Anda di halaman 1dari 10

12/30/2015

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF


0

More NextBlog

wira.irawan@gmail.com Dashboard SignOut

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF


Minggu, 02 Juni 2013

Arsip Blog

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PRODI PG.PAUD FKIP : PROPOSAL


PENELITAN: MENINGKATKAN KECERDASAN VISUAL...

2013 (2)

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PRODI PG.PAUD FKIP : PROPOSAL PENELITAN: MENINGKATKAN
KECERDASAN VISUAL...: PROPOSAL PENELITIAN MENINGKATKAN KECERDASAN VISUAL SPASIAL ANAK
MELALUI PEMANFAATAN BA HAN LIMBAH ANORGANIK ...
Diposkan oleh Harto Kambaton di 09.00

Tidak ada komentar:

+1 Rekomendasikan ini di Google

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PAIKEM DALAM MENINGKATKAN


KUALITAS BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 5 KENDARI

Juni (2)
PROPOSAL
PENELITIAN
TINDAKAN
KELAS PRODI
PG.PAUD F...
IMPLEMENTASI
PENDIDIKAN
KARAKTER
BERBASIS
PAIKEM D...

Mengenai Saya

PROPOSAL PENELITIAN
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PAIKEM DALAM MENINGKATKAN
KUALITAS BELAJAR SISWA
DI SMP NEGERI 5 KENDARI

Harto Kambaton
Ikuti

74

Ketenangan
Bukanlah Bukan
Akhir dari
Keberhasilan, Tapi
Keberhasilan Meraih
Ketenangan Itulah
Kebenaran Nayat
Lihat profil
lengkapku

SKRIPSI

DiajukanSebagaiSyaratUntukMemperoleh
GelarSarjanaPendidikan
PadaJurusanAdministrasiPendidikan

PROGRAMSTUDIADMINISTRASIPENDIDIKAN
FAKULTASKEGURUANDANILMUPENDIDIKAN
UNIVERSITASMUHAMMADIYAHKENDARI
2013

HALAMAN PERSETUJUAN
Telah salesai diperiksa dan disetujui untuk dipertahankan dihadapan panitia ujian Proposal pada
http://harto212kambaton.blogspot.co.id/

1/10

12/30/2015

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF

Jurusan Administrasi Penidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadyah
kendari.
Judul : Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis PAIKEM dalam Meningkatkan Kualitas
Belajar Siswa SMPN 5 Kendari
Nama :
Nomor Stambuk :
Program Studi : Administrasi Pendidikan

