Anda di halaman 1dari 7

Penatalaksanaan

Pada bayi maupun anak yang dicurigai intususepsi atau invaginasi, penatalaksanaan lini
pertama sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih lanjut. Selang
lambung (Nasogastric tube) harus dipasang sebagai tindakan kompresi pada pasien dengan
distensi abdomen sehingga bisa dievaluasi produksi cairannya. Setelah itu, rehidrasi cairan
yang adekuat dilakukan untuk menghindari kondisi dehidrasi dan pemasangan selang catheter
untuk memantau ouput dari cairan. Pemeriksaan darah lengkap dan elektrolit darah dapat
dilakukan(2,16).
“Pneumatic” atau kontras enema masih menjadi pilihan utama untuk diagnosa maupun
terapi reduksi lini pertama pada intususepsi di banyak pusat kesehatan. Namun untuk
meminimalisir komplikasi, tindakan ini harus dilakukan dengan memperhatikan beberapa
panduan. Salah satunya adalah menyingkirkan kemungkinan adanya peritonitis, perforasi
ataupun gangrene pada usus. Semakin lama riwayat perjalanan penyakitnya, semakin besar
kemungkinan
kegagalan
dari
terapi
reduksi
tersebut (16).
1. Tindakan

Non

Operatif

 Hydrostatic

Reduction

Metode reduksi hidrostatik tidak mengalami perubahan signifikan sejak
dideskripsikan pertama kali pada tahun 1876. Meskipun reduksi hidrostatik dengan
menggunakan barium di bawah panduan fluoroskopi telah menjadi metode yang
dikenal sejak pertengahan 1980-an, kebanyakan pusat pediatrik menggunakan
kontras cairan saline (isootonik) karena barium memiliki potensi peritonitis yang
berbahaya
pada
perforasi
intestinal(16).
Berikut

ini

adalah

tahapan

pelaksanaannya (2,4,16) :

1. Masukkan kateter yang telah dilubrikasi ke dalam rectum dan difiksasi kuat
diantara

pertengahan

bokong.

2. Pengembangan balon kateter kebanyakan dihindari oleh para radiologis
sehubungan

dengan

risiko

perforasi

dan

obstruksi

loop

tertutup.

3. Pelaksanaannya memperhatikan “Rule of three” yang terdiri atas: (1) reduksi
hidrostatik dilakukan setinggi 3 kaki di atas pasien; (2) tidak boleh lebih dari 3

Sebuah manometer dan manset tekanan darah dihubungkan dengan kateter. saat ini juga dikenal reduksi menggunakan air (dilusi antara air dan kontras soluble dengan perbandingan 9:1) dengan panduan USG. Diantaranya yaitu : penurunan angka morbiditas.16). Prosedur ini dimonitor secara fluroskopi sejak udara dimasukkan ke dalam rectum. Reduksi hidrostatik telah sempurna jika media kontras mengalir bebas melalui katup ileocaecal ke ileum terminal. namun sangat tergantung pada kemampuan expertise USG dari pelakunya(4). 5. Pengukuran tekanan yang akurat dapat dilakukan. dan dilakukan sebuah foto polos. dan udara dinaikkan perlahan hingga mencapai tekanan 70-80 mmHg (maksimum 120 mmHg) dan diikuti dengan fluoroskopi. . Selain penggunaan fluoroskopi sebagai pemandu. dan waktu perawatan di rumah sakit(2. Penganut dari model reduksi ini meyakini bahwa metode ini lebih cepat. lebih aman dan menurunkan waktu paparan dari radiasi. Kolum udara akan berhenti pada bagian intususepsi. Reduksi berhasil pada rentang 45-95% dengan kasus tanpa komplikasi. Tekanan udara maksimum yang aman adalah 80 mmHg untuk bayi dan 110-120 mmHg untuk anak. Teknik non pembedahan ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan reduksi secara operatif. 4.kali percobaan. Pengisian dari usus dipantau dengan fluoroskopi dan tekanan hidrostatik konstan dipertahankan sepanjang reduksi berlangsung. Keberhasilannya mencapai 90%.  Pneumatic Reduction(16) Reduksi udara pada intususepsi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1897 dan cara tersebut telah diadopsi secara luas hingga akhir tahun 1980. (3) tiap percobaan masing-masing tidak boleh lebih dari 3 menit. dan tingkat reduksi lebih tinggi daripada reduksi hidrostatik. Berikut ini adalah langkah-langkah pemeriksaannya:  Sebuah kateter yang telah dilubrikasi ditempatkan ke dalam rectum dan direkatkan  dengan kuat. biaya.

