Anda di halaman 1dari 16

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan yang terdekat
dengan masyarakat yang berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan
masyarakat serta menyelenggarakan pelayanan dalam bentuk kegiatan pokok
yang menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya. Dalam pelaksanaan
fungsinya, puskesmas melakukan upaya paripurna yang meliputi peningkatan
(promotif), pencegahan (preventif), pengobatan (kuratif), dan pemulihan
(rehabilitatif).
Upaya perbaikan gizi masyarakat disebutkan dalam undang-undang
No 36 tahun 2009 bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan
masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan
perilaku sadar gizi dan peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi dan
kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Menurut Kementerian
Kesehatan RI dalam laporan target Millenium Development Goals (MDGs)
dibidang kesehatan yang berhubungan dengan kemiskinan dan kelaparan
menyatakan salah satu tujuan paling penting adalah penurunan prevalensi gizi
kurang dan gizi buruk. Berdasarkan tujuan tersebut, maka salah satu target
dalam MDGs ke empat yaitu berhubungan dengan penurunan kematian balita
dan merupakan target paling menentukan adalah penurunan prevalensi kasus
gizi kurang dan gizi buruk (Bappenas RI, 2010). Terkait dengan hal tersebut

bahwa pencapaian penurunan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk dalam
MDGs pada ahun 2015 adalah sebesar 15,0% dan 3,5% (Endang, 2011).
Jumlah balita yang mengalami gizi buruk di Indonesia terus menurun
sejak tahun 2004 sampai tahun 2007. Tahun 2010 dilaporkan secara nasional
sudah terjadi penurunan prevalensi gizi buruk yaitu menjadi 4,9%, dan balita
stunting yaitu menjadi 35,6%. Tetapi prevalensi gizi kurang masih
menunjukkan angka yang sama dari keadaan tahun 2007 yaitu masih sebesar
13,0% (Kemenkes RI, 2010a).
Kebutuhan bayi akan gizi sangat tinggi untuk mempertahankan
kehidupannya. Kebutuhan tersebut dapat tercukupi dengan memberikan ASI
secara eksklusif pada bayi selama enam bulan pertama sejak lahir karena ASI
merupakan makanan ideal untuk bayi yang mengandung semua zat gizi untuk
membangun dan menyediakan energi dalam susunan yang diperlukan
(DEPKES RI, 2004).
UNICEF mengatakan sebanyak 30 ribu kematian bayi di Indonesia dan 10
juta kematian anak balita di dunia tiap tahunnya bisa dicegah melalui pemberian ASI
secara eksklusif selama 6 bulan sejak taggal kelahirannya. Tanpa harus memberikan
makanan serta minuman tambahan kepada bayi. Meskipun manfaat pemberian ASI
secara eksklusif dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak telah
diketahui secara luas, namun kesadaran ibu untuk memberikan ASI eklusif di
Indonesia baru sebesar 14% saja. Itupun diberikan hanya sampai bayi berusia 4
bulan. UNICEF yang menyebutkan bukti ilmiah yang dikeluarkan oleh jurnal
pediatric tahun 2006. Terungkap data bahwa bayi yang diberi susu formula memiliki
kemungkinan untuk meninggal dunia pada bulan pertama kelahirannya dan peluang
itu 25x lebih tinggi dari bayi yang disusui ibunya secara eksklusif ( UNICEF, 2006)
Pemberian ASI eksklusif pada bayi merupakan suatu langkah dalam upaya
penurunan angka kesakitan kesakitan dan kematian bayi. Banyak manfaat dari ASI
eksklusif seperti makanan atau nutrisi dengan kualitas dan kuantitas terbaik.
2