BABI
PENDAHULUAN

A.LatarBelakang
Negara Indonesia sebuah negara yang terdiri dari beberapa pulau. Kaya akan suatu adat istiadat dan
budaya yang membentuk kepribadian rakyat Indonesia. Saat ini anak bangsa Indonesia menghadapi persaingan
dengan sesamanya terlebih lagi dalam menghadapi anakanak dari negaranegara di dunia yang memiliki ilmu
pengetahuanyangberbedabeda.Pemerintahdalamhalinisebagaipengambilkebijakandemikemajuanbangsaini
harusmelakukanlangkalangkahuntukmenjawabsemuatantanganyangdihadapianakindonesia.
Tuntutan persaingan itu di barengi dengan ahlak yang baik, Yang membentuk kepribadian anak bangsa
yang memiliki karakter. Pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa indonesia. Menteri Pendidikan
Muh.Nuhmengatakanpendidikankarakteriniakansemakindikuatkanimplementasinyapadatahunajaranbaru
2011/2012.untukmendukungpendidikankaraktermakaakandimasukandalamsetiapmatapelajarandankegiatan
ekstrakurikuler.
Istilahkaraktersamasekalibukansatuhalyangbarubagikita.Ir.Soekarno,salahseorangpendiriRepublik
Indonesia,telah menyatakan tentang pentingnya nationcharterbuilding bagi negara yang baru merdeka. Konsep
membangun karakter juga kembali di kumandangkan oleh Ir.Soekarno era 1960 an dengan istilah berdiri di atas
kakisendiri(berdikari).
Pelaksanaandanhasilpendidikankarakterkitatidakterlepasdariperangurudalamhalpemberianmateridi
dalam kelas. Guru dalam menyampaikan pelajaran harus memikirkan out put yang dihasilkan sesuai harapan.
Pembelajaranyangdilakukanyangpadaakhirnyameningkatnyakompetensipesertadidik.
GurudanMuridadalahduakomponenyangsalingberperandiduniapendidikan.Gurumemberikanmateri
pelajaran dan Murid yang menerima pelajaran itu, Sehingga keduanya menjadi objek dari proses Pendidikan.
Dalam menjalankan tugasnya, Tentu Guru harus mempelajari materi yang akan di ajarkan sebagai langkah
persiapan baginya, Karena dalam hal ini Guru mentransfer ilmunya pada Murid. Namun persoalanya, Dengan
sistem yang bagaimana Guru dapat mentransfer ilmu dengan cepat dan efektifyang kemudian bisa di jadikan
sebagaimetodepembelajaranyangsignifikan.
Dalam hal metode pembelajaran, Winarno Surahmad berpendapat bahwa metode adalah suatu cara yang
sebaikbaiknya untuk mencapai suatu tujuan (dalam MZ. Mandaru, 2005). Sedangkan Abu Bakar mengartikan
metode sebagai jalan yang ditempuh Guru/pembimbing untuk menyampaikan suatu materi kepada peserta didik
(dalamMZ.Mandaru,2005).Darikeduapendapattersebut,Berartimetodepembelajaranadalahsebuahcaraatau
sistemuntukmengembangkanpembelajaranagardapatmenemukansatukeserasiandalamkesinambunganantara
SiswadanGuru.

http://harto212kambaton.blogspot.co.id/

2/10

12/30/2015

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF

Kesuksesanpengajardikelassangatdipengaruhiolehprosespembelajaranyangberlangsungdulu, Guru
berperan sebagai satusatunya sumber belajar, Sehingga terkesan dalam kelas bahwa guru adalah sosok yang
sangatpintar.akibatnyakegiatanpembelajaran
Berbagai cara yang dilakukan oleh pengelolah pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan dimulai
daripenyusunankurikulum,Tenagapendidiktermasukmetodeyangakanditerapkandalampembelajaran.Salah
satunya adalah PAIKEM. PAIKEM adalah Pembelajaran Aktif, Inofatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan,
Menurutparapakarpendidikanmetodepaikembisameningkatkankualitaspendidikan,Untukitutenagapendidik
mengetahui paikem itu seperti apa pelaksanakan dalam proses pemberian materi dalam kelas.agar siswa dalm
mengikutipelajarantidakmembosankan.
Dengan format baru itu pengetahuan Siswa dapat digali secara maksimal sehingga terbentuk pengetahuan
barudandapatdiingatdalamjangkawaktuyanglama.
Pada umumnya manusia yang beradab setidaktidaknya memiliki commonsense tentang pendidikan, Bahwa
pendidikanmempunyaiperananyangsangatpentingdalamkehidupanmanusia.Pendidikandapatmempengaruhi
perkembangan manusia dalam seluruh aspek keidupan dan penghidupan (Mikarsa, 2004: 2). Pendidikan
mempunyaipengaruhyangdinamisdalamkehidupanmanusiadimasadepan.Pendidikandapatmengembangkan
berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal, Yaitu pengembangan potensi individu yang setinggitingginya
dalam aspek fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual, sesuai dengan tahap perkembangan serta
karakteristiklingkunganfisikdanlingkungansosialbudayadimanadiahidup.
Pendidikan merupakan fenomena manusia yang sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu,
Makapendidikandapatdilihatdandijelaskandariberbagaisudutpandang,sepertidarisudutpandangpsikologi,
sosiologi dan antropologi, ekonomi, politik, komunikasi dan sebagainya. Manusia dituntut untuk mampu
memperkembangkan dan menyesuaikan diri terhadap masyarakat. Untuk itu manusia telah dilengkapi dengan
berbagaipotensibaikyangberkenaandengankeindahandanketinggianderajadkemanusiaanmaupunberkenaan
dengandimensikemanusiaannyayangmemungkinkanuntukmemenuhituntutankemanusiaannya.
Pengembangan manusia seutuhnya hendaknya mencapai pribadipribadi yang pendiriannya matang,
Dengankemampuansosialyangmenyejukan,Kesusilaanyangtinggi,dankeimanansertaketaqwaanyangdalam.
Dalamprosespendidikanbanyakdijumpaipermasalahanyangdialamiolehanakanak,remaja,danpemudayang
menyangkutdimensikemanusiaanmereka.(MenurutPriyatno1999,25)
LebihlanjutPriyantomengemukakanbahwapermasalahanyangdialamiolehparasiswadisekolahseringkali
tidak dapat dihindari meski dengan pengajaran yang baik sekalipun. Hal tersebut juga disebabkan oleh karena
sumbersumberpermasalahansiswabanyakyangdisebabkanolehhalhaldiluarsekolah.Dalamhalinipermasalahan
siswatidakbolehdibiarkanbegitusaja,Termasukperilakusiswayangtidakdapatmengaturwaktuuntukmelakukan
aktifitasbelajarsesuaiapayangdibutuhkan,diatur,ataudiharapkan.
B.RumusanMasalah
Dengan memperhatikan latar belakang masalah di atas, Maka masalah dalam penelitian ini adalah
bagaimanaimplementasipendidikankarakterberbasispaikemdalammeningkatkankualitasbelajarsiswadiSMP
NEG.5Kendari.
C.TujuanPenelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui implementasi
pendidikankarakterberbasispaikemdalammeningkatkankualitasbelajarsiswadiSMPNEG5Kendari.
D.ManfaatPenelitian
Adapunmanfaatdaripenelitianiniadalah:
http://harto212kambaton.blogspot.co.id/

