut ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna pendar. (Volt, Wheeler,
1988. mikrobiologi dasas, Jakarta. Erlangga)
5. Mikroskop medan-gelap
Mikroskop medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang
begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk. Mikroskop medan-Gelap
berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal adanya kondensor khusus yang
dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat. Berkas cahaya dari kerucut
hampa ini dipantulkan dengan sudut yang lebih kecil dari bagian atas gelas preparat. (Volk,
Wheeler, 1988. Mikrobiologi Dasar.,.Jakarta. Erlangga)
6. Mikroskop Fase kontras
Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan alamiahnya : tidak diberi
warna dalam keadan hidup, namun pada galibnya fragma bend hidup yang mikroskopik (jaringan
hewan atau bakteri) ttembus chaya sehingga pada masing-masing tincram tak akan teramati,
kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fasekontras. Prinsip alat ini sangat
rumit.. apabila mikroskop biasa digunakan nuklus sel hidup yang tidak diwwarnai dan tidak dapat
dilihat, walaupun begitu karena nucleus dalam sel, nucleus ini mengubah sedikit hubungan cahaya
yang melalui meteri sekitar inti. Hubungan ini tidak dapaat ditangkap oleh mata manusia disebut
fase. Namun suatu susunan filter dan diafragma pada mikroskop fase kontras akan mengubah
perbedaan fase

Mikroskop dan Penggunaannya

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

7. Mikroskop Elektron
Adalah sebuah mikroskop yang mampu melakuakan peambesaran obyek sampai duajuta
kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan
tampilan gambar serta memiliki kemampuan p[embesaran objek serta resolusi yang jauh lebih
bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi
dan radiasi elektro maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.

1.2.1 Jenis-jenis mikroskop elektron


Mikroskop transmisi elektron (TEM)
Mikroskop transmisi elektron (Transmission electron microscope-TEM)adalah sebuah mikroskop
elektron yang cara kerjanya mirip dengan cara kerja proyektor slide, di mana elektron ditembuskan
ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar..
Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)adalah merupakan salah satu tipe yang merupakan
hasil pengembangan dari mikroskop transmisi elektron (TEM).
Pada sistem STEM ini, electron menembus spesimen namun sebagaimana halnya dengan cara kerja
SEM, optik elektron terfokus langsung pada sudut yang sempit dengan memindai obyek
menggunakan pola pemindaian dimana obyek tersebut dipindai dari satu sisi ke sisi lainnya (raster)
yang menghasilkan lajur-lajur titik (dots)yang membentuk gambar seperti yang dihasilkan oleh
CRT pada televisi / monitor.
Mikroskop pemindai elektron (SEM)
Mikroskop pemindai elektron (SEM) yang digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel
(atau struktur jasad renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi.

Mikroskop dan Penggunaannya

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

Mikroskop pemindai lingkungan elektron (ESEM)


Mikroskop ini adalah merupakan pengembangan dari SEM, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut
Environmental SEM (ESEM) yang dikembangkan guna mengatasi obyek pengamatan yang tidak
memenuhi syarat sebagai obyek TEM maupun SEM.
Obyek yang tidak memenuhi syarat seperti ini biasanya adalah bahan alami yang ingin diamati
secara detil tanpa merusak atau menambah perlakuan yang tidak perlu terhadap obyek yang apabila
menggunakat alat SEM konvensional perlu ditambahkan beberapa trik yang memungkinkan hal
tersebut bisa terlaksana.
Mikroskop refleksi elektron (REM)
Yang dalam bahasa Inggrisnya disebut Reflection electron microscope (REM), adalah mikroskop
elektron yang memiliki cara kerja yang serupa sebagaimana halnya dengan cara kerja TEM namun
sistem ini menggunakan deteksi pantulan elektron pada permukaan objek. Tehnik ini secara khusus
digunakan dengan menggabungkannya dengan tehnik Refleksi difraksi elektron energi tinggi
(Reflection High Energy Electron Diffraction) dan tehnik Refleksi pelepasan spektrum energi tinggi
(reflection high-energy loss spectrum - RHELS)
Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM)
Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM) ini adalah merupakan Variasi lain
yang dikembangkan dari teknik yang sudah ada sebelumnya, yang digunakan untuk melihat
struktur mikro dari medan magnet (en:magnetic domains).