Meningkatkan daya tahan tubuh, kecerdasan dan jalinan kasih sayang antar anak dan
orang tua. ASI juga membuat potensial memiliki emosi yang stabil, spiritual yang
matang serta memiliki perkembangan yang baik. Keuntungan ini tidak saja diperoleh
oleh bayi tetapi juga dirasakan oleh ibu, keluarga dan negara (Roesli,2002)
Alasan ibu untuk tidak menyusui sangat bervariasi. Namun, yang paling
sering dikemukakan sebagai berikut: ASI tidak cukup, ibu bekerja dengan cuti hamil
tiga bulan, takut ditinggal suami, tidak diberi ASI tetap berhasil Jadi Orang, bayi
akan tumbuh menjadi anak yang tidak mendiri dan manja, susu formula lebih praktis,
takut badan menjadi gemuk. (Roesli,2005).
Alasan utama Ibu tidak memberikan ASI secara eksklusif yaitu faktor umur,
pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan lain-lain. Rendahnya keinginan
dan pemahaman ibu tentang pentingnya ASI eksklusif selama 6 bulan pertama
kelahiran hidup kelahiran bayinya, hal ini dikarenakan kurangnya informasi dan
pengetahuan yang dimiliki oleh para ibu mengenai segala nilai plus nutrisi dan
manfaat yang terkandung dalam ASI (Prasetyono,2009).

B. RUMUSAN MASALAH
Setelah diberikan penyuluhan peserta dapat mengerti dan

memahami tentang asi eksklusif


Peserta dapat mengetahui cara penyimpanan asi perah

C. PERENCANAAN
Petugas memberikan penyuluhan tentang asi, diantaranya :
a. Menyampaikan pengertian ASI Eksklusif
b. Menyampaikan manfaat ASI Eksklusif
c. Menyampaikan nilai Gizi ASI
d. Menyampaikan jangka waktu pemberian ASI Eksklusif
3

e. Menjelaskan cara penyimpanan ASI perah


f. Menyampaikan perbedaan ASI dan susu formula

D. PELAKSANAAN
Penyuluhan tentang ASI dilaksanakan di Ruang KIA Puskesmas Kota Kaler
pada hari Senin, 20 Desember 2015
Metode : Presentasi, pembagian pamflet dan tanya jawab.

MATERI

A.

PENGERTIAN ASI EKSKLUSIF


ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi berumur 0 6 bulan
tanpa memberikan makanan atau minuman lain. Menurut ahli kesehatan, bayi pada
usia tersebut sudah terpenuhi gizinya hanya dengan ASI saja. Manfaat ASI eksklusif
yaitu agar bayi kebal terhadap beragam penyakit pada usia selanjutnya (Depkes,
2007).
Pendapat yang dikemukakan oleh Utami Roesli (2004), ASI eksklusif atau
lebih tepat pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa
tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa
tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubuk susu, biscuit, bubur nasi dan
4

tim. ASI eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah
persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan lain, walaupun hanya
air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah itu diberi makanan padat pendamping
yang cukup dan sesuai. sedangkanASI tetap diberikan sampai usia 2 tahun atau lebih
(Sripurwanti Hubertin, 2005). Memberikan ASI secara eksklusif berarti keuntungan
untuk semua, bayi akan lebih sehat, cerdas, dan berkepribadian baik, ibu akan lebih
sehat dan menarik. Perusahaan, lingkungan dan masyarakat pun lebih mudah
mendapatkan keuntungan (Utami Roesli, 2005).

B.

MANFAAT ASI EKSKLUSIF


Bagi bayi dan ibu ASI eksklusif menyebabkan mudahnya terjalin ikatan kasih
sayang yang mesra antara ibu dan bayi baru lahir. Hal ini merupakan keuntungan
awal dari menyusui secara eksklusif. Bagi bayi tidak ada perbedaan yang lebih
berharga dari ASI. Hanya seorang ibu yang dapat memberikan makanan terbaik bagi
bayinya. Selain dapat meningkatkan kesehatan dan kepandaian secara optimal, ASI
juga membuat anak potensial memiliki perkembangan sosial yang baik (Utami
Roesli, 2005).

1.

Manfaaat pemberian ASI bagi bayi

a.

ASI sebagai nutrisi

b.

Makanan terlengkap untuk bayi, terdiri dari proporsi yang seimbang dan cukup
karena mengandung zat gizi yang diperlukan untuk 6 bulan pertama.

c.

