Anda di halaman 1dari 28

TT 1122

PENGANTAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI

Jaringan Akses PSTN


Program Studi S1 - Teknik
Telekomunikasi
Jurusan Teknik Elektro Institut
Teknologi Telkom
BANDUNG, 2009

JARINGAN AKSES PSTN

JARINGAN AKSES

Akses Tembaga
Akses Optik
Akses Radio

AKSES TEMBAGA

Struktur Umum :

Elemen Jaringan Akses Tembaga :


(1) Sentral Telepon
(2) Kabel Primer
(3) Rumah Kabel
(4) Kabel Sekunder
(5) Kotak Pembagi
(6) Kabel / Saluran Penanggal
(7) Teminal Batas
(8) Kabel Rumah
(9) Daerah Catuan Langsung
(10) MDF
(11) Terminal Pelanggan.

Jaringan Catu Langsung


Pelanggan mendapat catuan dari DP yang
terhubung langsung ke MDF tanpa melalui RK

Pemakaian Jaringan Catu


Langsung

Kota besar dekat sentral


Kota kecil yang jumlah pelanggan sedikit
Daerah dengan demand terpusat
Daerah dengan pelanggan VIP

Jaringan Catu Tidak Langsung


Pelanggan mendapat catuan dari DP melalui RK

Gambar Fisik Rumah Kabel

Gambar Fisik Kotak Pembagi

DP kapasitas 10 (10 pasang)

DP kapasitas 20 (20 pasang)

AKSES OPTIK

Struktur Jaringan Berdasarkan Teknologi :

No
1

Digital Loop Carrier (DLC)


Passive Optical Network
(PON)
Active Optical Network
Jenis
(AON) Konfigurasi Dasar TipeJasa
Teknologi
Digital Loop
Carrier (DLC)

Point to Point

DLC konvensional

IS-A

Next Generation
DLC
2

Passive Optical
Network (PON)

Point to Multipoint
Pencabangan sinyal
optik pasif

Active Optical
Network (AON)

Keterangan

Point to multipoint
melalui perangkat
pencabangan aktif

Banyak digunakan di dunia

IS-A dan
IS-B

Relatif baru

IS-A dan
IS-B

Mulai dioperasikan secara komersial th


74

DS
IS-A dan
IS-B

Konfigurasi sama, perangkat berbeda


Belum banyak digunakan

Konfigurasi DLC

CAS, V5.x

LE
LE

CT

Keterangan :
LE = Local Exchange
CT = Central Terminal
RT = Remote Terminal

RT

Konfigurasi PON/AON

CAS, V5.x
PS / AS

ONU
ONU

OLT
OLT

subscriber

ONU
ONU

LE
FIBER

Keterangan :
LE
OLT
ONU
PON
AON
PS
AS

= Local Exchange
= Optical Line Terminal
= Optical Network Unit
= Passive Optical Network
= Active Optical Network
= Passive Splitter
= Active Splitter

subscriber

Struktur Jaringan Berdasarkan Modus Distribusi (Letak TKO) :

Berdasarkan perbedaan letak TKO Titik Konversi sinyal


Optik) :
Fiber To The Building (FTTB)
Fiber To The Zone (FTTZ)
Fiber To The Curb (FTTC)
Fiber To The Home (FTTH)

Modus Aplikasi FTTB (2)


LE
2f

OLT

ONU

PS

Konfigurasi (3) PON


2f
2f
LE
OLT

2f

ONU

2f

ONU

4f
PS

Konfigurasi (4)
PON

2f

ONU

ONU

Modus Aplikasi FTTB (3)


2f
2f

LE

ONU

2f

ONU

2f

ONU

ONU

path protection
OLT

4f

PS

Konfigurasi (5) PON


2/4f

ADM

LE

2/4f

ONU

ONU

2f

2f

ONU

2f

2f

ONU

ADM
2/4f

ADM

Konfigurasi (6) PON/SDH

2/4f

ADM

OLT

PS

2f

PS

Modus Aplikasi FTTZ

Modus Aplikasi FTTC


curb
LE
2f

2f

OLT
OLT

ONU
ONU

terminal
pelanggan

PS

2f

curb

LE
2f

OLT
2f

PS

ONU
ONU

terminal
pelanggan

Modus Aplikasi FTTH


LE

OLT
OLT

2f

2f

ONU

PS

2f

LE

2f

OLT
OLT
2f

PS

ONU

Konfigurasi single star (P to P)


Jarlokaf yang memiliki satu buah titik star kabel yaitu
pada perangkat Jarlokaf di sisi sentral.

LE

FDF
CT1
RT
CTn

Konfigurasi Multiple Star


Adalah jarlokaf yang memiliki lebih dari satu buah titik star kabel
serat optik (P to P dan P to M)

FDF

LE
CT1

RT1

ONU

RT2

ONU
CT2
PS
OLT

KONFIGURASI RING KABEL


MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.
UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.
UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.

Rt1

Rt2

FDF

LOCAL
EXCHANGE
CT

ONU

ONU

CT

OLT

PS

KONFIGURASI RING SDH


(1)
MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.

UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.


UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.
DENGAN RING SDH (ADM) MENGHEMAT KABEL SERAT OPTIK.
ONU
OLT
ONU

ADM

LE
LE

ADM

SDH

ONU

ADM
CT

RT

KONFIGURASI RING SDH (2)

MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.


UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.
UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.
DENGAN RING SDH (ADM) MENGHEMAT KABEL SERAT OPTIK.
ONU
ADM

LE
LE

OLT
OLT

ADM

SDH
ADM
ONU

ONU