Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

ILMU BUDAYA DASAR


MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

DISUSUN OLEH :
AGRIBISNIS A
1. DEVIKA SEPTIARINI
NIM : 14.01.04.0.067-04

UNIVERSITAS SAMAWA SUMBAWA BESAR


FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wab.
Puji syukur kehadirat Allah Swt atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat
sederhana.Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan atau pedoman bagi
pembaca.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan wawasan para
pembaca.Kami akui makalah ini masih memiliki banyak kekurangan.Oleh karena itu kami
harapkan kepada para pembaca untuk memberi masukan atau saran yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan makalah ini.
Wabillahitaufik wal hidayah. Wassalam
Sumbawa Besar,15 April 2015
Hormat Kami

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar 2
Daftar Isi .....3
BAB 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ..4
1.2 Rumusan Masalah .....5
1.3 Tujuan ...5
BAB 2 Pembahasan
2.1 Manusia dan Pandangan Hidup ....6
2.2 Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik ..8
2.3 Peranan Pandangan Hidup ..11
2.4 Unsur-unsur Pandangan Hidup ...11
BAB 3 Penutup
Kesimpulan ...16
Saran .....16
Daftar Pustaka ...17

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Manusia adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya.Dikarenakan
manusia memiliki akal, pikiran dan rasa.Ketiga kekayaan manusia inilah yang membuat manusia
disebut sebagai Khalifah di bumi ini.Tuntutan hidup manusia lebih daripada tuntutan hidup
makhluk lainnya yang membuat manusia harus berpikir lebih maju untuk memenuhi kebutuhan
atau hajat hidupnya di dunia, baik yang bersifat jasmani maupun rohani. Dari proses ini maka
lahirlah apa yang disebut kebudayaan dan pandangan terhadap hidup.
Pandangan terhadap hidup ini adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi
manusia.Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan dan tuntutan seseorang ataupun
masyarakat dalam menempuh kehidupan.Oleh karena itu, dalam kehidupan dunia dan akhirat
pandangan hidup seseoranglah yang menentukan akhir hidup mereka sendiri. Selain itu
Pandangan hidup juga tidak langsung muncul dalam masyarakat, melainkan melalui berbagai
proses dalam kehidupan. Dalam perkembangan seorang manusia itulah proses dalam
menemukan jati diri atau pandangan hidupnya. Mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa.
Dalam penemuan pandangan hidup tersebut, tidak lepas juga dengan pendidikan.Manusia
mengetahui tentang hakikat hidup dan sebagainya adalah berasal dari pendidikan.Oleh karena itu
jika kita membahas tentang pandangan hidup, tidak boleh lepas dari pendidikan.Karena dengan
pendidikan manusia dapat berpikir lebih kedepan mulai dari kehidupan baik lahir maupun batin.
Manusia merupakan makhluk individual dan sekaligus merupakan makhluk sosial.
Sebagai makhluk sosial maka bisa dipastikan bahwa manusia itu dikatakan hidup sempurna bila
ia melaksanakan interaksi sosial. Dalam mengadakan interaksi sosial, manusia pasti dihadapkan
pada berbagai masalah, hambatan, tantangan dan gangguan dalam mencapai cita-cita hidupnya
atau tujuan hidupnya.
Dalam menghadapi berbagai masalah, hambatan, tantangan dan gangguan manusia itu
perlu mempunyai suatu pelindung dirinya yaitu pandangan hidup yang teguh. Pandangan hidup
ini merupakan pegangannya, sebab dengan memegang teguh pada pandangan hidup yang
diyakininya, maka ia tidak akan bertindak sesuka hatinya. Bila ia menghadapi masalah dan
hambatan yang menghantuinya, ia tidak akan bertindak sembarang karena ia mempunyai
pandangan hidup yang dipakai sebagai pedoman dalam menyelesaikannya.
Di samping itu juga pandangan hidup yang teguh ini akan mampu memperbaiki segala
tingkah lakunya, baik dalam bermasyarakat maupun dalam menyelesaikan segala masalah
sehingga nantinya akan terwujud cita-cita yang didambakannya.
4

