Anda di halaman 1dari 22

1.

Keamanan hardware dan software pada jaringan


komputer
Keamanan jaringan komputer terutama jika kita menghubungkan jaringan misalnya di lab
komputer kantor atau jaringan komputer rumah. Keamanan jaringan melibatkan otorisasi akses
ke data dalam jaringan, yang dikendalikan oleh administrator jaringan. Pengguna memilih atau
mempunyai ID dan password atau informasi otentikasi lain yang memungkinkan mereka akses
ke informasi dan program-program dalam otoritas mereka.
Keamanan jaringan mencakup berbagai jaringan komputer baik negeri maupun swasta, yang
digunakan dalam pekerjaan sehari-hari melakukan transaksi dan komunikasi di kalangan bisnis,
instansi pemerintah dan individu.
Jika diamati mengenai keamanan maka keamanan jaringan komputer dapat ditinjau dari segi
bentuknya yaitu seperti berikut:
1)
Keamanan hardware
Keamanan hardware berkaitan dengan perangkat keras yang digunakan dalam jaringan
komputer. Keamanan hardware sering dilupakan padahal merupakan hal utama untuk menjaga
jaringan dari agar tetap stabil. Dalam keamanan hardware, server dan tempat penyimpanan
data harus menjadi perhatian utama. Akses secara fisik terhadap server dan data-data penting
harus dibatasi semaksimal mungkin.
Akan lebih mudah bagi pencuri data untuk mengambil harddisk atau tape backup dari server
dan tempat penyimpanannya daripada harus menyadap data secara software dari jaringan.
Sampah juga harus diperhatikan karena banyak sekali hacker yang mendatangi tempat sampah
perusahaan untuk mencari informasi mengenai jaringan komputernya. Salah satu cara
mengamankan hardware adalah menempatkan di ruangan yang memiliki keamanan yang baik.
Lubang saluran udara perlu diberi perhatian karena dapat saja orang masuk ke ruangan server
melaui saluran tersebut. Kabel-kabel jaringan harus dilindungi agar tidak mudah bagi hacker
memotong kabel lalu menyambungkan ke komputernya.
Akses terhadap komputer juga dapat dibatasi dengan mengeset keamanan di level BIOS yang
dapat mencegah akses terhadap komputer, memformat harddisk, dan mengubah isi Main Boot
Record (tempat informasi partisi) harddisk. Penggunaan hardware autentifikasiseperti smart
card dan finger print detector juga layak dipertimbangkan untuk meningkatkan keamanan.

2)
Keamanan software.
Sesuai dengan namanya, maka yang harus diamankan adalah perangkat lunak. Perangkat
lunak yang kita maksud disini bisa berupa sistem operasi, sistem aplikasi, data dan informasi

yang tersimpan dalam komputer jaringan terutama pada server. Contohnya, jika server hanya
bertugas menjadi router, tidak perlu software web server dan FTP server diinstal. Membatasi
software yang dipasang akan mengurangi konflik antar software dan membatasi akses,
contohnya jika router dipasangi juga dengan FTP server, maka orang dari luar dengan login
anonymous mungkin akan dapat mengakses router tersebut.
Software yang akan diinstal sebaiknya juga memiliki pengaturan keamanan yang baik.
Kemampuan enkripsi (mengacak data) adalah spesifikasi yang harus dimilki oleh software yang
akan digunakan, khusunya enkripsi 128 bit karena enkripsi dengan sistem 56 bit sudah dapat
dipecahkan dengan mudah saat ini. Beberapa software yang memiliki lubang keamanan adalah
mail server sendmail dan aplikasi telnet. Sendmail memiliki kekurangan yaitu dapat ditelnet
tanpa login di port (25) dan pengakses dapat membuat email dengan alamat palsu. Aplikasi
telnet memiliki kekurangan mengirimkan data tanpa mengenkripsinya (mengacak data)
sehingga bila dapat disadap akan sangat mudah untuk mendapatkan data.
Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah password. Sebaiknya diset panjang password
minimum unutk mempersulit hacker memcahkan password. Password juga akan semakin baik
jika tidak terdiri huruf atau angak saja, huruf kecil atau kapital semua, namun sebaiknya
dikombinasi. Enkripsi dapat menambah keamanan jaringan dengan cara mengacak password
dan username, baik dalam record di host maupun pada saat password dan username itu
dilewatkan jaringan saat melakukan login ke komputer lain.
Routing tidak terlepas pula dari gangguan keamanan. Gangguan yang sering muncul adalah
pemberian informasi palsu mengenai jalur routing (source routing pada header IP). Pemberian
informasi palsu ini biasanya dimaksudkan agar datagram-datagram dapat disadap. Untuk
mencegah hal seperti itu, router harus diset agar tidak mengijinkan source routing dan dalam
protokol routing disertakan autentifikasi atau semacam password agar informasi routing hanya
didapat dari router yang terpercaya.

2. SIMRS
KONSEP SISTEM APLIKASI
Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem manusia / mesin yang terpadu
(integrated), untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi,
manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini

menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)


komputer, prosedur pedoman (SOP), model manajemen keputusan, dan database.

KONSEP SYSTEM SUPPORT

Konsep ini menjelaskan langkah untuk melaksanakan support sistem SIMRS selama
periode waktu tertentu. Kondisi ini berbeda pada tiap RS karena adanya perbedaan
infrastruktur dan kemampuan SDM di tiap-tiap RS, namun berdasarkan pengalaman
kami, minimal perlu waktu 1 (satu) tahun bagi RS yang baru pertama kali
mengimplementasikan SIMRS.

TAHAPAN PENGEMBANGANSIMRS TERINTEGRASI

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIMRS ) Terintegrasi merupakan suatu paket sistem
aplikasi yang terintegrasi, yang dihubungkan secara on-line pada semua fungsi pelayanan
rumah sakit mulai dari transaksi manajemen antrian, pendaftaran, pelayanan perawatan,
pelayanan penunjang, manajemen operasi / bedah sentral, rekam medis, manajemen
keperawatan, kasir / mobilisasi dana, pelayanan piutang, manajemen material, stok
barang/obat, akuntansi dan keuangan, kepegawaian, gizi, linen / laundry, dan fungsi
pelayanan rumah sakit lainnya.

SOP DAN SDM


SOP Standard Operational Procedure merupakan suatu urutan langkah kerja yang telah ditetapkan
oleh manajemen. SOP digunakan untuk menjalankan suatu pekerjaan yang membutuhkan interaksi

dengan unit kerja atau orang lain. SOP digunakan untuk mengatur kinerja setiap orang / petugas yang
terlibat dalam menjalankan SIM RS ini. SOP harus disusun sesuai dengan modul yang ada dalam SIM RS.

