Anda di halaman 1dari 42

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE


Jln.Banda Aceh-Medan Km 280 PO.BOX 90 Lhokseumawe Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam.

Instrumentasi dan Pengukuran Level Cairan

Nama

: Roza Rizkina

NIM

: 1432402005

Kelompok

: 4b

Pembimbing

: Ir.Syafruddin, M.Si

JURUSAN TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI PENGOLAHAN MIGAS
2015

Lembar Tugas

Judul Praktikum

: Instrumentasi Pengukuran Level

Mata Kuliah

: Praktikum Instrumentasi Proses

Jurusan/ Prodi

: Teknik Kimia/Migas D-III

Nama Mahasiswa

: Roza Rizkina

NIMA

: 1432402005

Kelas/Semester

: Migas 1b/2 (dua)

Kelompok

: 4b

Anggota

: - Muizul
- M.Rodhi
- Nila Kusuma Dewi
- Ray Richalmy

Uraian Tugas
1. Kalibrasikan level actual (0,5,10,15,20,25,30,35,40,45,50,55,60,65,70,75,80)
% terhadap displaynya pada saat pengisian tangki sebanyak 5 kali
pengulangan
2. Kalibrasi level actual (80,75,70,65,60,55,50,45,40,35,30,25,20,15,10,5,0)%
terhadap displaynya pada saat pengosongan tangki sebanyak 5 kali
pengulangan
3. Hitung perbedaan rata-rata actual dengan display
4. Gambar grafik pada kondisi rata-rata tersebut
5. Hitung % kesalahan pengukuran dari instumentasi display

Buket Rata,
Ka. Laboraturium

Dosen Pembimbing,

Ir. Syafruddin, M.Si

Ir. Syafruddin, M.Si

NIP. 19650819 199802 1 001

NIP. 19650819 199802 1 001

Lembar Pengesahan
Judul Praktikum

: Instrumentasi Pengukuran Level

Laboraturium

: Komputasi dan Pengendalian Proses

Jurusan/ Prodi

: Teknik Kimia/Migas D-III

Kelas/Semester

: Migas 1b/2 (dua)

Anggota Kelompok

: - Muizul
- M.Rodhi
- Nila Kusuma Dewi
- Ray Richalmy
- Roza Rizkina

Nama Dosen Pembimbing

: Ir. Syafruddin, M.Si

NIP

: 19650819 199802 1 001

Ka Laboraturium

: Ir. Syafruddin, M.Si

NIP

: 19650819 199802 1 001

Buket Rata,
Ka. Laboraturium

Dosen Pembimbing,

Ir. Syafruddin, M.Si

Ir. Syafruddin, M.Si

NIP. 19650819 199802 1 001

NIP. 19650819 199802 1 001

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Praktikum
a) Dapat mengetahui konsep-konsep dasar instrumentasi dan pengukuran level
cairan.
b) Dapat mengetahui dan memahami unit-unit instrumentasi dan pengukuran
level cairan.
c) Dapat mengkalibrasi instrumentasi dan pengukuran level cairan.
d) Dapat mengetahui dan memahami akurasi instrumentasi dan pengukuran level
cairan.
1.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan:

Seperangkat instrumentasi dan pengukuran level cairan

Bahan yang digunakan:


