Anda di halaman 1dari 42

PERSALINAN

TENANG&DAMAI
(GENTLE BIRTH)
Siti Nur Khasanah, S.SiT
Pantjer Budhi Waloejo

TAKUT NYERI

KECEMASAN
Rasa sakit pada proses persalinan

ternyata, selain mempengaruhi


proses kelahiran itu sendiri, juga
menimbulkan sejumlah efek pada
ibu: kecemasan, ketakutan dan
penderitaan yang bersifat traumatis.
Dari paradigma itulah kemudian muncul

metode persalinan yang tenang dan


damai, memanfaatkan semua unsur
alami, yang disebut gentle birth.

PERSALINAN
TENANG DAMAI
TENANG, karena ibu dalam

kondisi relaks.
DAMAI karena ibu diminimalkan

rasa sakitnya bahkan tanpa


rasa sakit sehingga tak terjadi
kegaduhan selama proses
persalinan.

PERSALINAN ALAMI
Proses persalinan alami yang

berlangsung dengan lembut.


Penolong dan pendamping membantu
dengan tenang dan suara yang
lembut, sehingga pada saat bayi lahir,
suasana di sekelilingnya tenang,
hening dan penuh kedamaian.

SIAP MENTAL
Hal ini bertujuan agar ibu dapat

mempertahankan kondisi relaksasi


yang dalam (meditatif) selama
persalinan berlangsung.

PERSYARATAN
Tidak berada pada rentang usia

untuk hamil yang berisiko tinggi,


yaitu di atas 35 tahun.
Merupakan kehamilan tunggal,

bukan kembar.
Selama masa kehamilan tidak ada

masalah kesehatan berarti pada ibu


dan janin.

Posisi janin normal dan tidak

memiliki risiko mengalami


gangguan kesehatan.
Tidak ada gejala cairan ketuban

pecah dini.
Tidak ada riwayat komplikasi

kehamilan maupun persalinan


sebelumnya

Persiapan fisik
Latihan pernapasan,
Pijat termasuk pijat di daerah

vaginal dan perineal,


Rutin berolahraga ringan dan

melakukan
Pengaturan konsumsi makanan

yang benar.

PERSIAPAN MENTAL
Mental ibu adalah bagian terpenting

untuk suksesnya gentle birth.


Ibu yang akan melahirkan

diharapkan untuk rutin melakukan


meditasi, tak pernah henti
mencanangkan pikiran positif dan
afirmasi-afirmasi positif pada dirinya.
Ketenangan jiwa nampaknya

memang mutlak dalam metode


gentle birth ini.

PERSIAPAN FISIK &


MENTAL

DUKUNGAN SUAMI

Masih jadi
kontroversi
Walaupun nampaknya sangat terkontrol

dan aman, pada kenyataannya gentle


birth ini masih belum dapat diterima
secara utuh oleh dunia kedokteran.
Tak semua caranya direkomendasi oleh

dokter kandungan dan kebidanan.


Komplikasi dapat terjadi pada proses

persalinan, tak terkecuali pada


persalinan dengan metode gentle birth.

DUKUNGAN WHO
Belum mendapat dukungan

sepenuhnya dari dunia kedokteran,


namun badan dunia WHO sebaliknya
merestui motode persalinan gentle
birth ini.
Namun tetap dengan syarat penting

bila kehamilan tidak mengalami


komplikasi dan pada saat persalinan
juga tak terjadi komplikasi yang
berisiko hilangnya nyawa ibu dan bayi.

PILIHAN GENTLE
BIRTH

Sejauh ini gentle birth yang

sudah cukup banyak dilakukan


di Indonesia adalah persalinan
dalam air (water birth) dan
persalinan dengan hipnosis.
Home Birth
Water Birth
Hypno Birth

GENTLE BIRTH

HOME BIRTH

WATER BIRTH

WATER BIRTH

PERSALINAN TENANG
Belajar memahami apa yang terjadi

dengan diri kita sendiri selama


hamil, apa yang terjadi pada proses
persalinan, juga segala aspeknya
Jika sudah belajar, akan tahu bahwa

nyeri kontraksi, merupakan


mekanisme alami yang diperlukan
rahim untuk mengeluarkan bayi.
Jika kontraksi makin sering, artinya Si

Ibu akan segera bertemu bayi.

