Anda di halaman 1dari 5

1. Kasus 1 untuk soal no 1 s.

d no 3
Bayi B umur 3 hari, BBL 3100 gram, BB sekarang 3000 gram.Bayi menetek kuat, tali pusat
tidak ada tanda-tanda infeksi. Prinsip utama yang harus diprhatikan dalam merawat tali pusatnya
adalah.
A.
B.
C.
D.
E.

Steril
Bersih
Dibungkus rapat
Bersih dan kering
Dibungkus kasa betadin

2. Pada saat ini Bayi B perlu mendapatkan imunisasi.


A. BCG
B. HB1
C. DPT
D. Polio
E. Campak
3. Sebelum dibawa pulang, informasi yang harus diberikan pada keluarga bayi B adalah
A. Pemberian PASI setiap saat
B. Mempertahankan ASI setiap 3 jam
C. Pemberian antibiotic secara rutin agar tidak terjadi infeksi
D. Pemberian makanan tambahan bayi agar bayi cepat besar
E. Mempertahankan kehangatan tubuh bayi agar bayi tidak kedinginan
4. Kasus 2 uuntuk soal no 4 s.d no 8
Bayi R usia 1 bulan 35 hari sudah mendapat imunisasi BCG 2 hari yang lalu, saat ini timbul
bengkak dan merah pada tempat penyuntikan. Masalah yang terjadi pada bayi R disebabkan
oleh.
A. Alergi terhadap vaksin
B. Penyuntikan terlalu dalam
C. Dosis vaksin terlalu banyak
D. Reaksi normal imunisasi BCG
E. Bayi tidak tahan dengan vaksin BCG
5. Dosis Imunisasi yang diberikan untuk bayi R adalah.
A. 0.1 ml
B. 0.5 ml
C. 0.01 ml
D. 0,02 ml
E. 0,05 ml
6. Timbulnya scar pada lengan bayi R adalah.
A. Mencegah penyakit infeksi saluran pernafasan
B. Membuat kekebalan aktif terhadap penyakit TBC
C. Memberi kekebalan aktif terhadap penyakit difteri
D. Mendapat kekebalan aktif terhadap penyakit campak

E. Membuat kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus


7.Timbulnya scar pada lengan bayi R adalah . minggu
A. 1
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
8. Apabila bayi R dalam waktu yang telah ditentukan tidak timbul scar pada tempat penyuntikan,
maka tindakan selanjutnya adalah.
A. BCG test
B. Rontgen test
C. Mantoux test
D. Spuntum test
E. Kadar darah test
9. Kasus 3 untuk soal no. 9 s.d 13
Bayi M usia 3 bulan, dibawa kepuskesmas untuk mendapatkan imunisasi, bidan memberikan
imunisasi DPT 1 dan polio 3. Setelah (38,5 0C). Demam tinggi yang terjadi pada bayi M
merupakan efek samping dari.
A. DPT
B. Polio
C. Polio dan DPT
D. Cara penyuntikan
E. Tempat penyuntikan
10. Teknik pemberian imunisasi DPT pada bayi M diberikan secara.
A. Tetsan peroral
B. Injeksi subcutan
C. Injeksi intravena
D. Injeksi intrakutan
E. Injeksi intramuscular
11.Kekebalan yang didapat bayi M setelah imunisasi adalah.
A. Pasif
B. Kombinasi
C. Aktif alami
D. Aktif buatan
E. Pasif bawaan
12. Jadwal yang tepat untuk pemberian imunisasi selanjutnya pada bayi M adalah.
A. 4 minggu
B. 6 minggu
C. 8 minggu
D. 12 minggu
E. 16 minggu
13. Tindakan yang tepat untuk menangani efek samping tersebut adalah kecuali
A. Berikan ASI sesering mungkin
B. Berikan selimut tebal pada bayi

C. Berikan parasetamol sesuai dosis


D. Berikan cairan ekstra untuk minum
E. Jangan beri pakaian berlebihan pada bayi
14.Kasus 4 untuk soal no 14 s.d no 18

Tn. A umur 35 tahun datang ke poli mata RS. X dengan keluhan mengalami sering pusing dan
penglihatan kabur. Diruang poli mata tersebut, Tn.A dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan
ketajaman penglihatan dengan menggunakan snellen chart.Ketika dilakukan pemeriksaan pada
mata kanan Tn.A hanya mampu menyebutkan huruf pada baris ke 5, dan pada mata kiri Tn.A
hanya mampu menyebutkan huruf pada baris ke 4.Berapakah visus Tn.A
A. VOD: 20/50, VOS kiri: 20/40
B. VOD: 20/40, VOS: 20/50
C. VOD: 20/50, VOS: 20/30
D. VOD: 20/30, VOS: 20/50
E. VOD: 20/40, VOS: 20/30
15. Dari kasus diatas, arti dari nilai visus pada mata kiri Tn.A adalah.
A. Orang normal dapat membaca pada jarak 50 kaki sedangkan Tn.A hanya dapat
membacanya pada jarak 20 kaki
B. Orang normal dapat membaca pada jarak 20 kaki, sedangkan Tn.A hanya dapat
membacanya pada jarak 50 kaki
C. Orang normal dapat membaca pada jarak 20 kaki sedangkan Tn.A hanya dapat
membacanya pada jarak 40 kaki
D. Orang normal dapat membaca pada jarak 40 kaki sedangkan Tn.A hanya dapat

