Anda di halaman 1dari 50

SKENARIO 2

KELUMPUHAN WAJAH
KELOMPOK B-12

KELOMPOK b-12

SKENARIO 2
KELUMPUHAN WAJAH
Perempuan berusia 50 tahun saat sedang berbelanja dipusat
perbelanjaan tiba-tiba berbicara cadel dan setelah diperhatikan
oleh suaminya wajah pasien terlihat tidak simetris. Pasien juga
mengeluh anggota gerak sisi kiri lebih lemah dibandingkan kanan.
Suami langsung membawa istrinya ke IGD RS terdekat.
Pemeriksaan tanda vital menunjukan hipertensi. Pada pemeriksaan
fisik ditemukan wajah tidak simetris. Sulcus nasolabialis kiri
tampak mendatar,namun kerutan dahi simetris. Pada saat
menjulurkan lidah,mencong ke sisi kiri tanpa adanya atrofi papil
dan fasikulasi. Terdapat hemiparesis sinistra.dokter mengatakan
pasien mengalami stroke. Sebagai seorang suami, ia berkewajiban
untuk menyantuni dan merawat istrinya dengan baik sesuai ajaran
islam.

SASARAN BELAJAR
LI 1. Memahami dan menjelaskan anatomi dan fisiologi nervus cranialis I sampai XII.
LI 2. Memahami dan menjelaskan anatomi dan fisiologi jaras motorik dan jaras sensorik.
LI 3. Memahami dan menjelaskan stroke.
LO 3.1 Definisi stroke
LO 3.2 Etiologi dan factor resiko stroke
LO 3.3 Epidemiologi stroke
LO 3.4 Klasifikasi stroke
LO 3.5 Patofisiologi stroke.
LO 3.6 Manifestasi Klinik stroke.
LO 3.7 Diagnosis dan Diagnosis Banding stroke.
LO 3.8 Terapi stroke
LO 3.9 Komplikasi stroke
LO 3.10. pencegahan stroke
LO 3.11 Prognosis stroke.
LI 4. Memahami dan menjelaskan kewajiban suami dan istri menurut islam.

1. MEMAHAMI DAN
MENJELASKAN
ANATOMI &FISIOLOGI
N. CRANIALIS

.

.

. termasuk akson dari jaras piramidalis (piramidal neurons) dan jaras motorik ekstrapiramidalis atas (extrapyramidal upper motor neurons) yang menghubungkan korteks ke badan sel dari jaras motorik yang lebih rendah. bagian ini kadang-kadang juga disebut sebagai leher botol serat (bottleneck of fibers). Memahami dan menjelaskan jaras sensorik dan jaras motorik ◦ Kapsula interna (internal capsule) adalah bagian otak yang terletak di antara nukleus lentikularis dan nukleus kaudatus. ◦ Karena begitu banyaknya akson yang berkumpul dalam kapsula interna.2. ◦ Struktur ini adalah sekelompok saluran serat termyelinasi.

Ketika dipotong horizontal: ◦ tikungan di V disebut genu ◦ crus anterius adalah bagian dalam depan genu. antara kepala inti caudate dan inti lenticular ◦ crus posterius adalah bagian belakang genu. antara thalamus dan lenticular nukleus .

JARAS SENSORIS MENUJU SISTEM SARAF PUSAT ◦ Jalan raya sensorik berfungsi untuk membawa fungsi sensorik (exteroreseptif & propioreseptif) dari reseptor ke pusat sensorik sadar di otak. .

reseptor dibagi menjadi: ◦ Exteroseptor : perasaan tubuh permukaan (kulit) ◦ Proprioseptor : perasaan tubuh dalam. seperti pada otot. sendi. ◦ Interoseptor : perasaan tubuh pada alat-alat viscera atau alat-alat dalaml .◦Menurut letaknya. dan tendo.