3/10

12/30/2015

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF

1.Bagiguru,Sebagaibahanmasukandalammengembangkanmetodemengajarnya,Utamanya mengembangkan
pendidikankarakterberbasispaikem.
2.Bagisiswa,Denganpendidikiankarakterberbasispaikemmembantusiswauntukdapatmencapaihasilbelajar
yangmaksimal.
3.Bagi institusi pendidikan sebagai bahan acuan untuk mengtahui tingkat mengetahuan dan karaktristik siswa
dalamrangkahpenegakanmutupendidikan
4.Bagimahasiswauntukmenambahpengetahuanwawasandantingkatkecerdasandalamrangkahpengembangan
prosesbelajarmengajarhususnyasiswayangadadiSMPNEG.5Kendari
5.BagipenelitiuntukdapatmemahamiendikanpenerapanpendidkankiarakterdiSMPNEG5Kendari
Hasilpenelitianinidiharapkandapatmenjadiacuandanbahanrujukanbagipenelitiberikutnyayangmengkaji
halyangrelevandenganpendidikankarakterberbasispaikem

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.TINJAAN UMUM TENTANG IPLEMENTASI


1.Pengertian Implementasi
Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky
(dalam Nurdin dan Usman, 2002), mengemukakan implementasi sebagai evaluasi. Browne dan
Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2004:70) mengemukakan bahwa implementasi adalah perluasan
aktivitas yang saling menyesuaikan. Pengertian implementasi sebagai aktivitas yang saling
menyesuaikan juga dikemukakan oleh Mclaughin (dalam Nurdin dan Usman, 2004). Adapun Schubert
(dalam Nurdin dan Usman, 2002:70) mengemukakan bahwa implementasi adalah sistem rekayasa.
Secara etimologis pengertian implementasi menurut Kamus Webster yang dikutip oleh Solichin Abdul
Wahab adalah:
Konsep implementasi berasal dari bahasa inggris yaitu to implement. Dalam kamus besar
webster, to implement (mengimplementasikan) berati to provide the means for carrying out
(menyediakan sarana untuk melaksanakan sesuatu); dan to give practical effect to (untuk
menimbulkan dampak/akibat terhadap sesuatu)(Webster dalam Wahab, 2004:64).
Implementasi berasal dari bahasa Inggris yaitu to implement yang berarti mengimplementasikan.
Implementasi merupakan penyediaan sarana untuk melaksanakan sesuatu yang menimbulkan dampak
atau akibat terhadap sesuatu.
Sesuatu tersebut dilakukan untuk menimbulkan dampak atau akibat itu dapat berupa undangundang,
peraturan pemerintah, keputusan peradilan dan kebijakan yang dibuat oleh lembagalembaga
pemerintah dalam kehidupan kenegaraan.

