Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KASUS PSIKIATRI

Nama

: Tn. G

Umur

: 20 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Alamat

: Jl. Darussalam (Pasar masomba), kota palu

Pekerjaan

: Penjual ikan

Agama

: Islam

Status Perkawinan

: Belum Menikah

Pendidikan

: SD (Belum tamat)

Tanggal Pemeriksaan : 11 November 2015
Tempat Pemeriksaan : Ruang Mangga RSD Madani Palu

LAPORAN PSIKIATRIK
I.

RIWAYAT PENYAKIT
A. Keluhan utama
Mengamuk hingga memukul ayah dan kakaknya, merusak barang
dikamar.
B. Riwayat Gangguan Sekarang
Seorang laki-laki 20 tahun tidak tamat SD dan belum menikah,
dibawa ke IGD RSD Madani pada 10 Oktober 2015 Jam 8 malam oleh
ayah beserta keluarganya yang lain. Karena, mengamuk hingga
memukul ayah dan kakaknya hingga merusak barang-barang dikamar
saat di kurung di kamarnya. Dari hasil wawancara dengan pasien
diketahui bahwa pasien pernah berobat di poli jiwa RSD Madani pada
tahun 2014 dengan keluhan bicara-bicara sendiri, melihat manusia
dengan kepala hewan dan mendengar suara untuk memukul bayangan
yang dilihat tersebut. Sehingga membuat pasien gelisah dengan apa

1

Bisikan tersebut meminta pasien untuk semakin meronta dan melawan sehingga bisa keluar dari kamar. mengamuk hingga memukul ayah dan kakaknya dan merusak barang dikamarnya pada malam hari SMRS. Shabu-shabu yang dibeli tersebut kemudian dihisap bersama sepupunya dirumah tantenya pada malam minggu tanggal 7 november 2015.000. Setelah berobat dan sembuh pasien tidak lagi kontrol pengobatan sehingga pasien putus obat sekitar 1 tahun. Jadi pasien adalah tuhan yang ada di indonesia. kesurupan dan perilaku pasien yang berubah sekitar seminggu menurut pengakuan pasien disebabkan karena pasien merasa stres dan tidak tenang karena motornya dijual oleh ayahnya. pasien merasa ada yang rasuki tubuhnya dari pengakuan pasien.000 diberikan kepada ayahnya. dari pengakuan pasien unang tersebut Rp. lalu tantenya memberikan gaji ke pasien sekitar Rp. karena sikap tersebut pasien dikurung di kamarnya. saat menghisap shabu-shabu pasien merasa tenang dan enak.200. Saat wawancara diketahui bahwa pasien dilarang menjual ikan lagi sekitar seminggu sebelumnya karena habis kesurupan dimana pasien merasa dirasuki oleh neneknya yang sudah meninggal. Saat di kamar. Selain bisikan dari neneknya dari pasien juga mengakui pasien melihat bayangan mirip kakeknya. Sehingga tante pasien dimana pasien berjualan ikan.400. Pasien selama 3 hari SMRS sudah sering marah-marah tidak jelas.yang dialaminya. Sehingga puncaknya pasien menumpahkan emosinya dengan memukul ayah dan kakaknya. bahwa pasien merupakan tuhan. dari bayangan kakeknya seolah kakeknya menyuruh untuk menghancurkan pintu kamarnya. yang merasuki tubuhnya adalah neneknya. memiliki kekuatan seperti tuhan. sisanya digunakan untuk membeli shabu-shabu dan rokok. meminta pasien untuk berhenti dulu menjual. Sehingga pasien 2 . pasien mengakui neneknya seperti berbisik dalam pikirannya. sehingga membuat keluarga berpikir untuk membawa pasien ke RSD Madani. namun kelakukan pasien semakin menjadi dengan merusak semua barang-barang yang ada di kamarnya.

