Anda di halaman 1dari 4

1.

Teori Politik Internasional memiliki 3 kategori Pemikiran yang berbeda


dalam memandang nilai moralitas. Ketiga pemikiran tersebut antara lain,
A. Skeptisme Moral, B. Negara dan Kemanusiaan dan Moralitas, C.
Kosmopolitan dan Kemanusiaan Global.
2. Standar dari nilai moralitas = adanya kebebasan bagi individu
(individu yang merdeka).
3. Hubungan Internasional bukan hanya mengenai masalah perebutan
kekuasaan (Power) tapi juga nilai moralitas.
4. Individu mempunyai peran yang signifikan dalam ruang
internasional, karena individu menjadi bagian yang integratif dari
institusi yang disebut negara.
5. Perilaku negara = berasal dari peran individu/manusia (hal yang
human being). Negara merupakan refleksi kebebasan dari
individu/rakyat.
6. Manusia itu berbeda-beda baik itu dari perilaku, norma sosial,
budaya dan tradisinya. Tetapi pada dasarnya manusia itu
sama/seragam sebagai human being.

7. Negara seharusnya tidak hanya berbicara mengenai Hard


Politics (Keamanan, Pertagan dan perang) tapi juga
berbicara masalah Soft Politics (HAM, Demokrasi dan
Pembangunan pokoknya yang berhubungan untuk
semua individu dan mengandung nilai moralitas).
8. Kosmopolitan Manusia sebagai subjek utama (nilai moralitas
paling utama) dan menuntut adanya kesetaraan hak bagi seluruh
umat manusia. Manusia sebagai identitas tunggal yang akan
menciptakan keharmonisan (semuanya sama dan setara).

Seperti yang sudah dijabarkan dalam bab latar belakang bahwa dalam penelitian kali
ini penulis akan menggunakan teori kosmopolitan dalam menganalisa Penerapan Black Jails
terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia di China. Teori Kosmopolitan berasal dari kata
Cosmos (World) dan Polities (Citizen), teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang filsuf
dari Yunani yang bernama Diogenes of Sinope. Kosmopolitan melihat adanya dimensi
tunggal dalam kehidupan manusia, Walaupunt terdapat perbedaan baik itu dari perilaku,
norma sosial, budaya dan tradisinya, tetapi pada dasarnya manusia itu sama atau seragam
yang kemudian disebut sebagai Human Being. Kosmopolitan menekankan adanya tindakan
untuk dapat hidup perbandingan diantara perbedaan-perbedaan tersebut dan bukannya
menghomogenkan manusia karena, hal tersebut merupakan identitas sosial seoranng individu
dalam suatu entitas tertentu yang merupakan hukum alam dan hal inilah yang menjadi cikal
bakal adanya teori Kosmopolitan.
Menurut kosmopolitan, standar dari adanya nilai moralitas adalah adanya kebebasan
dan kemerdekaan bagi individu. Individu juga memiliki peran yang signifikan dalam ruang

hubungan internasional, karena individu menjadi bagian yang integratif dari sebuah institusi
yang disebut negara. Perilaku dari suatu negara merupakan cerminan dari peran individu dan
negara merupakan sebuah refleksi kebebasan dari individu.
Teori kosmopolitan dapat diartikan sebagai adanya kesetaraan nilai moralitas pada
seluruh individu dan tanggung jawa moral yang tidak terbatas hanya pada garis teritori atau
perbatasan dari suatu negara saja, serta adanya perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia
dari tiap individu.

Penerapan Black Jails di China setelah dihapusnya sistem hukum Custody and
Repration pada tahun 2003. Fungsi dan tujuan dari dibuatnya Black Jails untuk melakukan
penahanan terhadap orang-orang yang ingin melakukan protes dan pengaduan terhadap aparat
pemerintah yang melakukan tindakan korupsi dan perebutan hak masyarakat sipil, protes ini
ditujukan kepada pemerintah pusat atau pejabat senior yang berada di Beijing. Black Jails
merupakan suatu langkah preventif yang dilakukan oleh pemerintah China agar protes dan isu
tersebut tidak sampai kepada pemerintah pusat yang berada di Beijing. Black Jails di China
juga telah melakukan tindakan kekerasan terhadap para masyarakat yang ditahan baik itu
kekerasan secara fisik dan psikologis, laporan kekerasan itu selalu diabaikan oleh para aparat
hukum di China.
Apa yang dilakukan oleh pemerintah China ini dengan diterapkannya Black Jails
merupakan salah satu bentuk perampasan terhadap Hak Asasi Manusia bagi masyarakat
China yaitu, kebebasan untuk mengemukakan pendapat. Secara resmi atau legal, masyarakat
China memilki hak untuk melaporkan keluhan mereka kepada pemerintah pusat di Beijing,
namun tindakan tersebut selalu dicegah oleh pemerintah daerah salah satunya dengan
menerapkan Black Jails yang merupakan tindakan preventif.
Tindakan yang telah dilakukan pemerintah China tersebut sangat kontradiktif dengan
keputusan China untuk bergabung dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia yang dikeluarkan oleh
PBB, yang mengharuskan negara untuk melindungi Hak Asasi Manusia dari warga negaranya
dan menjunjung tinggi nilai moralitas. Sudah banyak laporan mengenai kekerasan dan
pelanggaran Hak Asasi Manusia atas kebebasan dalam mengemukakan pendapat dari adanya
Black Jails baik itu dari NGO dan media China, namun hal tersebut selalu ditampik oleh
pemerintah China yang mengatakan bahwa, tidak terdapat Black Jails di China. Dalam teori
kosmopolitan, standar dari nilai moralitas adalah adanya kebebasan bagi individu baik itu

