Anda di halaman 1dari 41

BLOK SARAF DAN PERILAKU

SKENARIO 4 BISIKAN GAIB

Ketua :
Rais Kamal Baladraf

1102013243
Sekretaris :

Perdana Akbar P

1102013224
Anggota :

Marlita Adelina Pratiwi
Najla Quratuain
Naufal Bahira
Putri Elinda Karina
Utami Kusumaputri
Sandi Rizki Ardianto
Tiara Meutia Putri
Muhammad Rayhan
Mutia Khaerani

1102013163
1102013205
1102013209
1102013231
1102013294
1102012260
1102012295
1102013183
1102013188

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
TAHUN AJARAN 2015/2016
0

Bisikan Gaib
Laki-laki 25 tahun, dibawa ke IGD RSJ karena memukul ibunya dan
memecahkan kaca jendela. Alasannya ada bisikan bisikan gaib didekat telinganya
yang memerintahkannya melakukan tindakan tersebut. Sudah dua pekan ini pasien
mengalami insomnia dan menarik diri, kadang bicara sendiri yang bila ditegur marah
(iritabel). Pasien pernah mengalami gejala seperti ini satu tahun yang lalu, setelah
dirawat di RSj seminggu pasien dibolehkan pulang, tapi tak mau berobat jalan dan
jadi pemalas. Pada pemeriksaan psikiatrik; kesadaran compos mentis; kontak psikik
tidak wajar; sikap kurang kooperatif; afek tumpul tidak serasi; fungsi kognitif seperti
atensi; konsentrasi , orientasi dan memori tidak terganggu; terdapat waham kejar dan
halusinasi auditorik. Pada pemeriksaan penunjang ditemukan peninggian metabolit
dopamin pada urine. Dokter menduga pasien menderita gangguan Skizofrenia sebagai
bentuk gangguan psikotik yang disertai proses kemunduran (deteriosasi). Akhirnya
dokter memberikan injeksi neuroleptika yang akan dilanjutkan dengan program
psikoterapi, sosioterapi dan rehabilitasi. Dokter menanyakan apakah sebagai muslim
pasiem masih bisa melaksanakan ibadah mahdhod.

1

Kata Sulit
1. Afek tumpul : berkurangnya perasaan penderita yang dapat dilihat oleh orang
lain juga
2. Kogitif : kepercayaan yang didapat oleh proses pemikiran terhadap sesuatu
3. Waham kejar : keayakinan bahwa ada sekelompok tertentu yang akan
mengancam jiwa pasien
4. Atensi : perhatian
5. Halusinasi auditorik : penderita mendengarkan “suara-suara”
6. Skizofrenia : gangguan mental dengan kelainan presepsi/ ungkapan realita
7. Kontak psikik : hubungan mental dan emosional dengan orang lain dalam
jangka waktu lama
8. Gangguan psikotik: gangguan mental yang ditandai dengan halusinasi,
delusi, dsb
Pertanyaan
1. Apa hubungan diagnosis skizofrenia dengan peningkatan metabolit
dopamine dalam urin? Ada zat yang menduduki dopamine sehingga
dopamine meningkat , bersifat prolactin inhibit hormone lalu mood meningkat
2. Apa penyebab gangguan skizofrenia? Gen, virus, autoantibodi, malnutrisi
3. Apakah kandungan injeksi prikotropika? Amitiptilin, Diazepam,
Fenobarbital, Klorpomazin
4. Ciri-ciri skizofrenia? Delusi/waham, halusinasi, kacau piker, afek datar,
menarik diri
5. Apa yang dilakukan pada pemeriksaan psikiatri? Anamnesis dan diagnosis
PPDGJ
6. Apa hubungan insomnia dengan bisikan gaib? Karena bisikan gaib
mempengaruhi pola tidur
7. Apakah skizofrenia selalu ditandai dengan proses kemunduran?
Tergantung derajat penyakit
8. Adakah hubungan pasien yang tidak mau berobat dengan penyakit yang
sekarang? Ada karena terjadi kekambuhan
9. Bagaimana terjadinya waham dan halusinasi? Karena gangguan pada
system limbic
10. Apakah skizofrenia bias sembuh total? Tidak karena terjadi kerusakan
system neuron

2

Hipotesis
Gen, umur, malnutrisi,
autoantibodi

Gangguan system
limbik

Halusinasi dan waham

Pemeriksaan Psikiatri
Peningkatan metabolit
dan Riwayat Penyakit
dahulu

Kontak psikik abnormal, Afek
tumpul, Kurang kooperatif

Skizofrenia

Proses Kemunduran

Injeksi Psikotropika,
sosioterapi, psikoterapi

3

Memahami dan menjelaskan macam-macam dan fungsi neurotransmitter 3.6.7. Memahami dan menjelaskan tentang klasifikasi gangguan psikotik 4.8. Memahami dan menjelaskan tentang manifestasi klinik skizofrenia 4.3. Memahami dan menjelaskan tentang penatalaksaan skizofrenia 4. Mempelajari tentang ibadah mahdhoh 4 .SASARAN BELAJAR 1. Mempelajari tentang Skizofrenia 4. Memahami dan menjelaskan tentang patofisiologi skizofrenia 4. Memahami dan menjelaskan tentang klasifikasi skizofrenia 4.1. Memahami dan menjelaskan tentang etiologi skizofrenia 4. Memahami dan menjelaskan tentang fisiologi sistem limbik 2. Memahami dan menjelaskan tentang definisi gangguan psikotik 3.1.2. Mempelajari tentang Neurotransmiter kranial 2.5. Memahami dan menjelaskan tentang prognosis skizofrenia 5. Memahami dan menjelaskan tentang anatomi sistem limbik 1. Memahami dan menjelaskan tentang diagnosis dan diagnosis banding skizofrenia 4. Mempelajari tentang psikopatologi pada gangguan psikotik 3. Memahami dan menjelaskan tentang definisi skizofrenia 4.3. Memahami dan menjelaskan tentang etiologi gangguan psikotik 3. Mempelajari tentang sistem limbik 1.1.1.4.2.2.

Subiculum: Terltak di depan lamina terminalis dan rostrum corpus collosum.  Gyrus parahippocampi: Terletak antara fissura hippocampi dan sulcus collateralis Ke depan dia lanjut menjadi uncus. HIPOCAMPUS (cornu ammonis) Merupakan substansia grisea yang melengkung ke atas sepanjang dasar cornu inferior ventriculus lateralis. hippocampus berbentuk seperti HURUF C.LI 1. Memahami dan menjelaskan anatomi dan faal sistem limbik LO 1. 5 .1 Anatomi sistem limbik SISTEM LIMBIK (LIMBIC SYSTEM) Pengertian : Yang termasuk ke dalam system limbic ialah semua bangunan berikut:  Lobus limbic (Broca)  Formatio hippocampi  Nucleus amygdaloideus  Hypothalamus  Nucleus anterior thalami  Nucleus medio dorsalis thalami  Area septi Beserta penghubungnya:  Alveus  Fimbra  Fornix  Tractus mammilothalamicus  Stria terminalis  Stria medullaris Dari bangunan-bangunan tersebut terlihat bahwa sistem limbik melibatkan:  Tal-encephalon  Di-encephalon LOBUS LIMBIK (BROCA) Pengertian: Lobus limbik merupakan bangunan berbentuk huruf C pada dataran medial haemispherum yang melingkari corpus callosum dan mempunyai kesatuan fungsi yang meliputi:  Gyrus subcallosum s. jalan melingkari corppus callosum sampai splenium corporis calloni. Ujumg depannya melebar membentuk : PES HIPPOCAMPI.  Gyrus cinguli: Terletak tepat di atas corpus callosum. Pada penampang frontal. FORMATIO HIPPOCAMPI Pengertian: Merupakan bangunan yang mempunyai satu kesatuan fungsi yang meliputi: 1.

Pada waktu kedua crura saling mendekat. temporalis. Menrima aferen dari: . GYRUS DENTATUS Pengertian : Merupakan seberkas substantia grissea yang terletak antara Fimbria Hippocampi dan Gyrus Hippocampi. Crus fornix dari setiap sisi membelok ke belakang dan atas di bawah splenium corpus callosi dan mengelilingi dataran belakang thalamus.Lobus olfactorius anterior .Kedua crus fornix tersebut kemudian menyatu membentuk Corpus Fornix yang terletak sangat dekat dengan dataran bawah corpus callosum. Induseum griseum sendiri merupakan seberkas tipis substantia grissea yang Menutupi dataran atas corpus callosum. Kedua stria ini Merupakan sisa ( substantia alba ): Induseum grisea vestigii Gyrus dentatus dan hippocampus sama . NUCLEUS AMYGDALOIDEUS ( amigdala ) Bentuk :seperti buah almond Merupakan massa nuclei yang terletak pada lobus temporalis di daerah transisi dengan dataran postero inferor lobus frontalis. Pada dataran atas Induseum griseum terdapat dua berkas serabut saraf: Stria longitudinalis mediale dan stria longitudinalis laterale.GYRUS SUBCALLOSUM Meruapakan bangunan yang terletak antara hypocampus dengan gyrus parahippocampus. Di bawahnya terdapat selapis tipis substantia alba disebut sebagai : ALVEUS yang terdiri dari serabut saraf yang berasal dari hippocampus yang kemudian melengkung ke medial membentuk FIMBRIA. SUBICULUM s. 3. Keseluruhan formatio hippocampi mempunyai panjang 5 cm mulai dari depan ( pada amygdala ) kebelakang mencapai spelenium corporis callosi. Fimbria sendiri meninggalkan ujung belakang hippocampus sebagai crus fornix. Struktur : Kebelakang Gyrus dentatus berjalan mendampingi fimbria sampai kedekat Splenium Corporis callosi dimana dia lanjut menjadi: Induseum griseum.Hypothalamus 6 . dia dihubungkan dengan serabut saraf yang jalan melintang: Commissura fornuces yang akan saling bersilangan kiri dengan yang kanan dan akhirnya bergambung dengan hippocampus pada sisi yang sama.Cortex piriformis.Permukaan dalam ventrikulus yang melengkung dilapisi oleh EPENDYM. Fungsi hippocampus: berperan dalam proses belajar dan ingatan sekarang 2.sama berbentuk huruf C dan kedua huruf Tersebut saling mengunci satu dengan lainnya. pre frontalis .