Pasien sejak berada di rumahnya sering kali di lempar oleh anak kecil karena dibilang orang gila dan telanjang didepan umum yang membuat anak kecil sering 3 . Waktu kecil pasien memiliki banyak teman. dari pasien juga mengatakan jika kesepian pasien biasa berburu burung.L). begitupun dengan penggunaan obat-obatan pasien pernah mencampur obat bodrex dan paramex dengan air putih dengan begitu pasien merasa tenang dan senang. semenjak itu pasien dibiarkan tinggal sendiri dirumahnya sedangkan keluarganya yang lain tinggal dekat dengan rumahnya yang berjarak kurang lebih 30 meter. Dari riwayat gangguan sebelumnya.P. Hubungan pemilik ternak dan pasien baik. pasien juga pernah sakit malaria waktu umur 14 tahun dan juga flu dari SD sampai sekarang. Hubungan dengan keluarganya tidak baik karena selama pasien mengalami gangguan jiwa dan pertama kali pulang dari RS Madani.L. namun saat masih balita pasien pernah kena campak dan kedua kali kena campak saat SD. Dari pengakuan pasien. pasien sering mengkonsumsi alkohol sebelum sakit. dari pengakuan pasien tidak ada keluarga dekat yang mengalami gangguan jiwa seperti yang dialami pasien. pasien merasa senang jika memiliki banyak teman. Dari pengakuan pasien kenapa tidak lanjut sekolah. pasien sudah kesekian kalinya masuk RS Madani. ibu pasien tidak pernah sakit sewaktu hamil dan pasien tidak memiliki riwayat kejang saat lahir. Pasien merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara (P.merasa memiliki kekuatan besar untuk menghancurkan pintu kamarnya. Selama pasien dirawat pasien merasa memiliki kekuatan yang sangat hebat seperti bisa meramal dan menghancurkan segala sesuatu karena merasa pasien merupakan tuhan yang ada di indonsia. pasien lahir dengan normal dan dibantu oleh dukun. namun setelah sakit pasien sudah tidak pernah lagi minum alkohol. Sejak pasien keluar dari RS Madani pasien bekerja sebagai peternak di peternakan milik pak gani dan solikhin dari pasien mengatakan pasien merupakan peternak ayam ditempat tersebut. pasien mengatakan keluarganya tidak memiliki banyak uang untuk membiayai sekolahnya.

Alkohol dan zat Pasien sering minum alkohol sebelum memiliki gangguan jiwa dan pernah juga mencampur obat bodrex dan paramaex dengan air putih. Karena kelakuan yang semakin berlebihan tersebut yang paling parah sampai membunuh hewan ternak. membakar pakaian dan tertawa sendiri. berjalan tidak jelas dan sering mengganggu warga sekitar. infeksi berat . trauma.mengganggunya. 4 .  Hendaya Disfungsi Hendaya Sosial Hendaya Pekerjaan Hendaya Penggunaan Waktu Senggang (+) (+) (+)  Faktor Stressor Psikososial Pasien merasa kesepian hidup seorang diri tidak diperhatikan keluarga dan masyarakat sekitar sering mengganggu dirinya. maka kepala desa bukit jaya di toili membawa pasien masuk kembali ke RS Madani. Riwayat Gangguan Sebelumnya. Tidak ada riwayat kejang . Riw. Medik Pasien pernah sakit campak sewaktu kecil dan juga pernah  malaria.Psikiatri Pasien pertama kali dirawat tahun 2000an di RS Madani karena kebiasaannya bicara sendiri. Keadaan saat ini pasien cukup tenang dab berharap dengan minum obat bisa sembuh kembali.  Hubungan gangguan sekarang dengan riwayat penyakit sebelumnya. Riw. Memiliki riwayat flu sejak kecil hingga sekarang. namun pasien tidak ambil pusing melainkan merasa senang jika melakukan hal tersebut. C. Sekarang masuk kembali ke RS Madani karena memotong hewan  (kambing).  Riw.