Air (aquades)
Udara

Gambar 1.1 Seperangkat Instrumentasi Level Cairan

1.3 Prosedur Percobaan


1. Periksa volume cairan dalam tangki persegi bawah
2. Hubungkan peralatan instrumentasi level cairan dengan sumber listrik
3. Hidupkan instrumentasi level cairan
1.3.1 Prosedur Percobaan Pengisian Tangki
1. Buka katup tekanan udara pelan-pelan hingga cairan mengalir ke tangki
silinder kaca
2. Tutup dua valve yang terdapat dibawah tangki silinder kaca
3. Catat % level pada tangki dan catat % level recording sesuai dengan tugas
yang diberikan pembimbing (menurut lembar tugas)
4. Tutup katup tekanan pada level tangki tepat 100%
1.3.2 Prosedur Percobaan Pengosongan Tangki
1. Buka satu valve yang terdapat dibawah tangki silinder kaca
2. Catat % penuruna level dan % level recording sesuai dengan tugas yang
diberikan pembimbing (menurut lembar tugas)
Ulangi percobaan tersebut sebanyak 5 kali pengulangan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengukuran Level Fluida (Level Measurement)
2.1.1 Umum
Pemilihan metoda pengukuran level yang sesuai aplikasi, biasanya lebih sulit
dibanding dengan keempat proses variabel utama kecuali flow. Seperti pada
pengukuran flow, kondisi dari media yang diukur kadang-kadang mempunyai banyak
efek yang kurang baik pada alat ukur, sehingga data kondisi operasi harus diketahui
lebih banyak didalam pemilihan alat ukur level.
Kondisi operasi yang harus diketahui adalah :
1. Level range
2. Fluida characteristic
Temperature
Pressure
Specific gravity
Apakah fluida bersih atau kotor, mengandung vapors atau solids, dll.
3. Efek korosif.
4. Apakah fluida mempunyai kecenderungan efek coat atau menempel
pada dinding vessel atau measuring device.
5. Apakah fluida tersebut turbulent disekitar area pengukuran.
Secara normal tidak ada kesulitan berarti didalam mengukur level fluida
bersih dan nonviscous, namun untuk material slurry atau material dengan viscous
yang berat dan solid, bagaimanapun banyak menimbulkan masalah.
2.1.2 Pengelompokan (Categorization)
Beberapa jenis methode pengukuran level atau tinggi permukaan untuk fluida
yang sering digunakan di industri proses, dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Displacement
2. Differential pressure
Keterangan
3. Capacitance
4. Ultrasonic
5. Radar
6. Radiation

2.1.3 Alat Ukur Level (Level Measurement Devices)


A. Displacement Type
1. Prinsip Operasi
Prinsip kerja alat ini yaitu jika sebuah pelampung diapungkan pada
permukaan fluida, maka pelampung akan naik dan turun mengikuti gerakan dari
permukaan
fluida yang bersangkutan. Selanjutnya dengan suatu mekanisme,
pergerakan pelampung ini dapat ditranslasikan kedalam alat ukur displacer level
berdasarkan prinsip Archimedes

Gambar 2.1 Displacement Level Measurement


(Sumber : BPST, 2007)
Displacement atau buoyancy method pada gambar di atas, adalah metode
pengukuran tinggi permukaan fluida yang paling banyak digunakan sejak beberapa
tahun yang lalu. Metode ini masih tetap popular untuk fluida yang bersih, namun
banyak proses yang mengandung slurry yang cenderung mengakibatkan coat
pada alat ukur jenis tersebut. Sehingga diperlukan metode lain yang lebih dapat
diterima.
2. Klasifikasi Displacement Device
Peralatan Displacement Device dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu
external installation dan internal installation.
.

Gambar 2.2 Level Device-Displacement Type

(Sumber : BPST, 2007)


3. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan dan kekurangan dari metoda displacement adalah :
Kelebihan

Akurasinya tinggi
Handal pada liquid yang bersih.
Metoda terbukti (proven)
Dapat dipasang secara internal atau secara eksternal.
Pemasangan secara external pada unit dapat di blok dengan valve untuk maintenance.
Dapat digunakan untuk mengukur liquid interface.

Kekurangan
Range terbatas (level > 48 inches sukar untuk ditangani).
Biaya meningkat untuk unit eksternal sehubungan dengan pressure rating meningkat.
External units kemungkinan memerlukan pemanas (heating) untuk menghindari
pembekuan (freezing).
External units kemungkinan menghasilkan
kesalahan disebabkan perbedaan
temperature antara fluida didalam vessel dengan fluida di dalam level chamber.
B. Differential Pressure Type
1. Prinsip Operasi
Pengukuran level jenis differential pressure (DP) didasarkan pada prinsip hydrostatic
head. Prinsip ini mengatakan bahwa pada setiap titik di dalam fluida yang diam (static),
gaya yang bekerja padanya adalah sama untuk semua arah dan tidak tergantung pada
volume fluida maupun bentuk ruang atau tempat dimana fluida berada, tetapi hanya
bergantung pada tinggi kolom fluida di atas titik yang bersangkutan. Oleh karena itu
hydrostatic head sering dinyatakan dalam satuan tekanan.