Dia berhubungan dengan ujung ekor nucleus caudatus yang berjalan kedepan pada atap inferior ventriculus lateralis.Hubungan timbale balik dengan hypothalamus .Tegmentum Mengirim eferen ke: .grissea 7 .Area preopticum mediale .gyrus para terminalis .Nucleus medio dorsalis thalami .cortex area septi .berhubungan dengan habenula melalui stria medallarais thalami HYPOTHALAMUS Pengertian: merupakan bagian paling depan dari di-encephalon  satu-satunya bagian di-encephalon yang tidak ditutupi oleh hemisphaerum cerebri  dapat dilihat lansung pada dataran bawah otak Letak: mulai dari chiasma optici kebelakang mencapai lamina terminale dan commissura anterior daerah yang ditempati hypothalamus sering juga disebut sebagai: area pre-opticum Bangunan pembentuk hypothalamus: a chiasma opticum b tuber cinereum c infundibulum d corpus mammilare Struktur: nucleinya dibedakan: kel.dibentuk oleh : .Letak : antara septum pellucidum dengan comminssura anterior . terjadi sikap agresif 3 melalui hypothalamus.Nucleus medio doralis thalami .Hypothalamus .Cortex prefrontalis . terjadi perubahan suasana hati ( mood ) 2 kalau dirusak.. sex dan reproduksi AREA SEPTI : . dia mempercepat aktifitas endokrin.Nucleus area septi . Medial dan kel.Tegmentum Letak : Sebagian didepan dan sebagian lagi daatas puncak cornu inferior ventriculus lateralis.Nucleus amygdaloideus sisi lain .gyrus ( area ) subcallosum .merupakan bagian dari nuclei tel – encephalon .Hubungan timbale balik dengan formatio hippocampi via formix . Lateralpembatas: fornix dan tractus mammilothalamicus Berhubungan erat dgn HYPOPHYSIS AXIS HYPOTHALAMUS-HYPOPHYSIS THALAMUS Pembentuk utama di-encephalon  subs. Fungsi amigdala: 1 kalau dipacu. Stria terminalis muncul dari daratan belakangnya.

marah dan libido khusus hippocampus mempunyai fungsi:  Pembelajaran  Ingatan sekarang ( hal – hal baru ) Berkaitan erat dengan fungsi penciuman. maka diduga dia juga berfungsi sebagai pusat perasaan subjektif dan kepribadian seseorang SERABUT PENGHUBUNG LOBUS LIMBIK : 1. OLFACTORIUS (penciuman) Secara mandiri thalamus berfungsi: • Menerima segala sensasi sensorik kecuali penciuman • Karena hubungannya yang luas dgn cortex lobus frontalis dan hypothalamus.Makan . terutama: reaksi takut. walau tak cukup bukti Berkaitan erat dengan respons homeostatik terhadap perubahan lingkungan Berkaitan erat dengan perubahan emosi sehingga melibatkan aktivitas lokomotorik.2 Faal Sistim Limbik Sistem limbik terletak di bagian tengah otak.Perasaan . Sistem limbik itu sendiri diartikan keseluruhan lintasan neuronal yang mengatur tingkah laku emosional dan dorongan motivasional.Berkelahi . Alveus ( sudah diterangkan ) 2. kecuali : N. Tractus mammillothalamicus ( sudah diterangkan ) 5. Bagian utama sistem limbik adalah hipothalamus dan 8 . Nuclei posterior thalami Masing-masing kelompok biasanya dibagi lagi atas bebera pa sub-kelompok nuclei Hubungan: menerima sensasi sensorik dari seluruh tubuh.Mencari pasangan LO 1.d beberapa kelompok nuclei: 1 Kel. membungkus batang otak ibarat kerah baju. Nuclei medialis thalami 4 Kel. saraf otonom dan kelenjar endokrin Berkaitan erat dengan: .T. Nuclei intermedia thalami (nuclei of midline) 3 Kel. Fimbria ( sudah diterangkan ) 3. Stria medullaris ( sudah diterangkan ) 7. Nuclei anterior thalami 2 Kel.limbik secara harfiah diartikan sebagai perbatasan. Stria terminalis ( sudah diterangkan ) 6. Nuclei lateralis thalami 5 Kel. Fornix ( sudah diterangkan ) 4.Melarikan diri . Commissura anterior ( sudah diterangkan ) FUNGSI SISTEM LIMBIK 1 2 3 4 5 6 berkaitan erat dengan keadaan emosi dan perilaku.

Tidak heran saat seseorang marah . Stimulus emosi dari luar ini dapat langsung potong jalur masuk ke sistem Limbik tanpa dikontrol oleh bagian otak yang mengatur fungsi intelektual yang mampu melihat stimulus tadi secara lebih obyektif dan rasional. Thalamus dan Hipothalamus ini berperanan sangat penting dan berhubungan langsung dengan sistem otonom maupun bagian otak penting lainnya. neuron-neuron ini terutama berakhir pada regio striata ganglia basalis. Sistem limbik berfungsi mengendalikan emosi. Dopamin bersifat inhibisi pada beberapa area tapi juga eksitasi pada beberapa area. Obat ini melepaskan dopamin dalam otak. amigdala. seksualitas. respek dan kejujuran. hipocampus dan korteks limbik. hipertensi maupun gangguan saluran cerna. Hal ini menjelaskan kenapa seseorang yang sedang mengalami emosi kadang perilakunya tidak rasional. mengendalikan hormon. Karena hubungan langsung sistem Limbik dengan sistem otonom. dan perilaku tulus lainnya. metabolisme dan juga memori jangka panjang. Bagian otak ini sama dengan yang dimiliki hewan mamalia sehingga sering disebut dengan otak mamalia. tetapi dalam waktu bersaman obat ini menekan berbagai bagian lobus prefrontalis dan area yang berkaitan dengan lainnya. Peran dopamine Fungsi Dopamin sebagai neururotransmiter kerja cepat disekresikan oleh neuron-neuron yang berasal dari substansia nigra. jadinya bila ada stimulus emosi negatif yang langsung masuk dan diterima oleh sistem Limbik dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti : gangguan jantung . rasa haus. Sistem norepinefrin yang bersifat eksitasi menyebar ke setiap area otak. memelihara homeostasis. sementara serotonin dan dopamin terutama ke regio ganglia basalis dan sistem serotonin ke struktur garis tengah (midline). yang diwujudkan dalam perilaku baik seperti menolong orang.struktur-strukturnya yang berkaitan. Sistem Limbik yang terdiri dari Amigdala. Pengaruh dopamin biasanya sebagai inhibisi. LeDoux mengistilahkan sistem limbik ini sebagai tempat duduk bagi semua nafsu manusia. rasa lapar. Komponen limbik antara lain hipotalamus. Carl Gustav Jung menyebutnya sebagai Alam Bawah Sadar atau ketaksadaran kolektif. Telah diduga bahwa pada skizofrenia terjadi kelebihan dopamin yang disekresikan oleh sekelompok neuron yang mensekresikan dopamin yang badan selnya terletak tegmentum ventral dari mesensefalon. khususnya hipokampus. disebelah medial dan anterior dari sistem limbik. Dialah yang lazim disebut sebagai otak emosi. amigdala. Sistem limbik menyimpan banyak informasi yang tak tersentuh oleh indera. tempat bermuaranya cinta. Dopamin telah diduga kemungkinan penyebab skizofrenia secara tidak langsung karena banyak pasien parkison yang mengalami gejala skizofrenia ketika diobati dengan obat yang disebut L-DOPA. seperti misalnya hipertensi. Permasalahan lain adalah pada beberapa keadaan seringkali emosi negatif seperti cemas dan depresi timbul secara perlahan tanpa disadari dan individu tersebut baru menyadari saat setelah timbul gejala fisik . yang sangat bermanfaat dalam mengobati parkinson. thalamus. maka jantung akan berdetak lebih cepat dan lebih keras dan tekanan darah dapat meninggi. pusat rasa senang. nukleus kaudatus anterior dan 9 .

Langkah pertama sintesis dopamin adalah proses uptake asam amino Ltyrosine dari aliran darah.000 sampai dengan 400.mengaktivasi reseptor pre sinaptik . Dopamin disintesis dari tyrosine dibagian terminal presinaps untuk kemudian dilepaskan ke celah sinaps.000. Dopamin disimpan dalam granula-granula di ujung presinaptik saraf. Variasi tipe reseptor ditentukan oleh urutan asam amino DNA.pusat pengatur tingkah laku yang sangat kuat. tidak termasuk di retina dan bulbus olfaktorius diperkirakan berjumlah antara 300. Jumlah total neuron dopaminergik di otak manusia. Reseptor dopaminergik D2 terletak di pre sinaps maupun post sinaps. dan akan mengurangi sintesis atau pelepasan dopamin yang terlalu berlebihan. dan kemudian LDOPA dikonversi menjadi dopamin oleh enzim dopa decarboxylase. sehingga reseptor D2 akan berperan sebagai mekanisme umpan 10 . mesokortikal. dan daerah striatum. lokasi. dan nukleus arcuatus Dari substansia nigra dan daerah tegmental sentral neuron tersebut akan berproyeksi ke daerah mesolimbik.mengaktivasi reseptor post sinaptik. Suatu alasan yang sangat kuat. Suatu alasan yang lebih meyakinkan untuk mempercayai skizofrenia mungkin disebabkan produksi dopamin yang berlebihan ialah bahwa obat-obat yang bersifat efektif mengobati skizofrenia seperti klorpromazin. Dopamin yang dilepaskan ke celah sinaps dapat mengalami satu atau lebih keadaan berikut: .sebagian lobus frefrontalis ini semua pusat. Fisiologi neurotransmiter dopamin Dopamin merupakan kelompok neurotransmiter katekholamin. Nukleus dopaminergik yang utama dijumpai pada substansia nigra pars compacta. D3. dan antagonisnya. Tabel 1 menunjukkan reseptor dopamin. Secara fungsional tidak ada perbedaan antara kedua bentuk reseptor D2yang isoform tersebut. dan akan dilepaskan apabila ada rangsangan.mengalami difusi dari celah sinaps .mengalami ambilan kembali (reuptake) ke terminal pre sinaptik. Pemahaman akan fungsi masing-masing reseptor akan berguna dalam aplikasi klinik terapi. haloperidol.mengalami pemecahan oleh enzim COMT/ Catechol-O-MethylTransferase atau enzim MAO/ Monoamine Oxidase . Reseptor dopaminergik D2 dapat berperan sebagai autoreseptor. Dopamin yang dilepaskan dari terminal saraf dapat mengaktivasi reseptor D2 pada terminal presinaptik yang sama. Reseptor D2 memiliki 2 bentuk isoform yaitu D2 short dan D2long. Tyrosine akan dikonversi menjadi 3-4dihidroxyphenylalanine (L-DOPA) oleh enzim tyrosine hydroxylase. dan D4) . dan . Reseptor dopamin memiliki 2 sub tipe utama yaitu reseptor seperti D1 (D1dan D5) dan reseptor seperti D2 (D2. Perangsangan reseptor D2 post sinaps akan merangsang proses interseluler. agonis. daerah tegmental sentral. dan tiotiksen semuanya menurunkan sekresi dopamin pada ujung-ujung syaraf dopaminergik atau menurunkan efek dopamin pada neuron yang selanjutnya.

korteks serebri. Tingginya kadar dopamin diasosiasikan dengan meningkatnya perhatian. Raclopride. accumbens Accumbens Amygdala Hipokampus dan Hipotalamus Hubungan antara dopamin dan perilaku Dopamin bekerja menghambat pelepasan prolaktin dari lobus interior pituitary. Fungsi masing masing neurotransmiter dapat dilihat dibawah ini: Tabel 1. computer scientist. Reseptor Dopamin dan obat-obat yang berperan Reseptor D1 D2 Agonis - Antagonis Haloperidol Bromocriptine Haloperidol. norepinefrin. terminal saraf presinapsis parasimpatik. Attention-Deficit/Hyperactivity Disorders (ADHD) dan autisme. psychologist dan economist yang berkolaborasi dalam studi interdisiplin di jurnal Nature vol. 11 . dan (3) nukleus arcuatus hipotalamus yang berproyeksi ke area tuberoinfundibular dan hipofisis. Ketidakseimbangan kadar dopamin dalam otak juga diduga mempunyai korelasi dengan penyakit skizofrenia. serotonin. dimana keduanya memberikan gejala abnormalitas pada perilaku pasien.balik (feedback) negatif yang dapat memodulasi atau menghentikan pelepasan dopamin pada sinaps tertentu. dopamin. Pada otak manusia terdapat 3 nukleus dopaminergik yang utama yaitu: (1) substansia nigra pars compacta yang berproyeksi ke striatum. tuberkel olfaktorius. 9. hiperaktivitas. dan perilaku seseorang yang ada antara lain Asetil kolin. epinefrin. Memahami dan menjelaskan neurotransmiter kranial LO 2. Para neurophysiologist. Parkinson. keresahan dan perilaku goal-oriented. mengemukakan hipotesa mengenai sel saraf dopamin otak tengah sebagai pengkode dalam menentukan pengambilan keputusan. LI 2. accumbens Neostriatum. Neurotransmiter paling mempengaruhi sikap. Sebagai pusat reward reinforcement dan motivasi perilaku. emosi. n. (2) area tegmental ventral yang berproyeksi ke nukleus accumbens dan korteks serebri. Sulpride Quinpirole Raclopride Nucleus D3 - D4 D5 Clozapine - - Lokasi Neostriatum. Neurotransmitter Neurotransmitter Lokasi/Fungsi Implikasinya pada penyakit jiwa Kolinergik: Asetil kolin  Sistem saraf otonom simpatis dan Meningkatkan derajat depresi parasimpatis. Agustus 2006.1 Memahami dan menjelaskan macam-macam dan fungsi neurotransmiter Neurotransmitter ini dikirimkan pada celah yang di kenal sebagai sinapsis. n. Tabel 1. tuberkel olfaktorius.