membacanya pada jarak 20 kaki


E. Orang normal dapat membaca pada jarak 30 kaki sedangkan Tn.A hanya dapat
membacanya pada jarak 20 kaki
6. Dari kasus diatas, arti dari nilai visus pada mata kanan Tn.A adalah.
A. Orang normal dapat membaca pada jarak 50 kaki sedangkan Tn.A hanya dapat
membacanya pada jarak 20 kaki
B. Orang normal dapat membaca pada jarak 20 kaki, sedangkan Tn.A hanya dapat
membacanya pada jarak 50 kaki
C. Orang normal dapat membaca pada jarak 20 kaki sedangkan Tn.A hanya dapat
membacanya pada jarak 40 kaki
D. Orang normal dapat membaca pada jarak 40 kaki sedangkan Tn.A hanya dapat
membacanya pada jarak 20 kaki
E. Orang normal dapat membaca pada jarak 30 kaki sedangkan Tn.A hanya dapat
membacanya pada jarak 20 kaki
17. Jika pada mata kanan Tn.A hanya mampu menyebutkan huruf pada baris ke 5 yaitu hanya
huruf P E C, maka berapakah nilai visusnya.
A. 20/30
B. 20/50
C. 20/40
D. 20/40 dengan false 3
E. 20/40 dengan false 2
18. Jika pada mata kiri Tn. A hanya mampu membaca huruf L pada baris ke 4, maka berapakah
nilai visusnya.
A. 20/70
B. 20/50
C. 20/50 dengan false 1
D. 20/50 dengan false 3
E. 20/50 dengan false 4
19. Pada tes shwabach dikatakan gangguan dengar/ tuli konduktif jika.
A. Hasil tes memanjang
B. Hasil tes memendek
C. Positif
D. Negatif
E. Lateralisasi
20. Kasus 5 untuk soal no 20 s.d no 25
An. D usia 10 tahun, datang keruang IGD Rs. S. klien mengeluh pada telinga kanan terasa
mendengung dan kadang terasa sakit. Dari hasil pemeriksaan didapat: Uji weber : Lateralisasi
kearah kanan Uji riene : riene negative Uji shawabach : shwabach memendek
Prinsip dari uji weber tersebut adalah.
A. Membandingkan hantaran tulang antara telinga kanan dan telinga kiri
B. Membandingkan hantaran tulang antara penderita dengan pemeriksa normal
C. Membandingkan hantaran tulang antara telinga pemeriksa normal dengan telinga

penderita
D. Membandingkan antara hantaran udara dengan hantaran tulang penderita pada satu telinga
penderita
E. Membandingkan antara hantaran udara dengan hantaran tulang penderita pada kedua
telinga penderita
21. Prinsip dari uji riene tersebut adalah.
A. Membandingkan hantaran tulang antara telinga kanan dan telinga kiri
B. Membandingkan hantaran tulang antara penderita dengan pemeriksa normal
C. Membandingkan hantaran tulang antara telinga pemeriksa normal dengan telinga
penderita
D. Membandingkan antara hantaran udara dengan hantaran tulang penderita pada
satu telinga penderita
E. Membandingkan antara hantaran udara dengan hantaran tulang penderita pada kedua
telinga penderita
22. prinsip dari uji swabach tersebut adalah
A. Membandingkan hantaran tulang antara telinga kanan dan telinga kiri
B. Membandingkan hantaran tulang antara penderita dengan pemeriksa normal
C. Membandingkan hantaran tulang antara telinga pemeriksa normal dengan telinga
penderita
D. Membandingkan antara hantaran udara dengan hantaran tulang penderita pada satu telinga
penderita
E. Membandingkan antara hantaran udara dengan hantaran tulang penderita pada kedua
telinga penderita
23. apa presentasi uji webertuli konduktif
24. apa presentasi uji rinetuli konduktif
25.apa presentasi uji swabachtuli sensori neural

Untuk menghilangkan kelebihan mukus kental dari paru ke trakea yang dpt dikeluarkan
melalui batuk
waktu:pada saat sebelum tidur,dan
Lama penghisapan 5-10 menit
Hentikan tindakan bila pasien menolak atau terjadi sianosis