Gambar 2.3 Differential Pressure Level Measurement


(Sumber : BPST, 2007)

Hydrostatic head dapat dinyatakan dalam betuk persamaan :


P=.g.h
Dimana :
P = tekanan hydrostatic head
= fluid density
g = gravity acceleration constant (9.81 m/s2 or 32.2 ft/s2)
h = level fluid
Aplikasi pengukuran level dengan menggunakan metoda perbedaan tekanan atau
tekanan hidrostatik telah mengalami kemajuan yang signifikan beberapa tahun lalu.
Peralatan D/P ini memungkinkan untuk mengukur level dengan range yang lebar pada
services yang bersih, korosif, slurry dan high viscous.
Hampir semua jenis peralatan D/P dapat digunakan untuk mengukur level jika
peralatan tersebut tersedia dalam range yang diperlukan untul level yang dimaksud. Pada
umumnya range D/P untuk level adalah sekitar (10 ~ 150) inches H20.
2. Klasifikasi Differential Pressure Device
Peralatan D/P dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu sealed dan nonsealed
system.
a. Non-sealed System
Peralatan differential pressure (D/P cell transmitter) seperti pada gambar di bawah
biasanya digunakan untuk mengukur flow, namun dapat juga digunakan untuk mengukur
level. Peralatan D/P ini dalam aplikasinya digunakan secara kontak langsung dengan
fluida dan dapat dibersihkan dengan gas atau liquid yang sesuai.

Gambar 2.4 DP Cell Non-Sealed System


(Sumber : BPST, 2007)
Kelebihan

Akurasi baik
Dapat digunakakan pada range level yang lebar.
Tersedia didalam banyak material konstruksi.
Dapat dibersihkan (dipurge) untuk penggunaan service yang korosif dan
slurry.
Biaya pengadaan awal : sedang (moderat).
Dapat diisolasi dan zero ditempat.

Kekurangan

Kesalahan (error) disebabkan oleh density yang bervariasi.


Lead line / impuls line (low pressure) tidak dibutuhkan pada aplikasi
atmospheric.
Pemanasan (heating) pada lead line / impuls line kadang-kadang dibutuhkan.
Problem operasi dan maintenance sering terjadi disebabkan kegagalan purged
lines.
Perbersihan material sering dilakukan pada servis proses yang sulit.

b. Sealed System
Untuk memenuhi persyaratan aplikasi pengukuran level yang sulit misalnya
pada material seperti slurry dan high viscous, sealed system sering memberikan solusi
yang sesuai untuk pengukuran level tersebut.
Gambar di bawah memperlihatkan D/P cell jenis sealed system, di mana
measuring element terisolasi dari cairan proses (process liquid).

\
Gambar 2.5 DP Cell System

(Sumber : BPST, 2007)

Kelebihan

Purge tidak diperlukan


Baik untuk slurry dan material yang korosif.
Range pengukuran : lebar.
Akurasi : sedang ~ tinggi
Dapat digunakan untuk vessel yang terbuka atau tertutup.
Baik untuk temperature relative tinggi.
Pemasangan simple dan mudah.

Kekurangan
Unit tidak dapat dilepas untuk tujuan maintenance tanpa men- shutdown
peralatan (equipment).
Density yang bervariasi menyebabkan error.
Letak pemasangan harus dipertimbangkan sehubungan dengan pengaruh
pada kalibrasi.
Perubahan temperature ambient menyebabkan error pada jenis capillary
filled system.
C. Capacitance Level
1. Prinsip Operasi
Sebuah kapasitor terbentuk ketika elektroda sensor level dipasang didalam sebuah
vessel. Tangkai metal dari elektroda bertindak sebagai satu plate dari kapasitor dan
dinding tangki bertindak sebagai plate yang lain (untuk non metallic vessel
dibutuhkan reference elektroda sebagai plate yang lain dari kapasitor).