pikiran.terminal postsinapsis  Sistem saraf pusat : korteks serebral hipokampus. GABA (Gamma Amino korteks. retina  Fungsi kemunduran aktivitas tubuh Glisin  Medula spinalis. gangguan anxietas. bangun persepsi nyeri . talamus. basal ganglia. sistem Menurunkan derajat depresi limbik. talamus. hipokampus. serebelum dan sistem sensori aferen primer. hipocampus. korea hutington. koordinasi dan penilaian Histamin Hipotalamus Asam amino  Hipotalamus. struktur Menurunkan derajat penyakit alzeimer. hipofisis posterior. Meningkatkan derajat kecemasan serebelum. skizofrenia. fungsi kardiovaskuler. hipotalamus. sistem limbik. libido. agresi persepsi nyeri. serebelum. medula spinalis  Fungsi: pergerakan dan koordinasi. Menurunkan derajat depresi Menurunkan derajat korea hutington. pergerakan memori Monoamin Norepinefrin  Sistem syaraf otonom terminal Menurunkan derajat depresi saraf post sinapsis simpatis  Sistem saraf pusat: talamus. penilaian. limbik. perasaan. nafsu makan. emosional. medula spinalis. keadaan kecemasan. Meningkatkan derajat mania. tidur dan bangun Dopamin  Frontal korteks. medula spinalis  Fungsi : tidur. persepsi. daya penggerak. basal Butyric Acid) ganglia. korteks serebral. bangun. skizofrenia serebelum. talamus. basal ganglia penyakit parkinson  Fungsi : tidur. korteks serebri  Fungsi pernafasan. batang otak  Fungsi: Menghambat motor neuron berulang Glutamat dan aspartat  Sel-sel piramid/kerucut dari korteks. pelepasan prolaktin Serotonin Menurunkan derajat parkinson dan depresi penyakit Meningkatkan derajat mania dan skizofrenia  Hipotalamus. medula spinalis  Fungsi: menilai informasi sensori. hipocampus. sistem limbik. dan berbagai epilepsi Derajat toksik/keracunan “glycine encephalopaty” Menurunkan tingkat derajat yang berhubungan dengan gerakan motor spastik 12 .

khususnya yang menuju radiks dorsalis medula spinalis dan menuju hipotalamus. merangsang pelepasan serotonin.1987:364) Sistem respons fisiologik pada stress akut dan kronik. basal ganglia. struktur limbik dan batang otak. enkedalin juga ditemukan pada traktus gastrointestinal  Fungsi modulasi (mengatur) nyeri dan mengurangi peristaltik (enkefalin) Substansi P  Hipotalamus struktur limbik otak Menurunkan tengah. Pengaruh dopamin biasanya sebagai inhibisi. dan medula spinalis. norepinefrin dan dopamin. batang otak. respon terhadap 13 .1997: 932) Serotonin disekresikan oleh nukleus yang berasal dari rafe medial batang otak dan berproyeksi disebahagian besar daerah otak. dopamin dan asetil kolin Modulasi aktivitas dopamin oleh opiod peptida dapat menumpukkan berbagai ikatan terhadap gejala skizofrenia derajat korea Menurunkan derajat penyakit alzeimer Meningkatkan derajat korea hutington Fungsi Dopamin sebagai neururotransmiter kerja cepat disekresikan oleh neuronneuron yang berasal dari substansia nigra. bahkan mungkin juga menyebabkan tidur (Guyton 1997: 714). medula spinalis  Fungsi: menghambat pelepasan norepinefrin.1997: 714). terdapat respon fight and flight dimana berperan hormon epinefrin. juga ditemukan pada traktus gastrointestinal dan kelenjar saliva  Fungsi: pengaturan nyeri Somatostatin  Korteks serebral. talamus.mengatur berbagai motor dan reflek spinal Neuropeptida Endorfin dan enkefalin  Hipotalamus . hipokampus.(Guyton. batang otak. hutington basal ganglia. talamus. merupakan vasokontriksi kuat dan perangsang kontraksi otak polos.David . Produksi serotonin sangat meningkat pada karsinoid ganas penyakit yang ditandai sel-sel tumor penghasil serotonin yang tersebar luas didalam jaringan argentafin rongga abdomen (Martin. Serotonin bekerja sebagai bahan penghambat jaras rasa sakit dalam medula spinalis. sementara serotonin dan dopamin terutama ke regio ganglia basalis dan sistem serotonin ke struktur garis tengah (midline). dan kerjanya di daerah sistem syaraf yang lebih tinggi diduga untuk membantu pengaturan kehendak seseorang. talamus. (Guyton. Dopamin bersifat inhibisi pada beberapa area tapi juga eksitasi pada beberapa area. Sistem norepinefrin yang bersifat eksitasi menyebar ke setiap area otak. neuron-neuron ini terutama berakhir pada regio striata ganglia basalis. Serotonin berasal dari dekarboksilasi triptofan.

Yang mendukung konsep ini adalah kenyataan bahwa pusat-pusat reward dan punishment di otak pada hipotalamus dan daerah sekitarnya menerima sejumlah besar ujung-ujung saraf dari sistem norepinefrin dan serotonin (Guyton 1997:954) LI 3. Misal : terjadi halusinasi berulang – ulang atau pada saat-saat tertentu (pagi hari) tanpa menerangkan halusinasi apa dan sebagainya. bicara inkoheren yang jelas. (Martin. misalnya terdapat halusinasi. hanya melukiskan bagaimana gejala itu terjadi tanpa menerangkan makna dan dinamikanya. dorongan seksual yang sesuai. David. Memahami dan Menjelaskan Gangguan Psikotik LO 3. Misal : kapankah terjadinya. suatu tumor otak) atau ingesti zat (sebagai contohnya. dan keseimbangan psikomotor. Gejala – gejala gangguan jiwa pada umumnya dapat dipahami dari dua segi. rasa puas. Pasien rentan terhadap kebutuhan psikosis untuk mempertahankan jarak interpersonal tertentu. nafsu makan yang baik. klinisi harus memperhatikan tiap perubahan atau stres pada lingkungan interpersonal pasien. bagaimana prosesnya. menciptakan rasa bahagia. tiap keberhasilan atau kehilangan mungkin merupakan stresor yang penting dalam kasus tertentu. yaitu : 1 Deskriptif. reaksi psikologis yang ditampilkan kemudian.2 Etiologi Gangguan Psikotik Faktor psikodinamik yang harus diperhatikan di dalam kelompok gangguan psikotik ini adalah stresor pencetus dan lingkungan interpersonal. Pemeriksaan pasien psikotik harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa gejala psikotik adalah disebabkan oleh kondisi medis umum (sebagai contohnya. gastrointestinal dan jaringan limfoid. LO 3. hati dan terlihat sedikit pada organ kulit. sistem kardiovaskular. 1987:625) Sistem norepinefrn dan sistem serotonin normalnya menimbulkan dorongan bagi sistem limbik untuk meningkatkan perasaan seseorang terhadap rasa nyaman. waham. dan sebagainya. 14 . 2005:58-60) vital seperti otak. Demikian juga. phencyclidine). tapi bila terlalu banyak akan menyebabkan serangan mania. atau perilaku yang tidak teratur atau mengacau. tentang apa gangguannya. atau perilaku kacau atau aneh. Gangguan psikotik adalah gangguan mental yang ditandai dengan kerusakan menyeluruh dalam uji realitas seperti yang ditandai dengan delusi. 2 Psikodinamik.1 Definisi Gangguan Psikotik Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan individu menilai kenyataan yang terjadi. pelanggaran batas pasien oleh orang lain dapat menciptakan stres yang melanda yang menyebabkan dekompensasi. biasanya tanpa ada kewaspadaan pasien terhadap inkomprehensibilitas dalam tingkah lakunya. halusinasi. Di dalam mengambil riwayat penyakit dan memeriksa pasien. otot. seringkali. tidak hanya menerangkan tentang bagaimana gejala itu terjadi tetapi juga dinamikanya.ancaman meliputi penyesuaian perpaduan banyak proses kompleks dalam organorgan (dikutip oleh Sulistiwati dkk.

15 . 3. Di DSM IV ada yang disebut gangguan reaktif singkat yang kejadiannya setelah melahirkan. termasuk steroid dan thyroxine. Zat psikoaktif adalah penyebab yang umum dari sindroma psikotik. Hanya ada satu gejala yaitu delusi.3 Klasifikasi gangguan psikotik 1. phencyclidine (PCP). Lesi yang mengenai lobus temporalis dan daerah otak lainnya.2 Beberapa obat-obatan seperti fenilpropanolamin bromocriptine dan juga dapat menyebabkan atau memperburuk gejala-gejala psikotik. lysergic acid diethylamid (LSD) – amfetamin. Kemudian dapat berfungsi secara normal (waktu terbatas).5 LO 3. 2. Zat yang paling sering terlibat adalah alkohol. kalau lebih dari 6 bulan. akhirnya kembali penuh pada tingkat fungsi pramorbid Gangguan tidak lebih baik diterangkan oleh suatu gangguan mood dengan ciri psikotik. tetapi lama dan keparahannya kurang daripada pada psikosis reaktif yang singkat (1-6 bulan.Kondisi fisik seperti neoplasma serebral. Kriteria diagnostik untuk gangguan psikotik singkat  Adanya satu atau lebih gejala berikut      Waham Halusinasi Bicara terdisorganisasi Perilaku terdisorganisasi jelas atau katatonik Lamanya suatu episode gangguan adalah sekurangnya satu hari tetapi kurang dari satu bulan. Mescalin. khususnya di daerah oksipitalis dan temporalis dapat menyebabkan halusinasi. gangguan skizoafektif atau skizofrenia dan bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat atau kondisi umum medis. Banyak zat lain. Perlakuan gangguan psikotik : kombinasi pengobatan dan psikoterapi. Gangguan delusional Penderita dapat berfungsi normal. seperti yang terjadi pada orang buta dan tuli. • DSM IV: ada simptom depresi mayor atau periode manik dan simptom delusi dan halusinasi. Pemutusan sensorik. harus di diagnosis schizophrenia) Simptom psikoafektif : • Apabila ada simptom-simptom yang sifatnya schizofrenik dan afektif. kokain. juga dapat menyebabkan pengalaman halusinasi dan waham. halusinogen indol sebagai contohnya. dapat disertai dengan halusinasi akibat zat. Ada stressor yang diketahui ada yang tidak. adalah disertai dengan waham. khususnya di hemisfer kanan dan lobus parietalis. dan ketamin.Gangguan psikotik singkat : Simptom psikotik singkat : 1 hari – 1 bulan. Gangguan schizofreniform Ada simptom psikotik.

