Anda di halaman 1dari 7

Metabolisme Batu Kalsium

1. Fisiologi Kalsium
Dalam keadaan normal sebanyak 30-50% kalsium yang dikonsumsi diabsorpsi di tubuh.
Kemampuan absorpsi lebih tinggi pada masa pertumbuhan, dan menurun pada proses menua.
Kemampuan absorpsi pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan pada semua golongan usia
(Almatsier, 2004).
Absorpsi kalsium terutama terjadi dibagian atas usus halus yaitu duodenum. Dalam keadaan
normal, dari sekitar 1000 mg Ca ++ yang rata-rata dikonsumsi perhari, hanya sekitar dua pertiga
yang diserap di usus halus dan sisanya keluar melalui feses (Sherwood, 2001).

Kalsium

membutuhkan pH 6 agar dapat berada dalam keadaan terlarut.
Absorpsi kalsium terutama dilakukan secara aktif dengan menggunakan alat ukur proteinpengikat kalsium.

Absorpsi pasif terjadi pada permukaan saluran cerna. Banyak faktor

mempengaruhi absorpsi kalsium. Kalsium hanya bisa diabsorpsi bila terdapat dalam bentuk
larut-air dan tidak mengendap karena unsur makanan lain, seperti oksalat.
2. Faktor-faktor yang Meningkatkan Absorpsi Kalsium
Semakin tinggi kebutuhan dan semakin rendah persediaan kalsium dalam tubuh semakin efesien
absorpsi kalsium.

Peningkatan kebutuhan terjadi pada pertumbuhan, kehamilan, menyusui,

defesiensi kalsium dan tingkat aktivitas fisik yang meningkatkan densitas tulang.

Jumlah

kalsium yang dikonsumsi mempengaruhi absorpsi kalsium. Penyerapan akan meningkat apabila
kalsium yang dikonsumsi menurun (Almatsier, 2004).
Vitamin D dalam bentuk aktif 1,25(OH)D3 merangsang absorpsi kalsium melalui langkahlangkah kompleks.

Vitamin D meningkatkan absorpsi pada mukosa usus dengan cara

merangsang produksi-protein pengikat kalsium. Absorpsi kalsium paling baik terjadi dalam

tekanan. Sebaliknya. Faktor-faktor yang menghambat absorpsi kalsium Kekurangan vitamin D dalam bentuk aktif menghambat absorpsi kalsium. diduga karena serat menurunkan waktu transit makanan dalam saluran cerna sehingga mengurangi kesempatan untuk absorpsi (Guthrie&Picciano. Aktivitas fisik berpengaruh baik terhadap absorpsi kalsium. 2004). 2004). Asam amino tertentu meningkatkan pH saluran cerna. 1996). . Laktosa meningkatkan absorpsi bila tersedia cukup enzim laktase. 1996). dan kecemasan. 1995. Rasio konsumsi kalsium fosfor agar dapat dimanfatkan secara optimal dianjurkan adalah 1:1 dalam makanan. konsumsi tinggi serat dapat menurunkan absorpsi kalsium. Krummel. Asam fitat. 1995). Absorpsi kalsium lebih baik bila dikonsumsi bersamaan dengan makanan (Almatsier. Faktor lain yang dapat menghambat absorpsi kalsium adalah ketidakstabilan emosional yang dapat mempengaruh efesiensi absorpsi kalsum.keadaan asam. dengan demikian membantu absorpsi (Almatsier. sayuran lain dan kakao membentuk garam kalsium oksalat yang tidak larut. dengan demikian memberi waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsium. seperti stres. 2004). Kurangnya latihan fisik atau olahraga seperti jarang berjalan atau pada orang yang kurang bergerak karena sakit atau terbaring dalam waktu lama dapat menyebabkan kehilangan kalsium tulang 0. 3.5 % setiap bulan dan mengurangi kemampuan untuk menggantinya (Guthrie&Picciano. konsumsi fosfor yang lebih tinggi dapat mengahambat absorpsi kalsium karena fosfor dalam suasana basa membentuk kalsium fosfat yang tidak larut air (Khomsan. Asam oksalat yang terdapat dalam bayam. ikatan yang mengandung fosfor yag terutama terdapat didalam sekam serealia. laktosa mencegah absorpsi kalsium. Lemak meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna. sehingga menghambat absorpsi kalsium. bila terdapat defesiensi laktase. membentuk kalsium fosfat yang juga tidak dapat larut sehingga tidak dapat diabsorpsi (Almatsier. Asam klorida yang dikeluarkan lambung membantu absorpsi kalsium dengan cara menurunkn pH di bagian atas duodenum. Selain itu.