Menurut tipe atau jenis stimulus. mendeteksi rasa raba atau sentuhan ◦Thermoreseptor Reseptor sensoris unuk mendeteksi perubahan suhu. dan dilakukan oleh sel photoreceptor (batang dan kesrucut) di retina mata. reseptor dibagi menjadi : ◦Mekanoreseptor Kelompok reseptor sensorik untuk mendeteksi perubahan tekanan. memonitor tegangan pada pembuluh darah. ◦Nociseptor Reseptor sensorik untuk mendeteksi rasa nyeri dan merespon tekaan yang dihasilkan oleh adanya kerusakan jaringan akibat trauma fisik maupun kimia ◦Chemoreseptor Reseptor sensorik untuk mendeteksi rangsang kimiawi ◦Photoreseptor Reseptor sensorik untuk mendeteksi perbahan cahaya. .

.◦ Dalam penghantarannya sinyal sensorik akan dibawa melalui salah satu dari dua jaras sensoris bolak-balik: (1) sistem kolumna dorsalis-lemniskus medialis atau (2) sistem anterolateral.

Kolumna Dorsalis-Sistem Lemniskus Medialis ◦ Sensasi raba membutuhkan rangsangan dengan derajat lokalisasi tinggi ◦ Sensasi raba membutuhkan penjalaran impuls dengan intensitas gradasi yang halus ◦ Sensasi fisik misalnya sensasi getaran ◦ Sensasi terhadapa sinyal gerakan pada kulit ◦ Sensasi posisi tubuh dari persendian ◦ Sensasi tekan yang berkaitan dengan derajat penentuan intensitas tekanan. Sistem Anterolateral ◦ Rasa nyeri ◦ Sensasi termal. meliputi sensasi hangat dan dingin ◦ Sensasi raba dan tekan kasar yang mampu menentukan tempat perabaan kasar pada tempat penekanan tubuh ◦ Sensasi geli dan gatal ◦ Sensasi seksual .

otot dan tendo : sinyal diterima reseptor → ganglion spinale → radiks posterior medulla spinalis → lalu naik sebagai funiculus grasilis dan funiculus cuneatus → berakhir di nucleus Goll → berganti menjadi neusron sensoris ke-2 → menyilang ke sisi lain medulla spinalis → menuju thalamus di otak → berganti menjadi neuron sensoris ke-3 → menuju ke korteks somatosensorik di girus postsentralis (lobus parietalis). Untuk rasa dalam (proprioseptif) seperti perasaan sendi. tekan.Jaras somatosensorik yang dilalui oleh sistem sensorik adalah sebagai berikut : A. . dan suhu : sinyal diterima reseptor → dibawa ke ganglion spinale → melalui radiks posterior menuju cornu posterior medulla spinalis → berganti menjadi neuron sensoris ke-2 → lalu menyilang ke sisi lain medulla spinalis → membentuk jaras yang berjalan ke atas yaitu traktus spinotalamikus → menuju thalamus di otak → berganti menjadi neuron sensoris ke-3 → menuju korteks somatosensorik yang berada di girus postsentralis (lobus parietalis) B. raba. Untuk rasa permukaan (eksteroseptif) seperti rasa nyeri.

◦Tractus Spinoreticularis Tractus spinoreticularis merupakan jaras aferen formatio reticularis yang berperan penting dalam mempengaruhi tingkat kesadaran. .Jaras-Jaras Asendens Lain ◦Tractus Spinotectalis Jaras ini membawa informasi aferent untuk refleks spinovisual dan menimbulkan pergerakan mata dan kepala ke arah sumber stimulasi. ◦Tractus Spino-olivarius Tractus Spino-olivarius meneruskan informasi dari kulit dan organ-organ proproseptif menuju cerebellum.

neuron yang ada dicortex cerebri sebagai Neuron orde pertama (sel pyramidalis). yang disebut juga korteks motorik primer. pons. ◦ Merupakan jaras motorik utama yang pusatnya di girus precentralis (area 4 Broadmann). ◦ Motorik atas terletak pada cortex cerebri.Jaras Motorik Traktus piramidal s. medulla oblongata dan medulla spinalis bersinap dengan neuron orde kedua pada cornu anterior subt.grisea medulla spinalis   . ◦ Axon neuron pertama turun melalui corona radiata  masuk crus posterior capsula interna  mes-encephalon. Traktus Corticospinalis 1. ◦ Impuls motorik dari pusat motorik disalurkan melalui traktus piramidal berakhir pada cornu aanterior medulla spinalis.