Oleh karena itu sebagai makhluk yang mempunyai cita-cita terutama cita-cita yang akan
memimpin kepada kebaikan dan keselamatan baik pribadi maupun orang lain dan lebih-lebih
keselamatan di akhirat kelak, diperlukan pandangan hidup yang teguh dan tak tergoyahkan.
Cita-cita yang baik menurut pandangan hidup Islam adalah cita-cita yang terdapat
keseimbangan antara di dunia dan di akhirat. Dengan adanya keseimbangan ini maka hubungan
antara manusia dengan Allah dan hubungan antar manusia akan terjalin dengan lancar. Akan
tetapi bila cita-cita ini tidak ada keseimbangan maka yang bersangkutan cenderung akan selalu
pasrah terhadap segala sesuatu yang terjadi tanpa diusahakan terlebih dahulu. Hal seperti ini
adalah ketidakseimbangan akibat cenderung pada cita-cita di akhirat. Sedangkan bila cita-cita itu
cenderung pada keduniaan maka akibatnya yang bersangkutan besar kemungkinannya akan lupa
pada Allah Swt. Dan hal ini tidak dikehendaki dalam pandangan hidup Islam.

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, kami merumuskan beberapa masalah,
a. Apa itu pandangan hidup?
b. Bagaimana cara atau langkah-langkah berpandangan hidup yang baik?
c. Apa peranan pandangan hidup?

3. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah,
a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD).
b. Menambah pengetahuan dasar mengenai manusia dan pandangan hidup.
c. Mahasiswa dapat mengerti peranan dan pentingnya pandangan hidup.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Manusia dan Pandangan Hidup
Pengertian manusia, menurut kamus bahasa Indonesia bahwa manusia diartikan
sebagai makhluk yang berakal budi atau insanbeda dengan hewan yang tak mempunyai akal, jadi
secara tidak langsung kita dituntut untuk berpikir, Allah berfirman yang artinya : demikianlah
Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berfikir (QS. Al-Baqarah:219).
Pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, yang dipilih
secara selektif oleh para individu dan golongan di dalam masyarakat (Koentjaraningrat,
1980).Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup.Cita-cita, kebajikan, dan
sikap hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan. Dalam kehidupannya manusia tidak
dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup itu (Suyadi, M.P., 1985, dikutip
dari buku Ilmu Budaya Dasar, hal. 55)
Pandangan hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan
jasmani dan rohani.Pandangan hidup ini sangat bemanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat
atau negara.Semua perbuatan tingkah laku dan aturan harus merupakan pancaran dari pandangan
hidup yan telah dirumuskan.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran,
sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan
hiup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.
Sistem nilai budaya sering juga merupakan pandangan hidup atau world view bagi
manusia yang menganutnya.Apabila sistem nilai merupakan pedoman hidup yang dianut oleh
sebagian besar warga masyarakat, pandangan hidup merupakan suatu sistem pedoman yang
dianut oleh golongan-golongan atau, lebih sempit lagi, oleh individu-individu khusus di dalam
masyarakat.Oleh karena itu, hanya ada pandangan hidup golongan atau individu tertentu, tetapi
tak ada pandangan hidup seluruh masyarakat.
Pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia.Tidak ada seorang pun yang hidup
tanpa pandangan hidup meskipun tingkatannya berbeda-beda.Pandangan hidup mencerminkan
citra diri seseorang karena pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya.Apa
yang dikatakan oleh seseorang adalah pandangan hidup karena dipengaruhi oleh pola berpikir
tertentu. Tetapi, terkadang sulit dikatakan sesuatu itu pandangan hidup, sebab dapat pula hanya
suatu idealisasi belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir yang sedang berlangsung di dalam
masyarakat.
Pandangan hidup yang sudah diterima oleh sekelompok orang digunakan sebagai
pendukung suatu organisasi disebut ideologi. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan,
bimbingan, tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh jalan hidupnya menuju
tujuan akhir.1
1

