Anda di halaman 1dari 2

Latar Belakang Berdirinya ASEAN

Berdirinya ASEAN dilatar belakangi oleh beberapa persamaan yang dimiliki oleh
negara-negara Asia Tenggara. Persamaan-persamaan tersebut antara lain:
1. Persamaan geografis.
2. Persamaan budaya.
3. Persamaan nasib, yaitu pernah dijajah oleh negara asing (kecuali Thailand)
4. Persamaan kepentingan di berbagai bidang.

Manfaat ASEAN Bagi Indonesia


Terdapat beberapa keuntungan bagi Indonesia dengan meratifikasi Piagam
ASEAN. Pertama, terjaminnya integritas wilayah dan kedaulatan Negara
Kesatuan Republik Indonesia, terutama untuk menghindari penggunaan wilayahwilayah negara-negara anggota ASEAN untuk kegiatan yang dapat
membahayakan Indonesia. Kedua, berkurangnya potensi ancaman dan
kejahatan lintas negara, baik dalam bentuk tradisional maupun nontradisional,
melalui kerja sama yang lebih intensif antarnegara anggota ASEAN. Ketiga,
terciptanya situasi kawasan yang lebih kondusif bagi Indonesia untuk
mengonsentrasikan sumber dayanya guna peningkatan pembangunan nasional.
Keempat, terciptanya penguatan kapasitas ekonomi Indonesia dalam
berintegrasi ke ekonomi global dengan meningkatkan daya tarik ekonomi ASEAN
melalui penciptaan pasar tunggal dan berbasis produksi (single market and
production base). Kelima, terciptanya peningkatan kesadaran dan penghormatan

masyarakat di kawasan akan keanekaragaman budaya, kearifan lokal, dan


warisan Indonesia. Keenam, terciptanya peningkatan kerja sama di berbagai
bidang sosial, antara lain, pengelolaan lingkungan hidup, pendidikan, ilmu
pengetahuan dan teknologi, pemuda, perempuan, kesehatan, serta penanganan
bencana alam. Ketujuh, terpusatnya kegiatan ASEAN di Indonesia seiring dengan
peningkatan fungsi kelembagaan Sekretariat ASEAN dan pembentukan
Perutusan Tetap Negara- Negara Anggota ASEAN di Jakarta melalui peningkatan
frekuensi pertemuan ASEAN yang diadakan di Jakarta

Berdirinya PBB dilatar belakangi oleh kegagalan LBB (Liga Bangsa-Bangsa)


dalam mencegah terjadinya Perang Dunia II. Peyebab kegagalan Liga BangsaBangsa yaitu.
1) Tidak adanya peraturan yang bersifat mengikat keanggotaan. Liga BangsaBangsa bersifat sukarela.
2) Tidak mempunyai kekuasaan yang nyata untuk menindak negara anggota
yang melakukan pelanngaran terutama negara-negara besar.
3) Digunakan sebagai alat politik negara-negara besar dalam memaksakan
kepentingannya, serta
4) Adanya pergeseran tujuan pendiriannya dari masalah perdamaian
internasional menjadi masalah politik internasional.
Ketidak berhasilan Liga Bangsa-Bangsa melaksanakan fungsi dan tugasnya
menyebabkan Liga Bangsa-Bangsa bubar dan pada tanggal 24 Oktober 1945.
Gagasan tentang perlunya badan dunia untuk kerjasama antar bangsa agar
kehidupan umat manusia terhindar dari kerusuhan dan peperangan. Berdasarkan
kenyataan ini, para pemimpin/pemikir dunia terdorong untuk menciptakan
perdamaian dunia. Salah satunya adalah Woodrow Wilson. Dia mengajukan 14
pasal yang berkaitan dengan pembentukan organisasi internasional Liga BangsaBangsa (LBB). Namun, terjadinya Perang Dunia II menunjukan gagalnya
organisasi tersebut. Secara garis besar, sejarah terbentuknya PBB akan diuraikan
dibawah ini.