Mengandung antibody (terutama kolostrum) yang melindungi terhadap penyakit,


seperti diare dan gangguan pernafasan.

d.

Menunjuang perkembangan motorik sehingga bayi yang diberi ASI eksklusif akan
lebih cepat jalan.

e.

Meningkatkan jalinan kasih sayang.

f.

Selalu siap tersedia, dan dalam suhu yang sesuai.

g.

Mudah dicerna dan zat gizi mudah diserap.

h.

Melindungi terhadap alergi karena tidak mengandung zat yang dapat menimbulkan
alergi.

i.

Mengandung cairan yang cukup untuk kebutuhan bayi dalam 6 bulan pertama
(87% ASI adalah air)

j.

Mengandung asam lemak yang diperlukan untuk pertumbuhan otak sehingga bayi
dengan pemberian ASI Eksklusif potensial lebih pandai.

k.

Menunjang perkembangan kepribadian dan kecerdasan emosional, kematangan


spiritual dan hubungan sosial yang baik (Utami Roesli, 2005).

2.

Manfaatpemberian ASI bagi ibu

a.

Mengurangi perdarahan setelah melahirkan. Apabila bayi disusui segera setelah


dilahirkan, maka kemungkinan terjadi perdarahan setelah melahirkan akan berkurang
karena kadar oksitoksin meningkat sehingga pembuluh darah menutup dan
perdarahan akan cepat berhenti.

b.

Mengurangi terjadinya anemia.

c.

Menjarangkan kehamilan. Menyusui merupakan cara kontrasepsi yang aman,


murah dan cukup berhasil. Selama ibu memberi ASI eksklusif dan belum haid, 98%
tidak akan hamil pada enam bulan pertama setelah melahirkan dan 96% tidak akan
hamil sampai bayi berusia 12 bulan
6

d.

Mengecilkan rahim. Kadar oksitoksin ibu yang menyusui akan membantu rahim
kembali ke ukuran sebelum hamil.

e.

Menurunkan risiko kanker payudara

f.

Membantu mengurangi beban kerja ibu karena ASI tersedia kapan dan dimana saja.
ASI selalu bersih, sehat, dan tersedia dalam suhu yang cocok.

g.

Lebih ekonomis dan murah

h.

Dapat segera diberikan pada bayi tanpa harus menyiapkan memasak air dan tanpa
harus mencuci botol.

i.

Memberi kepuasan bagi ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif akan
merasakan kepuasan, kebanggaan dan kebahagiaan yang mendalam (Roesli, 2005)

3.

Manfaat pemberian ASI bagi keluarga

a.

Aspek ekonomi ASI tidak perlu dibeli

b.

Aspek psiologis, kebahagiaan keluarga bertambah, mendengarkan hubungan jiwa


ibu dengan sang ibu.

C. KANDUNGAN ASI
ASI memiliki nutrisi yang berperan penting dalam pertumbuhan dan
perkembangan bayi. Hal ini membuat beberapa organisasi seperti WHO, UNICEF,
dan WHA merekomendasikan pemberian ASI saja selama 6 bulan (Amiruddin, 2007).
Departemen kesehatan dunia juga menargetkan cakupan pemberian ASI eksklusif
sebesar 80%. Air Susu Ibu (ASI) merupakan suatu emulsi lemak dalam larutan
protein,

laktosa,

dan

garam-garam

organik

yang

dikelurkan

oleh

kelenjar mamari manusia. Sebagai satu-satunya makanan alami yang berasal dari ibu,
ASI menjadi makanan terbaik dan sempurna untuk bayi karena mengandung zat gizi
7

sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi (Siregar, 2005). ASI
eksklusif didefinisikan sebagai pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan,
diberikan tanpa jadwal dan tidak ada makanan tambahan sampai dengan bayi
berumur 6 bulan. Makanan tambahan yang dimaksud yaitu susu formula, air matang,
jus buah, air gula, dan madu. Vitamin maupun obat, dalam bentuk tetes atau sirup
tidak termasuk makanan tambahan (Pearl et all, 2004; Dee, 2008). ASI dapat
memenuhi kebutuhan nutrisi bayi 6 bulan karena kandungan gizinya yang sesuai.
Kapasitas lambung bayi baru lahir hanya dapat menampung cairan sebanyak 10-20
ml (2-4 sendok teh). ASI memiliki kandungan gizi yang sesuai serta volume yang
tepat sesuai dengan kapasitas lambung bayi yang masih terbatas (Depkes, 2012). ASI
memiliki berbagai kebaikan untuk bayi karena kandungan nutrisi yang terdapat pada
ASI sangat sesuai dengan kebtuhan bayi. Komposisi ASI berbeda-beda sesuai dengan
stadium laktasi, waktu, nutrisi ibu, dan masa gestasi janin saat lahir (Olds et all,2001).
D.

PENGELOMPOKAN ASI
Berdasarkan waktu produksinya ASI digolongkan kedalam 3 kelompok :

1.

Kolostrum
Kolostrum adalah ASI yang keluar dari hari pertama sampai hari ke empat setelah
melahirkan. Kolostrum merupakan cairan emas, cairan pelindung yang kaya akan zat
anti infeksi dan berprotein tinggi, merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh
kelenjar payudara, mengandung tissuedebris dan residual material yang terdapat
dalam

alveoli

dan

duktus

dari

kelenjar

payudara

sebelum

dan

setelah

masa puerperium. Komposisi dari kolostrum ini dari hari ke hari selalu berubah.
Kolostrum merupakan cairan viscous kental dengan warna kekuning kuningan,
lebih kuning dibandingkan dengan susu yang matang. Kolostrum merupakan
pencahar yang ideal untuk membersihkan mekonium dari usus bayi yang baru lahir
dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi dan makanan yang akan
datang. Selain itu Kolostrum lebih banyak mengandung protein dibanding dengan
ASI yang matur. Pada kolostrum protein yang utama adalah globulin. (Utama Roesli,
8

2004). Kolostrum memiliki manfaat yaitu Kolostrum mengandung zat kekebalan


terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi khususnya diare.
Jumlah Kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari isapan bayi pada hari
hari pertama kelahiran, walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan
zat gizi bayi, oleh karena itu harus diberikan kepada bayi. Kolostrum mengandung
protein, vitamin A yang tinggi, karbohidrat, dan lemak rendah. Sehingga sesuai
dengan kebutuhan zat gizi bayi pada hari hari pertama setelah kelahiran. Selain itu
membantu pengeluaran mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam
kehijauan (Depkes, 2002).
2.

ASI transisi atau ASI peralihan


ASI transisi diproduksi pada hari ke empat sampai hari ke sepuluh kelahiran dari
masa laktasi. Tetapi ada pula pendapat yang mengatakan bahwa, pada kondisi
kondisi tertentu ASI transisi dapat diproduksi sampai minggu ke 5. ASI transisi
mengandung protein yang lebih rendah dibanding Kolostrum. Namun, kandungan
lemak dan karbohidrat ASI transisi lebih tinggi dibanding Kolostrum dan volume
pada ASI transisi makin meningkat.

3.

Air susu dengan komposisi zat gizi tetap


Setelah bayi berumur 1 bulan, komposisi zat gizi ASI tidak akan mengalami
perubahan (komposisinya tetap). Kondisi ini akan berlangsung sampai bayi berumur
2 3 tahun. Volume ASI yang diproduksi akan mengalami perubahan seiring dengan
bertambahnya umur bayi. Ketika umur bayi mencapai 3 bulan, seorang ibu dapat
memproduksi ASI 800 ml sehari. Terjadinya perubahan volume ASI sesuai dengan
kebutuhan bayi. Menginjak umur 6 bulan, bayi membutuhkan makanan tambahan
berupa makanan pendamping ASI karena ASI yang diproduksi ibu mulai menurun
dan tidak mencukupi kebutuhan bayi. ASI tetap boleh diberikan sampai bayi berumur
2 tahun.