1.3 Penggunaan Mikroskop


1.3.1 Menyiapkan mikroskop
- Letakkan mikroskop diatas meja, jangan ada benda dibawahnya.
pada mikroskop yang menggunakan cermin aturlah mengahadap cahaya.
- Periksalah mikroskop bahwa bagian-bagiannya lengakp dalam keadaan bersih dan

Mikroskop dan Penggunaannya

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

tidak rusak.
- Lensa harus dijaga tetap bersih dari debu, air, atau minyak dan harus dibersihkan
dengan cara mengusapnya dengan kertas lensa yang bersih.
- Jangan menggosok dengan benda yang keras atau kasar karena akan merusak coating
nya
- Kenali nama bagian-bagian mikroskop berdasar diagram yang diberikan

1.3.2 Mengatur penyinaran


- Mikroskop biologi ada yang dilengkapi dengan cermin untuk penyinaran ada pula yang
yang dilengkapi dengan lampu yang telah terpasang.
- Untuk mikroskop yang menggunakan cermin, aturlah cermin sehingga didapatkan
cahaya yang betul.
- Seluruh medan pandangan dari mikroskop hendaklah mendapatkan penyinaran yang
menyeluruh dan rata.
- Cermin yang lazim dipakai adalah cermin datar untuk mikroskop yang tanpa
kondensor. - Kondensor berfungsi sebagai pengumpul sinar agar kekuatan
penyinaran bertambah.
- Bagi mikroskop yang tidak dilengakpi kondensor, biasanya pengaturan banyaknya
cahaya dilakukan dengan keping yang dapat diputar, yang mempunyai lubang
berbagai ukuran.
- Pilihlah lubang yang sesuai agar didapatkan bayangan yang paling jelas, tidak terlalu
silau, dan tidak terlalu gelap. Pada mikroskop biologi ada yang dilengkapi dengan
lampu terpasang.
- Mengatur penyinaran dilakukan dengan menyalakan lampu dengan kondensor pada
posisi paling atas.
- Benda yang diamati dapat kering atau dalam medium air, dapat tebal maupun tipis.
Penyinaran dapat diatur dari atas maupun bawah.
- Mikroskop stereo yang sering dipakai mempunyai perbesaran objektif 1x, 2x, okuler
10x, atau 15x, perbersaran total sampai 30x.

Mikroskop dan Penggunaannya

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

1.3.3 Mengatur lensa


- Sebelum mengamati preparat, perhatikan dulu cara mendekatkan dan menjauhkan
objektif dari objek.
- Putar sedikit bonggol pengatur kasar ke depan dan ke belakang dengan
memperhatikan jarak objektif dan objek.
- Jauhkan objektif dengan bonggol pengatur kasar sehingga ujung bawah lensa
objektif kira-kira 20 mm di atas meja mikroskop.
- Pindahkan objektif yang terlemah (4x) atau (10x) ke sumbu optik hingga terdengar
bunyi klik
- Pasanglah preparat diatas meja mikroskop dengan cara menjepitnya. Aturlah
preparat hingga bagian yang ingin diamati kira-kira dibawah lensa objektif.
- Pada mikroskop yang lebih lengkap menggerakkan preparat denga bonggol
penggerak mekanis.
- Sambil melihat dari samping mikroskop, dekatkan objektif dengan bonggol pengatur
kasar hingga jarak preparat dan ujungobjektif kira-kira 4 mm
- Sambil melihat melalui okuler, jauhkan objektif perlahan-lahan dengan bonggol
pengatur kasar hingga bayangan terlihat cukup jelas. Untuk memperjelas lagi,
gunakan
bonggol pengatur halus.
- Pindahkan objek yang akan diamati hingga ditengahlapangan pandangan dengan
menggeserkan kaca objek.
Perhatikan :
Bayangan yang terbentuk oleh mikroskop adalah terbalik
Dengan menggeser kaca objek ke kiri, bayangan akan tampak berpindah ke kanan. Menggeserkan
ke atas, bayangan akan tampak berpindah ke bawah.
Biasakanlah untuk memindahkan objek yang akan diamati dengan cermat dan tepat. Untuk itu,
diperlukan latihan.