ataupun ada bukti nyata akan peritonitis difusa. di bawah atau di atas umbilikus. Foto lain selanjutnya dibuat pada sesi ini. foto post reduksi (supine dan decubitus/upright views) harus dilakukan untuk mengkonfirmasi ketiadaan  udara bebas. .  Untuk melengkapi prosedur ini. Penggunaan glucagon (0.5 mg/kg) untuk memfasilitasi relaksasi dari usus memiliki hasil yang beragam dan tidak rutin dikerjakan. Tindakan Operatif Apabila diagnosis intususepsi yang telah dikonfirmasi oleh x-ray. 1. udara akan teramati melewati usus kecil dengan cepat. Jika tidak terdapat intususepsi atau reduksinya berhasil. dan udara akan dikeluarkan duluan sebelum kateter dilepas. Reduksi yang sulit membutuhkan beberapa usaha lebih. tergantung pada derajat intususepsi. Prosedur  operatif(20): Insisi  Antibiotik intravena preoperatif profilaksis harus diberikan 30 menit sebelum insisi  kulit. Sayatan bisa dibuat sejajar. maka penanganan operatif harus segera dilakukan (16). Pasien diposisikan terlentang dan sayatan kulit sisi kanan perut melintang dibuat sedikit lebih rendah daripada umbilikus (Gambar 12). mengalami kegagalan dengan terapi reduksi hidrostatik maupun pneumatik.

meremas usus distal ke apex bersamaan dengan tarikan lembut dari usus proksimal untuk membantu reduksi (Gambar 13). . obliqus internus. karena ini dapat dengan mudah mengakibatkan cedera lebih lanjut pada usus besar. Traksi yang kuat atau menarik usus intususeptum dari intususipien harus dihindari. dan fascia transversalis.  Usus yang mengalami intususepsi secara hati-hati dijangkau dari luka operasi dan reduksi dilakukan dengan lembut. Diseksi  Teknik pemisahan otot dimulai dari eksternal.

Penempatan spons yang hangat dan lembab selama beberapa menit dapat meningkatkan perfusi . ileum terminal yang direduksi muncul kehitaman dan menebal pada palpasi. reseksi usus segmental diperlukan jika reduksi tidak dapat dicapai atau usus nekrotik diidentifikasi setelah reduksi. Umumnya. Setelah reduksi. kondisi umum ileum terminal yang mengalami intususepsi harus  dinilai dengan hati-hati (Gambar 14). Kadang-kadang.

 Kulit reapproximated dengan jahitan subcuticular 5-0 yang diserap. berpotensi menghindari reseksi bedah yang tidak perlu. . penutupan fasia perut dilakukan di lapisan menggunakan benang absorbable 3-0. sehingga.  Appendektomi standar dilakukan jika dinding cecal berdekatan adalah normal (Gambar  15).jaringan lokal. Menutup  Setelah reduksi dicapai atau reseksi dilakukan (jika diperlukan) dan hemostasis dipastikan.

Murphy JM. Available from: URL: http://emedicine. 2010.p. Fallat ME. Intussusception. III. Medscape Reference.Chung DH. Ashcraft’s Pediatric Surgery. 2009. Irish MS. In: Atlas of General Surgical Techniques.Ignacio RC. 20. eds. PA: Elsevier. Philadelphia.508. Pediatric intussusception surgery. 16.Dafpus 2. Intussusception. Spinger: Dordrecht Heidelberg. In: Holcomb GW. Hollwarth M editors. Townsend CM & Evers.medscape.com/article/937730overview#showall [di akses pada 22 Juni 2015] 4. Puri P. PA: Elsevier. 2010. Intussusception in pediatric surgery diagnosis and management. Philadelphia.Ramachandran P. .