3. Merencanakan dan Melakukan


Pertemuan
PENGERTIANRAPAT

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kelompok yang mengadakan pertemuan/rapat baik


kelompok formal seperti organisasi atau perusahaan maupun kelompok tidak formal seperti
kelompok arisan, kelompok belajar, dan sebagainya. Dalam dunia perkantoran, salah satu tugas
sekretaris adalah mempersiapkan dan melayani pertemuan-pertemuan atau rapat-rapat yang akan
diselenggarakan oleh pimpinannya, baik dalam hal keperluan dalam jamuan kepada para
tamunya (peserta rapat). Pimpinan mengharapkan sekretarisnya dapat mengurus mulai dari
persiapan, termasuk juga mengawasi perlengkapan-perlengkapan hingga menetukan macam
jamuan makan atau menu makanan.
Rapat adalah sejenis maksud tertentu dari orang-orang yang datang bersama-sama untuk
melaksanakan bisnis perusahaan. Menurut Bob Trent, Rapat merupakan sumber berbagai
gagasan dan keputusan yang bermanfaat bagi semua pihak (perseorangan maupun perusahaan).

1.
2.
3.
4.

Rapat diadakan apabila pimpinan memerlukan sumbangan pendapat atau sumbangan pikiran dari
para staf atau pegawainya dalam mengambil sebuah keputusan yang berkaitan dengan hajat
hidup perusahaan.
Pada umumnya rapat dilaksanakan untuk membicarakan suatu hal yang memerlukan
pemecahan. Di bawah ini beberapa pengertian rapat, yaitu sebgai berikut :
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rapat adalah pertemuan (kumpulan) untuk
membicarakan sesuatu, sidang, majelis.
Rapat merupakan komunikasi kelompok secara resmi.
Rapat merupakan musyawarah kelompok untuk mufakat.
Rapat merupakan media komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa rapat adalah suatu pertemuan
antara anggota organisasi/perusahaan yang bertujuan untuk merundingkan/memecahkan masalah
yang menyangkut kepentingan organisasi/perusahaan.

I. FUNGSI RAPAT
Fungsi penyelenggaraan suatu rapat, yaitu sebagai berikut :

Untuk memecahkan masalah.

Untuk menyampaikan informasi.

Sebagai forum demokrasi, diharapkan peserta rapat berpartisipasi pada masalah-masalah yang
dikemukakan.
Sebagai alat koordinasi yang baik anatara peserta rapat (karyawan) dengan
perusahaan/organisasi.
Sebagai sarana bernegosiasi.
Ketentuan hukum.
I. MACAM-MACAM RAPAT
Rapat dibedakan menjadi beberapa macam, tergantung pada segi peninjauannya.
Menurut tujuannya, rapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
a.
Rapat Penjelasan adalah rapat yang bertujuan memberikan penjelasan kepada
para peserta. Dalam rapat penjelasan, seorang pemimpin rapat memberikan penjelasan kepada
para peserta rapat.
b. Rapat Pemecahan merupakan rapat yang bertujuan mencari pemecahan suatu
masalah. Pada rapat pemecahan masalah, peran peserta rapat sangat besar untuk memberikan
masukan berupa saran atau pendapat yang akan disimpulkan bersama yang merupakan jalan
untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi.
c.
Rapat Perundingan adalah rapat yang bertujuan menghindari adanya suatu
perselisihan.
Rapat menurut sifatnya dibedakan menjadi 4, antara lain:
(a)
Rapat resmi (formal meeting)
Rapat resmi adalah rapat yang diselenggarakan untuk membahas masalah-masalah yang
sangat penting dan berlaku peraturan keprotokolan yang mengatur kelancaran jalannya rapat.
Peserta rapat akan mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu yang biasanya dilengkapi dengan
agenda rapat.
(b)
Rapat tidak resmi (informal meeting)
Rapat tidak resmi adalah rapat yang diadakan tidak berdasarkan perencanaan yang
formal. Rapat tidak memerlukan persiapan istimewa dan rapat ini mendiskusikan suatu hal yang
terjadi tiba-tiba.
(c)
Rapat terbuka
Rapat terbuka adalah rapat yang dapat dihadiri oleh semua anggota dan materi yang
dibahas tidak merupakan masalah yang bersifat tidak rahasia.
(d)
Rapat tertutup
Rapat tertutup adalah rapat yang dihadiri oleh peserta rapat tertentu saja dan masalah
yang dibahas merupakan masalah-masalah yang masih bersifat rahasia.
Menurut jangka waktunya, rapat dibedakan menjadi sebagi berikut :
1.
Rapat mingguan
Rapat mingguan adalah rapat yang diadakan seminggu sekali dan biasanya membahas
masalah-masalah yang bersifat rutin.
2.
Rapat bulanan
Rapat bulanan adalah rapat yang diadakan setiap bulan sekali dan membahas masalahmasalah yang terjadi selama sebulan yang lalu.

3.

Rapat semesteran
Rapat semesteran adalah rapat yang diadakan setiap enam bulan sekali yang membahas
masalah-masalah yang terjadi selama enam bulan yang lalu dan program-program selanjutnya
untuk enam bulan ke depan.
4.
Rapat tahunan
Rapat tahunan adalah rapat yang diadakan setahun sekali.
Menurut frekuensinya, rapat dibedakan menjadi sebagai berikut :
1.

Rapat rutin
Rapat rutin adalah rapat yang sudah ditentukan waktunya.
2.
Rapat insidentil
Rapat insidentil adalah rapat tidak terjadwal. Biasanya rapat ini membahas masalah
yang sifatnya penting dan harus diseleseikan bersama.
Menurut saluran hubungan dalam organisasi, rapat dibedakan menjadi dua macam
yaitu:
A.
Rapat Vertikal, yaitu rapat antara pimpinan dengan para bawahan dalam rangka
pemberian informasi tentang berbagai peraturan atau kebijakan pemimpin, atau dalam rangka
pengambilan keputusan. Dalam rapat ini para bawahan diberi kesempatan untuk memberikan
saran-saran sehingga dengan demikian pimpinan dapat memberikan motivasi kepada para
bawahan untuk berpikir secara kreatif.
B.
Rapat Horizontal, yaitu rapat yang berlangsung antara pejabat atau pegawai yang
setingkat. Rapat ini diselenggarakan terutama dalam rangka untuk mendapatkan koordinasi dan
kerjasama di antara unit yang ada dalam organisasi untuk menghindari adanya duplikasi
pekerjaan dan adanya ingkar tanggung jawab dari masing-masing pejabat dalam pelaksanaan
tugas.

