Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN USAHA KESEHATAN MASYARAKAT

LAPORAN F.6. UPAYA PENGOBATAN DASAR


TOPIK : LOWER BACK PAIN

Disusun Sebagai Salah Satu Syarat dalam Menempuh Program Dokter Internsip di UPT
Puskesmas Singkawang Utara

Disusun Oleh :
dr. Hendra Setyawan

Pendamping Internsip:
dr. Ricka Sandra Naibaho

PROGRAM DOKTER INTERNSIP INDONESIA


KECAMATAN SINGKAWANG UTARA
KALIMANTAN BARAT
OKTOBER 2015 - JANUARI 2016

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN KEGIATAN USAHA KESEHATAN MASYARAKAT ( UKM )

LAPORAN F.6. UPAYA PENGOBATAN DASAR


TOPIK : LOWER BACK PAIN

Disusun Sebagai Salah Satu Syarat dalam Menempuh Program Dokter Internsip di UPT
Puskesmas Singkawang Utara

Disusun Oleh :
dr. Hendra Setyawan

telah diperiksa dan disetujui pada tanggal

Oleh :
Pendamping Dokter Internsip

Dr. Ricka Sandra Naibaho


Nip. 19681005200212204

Januari 2016

I.

LATAR BELAKANG
Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan keluhan yang sering
dijumpai di praktek sehari-hari, dan diperkirakan hampir semua orang pernah
mengalami nyeri punggung paling kurangnya sekali semasa hidupnya. Nyeri
punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat
merupakan nyeri lokal (inflamasi), maupun nyeri radikuler atau keduanya. Nyeri yang
berasal dari punggung bawah dapat berujuk ke daerah lain atau sebaliknya yang
berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung bawah (refered pain).
Walaupun nyeri punggung bawah jarang fatal namun nyeri yang dirasakan
menyebabkan penderita mengalami suatu kekurangmampuan (disabilitas) yaitu
keterbatasan fungsional dalam aktifitas sehari-hari dan banyak kehilangan jam kerja
terutama ada usia produktif, sehingga merupakan alasan terbanyak dalam mencari
pengobatan.
Di Amerika Serikat diperkirakan lebih 15% orang dewasa mengeluh nyeri
punggung bawah atau nyeri yang bertahan hampir dua minggu (Lawrence dkk, 1998).
Nyeri punggung bawah adalah suatu sindroma nyeri yang terjadi pada

Regio

punggung bagian bawah dan merupakan work related musculoskeletal disorders.


Nyeri punggung bawah telah terid entifikasi oleh Pan American Health Organization
antara tiga masalah kesehatan pekerjaan yang dikenalpasti oleh WHO (Choi dkk,
2001). Menurut Punnett

L dkk, prevalensi 37% daripada nyeri punggung bawah

disebabkan oleh pekerjaan individu-individu tersebut, dengan pembahagian lebih


banyak pada laki-laki berbanding wanita. Sedangkan penelitian Community Oriented
Program for Controle of Rheumatic Disease (COPORD ) Indonesia menunjukan
prevalensi nyeri punggung 18,2 % pada laki-laki dan 13,6 % pada wanita. National
Safety Council pula melaporkan bahwa sakit akibat kerja yang frekuensi kejadiannya
paling tinggi adalah sakit/nyeri pada punggung, yaitu 22% dari 1.700.000 kasus
(Tarwaka, dkk, 2004). Di negara industri keluhan nyeri punggung bawah merupakan
keluhan kedua setelah nyeri kepala. Di Amerika Serikat lebih dari 80% penduduk
mengeluh nyeri punggung bawah dan biaya yang dikeluarkan tiap tahun untuk
pengobatan berkisar 75 juta dolar Amerika
Penanganan nyeri punggung bawah secara umumnya bervariasi mengikut
studi, jenis-jenis pekerjaan, dan persekitaran lokal. Biasanya dalam kondisi biasa

nyeri tersebut akan hilang dengan sendirinya selepas beberapa hari tanpa memerlukan
pengobatan, tetapi tidak selalunya. Menurut Jellema dkk (2001), fokus utama dalam
penanganan nyeri punggung bawah berupa prevalensi untuk masa hadapan agar tidak
menderita nyeri punggung bawah ulang. Aturan antarabangsa (International
Guidelines) untuk penanganan nyeri ini secara umumnya bisa ditangani oleh
perawatan primer (Koes BW, dkk). Di Indonesia, Departemen Kesehatan telahpun
mengeluarkan upaya pelayanan kesehatan primer pada masyarakat tersebut yang
diatas meliputi, peningkatan kesehatan (promotif), upaya pencegahan (preventif),
pengobatan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif) (Depkes RI, 1999). Menurut
Hanung P (2008), fisioterapi dalam hal ini memegang peranan untuk mengembalikan
dan mengatasi gangguan impairment dan activity limitation sehingga pasien dapat
beraktivitas kembali. Namun menurut literatur 33% pasien masih mengalami nyeri
hilang-timbul atau nyeri persisten selepas satu tahun, dan satu daripada lima pasien
masih mempunyai kekurangan fungsi gerakan. Hanya 25% telah sembuh total nyeri
punggung mereka selepas satu tahun, dengan ini pencegahan lebih diutamakan
daripada pengobatan.
a. Definisi
Low back pain atau lumbago dalam nyeri pinggang sering terjadi akibat
gangguan pada tulang dan otot punggung. Sakit pinggang atau low back pain
merupakan keluhan umum. Kebanyakan orang mengalami hal tersebut dalam
kehidupan manusia. Lebih dari 80% manusia akan mengalami nyeri pinggang
dalam kehidupan mereka. Low back pain adalah salah satu alasan paling sering
orang berobat ke dokter atau ke medis.
b. Angka Kejadian
Nyeri pinggang terjadi pada 60-90 % sepanjang kehidupan manusia, 90 %
kasus nyeri pinggang akan sembuh tanpa pengobatan dalam waktu 6-12 minggu.
Kasus ini akan meningkat pada usia > 45 tahun.
c. Penyebab Low Back Pain
Sebagian besar kasus nyeri pinggang dapat dihubungkan dengan penyebab
umum seperti ketegangan otot, cedera otot atau penggunaan yang berlebihan atau
dapat dikaitkan dengan kondisi tertentu yang terjadi pada tulang belakang.