Hal ini sering disebut concordant. atau seluruh keluarga . gangguan persepsi (halusinasi). yaitu anak kembar dari satu telur mempunyai kemungkinan tiga sampai enam kali lebih besar untuk sama-sama menderita gangguan skizofrenia dibandingkan dengan anak kembar dari dua telur. 2) Gangguan delusi kebesaran : merasa bahwa dirinya orang yang sangat penting (merasa dirinya ratu adil). salah satunya yang diungkapkan oleh Residen Bagian Psikiatri UCLA. gangguan tingkah laku (bizarre. Kesadaran yang jernih dan kemampuan intelektual biasanya tetap dipertahankan walaupun defisit kognitif tertentu dapat berkembang kemudian LO 4.2 Menjelaskan etiologi skizofrenia a. stereotipi atau inaktivitas) serta gangguan pengertian diri dan hubungan dengan dunia luar (kehilangan batas ego. Faktor lingkungan Penelitian menyatakan bahwa ibu yang terlalu melindungi. LI 4. tidak bertujuan. 3) Gangguan delusi iri : ada delusi bahwa pasangannya tidak setia. Sering terjadi tiga orang atau lebih. Gangguan psikotik bersama Bila seorang atau lebih banyak orang mengembangkan sistem delusional sebagai akibat hubungan yang dekat dengan orang yang delusional. Teori biologik dan genetik 16 . kalau pisah yang terjangkit dapat kembali normal.1 Menjelaskan definisi skizofrenia Skizofrenia adalah suatu kumpulan gangguan kepribadian yang terbelah dengan karakteristik berupa gangguan pikiran (asosiasi longgar. 5) Gangguan delusi somatic : merasa bahwa dirinya mempunyai penyakit yang membahayakan atau bahwa akan mati. Kepercayaan ini ekstrim dan tidak dapat diubah. pikiran dereistik. datar. gangguan suasana perasaan (afek tumpul. Disamping itu biasanya ada simptom depresi atau mania. b. dan penarikan autistik). Keterlibatan faktor keturunan Secara umum dapat dikatakan semakin dekat hubungan genetiknya dengan pasien.Ada 5 subtipe : 1) Erotomania: delusi bahwa orang lain biasanya orang penting sangat mencintai dirinya. Memahami dan menjelaskan skizofrenia LO 4. waham). hubungan perkawinan orang tua yang kurang sehat. 4) Gangguan delusi persekutori : merasa bahwa dirinya akan dianiaya. Kalau dua orang disebut folie a deux. jadi seakanakan orang terjangkit karena dekat. Skizofrenia tidak diduga sebagai suatu penyakit tunggal tetapi sebagai sekelompok penyakit dengan ciri-ciri klinik umum. maka semakin besar pula kemungkinannya untuk menderita gangguan tersebut. 4. atau tidak serasi). kesalahan dalam pola komunikasi diantara anggota keluarga dapat menimbulkan skizofrenia. Banyak teori penting telah diajukan mengenai etiologi dan ekspresi gangguan ini. merasa dirinya akan dibunuh. c.

d. yang mirip dengan skizofrenia (gangguan kepribadian skizoafektif. Pasien skizofrenik paranoid biasanya berumur lebih tua daripada pasien skizofrenik terdisorganisasi atau katatonik jika mereka mengalami episode pertama penyakitnya. tetapi waham dikendalikan (delusion of control). Tiga tindakan emosi yang dinyatakan di lingkungan rumah : komentar kritis. dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam. - Gangguan afektif. atau bunyi tawa. adalah yang paling khas. Juga. Penelitian mengenai skizofrenik yang tidak di obati juga mengungkapkan suatu kelebihan dari reseptor dopaminergik yang secara langsung berlawanan dengan teori bahwa temuan ini berhubungan dengan pemberian neuroleptik. Pencetus psikososial Stressor sosio lingkungan sering menyebabkan timbulnya serangan awal dan kekambuhan skizofrenia serta dapat diduga sebagai suatu terobosan kekuatan protektif dengan tetap mempertahankan kerawanan secara psiko biologik dalam pengendalian. Pasien skizofrenik paranoid menunjukkan regresi yang lambat dari 17 . Pada hakekatnya neuroleptik diduga efektif karena kemampuannya memblokir reseptor dopaminergik. Pasien yang sehat sampai akhir usia 20 atau 30 tahunan biasanya mencapai kehidupan social yang dapat membantu mereka melewati penyakitnya. permusuhan dan keterlibatan emosional yang berlebihan terbukti menyebabkan peningkatan angka kekambuhan skizofrenia.sebagai tambahan : Halusinasi dan atau waham harus menonjol : - Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah. - Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa. dipengaruhi (delusion of influence). - Waham dapat berupa hampir setiap jenis. dorongan kehendak dan pembicaraan.Penelitian keluarga (termasuk penelitian kembar dan adopsi) sangat mendukung teori bahwa faktor genetik sangat penting dalam transmisi mendukung skizofrenia atau paling tidak memberi suatu sifat kerawanan dan juga dapat menjadi penyebab peningkatan insiden dari sindrom. serta gejala katatonik secara relatif tidak nyata / menonjol. atau lain-lain perasaan tubuh halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol. atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit. kekuatan egoparanoid cenderung lebih besar dari pasien katatonik dan terdisorganisasi.3 Menjelaskan klasifikasi skizofrenia a Skizofrenia Paranoid - Memenuhi kriteria diagnostik skizofrenia. skizotipik dan lainnya) yang terjadi dalam keluarga. Hipotesis neurotransmitter Penelitian terakhir memperlihatkan adanya kelebihan reseptor dopaminergik dalam susunan syaraf pusat (SSP) penderita skizofrenik. mendengung. atau “Passivity” (delusion of passivity). atau bersifat seksual. LO 4. e.

dan tak ramah.Mereka juga dapat bersifat bermusuhan atau agresif. filsafat dan tema abstrak lainnya. - Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate). atau oleh sikap tinggi hati (lofty manner). ada kecenderungan untuk selalu menyendiri (solitary). mengibuli secara bersenda gurau (pranks). dan perilaku menunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan.Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia. b Skizofrenia Hebefrenik Menurut DSM-IV skizofrenia disebut sebagai skizofrenia tipe terdisorganisasi. dan ungkapan kata yang diulang-ulang (reiterated phrases). - Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren.Untuk diagnosis hebefrenia yang menyakinkan umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2 atau 3 bulan lamanya. respon emosional. serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. namun tidak harus demikian untuk menentukan diagnosis. - Gangguan afektif dan dorongan kehendak. dan perilakunya dibandingkan tipe lain pasien skizofrenik. - Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol (fleeting and fragmentary delusions and hallucinations). pencuriga. makin mempersukar orang memahami jalan pikiran pasien.Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya mulai 15-25 tahun). berhati-hati. tertawa menyeringai (grimaces). keluhan hipokondrial. serta mannerisme. mannerisme. sering disertai oleh cekikikan (giggling) atau perasaan puas diri (self-satisfied). c Skizofrenia Katatonik 18 . untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar bertahan : . yaitu perilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud (empty of purpose). sehingga perilaku penderita memperlihatkan ciri khas.Pasien skizofrenik paranoid kadang-kadang dapat menempatkan diri mereka secara adekuat didalam situasi social. - Dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determination) hilang serta sasaran ditinggalkan. senyum sendiri (self-absorbed smiling). Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuat-buat terhadap agama.kemampuanmentalnya. Kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas : pemalu dan senang menyendiri (solitary).Kecerdasan mereka tidak terpengaruhi oleh kecenderungan psikosis mereka dan tetap intak.Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. Pasien skizofrenik paranoid tipikal adalah tegang.

kelelahan. - Negativisme (tampak jelas perlawanan yang tidak bermotif terhadap semua perintah atau upaya untuk menggerakkan. atau pergerakkan kearah yang berlawanan). Penting untuk diperhatikan bahwa gejala-gejala katatonik bukan petunjuk diagnostik untuk skizofrenia. Kriteria diagnostic menurut PPDGJ III yaitu: . Perawatan medis mungkin ddiperlukan karena adanya malnutrisi. d Skizofrenia Tak Terinci (Undifferentiated) Seringkali. atau alkohol dan obat-obatan. dan pengulangan kata-kata serta kalimat-kalimat. - Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca skizofrenia.Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia - Tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia paranoid. yang tidak dipengaruhi oleh stimuli eksternal). 19 . atau katatonik. - Fleksibilitas cerea“waxy flexibility” (mempertahankan anggota gerak dan tubuh dalam posisi yang dapat dibentuk dari luar). - Rigiditas (mempertahankan posisi tubuh yang kaku untuk melawan upaya menggerakkan dirinya). Selama stupor atau kegembiraan katatonik.- Memenuhi kriteria umum untuk diagnosis skizofrenia. - Gaduh gelisah (tampak jelas aktivitas motorik yang tak bertujuan. serta dapat juga terjadi pada gangguan afektif. - Menampilkan posisi tubuh tertentu (secara sukarela mengambil mempertahankan posisi tubuh tertentu yang tidak wajar atau aneh). pasien skizofrenik memerlukan pengawasan yang ketat untuk menghindari pasien melukai dirinya sendiri atau orang lain. dan Pada pasien yang tidak komunikatif dengan manifestasi perilaku dari gangguan katatonik. atau cedera yang disebabkan oleh dirinya sendiri.Pasien yang jelas skizofrenik tidak dapat dengan mudah dimasukkan kedalam salah satu tipe. hiperpireksia.Gejala katatonik dapat dicetuskan oleh penyakit otak. gangguan metabolik. dan - Gejala-gejala lain seperti “command automatism” (kepatuhan secara otomatis terhadap perintah). diagnosis skizofrenia mungkin harus ditunda sampai diperoleh bukti yang memadai tentang adanya gejala-gejala lain.PPDGJ mengklasifikasikan pasien tersebut sebagai tipe tidak terinci.Satu atau lebih dari perilaku berikut ini harus mendominasi gambaran klinisnya : Stupor (amat berkurangnya dalam reaktivitas terhadap lingkungan dan dalam gerakan serta aktivitas spontan) atau mutisme (tidak berbicara). hebefrenik.

persyaratan berikut ini harus dipenuhi semua : Gejala “negative” dari skizofrenia yang menonjol misalnya perlambatan psikomotorik. perilaku eksentrik. kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan. - Tidak terdapat dementia atau penyakit / gangguan otak organik lain. diagnosis harus tetap salah satu dari subtipe skizofrenia yang sesuai. komunikasi nonverbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka. Menurut DSM IV.Penumpulan emosional. afek yang menumpul. aktivitas menurun. f - Skizofrenia Residual Untuk suatu diagnosis yang meyakinkan. kontak mata. dandisertai dengan 20 . Apabila pasien tidak lagi menunjukkan gejala skizofrenia diagnosis menjadi episode depresif. g Skizofrenia Simpleks Diagnosis skizofrenia simpleks sulit dibuat secara meyakinkan karena tergantung pada pemantapan perkembangan yang berjalan perlahan dan progresif dari : Gejala “negative” yang khas dari skizofrenia residual tanpa didahului riwayat halusinasi. memenuhi paling sedikit kriteria untuk episode depresif. - Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada (tetapi tidak lagi mendominasi gambaran klinisnya). modulasi suara. depresi kronis atau institusionalisasi yang dapat menjelaskan disabilitas negative tersebut. - Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas di masa lampau yang memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofenia. penarikan social.Bila gejala skizofrenia diagnosis masih jelas dan menonjol. pikiran yang tidak logis.e Depresi Pasca-Skizofrenia - Diagnosis harus ditegakkan hanya kalau: Pasien telah menderita skizofrenia (yang memenuhi kriteria diagnosis umum skizofrenia) selama 12 bulan terakhir ini.Jika waham atau halusinasi ditemukan maka hal tersebut tidak menonjol dan tidak disertai afek yang kuat. tipe residual ditandai oleh bukti-bukti yang terus menerus adanya gangguan skizofrenik. dan - Gejala-gejala depresif menonjol dan menganggu. waham. dan telah ada dalam kurun waktu paling sedikit 2 minggu. tanpa adanya kumpulan lengkap gejala aktif atau gejala yang cukup untuk memenuhi tipe lain skizofrenia. - Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan telah timbul sindrom “negative” dari skizofrenia. perawatan diri dan kinerja sosial yang buruk. dan pengenduran asosiasi ringan adalah sering ditemukan pada tipe residual. atau manifestasi lain dari episode psikotik. sikap pasif dan ketiadaan inisiatif. dan posisi tubuh.