II.
(1)

(2)

Berdasarkan pelaksanaannya, rapat kerja dibedakan menjadi dua macam antara lain:
A.
Rapat kerja Terpimpin, yaitu rapat dimana pimpinan rapat memegang peran utama
dalam pengambilan keputusan. Rapat kerja pimpinan juga dapat berlangsung dalam rangka
pemberian penjelasan tentang peraturan atau petunjuk agar dalam pelaksanaannya dapat
berlangsung secara serentak dan seragam.
B.
Rapat kerja terbuka, yaitu lawan dari rapat kerja terpimpin, dimana pimpinan tidak
memegang peranan utama dan para peserta diberi kesempatan untuk memberikan saran-saran
positif yang dimilikinya. Rapat semacam ini diselenggarakan untuk mendapatkan sumbangan
pikiran.
SYARAT-SYARAT RAPAT
Rapat akan menghasilkan tujuan yang diharapkan, jika pelaksanaannya memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut :
Suasana terbuka
Suasana rapat yang terbuka berarti setiap peserta rapat siap untuk menerima informasi
dari siapa pun. Hindari sikap saling mencurigai atau berprasangka negatif diantara sesama
peserta rapat. Suasana rapat yang terbuka akan membangkitkan rasa kekeluargaan dan kerja
sama yang tinggi diantara para peserta rapat.
Tidak ada monopoli

(3)

(4)

Dalam suatu rapat, monopoli pembicaraan oleh seorang peserta rapat atau oleh
pimpinan rapat harus dihindari. Hal ini akan menghambat jalannya rapat karena rapat menjadi
kaku dan peserta rapat menjadi pasif (tidak berpartisipasi). Dalam rapat semua pihak yang
terlibat mempunyai hak yang sama dalam mengeluarkan pendapat.
Partisipasi aktif dari peserta rapat
Rapat yang baik apabila para peserta rapat turut aktif dalam memecahkan permasalahan
yang dibahas dalam rapat. Peserta rapat hendaknya menjadi pendengar yang baik saat diberikan
penjelasan-penjelasan dan harus dapat memberikan sumbangan saran atau pendapat yang positif
saat kegiatan tanya jawab atau diskusi.
Bimbingan dan pengawasan dari pimpinan.

Pimpinan rapat harus dapat memberikan bimbingan kepada seluruh peserta rapat agar mau
berperan aktif dalam pelaksanaan rapat. Seorang pemimpin rapat juga harus dapat memonitori
jalannya rapat sehingga pembahasan tidak menyimpang dari tujuan rapat.
(5) Perdebatan berdasarkan argumentasi bukan emosi
Dalam sebuah rapat terjadi perdebatan adalah hal yag biasa, namun jika perdebatan
menjadi berkepanjangan dan tidak berdasarkan argumentasi yang benar akan mengakibatkan
suasana rapat menjadi panas dan tegang, dan akhirnya rapat akan dimonopoli oleh peserta yang
saling berdebat. Oleh karena itu hindari perdebatan yang berkepanjangan. Perdebatan hendaknya
berdasarkan alasan-alasan yang kuat atas dasar fakta bukan emosi.
(6) Pertanyaan singkat dan jelas
Pertanyaanpertanyaan yang diajukan dalam rapat hendaknya cukup singkat, padat, dan
jelas sehingga mudah dimengerti oleh seluruh peserta rapat. Pertanyaan yang berliku-liku atau
bertele-tele akan membuat pertanyaan menjadi tidak jelas dan cukup menyita waktu. Padahal
dalam rapat, waktu sangat berharga sekali.
(7) Disiplin waktu
Membiasakan pelaksanaan rapat sesuai waktu yang telah ditentukan akan membuat para
peserta rapat menjadi lebih disiplin dan pelaksanaan rapat menjadi lebih tertib.
III. PERENCANAAN DAN PERSIAPAN RAPAT
Dalam rangka menyelenggarakan rapat, ada beberapa prinsip dasar yang dapat dijadikan
pedoman atau pegangan dalam mempersiapkannya, yaitu sebagai berikut :
Why? Mengapa rapat perlu diselenggarakan? Hal ini untuk menentukan urgensi dari rapat tersebut.
What? Apa masalah yang akan dibicarakan dalam rapat? Hal ini untuk mempersiapkan agenda
rapat.
Who? Siapa saja yang akan diundang dalam rapat tersebut? Hal ini untuk menentukan peserta rapat
yang diundang.
Where? Di mana rapat akan diselenggarakan? Hal ini untuk menentukan tempat
penyelenggaraan rapat.
When? Kapan rapat akan diselenggarakan? Hal ini untuk menentukan hari, tanggal dan waktu rapat
akan diselenggarakan.
How? Bagaimana rapat akan diselenggarakan ? hal ini untuk menentukan apakah rapat tersebut
akan diselenggarakan secara berkala atau hanya satu kali, tertutup atau terbuka, dengan bahan
rapat yang dibagikan terlebih dahulu, atau dengan menggunakan LCD projector, tape, video dan
alat lainnya.
Merencanakan dan mempersiapkan suatu rapat agar dapat berjalan lancar bukanlah suatu
pekerjaan yang mudah, karena seorang sekretaris harus berhubungan dengan berbagai pihak

dengan penyelenggaraan suatu rapat. Hal ini menjadi tanggung jawab sekretaris dalam persiapan
penyelenggaraan adalah sebagai berikut :
A.
Membuat agenda rapat dan susunan acara rapat
Agenda rapat adalah daftar yang berisi pokok-pokok permasalahan yang akan dibicarakan
dalam suatu rapat. Sedangkan susunan acara rapat adalah rincian atau penjabaran lebih lanjut
dari topik-topik dalam agenda rapat. Sekretaris harus memastikan terlebih dahulu acara yang
akan diadakan atau dilaksanakan pada suatu rapat dengan mengkonsultasikannya terlebih dahulu
kepada pimpinan rapat. Acara tersebut harus disusun secara sistematis dengan membuat pokokpokok acara secara garis besar.
B.
Menentukan peserta rapat
Dari agenda rapat yang telah dibuat ditentukan siap saja peserta yang akan diundang.
Setelah sekretaris menyusun daftar para peserta rapat yang akan diundang, kemudian
konsultasikan kembali dengan pimpinan rapat, apakah ada penambahan atau pengurangan
peserta rapat.
C.
Membuat undangan rapat
Surat undangan merupakan surat pemberitahuan yang sifatnya mengharapkan kehadiran
seseorang untuk berpartisipasi dalam suatu acara tertentu di tempat dan pada waktu tertentu.
Undangan yang dibuat hendaklah memenuhi beberapa syarat, yaitu sebagai berikut :
1.
Menggunakan kop surat atau kepala surat.
2. Mencantumkan nomor surat undangan serta tanggal pembuatan.
3. Mencantumkan perihal undangan rapat.
4. Mencantumkan nama-nama orang yang diundang rapat.
5. Mencantumkan hari, tanggal, waktu dan tempat rapat tersebut diselenggarakan.
6. Ditandatangani oleh pejabat yang bertanggung jawab atas surat undangan tersebut.
Waktu pengiriman undangan, hendaknya jangan terlalu lama dari penyelenggaraan atau
pelaksanaan rapat. Waktu yang terlalu lama akan memungkinkan seseorang untuk lupa. Seorang
sekretaris harus dapat memperkirakan waktu pengiriman undangan agar para peserta rapat
mempunyai cukup kesempatan untuk mempersiapkan kehadirannya pada pertemuan atau rapat
tersebut. Sekretris harus juga memperhitungkan waktu untuk mencetak undangan,
memprosesnya hingga mengirimnya.
D.