1.3.4 Mengganti perbesaran


- Mengganti perbesaran yang paling sering dilakukan adalah dengan mengganti
objektif. - Sebelum mengganti lensa objektif terutama kepada lensa yang lebih kuat

Mikroskop dan Penggunaannya

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

perbesarannya, tempatkan bayangan yang akan diamati di tengah lapangan


pandangan.
- Putarlah objektif yang diinginkan ke sumbu optik hingga terdengar bunyi klik.
- Bila kurang tepat fokusnya, dan untuk memperjelas, lakukan dengan menggunakan
bonggol halus/
- Objektif perbesaran kuat memerlukan lebih banyak sinar. Aturlah kembali diafragma
atau keping pengatur cahaya hingga didapatkan penyinaran yang paling cocok.
- Setelah selesai pengamatan, sebelum mengambil preparat dari meja mikroskop,
biasakanla memindahkan dahulu objektif yang lemah ke sumbu optik.
Catatan :
Jarak antara ujung lensa dengan benda yang diamati sangat pendek. Kalau kurang hati-hati, dapat
menyebabkan objektif atau preparat rusak kalau terjadi persentuhan.

1.4 PERAWATAN SELAMA PEMAKAIAN


Mikroskop merupakan peralatan yang berharga yang harus diperlakukan dengan baik.
Untuk membawa mikroskop itu, pegang tangkainya dengan satu tangan. Letakkan tangan yang satu
lagi pada bagian bawah untuk menopangnya. Jangan mengayun atau melambungkan, atau
menggetarkannya sewaktu meletakkan mikroskop itu. Janganlah mencoha mengangkat mikroskop
pada tubuh tabungnya. Akan ada bagian dari mikroskop yang, terlepas dan jatuh ke lantai bila Anda
memegangnya secara demikian.
Anda tidak dapat mengobservasi dengan baik dan jelas dengan mikroskop yang kotor atau
slide yang kotor. Peralatan harus dibersihkan setiap saat akan digunakan.
Pentas mekanik memudahkan untuk menggerakkan slide yang sedang Anda perhatikan.
Satu tombol menggerakkan slide ke depan atau ke belakang, yang lainnya menggerakkannya ke
kanan atau ke kiri.
Lubang pengintai tambahan dengan daya yng berbeda atau untuk tujuan tertentu selalu
bermanfaat. Mungkin lubang pengintai berdaya guna khusus yang paling menarik adalah berukuran
10x - 20x zoom. Lubang pengintai ini dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengubah
perbesaran dari 10x, 11x, - 12x, dan seterusnyasarnpai dengan 20x. Oleh karena itu, jika Anda
menggunakan objektif 10x Anda akan mendapatkan beberapa perbesaran antara 100x dan 200x.

