Anda di halaman 1dari 7

IDENTIFIKASI BAHAYA DAN ANALISIS RISIKO

KEBAKARAN/LEDAKAN SEBAGAI DASAR PERANCANGAN


SISTEM TANGGAP DARURAT PADA KEGIATAN PRODUKSI PT. X
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ANALYSIS OF
FIRE/EXPLOSION FOR EMERGENCY RESPONSE DESIGN
IN PRODUCTION PROCESS PT. X
Resti Ayu Lestari1 dan Katharina Oginawati2
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10 Bandung 40132
1
lestari.restiayu@gmail.com, 2katharina.oginawati@gmail.com
Abstrak: Peningkatan industri pupuk dunia berimplikasi pada peningkatan jumlah industri amonia. Amonia
memegang peranan penting pada proses produksi pupuk dalam hal penyediaan nitrogen. Proses pembuatan
amonia melibatkan bahan baku berupa gas alam yang bersifat flammable dengan temperatur dan tekanan yang
tinggi dalam setiap tahapan prosesnya. Reformer (primary dan secondary) merupakan unit proses produksi
amonia dengan temperatur dan tekanan paling tinggi serta paling berisiko mengalami kegagalan yang dapat
mengakibatkan terjadinya kebakaran/ledakan. Reformer berperan sebagai salah satu tahapan pemurnian gas
alam untuk mendapatkan hidrogen. Primary reformer PT. X terdiri dari 378 tube dengan temperatur dan tekanan
berturut-turut adalah 815oC dan 32,5 kg/cm2, sedangkan secondary reformer berbentuk reaktor yang terdiri dari
mixing dan reaction zone dengan temperatur dan tekanan berturut-turut adalah 1200oC dan 32,5 kg/cm2. Oleh
karena itu, dilakukan identifikasi bahaya, analisis risiko, analisis dispersi gas serta rencana tanggap darurat jika
terjadi kebakaran/ledakan dari reformer. Penelitian ini dilakukan dengan metode Fault Tree Analysis untuk
identifikasi bahaya, Dows Fire & Explosion Index untuk analisis risiko, ALOHA dan MARPLOT untuk
analisis dispersi gas.
Kata kunci: kebakaran/ledakan, reformer, Dows Fire Explosion Index, ALOHA, MARPLOT
Abstract:Increasing of fertilizer industry in the world forces the increasing of ammonia industry as well.
Ammonia is used as nitrogen source in fertilizer industry. Ammonia process production involve natural gas
(flammable) with high temperature and high pressure in the process. Reformer (primary and secondary) are the
unit that have the highest temperature and pressure among all the ammonia unit process.Beside that, reformers
have the highest risk to fail and make fire/explosion. Reformers are one of the unit process that used to get
hydrogen from natural gas. Primary reformer in PT. X has 378 tubes, temperature 815oC and pressure 32,5
kg/cm2. Secondary reformer in PT. X is like a reactor that consist of mixing and reaction zone with temperature
and pressure are 1200oC and 32,5 kg/cm2. The object of this research are conducting the hazard identification,
risk analysis, gas dispersion analysis and emergency respons planning for the fire/explosion. This research use
Fault Tree Analysis for hazard identification, Dows Fire & Explosion Index for risk analysis, ALOHA and
MARPLOT for gas dispersion analysis.
Keywords: fire/explosion, reformer, Dows Fire Explosion Index, ALOHA, MARPLOT

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Peningkatan kebutuhan pupuk dunia berbasis nitrogen dari tahun ke tahun menuntut
produksi amonia yang lebih besar lagi. Menurut data yang bersumber dari IFA (Industrial
Fertilizer Industry Association) pada Juni 2014, kebutuhan pupuk dunia tahun 2013 adalah
111,3 MT dan diprediksi akan meningkat pada tahun 2018 menjadi 119,5 MT. Fungsi utama
amonia adalah sebagai penyedia nitrogen dalam bentuk siap pakai.
Industri amonia merupakan salah satu jenis industri yang tergolong major hazard. Major
hazard secara umum terdiri dari kebakaran, ledakan dan kebocoran bahan kimia (Less, 1996).