spinalis dan akhirnya pergi ke efektor sadar .grisea medulla spinalis terdapat dua neuron : ◦Neuron orde kedua (neuron antara) terletak pada pangkal columna anterior subt.Neuron Motorik Bawah (Pusat Spinal) ◦Cornu anterius medulla spinalis (Pusat Spinal) tractus corticospinalis.spinalis yang bergabung dengan radix posterior membentuk n.grisea ◦Neuron orde ketiga  axon neuron ketiga keluar dari medulla spinalis sebagai radix anterior n. Letak columna subt.

.

pons dan medulla oblongata (neuron orde pertama). dikirmkan axon lurus kebawah : traktus reticulospinlis pontinus  Dari neuron di medulla oblongata. menyilang garis tengah baru turun ke medulla spinalis : traktus reticulospinalis medulla spinalis  Tujuan : cornu anterius medulla spinalis (pusat spinal: neuron orde kedua dan ketiga)  Fungsi : mengontrol neuron orde kedua dan ketiga dalam bentuk fasilitasi dan inhibisi kontraksi otot skelet berkaitan dengan fungsi kseimbangan tubuh. . Tractus reticulospinalis  Asal : Formatio reticulare yang terletak sepanjang mes-encephalon. Traktus Ekstrapyramidal ◦Datang dari Batang Otak menuju Medulla Spinalis a.2.  Jalan : Dari neuron yang ada di pons.

.

b. Jalannya dekat sekali dengan fasciculus longitudinale medialis Tujuan: cornu anterius medulla spinalis (pusat spinal) dan bersinaps dengan neuron orde kedua dan ketiga Fungsi: 1) terjadinya reflex pupilodilatasi sbg. respon terhadap ransang penglihatan . respon kalau lagi berada dalam ruang gelap 2) terjadinya reflex gerakan tubuh sbg. Tractus Tectospinalis Asal: colliculus superior mes-encephalon (neuron orde pertama) Jalan: menyilang garis tengah dan turun melalui pons. medulla oblongata.

.

c. medulla oblongata menuju cornu anterior meulla spinalis subt. grisea (pusat spinal) Fungsi: memacu kontraksi otot fleksor dan menghambat kontraksi otot ekstensor berkaitan dengan fungsi keseimbangan tubuh . Jalan: axon neuron orde pertama menyilang garis tengah turun kebawah melewati pns. Tractus Rubrospinalis Asal: nucleus ruber (neuron orde pertama) pada tegmentum mes-encephalon setinggi coliculus superior.

.

Tractus vestibulospinalis Asal: nuclei vestibularis = neuron orde pertama (dalam pons dan med.vestibularis dan cerebelum Tujuan: cornu anterius medulla spinalis (pusat spinal) Fungsi: memacu kontraksi otot ekstensor dan menghambat kontraksi otot fleksor berkaitan dengan fungsi keseimbangan tubuh . menerima akson dari auris interna melalui N.d. oblongata).

.

corpus striatum.e. nuceu ruber Tujuan : cornu anterius med. spinalis (pusat spinal) Fungsi : mempengaruhi kontraksi otot skelet berkaitan dengan fungsi keseimbangan tubuh . menerima axon dari : cortex cerebrii. Tractus olivospinalis Asal : nucleus olivarius inferius (neuron orde pertama).

.

3. (diagnosis &tataksana penyakit saraf. disertai manifestasi klinis berupa defisit neurologis dan bukan sebagai akibat tumor. Memahami dan mejelaskan stroke Definisi Stroke adalah sindrom yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak dengan awitan akut. trauma. ataupun infeksi susunan saraf pusat. 2009) .

klasifikasi .

etiologi 1. inflamasi. leukositosis. dan hiperviskositas darah . hiperkoagulasi. penggunaan katup jantungprostetik. endokarditis infeksiosa dan noninfeksiosa. kelainan darah : trombositosis. penyakit jantung reumatik. penyalahgunaan obat. vaskuler : aterosklerosis. anemia sel sabit. sindrom moyamoya. dan fibrilasi atrium 3. aritmia jantung. trombosis sinus atau vena. polisitemia. diseksi arteri. kelainan jantung : trombus mural. 2. miksoma atrial. displasi fibromuskular.