Gangguan proses berpikir biasanya sukar ditemukan. - Oneiroid Keadaan oneiroid adalah suatu keadaan mirip mimpi dimana pasien mungkin pasien sangat kebingungan dan tidak sepenuhnya terorientasi terhadap waktu dan tempat. Sebagai contohnya. antara lain : . - Skizofrenia Laten Konsep skizofrenia laten dikembangkan selama suatu waktu saat terdapat konseptualisasi diagnostic skizofrenia yang luas. atau penjahat. Pasien tersebut mungkin kadang-kadang menunjukkan perilaku aneh atau gangguan pikiran tetapi tidak terus menerus memanifestasikan gejala psikotik.Istilah “skizofrenik oneiroid” telah digunakan bagipasien skizofrenik yang khususnya terlibat didalam pengalaman halusinasinya untuk mengeluarkan keterlibatan didalam dunia nyata. klinisi harus berhati- 21 .Jika terdapat keadaan oneiroid. tidak berbuat sesuatu. pasien yang sekarang ini tidak terlihat sakit berat dapat mendapatkan diagnosis skizofrenia. Waham dan halusinasi jarang sekali terdapat.Bouffe Delirante (Psikosis Delusional Akut).perubahan-perubahan perilaku pribadi yang bermakna.Jenis ini timbulnya perlahan-lahan sekali.Klinisi Perancis melaporkan bahwa kirakira empat puluh persen diagnosis delirante berkembang dalam penyakitnya dan akhirnya diklasifikasikan sebagai media skizofrenia. Konsep diagnostik Perancis dibedakan dari skizofrenia terutama atas dasar lama gejala yang kurang dari tiga bulan.Sindroma juga dinamakan skizofrenia ambang (borderline schizophrenia) di masa lalu. Makin lama ia makin mundur dalam pekerjaan atau pelajaran dan akhirnya menjadi pengangguran. Gangguan ini kurang jelas gejala psikotiknya dibandingkan subtipe skizofrenia lainnya. pasien harus sangat sakit mental untuk mendapatkan diagnosis skizofrenia. h Skizofrenia lainnya Selain beberapa subtipe di atas. dan penarikan diri secara sosial. skizofrenia laten sering merupakan diagnosis yang digunakan gangguan kepribadian schizoid dan skizotipal.Gejala utama pada jenis simpleks adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. terdapat penggolongan skizofrenia lainnya (yang tidak berdasarkan DSM IV TR).Pada permulaan mungkin penderita mulai kurang memperhatikan keluarganya atau mulai menarik diri dari pergaulan. dan bila tidak ada orang yang menolongnya ia mungkin akan menjadi pengemis. bermanifestasi sebagai kehilangan minat yang mencolok. pelacur.Diagnosis adalah mirip dengan diagnosis gangguan skizofreniform didalam DSM-IV. tanpa tujuan hidup. tetapi pada konseptualisasi diagnostik skizofrenia yang luas. Skizofrenia simpleks sering timbul pertama kali pada masa pubertas. Sekarang.

dandanan yang buruk. dan kompulsi selanjutnya menunjukkan gejala gangguan pikiran dan psikosis. Merasa melihat. mendengar.Disertai dengan struktur otak yang normal pada CT dan respon yang relatif baik terhadap pengobatan. penarikan sosial.Didalam penjelasan klinis pasien. mis. mis. mereka jarang menjadi psikotik secara jelas dan parah.4 Manifestasi klinik skizofrenia Ada 2 gejala skizofrenia yaitu: 1 Gejala positif /gejala tipe I o Delusi adalah kepercayaan yang tidak sesuai realita. - Skizofrenia Tipe I Skizofrenia dengan sebagian besar simptom yang muncul adalah simptom positif yaitu asosiasi longgar. ‘tidak nyambung’. fobia. LO 4. penghambatan (blocking). mereka mengalami kecemasan yang mengalir bebas (free-floating) dan yang sering sulit menghilang. - Parafrenia Istilah ini seringkali digunakan sebagai sinonim untuk “skizofrenia paranoid”. kemiskinan pembicaraan atau isi pembicaraan. - Pseudoneurotik Kadang-kadang. halusinasi. - Skizofrenia Tipe II Skizofrenia dengan sebagian besar simptom yang muncul adalah simptom negative yaitu pendataran atau penumpulan afek.Tidak seperti pasien yang menderita gangguan kecemasan.hati dalam memeriksa pasien untuk adanya suatu penyebab medis atau neurologist dari gejala tersebut.Pasien tersebut ditandai oleh gejala panansietas. dan bertambah banyaknya pembicaraan. perilaku aneh. anhedonia. Disertai dengan kelainan otak struktural pada pemeriksaan CT dan respon buruk terhadap pengobatan. obsesi. defek kognitif. Dalam pemakaian lain istilah digunakan untuk perjalanan penyakit yang memburuk secara progresif atau adanya system waham yang tersusun baik. panambivalensi dan kadang-kadang seksualitas yang kacau. pasien yang awalnya menunjukkan gejala tertentu seperti kecemasan. dan defisit perhatian. mis. atau membaui sesuatu yang sebenarnya tidak ada o Pikiran dan bicara kacau adalah pola bicara yang kacau. tidak adanya motivasi. panfobia. Arti ganda dari istilah ini menyebabkannya tidak sangat berguna dalam mengkomunikasikan informasi. Merasa dirinya Nabi o Halusinasi adalah pengalaman indrawi yang tidak nyata. menyambung kata berdasar bunyinya yang tidak ada artinya 22 .

apapun yang dialami tidak dapat merasakan sedih atau gembira). 2 anhedonia (kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi tertentu. mis. dan mempertahankan pekerjaan). Penelitian mengatakan bahwa terpapar infeksi virus pada trimester kedua kehamilan akan meningkatkan seseorang menjadi skizofrenia. aneh. LO 4. Tertawa saat sedih dan menangis saat bahagia). memelihara hubungan sosial. 2 Gejala negative/ gejala II o Afek datar adalah secara emosi tidak mampu memberi respon thd lingkungan sekitarnya.5 Menjelaskan Patofisiologi skizofrenia a.o Perilaku kacau atau katatonik adalah perilaku sangat tidak dapat diramalkan. dengan terhalangnya transmisi sinyal di sistem dopaminergik maka gejala psikotik diredakan. Selain gejala-gejala tersebut terdapat beberapa ciri lain skizofrenia. dll. yang sebenarnya bukan kriteria formal untuk diagnosa namun sering muncul sebagai gejala. o Alogia adalah tidak mau bicara atau minimal. hipoksia perinatal akan meningkatkan kerentanan seseorang terhadap skizofrenia. Hipotesis Dopamin Dopamin merupakan neurotransmiter pertama yang berkontribusi terhadap gejala skizofrenia. Tidak bergerak sama sekali dalam waktu lama. Infeksi Perubahan anatomi pada susunan syaraf pusat akibat infeksi virus pernah dilaporkan pada orang orang dengan skizofrenia. Tidak mampu mandi sendiri. dan sangat tidak bertanggung jawab. dan ketrampilan sosial yang terganggu (mis. Membisu beberapa hari. Hampir semua obat antipsikotik baik tipikal maupun antipikal menyekat reseptor dopamin D2. Faktor Biologi Komplikasi kelahiran Bayi laki laki yang mengalami komplikasi saat dilahirkan sering mengalami skizofrenia. tiba-tiba melompat-lompat tanpa tujuan.5’7 Hipotesis Serotonin 23 . yaitu: 1 afek yang tidak tepat (mis. mis. o Avolition adalah tidak mampu melakukan tugas berdasar tujuan tertentu (dalam jangka lama).1° Berdasarkan pengamatan diatas dikemukakan bahwa gejala gejala skizofrenia disebabkan oleh hiperaktivitas sistem dopaminergik. Ketika bicara ekspresi tidak sesuai. tidak ada ekspresi sedih ketika situasi sedih. mis. kesulitan memulai pembicaraan. mis. makan sampai selesai.

ventrikel teilihat melebar. Kembar identik 40% sampai 65% berpeluang menderita skizofrenia sedangkan kembar dizigotik 12%. yaitu sesorang yang sudah mempunyai bakat-bakat tertentu. yaitu suatu kondisi yang menjadi tekanan mental bagi individu yang bersangkutan misalnya stressor psikososial R: Reaksi. Anak dan kedua orang tua yang skizofrenia berpeluang 40%. perceraian. Genetika Para ilmuwan sudah lama mengetahui bahwa skizofrenia diturunkan.81° b. kematian salah satu pasangan. Otak pada pendenta skizofrenia terlihat sedikit berbeda dengan orang normal. c. Temyata zatini menyebabkan keadaan psikosis berat pada orang normal. Psikodinamik Menggunakan rumus I+S R I: individu. penurunan massa abu abu dan beberapa area terjadi peningkatan maupun penurunan aktifitas metabolik. Kemungkinan serotonin berperan pada skizofrenia kembali mengemuka karena penetitian obat antipsikotik atipikal clozapine yang temyata mempunyai afinitas terhadap reseptor serotonin 5-HT~ lebih tinggi dibandingkan reseptordopamin D2.yaitu respons dari individu yang benrsangkutan setelah mengalami situasi yang tidak mengenakan sehingga ia mengalami frustasi yang nantinya mengalami jatuh sakit d. kakek / nenek dan sepupu dikatakan lebih sering dibandingkan populasi umum.Gaddum. Masyarakat yang mempunyai hubungan derajat ke dua seperti paman. Jenis-jenis stressor psikoosial yang dimaksud digolongkan sebagai berikut : a. 24 .57 Struktur Otak Daerah otak yang mendapatkan banyak perhatian adalah sistem limbik dan ganglia basalis. wooley dan show tahun 1954 mengobservasi efek lysergic acid diethylamide (LSD) yaitu suatu zat yang bersifat campuran agonis/antagonis reseptor 5-HT. Perkawinan dengan berbagai masalah perkawinan misalnya pertengkaran. Pemenksaaninikroskopis dan jaringan otak ditemukan sedikit perubahan dalam distnbusi sel otak yang timbul pada masa prenatal karena tidak ditemukannya sel glia. perpisahan. sehingga orang itu terpaksa mengadakan penyesuaian diri untuk menanggulangi stressor yang timbul. 1% dari populasi umum tetapi 10% pada masyarakat yang mempunyai hubungan derajat pertama seperti orang tua. Psikososial Stressor sikososial merupakan setiap keadaan atau peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang. satu orang tua 12%. kepribadian yang rentan (vulnerable personality) ataupun factor genetic yang kesemuanya itu merupakan factor predisposisi yaitu kecenderungan untuk menadi sakit S: situasi. biasa timbul pada trauma otak setelah lahir. kakak laki laki ataupun perempuan dengan skizofrenia. bibi.

namun kualitasnya berbeda. b c Halusional Auditorik. 25 . Hubungan interpersonal gangguan ini dapat berupa hubungan dengan kawan dekat yang mengalami konflik. mutasi jabatan dll. anak sakit . penyakit fisik. LO 4. faktor keluarga lain-lain. biasanya bersifat mistik dan mukjizat. hokum. c. pensiun. (tentang dirinya= secara jelas . Problem orangtua permasalahan yang dihadapi orangtuamisal tidak punya anak. dan hubungannya tidak baik. walaupun isinya sama. d. Pekerjaan misalnya kehilangan pekerjaan. kebanyakan anak. keuangan. - Delusion of control = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar atau - Delusion of influence = waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar atau - Delusion of passivity = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar. pekerjaan terlalu banyak. Lingkungan hidup. tindakan atau penginderaan khusus). dan perkembangan fisik atau mental. - Delusion perception = pengalaman inderawi yang tidak wajar.merujuk ke pergerakan tubuh/anggota gerak atau kepikiran. yang bermakna sangat khas bagi dirinya .6 Menjelaskan diagnosis dan diagnosis banding skizofrenia Pedoman Diagnostik berdasarkan PPDGJ III: Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas): a - Thought echo = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras) dan isi pikiran ulangan. kenakalan anak. atau - Thought insertion or withdrawal = isi pikiran yang asing dari luar masuk kedalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (Withdrawal) dan - Thought broadcasting = isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umumnya mengetahuinya.b.