Membuat daftar hadir rapat


Ada dua macam daftar hadir, yaitu buku tamu dan daftar hadir biasa (yang dibuat di atas
selembar kertas). Daftar hadir digunakan untuk mengetahui jumlah peserta yang datang pada
suatu rapat, untuk mengetahui jumlah sistem yang harus dipersiapkan seperti konsumsi, kursi
dan sebagainya, sebagai bahan penyusunan notula rapat dan sebagai dokumentasi.
E.
Mempersiapkan bahan rapat
Bahan-bahan rapat yang perlu dipersiapkan antar lain sebagai berikut :
a.
Agenda rapat.
b.
Notula/hasil rapat yang lalu (apabila rapat tersebut merupakan kelanjutan dari rapat
sebelumnya).
c.
Bahan-bahan yang akan dibicarakan dalam rapat (makalah, laporan-laporan dan sebagainya).

Bahan-bahan tersebut disatukan dalam sebuah map dan harus telah tersedia untuk masingmasing peserta pada waktu rapat dimulai. Apabila bahan-bahan tersebut memerlukan pemikiran
yang panjang, maka harus telah dikirimkan bersama dengan pemberitahuan rapat/surat
undangan, agar dapat dipelajari terlebih dahulu.
F.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan rapat


Peralatan dan persiapan yang perlu dipersiapkan dalam rapat anatara lain sebagai berikut :
While board lengkap dengan spidol dan penghapus.
Flip chart lengkap dengan spidolnya.
LCD Projector atau OHP (Over Head Projector) lengkap dengan layarnya.
Sound system lengkap dengan mikroponnya.
Map atau tas yang dipergunakan untuk menempatkan bahan-bahan rapat.
Block note denagn bolpointnya.
Name tag untuk peserta.
Laptop atau computer.
Dalam mempersiapkan peralatan dan perlengkapan rapat, sebaiknya dibuat dahulu daftar
kebutuhan peralatan dan perlengkapannya agar dapat dipastikan beberapa jumlah barang yang
dibutuhkan.
G.

Mempersiapkan ruang rapat

Sekretaris harus memastikan terlebih dahulu jumlah peserta yang akan hadir dalam rapat.
Apabila jumlah peserta rapat sedikit dapat menggunakan ruang rapat yang sudah tersedia di
kantor. Namun apabila jumlah peserta cukup banyak melebihi kapasitas ruang rapat di kantor,
rapat dapat diselenggakan di hotel atau gedung pertemuan. Bila rapat diselenggakan di hotel atau
gedung pertemuan, sekretaris harus memeriksa kepastian tempat, peralatan, konsumsi dan
akomodasi. Hal-hal yang harus dipersiapkan sehubungan dengan pengaturan ruang rapat adalah
sebagai berikut :
1.
Cahaya penerangan
Bila ruangan tidak menggunakan penerangan buatan (lampu) tetapi menggunakan
penerangan cahaya sinar matahari, pengaturan tempat duduk harus disesuaikan dengan arah
datangnya sinar matahari tersebut.
2.
Ventilasi udara
Usahakan agar udara di ruang rapat sejuk, karena ruangan yang terlalu panas atau terlalu
dingin akan mengakibatkan konsentrasi para peserta rapat berkurang.
3.
Pengaturan tempat duduk
Pengaturan tempat duduk ditentukan dari jumlah peserta rapat dan luas ruang rapat. Ada
beberapa macam pengaturan tempat duduk di ruang rapat, yaitu sebagai berikut :
a.
Gaya klasikal/kelas
Gaya klasikal/kelas cocok untuk jumlah peserta yang banyak. Berikut ini pengaturan tempat
duduk gaya klasikal/kelas :
b.
Gaya konferensi
Gaya konferensi dimaksudkan agar semua peserta merasa dihargai dan untuk menimbulkan
semangat team work. Berikut ini pengaturan tempat duduk gaya konferensi :
c.
Gaya huruf U
Pengaturan tempat duduk di ruang rapat gaya hurf U cocok untuk rapat informal. Berikut ini
pengaturan tempat duduk gaya huruf U:

d.

Gaya workshop
Pengaturan tempat duduk di ruang rapat gaya workshop cocok untuk diskusi kelompok.
Berikut ini pengaturan tempat duduk gaya workshop .
H.

Akomodasi/penginapan

Pada rapat yang dilakukan lebih dari satu hari, biasanya para peserta rapat akan menginap di
suatu tempat. Untuk itu sekretaris harus mengatur pemilihan tempat yang cocok untuk
pelaksanaan rapat tersebut mulai dari pemesanan tempat, pembagian kamar, hingga pengecekan
terakhir akan kesiapan penginapan untuk peserta rapat.
I.

Transportasi
Jika suatu rapat tidak dilaksanaan di dalam kantor, tentunya transportasi para peserta rapat
ke tempat rapat harus dipersiapkan. Jika harus menyewa mobil atau bus, maka sekretaris harus
menyiapkannya.
J.

Konsumsi
Konsumsi rapat berupa makanan ringan (snack) atau makanan berat untuk para peserta
rapat harus disiapkan agar para peseta rapat nyaman dalam mengikuti kegiatan rapat. Jika
pelaksanaan rapat lebih dari satu hari, variasi makanan juga harus diperhatikan. Hal ini akan
berdampak pada motivasi peserta dalam mengikuti rapat. Konsumsi berupa makanan dan
minuman dapat disajikan dengan cara sebagai berikut :
1.
Disajikan sebelum peserta rapat dududk.
2.
Disajikan selama rapat berlangsung.
3.
Disajikan pada waktu istirahat dengan cara mengambil sendiri.
4.
Disajikan secara kombinasi. Pada awal rapat telah tersedia minuman dan saat
istirahat para peserta rapat mengambil sendiri makanan dan minuman di tempat yang telah
tersedia.
K.

Kesehatan
Untuk kegiatan rapat yang pelaksanaannya lebih dari satu hari, hendaknya disediakan unit
kesehatan untuk menjaga kondisi kesehatan para peserta rapat.
L.

Pengecekan persiapan terakhir


Sebelum rapat dimulai atau pada H - 1, sekretaris harus memeriksa segala persiapan untuk
meyakinkan apakah segala sesuatunya telah siap untuk dipergunakan. Hal-hal yang perlu
diperiksa antara lain sebagai berikut :
1.
Apakah kursi telah cukup sesuai dengan jumlah peserta rapat?
2.
18

Apakah letak tempat duduk sesuai dengan fungsi dari setiap peserta rapat?
3.
Apakah semua alat perlengkapan rapat telah tersedia dalam ruang rapat dan berfungsi
dengan baik?
4.
Apakah bahan-bahan atau materi rapat yang akan dipergunakan dalam rapat telah
disiapkan dalam suatu map?
5.
Apakah daftar hadir, agenda rapat dan susunan acara telah disiapkan?
6.
Apakah konsumsi rapat telah dipesan/disiapkan?

