Anda di halaman 1dari 16

Prinsip pendekatan

/
pemeriksaan
pada pasien psikiatri

dr. Jojor Putrini Sinaga, SpKJ

 Pada psikiatri. A good doctor is a good listener. relatif lebih lama. . dokter sebaiknya memperhatikan perasaan-nya sendiri dan perasaan pasien & peka terhadap segala hal yang mungkin tidak diungkapkan secara verbal saat interaksi terjadi. menangani & mengobati penyakit yang diderita pasien psikatri. hubungan dokter-pasien (efektif)memerlukan pemahaman yang baik tentang perilaku manusia yang sangat kompleks. seorang dokter harus selalu memperhatikan interaksi antara dirinya dengan pasien. seorang dokter harus belajar untuk mendengarkan. memerlukan pendidikan yang terus-menerus mengenai teknik berbicara dan mendengarkan orang lain. seorang dokter harus peka terhadap apa yang terjadi .  Pada saat terjadi komunikasi dokter-pasien. Waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan pasien psikiatri.  Untuk dapat mendiagnosis.

. & molekular penyakit dan efeknya pada fungsi biologis pasien. penyakit pada manusia didasari pada model biopsikososial. seorang dokter yang baik. juga memperhatikan aspek kultural & lingkungan. struktural. Menurut George Engel. Sistem biologis menekankan substrat anatomik. tetapi juga memperhatikan dan memahami dengan baik seluruh aspek yang terjadi pada pasien. tidak hanya memperhatikan keluhan fisik / status medis pasien.Selain itu. termasuk keluhan psikologis.

PSIKOLOGIK BIOLOGIK SOSIAL .

Sistem psikologis menekankan faktor psikodinamik. kepribadian pada pengalaman penyakit & reaksi emosional/psikologis terhadap penyakit. masing-masing sistem saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tiap sistem lainnya. lingkungan & keluarga pada ekspresi & pengalaman penyakit. motivasi. Model biopsikososial adalah komponen yang penting dalam hubungan dokter-pasien. . Sistem sosial menekankan pengaruh kultural. Menurut George Engel.

Friendship model. 3. Pasien tidak bertanggung jawab untuk perawatan dirinya. Contoh pada pasien yang tidak sadar. pasien berperan pasif. Seringkali mencerminkan masalah psikologis dasar dokter yang mungkin mempunyai kebutuhan emosional untuk mengubah masalah perawatan pasien menjadi suatu hubungan yang lebih pribadi / cinta.Dalam psikiatri. terutama pada penyakit-penyakit kronis. Active-pasive model. ada 4 model hubungan dokter pasien 1. Dokter mengontrol. Mutual participation model. . dan mendominasi. Peran serta aktif pasien sangat diperlukan. Dokter berperan aktif. Dianggap disfungsional / kurang etis. Teacher-student model. delirium. Menyatakan persamaan antara dokter-pasien. 4. 2.

Prinsip wawancara Psikiatrik  Salah satu alat yang penting dalam melakukan hubungan dokter-pasien adalah wawancara. tunjukkan sikap serius/menunjukkan minat mau mendengarkan terhadap keluhan paisen. dokter harus selalu berpatokan pada kebutuhan-kebutuhan pasien.  Saat wawancara.  Wawancara diperlukan untuk menggali data untuk kepentingan mengetahui penyakit pasien. .  Saat wawancara. empati dan sabar. jangan menghakimi. Wawancara juga diperlukan untuk meningkatkan pengertian & kepatuhan pasien terhadap pengobatan & saran dokter.

Faktor yang mempengaruhi wawancara  Kepribadian. Kondisi ini mempengaruhi jenis pertanyaan & anjuran yang ditawarkan.  Situasi klinis : bangsal umum. memakai penterjemah. ruang gawat darurat. orientasi & pengalaman dokter. dokter yang selalu mencatat atau memperhatikan. anggukan kepala.  Faktor teknik. kenyamanan ruangan wawancara. tempat praktek. karakter pasien mempengaruhi konteks emosional wawancara. dsb. (termasuk pemilihan kata & kalimat (misalnya menggunakan kata atau kalimat yang menghakimi atau menyalahkan pasien). .  Kondisi penyakit pasien apakah sedang akut atau kronik. misalnya deringan / interupsi telepon.  Gaya.

. Mengenal masalah yang terdapat pada pasien. Memberikan informasi dan menerapkan rencana terapi. 2. Mengembangkan dan mempertahankan hubungan terapeutik dokter-pasien. 3.Tujuan wawancara Psikiatrik 1.

1. Mengenal masalah yang terdapat pada pasien Memungkinkan dokter menegakkan diagnosis atau menganjurkan prosedur diagnostik lebih lanjut. . meyarankan terapi dan memperkirakan sifat penyakit.

2.2. 3. . Kepuasan dokter. Kemauan pasien untuk memberikan informasi untuk kepentingan diagnostik. Kepuasan pasien. Menghilangkan penderitaan fisik & psikologis pasien. Mengembangkan dan mempertahankan hubungan terapeutik dokter-pasien 1. 5. Kemauan pasien untuk menerima rencana terapi atau proses negosiasi. 4.

1. 7. Pengertian pasien tentang penyakitnya. Pengertian pasien akan kemungkinan terapi. Pencapaian kesepakatan antara dokter-pasien tentang no 1. Informed consent. 5. 4. 3. 3. 2.3 di atas.Memberikan informasi & menerapkan rencana terapi. . Meningkatkan mekanisme coping pasien. 6. Perubahan gaya hidup. Pengertian pasien tentang prosedur diagnostik yang dianjurkan.

5. dokter harus menggunakan sikap / respons empati kepada pasien. Untuk mendapatkan rapport. . hubungan. 4. Seorang dokter harus bisa mendapatkan rapport 3.Rapport sangat penting dalam pemeriksaan Psikiatrik 1. Tidak berhasilnya dokter dalam mendapatkan rapport yang baik dengan pasien menyebabkan banyak pengobatan / perawatan yang dilakukan menjadi tidak efektif. dari pasien. Mendapatkan rapport merupakan langkah pertama dalam wawancara. Adanya rapport menyatakan secara tidak langsung adanya pengertian & kepercayaan antara dokter-pasien. Arti kata . 6. 2.

. Tunjukkan sikap profesionalisme / tunjukkan bahwa dokter cukup mengerti. 2. 6. 5. Tunjukkan wibawa sebagai dokter dan ahli untuk melakukan terapi. 3. Membuat keseimbangan sebagai seorang pendengar yang empati.Strategi untuk mendapatkan rapport 1. Tempatkan pasien dan pewawancara dalam kondisi yang nyaman. Nilai tilikan pasien dan jangan segera / buru-buru melakukan sanggahan / bantahan kepada pasien. seorang ahli dan seorang yang memiliki wewenang. 4. Cari / temukan rasa nyeri / tidak nyaman pada pasien dan berikan respons yang sesuai.

Sikap dan pengetahuan pasien dan dokter terhadap penyakit. 6. 3. 5. Keyakinan pasien. Pemakaian bahasa. Status pendidikan. Perbedaan status sosial. 4. Intelektual.Hal-hal yang dapat mempengaruhi rapport 1. 2. .

terimakasih .