Pengertian implementasi selain menurut Webster di atas dijelaskan juga menurut Van Meter dan Van
Horn bahwa implementasi adalah :
Implementasi adalah tindakantindakan yang dilakukan baik oleh individuindividu/pejabat
pejabat atau kelompokkelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya
tujuantujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan. (Van Meter dan Van Horn dalam
http://harto212kambaton.blogspot.co.id/

4/10

12/30/2015

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF

Wahab, 2001:65)

Pandangan Van Meter dan Van Horn bahwa implementasi merupakan tindakan oleh individu,
pejabat, kelompok badan pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuantujuan
yang telah digariskan dalam suatu keputusan tertentu. Badanbadan tersebut melaksanakan
pekerjaanpekerjaan pemerintah yang membawa dampak pada warganegaranya. Namun dalam
praktinya badanbadan pemerintah sering menghadapi pekerjaanpekerjaan di bawah mandat dari
UndangUndang, sehingga membuat mereka menjadi tidak jelas untuk memutuskan apa yang
seharusnya dilakukan dan apa yang seharusnya tidak dilakukan.
Mazmanian dan Sebastiar juga mendefinisikan implementasi sebagai berikut:
Implementasi adalah pelaksanaan keputusan kebijakan dasar, biasanya dalam bentuk undang
undang, namun dapat pula berbentuk perintahperintah atau keputusankeputusan eksekutif yang
penting atau keputusan badan peradilan.(Mazmanian dan Sebastiar dalam Wahab,2001:68)

Implementasi menurut Mazmanian dan Sebastier merupakan pelaksanaan kebijakan dasar


berbentuk undangundang juga berbentuk perintah atau keputusankeputusan yang penting atau
seperti keputusan badan peradilan. Proses implementasi ini berlangsung setelah melalui sejumlah
tahapan tertentu seperti tahapan pengesahan undangundang, kemudian output kebijakan dalam
bentuk pelaksanaan keputusan dan seterusnya sampai perbaikan kebijakan yang bersangkutan.
Pengertianpengertian di atas memperlihatkan bahwa kata implementasi bermuara pada
aktivitas, adanya aksi, tindakan, atau mekanisme suatu sistem. Ungkapan mekanisme mengandung arti
bahwa implementasi bukan sekadar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan
secara sungguhsungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Oleh
karena itu, implementasi tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh obyek berikutnya yaitu
kurikulum.
Dalam kenyataannya, implementasi kurikulum menurut Fullan merupakan proses untuk
melaksanakan ide, program atau seperangkat aktivitas baru dengan harapan orang lain dapat
menerima dan melakukan perubahan.
Dalam konteks implementasi kurikulum pendekatanpendekatan yang telah dikemukakan di atas
memberikan tekanan pada proses. Esensinya implementasi adalah suatu proses, suatu aktivitas
yang digunakan untuk mentransfer ide/gagasan, program atau harapanharapan yang dituangkan
dalam bentuk kurikulum desain (tertulis) agar dilaksanakan sesuai dengan desain tersebut. Masing
masing pendekatan itu mencerminkan tingkat pelaksanaan yang berbeda.
Dalam kaitannya dengan pendekatan yang dimaksud, Nurdin dan Usman (2004) menjelaskan
bahwa pendekatan pertama, menggambarkan implementasi itu dilakukan sebelum penyebaran
(desiminasi) kurikulum desain. Kata proses dalam pendekatan ini adalah aktivitas yang berkaitan
dengan penjelasan tujuan program, mendeskripsikan sumbersumber baru dan mendemosntrasikan
metode pengajaran yang diugunakan.