Pasien anak ketiga dari 4 bersaudara (P. 5 .  Riwayat Masa Pertengahan (4-11 tahun) Pasien diasuh oleh kedua orang tuanya. ( 12-18 tahun) Pasien hanya sampai SD.D. disitu pasien beternak ayam. Semenjak itu pasien hanya mencari kerja dengan bekerja sebagai peternak. trauma namun pasien pernah sakit campak. Pasien masuk sekolah dasar di kampungnya pada umur 6 tahun. Tidak pernah memiliki masalah dengan pekerjaan. dan di bantu oleh dukun. tidak melanjutkan pendidikannya karena faktor ekonomi dari keluarga. pertumbuhan dan perkembangan sesuai umur.L)  Riwayat Masa Kanak Awal (1-3 tahun) Pasien mendapatkan ASI dari ibunya hingga 2 tahun.P. Dan tidak pernah menyendiri dan punya banyak teman karena merasa senang banyak teman. tidak ada riwayat kejang. Pertumbuhan dan perkembangan sama dengan anak seusianya.  Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja. Pasien mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Pertumbuhan dan perkembangan baik. Ibu pasien tidak pernah sakit berat selama kehamilan. di rumah. cukup bulan. Riwayat Kehidupan Peribadi  Riwayat Prenatal dan Perinatal Pasien lahir normal.L.  Riwayat Perkerjaan Pasien bekerja sebagai peternak di peternakan pak gani dan solikhin. Pasien memiliki hubungan yang baik dengan pemilik ternak.

Postur tinggi badan pasien sekitar 150 cm. Keadaan afektif  Mood : hipotimia  Afek : menyempit  Empati : tidak dapat diraba rasakan C. Deskripsi Umum  Penampilan: Tampak seorang laki-laki memakai kaos berwarna hijau tua. Situasi Sekarang Pasien sejak SMRS tinggal seorang diri tanpa diperhatikan oleh orang tua. Sikap terhadap pemeriksa : Kooperatif B.     Kesadaran: compos mentis Perilaku dan aktivitas psikomotor : normal Pembicaraan : normal. lusuh. Persepsi pasien tentang diri dan kehidupan. Perawatan diri kurang. G. memakai celana puntung hitam. Fungsi Intelektual (Kognitif) 6 . Pasien mengakui dirinya dulu pernah salah dan sekarang ingin dirawat agar kepribadiannya bisa kembali baik. Hubungan dengan saudara sangat baik. Perawakan biasa.E.P.L).L. Riwayat Kehidupan Keluarga Pasien anak ketiga dari empat bersaudara (P. Hubungan dengan ayah dan ibu baik. Namun semenjak memiliki gangguan jiwa pasien ditinggal oleh keluargannya seorang diri di rumahnya sedangkan keluarganya yang lain tinggal dekat dirumahnya berjarak 30 meter. F. II. spontan ketika ditanya. STATUS MENTAL A. intonasi biasa. rambut botak. sehingga pasien merasa kesepian. Tampak tua.

Kontinuitas C. Hendaya berbahasa : cukup : Relevan dan koheren : Tidak ada  Isi Pikiran A. Tilikan (insight) Derajat VI: Pasien menyadari dirinya sakit dan butuh pengobatan dari dokter 7 .Produktivitas B. pengetahuan umum dan kecerdasan Pengetahuan dan kecerdasan sesuai taraf pendidikannya.  Daya konsentrasi : cukup  Orientasi : kurang  Daya ingat Jangka Pendek : cukup Jangka sedang : cukup Jangka Panjang : cukup  Pikiran abstrak : tidak ada  Bakat kreatif : beternak  Kemampuan menolong diri sendiri : baik D. Gangguan isi pikiran : tidak ada F. Pengendalian impuls Baik G. preokupasi : pasien merasa kesepian ditinggal keluarga. Proses berpikir  Arus pikiran : A.     Gangguan persepsi Halusinasi Ilusi Depersonalisasi Derealisasi : Halusinasi auditorik (+) dan Visual (+) : ada : Tidak ada : Tidak ada E. Taraf pendidikan. Daya nilai  Norma sosial : Cukup  Uji daya nilai : Cukup  Penilaian Realitas : Cukup H. B.