Mikroskop dan Penggunaannya

10

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

Bagian mikroskop yang paling penting adalah lensanya. Bila ada cacat pada lensa, hal ini
akan dapat menyimpangkan gambar atau menyeebarkan sinar yang ke atas menjadi berwarna
pelangi. Sebuah mikroskop yang baik harus diperlengkapi dengan lensa umuk memperbaiki
penyinaran pada bagian yang cacat ini. Peralatan ini harus mempunyai objektif dan lubang
pengintai yang tidak berwarna. Pada 2 bagian ini berisi lensa-lensa yang tiak menguraikan sinar
cahaya menjadi spektrurn.
Jangan tergoda untuk membeli mikroskop hanya karena kekuatan perbesarannya yang
tinggi. Padahal Anda sebenarnya menginginkan mikroskop yang selain dapat memperbesar juga
dapat memperlihatkan pola-pola yang bagus. Untuk menggambarkan betapa pentingnya daya
pengurai, lukiskan dengan menggunakan 2 lensa berukuran 16x yang berlainan untuk memeriksa 2
titik hitam yang sangat kecil dengan ukuran yang sama.
Kedua titik itu mungkin kelihatannya sama kalau dilihat dengan mata telanjang. Di bawah
lensa A keduanya dibesarkan, tetapi titik-titik itu kelihatan sama. Namun, pada lensa B akan
tampak hal yang berlainan. Lensa ini memperlihatkan titik pertama terdiri dari banyak garis sejajar.
Lensa ini dapat mengetahui dan memperlihatkan pola bagian dalam yang bagus pada kedua titik itu
sebab lensa ini mempunyai daya pengurai yang tinggi. Daya pengurai lensa pertama sangat rendah
untuk dapat menguraikan pola yang halus.
Daya pengurai bergantung pada celah numeris (atau disingkat NA) lensa. Semakin tinggi
NA lensa itu semakin besar daya pengurainya. Bahkan bila objektif berdaya rendah Anda hanya
membutuhkan NA sebesar 0,25 tetapi, jika diinginkan objektif berdaya tinggi, setidak-tidaknya
diperlukan 0,65 NA dan objektif yang dilumuri minyak pada NA 1,25. Juga sangat penting bahwa
NA pada kondensor bantu pada pentas kira-kira sama seperti yang terdapat di dalam lensa yang
paling halus.
Pendekatan yang relatif baru dalam penggunaan mikroskop adalah penggunaan fase kontras
untuk membuat pola-pola itu kelihatan. Seperti yang Anda tekuni sekarang, dengan memakai
mikroskop biasa tidak perlu memberi warna pada contoh dengan pewarna agar dapat melihat polapola tertentu. Mikroskop fase kontras membuat pola-pola itu tampak scperti tidak memakai
pewarna. Kecuali bila mikroskop itu bergantung pada interferensi cahaya agar menghasilkan
kontras yang diperlukan untuk membuat pola-pola itu kelihatan. Jika Anda membeli sebuah
mikroskop yang baik, harus dipertimbangkan mikroskop yang lengkap dengan fase kontras.