Kondisi tulang belakang terkait yang paling umum yang menyebabkan nyeri
punggung bawah adalah:
a. Hernia Diskus (HNP, Hernia Nukleous Pulposus)
b. Penyakit Degeneratif pada Diskus
c. Spondylolisthesis
d. Stenosis Spinal
e. Osteoarthritis
Kondisi yang jarang menyebabkan low back pain yang tidak terdapat diatas
seperti disfungsi sendi sacroiliac, tumor tulang belakang, fibromyalgia, dan
sindrom piriformis.
Dalam keadaan sehari-hari dari nyeri pinggang secara akut terjadi setelah
gerakan yang melibatkan mengangkat benda berat, memutar , atau yang lainnya.
Gejala-gejala dapat segera dimulai setelah gerakan atau setelah bangun keesokan
harinya. Nyeri kadang muncul disertai menjalar ke kaki. Gejala dapat berkisar dari
nyeri pada titik tertentu pada pinggang atau memburuk dengan gerakan tertentu
seperti duduk atau berdiri. Hal inilah yang membuat orang berobat ke dokter. Nyeri
pinggang akut ini kadang ada yang berlanjut menjadi nyeri kronis yang dapat
mengganggu kehidupan seseorang seperti sulit tidur, cemas dan depresi bila nyeri
dirasakan berat.
d. Bagaimana cara menghilangkan Low Back Pain ?
Untuk nyeri akut yang ringan atau sedang bertujuan untuk restorsi fungsi
normal seperti kembali bekerja dan menghilangkan rasa nyeri. Bila datang ke
dokter bisa dilakukan sebagai berikut :
a. Terapi Medikamentosa : bisa di coba dengan menggunakan obat anti
nyeri golongan NSAID baik dengan injeksi atau obat minum.
b. Terapi fisik : dilakukan dengan alat-alat fisioterapi
c. Pembedahan atau Surgery : tergantung dari kasusnya, bila kasus nyeri
tulang belakang tersebut indikasi untuk dilakukan pembedahan semisal
HNP,

Canal

stenosis,

dan

lain-lainnya.

Tujuannya

untuk

menghilangkan penyebabnya atau penjepitan saraf yang menyebabkan


nyeri. Cara lain yang dilakukan adalah dengan injeksi obat tertentu
langsung pada tempat nyeri tersebut (interventional pain management).
Cara-cara tersebut dilakukan oleh ahlinya yaitu dokter bedah saraf.

II.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan hasil uraian tersebut, kita dapat melihat bahwa masalah nyeri
punggung bawah merupakan banyak masalah yang cukup sering kita temui dalam
keseharian karena berhubungan dengan pekerjaan, aktivitas fisik maupun postur
tubuh. Semua usia dan gender dapat mengalami nyeri punggng bawah. Maka dari itu
penting bagi pasien untuk mencari pengobaan yang tepat bagi penyakitnya dan
mengetahui apa fakor resiko terbesar pencetus nyeri punggung bawah mereka agar
keluhan tidak berulang.

III.

PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI


Intervensi yang dilakukan berupa memberikan pengobatan dasar bagi pasien
yang datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri punggung bawah. Dari anamnesis
dan keluhan klinis serta pemeriksaan fisik dianalisis sumber nyeri apakah berasal dari
otot, tulang, ataupun sendi sehingga penatalaksaan yang tepat dapat diberikan.
Penting juga bagi pasien untuk mengetahui mengenai penyakitnya agar tidak terulang
kembali.

IV.

PELAKSANAAN
Pengobatan dasar dilaksanakan setiap hari pada jam kerja puskesmas, di
poliklinik umum Puskesmas Singkawang Utara. Pada kasus nyeri punggung bawah
ini, pasien yang datang dapat langsung dilakukan pemeriksaan mulai dari anamnesis,
pemeriksaan fisik, maupun penunjang di puskesmas bila diperlukan. Pasien langsung
diberikan terapi yang sesuai dengan diagnosis penyakitnya.

V.

MONITORING DAN EVALUASI


Monitoring dan evaluasi dalam jangka pendek dilakukan saat pasien
memeriksakan diri ke puskesmas. Monitoring dan evaluasi dalam jangka panjang

dilakukan apabila pasien melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas untuk


melakukan kontrol.
VI.

DOKUMENTASI