fungsi kortikal luhur dalam batas normal. pupil bundar isokor . reflex cahaya (+)/(+).I. Ketika ditanya alasan kuatnya kenapa ingin memakan daging kambing itu disebabkan karena pasien mendengar bisikan ajakan supaya membunuh kambing itu untuk dimakan. suka membakar pakaian. dan suka tertawa sendiri. waktu itu pasien 8 . kongjungtiva tidak pucat. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT Pemeriksaan fisik : Status internus: T : 110/80 mmHg. karena membunuh hewan (kambing) sejak 2 bulan SMRS. dibawa ke RSD Madani pada 21 Oktober 2015 Jam 2 siang oleh kepala desa bukit jaya. sehingga pasien tidak bisa lagi kontrol pengobatan dan minum obat. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Seorang laki-laki 31 tahun tamatan SD dan sudah menikah. toili. pasien putus obat sejak 2 bulan SMRS karena obat sudah habis dan dari pasien mengatakan jarak antara tempat tinggalnya dengan rumah sakit terlalu jauh. diketahui bahwa pasien membunuh ternak warga yaitu kambing karena pasien merasa ingin makan enak. Sedangkan kebiasaan pasien membakar pakaian itu karena pasien ingin membuat api unggun. N:80x/menit. namun dari pengakuan pasien. pasien merasa ingin sekali makan daging sehingga pasien memotong kambing warga lalu membawa dagingnya dirumah untuk dimakan. sehingga pasien menuruti bisikan tersebut lalu membunuh kambing tersebut. C. IV. Dari hasil anamnesis dengan pasien. S: 36. GCS : E4M6V5. fungsi motorik dan sensorik ke empat ekstremitas dalam batas normal. sclera tidak icterus. Taraf dapat dipercaya Dapat dipercaya III. karena dibisikannya mengatakan daging kambing itu enak. Pasien tersebut merupakan pasien rawat jalan yang selama ini sudah dirawat di RSD Madani sekitar tahun 2000an pasien sudah lupa kapan terakhir kali keluar dari RS Madani. P : 24 x/menit.

V. lusuh. Perawatan diri kurang dan kelihatan agak tua.  EVALUASI MULTIAKSIAL Aksis I :  Berdasarkan autoanamnesa didapatkan adanya gejala klinis yang bermakna berupa mengamuk. Selama pasien putus obat pasien pun kadang melihat bayangan jernih yang sering dia liat setiap malam bahkan saat dirawat masih kadang melihat bayangan tersebut sehingga pasien merasa takut ketika melihat tersebut untuk menghilangkan rasa takutnya pasien biasanya tertawa. dan menimbulkan disabilitas dalam sosial dan pekerjaandan dalam menilai realita.  Pada pasien ditemukan hendaya berat dalam menilai realita .sedang berada didepan rumahnya. afek menyempit. tampakan wajah pasien sesuai dengan umurnya. mood hipotimia. rambut botak. Dari daya konsentrasi cukup dan orientasi kurang Terdapat halusinasi auditorik (+) dan visual (+) dan ilusi (+). gelisah . Perilaku dan aktivitas psikomotor pasien normal. Postur tinggi badan pasien sekitar 150 cm. pembicaraan intonasi biasa dan spontan ketika ditanya. Tilikan derajat VI. karena pasien merasa dingin akhirnya pasien mengumpulkan beberapa pakaian dan daun kering untuk dibakar. Pada pemeriksaan status mental. Perawakan biasa. didapatkan Tampak seorang lakilaki memakai kaos berwarna hijau tua. Selain itu kebiasaan pasien yang tertawa pasien mengatakan merasakan senang dan tertawa setiap melihat kupu-kupu dan sering mempersipkan ketika melihat burung yang terbang seperti melihat orang dan merasa ingin memelihara burung tersebut. memakai celana puntung hitam. sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami Gangguan Jiwa. Keadaaan ini menimbulkan disstress bagi pasien dan keluarganya. juga terdapat hendaya dalam sosial dan pekerjaan yang telah dialami 9 . meresahkan orang lain disekitar dan pengrusakan benda. lusuh.