Gambar 2.6 Capacitance Level Measurement


(Sumber : BPST, 2007)

Ketika level fluida naik, udara atau gas yang semula melingkupi electroda akan
digantikan oleh material (fluida) yang mempunyai konstanta dielektik (dielectric
constant) yang berbeda, sehingga suatu perubahan didalam nilai kapasitor terjadi sebab
dielektrikum antara plat telah berubah. RF (Radio Frequerncy) capacitance instrument
mendeteksi perubahan tersebut dan mengkonversinya kedalam suatu sinyal keluaran
secara proporsional.
Hubungan kapasitansi digambarkan dengan persamaan sebagai berikut :
C = 0.225 K ( A / D )
Dimana :
C = Capacitance (picoFarads)
K = Dielectric constant dari material
A = Area of plates (square inches)
D = Distance between the plates (inches)
2. Klasifikasi Capacitance Level
Capacitance Level measurements diklasifikasikan ke dalam dua kategori yaitu
continuous measurement dan point measurement.
a. Continuous Measurement

Gambar 2.7 Continous Measurement


(Sumber : BPST, 2007)

Keuntungan

Dapat digunakan untuk beberapa aplikasi di mana jenis yang lain tidaklah
mungkin digunakan.
Biaya pemasangan awal : sedang
Akurasi ; sedang
Dapat digunakan pada aplikasi high temperature dan high pressure.
Dapat digunakan untuk services polymer dan slurry.

Kekurangan

Pada banyak kejadian, membutuhkan kalibrasi khusus.


Terpengaruh oleh density bervariasi dari material yang diukur.
Pembacaan error ketika terjadi lapisan (coating) pada probe.

b. Point Measurement
Capacitance probe untuk point measurement pada saat ini telah menjadi umum
penggunaannya. Alat ukur ini sangat baik untuk mengukur level media powder, solid dan
slurry yang sulit diukur.

Gambar 2.8 Point Measurement


(Sumber : BPST, 2007)
Keuntungan

Biaya pengadaan awal : rendah


Mudah untuk dipasang
Tidak ada part yang bergerak.
Bermanfaat untuk aplikasi material berisi powder, butiran, solid, slurry dan
material corosif (dimana banyak level device tidak bekerja dengan baik).

Kekurangan

Akurasi dipengaruhi oleh karakteristik material.


Coating pada probe menyusahkan pada beberapa design.

D. Ultrasonic Types
1. Prinsip Operasi
Ultrasonic transmitter bekerja dengan prinsip pemancaran gelombang suara dari
peizo electric transducer kedalam vessel yang berisi material proses. Alat ini
mengukur lama waktu yang dibutuhkan gelombang suara yang dipantulkan kembali
ke transducer. Pengukuran yang baik tergantung pada pantulan gelombang suara
dari material proses secara garis lurus yang kembali ke transducer.
Ultrasonic level detectors pada gambar di bawah digunakan terutama untuk point
measurement. Alat ini sudah digunakan sejak tahun 1960, hampir sama seperti
capacitance probe, alat ini juga sering digunakan untuk mengukur level pada service
dimana sering timbul permasalahan bilaman menggunakan metoda pengukuran
tradisional.

Gambar 2.9 Prinsip Kerja Ultrasonic Level Measurement


(Sumber : BPST, 2007)
2. Kelebihan dan Kekurangan

Gambar 2.10 Ultrasonic Level Measurement Devices


(Sumber : BPST, 2007)
Keuntungan

Tidak ada part yang bergerak (No moving parts), membutuhkan sedikit
maintenance.
Teknologi Non-contact
Mudah dipasang dan dikalibrasi
Akurasi baik bilamana aplikasi sesuai.
Dapat diaplikasikan pada pengukuran level material seperti powder, fluida
yang mengandung padatan serta slurry.