Sakit yang ditunggu


Dengan memahaminya cara

memandang rasa sakitnya


akan berbeda. Nyeri akan
tetap ada. Meskipun
demikian, ia tidak terasa
menyakitkan, bahkan menjadi
sesuatu yang bisa dinikmati,
bahkan ditunggu-tunggu!

Pegang Kendali
Ibu yang melahirkan nanti, ingin

memegang kontrol penuh atas diri sendiri


(tanpa interupsi dokter Obgyn atau bidan).
Yakin Pencipta kita memang telah

mendesain sempurna dan memberi


kemampuan bagi setiap wanita untuk
melahirkan dengan sealamiah mungkin,
tinggal mau berserah diri dan mengikuti
intuisi atau naluri (insting) kita.
Dinikmati detik demi detik

Ingin suasana ruang melahirkan nanti

begitu intim, damai dan memungkinkan


dapat berdzikir, berkonsentrasi sekaligus
rileks, dengan lampu temaram, cahaya
lilin, alunan musik instrumental, bunga
segar atau aromaterapi, bahkan kalau
perlu memungkinkan memandang langit
dan menikmati udara terbuka dari taman
yang segar.
Ingin hanya orang-orang tercinta, jika

perlu hanya suami atau ibunya, yang


berada di sisi ketika melahirkan.

Menikmati His
Ketika kontraksi datang, benar2

menikmati sensasinya dengan


bergerak memutar panggul atau
gerakan lainnya yang membuat
nyaman dan membantu turunnya bayi.
Menikmati waktu di antara kontraksi

dengan berzikir, mengobrol dan


bercengkrama dengan keluarga,
berfoto-foto, jalan2 dlm rumah,
makan, atau dipijat dan berbaring.

Berendam
Saat merasakan kontraksi semakin

teratur setiap 30 atau 20 menit. Bisa


berndam air hangat
Bisa meremas tangan suami kuat-

kuat sambil berdoa dan berzikir


dalam hati. Suami selalu
mendampingi dan membantu merasa
nyaman, mengusap atau memijat
pelan punggung, sambil mengobrol
dan bercanda agar rileks,

Tugas Bidan
Bidan datang dan stand-by menunggu

di luar kamar sebagai bantuan back-up


dan mengurus prosedur setelah bayi
keluar.
Memantau kemajuan persalinan
Ikut menentukan apakah ingin

persalinan kering atau persalinan


dalam air
Mengawasi bila terjadi penyulit , bila

perlu merujuk

Tugas suami
Dalam keheningan, mengobrol

santai, berdoa bersama, dan terus


mengajak bicara bayi.
Suami mengupayakan suasana

yang rileks dan intim agar hormon


oksitosin yang memudahkan
proses persalinan yang nyaman,
terus dihasilkan tubuh.

Bebas posisi

Menghadapi kala 2
Ketika merasakan ketuban pecah

dan airnya langsung keluar.


Terasa bayi mendorong-dorong

ingin keluar dengan semakin kuat.


Terus mengingatkan diri untuk

tidak mengejan, karena bayi pasti


akan keluar dengan sendirinya.

Persalinan alami
Indahnya peristiwa kelahiran ini

sulit dilukiskan kata-kata, begitu


membahagiakan dan penuh
syukur yang meluap, memuji
kebesaran Tuhan dengan
ketakjuban yang luar biasa.
Subhanallah. Maha Besar Tuhan

yang telah memungkinkan semua


keajaiban ini terjadi.

IMD
Setelah IMD dilakukan, dilanjutkan

pengeluaran plasenta.
Dapat menunggu sampai plasenta

lepas dan keluar sendiri, atau


dilakukan manajemen aktif kala 3.
Dapat dilakukan persalinan Lotus

atau pemotongan tali pusat segera


atau setelah berhenti berdenyut

Proses persalinan yang baik tidak

hanya mengutamakan kenyamanan


si calon ibu, tapi lebih kepada janin
yang akan segera lahir ke dunia.
Gentle birth memperkenalkan

metode persalinan dengan


pendekatan yang sama sekali
berbeda dari metode konvensional.

KLINIK DI UBUD BALI &


ACEH