Anda di halaman 1dari 10

UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

FAKULTAS KEDOKTERAN
BLOK XX

ETIKA, MORAL, PROFESIONALISME,
MEDIKOLEGAL & KESELAMATAN PASIEN,
DALAM PELAYANAN KESEHATAN JIWA

Kuliah
Slamet S. Harjosuwarno
10 Desember 2015

ciri-ciri jiwa sehat: 1.Kesehatan Jiwa ( Mental Health ) “kondisi mental yang sejahtera yang memungkinkan hidup harmonis dan produktif sebagai bagian yang utuh dari kualitas hidup seseorang. Merasa nyaman bersama dengan orang lain . dengan memperhatikan semua segi kehidupaan manusia”. Dapat berperan serta dalam lingkungan hidup 5. Mampu bekerja secara produktif dan memenuhi kebutuhan hidupnya 4. Menerima baik dengan apa yang ada pada dirinya 6. Mampu menghadapi stress kehidupan yang wajar 3. Menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya 2.

yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat DALYs karena gangguan kes jiwa: 8.Gangguan Jiwa ( Mental Disorder ) adalah suatu perubahan pada fungsi jiwa yang menyebabkan adanya gangguan pada fungsi jiwa. Penyakit Jantung (4.8%).4%) Malaria (2. .6%).2%).1% bandingkan: karena Tuberculosis (7. Kanker (5.

gangguan mental organisk dll) . pindahan tempat tinggal) b. pemasungan anak jalanan. Masalah Psiko-Sosial (psikotik gelandangan. kandungan.Penggolongan masalah kesehatan jiwa menjadi : a. Masalah Gangguan Jiwa sebagai penderitaan dan hambatan dlm lakukan peran sosial (Pengguna Napza. pelecehan. Skizofrenia. Mania. Masalah terkait kualitas daur hidup (pranikah. pasca bencana dll) c. balita. Depresi. kekerasan. tawuran. NAPZA. retardasi. dewasa dan usia lanjut) dan lingkungan hidup (pemukiman. anak. remaja.

termasuk yg berkaitan dgn kualitas & keharmonisan hidup .Pelayanan Kesehatan Jiwa ( Mental Health Service ) Di unit pelayanan kesehatan primer/sekunder . Pelayanan kesehatan Jiwa adalah pelayanan Kesehatan Prinsip-prinsip yang berlaku bagi pelayanan kesehatan juga berlaku bagi pelayanan kesehatan jiwa.Pelayanan forensik/medikolegal – menentukan status mental Di komunitas/Masyarakat: kegiatan kesehatan jiwa yang dilaksanakan di masyarakat titik berat pelayanan: promotif dan preventif tanpa melupakan upaya kuratif dan rehabilitatif.dan problem psikososial.terhadap penderita dengan gangguan mental . . .sangat luas dan kompleks.meliputi yg jelas sudah terganggu jiwanya. dengan tambahan pertimbangan kondisi tingkat gangguan kejiwaannya .

kejujuran. prinsip menghormati otonomi pasien (autonomy).Etika & Moralitas Pelayanan Kesehatan Jiwa prinsip keselamatan pasien sebagai pertimbangan utama (salus aegroti suma lex) prinsip tidak merugikan (non maleficence). perlu pengampuan . dan prinsip keadilan (justice). Orang dg gangguan jiwa berat tdk dpt dimintai pertanggungjawaban. dan objektivitas Yang perlu dipertimbangkan dalam kesehatan Jiwa: ada masalah dlm memahami realitas dunia. prinsip berbuat baik (beneficence). dan ttg apa yang diperbuat. ttg dirinya sendiri.

Profesinalisme dlm Pelyanan Kesehatan Jiwa Paham dan menerapkan standar profesi . kompetensi profesional dalam penanganan situasi krisis jiwa  penyelamatan situasi darurat ketidakmampuan memahami realitas  penanganan tepat . ketrampilan. dan prosedur standar penanganan sesuai status mental penderita Ingat.prosedur kerja/penanganan masalah Penguasaan standar diagnosis.kompetensi pengetahuan. standar terapi. sikap perilaku .kode etik profesi .

ditanyakan kepadanya. atau mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat .Medikolegal dlm Pelyanan Kesehatan Jiwa pembuatan visum et repertum keterangan saksi ahli Yang berhubungan dengan kesehatan jiwa: . misalany pada pemerkosaan/pelecehan seksual .mencegah makin parahnya akibat trauma kejiwaan baik dari peristiwanya sendiri ataupun pemeriksaan untuk kepentingan pengadilan.menentukan status mental  dapat atau tidaknya seseorang memahami apa yang dialami.

Mendidik pasien dan keluarga 3. Hak pasien 2.Keselamatan Pasien Kesehatan Jiwa ·Menerapkan standar keselamatan pasien : 1. Penggunaan metoda peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien 5. Mendidik staf tentang keselamatan pasien 7. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien 6. Komunikasi yang merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien Tindakan untuk keselamatan pasien harus disadari sebagai tanggung jawab Tim . Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan 4.

Cegah cidera melalui implementasi sistem keselamatan pasien Keselamatan pasien adalah pertimbangan utama pelayanan dokter. Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien 6. Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien 2. Integrasikan aktifitas pengelolaan risiko 4. Memimpin dan mendukung staf 3. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien 7.Keselamatan Pasien Kesehatan Jiwa Menerapkan 7 (tujuh) langkah keselamatan pasien : 1. status mental pasien jiwa memerlukan perlakuan khusus . Kembangkan sistem pelaporan 5.