 Dari autoanamnesa dan pemeriksaan pada status mental ditemukan adanya halusinasi auditorik berupa bisikan menyuruh pasien untuk memotong kambing untuk dimakan. Dan juga halusinasi visual berupa bayangan jernih yang pasien liat saat malam hari. sehingga pasien didiagnosa sebagai Gangguan Jiwa Psikotik.sehingga diagnose Gangguan mental dapat disingkirkan dan didiagnosa Gangguan Jiwa Psikotik Non Organik.  Aksis II Pasien adalah orang yang mempunyai banyak teman sehingga digolongkan dalam ciri kepribadian tidak khas.  Aksis III Tidak ditemukan diagnosis karena tidak ada ditemukan gangguan organik. selain itu terdapat gangguan perilaku seperti gaduh gelisah. dimana gejala khas tersebut telah berlangsung selama kurun waktu sejak tahun 2000an sejak pertama kali dirawat hingga pasien putus obat pada September tahun 2015.kurang lebih 2 bulan.  Pada riwayat penyakit sebelumnya dan pemeriksaan status interna dan neurologis tidak ditemukan adanya kelainan yang mengindikasi gangguan medis umum yang menimbulkan gangguan fungsi otak serta dapat mengakibatkan gangguan jiwa yang diderita pasien ini. maka dapat di diagnosis sebagai Skizofrenia. hal ini disebabkan gejala pada pasien memenuhi kriteria untuk diagnosis sehingga pada pasien ini didiagnosis kedalam Skizofrenia Paranoid (F20. 10 .  Aksis IV Stressor psikososial yaitu masalah keluarganya (primary support group) dan masalah lingkungan.0). Selain itu pasien memiliki gangguan persepsi berupa ilusi yang mempersepsikan burung seperti orang. dan kamu akan mati.

PROGNOSIS Dubia  Faktor yang mempengaruhi a. Aksis V GAF scale 70-61 ( beberapa gejala ringan dan menetap. VII. RENCANA TERAPI  Farmakoterapi :  Antipsikotik tipikal: Haloperidol 5 mg 2 x 1  Psikoterapi suportif  Ventilasi Memberikan kesempatan kepada pasien untuk mengungkapkan isi hati dan keinginannya sehingga pasien merasa lega  Persuasi: Membujuk pasien agar memastikan diri untuk selalu kontrol  dan minum obat dengan rutin. Terdapat kelainan organobiologik b. 11 . Psikologik  Ditemukan adanya masalah/ stressor psikososial sehingga pasien memerlukan psikoterapi. disabilitas ringan dalam fungsi. DAFTAR MASALAH  Organobiologik Terdapat ketidakseimbangan neurotransmitter sehingga pasien memerlukan psikofarmaka. Kurang mendapat dukungan dari keluarga c. Keinginan yang tidak jelas dari pasien untuk sembuh d. Sugesti: Membangkitkan kepercayaan diri pasien bahwa dia dapat sembuh (penyakit terkontrol). Onset terkena pertama kali sudah lama sejak tahun 2000an VIII. secara umum masih baik) VI.

