Anda di halaman 1dari 3

No.

Tanggal
1.

Identitas

Diagnosis Pre
Operasi
Minggu, 1 Ny.
G2P1A0 hamil
Novembe Aminuriyah 34 minggu
r 2015
/ 32 tahun inpartu kala I
fase laten
dengan PEB +
bekas SC 1x
(a.i presbo)
JTH preskep +
oligohidramnio
n

Tindakan

Diagnosis Post Operator


Operasi
Seksio Sesaria Post SSTP a.i
dr. Ratih
Transperitone PEB +
Sari Putri
al Profunda
Oligohidramnio
n + Bekas SC
1x (a.i presbo)

Intraoperatif:
Penderita dalam posisi terlentang dengan spinal anastesi. Dilakukan aseptik
dan antiseptik pada daerah operasi dan sekitarnya. Daerah operasi
dipersempit dengan doek steril.
Dilakukan insisi Pfannenstiel pada abdomen 9 cm. Insisi diperdalam secara
tajam dan tumpul sampau menembus peritoneum. Setelah peritoneum
terbuka dan tampak uterus sebesar kehamilan preterm.
Diputuskan dilakukan SSTP
Bayi dilahirkan dengan meluksir kepala.
Lahir neonatus hidup perempuan, BB : 1600 gram PB : 46 cm A/S : 6/8 PT AGA

No.

Tanggal

Identitas

Tindakan

Ny. LIY/ 30

Diagnosis Pre
Operasi
G2P1A0 hamil 37

1.

Selasa, 3
November

tahun

2015

Operator

Seksio Sesaria

Diagnosis Post
Operasi
Post SSTP a.i

minggu belum

Transperitoneal

impending

Sari Putri

inpartu dengan

Profunda

eklampsia +

PEB + impending

dr. Ratih

Bekas SC 1x

eklampsia + R/
bekas SC 1x (a.i
PEB) JTH preskep
Intraoperatif:

Penderita dalam posisi terlentang dengan general anastesi. Dilakukan aseptik dan
antiseptik pada daerah operasi dan sekitarnya. Daerah operasi dipersempit dengan doek
steril.

Dilakukan insisi Pfannenstiel pada abdomen 9 cm. Insisi diperdalam secara tajam dan
tumpul sampau menembus peritoneum. Setelah peritoneum terbuka dan tampak uterus
sebesar kehamilan preterm.

Diputuskan dilakukan SSTP

Bayi dilahirkan dengan meluksir kepala.

Lahir neonatus hidup laki laki, BB : 2600 gram PB : 50 cm A/S : 7/8 PT AGA

No.
1.

Tanggal
Rabu, 4
November
2015

Identitas
Ny.
YOS/28th/4
33869

Diagnosis Pre
Operasi
D/G2P1A0 hamil
37
minggu
inpartu kala I
fase aktif +
bekas SC 1x
+PEB
JTH
presbo

Tindakan
Seksio
sesaria
transperiton
ealis
profunda

Diagnosis Post
Operasi
P2A0 Post SSTP
a.i bekas SC 1x
+ presbo + PEB

Operator
dr. Asrul
Sani
dr. Ratih
Sari

Intraoperatif:

Penderita dalam posisi terlentang dengan general anastesi. Dilakukan aseptik dan
antiseptik pada daerah operasi dan sekitarnya. Daerah operasi dipersempit dengan
doek steril.

Dilakukan insisi Pfannenstiel pada abdomen 9 cm. Insisi diperdalam secara tajam
dan tumpul sampau menembus peritoneum. Setelah peritoneum terbuka dan
tampak uterus sebesar kehamilan preterm.

Diputuskan dilakukan SSTP

Bayi dilahirkan dengan ekstraksi bokong

Lahir dengan SSTP neonatus hidup perempuan, BB 3200 gr, PB 49 cm, A/S 7/8 FTAGA

Lahir plasenta lengkap dengan tarikan ringan pada tali pusat.


Pukul 03.50 WIB Operasi Selesai