2.PengertianPendidikanKarakter

http://harto212kambaton.blogspot.co.id/

5/10

12/30/2015

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF

Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti,
perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku,
bersifat, bertabiat, dan berwatak. Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada
serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter
berasaldaribahasaYunaniyangberartitomarkataumenandaidanmemfokuskanbagaimanamengaplikasikan
nilaikebaikandalambentuktindakanatautingkahlaku,sehinggaorangyangtidakjujur,kejam,rakusdanperilaku
jeleklainnyadikatakanorangberkarakterjelek.Sebaliknya,orangyangperilakunyasesuaidengankaidahmoral
disebutdenganberkaraktermulia.
Pembangunan karakter merupakan kebutuhan asasi dalam proses berbangsa dan bernegara. Sejak awal
kemerdekaan, bangsa Indonesia sudah bertekad untuk menjadikan pembangunan karakter bangsa sebagai bagian
pentingdantidakterpisahkandaripembangunannasional.
Menyadari kondisi karakter masyarakat saat ini, pemerintah mengambil inisatif untuk mengarusutamakan
pembangunan karakter bangsa. Hal itu tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun
20052025,yangmenempatkanpendidikankaraktersebagaimisipertamadaridelapanmisigunamewujudkanvisi
pembangunannasional.DalamberbagaikesempatanPresidenRepublikIndonesiajugamengemukakanpentingnya
pembangunanwatak(characterbuilding),karenakitainginmembangunmanusiayangberakhlak,berbudipekerti
danberperilakubaik.
Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa ini disusun sebagai pelaksanaan amanat Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 20052025 dan sekaligus pelaksanaan arahan Bapak Presiden
RepublikIndonesia.
Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa ini disusun secara bersamasama oleh berbagai
kementerian, lembaga nonkementerian dan lembaga nonpemerintah yang terkait, antara lain Kwartir Nasional
Gerakan Pramuka dan Yayasan Jati Diri Bangsa. Dalam penyusunan Kebijakan Nasional ini juga menggali
masukan dari para pakar, praktisi, tokoh masyarakat, pemuka agama, budayawan, dan berbagai pihak yang
memiliki kepedulian terhadap pembangunan karakter bangsa. Untuk itu telah dilakukan sarasehan yang bersifat
nasionalpadatanggal14Januari2010dengandihadirilebihdari200orangpakar,praktisi,pemerhatidandiikuti
dengankegiatandiskusimaupunsarasehanlainnyadiberbagaiwilayahIndonesia.Disampingitujugadilakukan
kajian mendalam di beberapa sekolah dan lembaga pendidikan yang sudah merintis pendidikan karakter dengan
berbagaivariasinya.
Pendidikankarakterpadatingkataninstitusimengarahpadapembentukanbudayasekolah,yaitunilainilaiyang
melandasiperilaku,tradisi,kebiasaankeseharian,dansimbolsimbolyangdipraktikkanolehsemuawargasekolah,
dan masyarakat sekitar sekolah. Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah
tersebutdimatamasyarakatluas.
Sasaran pendidikan karakter adalah seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia negeri maupun
swasta. Semua warga sekolah, meliputi para peserta didik, guru, karyawan administrasi, dan pimpinan sekolah
menjadi sasaran program ini. Sekolahsekolah yang selama ini telah berhasil melaksanakan pendidikan karakter
dengan baik dijadikan sebagai best practices, yang menjadi contoh untuk disebarluaskan ke sekolahsekolah
lainnya.
MelaluiprograminidiharapkanlulusanSMPmemilikikeimanandanketaqwaankepadaTuhanYangMaha
Esa, berakhlak mulia, berkarakter mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki
kepribadian yang baik sesuai normanorma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan
karakternantinyadiharapkanmenjadibudayasekolah.
http://harto212kambaton.blogspot.co.id/