dan berat badan berbanding terbalik dengan risiko patah tulang. Selama kehidupan. . 2004). seperti untuk transmisi saraf. dalam pengaturan fungsi sel pada cairan ekstraselular dan intraselular. hormon seks dan aktivitas fisik (untuk mempengaruhi metabolisme tulang). Proses pembentukan tulang dimulai pada awal perkembangan janin. faktor yang mempengaruhi kalsifikasi/penulangan adalah genetik (untuk menentukan massa tulang).1 Pembentukan tulang Almatsier (2004) menyebutkan bahwa kalsium dalam tulang mempunyai dua fungsi : - sebagai bagian integral dari struktur tulang. natrium bikarbonat. dengan membentuk matriks yang kuat. yaitu terbentuknya kristal mineral yang mengandung senyawa kalsium. Fungsi dan Peranan Kalsium Kalsium mempunyai peran penting didalam tubuh. tetapi masih lunak dan lentur yang merupakan cikal bakal tulang tubuh. dan menjaga permebilitas membran sel. kalsium juga mengatur pekerjaan hormon-hormon dan faktor pertumbuhan (FKM UI. selain hidroksipatit (Almatsier. tulang selalu mengalami perubahan baik dalam bentuk maupun kepadatan. dan fluor. fosfat. keduanya harus berada dalam jumlah yang cukup di dalam cairan yang mengelilingi matriks tulang. Selain itu. yaitu dalam pembentukan tulang dan gigi. sebagai tempat menyimpan kalsium. 4. sesuai dengan usia dan perubahan berat badan. Segera setelah lahir matriks mulai menjadi kuat dan mengeras melalui proses kalsifikasi. Menurut Krummel (1996).4. kontraksi otot. Karena kalsium merupakan mieral yang utama dalam ikatan ini. magnesium. seng. Kristal ini terdiri atas kalsium fosfat atau kombiasi kalsium fosfat dan kalsium hidroksida dinamakan hidroksiapatit. 2007). penggumpalan darah. Batang tulang yang merupakan bagian keras matriks mengandung kalsium. Matriks yag merupakan sepertiga bagian dari tulang terdiri atas serabut yang terbuat dari kolagen yang diselubungi oleh bahan gelatin.

3 Pertumbuhan Kalsium secara nyata diperlukan untuk pertumbuhan kerena bagian penting dalam pembentukan tulang dan gigi. Konsumsi kalsium adalah salah satu mekanisme yang dapat membantu pertumbuhan tulang dan mencegah kehilangan tulang (bone loss). ion kalsium dalam darah merangsang pembebasan fosfolipida tromboplastin dari platelet darah yang terluka. Protein dalam email gigi adalah keratin. Tromboplastin ini mengatalisis perubahan protrombin bagian . Kekuranag kalsium selama masa pembentukan gigi dapat menyebabkan meningkatnya kerentanan terhadap kerusakan gigi (Almatsier.4. adalah waktu yang ideal untuk melakukan pencegahan selama tahun-tahun diperguruan tinggi (Tucker. Pertukaran anatra kalsium gigi dan kalsium tubuh berlangsung dengan lambat dan terbatas pada kalsium yang terdapat dalam lapisan dentin. jumlah tulang akan menurun. kandungan kalsum dan kebutuhan kalsium meningkat. karena tubuh biasanya mencapai peak bone mass antara umur 25-30-an. Sedikit pertukaran mungkin juga terjadi diantara saliva dan email gigi. juga dibutuhkan dalam jumlah yang lebih kecil untuk mendukung fungsi sel dalam tubuh. Namun. 4. yaitu hidroksiapatit. Dalam masa pertumbuhan ukuran tulang. kristal dalam gigi lebih padat dan kadar airnya lebih rendah. Setelah peak bone mass tercapai. yang akan menyebabkan ketidakseimbangan antara reabsorpsi dan pembentukan tulang. 2002). sedangkan dalam dentin adalah kolagen. Setelah perumbuhan terhenti. Snelling. 4. dkk. 2004).2 Pembentukan gigi Mineral yang membenuk dentin dan email yang merupakan bagian tengah dan luar dari gigi adalah minerla yang sama dengan pembentuk tulang.4 Pembekuan darah Bila terjadi luka. kemungkinan fase dimana penambahan jumlah tulang dan kalsium (peak bone mass) bersama akan tetap bertambah sampai usia sekitar 30 tahun. Penelitian di jepang menyebutkan bahwa orang yang diet rendah kalsium lebih pendek dibandingkan dengan diet kalsium yang adekuat.