Prof. Drs. M. Sanuri, Ilmu Budaya Dasar, UNS, Surakarta, 1995, hal.65

Sifat pandangan hidup elastis, bergantung pada situasi dan kondisi, tidak selamanya
bersifat prinsifil atau hakiki. Bahkan pandangan hidup dapat terjadi tidak dengan kesadaran atau
kesadaran yang dinyatakan, tetapi kesadaran yang tak dinyatakan, sebagai akibat
kepengapan kondisi. Pandangan kasiepo ini dapat terjadi pula untuk suatu ideologi yang oleh
Abdurrahman Wahid (1985) disebut reideologisasi dengan pola ideologi alternatif, yaitu
rangkuman dari berbagai sumber dan reideologi kultural, yaitu menyusun serangkaian nilai oleh
masyarakat.
Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya, Akan tetapi pandangan hidup
dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri atas 3 macam,
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak
kebenarannya;
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan
norma yang terdapat pada negara tersebut. Pandangan hidup yang berasal dari
ideologi merupakan abstraksi dari nilai-nilai budaya suatu negara atau bangsa.
Misalnya ideologi pancasila dapat merupakan sumber pandangan hidup.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Bersumber dari hasil perenungan seseorang sehingga dapat merupakan ajaran atau
etika untuk hidup, misalnya aliran-aliran kepercayaan.
Dalam makalah ini kami hanya akan membahas dan mengulas mengenai pandangan
hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang bernilai mutlak kebenaranya, kapan,
di mana, dan siapa pun yang berpedoman pada pandangan hidup itu. Di sini perlu ditegaskan
bahwa agama dalam hal ini adalah agama Islam.
Kami memilih pandangan hidup yang berasal dari agama Islam, karena Islam adalah
agama yang benar-benar berdasarkan wahyu Allah Swt. Dan hal ini dapat dikaji kebenarannya
oleh siapapun.Pandangan hidup Muslim (orang Islam) bersumber dari Al-Quran dan Sunnah
(sikap, perbuatan, dan perkataan Nabi Muhamad Saw). Dengan demikian maka pandangan hidup
muslim adalah pandangan muslim yang setia kepada Islam tentang berbagai masalah asasi hidup
manusia, merupakan jawaban. Pandangan hidup muslim terdiri atas :
a. Pedoman hidup ialah Al-Quran (QS. 2:2) dan As-Sunnah.
b. Dasar hidupnya adalah Islam.
c. Tujuan hidupnya :
1) Berdasarkan arahnya ialah,
1.1 Tujuan hidup vertikal mendapat keridhaan Allah (QS. 2:207)
1.2 Tujuan hiup horizontal ialah kebahagiaan dunia dan akhirat (QS. 2:201) serta
menjadi rahmat bagi segenap alam (QS. 21:107)
2) Ditinjau dari segi lingkungan,
2.1 Tujuan sebagai individu (QS. 2:208)
2.2 Tujuan sebagai anggota keluarga (QS. 30:21)
2.3 Tujuan sebagai warga lingkungan (QS. 34:15)
7

2.4 Tujuan sebagai warga negara atau bangsa (QS. 28:77)


2.5 Tujuan sebagai warga dunia (QS. 28:77)
2.6 Tujuan sebagai warga alam semesta (universum) (QS. 2:107)
d. Tugas hidup muslim adalah ibadah (QS. 51:56), termasuk ibadah dalam arti khusus
dan arti luas.
e. Fungsi hidup muslim adalah, (1) sebagai khalifah di atas bumi, yaitu menerjemahkan
segala sifat-Nya ke dalam perikehidupan dan penghidupan sehari-hari dalam batasbatas kemanusiaan (kemampuan), melaksanakan segala yang diridhai Alah di atas
persada buana ciptaan Allah Swt (QS. 2:30); (2) Sebagai fungsi risalah atau penerus
risalah (ajaran) Nabi, pengemban tugas dakwah kepada segenap umat manusia (QS.
3:104).
f. Alat hidup muslim adalah harta benda dan segala sesuatu yang dimilikinya, jiwa raga
dan sebagainya.
g. Teladan hidupnya adalah Muhammad, utusan Allah (QS. 68:4; Hadist: Sesungguhnya
aku dibangkitkan untuk menyempurnakan akhlak yang utama, budi yang tinggi).
h. Kawan hidup muslim dalam arti khusus adalah suami/istri yang taat kepada Allah
Swt. (QS. 30:21; 7:189; 9:71; 4:34) dan semua orang yang pandangan hidupnya sama
dengannya.
i. Lawan hidup muslim adalah setan ( QS. 2:168) dan bangsa jin serta manusia (QS.
144:4-6).