6/10

12/30/2015

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF

Keberhasilanprogrampendidikankarakterdapatdiketahuimelaluipencapaianindikatorolehpesertadidik
sebagaimanatercantumdalamStandarKompetensiLulusanSMP,yangantaralainmeliputisebagaiberikut:
1.Mengamalkanajaranagamayangdianutsesuaidengantahapperkembanganremaja
2.Memahamikekurangandankelebihandirisendiri
3.Menunjukkansikappercayadiri
4.Mematuhiaturanaturansosialyangberlakudalamlingkunganyanglebihluas
5.Menghargaikeberagamanagama,budaya,suku,ras,dangolongansosialekonomidalamlingkupnasional
6. Mencaridanmenerapkaninformasidarilingkungansekitardansumbersumberlainsecaralogis,kritis,dan
kreatif
7.Menunjukkankemampuanberpikirlogis,kritis,kreatif,daninovatif
8.Menunjukkankemampuanbelajarsecaramandirisesuaidenganpotensiyangdimilikinya
9.Menunjukkankemampuanmenganalisisdanmemecahkanmasalahdalamkehidupanseharihari
10.Mendeskripsikangejalaalamdansosial
11.Memanfaatkanlingkungansecarabertanggungjawab
12. Menerapkan nilainilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi
terwujudnyapersatuandalamnegarakesatuanRepublikIndonesia
13.Menghargaikaryasenidanbudayanasional
14.Menghargaitugaspekerjaandanmemilikikemampuanuntukberkarya
15.Menerapkanhidupbersih,sehat,bugar,aman,danmemanfaatkanwaktuluangdenganbaik
16.Berkomunikasidanberinteraksisecaraefektifdansantun
17. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat Menghargai adanya
perbedaanpendapat
18.Menunjukkankegemaranmembacadanmenulisnaskahpendeksederhana
19. Menunjukkanketerampilanmenyimak,berbicara,membaca,danmenulisdalambahasaIndonesiadanbahasa
Inggrissederhana
20.Menguasaipengetahuanyangdiperlukanuntukmengikutipendidikanmenengah
21.Memilikijiwakewirausahaan.
Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sekolah, yaitu
perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbolsimbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah, dan
masyarakatsekitarsekolahharusberlandaskannilainilaitersebut.
A.Implementasi Paikem
1.pengertian paikem
Paikem merupakan singkatan dari pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan
menyenangkan. Selanjutnya paikem dapat didefenisikan sebgai pendekatan mengajar (aproach to
teaching)yang di gunakan bersama metode tertentu dan berbagai media pembelajaran yang di sertai
dengan

penataan

lingkungan

sedemikian

rupa

agar

proses

pembelajaran

menjadi

aktif

,inofatif,kreatif,efektif dan menyenangkan.dengan demikian,para siswa dapat tertarik dan mudah


dapat menyerap pengetahuan dan ketrampilan yang di ajarkan.selain itu,paikem juga memungkin
siswa melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan sikap, pemahaman dan ketrampilanya
sendiri dalam arti tidak sematamata di suapi guru.metodemetode mengajar yang amat mungkin di
gunakan untuk mengimlementasikan paikem yaitu Metode ceramah plus,Metode diskusi,Metode
demonstrasi ,Metode roleplay,Metode simulasi (Muhammad Jauhar, 2011 : 150).
http://harto212kambaton.blogspot.co.id/