Mikroskop dan Penggunaannya

11

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

1.5. PENGAMATAN MENGGUNAKAN MISKROSKOP

1.5.1. Pengamatan gerak mikroba metode tetes gantung


Kadang-kadang untuk menyelidiki dengan baik pergerakan dari bakteri tidak cukup bila
yang digunakan itu hanya preparat hidup saja sebab disini bias juga karena adanya aliran air yang
disebabkan adanya penguapan bias mengacaukan penyelidikan kita.
Pada preparat bergantung penguapan itu kecil sekali, hingga gerakan karena aliran air bias
diabaikan. Dengan preparat bergantung ini gerakan Brown biasanya lurus-lurus dan tidak tertentu
arahnya, sedangkan gerakan bacteria berliku-liku dan biasanya maju. Untuk menyakinkan apakah
gerakan semacam yang diselidiki itu gerakan Brown atau gerakan bacteria bias dilakukan
percobaan selanjutnya sebagai berikut : bila preparat itu bakterianya susah dimatikan (misalnya
telah diberi CHCl3) dan setelah diperiksa gerakannya tetap seperti tadi, maka ini berarti gerakan
Brown, tetapi kalau berubah ini berarti yang semula adalah gerakan bakteri itu sendiri. Pada
bacteria yang aerob, mereka (yaitu bacteria-bakteria itu) selalu berusaha untuk mengadakan kontak
dengan udara. Karena itu mereka berduyun-duyun ketepi tetesan agar kontak udara itu lebih mudah
dilaksanakan. Oleh karenanya pemeriksaan dari bacteria aerob selalu dilakukan pada tepi tetesan
dimana merekabanyak berkumpul. Dalam suasana yang betul-betul bersih cara pengamatan dengan
preparat bergantung dapat dipercayapenuh, tetapi adanya zat-zat prganik pada suspensi bacteria itu
dapat mengacaukan pengamatan hingga hasilnya tak dapat dipercaya penuh. Hal ini dapat dihindari
dengan menggunakan suspensi bacteria yang berwarna.
Pengamatan mikrooranisme yang hidup memberikan cirri-ciri yang membantu dalam
klarifikasi. Cara mikroorganisme memperoleh dan mencerna bahan makanan, serta pergerakan
hanya dapat dilihat sewaktu mikroorganisme yang merupakan salah satu ciri yang digunaakn dalam
identifikasi.
Bakteri dipilahkan menjadi kelompok yang tidak bergerak(non-motil) dan bergerak
(motil). Kelompok bakteri yang tidak bergerak ini dalam cairan terlihat bergerak setempat; gerakan
ini disebut gerakan Brown. Gerakan Brown disebabkan oleh benturan molekul air dengan bakteri.
Makin kecil ukuran bakteri makin kuat gerakan Brown. Bakteri yang berukuran besar jarang
memperlihatkan gerakan Brown.

Mikroskop dan Penggunaannya

12

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

Pergerakan aktif bakteri disebabkan oleh flagella. Bakteri yang bergerak ini seakanakan terlihat seperti meluncur dengan gerakan melenggak-lenggok atau meloncat-lonact dalam
cairan. Gerakan yang aktif ini menunjukkan bahwa bakteri mempunyai flagella.
Preparat basah
Cara membuat preparat basah :
o Kaca objek dibersihkan dengan kapas yang diberi alcohol.
o Pindahkan 2 mata ose suspensi biakkan keatas kaca objek. Pada preparat basah
digunakan kaca objek biasa.
o Tutuplah dengan kaca penutup.
o Periksa dengan pembesaran 10x atau 45x.

Pengamatan tetes gantung


Siapkan air rendaman jerami / rumput kering, rendam segenggam jerami/
rumput kering dengan air pada suatu wadah yang terbuka selama 2 samapai 3
hari.
Buatlah dengan vaselin sebuah lingkaran yang tipis disekitar cekungan kaca
objek. Pada tiap sudut kaca tutup diberi sedikit vaselin
Letakkan kaca penutup diatas meja dan teteskan di tengah tengahnya
setetes dari air rendaman jerami.
Letakkan dengan berhati hati kaca objek, dengan lingkaran vaselin di
sebelah bawah, pada kaca tutup sedemikian, hingga tetesan biakkan tadi
tepat berada di tengah tengah cekungan. Kemudian tekanlah dengan hati
hati kaca objek hingga kaca tutup menempel dengan rapat.
Balik preparat itu, sehingga kaca tutup berada di sebelah atas. Kemudian
tekanlah perlahan lahan . Ruangan cekungan sekarang sekarang tertutup
dari udara luar oleh vaselin.

Mikroskop dan Penggunaannya

13

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

Amati dibawah mikroskop dengan pembesaran yang tepat.

Dalam mempelajari morfologi mikroba dapat digunakan preparat tetes gantung, preparat
basah atau preparat yang diwarnai. Pada prepaart tetes bergantung atau preparat basah diamati
mikroba yang hidup, sedangkan pada prepaart yang diwarnai mikroba tersebut mati. Preparat tetes
bergantung dan preparat basah digunakan untuk mengamati pergerakan mikroba. Preparat tetes
bergantung lebih menguntungkan dibandingkan preparat basah oleh karena tidak cepat kering.