2.2 Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik.


Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya.Bagaimana
kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan.Ada yang
memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang
memperlakukan sebagai penimbul kesejahteraan, ketenteraman, dan sebagainya.
Akan tetapi yang terpenting,kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan
hidup ini. Karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat mencapai tujuan
dan cita-cita dengan baik. Maka dari itu, di bawah ini kami akan memberikan langkah-langkah
dalam berpandangan hidup yang baik. Adapun langkah-langkah iu adalah sebagai berikut,
1. Mengenal
Mengenal ini merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari
setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita
yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat
memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan pandangan hidup
8

itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.Adam dan Hawalah dalam hal ini yang
merupakan manusia pertama dan berarti pula mereka mempunyai pandangan hidup yang
digunakan sebagai pedoman dan yang memberikan mereka petunjuk, yaitu Islam.
Sedangkan kita sebagai makhluk yang bernegara dan atau beragama pasti mempunyai
pandangan hidup juga. Dalam beragama khususnya Islam, kita mempunyai pandangan hidup
yaitu Al-Quran, Hadist dan Ijmak Ulamak, yang merupakan satu kesatuan dan tidak dapat
dipisah-pisahkan satu sama lainnya.
Dari hal di atas dapat didefinisikan bahwa pandangan hidup itu adalah suatu pedoman
yang digunakan manusia untuk mencari jalan hidup di dunia dan di akhirat.
2. Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti.Mengerti di sini
dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kita
berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya
mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara. Begitu juga bagi yang
berpandangan hidup pada agama Islam, hendaknya kita mengerti apa itu Al-Quran, hadist, dan
ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
Selain itu juga kita mengerti untuk apa dan darimana Al-Quran, hadist, dan ijmak itu. Sehinga
dengan demikian mempunyai suatu konsep pengertian tentang pandangan hidup Islam itu.
Mengerti terhadap pandangan hidup di sini memegang peranan penting. Karena
dengan mengerti, ada kecendrungan untuk tunduk pada pandangan hidup itu dan cenderung
mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu.
3. Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan
hidup itu.Dengan menghayatipandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar
mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
Menghayati di sini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung di
dalamnya, yaitu dengan memperlua dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup
itu sendiri.Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa
hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang diangap lebih
tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup
itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran
tentang pandangan hidup itu sendiri.
Yang perlu diingat dalam langkah mengerti dan menghayati pandangan hidup itu, yaitu
harus ada.Sikap penerimaan terhadap pandangan hidup sendiri.Dalam sikap penerimaan
pandangan hidup ini ada dua alternatif yaitu penerimaan secara ikhlas dan penerimaan secara
tidak ikhlas.
Dengan kata lain langkah mengerti dan menghayati ini ada sikap penerimaan dan hal ini
merupakan langkah yang menentukan terhadap langkah selanjutnya. Bila dalam megerti dan
9