E.

CARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF


ASI diberikan segera setelah bayi lahir atau kondisinya maksimal. Hal ini
merupakan titik awal yang penting apakah bayi nanti akan cukup mendapat ASI atau
tidak.
Cara pemberiannya adalah :

1.

Usahakan posisi ibu dan bayi cukup baik dalam posisi duduk maupun berbaring.

2.

Peluk bayi dan letakkan kepala pada siku bayi.

3.

Sebagian besar daerah areola masuk kemulut bayi termasuk puting susu ibu.

4.

Terdengar suara bunyi bayi menelan susu.


Bayi harus diberi kesempatan menyusui ketika ia lapar meskipun ASI belum keluar
dari payudara ibu. Sebagian besar bayi merasa lapar dalam waktu 2 jam setelah
disusui dengan cukup dan biasanya selama 75% ASI dalam payudara ibu telah
terbentuk kembali. Waktu pemberian ASI, pengisapan payudara hendaknya
dilakukan secara bergatian antara payudara kiri dan payudara kanan. Lama menyusui
pada beberapa hari pertama pasca salin adalah 5-10 menit. Tiap-tiap payudara
kemudian selama 20 menit setelah hari ke 5-6 ( purwanti,2004)

F.

CARA MEMPERBANYAK ASI


Ada beberapa cara dalam memperbanyak ASI :

1.

Menyusui sesering mungkin, beberapa saat setelah persalinan air susu hanya sedikit
juga disebut colostrum.

2.

Memotivasi diri yang kuat untuk menyusui guna memperbanyak ASI

3.

Senam hamil akan memperbaiki peredaran darah dalam payudara, sehingga proses
peredaran darah dalam produksi ASI pun akan menjadi baik.

4.

Pemeriksaan payudara untuk meningkatkan pengeluaran ASI juga dapat


direncanakan dari jauh hari.

5.

Pengunaan bra yang tidak terlalu sempit, sebab akan mengurangi kelancaran proses
peredaran darah. (Widjaya.2002)

10

Perbedaan Manfaat ASI dengan Susu Formula


NUTRISI

ASI

SUSU FORMULA

Lemak

Mengandung faktor membentuk sel baru


belakangan
ini
terutama DHA dan AA
sejumlah
produsen
menambahkan DHA dan AA
Secara
otomatis,
zat
gizi
didalamnya sesuai masa kehamilan, tidak dapat berubah otomatis
cara menyusui dan usia bayi.
sesuai masa kehamilan, cara
menyusui dan usia bayi
Mengandung kadar kolesterol yang
lebih tinggi
kadar
kolesterol
tidak
setinggi ASI
Hampir seluruh zat dapat diserap
tubuh bayi
tidak seluruh zat yang dapat
diserap tbuh bayi.

Protein

Mengandung whey yang lunak dan


1. mengandung
gumparan
mudah
dicerna
oleh
sistemprotein yang sulit dicerna oleh
pencernaan bayi
sistem pencernaan bayi
Protein lebih mudah diserap secara
2. hanya sedikit sehingga lebih
keseluruhan
banyak
sampah
yang
dihasilkan serta membuat
Mengandung
laktoferin
untukginjal bayi harus bekerja keras
kesehatan usus halus bayi.

11

Mengandung
mikroba

lisozim

Kaya
kandungan
pembangun otak dan tubuh
Antibodi

zat

anti
3. tidak mengandung lisozim
atau
sangat
rendah
kandungannya.
protein

kaya kandungan sel darah putih tidak ada sel darah putih
hidup dalam jumlah berjuta-jutahidup, kalaupun ada apapun
setiap lama kali menyusui
jenisnya
semua
dalam
keadaan mati
kaya kandungan immunoglobulin
hanya
sedikit
kandungannya, sebagian besar
merupakan jenis untuk anak
sapi.