Kebakaran merupakan bahaya yang paling mengkhawatirkan dan memiliki frekuensi


kejadian yang tertinggi dibanding major hazard lainnya (Gultom, 2009).
Sumber kebakaran dan ledakan industri amonia adalah bahan baku berupa gas alam yang
bersifat flammable dan unit prosesnya yang menggunakan temperatur dan tekanan tinggi.
Menurut Ojha dan Dhiman (2010), tahapan proses produksi amonia yang paling sering
mengalami kegagalan adalah proses reformer dan sintesis amonia. Proses reformer
merupakan salah satu tahapan proses produksi amonia dengan pembakaran suhu tinggi untuk
mengubah CH4 menjadi Hidrogen (bahan baku amonia). Kegagalan kerja reformer juga bisa
disebabkan oleh tersumbatnya tube-tube di dalam reformer sehingga dapat berpotensi
terbakar dan meledak.
Beberapa penelitian sebelumnya menghasilkan beberapa penyebab dari kegagalan
reformer. Singh et al (2000) di dalam Ojha and Dhiman menjelaskan bahwa kegagalan
reformer disebabkan karena kebocoran pada tube sehingga memicu timbulnya api.
Disamping itu, Bhaumik et al (2002) di dalam Ojha and Dhiman mengemukakan bahwa
kegagalan reformer juga disebabkan oleh korosi pada tube-tube reformer yang tidak
dilakukan maintenance dalam dua tahun.
Berdasarkan penelitian sebelumnya ini, maka akan dilakukan analisis risiko dan
identifikasi bahaya pada industri pupuk PT. X Cikampek untuk mengetahui konsekuensi yang
harus diterima perusahaan jika keadaan darurat terjadi, khususnya jika terjadi kegagalan pada
tahapan reformer.
Metode identifikasi yang diterapkan adalah Fault Tree Analysis (FTA). Metode FTA
dapat diterapkan untuk mengidentifikasi penyebab kejadian-kejadian besar seperti ledakan,
kebakaran maupun pelepasan gas toksik (Woodside di dalam Cokro 2009).
Analisis risiko dari bahaya kebakaran dilakukan dengan menggunakan metode Dow Fire
Explosion Index (Dow-F&EI) serta software ALOHA dan MARPLOT (Cameo). Penggunaan
metode Dow-F&EI akan memberikan informasi mengenai radius kebakaran, kerugian
finansial dan hari kerja yang harus ditanggung perusahaan. Penggunaan software ALOHA
dan MARPLOT (Cameo) akan memberikan informasi mengenai luasan area yang termasuk
zona merah, oranye dan kuning berdasarkan tekanan ledakannya serta probabilitas fasilitas
eksisting yang akan terkena dampaknya.
Hipotesis
Unit proses primary dan secondary reformer berisiko menimbulkan kebakaran/ledakan
sehingga diperlukan suatu sistem tanggap darurat.

METODOLOGI PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Pengambilan data penelitian ke industri terkait dilakukan pada bulan November 2015-Januari
2016. Industri yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah PT. X Cikampek yang bergerak
pada bidang industri pupuk kimia.
Objek Penelitian
Pelaksanaan penelitian difokuskan pada unit proses primary dan secondary reformer.
Reformer merupakan salah satu tahapan pemurnian gas alam untuk mendapatkan hidrogen.
Primary reformer PT. X terdiri dari 378 tubes dengan temperatur dan tekanan berturut-turut
adalah 815oC dan 32,5 kg/cm2, sedangkan secondary reformer berbentuk reaktor yang terdiri
dari mixing dan reaction zone dengan temperatur dan tekanan berturut-turut adalah 1200oC
dan 32,5 kg/cm2
Kerangka Penelitian
Kerangka penelitian meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, identifikasi bahaya
kebakaran/ledakan, analisis bahaya kebakaran/ledakan, analisis pola dispersi gas dan
2

pembuatan rencana sistem tanggap darurat yang tepat. Diagram alir dari metodologi
penelitian dapat dilihat pada Gambar 1.
Identifikasi Masalah