menghayati ini ada penerimaan secara ikhlas, maka langkah selanjutnya akan memperkuat
keyakinannya. Akan tetapi bila sebaliknya langkah selanjutnya tidak berguna.
4. Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitasnya, baik secara kemanusiaan,
kemasyarakatan maupun bernegara dan dari kehidupan di akhirat, maka hendaknya kita
meyakini pandagan hidup yang telah kita yakini itu.Meyakini ini merupakan suatu hal untuk
cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
Dengan yakin (meyakini) berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap
pandangan hidup itu.Adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk
selalu berpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tindakannya atau stidak-tidaknya
tingkah laku dan tindak-tindaknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.
Dalam meyakini ini penting juga adanya iman yang teguh, sebab dengan iman yang teguh ini dia
tak akan terpengaruh oleh pengaruh dari luar dirinya yang menyebabkan dirinya tersugesti.
5. Mengabdi
Pengabdian merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu
yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya. Dengan mengabdi maka kita akan
merasakan manfaatnya. Sedang perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi
kita sendiri.Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah
meninggal yaitu di alam akhirat. Dampak berpandangan hidup Islam yang antara lain yaitu
mengabdi kepada orang tua. Dalam mengabdi kepada orang tua bila didasari oleh pandangan
hidup Islam maka akan cenderung untuk selalu disertai dengan ketaatan dalam mengikuti segala
perintahnya. Setidaknya kita menyadari bahwa kita sudah selayaknya mengabdi kepada kedua
orang tua.Karena kita dari semasa bayi sampai saat ini diasuh dan juga dididik dengan hal-hal
yang baik.
Oleh karena itu kita seharusnya mengabdi kepada kedua orang tua kta engan
perwujudannya yang berupa perbuatan yang dapat menyenangkan hatinya, baik secara langsung
maupun tidak langsung.
Dengan mengabdi kepada keduanya dari semasa kecil, maka manfaat di dunia kita bisa
dikasihi olehnya.Itu adalah dampak di dunia, sedangkan dampak di akhirat kita diberi ampunan
oleh Allah Swt. Dan hal ini semua sudah terdapat dan diatur alam pandangan hidup Ilam.Kita
diharuskan untuk berbakti dan mengabdi kepada keduanya. Dan tentunya ini semua akan
mendapat balasan yang setimpal di dunia, apalagi di akhirat.
Jadi bila kita sudah mengenal, mengerti, menghayati, dan meyakini pandangan hidup ini,
maka selayaknya isertai engan pengabdian.Dan pengabdian ini hendaknya dijadikan pakaiannya,
baik dalam waktu tenteram apalagi jika menghadapi hambatan dan rintangan.
6. Mengamankan

10

Mungkin sudah merupakan sifat manusia jika sudah mengabdikan Diri pada suatu
pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau menyalahkannya tentu dia tidak
menerima dan bahkan cenderung untuk melakukan perlawanan. Hal ini dikarenakan dia merasa
bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan
langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga apabila ada orang lain
yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud
tindakan atau yang lainnya.
Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikit
kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankan
ini. Langkah yang terakir ini merupakan langkah yang terberat dan benar-benar membutuhkan
iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tetap tegaknya
pandangan hidup itu.
2.3 Peranan Pandangan Hidup
Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang
paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi
orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai citacita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negatif.Di sinilah peranan
pandangan hidup seseorang.Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang.
Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka
hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan, dan ganggguan,
serta kesulitan yang dihadapinya. Biasanya orang akan selalu ingat dan taat kepada Sang
Pencipta bila sedang dirundung kesusahan. Namun, bila sedang dalam keadaan senang, bahagia,
serta kecukupan, mereka akan lupa pandangan hidup yang diikutinya, berkurang rasa
pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain,
-

Kurangnya penghayatan hidup yang diyakini;


Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya;
Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya;
Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam
pandangan hidupnya;
Atau sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri (Habib Mustopo, 1986, dikutip
dari buku Ilmu Budaya Dasar, hal. 180).

2.4 Unsur-unsur Pandangan Hidup


Pandangan hidup mempunyai 4 unsur-unsur, yaitu:
1. Cita-cita apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.
2. Kebajikan segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai dan
tenteram.
11

3. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan.


4. Keyakinan atau kepercayaan, merupakan hal terpenting dalam hidup manusia
5. Etika

1. Cita-cita
Menurut kamus umum bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan,
harapandan tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Keinginan, harapan maupun tujuan tersebut
merupakan orientasi yang ingin diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Dengan demikian , cita-cita mempunyai pandangan masa depan dan merupakan
pandangan hidup masa datang. Cita-cita merupakan semacam garis linear yang makin lama
makin tinggi, dengan kata lain cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan hidup manusia
yang makin tinggi tingkatnya. Mereka yang mengharapkan masa depan yang lebih baik, pada
umumnya adalah golongan muda yang pada masa sekarang belum memiliki posisi yang baik,
dan pada masa lampau tidak memiliki sama sekali. Dapat atau tidaknya seseorang mencapai apa
yang dicita citakannya tergantung pada tiga faktor:
2.4

