Anda di halaman 1dari 71

Dasar - Dasar Pemeriksaan

CT Scan

Teori CT dimulai dengan


ditemukannya rekonstruksi benda 3
dimensi menjadi 2 dimensi 1917 J.
H. Radon (Austria)
1961 W. Oldendorf eksperimen I131,
sinar Gamma dapat menembus objek
1963 Allan Mc Cormack (fisikus)
memakai komputer untuk memproses
koefisien attenuasi sinar x yang
menembus objek.

Geodfrey Hounsfield (insinyur)


membuat CT pertama tahun 1971
Mulanya diperlukan 9 jam untuk 1
sayatan
Dipakai untuk CT kepala
1971 dipasang EMI scanner di
Atkinson Mortley s hospital,
memperlihatkan tumor otak pasien
wanita 41 th

Satu sayatan (1971) diperlukan 4


menit
1972 presentasi pada kongres
radiology (UK) dengan Ambrose
1973 terpasang EMI scanner di
London- Glasgow-Manchester-Mayo
clinic Boston
1979 Nobel kedokteran untuk
Hounsfield dan Allan MC cormack

Prinsip dasar CT scan :


Menggunakan berkas tipis sinar X untuk
membuat potongan axial dari tubuh
Sinar X menembus tubuh, ditangkap detector
Detektor bersifat sebagai scintillation
counter, menangkap data-data koefisien
attenuasi tubuh
Ada 2 macam detector: Xenon dan Solid
state
Data-data ini diubah oleh komputer menjadi
gambar

Komponen CT scan:
Hardware: X ray Tube Gantry
meja pasien komputer work
station
Software: program: Histogram 3D
BMD, dll

Pengembangan teknologi
CT scan:

1971 Generasi pertama: detector


tunggal scan time 4 5 menit
1972 Generasi kedua: multiple
detector (lebih 30) scan time 20
30 detik
1975 Generasi ketiga: fan beam
multiple detector (280-1000), scan
time 1 sampai 5 detik

1977 Generasi ke empat detector


fixed, tabung bergerak 360 derajat
1980 Generasi kelima Ultrafast CT
menggunakan electron gun, 1 detik
sampai 34 sayatan
Alat ini sangat mahal, dikembangkan
generasi ke empat dengan helical,
dimana meja pasien bergerak
Saat ini dikembangkan multislice CT
(2 64 sayatan)

Rekonstruksi imejing:
Beda dengan konvensional X ray
(Film)
Digunakan koefisien attenuasi
sinar X saat menembus tubuh,
direkonstruksi komputer menjadi
gambar

Resolusi imejing:
Dibagi atas:
Kemampuan CT membedakan objek
dengan perbedaan densitas kecil,
misalnya antara 2 dan 5 CT number (HU)
Spatial resolution (high contrast
resolution) kemampuan membedakan 2
objek yang sangat dekat (space
resolution)
Ditentukan oleh desain alat CT scan

Desain Alat CT ditentukan:


Jumlah detector jarak antar
detector luas detector dan data
acqusition sampling rate (view
rate)
X ray tube focal spot size

Faktor faktor yang


mempengaruhi resolusi kontras:
a.
b.
c.
d.

Pixel Matrix size Display FOV


Reconstruksi Algorithm (Kernel)
Ketebalan objek
Peningkatan dosis radiasi (mAs)

Window width & Window level


Konversi CT number ke gray scale
dan imejing sudah dilakukan oleh
masing masing produsen sebagai
standard, tetapi masih bisa di ubah
ubah
Contoh: posterior fossa 150 250
mid brain
70 100
Abdomen
300 400

Artifact CT:
a.
b.
c.
d.
e.

Motion artifact
Algorithm artifact
Ring artifact
Metallic artifact
Artifact garis, kerusakan detektor/
komputer

Partial Volume
Effect

Streak artifact

Beam hardening

Hardening artifact
calcification

Metallic Artifact

Metallic Artifact

Metallic Artifact

Metallic Artifact

Metallic Artifact

Metallic Artifact

Remnants Oilly
contrast

Remnants Oilly
contrast

Ring Artifact

Artifact at high
object contrast

Streak Artifact

Streak Artifact

Streak Artifact

Teknik Scanning:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Topogram/Scout view
Rapid /Fast scan
Dynamic scan
Cluster scan
Helical scan
Lain lain: coronalreformatting
axial sagital

Perkembangan software:
Program 3D, CT angio Volume
rendering Virtual endoscopy
perfusion CT