Faktor resiko .

8 : 1 ◦ pada penelitian di 28 rumah sakit di seluruh Indonesia diperoleh data jumlah penderita stroke akut sebanyak 2065 kasus selama periode awal Oktober 1996 sampai dengan akhir Maret 1997.2 : 1 serta perbandingan stroke antara kulit hitam dan kulit putih yakni 1.2% .8% dan pasien perempuan 46. perbandingan stroke antara pria dan wanita yakni 1.5%. mengenai usia sebagai berikut : dibawah 45 tahun 12.9% . dengan jumlah pasien laki-laki 53.8% . diatas 65 tahun 35.epidemiologi ◦ Di Amerika Serikat. usia 45 – 65 tahun 50.

Patofisiologi &patogenesis .

Manifestasi klinis .

Aktifitas ◦.Pola makan ◦.Nyeri/ kenyamanan ◦.Interaksi sosial .Pernafasan ◦. Anamnesis ◦.diagnosis 1.Neurosensorik ◦.Integritas ego ◦.

Pemeriksaan fisik ◦ Perubahan perfusi jaringan Interupsi aliran darah ◦ Gangguan mobilitas fisik kerusakan perseptual / kognitif ◦ Gangguan komunikasi verbal kerusakan sirkulasi serebral ◦ Kurang perawatan diri penurunan kekuatan dan ketahanan ◦ Gangguan harga diri perubahan biofisik ◦ Kurang pengetahuan mengenai kondisi pengobatan keterbatasan kognitif .

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK / LABORATORIUM ◦ Angiografi cerebral ◦ CT-scan ◦ Lumbal Punksi ◦ MRI ◦ USG Dopler ◦ EEG ◦ Sinar X tengkorak .

= Terjadi kontraksi otot tanpa gerakan yang nyata 2.Perlakuan khusus : ◦ Penilaian GCS -> mata = 4 . Penilaian kekuatan otot : 0. motorik = 6. total nilai (sadar) = 5 ◦ keseluruhan bila < 9 = koma. = Tidak ada kontraksi otot 1. = Terdapat gerakan yang memenuhi satu lengkung gerakan melawan gaya berat ditambah dengan sejumlah beban / tahanan. verbal = 3 . . = Terdapat gerakan otot melampaui suatu bagian lengkungan gerkan. = Terdapat gerakan yang memenuhi satu lengkung gerakan melawan gaya berat ditambah dengan sejumlah beban / tahanan 5. 4. melawan gaya berat 3. = Otot mampu untuk melawan seluruh gaya gerakan yang dimaksud.

dan menghentikan kerusakan seluler yang berkaitan dengan iskemik/hipoksia  Therapeutic window : 12 – 24 jam.9 Tatalaksana Sasaran terapi Terapi yang diberikan tergantung jenis strokenya  iskemik atau hemoragik Sasaran : aliran pembuluh darah otak Berdasarkan waktu terapinya : .6. golden period : 3 – 6 jam kemungkinan daerah di sekitar otak yang mengalami iskemik masih dapat diselamatkan  Pada stroke hemoragik  terapi tergantung pada latar belakang setiap kasus hemoragiknya .Terapi pencegahan sekunder atau rehabilitasi  Pendekatan terapi pada fase akut stroke iskemik: restorasi aliran darah otak dengan menghilangkan sumbatan/clots.Terapi pada fase akut .

.

.

BB. rokok. hipertensi. dll  Pasien dgn terapi antikoagulan dipantau terhadap paramater koagulasi/perdarahan  Pasien yang mendapat aspirin dipantau kemungkinan gangguan/perdarahan GIT  Pasien yang dapat tiklopidin dipantau efek samping dan interaksi obatnya: periksa darah rutin untuk deteksi adanya neutropenia .Evaluasi outcome terapi  Faktor resiko yang dapat diatasi harus dipantau : profil kolesterol.

asam dan basa. Komplikasi Akut  Kenaikan tekanan darah.  Rekurensi stroke. Pasien stroke seringkali merupakan pasein DM sehingga kadar glukosa darah pasca stroke tinggi.  Gangguan sosial-ekonomi.  Gangguan cairan.Komplikasi 1. .  Infeksi dan sepsis. inkontinensia serta berbagai akibat imobilisasi lain.  Gangguan jantung.  Kadar gula darah. Komplikasi Kronik  Akibat tirah baring lama di tempat tidur bias terjadi pneumonia.  Ulcer stres. 2. elektrolit.  Gangguan respirasi. dekubitus.