Manusianya, yaitu yang memiliki cita-cita

Untuk mencapai cita-cita, faktor yang paling menentukan adalah manusiannya itu sendiri,
terutama kualitasnya, karena manusia tanpa dilengkapi kemampuan tidak akan pernah dapat
nebcapai cita-citanya, dengan kata lain, manusia seperti ini hanya berkhayal saja.2Ada tiga
kategori sifat manusia berhubungan dengan cita-cita. Keras, lunak dan lemah. Orang yang keras
tidak akan berhenti melakukan sesuatu hal sampai cita-citanya itu terwujud. Orang yang berhati
keras biasanya akan memperoleh hasil dengan gemilang dan sukses. Orang yang berhati lunak ia
selalu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi dalam mencapai cita-citanya. Namun ia tetap
berusaha untuk mewujudkannya, karena itu biar pun lambat tetapiia akan berhasil juga dalam
mengejar cita-cita. Orang yang berhati lemah, mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila
menghadapi kesulitan ia cepat-cepat pindah haluan, berpendah haluan.
2.5

Kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakannya

Pada dasarnya, ada dua kondisi yang dapat mempengaruhitercapainyacita-cita, yaitu yang
menguntungkan dan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan adalah faktor yang
2

Dr. Supartono W., M.M., Ilmu budaya dasar, Bogor: Ghalia indonesia, 2003 Hal. 136.

12

mamperlancar tercapainya suatu cita-cita, sedang faktor yang menghambat adalah kondisi yang
merintangi tercapainya suatu cita-cita.

2.6

Seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.

Tingginya suatu cita-cita merupakan suatu hal yang harus dipegangi oleh seorang
manusiayang ingin mencapai cita-citanya. Bung Karno pernah menganjurkan agar seseorang
menggantungkan cita-citanya setinggi bintang dilangit. Namun, seseorang tidak menelan katakata itu begitu saja, banyak hal yang harus dipertanyakan sebelum menentukan seberapa tinggi
cita-cita yang ingin dicapai. Bagaimanakah faktor manusianya? Mampukah yang bersangkutan
mencapainya? Bagaimanakah faktor kondisinya, mungkinkah hal itu? Apakah dapat merupakan
pendorong ataukah penghalang?3
3

Kebajikan

Kebajikan atau kebaikan adalah suatu perbuatan yang mendatangkan kesenangan bagi
diri sendiri maupun orang lain. Kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral yang
sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Manusia berbuat baik karena pada hakekatnya manusia itu baik.Makhluk bermoral atas
dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.Manusia adalah sebuah pribadi yang
utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.Kedua unsur tersebut terpisah bila manusia meninggal.
Manusia mempunyai kepribadian oleh karena itu ia mempunyai pendapat sendirian ia mencintai
dirinya, perasaannya dan cita-citanya. Untuk dapat melihat kebajikan kita harus melihat dari 3
segi, yaitu manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat dan manusia
sebagai makhluk Tuhan.
Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang untuk
menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan.Jadi suara hati dapat merupakan
hakim untuk diri sendiri.Sebab itu nilai suara hati amat besar dan penting dalam hidup manusia.
Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat
dan Tuhan. Kebajikan berarti: berkata sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik,
ramah
tamahterhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak meransang bagi yang melihatnya.
4

Usaha dan Perjuangan

Dr. Supartono W., M.M., Ilmu budaya dasar, Bogor: Ghalia indonesia, 2003 Hal. 136.

13

Usaha dan perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita.Sebagian hidup
manusia adalah usaha atau berusaha. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, maka ia harus
bekerja keras. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau
jasmani bahkan dengan keduanya.Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan
harkat dan martabat manusia.Sebaliknya pemalas membuat manusia iri, miskin dan melarat
bahkan menjatuhkan harkat dan martabatnya sebagai seorang manusia.
5