Pengumpulan Data

Data Sekunder
- Gambaran umum perusahaan
- Kecepatan dan arah angin (BMKG)
- Gambaran umum proses produksi
- Layout industri
- Jarak antar unit reformer
- Jarak unit reformer dengan fasilitas lain
- Spesifikasi Primary and secondary
reformer
- Bahan baku proses
- MSDS
- SOP proses produksi
- Nilai aset perusahaan

Data Primer
- Wawancara dengan engineer
- Brainstorming potensi ledakan/
kebakaran
- Temperatur dan tekanan di dalam
reformer
- Identifikasi kandungan zat di dalam
reformer

Identifikasi Bahaya

Analisis Risiko Bahaya


Kebakaran

Analisis Pola Dispersi


Gas

FTA

Dow F&EI dan


ALOHA

ALOHA

Perancangan sistem tanggap


darurat

Hasil dan Pembahasan

Gambar 1. Diagram alir penelitian

1. Identifikasi Bahaya
Identifikasi bahaya dilakukan pada unit primary dan secondary reformer yang dapat
menimbulkan risiko ledakan dan kebakaran. Metode identifikasi dilakukan dengan
menggunakan FTA (Fault Tree Analysis).
2. Analisis Risiko Bahaya
Analisis risiko bahaya ledakan dan kebakaran unit primary dan secondary reformer pada
penelitian ini dilakukan menggunakan 3 metode yaitu, Dows Fire Explosion Index (DFEI),
ALOHA dan MARPLOT.
2.1 Dows Fire Explosion Index (DFEI)
DFEI bertujuan untuk mengetahui luasan area terkena dampak ledakan/kebakaran, jumlah
hari kerja yang hilang sampai kepada kerugian finansial yang dialami oleh perusahaan.
3

2.2 ALOHA dan MARPLOT


ALOHA merupakan software yang digunakan untuk mengetahui dispersi pencemar gas yang
berasal dari unit primary dan secondary reformer jika ledakan dan kebakaran terjadi.
MARPLOT merupakan software yang berfungsi untuk memetakan hasil analisis risiko
bahaya ledakan/kebakaran yang didapat dari hasil ALOHA. MARPLOT dapat memberikan
estimasi fasilitas yang mungkin terkena dampak jika terjadi ledakan/kebakaran. MARPLOT
dan ALOHA dapat digabungkan dalam satu software yang disebut juga dengan Cameo.
3. Analisis Pola Dispersi Gas
Ledakan/kebakaran yang bersumber dari unit primary dan secondary reformer akan
mengeluarkan kontaminan kimia yang dapat membahayakan masyarakat di sekitar area
perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan pemetaan dispersi kontaminan (gas) sehingga
diketahui arah pergerakan gas dan luasan area yang terkena dampak yang terparah sampai ke
yang paling aman.
4. Perancangan Sistem Tanggap Darurat
Setelah diperoleh hasil identifikasi bahaya dan analisis risiko maka dapat dilakukan
pembuatan sistem tanggap darurat yang sesuai untuk perusahaan. Pembuatan sistem tanggap
darurat ini mengacu kepada peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia ditambah dengan
standar-standar internasional bagi peraturan-peraturan yang belum ada di Indonesia.

GAMBARAN UMUM INDUSTRI


PT. X Cikampek memiliki kapasitas produksi amonia 660.000 MT/tahun. Bahan baku berupa
gas alam diperoleh dari Pertamina, air diperoleh dari Sungai Parungkadali dan sungai Cikao
dan udara bebas di sekitar pabrik sebagai sumber Nitrogen. Tahapan produksi amonia dapat
dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Proses produksi amonia di PT. X

DAFTAR PUSTAKA
Al-Dhfeery, Ali Ashour and Jassem. 2012. Modeling and Simulation of an industrial secondary reformer
reactor in the Fertilizer Plant. International Journal of Industrial Chemistry.
American Institute of Chemical Engineers. 1994. Dows Fire & Explosion Index Hazard Classification Guide.
AlChE Technical Manual.
Andriansyah, Gunawan. 2013. Identifikasi Bahaya dan Analisis Risiko Menggunakan Metode SWeHI, DOW
F&EI dan Dow LL-F&EI Sebagai Dasar Perancangan Sistem Tanggap Darurat Pada Kegiatan
Produksi Resin Sintetik (Studi Kasus: PT. Alkindo Mitra Jaya). Laporan Tesis. Institut Teknologi
Bandung: Bandung-Indonesia.
Anonymous. 1999. Marplot Users Manual. U.S Environmental Protection Agency: Washington DC.
Anonymous. 2007. ALOHA Users Manual. U.S Environmental Protection Agency: Washington DC.

