Anda di halaman 1dari 3

Diagnosis

Abses prostat merupakan darurat urologi biasa tetapi merupakan infeksi serius dari prostat
dengan tingkat kematian tinggi jika tidak diobati dengan benar. Pasien diabetes militus, ginjal
insufisiensi dan kekbalan penekanan mempunyai resiko yang tinggi. Uretra katerisasi,
instrumenisasi pada saluran kencing bawah dan prostat biopsy adalah salah satu factor
predisposisi. Beberapa bakteri dicurigai menyebabkan penyakit ini. Enterobacteriacae ) escheria
choli ) dan staphylococcus aureus adalah satu penyebab penyakitjuhkm yang pasing umum.
Penyebabran secara haematogenous dari jarak yang terjau telah dilaporkan. Pada kasus ini,
mungkin spesies mycobacterium tuberculosis dan candida akan ditemukan.
absesprstat biasanya merupakan komplikasi pada akut bacterial prostatitis yang terjadi karena
tidak diobati atau tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan maksimal. Terlambat dalam
penegakan diagnosis dapat mengakibatkan hasil yang fatal, termasuk kemungkinan terjadinya
rupture pada abses di fossa ischiorectal atau di perivesical dengan morbiditas dan kematian.
Sejak penggunaan terapi antibiotika yang luas, prevalensi kejadian abses prostat menurun, dan
tipe dari organisme penyebabnya ada perubahan. Prevalensi kejadian abses prostat sekitar 0,5 %
pada semua penyakit prostat. Pada era sebelum penggunaan antibiotika, Neisseria gonorrhea
merupakan organisme yang utama, sekitar 75 % dari keseluruhan kasus. Pada era penggunaan
antibiotika, gram negative bacilli (E.coli) merupakan 80% penyebab dari abses prostat.
Berdasarkan patofisiologi pada abses prostat, predisposisi abses prostat adalah obstruksi bladder,
intrumenasi uretra, dan karsinoma prostat, serta predisposisi oleh karean penyakit sistemik,
seperti : diabetes, penyakit liver, ckd, sindrom penurunann kekebalan tubuh dan terapi
imunosupresi.
Tanda dan gejala dari abses prostat meliputi, gejala frekuensi, retensi akut, demam, dysuria,
perineal pain, hematuria, uretral discharge, dan nyeri pada punggung belakang. Pada
pemeriksaan digital rectal ditemukan masa yang flktuan. Karena tanda dan gejala pada akut
prostat tersebut mirip dengan akut bacterial prostatitis, penegakan diagnosis pada abses prostat
sulit jika hanya berdasarkan penampilan klinis. Pentingnya didalam membedakan mana pasien
akut bacterial prostatitis dan mana yang dengan abses prostat, dari sejak pendekatan terapi. Dari
pandangan ini, imaging prostat seperti TRUS, CT Scan dan MRI menjadi alat yang penting
dalam penegakan diagnosis dan manajemen abses prostat. TRUS merupakan teksnisk yang
sering dipakai untuk mendiagnosis abses prostat dan panduan saat melakukan drainasi dan
aspirasi serta juga berguna untuk evaluasi dari respon terapi.
Klinis yang ditemukan tergantung pada beratnya infeksi. Abses prostat biasanya kan didiagnosis
pada saat pasien dengan akut prostatitis gagal dalam merespon terapi medikasi. Pasien umunya
akan ditemukan dengan nyeri perineal,genital, dan suprapubic, gejala LUTS yang berlebihan dan
retensi urin bisa terjadi. Gejala dan tanda mirip dengan gejala acut bacterial prostatitis yang
dengan tanpa abses. Oleh karena diagnosis pada abses prostatitis itu sering susah didiagnosis
hanya dari anamnesis,pemeriksaan fisik, prostatic imaging ( TRUS, CT SCAN dan MRI) maka
penegakan diagnosis dan manajemen nya sangat penting. Dari semua itu, TRUS adalah
pemeriksaan yang sering dipakai untuk membantu penegakan diagnosis dan manajemen dari
abses prostat.

.

Keamanan dan efektivitas dari metode ini sudah ditegakkan dengan baik.Manajemen Terapi Setelah melakukan penegakan diagnosis. transurethral unroofing dan reseksi pada abses. Teksnik insisi drainase pada perineal saat ini jarang digunakan karena dapat menyebabkan kerusakan dari saraf di daerah perineal. Surgical drainase merupakan salah satu modal penting dalam terapi abses prostat. tranuretral unroofing. untuk penatalaksanaan awal dilakukan insisi drainase pada abses dan pemberian anti microbial yang selektif. blind aspirasi.Insisi perineal dan drainase. metode terbaik drainase masih tetap kontroversial. Walaupun operasi bedah drainase merupakan langkah yang terpenting didalam penanganan terapi dari abses prostat. Dalam beberapa penelitian dan literature mengindikasikan aspirasi dengan jarum dan terapi adjuvant antibiotika dapat menghasilkan kesembuhan. dan drainase perkutan transperineal. Beberapa ahli memakai perkutaneus drainase sebagai metode dalam penanganan abses intraabdominal. dan drainasi perkutan tranperineal telah digunakan untuk melakukan terapi pada abses prostat. Teknik drainase meliputi : perineal insisi dan drainase. . reskesi abses.