tiroid. Tes darah berikut ini harus dilakukan pada semua pasien. Skizofrenia tidak terkait dengan hasil laboratorium karakteristik. biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunya kinerja sosial. ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap. vitamin B12. folat. dan stupor.d - Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap prilaku pasien - Mendiskusikan perihal pasien di antara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara atau - Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh. glukosa. f Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation) yang berakibat inkoherensia atau pembicaraan yang tidak relevan atau neologisme. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil. Waham-waham menetap jenis lainnya. g Perilaku katatonik seperti keadaan gaduh gelisah (excitement). sikap larut dalam diri sendiri (self absorbed attitute). bicara yang jarang dan respons emosional yang menumpul tidak wajar. bermanifestasi sebagai hilangnya minat. dan tingkat kalsium 26 . negativisme. posisi tubuh tertentu (posturing) atay fleksibilitas cerea. misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu atau kekuatan dan kemampuan diatas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca atau berkomunikasi dengan mahluk asing atau dunia lain) Atau paling sedikitnya dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas: e Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja . mutisme. apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dari beberapa aspek perilaku pribadi (personal behavior). tidak berbuat sesuatu. asam methylmalonic serum. Adapun gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodromal). dan penarikan diri secara sosial. dan tes fungsi ginjal Elektrolit. baik pada awal penyakit dan berkala sesudahnya: - Tes darah lengkap (CBC) Hati. hidup tak bertujuan. Pemeriksaan Penunjang Dilakukan untuk menyingkirkan Diagnosis Banding. tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neureptika. h Gejala negatif seperti sikap apatis. atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus.

27 . vaskulitis. Temuan umum pada pasien dengan skizofrenia adalah sebagai berikut: - Eksekutif fungsi yang buruk (yaitu. pertimbangkan biopsi hati (atau biopsi lain) Antinuclear antibodi (ANA) untuk lupus eritematosus sistemik Urine untuk kultur dan sensitivitas atau penyalahgunaan obat AM kortisol untuk gangguan adrenal 24 jam urin koleksi porfirin. atau inisiasi kegiatan) gangguan memori Kesulitan dalam abstraksi dan mengenali isyarat-isyarat sosial mudah kebingungan buruk. adalah sebagai berikut: - HIV Rapid Plasma Reagin (RPR). jika kecurigaan yang kuat dari penyakit Wilson . masing-masing Electroencephalography (EEG) Tes neuropsikologis dapat dianggap. abses otak. penentuan kelemahan dan kekuatan kognitif pasien dapat membantu dalam perencanaan pengobatan. atau logam berat Tes Kehamilan.Tes lain yang perlu dipertimbangkan. jika memberikan riwayat untuk kecurigaan . jika pasien adalah wanita usia subur Penyakit Lyme Pencitraan otak untuk menyingkirkan hematoma subdural. jika kecurigaan kuat neurosifilis ada. dan tumor X-ray thorax untuk penyakit paru atau okultisme keganasan Dexamethasone Supression tes dan hormon adrenokortikotropik (ACTH) stimulasi tes untuk hypercortisolism dan hypocortisolism. tembaga. perencanaan yang pengorganisasian. tes treponemal tertentu dapat membantu Seruloplasmin.

di kemudian hari biasanya hadir dengan demensia dan gangguan sistem motorik. neuropati perifer. Karena tumor otak yang berpotensi mematikan. terutama pada pasien lanjut usia atau dirawat di rumah sakit. perubahan yang nyata pada gejala. Abnormal tingkat tinggi porfirin dalam koleksi urin 24 jam mengkonfirmasikan diagnosis. penting untuk mempertimbangkan studi pencitraan otak untuk setiap orang dengan onset baru penyakit psikotik atau. yang diikuti dengan munculnya gerakan-gerakan aneh. Gejala pertama sering perubahan jelas dalam perilaku selama masa remaja. Subdural hematoma dapat bermanifestasi sebagai perubahan status mental. Pencitraan otak mungkin tepat dalam kasus ini. Diagnosis dapat ditunjukkan oleh temuan laboratorium kadar urin peningkatan tembaga dan tingkat serum rendah tembaga dan seruloplasmin atau dengan deteksi Kayser-Fleischer rings (tembaga deposit sekitar kornea) dengan atau tanpa pemeriksaan celah-lampu. 28 .  Porfiria adalah gangguan biosintesis heme yang dapat hadir sebagai gejala kejiwaan. barangkali. gangguan metabolik atau endokrin) adalah kondisi yang penting untuk dipertimbangkan. Walaupun pasien dengan delirium mungkin memiliki berbagai kelainan neuropsikiatri. keunggulan klinis penurunan rentang perhatian dan jenis waxing-dan kebingungan. Gejalagejala kejiwaan mungkin berhubungan dengan perubahan elektrolit. Pasien mungkin memiliki riwayat keluarga psikosis. Kalsifikasi idiopatik dari ganglia basal adalah gangguan langka yang cenderung hadir sebagai psikosis pada pasien yang menunjukkan gejala awal masa dewasa. tidak dapat memberikan riwayat yang jelas. Gejala Schizophrenialike mungkin mendahului timbulnya kerusakan intelektual dan gangguan motorik ekstrapiramidal Penyakit Metabolik  Penyakit Wilson. dan nyeri perut yang parah episodik. juga dikenal sebagai degenerasi hepatolenticular. Hipoglikemia dapat menghasilkan kebingungan dan mudah marah dan mungkin keliru untuk psikosis. namun dapat diobati.Diagnosis Banding Skizofrenia Lesi Anatomi Dalam kasus yang jarang terjadi.  Pasien dengan gangguan hipoksemia atau elektrolit dapat hadir dengan kebingungan dan gejala psikotik.  Delirium karena sebab apapun (misalnya. gen yang telah ditemukan pada kromosom 13. untuk alasan apa pun. Perdarahan intrakranial harus dipertimbangkan pada pasien yang melaporkan trauma kepala. tumor otak mungkin sulit dibedakan dengan penyakit psikotik. Ini adalah penyakit resesif autosomal. adalah gangguan metabolisme tembaga. Diagnosis biasanya dikonfirmasi dengan menemukan tembaga meningkat pada biopsi hati.

atau psikosis. seperti influenza. meningitis kriptokokal. terutama demensia atau gangguan neuropsikologi lainnya. penyakit Lyme. orang-orang yang terinfeksi HIV beresiko untuk kekurangan gizi yang juga berkontribusi terhadap perubahan status mental. Cerebral Abses 29 . Akhirnya.tes nontreponemal yang menggunakan antigen untuk mendeteksi antibodi terhadap Treponema pallidum. PML. Hipoparatiroidisme atau hiperparatiroidisme dapat pada kesempatan dikaitkan dengan jelas perubahan status mental. Namun. seperti tes neon-treponemal antibodi penyerapan (FTA-ABS). Antibodi menurun selama penyakit.  Kedua insufisiensi adrenokortikal (Addison penyakit) dan hypercortisolism (sindrom Cushing) dapat mengakibatkan perubahan status mental. Banyak obat yang digunakan untuk mengobati HIV dapat menyebabkan perubahan status mental. HIV menembus penghalang darah-otak di awal perjalanan infeksi dan dengan demikian dapat menyebabkan sejumlah perubahan status mental. Penyakit kelamin Laboratorium Penelitian VDRLRPR. sebagian besar pasien dengan sindrom Cushing akan memiliki sejarah jangka panjang terapi steroid untuk penyakit medis. seperti neurosifilis. Orang terinfeksi HIV juga berisiko untuk limfoma sistem saraf pusat primer dan memiliki gejala-gejala yang samar-samar. Hypothyroidism biasanya dikaitkan dengan depresi. Selain itu. yang semuanya dapat menyebabkan perubahan status mental. Ini terkait dengan kelainan pada konsentrasi kalsium serum. dapat berguna. yang jika parah dapat disertai dengan gejala psikotik. pasien dengan HIV berada pada risiko untuk infeksi oportunistik. kedua gangguan juga memproduksi tanda-tanda fisik dan gejala yang dapat menyarankan diagnosis. Selain itu. tes treponemal lebih spesifik.Gangguan endokrin  Hipotiroidisme parah atau hipertiroidisme dapat dikaitkan dengan gejala psikotik. Jika neurosifilis diduga kuat. seperti kebingungan dan kehilangan memori. kecemasan. mudah tersinggung. Orang tua dengan pneumonia atau infeksi saluran kemih dapat menjadi bingung atau terus terang psikotik. sehingga tes ini memiliki tingkat negatif palsu yang tinggi. Seseorang hipertiroid biasanya depresi. dan salah satu encephalitides (terutama yang disebabkan oleh virus herpes). toksoplasmosis. hepatitis C. ensefalopati cytomegalovirus. dan meningitis TB. dan mudah tersinggung. dapat menyebabkan perubahan status mental seperti depresi. cemas. Penyakit Infeksi - - - Penyakit menular.

folat. 5 Pasien harus dipertahankan dalam dosis efektif minimal. atau keduanya dapat menghasilkan depresi atau demensia.Aripiprazol . kompleks elektroensefalografik normal. Deplesi tiamin akut dan berat dapat menyebabkan ensefalopati Wernicke.Haloperidol . Penyakit ini biasanya terjadi pada orang yang lebih tua dari 50 tahun dan ditandai dengan penurunan yang cepat.Proclorperazin . 1 Klinisi harus cermat menentukan gejala yang akan diobati.Olanzapin . Kekurangan vitamin B-12. dan konfabulasi. tetapi pencitraan otak harus dipertimbangkan untuk menyingkirkan kemungkinan ini dapat diobati. Orang imunosupresi dan orang-orang yang tinggal di atau melakukan perjalanan di negara-negara terbelakang sangat beresiko. Berdasarkan afinitas terhadap reseptor dopamin tipe 2 (D2) dan efek samping yang ditimbulkannya. 3 Lama minimal percobaan antipsikotik empat sampai enam minggu dengan dosis yang adekuat.Quatiapine . 4 Jarang diindikasikan penggunaan lebih dari antipsikotik sekaligus.Tioridazin 30 . Kekurangan Vitamin Kekurangan tiamin bisa terjadi pada orang yang bergantung pada alkohol untuk kalori atau pasien dengan keganasan lanjut atau sindrom malabsorpsi. obat ini dibagi ke dalam dua kelompok yakni antipsikotik generasi pertama (tipikal) dan antipsikotik generasi kedua ( atipikal) (11). dan tersentak myoclonic. ditandai dengan gangguan oculomotor. Antipsikotik Generasi Pertama Antipsikotik Generasi Kedua (Tipikal) (Atipikal) a High Potency . Jika tidak berhasil. Sangat jarang. psikosis Korsakoff dapat berkembang.Klorpromazin (CBZ/ Largactil) . Jika kondisi ini tidak diobati. LO 4. salah satu encephalopathies spongiform menular.Risperidon . Creutzfeldt-Jakob Prion menyebabkan CJD yang langka.Paliperidon b Low Potency . ataksia.Clozapine . dapat diganti dengan antipsikotik jenis lain. Encephalopathy Wernicke adalah penyebab umum dan terdiagnosis gangguan kognitif kronis pada orang dengan alkoholisme [56]. 2 Antipsikotik yang memberikan efek yang baik pada pasien di masa lalu harus digunakan lagi. kekurangan-kekurangan ini dapat menghasilkan pemikiran delusi. demensia.Pimozid .Flupenazin .Ziprasidon .Pasien dengan abses otak jarang memiliki gejala psikotik.7 Memahami dan Menjelaskan Penatalaksanaan skizofrenia 1. Terapi Somatik (Medikamentosa) Pemakaian antipsikotik pada skizofrenia harus mengikuti lima prinsip utama (8).

