Anda di halaman 1dari 3

SGPT adalah singkatan dari Serum Glutamik Piruvat Transaminase , SGPT atau juga

dinamakan ALT (Alanin Aminotransferase) merupakan enzim yang banyak ditemukan pada sel
hati serta efektif untuk mendiagnosis destruksi hepatoselular. Enzim ini dalam jumlah yang kecil
dijumpai pada otot jantung, ginjal dan otot rangka. Pada umumnya nilai tes SGPT/ALT lebih
tinggi daripada SGOT/AST pada kerusakan parenkim hati akut, sedangkan pada proses kronis
didapat sebaliknya. ( joyce, 1997).
Kadar ALT serum dapat lebih tinggi sebelum ikretik terjadi. Pada ikretik dan ALT
serum>300 unit, penyebab yang paling mungkin karena gangguan hepar dan tidak gangguan
hemolitik (Joyce, 1997).
Kadar ALT/SGPT seringkali dibandingkan dengan AST/SGOT untuk tujuan diagnostik.
ALT meningkat lebih khas daripada AST pada kasus nekrosis hati dan hepatitis akut, sedangkan
AST meningkat lebih khas pada nekrosis miokardium (infark miokardium akut), sirosis, kanker
hati, hepatitis kronis dan kongesti hati (Akatsuki, 20009).
ALT dan AST adalah dua penanda paling dapat diandalkan dari cedera atau nekrosis
hepatoseluler. Tingkat mereka dapat meningkat dalam berbagai gangguan hati. Dari dua, ALT
dianggap lebih spesifik untuk kerusakan hati karena hadir terutama dalam sitosol hati dan dalam
konsentrasi rendah di tempat lain.
Pada umumnya nilai tes SGPT/ALT lebih tinggi daripada SGOT/AST pada kerusakan
parenkim hati akut, sedangkan pada proses kronis didapat sebaliknya.SGPT/ALT serum
umumnya diperiksa secara fotometri atau spektrofotometri, secara semi otomatis atau otomatis.
Dalam uji SGOT dan SGPT, hati dapat dikatakan rusak bila jumlah enzim tersebut dalam plasma
lebih besar dari kadar normalnya
Pada pemeriksaan SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase) didasarkan atas reaksi 2oksoglutarat yang direaksikan dengan L-alanin yang terdapat pada reagen 1 SGPT dengan
bantuan enzim ALT (alanin transminase) akan menghasilkan L-glutamat dan piruvat. Kemudian
dalam keadaan basa piruvat akan bereaksi dengan NADH yang terdapat pada reagen 2 SGOT
yang akhirnya menghasilkan L-laktat dan NAD+.

vitamin (asam folat. untuk laki-laki : 0 – 42 U/L. 1997) Masalah klinis SGPT (Serum Glutamic Piruvic Transaminase): Peningkatan Kadar : Peningkatan paling tinggi : Hepatitis (virus) akut. narkotik. agak atau meningkat sedang : sirosis. metildopa (Aldomet). hepatoksisitas yang menyebabkan nekrosis hepar (toksisitas obat atau kimia). kontrasepsi oral. guanetidin). propanolol (Inderal). injeksi intramuskular (IM). flurazepam (Dalamane). dan penanda kerusakan sel lainnya. Anak Lansia : bayi : dapat dua kali tinggi orang dewasa. timah. Tinjauan Klinis  Enzim SGOT dan SGPT dapat meningkat karena adanya gangguan fungsi hati. flurazepam (Dalmane). antihipertensi (metil dopa [Aldomet]. salisilat. gagal jantung kongesif. vitamin A). indometasin (Indocin). intoksisitas alkohol akut. 1997) Obat yang berpengaruh Antibiotik. indometasin (Indocin). salisilat. 4-25 mu/ml (wrobleweski). teofilin. kontrasepsi oral. 4-35 u/l pada 370c (unit SI). penyalahgunaan alcohol dan penyebab-penyebab lain dari fatty liver termasuk diabetes mellitusdan kegemukan (obesity) . Makanan yang berpengaruh Penyebab yang paling umum dari kenaikan-kenaikan yang ringan sampai sedang dari enzimenzim hati ini (SGOT dan SGPT) adalah fatty liver (hati berlemak). peningkatan marginal : infrak miokard akut (IMA). rifampisin. kostison. kanker hepar. golongan digitalis. sediaan digitalis. heparin(Joyce. guanetidin. Anak: sama dengan dewasa. isoniazid (INH). perempuan : 0 – 32 U/L. piridoksin. narkotik.Untuk nilai rujukan SGPT / ALT yaitu dewasa :5-35 u/ml (frankel). . : agak lebih tinggi dari dewasa (Joyce. yang salah satu penyebabnya adalah proses infeksi yang disebabkan oleh virus. 8-50 u/ml pada 300c (karmen). rifampisin. Antibiotik.

Hal-hal yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium  Pengambilan darah pada area yang terpasang jalur intra-vena dapat menurunkan kadar  Trauma pada proses pengambilan sampel akibat tidak sekali tusuk kena dapat meningkatkan kadar  Hemolisis sampel  Obat-obatan dapat meningkatkan kadar : antibiotik (klindamisin. sumbatan empedu ekstra hepatik. tetrasiklin). kodein). linkomisin. karbenisilin. sirosis Laennec.  Aspirin dapat meningkatkan atau menurunkan kadar. preparat digitalis. indometasin (Indosin). spektinomisin. eritromisin. . sirosis biliaris. Peningkatan SGOT/SGPT > 20 kali normal : hepatitis viral akut. propanolol (Inderal). narkotika (meperidin/demerol. lead dan heparin. salisilat. nekrosis hati (toksisitas obat atau kimia)  Peningkatan 3-10 kali normal : infeksi mononuklear. antihipertensi (metildopa. rifampin. flurazepam (Dalmane). dan infark miokard (SGOT>SGPT)  Peningkatan 1-3 kali normal : pankreatitis. gentamisin. sindrom Reye. hepatitis kronis aktif. mitramisin. perlemakan hati. kontrasepsi oral (progestin-estrogen). guanetidin). morfin.