Keyakinan atau Kepercayaan

Keyakinan atau kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr.
Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat, yaitu:
1. Aliran Naturalisme, aliran ini berintikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak.
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dari nature dan itulah ciptaan Tuhan.Bagi yang percaya
adanyaTuhan, itulah kekuasaan tertinggi.Manusia adalah ciptaan Tuhan karena itu manusia
mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran ajaran Tuhan yaitu agama. Ajaran agama ada 2
macam, yaitu:
a. Ajaran agama yang dogmatis, disampaikan Tuhan melalui ajaran para nabi.
b. Ajaran agama dari pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusiasifatnya relatif.
2.Aliran Intelektualisme, besar aliran ini adalah logika atau akal. Akal berasal dari bahasa Arab
yaitu qolbu yang berpusat dihati, sehingga timbullah istilah hati nurani artinya daya rasa.
3.Aliran gabungan, dasar aliran ini adalah perbuatan yang gaib dan akal. Kekuatan gaib artinya
kekuatan yang berasal dari Tuhan, sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan
benar tidaknya sesuatu. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan
timbul 2 kemungkinan pandangan hidup yaitu : pandangan hidup sosialisme dansosialisme
religius.
6

Etika

Istilah etika dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Yunani ethos yang berarti watak
kesusilaan dan adat. Jadi, hampir sama dengan pengertian moral yang berarti cara hidup atau
adat. Etika dipergunakan dalam mengkaji suatu system nilai yang ada, misalnya etika itu sesuai
atau tidak dengan norma yang berlaku. Sedangkan moral dipergunakan untuk perbuatan yang
sedang dinilai, misalnya beramal merupakan perbuatan yang bermoral, sedangkan mencuri
merupakan perbuatan yang tidak bermoral. Jadi, etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang
menentukan bagaimana sebaiknya manusia hidup dalam masyarakat, apa yang baik dan apa yang
buruk; segala ucapan harus senantiasa berdasarkan hasil-hasil pemeriksaan tentang peri keadaan
hidup dalam arti kata seluas-luasnya.

14

Penentuan segala sesuatu dalam masyarakat untuk memilih mana yang baik dan mana
yang buruk. Karena, norma merupakan aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam
menentukan sesuatu, benar atau salah, baik atau buruk.

15

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari beberapa pembahasan di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa,
Pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, yang dipilih
secara selektif oleh para individu dan golongan di dalam masyarakat.Pandangan hidup
terdiri atas cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup.Cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup itu tak
dapat dipisahkan dengan kehidupan.Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepaskan
diri dari cita-cita, kebajkan, dan sikap hidup itu.
Pandangan hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan
jasmani dan rohani.Pandangan hidup ini sangat bemanfaat bagi kehidupan individu,
masyarakat atau negara.Semua perbuatan tingkah laku dan aturan harus merupakan pancaran
dari pandangan hidup yan telah dirumuskan.
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yaitu dengan cara mengenal, mengerti,
menghayati, meyakini, mengabdi, dan mengamankan. Langkah-langkah berpandangan
hidup ini sangat penting dan merupakan sesuatu yang utama dan pertama dalam menempuh
dan meraih cita-cita dan tujuan hidupnya. Karena hanya dengan melaksanakan langkahlangkah itu secara berurutan, cita-cita dan tujuan hidup akan tercapai dengan sempurna
sesuai dengan tuntutan pandangan hidup Islam yang bernilai mutlak kebenarannya.
Peranan pandangan hidup adalah sebagai pelindung seseorang.Dengan memegang teguh
pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan
gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan, dan ganggguan, serta kesulitan
yang dihadapinya.
2. Saran
Melalui kesempatan ini, ada beberapa saran yang ingin penulis sampaikan, yaitu :
1. Tanamkan pandangan hidup atau prinsip hidup pada diri anda agar kelak menjadi
manusia yang bijak dan berwatak mulia.
2. Baiknya seorang manusia memegang teguh pandangan hidup yang dimilikinya agar
dalam kehidupannya selalu melakukan kebajikan.

16

DAFTAR PUSTAKA

Sulaeman, Munandar. 2012. Ilmu Budaya Dasar. Bandung: PT.Refika Aditama.


Mustopo, M. Habib. 1983. Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: Usaha Nasional.
W, Dr. Supartono , M.M.2003. Ilmu Budaya Dasar. Bogor: Ghalia Indonesia.
Tim Penyusun Kamus Bahasa Indonesia.2008. Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Bahasa
Depdiknas.
Djatie,

Cakra.

(2011).

Manusia

Dan

Pandangan

Hidup.From

http://cakradjatie.blogspot.com/2011/05/manusia-dan-pandangan-hidup.html, 5 April 2015.

17