darah normal. seperti absorpsi vitamin B12. Batu terbentuk ditraktus urinarius ketika konsentrasi substansi kalsium meningkat dan adanya penurunan kandungan sitrat. 4. Teori Pembentukan Batu Kalsium Batu mengacu pada adanya batu di traktus urinarius. yang secara normal mencegah kristalisasi dalam urin. Kalsium yang diperlukan untuk mengkatalisis reaksi-reaksi ini diambil dari pesediaan kalsium dalam tubuh (Almatsier. Beberapa fungsi kalsium lain adalah meningkatkan fungsi transpor membra sel. Tubuh akan kaku dan dapat menimbulkan kejang. pembentukan dan pemecahan asetilkolin. Kristal batu oksalat maupun kalsium fosfat akan menempel pada anyaman tersebut dan berada di sela-sela anyaman sehingga terbentuk batu. menjadi fibrin yang merupakan gumpalan darah (Sherwood. menjadi thrombin kemudian membantu perubahan fibrinogen.1 Teori Matriks Di dalam air kemih terdapat protein yang berasal dari pemecahan mitokondria sel tubulus renalis yang berbentuk laba-laba.6 Kontraksi otot Pada waktu otot berkontraksi kalsium berperan dalam interaksi protein di dalam otot. 2004). 2004). otot tidak bisa mengendur sesudah kontraksi. kemungkinan dengan bertindak sebagai stabilisator membran.5 Katalisator reaksi-reaksi biologik Kalsium berfungsi sebagai katalisator berbagai reaksi biologik. 5. Benang seperti laba- . 4. Kondisi lain yang mempengaruhi laju pembentukan batu mencakup PH urin dan status cairan pasien ( cenderung pada pasien dehidrasi ) 5. ekskresi insulin oleh pankreas. lipase pankreas. tindakan enzim pemecah lemak. yaitu aktin dan miosin. Bila darah kalsium kurang dari normal. bagian lan dari darah. 2001). dan transmisi ion melalui membran organel sel (Almatsier.

heksosamin 2-5% sisanya air. Pada inhibitor organik terdapat bahan yang sering terdapat dalam proses penghambat terjadinya batu yaitu asam sitrat. 5. Keadaan ini disebut nukleasi heterogen dan merupakan kasus yang paling sering yaitu kristal kalsium oksalat yang menempel pada kristal asam urat yang ada. Supersaturasi terjadi jika substansi yang menyusun batu terdapat dalam jumlah yang besar dalam urine. Inhibitor yang paling kuat adalah sitrat. Pada inhibitor anorganik terdapat bahan pirofosfat dan Zinc. meskipun sama-sama terjadi supersanturasi.3 Teori Epitaksi Pada teori ini dikatakan bahwa kristal dapat menempel pada kristal lain yang berbeda sehingga akan cepat membesar dan menjadi batu campuran. nefrokalsin.laba terdiri dari protein 65%. karena sitrat akan bereaksi dengan kalsium membentuk kalsium sitrat yang dapat larut dalam air. yaitu ketika volume urine dan kimia urine yang menekan . Matriks tersebut merupakan bahan yang merangsang timbulnya batu. 5.4 Teori Supersaturasi dan Nukleasi Menurut Hardjoeno (2006). 5. dan tamma-horsefall glikoprotein sedangkan yang jarang terdapat adalah gliko-samin glikans dan uropontin. sedangkan pada individu lain tidak. Hal tersebut yang dapat menjelaskan mengapa pada sebagian individu terjadi pembentukan BSK. Inhibitor mencegah terbentuknya kristal kalsium oksalat dan mencegah perlengketan kristal kalsium oksalat pada membaran tubulus. heksana 10%. Pada benang menempel kristal batu yang seiring waktu batu akan semakin membesar. Sitrat terdapat pada hampir semua buah-buahan tetapi kadar tertinggi pada jeruk.2 Teori Tidak Adanya Inhibitor Dikenal 2 jenis inhibitor yaitu organik dan anorganik. diduga dua proses yang terlibat dalam batu kalsium yakni supersaturasi dan nukleasi.

menyebabkan pembentukan batu kalsium. . pembentukan kompleks dan pH air kemih. Ion kalsium dan oksalat. asam urat dan kristal hidroksipatit membentuk inti.pembentukan menurun. Factor-faktor ini mencetuskan peningkatan konsentrasi kalsium didalam urin dan darah. Tingkat saturasi dalam air kemih tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah bahan pembentuk BSK yang larut. Supersaturasi dan kristalisasi dapat terjadi apabila ada penambahan suatu bahan yang dapat mengkristal di dalam air dengan pH dan suhu tertentu yang suatu saat akan terjadi kejenuhan dan terbentuklah kristal. natrium hidrogen urat. tetapi juga oleh kekuatan ion. Supersaturasi air kemih dengan garam-garam pembentuk batu merupakan dasar terpenting dan merupakan syarat terjadinya pengendapan. Apabila kelarutan suatu produk tinggi dibandingkan titik endapannya maka terjadi supersaturasi sehingga menimbulkan terbentuknya kristal dan pada akhirnya akan terbentuk batu. Pada proses nukleasi.