fisik. Penyebab skizofrenia sampai sekarang belum diketahui secara pasti. serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik. PEMBAHASAN/ TINJAUAN PUSTAKA Arti kata Skizofrenia dipopulerkan oleh Eugen Bleuler. Desensitisasi: Pasien dilatih bekerja dan terbiasa berada di dalam lingkungan kerja untuk meningkatkan kepercayaan diri.yaitu jiwa yang terpecah-belah. Model diastesis stres merupakan satu model yang mengintegrasikan faktor biologis. pada tahun 1911.  Sosioterapi Memberikan penjelasan kepada keluarga dan orang-orang sekitarnya sehingga tercipta dukungan sosial dengan lingkungan yang kondusif untuk membantu proses penyembuhan pasien serta melakukan kunjungan berkala. IX. Model ini mendalilkan bahwa seseorang yang mungkin 12 . dan sosial budaya. Bleuler menganjurkan supaya lebih baik dipakai istilah “skizofrenia”. Skizofrenia merupakan suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab(banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau deteriorating) yang luas. adanya keretakan atau disharmoni antara proses berpikir. X. psikososial dan lingkungan. phren = jiwa). Namun berbagai teori telah berkembang seperti model diastesisstres dan hipotesis dopamin. Ketika itu. perasaan. karena nama ini dengan tepat sekali menonjolkan gejala utama penyakit ini. dan perbuatan (schizos = pecah-belah atau bercabang. FOLLOW UP Memantau keadaan umum pasien dan perkembangan penyakit serta menilai efektifitas pengobatan yang diberikan dan kemungkinan munculnya efek samping obat yang diberikan.

Peranan mesokortikal dopamin pathways adalah sebagai mediasi dari gejala negatif dan kognitif pada penderita 13 . Mesolimbik terjadinya dopamin gejala pathways: positif pada merupakan penderita hipotesis skizofrenia. Pertama. Hipotesis hiperaktif mesolimbik dopamin pathways menyebabkan gejala positif meningkat. Mesolimbik dopamin pathways memproyeksikan badan sel dopaminergik ke bagian ventral tegmentum area (VTA) di batang otak kemudian ke nukleus akumbens di daerah limbik. Hipotesis dopamin menyatakan bahwa skizofrenia disebabkan oleh terlalu banyaknya aktivitas dopaminergik. Namun belum jelas apakah hiperaktivitas dopamin ini karena terlalu banyaknya pelepasan dopamin atau terlalu banyaknya reseptor dopamin atau kombinasi kedua mekanisme tersebut. Komponen lingkungan dapat biologis (seperti infeksi) atau psikologis (seperti situasi keluarga yang penuh ketegangan). memungkinkan perkembangan gejala skizofrenia. 2. Mesokortikal dopamin pathways: jalur ini dimulai dari daerah VTA ke daerah serebral korteks khususnya korteks limbik. Skizofrenia berdasarkan teori dopamin terdiri dari empat jalur dopamin yaitu: 1. khasiat dan potensi antipsikotik berhubungan dengan kemampuannya untuk bertindak sebagai antagonis reseptor dopaminergik tipe 2. perilaku khususnya halusinasi pendengaran. Kedua. kecuali untuk klozapin. obat-obatan yang meningkatkan aktivitas dopaminergik (seperti amfetamin) merupakan salah satu psikotomimetik. Antipsikotik bekerja melalui blokade reseptor dopamin ksususnya reseptor dopamin D2.memiliki suatu kerentanan spesifik (diastesis) yang jika dikenai oleh suatu pengaruh lingkungan yang menimbulkan stres. Jalur ini berperan penting pada emosional. waham dan gangguan pikiran. Teori tersebut muncul dari dua pengamatan.

dimana dopamin berfungsi melepaskan inhibitor pelepasan prolaktin. Penurunan dopamin di mesokortikal dopamin pathways dapat terjadi secara primer dan sekunder. Tuberoinfundibular dopamin pathways: jalur ini dimulai dari daerah hipotalamus ke hipofisis anterior. Jalur ini merupakan bagian dari sistem saraf ekstrapiramidal.skizofrenia. bradikinesia dan tremor. Penurunan sekunder terjadi melalui inhibisi dopamin yang berlebihan pada jalur ini atau melalui blokade antipsikotik terhadap reseptor D2. Gejala negatif dan kognitif disebabkan terjadinya penurunan dopamin di jalur mesokortikal terutama pada daerah dorsolateral prefrontal korteks. Menurut PPDGJ III yang merupakan pedoman diagnostik untuk Skizofrenia :  Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas): 14 . 3. Dalam keadaan normal tuberoinfundibular dopamin pathways mempengaruhi oleh inhibisi dan penglepasan aktif prolaktin. amenorea atau disfungsi seksual. Peningkatan dopamin pada mesokortikal dapat memperbaiki gejala negatif atau mungkin gejala kognitif. diskinesia atau tik. Namun hiperaktif atau peningkatan dopamin di jalur ini yang mendasari terjadinya gangguan pergerakan hiperkinetik seperti korea. maka akan terjadi peningkatan prolaktin yang dilepas sehingga menimbulkan galaktorea. Sehingga jika ada gangguan dari jalur ini akibat lesi atau penggunaan obat antipsikotik. Nigostriatal dopamin pathways: berjalan dari daerah substansia nigra pada batang otak ke daerah basal ganglia atau striatum. Penurunan dopamin di nigostriatal dopamin pathways dapat menyebabkan gangguan pergerakan seperti yang ditemukan pada penyakit parkinson yaitu rigiditas. 4.

misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu. biasanya bersifat mistik atau mukjizat. dan isi pikiran ulangan.suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku pasien. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil. atau . ataupun disertai ide-ide berlebihan 15 . .Delusion of influence : waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar. (c) Halusinasi auditorik: .Delusion of passivity : waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap sesuatu kekuatan dari luar.Delusion of control : waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar. atau . walaupun isinya sama.mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara).Thought insertion or withdrawal : isi pikiran yang asing dari luar masuk kedalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawal). atau .(a) . yang bermakna sangat khas bagi dirinya. namun kualitasnya berbeda. atau kekuatan dam kemampuan diatas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca.waham menetap jenis lainnya.jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagi tubuh (d) Waham .Delusional perception : pengalaman inderawi yang tidak wajar. dan . . (b) . atau . atau komunikasi dengan makhluk asing dari dunia lain).Thought broadcasting : isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya. apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas.  Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas: (a) halusinasi yang menetap dari panca-indera apa saja.Thought echo : isi pikiran diri sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras).

Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun  waktu satu bulan atau lebih.(over. dan penarikan diri secara sosial. atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus berulang. halusinasi visual  mungkin ada tetapi jarang menonjol Waham dapat berupa hampir setiap jenis tetapi waham dikendalikan. Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dari beberapa aspek kehidupan perilaku pribadi (personal behaviour).tidak berbuat sesuatu. atau fleksibilitas cerea. (c) Perilaku katatonik. mutisme. atau neologisme. dan stupor. atau bersifat seksual. atau lain-lain perasaan tubuh. sikap larut dalam diri sendir (self absorbed atitude). seperti sikap sangat apatis.valued ideas) yang menetap. hidup tak bertujuan. bicara yang jarang. biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial. tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak  disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika. seperti keadaan gaduh gelisah (excitement). (b)Arus pikiran yang terputus (break) atau mengalami sisipan (interpolation). atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal  berupa bunyi pluit. mendengung. dan respon emosional yang menumpul atau tidak wajar. posisi tubuh tertentu (posturing). dipengaruhi. atau passivity dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam adalah yang paling khas 16 . bunyi tawa Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa. yang berakibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan. SKIZOFRENIA PARANOID . negativisme.bermanifestasi sebagai hilangnya minat.Sebagai tambahan: o Halusinasi dan/atau waham harus menonjol  Suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah. (d)Gejala-gejala "negatif".Memenuhi kriteria umum untuk diagnostic skizofrenia .

17 . dorongan kehendak dan pembicaraan serta gejala katatonik secara relative tidak nyata / tidak menonjol.o Gangguan afektif.

Departemen Farmakologi dan Terapetik. Elvira S. Nafrialdi. 2007. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik (Psychotropic Medication). Jakarta. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta. Hadisukanto G. 2013. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III. 18 . Maslim R. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya. Setiabudy R. 2008.DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Ajar Psikiatri Edisi Kedua. Maslim R. 3. 2001. Gunawan S. 4. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. Jakarta. 2.