dalam berperilaku, memiliih agama dan kebebasan untuk mengemukakan pendapat. Dan
dalam hal ini pemerintah China sudah melakukan pelanggaran terhdap nilai-nilai moralitas
yang seharusnya dijunjung dalam melindungi Hak Asasi Manusia masyarakat China.
Individu mempunyai peran yang signifikan dalam ruang
internasional, karena individu menjadi bagian yang integratif dari
institusi yang disebut negara.

Teori kosmopolitan juga berasumsi bahwa individu memiliki peran yang signifikan dalam
negara, karena indivdu merupakan bagian yang integratif dalam institusi yang disebut
sebagai. Adanya pembatasan untuk mengeluarkan pendapat dari masyarakat terhadap
pemerintah ke China, merupakan pembatasan peran bagi individu di dalam negara, padahal
dengan adanya kebebasan untuk mengemukakan pendapat akan terjadi komunikasi yang
bersifat dua arah antara pemerintah dan masyarakat China, dan hasil komunikasi tersebut
dapat digunakan sebagai rekomendasi kebijakan pemerintah China dan dari hasil itu pula
akan tercipta keharmonisan dan kesetaraan peran antara masyarakat dan pihak pemerintah,
terutama dalam Hak dan kebebasan untuk berpendapat.
Manusia sebagai subjek utama (nilai moralitas paling utama) dan
menuntut adanya kesetaraan hak bagi seluruh umat manusia.
Manusia sebagai identitas tunggal yang akan menciptakan
keharmonisan (semuanya sama dan setara).

Kesimpulan
Kebudayaan China dalam hal otoriter masih berlanjut hingga era modern seperti
sekarang ini. Kasus Black Jails di China yang di ekspos oleh media di China dan dengan
diadakannya petisi terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia dengan adanya Black Jails oleh
masyarakat China. Black Jails merupakan penjara khusus yang dibuat oleh pemerintah China
yang digunakan untuk menahan rakyatnya yang hendak melaporkan permasalahan mereka
kepada pemerintah pusat di China. Hal ini dilakukan oleh pemerintah China sebagai tindakan
preventif untuk menanggulangi banyaknya masyarakat yang hendak mengajukan keluhan
mereka.
Di Beijing, diperkirakan terdapat lebih dari 501 Black Jails yang digunakan untuk
memenjarakan masyarakat China, mulai dari dewasa, anak-anak dan wanita yang disatukan
1 https://www.scribd.com/doc/24535661/HAM-Di-China Diakses Pada Tanggal 27
November Pada Pukul 23.55 WIB

dalam sebuah sel. Namun pemerintah China tidak mau mengakui keberadaan dari Black Jails
tersebut. Hal ini sangat kontradiktif dengan peran pemerintah yang seharusnya
menyelesaikan permasalahan rakyatnya namun malah memenjarakan masyarakatnya tanpa
sebab yang jelas, karena tanpa adanya proses peradilalan dari kasus tersebut. Hal ini
menunjukan buruknya kebebasan dalam berpendapat di China yang merupakan Hak dasar
bagi seorang individu.
Penerapan Black Jails yang dilakukan oleh pemerintah China menunjukan adanya
pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam penerapan sistem tersebut, dengan bergabungnya
China dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia yang dikeluarkan oleh PBB seharusnya China
menjunjung dan melindungi Hak Asasi Manusia dari warga negaranya serta menjunjung nilai
moralitas seperti yang diasumsikan oleh teori kosmopolitab yang beranggapan bahwa nilai
moralitas dasar adalah adanya kemerdekaan dan kebebasan bagi individu untuk berperilaku,
menentukan pemilihan serta mengemukakan pendapatnya.