Vitamin dan lebih mudah diserap oleh bayi, lebih mudah diserap oleh
mineral
khususnya zat besi
sistem pencernaan bayi
mengandung selenium yang banyak
jenis antioksidan
Tiramin

Karbohidrat

untuk membantu pencernaan antara serangkaian proses produksi


lipase dan amylase
yang
dilaluinya
mengakibatkan
enzim
kaya akan kandungan aneka jenispencernaan mati
hormon terutama tiroid,prolaktin,
oksitosin, dan sekitar 15 enzime proses
produksi
juga
lainnya
mematikan aktivitas hormone
yang ada didalam bahan
bakunya.
kaya kandungan laktosa

1.

tidak semua
laktosa

kaya kandungan oligosakarida yang


berfungsi untuk menjaga kondisi usus
2. sangat
halus
oligosakaridanya

mengandung
sedikit

( Sumber : Martha Sears, R.N. dan William Sears,M.D. The Breast Feeding Book,
Little Brown And Company, USA, 2000 dalam Laksono, 2010:16).

12

Cara penyimpanan dan penggunaan ASI perah (ASIP)


Salah satu cara sukses ASI untuk adalah dengan sesering mungkin menyusui
langsung bayi dan memerah ASI. Agar ASI perah dapat digunakan dan tetap
menghasilkan kualitas yang baik, berikut tips bagaimana menyimpan dan
menggunakan ASI Perah.
1. ASI tahan selama 4 jam pada suhu 25oC (suhu ruangan), 24 jam pada suhu
15oC (cooler box dengan es batu), 5 hari pada suhu 4oC (cooler), 3-4 bulan
dalam freezer kulkas dua pintu, dan selama 6 bulan pada suhu -19oC.
2. ASI sebaiknya disimpan pada wadah stainless steel, kaca, dan plastik
3. Jika ASI perah akan digunakan, sebaiknya 12 jam sebelum diberikan, ASI
perah beku di freezer dipindahkan dulu ke rak kulkas sehingga mencair.
Kemudian hangatkan pada suhu ruangan atau dengan merendamnya dalam
air hangat (bukan air panas). Jangan merebus dan memanaskan ASI Perah
dengan microwave. ASI perah yang sudah dicairkan dan dihangatkan dapat
bertahan selama 2 jam.

13

Ayat alquran tentang memerintahkan memberikan asupan ASI

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu
bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan
dan pakaian kepada para ibu dengan cara maruf. Seseorang tidak dibebani
melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita
kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun
berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun)
dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas
keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada
dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut.
Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa
yang kamu kerjakan (Al-Baqarah: 233)

14

Monitoring dan evaluasi


Evaluasi proses
a.

Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.

b.

Peserta dapat mengikuti acara atau kegiatan penyuluhan sampai selesai.

c.

Peserta berperan aktif selam kegiatan berjalan.


Evaluasi hasil

a.

Peserta mampu menyebutkan dan memahami pengertian ASI eksklusif

b.

Peserta mampu menyebutkan dan memahami kandungan ASIeksklusif

c.

Peserta mampu menyebutkan dan memahami jenis, manfaat, cara

pemberian, .
d.

Peserta mampu memahami cara penyimpanan ASIP.

DAFTAR PUSTAKA
1. Hubertim,Purwanti S, 2004. Konsep Penerapam ASI Eksklusif.EGC.Jakarta.
2. Roesli Utami, 2000, Mengenai ASI Eksklusif. Jakarta: Trubus Agriwidya.
3. Wijaya, 2002, Cara Memperbanyak Produksi ASI , Andi Offset, Jakarta.
http://dyah-purnamasari.blog.unsoed.ac.id/files/2011/03/ASIEKSKLUSIF.PDF.http://www.linkagesproject.org/media/publications/ENAReferences/Indonesia/Ref4.7%20.pdf
4. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatincasi.pdf
5. DEPKES RI, 2006 Setiap Tahun 30 Ribu Anak Dapat Diselamatkan Dengan
Pemberian AS . (www.depkes.go.id., di akses 21 Januari 2013)

15

16