4. ORIENTASI DAN PENEMPATAN KERJA


KARYAWAN
PENGERTIAN ORIENTASI
Program orientasi karyawan baru adalah program yang bertujuan
memperkenalkan tentang kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan kerja di
sekitar tempat kerja.
Point penting yang disampaikan kepada karyawan baru tersebut adalah
pengenalan tentang letak georgrafis Batam, Budaya, Sosial Ekonomi, infra struktur,
Fasilitas umum (Olaharaga, keagamaan, kemasyarakatan). Peraturan tentang
kehidupan di lingkungan dormitory, motivasi kerja.
Setelah memperkerjakan para karyawan, perusahaan menyelenggarakan program
orientasi formal. Berdasarkan yang ada,
orientasi biasanya diklasifikasikan menjadi 2, yaitu:
1. Orientasi organisasi, adalah memberitahu karyawan mengenai tujuan, riwayat,
filosofi, prosedur dan pengaturan organisasi tersebut. Itu harus mencakup
tunjangan kebijakan dan tunjangan SDM yang relevan seperti jam kerja, prosedur
penggajian tuntutan lembur dan tunjangan.
2. Orientasi unit kerja, adalah mengakrabkan karyawan itu dengan sasaran unit
kerja tersebut, memperjelas bagaimana pekerjaannya menyumbang pada sasaran
unit itu dan mencakup perkenalan dengan rekan-rekan kerja barunya.

TUJUAN ORIENTASI PEGAWAI ATAU KARYAWAN


Program Orientasi Karyawan Baru bertujuan untuk :

Menyiapkan mental bagi karyawan baru dalam menghadapi peralihan suasana


dari lingkungan pendidikan ke dunia kerja yang nyata

Menghilangkan hambatan psikologis dalam memasuki kelompok yang baru


Mengenal secara singkat lingkungan pekerjaan yang baru

Tujuan orientasi menurut Moekijat (1991:94) adalah sebagai berikut :

Memperkenalkan pegawai baru dengan perusahaan

Menghindarkan adanya kekacauan yang mungkin disebabkan oleh seorang


pekerja baru ketika diserahi pekerjaan baru

Memberi kesempatan pada pegawai untuk menanyakan masalah tentang


pekerjaan mereka yang baru


Menghemat waktu dan tenaga pegawai dengan memeberitahukan kepada
mereka ke mana harus meminta keterangan atau bantuan dalam menyelesaikan
masalah yang mungkin timbul

Menerangkan peraturan dan ketentuan perusahaan sedemikian rupa sehingga


pegawai baru dapat menghindarkan rintangan atau tindakan hukuman yang akan
terjadi karena pelanggaran peraturan yang tidak mereka ketahui

Memberikan pengertian kepada pegawai baru bahwa mereka adalah bagian


yang penting di dalam sebuah organisasi

Orientasi yang efektif akan mencapai beberapa tujuan utama:

Membentuk kesan yang menguntungkan pada karyawan dari organisasi dan


pekerjaan.

Menyampaikan informasi mengenai organisasi dan pekerjaan.

Meningkatkan penerimaan antarpribadi oleh rekan-rekan kerja.

Mempercepat sosialisasi dan integrasi karyawan baru ke dalam organisasi.

Memastikan bahwa kinerja dan produktivitas karyawan dimulai lebih cepat.

Usaha-usaha orientasi mengenai organisasi dan pekerjaan.

Meningkatkan penerimaan antarpribadi oleh rekan-rekan kerja.

Mempercepat sosialisasi dan integrasi karyawan baru ke dalam organisasi.

Memastikan bahwa kinerja dan produktivitas karyawan dimulai lebih cepat.

MANFAAT ORIENTASI
1. Manfaat Orientasi
1.

Mengurangi perasaan diasingkan, kecemasan, dan kebimbangan pegawai.

2.

Dalam waktu yang singkat dapat merasa menjadi bagian dari organisasi.

3.
a)
b)
c)
d)

Hasil lain untuk pegawai yang baru diorientasikan adalah


Cukup baik
Tingkat ketergantungannya kecil
Kecenderungan untuk keluar juga kecil
Selanjutnya, program orientasi juga akan mempercepat proses sosialisasi

1.
Dampak Orientasi
(Dikutip dari Academic of Management Journal : George F. Dreker, 1971), yaitu :
a. turnover (keluar masuknya pegawai)
b. productivity

Hasil yang dicapai dengan program orientasi pertama ini adalah

Tingkat kecemasan pegawai baru meningkat

Kemampuan untuk mempelajari hal-hal yang baru menjadi sangat renda

Bahkan banyak yang tidak kembali lagi setelah makan siang

Ada juga yang tidak mengambil upahnya hari itu

Kejadian kedua, bagian personalia mulai melakukan reaksi terhadap apa yang
terjadi, seperti berikut:
a) Mulai merekrut pegawai lain dan juga melakukan penelitian tentang sebab
terjadinya hal-hal seperti pada program orientasi pertama tadi
b) Diadakan perpanjangan waktu
c) Pada pagi hari diberi informasi tentang banyak hal, misalnya struktur, tujuan
jangka panjang perusahaan, dan hal-hal lain yang sifatnya umum.
d)

Penjelasan dilakukan dan waktunya sekitar dua jam.

e) Kemudia mereka diberi formulir (kalau bekerja disini apa yang mereka
harapkan)
f) Sasarannya menciptakan sikap positif dari para pegawai baru tersebut
terhadap Texas Instruments
g) Sebelum makan siang mereka diperkenalkan pada supervisor dan bersama
dengan pegawai baru tersebut mereka makan bersama
h) Setelah itu supervisor baru memperkenalkan kepada pegawai lama dari
masing-masing unit kerja, juga kepada pegawai di Assembly Lines
i)

Dari dua kejadian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

pada program orientasi singkat : tingkat kecemasan meningkat sehingga


kemampuan melakukan sesuatu berkurang, sehingga pegawai merasa tidak mampu
dan keluar

Pada program orientasi yang relatif lama : tingkat kecemasan mulai diredakan
melalui berbagai kegiatan, sehingga tingkat kemampuan pegawai menjadi semakin
baik dan keinginan untuk keluar pun menjadi berkurang.
Pendekatan orientasi yang patut dihindari adalah:


Penekanan pada kertas kerja. Setelah mengisi berbagai barang yang
dibutuhkan oleh departemen sumber daya manusia, para karyawan baru diberikan
sambutan sepintas lalu. Selanjutnya mereka diarahkan kepada penyelianya
langsung. Kemungkinan hasilnya: kalangan karyawan baru tidak merasa sebagai
bagian dari perusahaan.