Aiyou, WU dkk. 2014. City Fire Risk Analysis Based on Coupling Fault Tree Method and Triangle Fuzzy
Theory. International Symposium on Safety Science and Technology. Science Direct.
Burris, Cecil Bradley. 2012. The Effects of Hazardous Chemical Release Areas of Dense Urban Population: A
Study of The Vulnerability of Sumter County, Florida. Thesis. Emergency and Disaster Management.
American Public University System: West Virginia.
Cokro, Hadi. 2009. Analisis Potensi Ledakan PT. X. Tugas Akhir. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Indonesia: Jakarta.
Gultom, Imran Zulkarnain. 2009. Analisis Konsekuensi Penyebaran Amonia Pada Kebocoran Storage Tank
Ammonia 2101-F Di PT. Pupuk Kujang Cikampek Pada Tahun 2009 dengan Menggunakan ALOHA (Area
Locations Of Hazardous Athmosphere). Tugas Akhir. Fakultas Ilmu Kesehatam Masyarakat Universitas
Indonesia: Jakarta.
Hamonangan, Andy. 2010. Perancangan Tanggap Darurat Kebakaran di Depot Bahan Bakar Minyak dengan
Metode Analisis Risiko Dow Fire and Explosion Index dan Archie. Laporan Tesis. Institut Teknologi
Bandung: Bandung-Indonesia.
Index Mundi. 2012. Ammonia Production by Country.
http://www.indexmundi.com/minerals/?product=ammonia

Akses

tanggal

02

November

2015.

International Fertilizer Industry Association. 2014. Fertilizer Outlook 2014-2018. Akses tanggal 02 November
2015.
http://www.fertilizer.org/imis20/images/Library_Downloads/2014_ifa_sydney_summary.pdf?WebsiteKey
=411e9724-4bda-422f-abfc8152ed74f306&=404%3bhttp%3a%2f%2fwww.fertilizer.org%3a80%2fen%2fimages%2fLibrary_Downlo
ads%2f2014_ifa_sydney_summary.pdf
Ojha, Madhusoo and Dhiman. 2010. Problem, Failure and Safety Analysis of Ammonia Plant: a Review.
International Review of Chemical Engineering Vol 2.
Sparrow, R.E. Firebox Explosion in a Primary Reformer Furnace. Western Co-operative Fertilizer: Canada.

RENCANA JADWAL KERJA


Rencana jadwal kerja penelitian dapat dilihat pada Tabel 1 (optimis) dan Tabel 2 (pesimis).
Tabel 1. Rencana jadwal kerja
No.

Kegiatan Penelitian

Studi literatur

Proses perizinan

Proses penelitian

11

Survey awal di PT. X


Pengumpulan data
primer dan sekunder
Seminar Proposal
Pengolahan data
(FTA, Dow F&EI,
ALOHA, MARPLOT
Analisis
Pembuatan usulan
sistem tanggap darurat
di PT. X
Sidang Magister

12

Penyusunan laporan

6
7
8
9
10

Okt-15
1

Nov-2015
4

Des-15
4

Jan-16
4

Feb-16
4

Mar-16
4

Tabel 2. Rencana jadwal kerja


No.

Kegiatan
Penelitian

Studi literatur

Proses perizinan

Proses penelitian
Survey awal di PT.
X
Pengumpulan data
primer dan
sekunder
Seminar Proposal

4
6
7
8
9
10

Okt-15
1

Nov-2015
4

Des-15
4

Jan-16

Pengolahan data
(FTA, Dow F&EI,
ALOHA,
MARPLOT
Analisis
Pembuatan usulan
sistem tanggap
darurat di PT. X

11

Sidang Magister

12

Penyusunan
laporan

Feb-16
4

Mar-16
4

Apr-16
4