1.5.1.1. Tekhnik Lekapan Basah dan Tekhnik Tetes Gantung


Preparat basah atau preparat tetes gantung memungkinkan pemeriksaan organisme hidup
yang tersuspensi dalam zat alir. Pereparat basah diperoleh dengan menaruh setetes zat alir yang
mengandung organisme pada kaca objek dan menutupnya dengan kaca sangat tipis yang dinamakan
kaca tutup. Untuk mengurangi laju penguapan dan meniadakan aliran udara, tetesan itu biasanya
dilingkari dengan jeli petroleum atau bahan serupa sehingga antara kaca dan kaca tutup terkatup
rapat. Tersedia kaca objek khusus dengan daerah cekung kedalam untuk preparat tetes gantung lihat
Gambar 1. preparat basah atau preparat tetes gantung terutama berguna apabila morfologi mikroba
yang tengah diperiksa dapat rusak karena perlakuan dengan panas atau bahan kimia ataupun bila
organisme itu sukar diwarnai.
Cara itu pun merupakan metode pilihan untuk mengamati proses- proses kehidupan tertentu,
misalnya seperti motilitas dan reproduksi.
daerah

Ncincin jeli

tetesan suspensi

lekungan

pertroleum

berisikan

(A)kaca objek dg lengkungan

Mikroskop dan Penggunaannya

mikroba

(B)kaca tutup

14

Mikrobiologi Dasar semester III

(C)

kaca tutup

SMK Negeri 13 Bandung

jeli petroleum

tetesan suspensi

berisikan mikroba
Ganbar 1. Teknik tetes gantung (A) lingkaran (cincin) jeli petroleum dibuat dengan batang korek api
diseputar lengkungan kaca objek.(B) setetes suspensi mikroba ditaruh ditengah-tengah kaca objek. (C) kaca objek
dibalik diletakkan diatas lekungan kaca objek.

Apabila preparat basah diperiksa dengan mikroskpi medan terang, amatilah penting untuk
mengeluarkan sumbe cahaya dengan benar. Intensitas caahya dapat dikurangi dengan menggunakan
filter khusus. Mikroskopi medan gelap dan mokroskopi kontras fase memberikan keuntungan
khusus untuk pemeriksaan sel-sel mikroba yang tidak diwarnai yang tersuspensi dalam cairan,
kedua macam mikroskopi menghasilkan kontras yang lebih baik antara mikroba (atau sebagian
daripadanya) dan bahan latar belakangnya. Tekhnik ini digunakan dilaboratorium diagnostic klinik,
khususnya untuk memeriksa specimen sel protozoa pada umumnya lebih besar daripada
kebanyakan bakteri dan mempunyai struktur internal yang lebih rumit, struktur-struktur ini, atau
bagian intraselular, penting untuk mencirikan spesies dan dapat dijumpai dengan menggunakan
mikroskopi medan gelap atau kontras fase.

1.5.2. PENGAMATAN SERAT, TEPUNG DAN KRISTAL


1.5.2.1. Pengamatan Serat dan Tepung
1) Simpanlah setetes air di atas kaca objek yang bebas lemak, masukkan ke dalam tetesan air
beberapa tepung/serat.
2) Tutuplah preparat dengan kaca penutup (cover glass) perlahan lahan sehingga tidak terdapat
gelumbung udara di dalamnya.
3) Bersihkan kelebihan air pada preparat.
4) Amati bentuk dari serat dan tepung dengan perbesaran 100 x dan 400 x.

Mikroskop dan Penggunaannya

15

Mikrobiologi Dasar semester III

SMK Negeri 13 Bandung

1.5.2.2. Pengamatan Kristal


1) Teteskan di atas kaca objek larutan 1 % K-bikromat pada tepi yang lain teteskan pula larutan 10
% perak nitrat.
2) Hubungkan kedua tetesan tersebut dengna batang pengaduk.
3) Amati Kristal yang terbentuk (tanpa kaca penutup) dengan perbesaran 100 x dan 400x.

Mikroskop dan Penggunaannya

16