Telaah yang kurang lengkap mengenai dasar-dasar pekerjaan. Suatu orientasi


yang cepat dan dangkal, dan para karyawan baru langsung
ditempatkan di pekerjaan tenggelam ataupun mengap-mengap.

Tugas-tugas pertama karyawan baru tidak signifikan, dimaksudkan untuk


mengajarkan pekerjaan mulai dari dasar sekali.

Memberikan terlampau banyak informasi secara cepat merupakan suatu


keinginan yang baik, namun menjadi pendekatan yang mencelakakan,
menyebabkan para karyawan baru merasa kewalahan dan mati lemas.
KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN ORIENTASI SECARA UMUM
1. KEUNTUNGAN ORIENTASI
Usaha-usaha orientasi yang efektif juga berkontribusi terhadap keberhasilan jangka
pendek dan jangka panjang. Praktik SDM sebagai berikut mengandung saran-saran
mengenai bagaimana membuat orientasi karyawan lebih efektif. Beberapa studi
penelitian dan survei atas pemberi kerja melaporkan bahwa sosialisasi dari
karyawan-karyawan baru dan komitmen awal merka pada perusahaan secara positif
dipengaruhi oleh orientasi. Sosialisasi ini meningkatkan kecocokan antara orangorganisasi, yang juga menguatkan pandangan- pandangan positif terhadap
pekerjaan, rekan kerja, dan organisasi, para pemberi kerja telah menemukan nilai
dari orientasi bahwa tingkat retensi karyawan akan lebih tinggi jika karyawankaryawan baru menerima orientasi yang efektif. Bentuk pelatihan ini juga
berkontribusi pada kinerja organisasional secara keseluruhan ketika para karyawan
lebih cepat merasa sebagai bagian dari organisasi dan dapat mulai berkontribusi
dalam usaha-usaha kerja organisasional.
Satu cara untuk mengembangkan efisiensi dari orientasi adalah melalui
penggunaan orientasi elektronik. Sejumlah pemberi kerja menempatkan informasi
orientasi karyawan umum pada intranet atau situs Web perusahaan. Para karyawan
baru dapat masuk ke dalam sistem dan mendapatkan banyak materi umum
mengenai sejarah perusahaan, struktur, produk dan jasa, pernyataan misi, dan
informasi latar belakang lainnya, dan tidak harus duduk di ruang kelas dimana
informasi tersebut disampaikan secara pribadi atau dengan video. Kemudian,
pertanyaan dan soal yang lebih spesifik dapat ditangani oleh staf SDM dan lainnya
setelah para karyawan meninjau informasi-informasi berbasis Web tersebut.
Sayangnya banyak sesi orientasi karyawan baru dirasakan sebagai hal yang
membosankan, tidak relevan, dan pemborosan waktu oleh karyawan, supervisor,
dan manajer departemen mereka.
2.KELEMAHAN ORIENTASI
Kelemahan umum dari program orientasi adalah pada level supervisor. Walaupun
bagian kepegawaian telah merancang program orientasi secara efeketif dan juga

melatih para supervisor tentang cara bagaimana melakukan orientasi pada


bidangnya, namun seringkali mengalami kegagalan.
Untuk dapat menghindarkan kesalahan umum yang dilakukan oleh para supervisor,
sebaiknya bagian kepegawaian menyediakan satu pedoman yang berisikan tentang
apa-apa yang seharusnya dilakukan oleh supervisor dalam program orientasi
tersebut. Cara lain yang dapat dilakukan adalah buddy system. Yaitu dengan
menetapkan satu orang pekerja yang telah berpengalaman dan meminta
kepadanya mengajak pegawai baru tersebut.
TAHAP ORIENTASI
A. BEBERAPA TAHAP ORIENTASI YANG PENTING DILAKUKAN
1.

Perkenalan

Memperkenalkan pegawai baru, mulai dari unit kerjanya sendiri sampai unit kerja
besarnya dan sampai unit-unit kerja terkait lainnya, akan memberikan ketenangan
dan kenyamanan si pegawai, karena dia merasa diterima di lingkungannya dan hal
tersebut akan mempermudah dia untuk bertanya jika ada hal-hal yang kurang jelas,
bahkan dapat membina kerja sama dengan yang lain dalam rangka menjalankan
tugasnya.

2. Penjelasan Tujuan Perusahaan


Dengan menjelaskan profil perusahaan secara lengkap seperti visi, misi, nilai-nilai,
budaya perusahaan dan struktur organisasi, akan membuat pegawai baru lebih
mengenal perusahaan tersebut, sehingga akan membangkitkan motivasi dan
kemampuan dia untuk mendukung tujuan perusahaan.

3. Sosialisasi Kebijakan
Perlu adanya sosialisasi tentang kebijakan perusahaan yang berlaku, mulai dari
kebijakan baik yang terkait dengan Sumber Daya Manusia seperti Reward, Career,
Training, Hubungan Kepegawaian, Penilaian Pegawai, sampai Termination, juga yang
terkait dengan unit kerja tempat dia bekerja, demikian juga tentang kode etik dan
peraturan perusahaan. Dengan demikian akan memperjelas hal-hal yang perlu
ditaati dan dijalankan dalam memperlancar tugas kerjanya.

4. Jalur Komunikasi
Membuka jalur komunikasi akan mempermudah pegawai baru menyampaikan
aspirasinya maupun pertanyaan-pertanyaannya. Untuk itu perlu dibukanya ruang
komunikasi bagi pegawai baru, baik melalui komunikasi rutin melalui tatap muka
seperti meeting rutin, friday session dll, juga dibukanya jalur media komunikasi
seperti email maupun telephone.

5. Proses Monitoring
Tentunya pada awal bekerja, si pegawai baru sudah disosialisasikan target kerja
yang harus dicapai. Perlu adanya monitor rutin akan hasil kerjanya, sehingga akan
membantu pegawai tersebut lebih lagi meningkatkan kinerjanya. Jika ada
kekurangan, maka dapat disampaikan hal-hal yang perlu dia lakukan untuk
mengatasi kekurangan tersebut. Demikian juga jika ternyata pegawai tersebut
berhasil mencapai target yang lebih, maka dapat ditingkatkan lagi target kerjanya.
Dengan adanya orientasi pegawai baru tersebut diharapkan dapat membantu
pegawai dapat bekerja dengan baik, yang dapat meningkatkan produktivitas
kerjanya, yang pada akhirnya akan mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

5. D.PROSEDUR PENGGUNAAN KOMPUTER


Prosedur penggunaan komputer adalah :

1.Prosedur mengaktifkan komputer


Dengan perangkat komputer yang sudah terang kai dengan baik dan kabel
power yang sudah terkoneksi dengan sumber tegangan listrik (misalnya listrik PLN),
lakukan langkah-langkah berikut :
a. tekan tombol power stabbilizer (jika menggunakan stabilizer).
b. kemudian tekan tombol power di kotak CPU.
c. hidupkan monitor.
d. tunggulah hingga sistem operasi aktif dan komputer siap digunakan.Dalam sistem
operasi MS Windows,komputer siap digunakan untuk menjalankan aplikasi jika sudah
muncul tampilan desktop Windows.

