Anda di halaman 1dari 3

No

Tanggal

Identitas

Diagnosis Pre
Operasi

Tindakan

Sabtu, 7
Novemb
er 2015

Ny.
HER/39th

G4P3A0
Hamil 37
minggu
inpartu
dengan HAP
e.c Plasenta
previa totalis
dengan
perdarahan
berulang
JTH preskep

Seksio
Sesaria
Transperiton
ealis
Profunda
(SSTP) +
tubektomi
pomeroy

Diagnosis
post operasi
P4A0 post
SSTP a.i
Plasenta
Previa
Totalis
dengan
perdarahan
berulang +
tubektomi
pomeroy

Operator
dr. Ratih Sari
Putri

Intraoperatif
20.45 WIB : OPERASI DIMULAI

Penderita dalam posisi terlentang dengan general anastesi. Dilakukan aseptik


dan antiseptik pada daerah operasi dan sekitarnya. Daerah operasi
dipersempit dengan doek steril.
Dilakukan insisi Pfannenstiel pada abdomen 9 cm. Insisi diperdalam secara
tajam dan tumpul sampau menembus peritoneum. Setelah peritoneum
terbuka dan tampak uterus sebesar kehamilan preterm.
Diputuskan dilakukan SSTP

Janin dilahirkan dengan menembus plasenta, kemudian cairan ketuban dipecahkan


didapatkan ketuban jernih, bau (-) kemudian janin dilahirkan dengan meluksir
kepala

Lahir neonatus hidup laki-laki, BB 2600 gr, PB 48 cm, A/S : 7/8 FTAGA
Lahir plasenta lengkap dengan tarikan ringan pada tali pusat.

Dilakukan tubektomi secara pomeroy pada kedua tuba fallopii


Perdarahan dirawat sebagaimana mestinya
Dilanjutkan pembersihan cavum abdomen dengan NaCl 0,9%, kemudian dilakukan
penutupan dinding abdomen lapis demi lapis dengan cara sebagai berikut:
Peritoneum dijahit jelujur dengan plain catgut no2.0
Lapisan otot dijahit jelujur dengan plain catgut no2.0.
Fascia dijahit jelujur feston dengan vicryl no.0
Subkutis dijahit secara jelujur dengan plain catgut no.2.0
Kutis dijahit subkutikuler dengan vicryl no.3.0
Luka operasi ditutup dengan sufratule, kassa dan hypafix.
21.40 WIB : OPERASI SELESAI

LAPORAN OPERASI CYTO

Nama Pasien
Hari/Tanggal

:
:

Alamat
No.MR
Jenis Anastesi

:
:
:

Ny. HER
Sabtu, 06 November
2015
Bandarlampung
43.38.49
General Anastesi

Operator 1
Asisten 1

:
:

dr. Ratih Sari Putri


Br. Taufiq

Asisten 2
Anastesi
Instrument

:
:
:

Tiara Anggraini, S.ked


dr. Imam ,Sp.An
Br. Pariyes

Intraoperatif
20.45 WIB : OPERASI DIMULAI

Penderita dalam posisi terlentang dalam keadaan general anastesi.


Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah abdomen dan sekitarnya.
Lapangan operasi dipersempit dengan doek steril.
Dilakukan insisi pfannensteil di atas simfisis pubis sepanjang 9 cm. Insisi
diperdalam secara tajam dan tumpul sampai menembus peritoneum.
Setelah peritoneum dibuka, tampak uterus sebesar kehamilan preterm.
Diputuskan dilakukan Seksio Sesaria Transperitonealis Profunda (SSTP) dengan
cara sbb:
Membuka plika vesikouterina, kemudian vesika urinaria disisihkan ke
bawah dan dilindungi dengan hak besar.
Insisi SBR semilunar sepanjang 5cm secara tajam kemudian bagian
tengah ditembus secara tumpul dengan jari hingga kavum uteri dan
diperlebar kelateral kanan dan kiri, tampak plasenta menutupi OUI
Janin dilahirkan dengan menembus plasenta, kemudian cairan ketuban
dipecahkan didapatkan ketuban jernih, bau (-) kemudian janin dilahirkan dengan
meluksir kepala

20.55 WIB : Lahir neonatus hidup laki-laki, BB 2600 gr, PB 48 cm, A/S : 7/8

FTAGA
21.00 WIB : Plasenta lahir lengkap, BP 450 gr, PTP 45 cm, : 15x16 cm

Kedua sudut luka dijahit secara figure of eight


Dilanjutkan penjahitan SBR satu lapis secara jelujur feston dengan vicryl no.1

Dilanjutkan dengan reperitonealisasi secara jejulur dengan benang plain catgut


no.2.0.
Dilakukan tubektomi secara pomeroy pada tuba fallopii kanan dan kiri
Perdarahan dirawat sebagaimana mestinya
Dilanjutkan pembersihan cavum abdomen dengan NaCl 0,9%, kemudian
dilakukan penutupan dinding abdomen lapis demi lapis dengan cara sebagai
berikut:
Peritoneum dijahit jelujur dengan plain catgut no2.0
Lapisan otot dijahit jelujur dengan plain catgut no2.0.
Fascia dijahit jelujur feston dengan vicryl no.0
Subkutis dijahit secara jelujur subkutikuler dengan plain catgut no.2.0
Kutis dijahit subkutikuler dengan vicryl no.3.0
Luka operasi ditutup dengan sufratule, kassa dan hypafix.

21.40 WIB : OPERASI SELESAI

Diagnosis pra bedah

: G4P3A0 Hamil 37 minggu inpartu dengan HAP e.c


Plasenta previa totalis dengan perdarahan
berulang JTH preskep

Diagnosis pasca bedah

: P4A0 post SSTP a.i Plasenta Previa Totalis +


perdarahan berulang + Tubektomi pomeroy

Tindakan

: Seksio Sesaria Transperitonealis Profunda (SSTP) +


tubektomi pomeroy

Pembuat Laporan

Operator

dr. Ratih Sari Putri

dr. Ratih Sari Putri