7/10

12/30/2015

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF

Sesuai PP no.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan, (2011:1500) bahwa paikem dapat di
kembangkan berdasarkan beberapa perubahan atau peralihan yaitu;
a.peralihan dari belajar perorangan ke belajar bersama
b.peralihan dari belajar dengan cara menghafal ke belajar untuk memahami.
c. Peralihan dari teori pemindahan pengetahuan kle bentuk interaktif,ketrampilan proses dan
pemecahan masalah.
d.Peralihan paradigma dari guru mengajar ke siswa belajar.
e.Beralihnya bentuk evaluasi tradisional ke bentuk authentic assessment.
Dalam pendidikan paikem ada beberapa karakteristik yang perlu di perhatikan oleh tenaga
pendidik yaitu 1) berpusat pada siswa yang meliputi guru sebagai fasilitator,fokus pembeljaran pada
siswa bukan pada guru,siswa belajar aktif,siswa mengontrol proses belajar dan menghasilkan karya
sendiri tidak hanya mengutip dari guru.2) belajar yang menyenangkan.3)belajar berorientasi pada
tercapainya kemampuan tertentu.4) belajar secara tuntas.5) belajar secara berkesinambungan.6)
belajar sesuai dengan kekinian.
2.Arti penting paikem
Paikem dilandasi oleh falsafah konstruktivisme yang menekankan agar peserta didik mampu
mengintegrasikan gagasan guru dengan gagasan atau pengethuan awal yang telah di miliknya, sehingga
mereka mampu membangun makna bagi fenomena yang berbeda.falsafah pragmatisme yang
berorientasi pada tercapainya tujuan secara mudah dan juga langsung menjadi landasan
paikem,sehingga dalam pembelajaran peserta didik selalu menjadi subjek aktif sedangkan guru
menjadi fasilitator dan pembimbing belajar mereka.
Ada dua landasan perlunya pendekatan paikem di terapkan di sekolah yaitu:
a.Paikem lebih memungkan peserta didik dan guru samasama aktif terlibat di dalam pembeljaran.
b.Paikem lebih memungkan guru dan siswa lebih berbuat kreatif bersama.
3.Halhal yang perlu di perhatikan dalam inplementasi pendekatan paikem
Dalam mengimplementasikan paikem,guru guru perlu memperhatikan halhal sebagai berikut:
a.Memahami sifat yang dimiliki siswa.
b.Memahaqmi perkembangan kecerdasan siswa.
c.mengenal siswa secara perorangan

4.Unsurunsur paikem
Adapun unsur unsur pendidikan dapat di jelaskan sebagai berikut :
a.Pembelajaran aktif
b.Pembeklajaran inovatif
c.Pembelajaran kreatif
d.Pembelajaran efektif
e.Pembelajaran menyenangkan

BABIII
METODEPENELITIAN
Dalam usaha untuk mendapatkan data dan informasi, bahan keterangan lainya yang di perlukan penelitian
http://harto212kambaton.blogspot.co.id/

8/10

12/30/2015

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF

dalampenyususananpenilitian,makapenulismenggunkanjenisjenispeniliitiansebagiberikut:
A.Lokasipenilitian
PenilitianinidilaksanakandiSekolahMenengahPertama(SMP)Negeri5Kendari.
1.Tipedandasarpenilitian
Tipe dan dasar penilitian di gunakan adalah tipe deskriptif,yaitu dengan memberikan gambaran apa
adanyatentangsetuasipadalokasipenilitiandenaganseobjetifmungkin.
2.Sumberdata
Sumberdatapenilitiandiperolehdari:
a.Dataprimer,yanitudatayangmemperolehdarihasilwawancaradankonsioner
b.Datasekunder,yaitudatayangdiperolehdarikomponenkomponen,catatan,laporanlaporan
maupunarsiparsipresmisertabahanpustakayangmendukungkelengkapandataprimer.