Berikatan kuat dengan reseptor dopamine tipe 2. Tioridazin Tablet 50 dan 100 mg Dosis 150 . .5 mg.5 mg. 4th Edition. injeksi 25 mg/ml 2. Levomeprazin Tablet 25 mg Injeksi 25 mg/ml 7. 4. 8 mg 4. Klorpromazin Tablet 25 dan 100 mg. .Lebih sering menyebabkan gejala ekstrapiramidal.600 mg/hari 31 .15 mg/hari 150 .600 mg/hari 5 . .15 mg/hari 12 . 5 mg 5.Bekerja pada reseptor dopamine dan serotonin.Efek antipsikotik terlihat beberapa hari atau minggu setelah mengkonsumsi obat.15 mg/hari 25 mg/2-4 minggu 25 . 1. Flufenazin Inj 25 mg/ml dekanoat 6.) Efek Terapetik lainnya 1 Antiemetik 2 Sedasi 3 Menghilangkan cegukan 4 Pengobatan bipolar disorder (acute mania) Sediaan Obat Anti Psikosis dan Dosis Anjuran No. (Sumber: Lippincott’s Illustrated Reviews: Pharnacology.Diberikan saat pasien mengalami gejala positif.Diberikan saat pasien mengalami gejala negatif. Perfenazin Tablet 2. 5 mg Injeksi 5 mg/ml 3.Efek samping tersering gejala ekstrapiramidal yang lebih ringan dan penambahan berat badan. Trifluperazin Tablet 1 mg dan 5 mg 8. Flufenazin Tablet 2. . Perbaikan gejala didapat setelah obat menduduki reseptor dopamine di mesolimbik. Antipsikotik Atipikal . .Antipsikotik Tipikal .24 mg/hari 10 .5 mg. Haloperidol Tablet 0. Nama Generik Sediaan 1.50 mg/hari 10 .

Apabila hal ini terjadi. . dapat diganti dengan obat psikosis lain (sebaiknya dari golongan yang tidak sama). untuk itu.4 mg/hari 2 .4 minggu. diberikan tiap 2. sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa penderita berhenti minum obat.600 mg/hari 1 . dengan dosis ekivalennya dimana profil efek samping belum tentu sama. dokter dapat menurunkan dosis menambah obat untuk efek sampingnya. Terkadang pasien dapat kambuh walaupun sudah mengkonsumsi obat sesuai anjuran.Apabila obat anti psikosis tertentu tidak memberikan respon klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang memadai. dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang . perbedaan terutama pada efek samping sekunder. .Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan:  Onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu  Onset efek sekunder (efek samping) : sekitar 2-6 jam  Waktu paruh 12-24 jam (pemberian 1-2 kali perhari)  Dosis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak efek samping (dosis pagi kecil. . Sebelum diputuskan pemberian salah satu obat gagal dan diganti dengan obat lain. atau mengganti dengan obat lain yang efek sampingnya lebih rendah. 11. Pemberian obat dengan injeksi lebih simpel dalam penerapannya.Pada dasarnya semua obat anti psikosis mempunyai efek primer (efek klnis) yang sama pada dosis ekivalen. para ahli biasanya akan mencoba memberikan obat selama 6 minggu (2 kali lebih lama pada Clozaril) Pemilihan Obat untuk keadaan relaps (kambuh) Biasanya timbul bila pendrita berhenti minum obat. 3 mg 300 . 2.6 mg/hari Cara penggunaan . dokter dapat mengganti obat oral dengan injeksi yang bersifat long acting.9. Apabila penderita berhenti minum obat karena alasan lain. Pimozid Risperidon Tablet 200 mg Injeksi 50 mg/ml Tablet 1 dan 4 mg Tablet 1. Sulpirid 10. dosis malam lebih besar) sehingga tidak begitu mengganggu kualitas hidup pasien Pemilihan Obat untuk Episode (Serangan) Pertama Newer atypical antipsycoic merupakn terapi pilihan untuk penderita Skizofrenia episode pertama karena efek samping yang ditimbulkan minimal dan resiko untuk terkena tardive dyskinesia lebih rendah. misalnya antipsikotik konvensonal dapat diganti dengan newer atipycal antipsycotic 32 . Hal ini merupakan alasan yang tepat untuk menggantinya dengan obat obatan yang lain.Pemilihan jenis obat anti psikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. Pergantian obat disesuaikan dengan dosis ekivalen.Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti psikosis sebelumnya jenis obat antipsikosis tertentu yang sudah terbukti efektif dan ditolerir dengan baik efek sampingnya. Biasanya obat antipsikotik membutuhkan waktu beberapa saat untuk mulai bekerja. Terkadang penderita berhenti minum obat karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut.

Pasien yang mendertia Skizofrenia lebih dari satu episode. Gejala ekstrapiramidal Gejala ekstrapiramidal timbul akibat blokade reseptor dopamine 2 di basal ganglia (putamen. seperti haloperidol dan flufenazine. Terkadang. yaitu: a Reaksi Distonia Akut (ADR) Terjadi spasme atau kontraksi involunter akut dari satu atau lebih kelompok otot skelet. Kemungkinan terjadi pada sebagian besar pasien terutama pada populasi pasien lebih muda. Reaksi distonia akut dapat menjadi penyebab utama dari ketidakpatuhan pemakaian obat. Hal ini menjadi salah satu penyebab ketidakpatuhan pengobatan. krisis okulogirik dan sikap badan yang tidak biasa. akinesia. bermanifestasi sebagai tortikolis. gugup. c Sindrom Parkinson Merupakan gejala ekstrapiramidal yang dapat dimulai berjam-jam setelah dosis pertama antipsikosi atau dimulai secara berangsur-angsur setelah pengobatan bertahun-tahun. Manifestasinya meliputi gaya berjalan membungkuk.atau newer atipycal antipsycotic diganti dengan antipsikotik atipikal lainnya. Clozapine dapat menjadi cadangan yang dapat bekerja bila terapi dengan obat-obatan diatas gagal. tremor dan rigiditas. hilangnya ayunan lengan. Akatisia dapat menyebabkan eksaserbasi gejala psikotik akibat perasaan tidak nyaman yang ekstrim. atau balum sembuh total pada episode pertama membutuhkan pengobatan yang lebih lama. Akinesia menyebabkan penurunan spontanitas. dan globus palidus). Gejala ini dibagi dalam beberapa kategori. Paling sering disebabkan antipsikotik tipikal potensi tinggi. lidah atau otot ekstraokuler. keinginan untuk tetap bergerak dan sulit tidur. b Akatisia Akatisia merupakan gejala ekstrapiramidal yang paling sering terjadi akibat antipsikotik. Akibatnya. terjadi ketidakseimbangan mekanisme dopaminergik dan kolinergik sehingga sistem ekstrapiramidal terganggu. Para ahli merekomendasikan pasien-pasien Skizofrenia episode pertama tetap mendapat obat antipskotik selama 12-24 bulan sebelum mencoba menurunkan dosisnya. Terdiri dari perasaan dalam yang gelisah. lebih lazim pada pria muda. dan lebih sering dengan neuroleptik dosis tinggi yang berpotensi tinggi. Perlu diingat. nukleus kaudatus. Keadaan ini terjadi pada kira-kira 10% pasien. d Tardive Diskinesia 33 . leher. Kelompok otot yang paling sering terlibat adalah otot wajah. substansia nigra. apati dan kesukaran untuk memulai aktifitas normal. bahwa penghentian pengobatan merupakan penyebab tersering kekambuhan dan makin beratnya penyakit. disastria bicara. nukleus subthalamikus. gejala ini dikelirukan dengan gejala negatif skizofrenia. Reaksi distonia akut sering sekali terjadi dalam satu atau dua hari setelah pengobatan antipsikosis dimulai. tetapi dapat terjadi kapan saja. Efek Samping Antipsikotik 1. Pengobatan Selama fase Penyembuhan Sangat penting bagi pasien untuk tetap mendapat pengobatan walaupun setelah sembuh. Penelitian terbaru menunjukkan 4 dari 5 pasien yang behenti minum obat setelah episode petama Skizofrenia dapat kambuh.

Gejala ek. thioxanthene.Penurunan kontraksi smooth muscle sehingga terjadi konstipasi dan retensi urin. Hal ini disebabkan defisiensi kolinergik yang relatif akibat supersensitif reseptor dopamine di puntamen kaudatus. Akibatnya. Tremor dan aktivitas motorik berlebihan dapat mencerminkan agitasi psikomotorik. 1 Peningkatan berat badan Paling sering karena pengobatan antipsikotik atipikal. takikardi dan tekanan darah meningkat atau labil. mioklonus. koma. jenis kelamin wanita. disfagia. 2.Mulut kering (kecuali klozapin yang meningkatkan salvasi) . tachipnea. Biasanya berkembang dalam 4 minggu pertama setelah dimulainya pengobatan. Ini merupakan efek yang tidak dikehendaki dari obat antipsikotik.adrenergic dan Histaminergic. gerakan otot abnormal. 2 Peningkatan prolactin Blokade reseptor dopamine 2 di hipotalamus menyebabkan berkurangnya pembentukan prolactin release factor. Sindrom ini merupakan reaksi idiosinkratik yang tidak tergantung pada kadar awal obat dalam darah. Gejala disregulasi otonom mencakup demam. Sindrom tersebut dapat terjadi pada dosis tunggal antipsikotik (phenotiazine. tremor pada waktu tidur. diaphoresis. Sebagian kasus sangat ringan dan hanya sekitar 5% pasien memperlihatkan gerakan berat nyata. distonia dan diskinesia. SNM sebagian besar berkembang dalam 24-72 jam setelah pemberian antipsikotik atau perubahan dosis (biasanya karena peningkatan). balistik. Faktor predisposisi meliputi umur lanjut.d strapiramidal meliputi rigiditas. atau seperti tik. 3 Efek blokade reseptor kolinergik . involunter. faktor inhibitor prolaktin ke hipofisis berkurang sehingga terjadi peningkatan kadar prolaktin. mutisme. Prevalensi tardive diskinesia diperkirakan terjadi 20-40% pada pasien yang berobat lama.Pandangan kabur . Nafsu makan yang meningkat erat kaitannya dengan blokade reseptor alpha1. atau neuroleptikal atipikal). Sindroma neuroleptik maligna dapat menunjukkan gambaran klinis yang luas dari ringan sampai dengan berat. Pada perempuan didapati sekresi payudara. 4 Efek blokade reseptor adrenergik : hipotensi ortostatik 34 . sedangkan pada pria didapati ginekomasti. Neuroleptic Malignant Neuroleptic malignant adalah suatu sindrom yang terjadi akibat komplikasi serius dari penggunaan obat antipsikotik. dan pengobatan berdosis tinggi atau jangka panjang. inkotinensia dan delirium mencerminkan terjadinya perubahan tingkat kesadaran.Manifestasi gejala ini berupa gerakan dalam bentuk koreoatetoid abnormal. Konfusi.