2. Menjalankan Aplikasi
Aplikasi dikomputer dapat diajlankan melalui start menu (di sebelah kiri bawah
desktop) ataupun dobel klik ikon shortcut (padadesktop).
Kita bisa saja menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dalam waktu yg
bersamaan hal ini merupakan kelebihan lingkungan sistem operasi MS Windows
dibandingkan lingkungan sistem DOS.
Sebaiknya kita tidak membuka banyak aplikasi secara bersamaan karena memori
komputer akan terbagi.akibatnya komputer akan lambat kinerjanya .

3. Mematikan Komputer
Dalam sistem operasi MS Windows dan sejenisnya,ada prosedur mematikan
komputer secara benar. Proses mematikan komputer kadang disebut dengan
istilah Shut Down berikut ini adalah langkah-langkahnya :
a. tutup semua program aplikasi dan yang masih aktif,jika belum tersimpan, simpanlah
dokumen yang diperlukan terlebih dahulu.
b. klik start, klik turn off computer
c. pada kotak dialog yang muncul, klik turn off
d. tunggu beberapa saat hingga komputer mati secara otomatis.Pada sebagian
komputer, ada yang belum dilengkapi fasilitas yang dapat mematikan komputer
otomatis setelah proses Shut Down , maka perlu menekan tombol power di CPU.
e. Matikan monitor kemudian matikan stabilizer (jika menggunakan stabilizer)
f. Cabut kabel power (kabel listrik yang ke stop kontak)
Berikut ini ada beberapa kerugian jika kita mencabut kabel, sehingga seketika mati.
a. kemungkinan ada file di komputer kita yang rusak,
b. hardisk di komputer kita akan cepat rusak
c. kemungkinan software di komputer kita tak lagi berjalan normal.
Kerugian kerugian tersebut akan terjadi jika sering kali tidak mematuhi
prosedur yang baik. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mematuhi prosedur
penggunaan komputer yang benar.
Jika listrik sering mati saat komputer kita gunakan, sama saja dengan tidak
mematuhi prosedur yang baik. Oleh karena itu, sangat disarankan penggunaan
stabilizer yang mampu menyimpan listrik dalam waktu tertentu, agar kita memiliki
waktu untuk mematikan komputer dengan prosedur yang baik. Nmaun harganya
tentu lebih mahal. Jika listrik yang digunakan sudah cukup stabil dan bagus,
stabilizer biasa pun sudah cukup.

6. WEWENANG, TANGGUNG JAWAB,


DAN PENDELEGASIAN
WEWENANG
A. WEWENANG
1.

Arti Pentingnya Wewenang

Wewenang merupakan dasar untuk bertindak, berbuat, dan melakukan kegiatan/aktivitas dalam suatu
perusahaan.
Jenis-jenis wewenang :
a.
Wewenang garis, adalah kekuasaan, hak dan tanggung jawab langsung berada pada
seseorang atas tercapainya tujuan. Ia berwewenang mengambil keputusan dan berkuasa, berhak
serta bertanggung jawab langsung untuk merealisasi keputusan tersebut. Disimbolkan dengan
garis (_______).
b. Wewenang staff, adalah kekuasaan dan hak, hanya untuk memeberikan data, informasi dan saransaran saja untuk membantu lini, supaya bekerja efektif dalam mencapai tujuan. Seseorang yang
mempunyai wewenang staf, tidak berhak mengambil keputusan dan merealisasikan keputusan serta
tidak bertanggung jawab langsung atas tercapainya tujuan. Tegasnya pemegang wewenang staf hanya
merupakan pembantu lini untuk menyediakan data, informasi, dan saran-saran dipakai tidaknya
tergantung manajer lini. Disimbolkan dengan garis terputus-putus (---------).
c.
Wewenang fungsional, kekuasaan seorang manajer adalah karena proses-proses, praktek-praktek,
kebijakan-kebijakan tertentu atau soal-soal lain yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatankegiatan oleh pegawai-pegawai lain dalam bagian-bagian lain pula. Disimbolkan dengan garis terputusputus dan titik-titik (-------).
d. Wewenang wibawa, kewibawaan seseorang adalah karena kecakapan, perilaku, ketangkasan, dan
kemampuan, sehingga ia disegani.
C. PENDELEGASIAN WEWENANG
1.

Arti Pentingnya Pendelegasian Wewenang

Dari berbagai definisi tentang pendelegasian wewenang, dapat disimpulkan, bahwa :


a.
Pendelegasian wewenang merupakan dinamika organisasi, karena dengan pendelegasian
wewenang ini para bawahan mempunyai wewenang, sehingga mereka dapat mengerjakan sebagian
pekerjaan delegator (pimpinan).
b. Pendelegasian wewenang merupakan proses yang bertahap dan yang menciptakan pembagian
kerja, hubungan kerja, dan adanya kerja sama dalam suatu organisasi/perusahaan.
c.

Pendelegasian wewenang dapat memperluas ruang gerak dan dan waktu seorang manajer.

d. Pendelegasian wewenang, manajer tetap bertanggung jawab terhadap tercapainya tujuan


perusahaan.
e.

Pendelegasian wewenang menjadi ikatan formal dalam suatu organisasi.

Pendelegasian wewenang penting dan mutlak harus dilakukan seorang manajer (pimpinan), karena :
a.

Manajemen baru dikatakan ada, jika ada pembagian wewenang dan pembagian kerja.

b.

Adanya keterbatasan (fisik, waktu, perhatian, dan pengetahuan) seorang manajer.

c.

Supaya sebagian tugas dan pekerjaan manajer dapat dikerjakan oleh para bawahannya.

d.

Merupakan kunci dinamika organisasi.

e.

Menciptakan ikatan, hubungan formal, dan kerjasama antara atasan dengan bawahan.

f.

Menciptakan terjadinya proses manajemen.

g.

Memperluas ruang gerak dan waktu seorang manajer.

h.

Membuktikan adanya pimpinan dan bawahan dalam suatu organisasi.

i.

Tanpa pendelegasian tidak akan ada pimpinan dan bawahan.

7.PERMASALANCONNECTINGJARINGANLANDANSOLUSINYA

1. Masalah jaringan karena kegagalan kabel jaringan


Yang ini merupakan masalah jaringan yang umum kita temui akibat putusnya kabel jaringan yang bisa
mempengaruhi kinerja sebuah komputer dalam jaringan karena putusnya kabel patch anda karena digigit
tikus; masalah jaringan yang berdampak pada satu blok gedung karena putusnya kabel
antar switch (uplink cable); atau bahkan berdampak pada sebagian besar komputer dalam jaringan lan
anda karena kegagalanbackbone cable.
2.kerusakan

pada Kabel dan konektor Jaringan

Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau
dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk
membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:

Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST.

Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapi
memerlukan penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan

Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45.

Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik
(longgar), susunan pengkabelan yang salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat
dilihat adalah lampu indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada Hub/switch. Jaringan
menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan terpasang
menggunakan topologi star, workstation terpasang secara paralel dengan menggunakan swicth/hub.
Sehingga yang terjadi gangguan hanya pada workstation yang kabelnya mengalami gangguan saja

Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC.

Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan
sering terjadi gangguan karena konektor yang longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka
resistor pada terminating conector. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor ini
menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar komputer berhenti
Jika terjadi kerusakan pada kabel dan konektor jaringan yang disebabkan oleh suatu hal,
solusinya kita lihat dahulu apakah kabel yang kita gunakan itu benar-benar tidak bias digunakan lagi
atau masih bisa, jika tidak kita perlu menggantinya dengan kabel dan konektor yang baru.atau jika
yang rusak itu hanya pada konektornya namun kabelnya masih dapat digunakan kita hanya perlu
memgganti konektornya saja.
3. Masalah jaringan karena kegagalan piranti jaringan
Skala gangguan akibat dari kegagalan piranti jaringan juga bisa bervariasi, dari hanya sebuah komputer
karena kegagalan NIC lan card; beberapa komputer karena kegagalanswitch; atau bahkan berskala
luas karena kegagalan pada switch central yang menghubungkan jaringan server. Untuk kegagalan lan
card di salah satu komputer bisa diganti dengan network card cadangan anda.
4.Gangguan

atau Kerusakan pada Hub/switch

Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika
Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi
antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub
dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing masing workstation.
Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika
ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation
sedang tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
Jika terjadi kerusakan pada HUB maka pertama kita harus mengecek apakah HUB yang kita
gunakan memang sudah rusak atau hanya mengalami gangguan saja,namun jika HUB yang kita
gunakan memang benar-benar pasitif rusak maka kita perlu menggantinya dengan HUB yang baru
atau dapat diperbaiki ditempat service khusus.namun saran kami lebih baik mengganti dengan yang
baru selain kwalitasnya yang lebih bagus biasanya biaya memperbaiki hampir sama dengan biaya
membeli baru.

5. Masalah jaringan karena kegagalan system


Kegagalan system bisa saja karena ada masalah dengan DHCP server anda sehingga clients tidak
menerima IP address. Atau bisa saja karena ada masalah dengan system Directory Services anda
sehingga clients tidak bisa logon ke jaringan.Atau bisa saja karena ada masalah dengan register nama
pada system DNS anda.
6.Tidak

bisa sharing data

Hal ini sering terjadi dikarenakan sharing pada computer masih di disable jadi
kita harus mengaktifkan dengan
Jadi klik pada Lalu pilih lalu ceklist lalu apply
Selain itu mungkin sedang terjadi hang pada computer dan yang harus ditempuh
adalah merestar komputer.
Hal ini juga sering terjadi karena IP yang kita gunakan salah atau sama dengan IP
komputer lainnya. Ganti dengan IP yang beda.
7. Masalah jaringan karena ledakan virus
Jenis ini juga merupakan masalah jaringan yang bukan karena kegagalan infrastruktur jaringan fisik, akan
tetapi system jaringan anda akan kebanjiran traffic dari pengaruh virus yang menyerang system server
dan menulari ke semua komputer dalam jaringan anda. Kinerja dari system jaringan anda akan menjadi
sangat pelan sekali bahkan boleh dibilang ambruk. Apa yang bisa anda lakukan dengan serangan virus
ini adalah menerapkan best practice security policy, pertahanan system anda harus kebal sekali.
8. Masalah Koneksi putus-putus
Penyebab : Kualitas Jaringan telepon menurun, suara telepon kemrosok atau ada dengung
Solusi : - Cek perkabelan rumah (dari KTB sampai Modem)
- Jika masih coba lapor ke kantor TELKOM terdekat
9. Masalah Koneksi Lambat
Penyebab : Banyaknya PC yang disharing.
Aktifitas Client-client PC yang Download atau Upload Malware (Virus, Trojan, Spyware) yang
menghabiskan Bandwidth anda Kondisi PC yang Memang Lambat
Solusi : Gunakan Bandwidth management Gunakan antivirus atau anti Spyware
10. Masalahnya terdapat pada Network Connection, dimana nomer IP, Gateway dllnya nge-blank,
padahal sudah di setting manual, Status jaringan connected dan masih bisa mengakses data jaringan via
IPX/SPX/NetBIOS, tapi nomer IP nya tidak dapat maka akses internet tetap mati.
Solusi :
Error 1068: The dependency service or group failed to start. DHCP Client Service padaWindows
XP tergantung pada tiga komponen berikut: * AFD * NetBios over Tcpip * TCP/IP Protocol Driver Jika

salah satu dari driver diatas gagal jalan, maka DHCP ClientService akan gagal jalan / not start.
Langkah I - Pastikan bahwa ketiga file driver diatas ada pada tempatnya Buka Windows Explorer arahkan
ke folder %Windir%\System32\Drivers. Pastikan file-file dibawah ini ada di folder tersebut: * afd.sys *
tcpip.sys * netbt.sys
Jika satu atau beberapa dari file-file diatas hilang \ tidak ada, extrakkan dari Windows XP CD-ROM atau
dari folder ServicePackFiles\i386. ---> Yang saya lakukan adalah mengkopikan dari komputer lain
yang Windows XP-nya masih OK.
Langkah II - Direstart Simple TCP/IP dah jalan normal dan sambungan internet.
11. Masalah Koneksi lambat
Solusi: Menambah Kecepatan Koneksi Internet Menambah kecepatan akses internet sangat diinginkan
para pengguna internet. Ada banyak cara digunakan untuk menambah kecepatan akses koneksi internet,
dari cara simpel menonaktifkan loading gambar pada browser hingga penggunaan software tertentu.

Komputer tidak terdeteksi oleh komputer lain


Hal ini sering terjadi dikarenakan alamat digunakan dan IP yang kosong. Lalu ganti IP
address sehingga bisa terdeteksi oleh komputer lain. Selain itu kita jug abis mengecek apakah
komputet kita bisa terkoneksi dengan komputer orang lain lalu ketik pingRun caranya adalah
12.

Klik start <> -t. misalnya ping 192.168.0.89. Nanti akan muncul balasan Jika Reply
From . . . . . . berarti komputer kita sudah terkoneksi dengan baik jika muncul Request Time Out
maka komputer kita tidak bisa terkoneksi dengan komputer lain.

8 . Prosedur transaksi data kasir pada saat


listrik padam
Prosedurnya ialah, dibuat secara manual,
setelah listrik hidup . dilanjutkan dgn
menggunakan komputer