Pencegahan Rekomendasi American Stroke Association (ASA) tentang pencegahan stroke adalah sebagai berikut: 1. Pencegahan Primer Stroke Pendekatan pada pencegahan primer adalah mencegah dan mengobati faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi.  Hipertensi  Diabetes melitus  Lipid  Merokok  Obesitas  Aktivitas fisik 2. CEA. Aggrenox adalah satu-satunya kombinasi aspirin dan dipiridamol yang telah terbukti efektif untuk mencegah stroke sekunder . Pencegahan Sekunder Stroke Pendekatan utama adalah mengendalikan hipertensi. dan memakai obat antiagregat antitrombosit.

age of onset. 1/3-nya lagi adalah fatal.Prognosis Indikator prognosis adalah : tipe dan luasnya serangan. hematoma yang massive biasanya bersifat lethal  Jika infark terjadi pada spinal cord prognosis bervariasi tergantung keparahan gangguan neurologis  Jika kontrol . 33% diantaranya mungkin akan pulih dalam waktu 3 bulan1/2/2009 Zullies Ikawati's Lecture Notes 8  Prognosis pasien dgn stroke hemoragik (perdarahan intrakranial) tergantung pada ukuran hematoma  hematoma > 3 cm umumnya mortalitasnya besar. dan tingkat kesadaran  Hanya 1/3 pasien bisa kembali pulih setelah serangan stroke iskemik  Umumnya. dan 1/3.nya mengalami kecacatan jangka panjang  Jika pasien mendapat terapi dengan tepat dalam waktu 3 jam setelah serangan.

ialah: Membayar mahar. (Abu Ya’la) . Hasan Bashri) ◦ Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. paling baik akhlak dan ramah keluarganya. (AI-Ghazali) ◦ istri berbuat ‘Nusyuz’. (Tirmidzi) ◦ jangan selalu mentaati istri.(Ath-Thalaq: 7) ◦ Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka.4. maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: ◦ (a) Memberi nasehat ◦ (b) Pisah kamar ◦ (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (AI-Furqan: 74) ◦ Diantara kewajiban suami terhadap istri. (An-Nisa’: 34) ◦ ‘Nusyuz’ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah. (At-aubah: 24) ◦ istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah dan Rasul. (Tirmudzi) ◦ tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya. Memahami dan menjelaskan kewajiman suami dan istri SUAMI KEPADA ISTRI ◦ menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (Baihaqi.. Umar bin Khattab ra. Dalam menyelisihi mereka. ◦ mukmin paling sempurna iman. Memberi nafkah Menggaulinya dengan baik. (At-Taghabun: 14) ◦ Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah. ada keberkahan.

(Al-Ghazali) ◦ Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya. kecuali dengan ijinnya. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami. (Tirmidzi) ◦ Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. b. . (Al-Baqarah: 228) ◦ Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. Muttafaqun Alaih) ◦ Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya. lalu sang istri menolaknya. (An-Nisa’: 34) ◦ Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Thabrani) ◦ Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani) .. Allah swt. Mentaati suami. maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya.ISTRI KEPADA SUAMI ◦ Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (Ibnu Majah. (Muslim) ◦ Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. (Nasa’ i. TIrmidzi) ◦ Kepentingan istri mentaati suaminya. d. Menggauli suami dengan baik. e. telah disabdakan oleh Nabi saw. walaupun sedang dalam kesibukan. maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. (An-Nisa’: 39) ◦ Diantara kewajiban istri terhadap suaminya. c. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. Menyerahkan dirinya. Tidak keluar rumah. ialah: a. (Timidzi) ◦ Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia.

TERIMA KASIH .