dan komunikasi interpersonal. Terapi Psikososial a. seperti hak istimewa dan pas jalan di rumah sakit. b. dan postur tubuh aneh dapat diturunkan. topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan. keluraga dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif (setiap hari). anggota keluarga. Setelah periode pemulangan segera. frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti berbicara lantang. didalam cara yang jelas mendorong sanak saudaranya yang terkena 35 . Terapi perilaku Teknik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan ketrampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial.2. khususnya lama dan kecepatannya. kemampuan memenuhi diri sendiri. latihan praktis. Perilaku adaptif adalah didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang diharapkan. Terapi berorientasi-keluarga Terapi ini sangat berguna karena pasien skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial. berbicara sendirian di masyarakat. Dengan demikian. Seringkali.

masalah. prilaku yang sangat kacau termasuk ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar.---Perawatan di rumah sakit menurunkan stres pada pasien dan membantu mereka menyusun aktivitas harian mereka. dan hubungan sosial. Psikoterapi individual Penelitian yang paling baik tentang efek psikoterapi individual dalam pengobatan skizofrenia telah memberikan data bahwa terapi alah membantu dan menambah efek terapi farmakologis. keamanan pasien karena gagasan bunuh diri atau membunuh. dan meningkatkan tes realitas bagi pasien skizofrenia. ketulusan hati. kesabaran. atau eksploitasi. atau teregresi jika seseorang mendekati. Angka relaps tahunan tanpa terapi keluarga sebesar 25-50 % dan 5 . Kelompok yang memimpin dengan cara suportif. pasien skizofrenia seringkali kesepian dan menolak terhadap keakraban dan kepercayaan dan kemungkinan sikap curiga. meningkatkan rasa persatuan. bukannya dalam cara interpretatif. Rencana yang terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tentang sifat skizofrenia dan dari penyangkalan tentang keparahan penyakitnya. bermusuhan. 3. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial. cemas.skizofrenia untuk melakukan aktivitas teratur terlalu cepat. Rencana pengobatan di rumah sakit harus memiliki orientasi praktis ke arah masalah kehidupan. dan kepekaan terhadap kaidah sosial adalah lebih disukai daripada informalitas yang prematur dan penggunaan nama pertama yang merendahkan diri. pekerjaan. Menegakkan hubungan seringkali sulit dilakukan. d. Kehangatan atau profesi persahabatan yang berlebihan adalah tidak tepat dan kemungkinan dirasakan sebagai usaha untuk suapan. Kelompok mungkin terorientasi secara perilaku. Didalam penelitian terkontrol. perintah sederhana. Suatu konsep penting di dalam psikoterapi bagi pasien skizofrenia adalah perkembangan suatu hubungan terapetik yang dialami pasien sebagai aman. Tujuan utama perawatan dirumah sakit yang harus ditegakkan adalah ikatan efektif antara pasien dan sistem pendukung masyarakat. manipulasi.---Ahli terapi harus membantu keluarga dan pasien mengerti skizofrenia tanpa menjadi terlalu mengecilkan hati. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa terapi keluarga adalah efektif dalam menurunkan relaps. dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. Terapi kelompok Terapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana. jarak emosional antara ahli terapi dan pasien. Perawatan 36 . dan hubungan dalam kehidupan nyata. terorientasi secara psikodinamika atau tilikan. c. Lamanya perawatan rumah sakit tergantung dari keparahan penyakit pasien dan tersedianya fasilitas pengobatan rawat jalan.10 % dengan terapi keluarga. kualitas hidup. Dokter harus juga mengajarkan pasien dan pengasuh serta keluarga pasien tentang skizofrenia. Rehabilitasi dan penyesuaian yang dilakukan pada perawatan rumahsakit harus direncanakan. tampaknya paling membantu bagi pasien skizofrenia. menstabilkan medikasi. atau suportif. perawatan diri. Hubungan antara dokter dan pasien adalah berbeda dari yang ditemukan di dalam pengobatan pasien non-psikotik. Perawatan di Rumah Sakit (Hospitalization) Indikasi utama perawatan rumah sakit adalah untuk tujuan diagnostik. Pengamatan yang cermat dari jauh dan rahasia. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi. penurunan angka relaps adalah dramatik.

penyakit tulang dengan bahaya fraktur tetapi dengan pemberian obat pelemas otot pada pasien dengan keadaan diatas boleh dilakukan. Kontra indikasi Elektro konvulsiv terapi adalah Dekompensasio kordis. Tegangan yang digunakan 100-150 Volt dan waktu yang digunakan 2-3 detik. Mekanisme penyembuhan penderita dengan terapi ini belum diketahui secara pasti. ditujukan kepada kelompok yang mempunyai risiko tinggi dengan cara. pencegahan universal. Frekuensi dilakukannya terapi ini tergantung dari keadaan penderita dapat diberi:  2-4 hari berturut . pikiran. LO 4. Indikasi pemberian terapi ini adalah pasien skizofrenia katatonik dan bagi pasien karena alasan tertentu karena tidak dapat menggunakan antipsikotik atau tidak adanya perbaikan setelah pemberian antipsikotik.turut 1-2 kali sehari  2-3 kali seminggu pada keadaan yang lebih ringan  Maintenance tiap 2-4 minggu  Dahulu sebelum jaman psikotropik dilakukan 12-20 kali tetapi sekarang tidak dianut lagi. Pusat perawatan dan kunjungan keluarga pasien kadang membantu pasien dalam memperbaiki kualitas hidup. menyerang bagian yang sangat inti dari manusia yaitu persepsi. Pertama.7 Pencegahan Terdapat tiga bentuk pencegahan primer. sehingga gejalanya sangat kompleks dan bercampur baur. orang tua menciptakan keluarga yang harmonis. Kontra indikasi mutlak adalah tumor otak. dan stabil. dengan cara memberikan obat antipsikotik dan suasana keluarga yang kondusif. paru. Alat yang digunakan adalah alat yang mengeluarkan aliran listrik sinusoid sehingga penderita menerima aliran listrik yang terputus putus.  Diantara kedua rahang di beri bahan lunak dan di suruh agar pasien menggigitnya.  Penderita berbaring telentang lurus di atas permukaan yang datar dan agak keras. amnesia dan terjadi degenerasi sel-sel otak. Pada penderita skizofrenia 37 . Terapi ini diperkenalkan oleh Ugo cerleti(1887-1963). Sebagai komplikasi terapi ini dapat terjadi luksasio pada rahang. terapi psikososial ada juga terapi lainnya yang dilakukan di rumah sakit yaitu Elektro Konvulsif Terapi (ECT). dan benda benda metal perlu dilepaskan. Robekan otot-otot. fraktur pada vertebra. aneurisma aorta. Kedua. Skizofrenia sendiri merupakan gangguan jiwa yang paling berat. Caranya adalah mencegah komplikasi kehamilan dan persalinan.---Selain anti psikosis. dapat juga terjadi apnue. Ketiga.  Penderita harus puasa  Kandung kemih dan rektum perlu dikosongkan  Gigi palsu . pencegahan selektif.  Bagian kepala yang akan dipasang elektroda ( antara os prontal dan os temporalis) dibersihkan. hangat. ditujukan kepada populasi umum agar tidak terjadi faktor risiko. yaitu mencegah mereka yang baru memperlihatkan tanda-tanda fase prodromal tidak menjadi skizofrenia yang nyata. Pada pelaksanaan Terapi ini dibutuhkan persiapan sebagai berikut:  Pemeriksaan jantung. emosi dan perilaku. pencegahan terindikasi. dan tulang punggung.di rumah sakit harus diarahkan untuk mengikat pasien dengan fasilitas perawatan termasuk keluarga pasien.

tidak berkaitan atau salah mengaitkan. Ibadah mahdhah atau ibadah khusus ialah ibadah yang apa saja yang telah ditetpkan Allah akan tingkat. yaitu: a. perbuatan telah didesign oleh Alloh SWT kemudian diperintahkan kepada Rasulullah untuk mengerjakannya.8 Prognosis Skizofrenia Prognosis Baik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Onset lambat Faktor pencetus jelas Onset akut Riwayat seksual. · Tayammum · Mandi hadats · Shalat · Shiyam ( Puasa ) · Haji · Umrah Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip. ibadah puasa ramadhan dan haji. tata cara dan perincian-perinciannya. Jenis ibadah yang termasuk mahdhah. sosial dan perkerjaan pramorbid yang buruk. jadi merupakan otoritas wahyu. Memahami dan menjelaskan ibadah mahdhoh Ibadah mahdhoh adalah ibadah yang dari segi perkataan. tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya. baik dari alQuran maupun al. Kemampuan berpikir dan merasakan yang tidak terorganisasi. 5 Perilaku menarik diri dan autistic 6 Sistem pendukung yang buruk 7 Gejala negatif 8 Tanda dan gejala neurologis 9 Riwayat trauma perinatal 10 Tidak ada remisi dalam tiga tahun 11 Sering relaps LI 5. sehingga kadang-kadang disebut misconnection syndrome. Semuanya adalah bentuk paket dari Allah turun kepada Rasulullah kemudian wajib ditirukan oleh umatnya tanpa boleh menambah atau memperbaharui sedikitpun. dan pekerjaan pramorbid yang baik. adalah : · Wudhu. sosial. Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah.Sunnah. Gejala gangguan mood (terutama gangguan depresif Menikah Riwayat keluarga gangguan mood Sistem pendukung yang baik Gejala positif Prognosis Buruk 1 2 3 4 Onset muda Tidak ada faktor pencetus Onset tidak jelas Riwayat sksual. 38 .yang terganggu adalah sirkuit saraf otaknya. Seperti sholat fardu 5 kali. terjadi karena adanya gangguan pada sirkuit saraf pada iregion-regio otak terkait untuk mengirimkan dan menerima pesan secara efisien dan tepat LO 4. Haram kita melakukan ibadah ini selama tidak ada perintah.

Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya. tilawatul Quran. Azasnya “taat”. Daftar pustaka 39 . melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syari’at. bukan untuk Allah. d. 64) ‫…وما آتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا‬ Dan apa saja yang dibawakan Rasul kepada kamu maka ambillah. Salah satu tujuan diutus rasul oleh Allah adalah untuk memberi contoh: ‫وماارسلنا من رسول ال ليطاع باذن ال … النسآء‬ Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul kecuali untuk ditaati dengan izin Allah…(QS. semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba. karena bukan wilayah akal. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadah bentuk ini bukan ukuran logika. maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang ketat. dan ibadah mahdhah lainnya. dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi. 59: 7). Shalat. Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw. yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. maka tinggalkanlah…( QS.b. atau tidak. Atas dasar ini. keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak. dan apa yang dilarang. c. akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebuthikmah tasyri’. adzan. melainkan wilayah wahyu.

2006.wordpress. William F.com/tag/sistem-limbik http://www.Jakarta:Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atmajaya.com/doc/23118347/sistem-limbik 40 .com/doc/6224830/OTAK-MANUSIA-Neurotransmiter-DanStress-by-dr-Liza-Pasca-Sarjana-STAIN-CIREBON http://akhmadsudrajat.1998. Kumala. Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Prilaku Psikiatri Klinis Jilid Satu.scribd. Poppy dan Nuswantari.Kamus Saku Kedokteran Dorland.1998.scribd.com/doc/27950601/Gangguan-Psikotik-Singkat http://www. Poppy dan Nuswantari. Rusdi. Dadang.2003.EGC Hawari.com/2008/01/26/pendidikan-holistik/ http://arispurnomo. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta.scribd.infofisioterapi.Ganong. EGC Kaplan.scribd.Pendekatan Holistik Pada Gangguan Jiwa.edisi 25.wordpress.edisi 20.com/doc/28385012/Gangguan-Psikotik http://www.2003. EGC Maslim. Jakarta. 1997.com/anatomi-fisiologi-sistem-limbik http://www. Grebb.edisi 25.Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas PPDGJ III. http://umayonline. Jakarta.Jakarta:FKUI Kumala. Jakarta: Binarupa Aksara.Kamus Saku Kedokteran Dorland.com/2008/09/15/ibadah-mahdhah-ghairu-mhadhah/ http://www. Sadock.