Anda di halaman 1dari 5

Tinjauan hukum untuk plagiarisme

Dewasa ini arti plagiat atau penjiplakan di Negara-negara yang telah mengatur
perlindungan berbagai ciptaan, diantaranya mengatur mengatur hukum atas ciptaan
karya tulis, pembahasannya tidak dapat dilepaskan dari hukum cipta yang berlaku
disuatu Negara. (UUHC)
Di Indonesia yang diartikan sebagai hak cipta menurut undang-undang RI no 19
tahun 2002 tentang Hak Cipta (selanjutnya Undang-Undang Hak Cipta), adalah Hak
ekslusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak
ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasanpembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. (UUHC)
Suatu perbuatan melanggar hukum hak cipta di namakan plagiat sebenarnya tiada lain
adalah pelanggaran hak ekslusif atas hak cipta penulis atau pemegang hak cipta suatu
karya tulis. Yang dimaksud dengan hak eksklusif pencipta karya tulis adalah hak
semata-mata diperuntukan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang
boleh memanfaatkan hak tersebut tanpa izin pemegangnya.(UUHC)
Dalam peraturan hukum tentang undang undang hak cipta, apabila seorang
mengumumkan atau memperbanyak suatu karya tulis tanpa izin si penulis meskipun
bagian yang di umumkan atau di perbanyak kurang dari 10% kandungan suatu
ciptaan, maka orang bersangkutan melanggar hukum hak cipta yang diatur di Negara
Indonesia. Maka pihak yang hak eksklusifnya dilanggar dengan cara di jiplak atau di
bajak dapat mengajukan gugatan perdata ke muka pengadilan niaga dan selain itu,
Negara Negara dapat menuntut secara pidana kepada pelanggar. (UUHC)
Dalam undang undang hak cipta terdapat sanksi dalam perbuatan dengan sengaja dan
tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan yang berupa plagiat.
Pada undang undang hak cipta diancam dengan ancaman hukuman pidana penjara
paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,- (lima
miliar rupiah). (UUHC)

Kedua jenis hukuman ini, yaitu gugatan perdata dan ancaman pidana, dapat
dikenakan kepada seorang plagiarus suatu karya tulis telah memanfaatkan hak
ekslusif pencipta karya tulis asli tanpa izin pencipta dengan cara mengumumkan atau
memperbanyak ciptaan karya tulis orang. (UUHC)
Termasuk dalam pengertian mengumumkan atau memperbanyak adalah kegiatan
menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mengalihwujudkan, menjual,
menyewakan, meminjamkan, mengimpor, memamerkan, mempertunjukan kepada
public, menyiarkan, merekam dan mengkomunikasikan ciptaan, misalnya ciptaan
karya tulis melalui sarana apapun. (UUHC)
Terdapat juga tinjuan hukum lainnya untuk plagiarism pada keputusan dari
pendidikan nasional tentang pencegahan dan penanggulangan plagiat di perguruan
tinggi pada dalam PERMENDIKNAS NO 17 TAHUN 2010. Keputusan ini di
latarbelakangi oleh berbagai undang-undang dan peraturan yang dapat dirinci sebagai
berikut;
1. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional
(lembaran Negara republic Indonesia tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
lembaran Negara republik Indonesia Nomor 4301)
2. Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4586)
3. Peraturan pemerintah Nomor 37 tahun 2009 tentang dosen (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 5007)
4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105)
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 Tentang
Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara

6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai


Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II;
Keputusan hukum PERMENDIKNAS NO 17 TAHUN 2010 terdiri dari beberapa
pengelompokan bab 2 tentang pelaku dan lingkup, bab 3 tentang waktu dan tempat,
bab 4 tentang pencegahan, dan bab 6 tentang

sanksi. Dalam keputusan hukum

tersebut terdapat Sanksi tambahan bagi Plagiator diatur dalam bab 6 Pasal 12, Bagi
guru besar/profesor/ahli Peneliti utama, maka Dosen/Peneliti/Tenaga Kependidikan
berupa; Pemberhentian dari jabatan guru besar/profesor/ahli peneliti utama oleh
Menteri atau pejabat yang berwenang atas usul PT yang diselenggarakan oleh
Pemerintah atau atas usul PT yang diselenggarakan oleh masyarakat melalui
KOPERTIS. Pelaku dan lingkup yang dihubungkan terhadap sanksi dapat di jabarkan
sebagai berikut;

No

Pelaku

Ketentua

Urutan sanksi

n yang
dilanggar
1

Sanksi

Sanksi lain

Tambahan

menurut
peraturan per-

Mahasis

Pasal 10

1.Teguran

uu-an
UU

wa

ayat (4)

2.Peringatan

Sisdiknas

tertulis

:Mempergunak

3.Penundaan

an karya ilmiah

pemberian

jiplakan untuk

sebahagian hak

memperoleh

mahasiswa

gelar

4.Pembatalan nilai
satu atau beberapa
mata kuliah yang
diperoleh

akademik,
profesi, vokasi
dipidana
penjara paling

mahasiswa

lama 2 tahun

5.Pemberhentian

dan/atau denda

dgn hormat dari

paling banyak

status sbg

Rp 200 juta

mahasiswa
6.Pemberhentian
tdk dengan hormat
7.Pembatalan
ijazah apabila
mahasiwa telah
2

Dosen/

Pasal 11

lulus
1.Teguran

Ybs

utamaUU

Peneliti

ayat (6)

2.Peringatan

Apabila

Sisdiknas

tertulis

dosen/pe-

:Mempergunak

3.Penundaan

neliti/tendik

an karya ilmiah

pemberian hak

menyandang

jiplakan untuk

sebutam

memperoleh

/Tendik

4.Penurunan
pangkat dan
jabatan
akademik/fungsional
5.Pencabutan hak
unt diusulkan sbg
profesor/jenjang
utama bagi yg
memenuhi syarat
6.Pemberhentian
dengan hormat

profesor/jenjang gelar
utama

akademik,

:Diberhentikan

profesi, vokasi

dari jabatan

dipidana

profesor/

penjara paling

jenjang

lama 2 tahun

utamaUU

dan/atau denda
paling banyak
Rp 200 juta

dari status
dosen/peneliti
/tendik
7.Pemberhentian
tdk dgn hormat
dari status sebagai
dosen/peneliti/
tendik
8.Pembatalan
ijazah yg
diperoleh

Teh kalo memang ga bisa muat 1 halaman nanti di halaman kedua di masukin aja
kategori table seperti no, pelaku, ketentuan yang di langgar, sanksi
Daftar pustaka nya :
Damian, Eddy, Prof, Dr, SH, Hukum Hak Cipta, PT Alumni: Bandung:
1999.
MenteriPendidikanNasional. PeraturanMenteriPendidikanNasionalnomor17
tahun2010.[Online]. Tersedia: http://unnes.ac.id/wp-content/uploads/PermenNomor-17-Thn-2010-tentang-pencegahan-dan-penanggulangan-plagiat.pdf
[27 Oktober2013]