B.WaktudanTempatPenelitian
1.WaktuPenelitian
Penelitianinimulaidilaksanakanpadasaatsetelahbulanmeisampaijunitahun2012.
2.TempatPenelitan
TempatpenelitianinidilaksanakandiSMPNEG.5KendariKotaKendari
C.Teknikpengumpulandata
Dalamrangkapengumpulandataprimer,makateknikpengumpulandatayangdipergunakanadalah:
a.Wawancara
YaitumelakukanTanyajawabkepadapihaksekolahkhususnyaGuruSMPN.5Kendarisertaparasiswa
yang berada dalam ruang lingkup hususyan yang mewakili dalam satu kelas, yaitu kelas 2 di sekolah ini
menganaipembelajaranpendidikanberkarakterberbasispaikemdalammeningkatkankualitasbelajarsiswa.
b.Kuisioner
Yaitumengajukandaftarpertanyaangunamemperolehjawabanyangberkaitandenganmasalahpendidikan
berkarakterberbasisPaikem
C.PopulasiDansampel
a.Populasi
Yaitu seluruh pihak sekolah baik tenaga pengajar maupun Guru SMP N. 5 Kendari maupun para siswa
yangberadadalamruanglingkupSMPN.5Kendaridanditetapkanolehpenelitiuntukdipelajarisebanyak375
b.Sampel
Sebagaijumlahpopulasimengingatbanyaknyarespondendalampenilitianinipemilihansampelyangdi
lakukandangancarakualitatuf,yaitu sampel yang sengaja di pilih dan mereka menganggap berkompoten atau di
anggap memenuhui permasalahan yang di teliti .dalam memberikan informasiinformasi penting dengan
pertimbangandimanawaktudantenagayangsangatterbatasuntukpenilitianini.
D.Teknikpengolahandananalisisdata
Setelahmengumpuldatadenganinformasiyangtelahdibutuhkanmelauiwawancara,kuesionerdanobservasi
makadapatdiperolehdataprimermaupundatasekunderyangselanjutnyadiolahdandilakuannyaanaisissecara
kualitatifdenganmengguanakantabelakumulatifdantabelfrekuensi

DAFTAR PUSTAKA
Alwisol.2006).PsikologiKepribadian.Malang:UMM
Izzaty, Rita Eka.2008.Peran Pengasuhan Pada Pembentukan Perilaku Anak Sejak Usia Dini (Kajian Psikologis
BerdasarkanTeoriSistemEkologis).TinjauanBeberapaAspekCharacter
Building.
Mandaru.M.Z.2005.GuruKencingBerdiriMuridKencingBerlari.Yogyakarta:Arruzz.
Musfiroh,Tadkiroatun.2008.Pengembangan Karakter Anak Melalui Pendidikan Karakter. Tinjauan Beberapa Aspek
Character Building.Yogyakarta:Kerjasama Lembaga Penelitian Unversitas Negeri Yogyakarta dan Tiara
Wacana
Narwanti,Sri.2011.PendidikanKarakter.Yogyakarta:Familia
Nurwangid.2010.Peran Konselor dalam Pendidikan Karakter. Cakrawala Pendidikan, Mei 2010,Th.XXIX,Edisi
http://harto212kambaton.blogspot.co.id/

9/10

12/30/2015

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF DESKRIPTIF

KhususDiesNataliesUNY
Suparno,dkk.2002.PendidikanBudiPekertidiSekolah.Yogyakarta:Kanisius.
Sudrajat,Akhmad.2010.TentangPendidikanhttp://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/08/20/pendidikankarakter
dismp
TimPengembangMKDP.(2006).MateriPerkuliahanKurikulumdanPembelajaran.Bandung:FIPUPI
Winkel,W.S,.2005.BimbingandanKonselingdiIntitusiPendidikan,EdisiRevisi.Jakarta:Gramedia.
Yus, Anita.2008.Pengembangan Karakter Melalui Hubungan AnakKakek Nenek. Tinjauan Beberapa Aspek
Character Building.Yogyakarta:Kerjasama Lembaga Penelitian Unversitas Negeri Yogyakarta dan Tiara
Wacana
Yusuf,Syamsu.2007.PsikologiPerkembanganAnakdanRemaja.Bandung:PT.RemajaRosdakarya
http://www.forumkami.net/pendidikan/214500pengertianimplementasi

Diposkan oleh Harto Kambaton di 08.50

Tidak ada komentar:

+3 Rekomendasikan ini di Google

Beranda
Langganan: Entri (Atom)

Template Travel. Diberdayakan oleh Blogger.

http://harto212kambaton.blogspot.co.id/

10/10