Anda di halaman 1dari 2

Tata laksana lesi prekanker serviks

:
Perbedaan terapi destruktif dan terapi eksisi adalah pada terapi destruksi tidak
ada pengangkatan lesi

Kelainan hasil pap smear --- termasuk pemeriksaan sitologik









Kelainan hasil pap smear diklasifikasikan dengan sistem bethesda (liat
slide)
Kelainan dapat terjadi akibat inflamasi,infeksi,displasia,dan kanker
Kelaina seln akibat dari replikasi HPV mempunyai ciri-ciri: nukleus
membesar,multinukleusasi,hiperkromasia,perinuclear sitoplasma
clearing (halo)
Resolusi infeksi hpv ditandai dengan perbaikan hasil sitologi
10 – 15% hasil pap smear  severe dysplasia
Pasien dengan hasil pap smear ASC-US  harus tes HPV untuk
menentukan perlu colposcopy/tdk
Pasien dengan ASC-H,LSIL,HSIL  langsung lakukan colposcopy
Kelainan hasil pap smear sebagian besar menjadi normal dalam kurun
waktu 6 bln – 2 thn,sisanya menetap pada level tsb,atau menjadi
progresif
ASC dan LSIL cenderung menjadi normal
HSIL menandakan infeksi yang persisten dan cenderung progresif
menjadi lesi lebih ganas

Colposcopy dan cervical biopsy --- termasuk pemeriksaan histologik



Setelah pemeriksaan sitologik pada pap smear perlu dilakukan
pemeriksaan lanjutan histologik untuk memastikan diagnosis kanker dan
dysplasia
Colposcopymelihat serviks dengan pembesaran seperti teropong,yang
sebelumnya serviks tsb diberikan asam asetat agar dapat dilihat lebih
jelas
Apabila terdapat kelainan,lesi tersebut dibiopsi dan dikirim ke bagian PA
untuk diagnosis histologik definitif
Cervical dysplasia diklasifikan menurut bagian epitel serviks yang
mengalami kelainan

Management CIN by level:



Dulu menggunakan metode CKC (cold knife conization)  menggunakan
scapel insisi bagian portio seperti cone (conization) dan endocervical
canal,namun blood loss lebih banyak dan lebih lama,anestesi umum
Sekarang menggunakan metode LEEP (loop electrosurgical excision
procesure)  insisi cone shaped piece of cervical portio (conization),blood
loss lebih kecil,lebih cepat,anestesi lokal
CIN 1 : cyrotherapy / surgical excision
CIN 2 dan 3 : LEEP

Jika hasil kurang memuaskan bisa cek hpv dna tiap 6 bulan selama 1 thn  normal  cek 20 th lagi.jika abnormal dilakukan biopsi lagi Treatment of Cervical Cancer:   Preinvasive disease: bisa ckc/ simple hyster.menghancurkan jaringan abnormal dengan membekukan namun juga dapat meghancurkan jaringan normal.Pada pasien yang telah mengalami operasi.kombinasi terapi ini telah terbuka perpanjan masa hidup pasien dibandingkan dengna hanya satu terapi  Reccurent disease: .  Rekurensi pada CIN 2 dan 3 sekitar 10 – 15 % Setelah menjalani operasi.pemilihan terapi tergantung umur dan kemampuan menjalani operasi Pada pasien yang muda cenderung melakukan radical hysterectomy karena dengan radiasi dapat menggangu fungsi normal ovarium  Advanced disease : chemo + radiasi = chemoradiation Bertujuan untuk mengeradikasi kanker dan mencegah metastasis.namun jika ingin mempertahankan fertilitas lebih dipilih ckc (ga pake angkat2 seluruh uterus) Early disease: bisa radiation/ radical hyster. Cara kerja: gas nitrogen / liquid CO2 flow thru probjaringan menjadi beku Kurang efektif jika jaringan abnormal terlalu dalam di jaringan serviks CKC  pake scapel LEEP aka LLETZ (large loop excision of the transformation zone)  menggunakan kabel tipis yang bertegangan listrik rendah Hysterectomy: pengangkatan uterus (liat slide) Radiation: menggunakan xray dosis tinggi untuk membunuh sel kanker .bisa menggunakan radiasi untuk mengobati rekurensinya dan sebaliknya Jenis – jenis tindakan:      Cyrotherapy terapi beku.pasien tiap 6 bula setelahn operasi dilakukan skrining pap smear / pap semar + colpo  normal  cek 20 tahun lg.mempunyai rekurensi dan survival rates yang sama.