Kekurangan

Tidak dapat beroperasi pada vakum dan tekanan tinggi.


Range Temperature dan Pressure terbatas.
Harga relative tinggi.
Posisi sangat sensitive disbanding teknologi lain.

E. Radar Type
1. Prinsip Operasi
Teknologi radar untuk aplikasi pengukuran level yang ada dipasaran adalah
Frequency Modulated Continuous Wave (FMCW) atau Pulse Wave Time of Flight.
Sistem Pulsed Wave bekerja dengan memancarkan suatu gelombang mikro
(microwave) ke arah material proses, gelombang ini dipantulkan oleh permukaan dari
material proses dan dideteksi oleh sensor yang sama yang bertindak sebagai penerima
(receiver). Level ditentukan dari waktu tempuh dari sinyal gelombang mikro dari
transmitter ke receiver.
Sistem FMCW bekerja dengan memancarkan suatu signal frekuensi secara terus
menerus dan jarak ditentukan dari perbedaan frekwensi antara sinyal transmitter dan
receiver pada setiap titik pada waktunya.

Gambar 2.11 Prinsip Kerja Radar Level Measurement


(Sumber : BPST, 2007)
Secara umum prinsip kerja dari radar level adalah sebagai berikut ; Level dari cairan
diukur dengan radar pulsa yang pendek yang dipancarkan dari antena di bagian puncak
tanki ke arah cairan. Setelah radar pulsa dipantulkan oleh permukaan cairan, maka antena
menerima pulsa tersebut. Jarak dari meter gauge ke permukaan cairan (d) adalah
sebanding dengan waktu tempuh pulsa gelombang micro (t). Frekuensi yang digunakan
radar adalah 5.8 GHZ ( 6.3 GHZ di AS).

2. Kelebihan dan Kekurangan

Gambar 2.12 Radar Level Measurement


(Sumber : BPST, 2007)
Kelebihan

Teknologi : Non-contact
Akurasi : tinggi

Kekurangan

Biaya pengadaan awal : tinggi


Pressure rating : terbatas
Tidak dapat mengukur interface

F. Radiation Type
1. Prinsip Operasi
Seperti beberapa metoda pengkukuran level lainnya, jenis radioactive
(nucleonic) digunakan juga sebagai continuous measurement dan point measurement.
Pada continuous measurement, radiation level menyediakan persentase dari
penurunan transmisi sesuai level, danuntuk point measurement, radiation level
menyediakan suatu fungsi switch on/off.
Radio isotop yang digunakan pada pengukuran level akan memancarkan
energi pada suatu tingkat rate yang konstan secara acak. Radiasi gamma adalah
sumber yang secara umum digunakan untuk nucleonic level gauging. Panjang
gelombang pendek dan energi yang tinggi dari radiasi gamma menembus dinding
vessel dan media proses. Sebuah detektor di sisi yang lain dari vessel mengukur
kekuatan bidang radiasi dan menyimpulkan level di dalam vessel.
Secara umum, radioactive level adalah metoda pengukuran level yang mahal
dan perlu dipertimbangkan secara serius bilamana akan diimplementasikan. Bukan
hanya hardware yang mahal, tetapi calibration dan testing juga membutuhkan
waktu yang lama serta biaya opearasi yang tinggi. Oleh karena alat ini sering
digunakan sebagai metoda terakhir yang dipilih bila semua metode gagal digunakan
pada suatu aplikasi, maka biaya keseluruhan tetap dipertimbangkan secara ekonomis
dalam pemilihannya.

Gambar 2.13 Radioactive (Nucleonic) Level Measurement


(Sumber : BPST, 2007)

2. Klasifikasi Radiation Level Device

a. Continous System

Gambar 2.14 Nucleonic Continous Level Measurement


(Sumber : BPST, 2007)
b. Point Measurement

Gambar 2.15 Nucleonic Point Level Measurement

(Sumber : BPST, 2007)

3. Kelebihan dan Kekurangan


Kelebihan
Tidak ada part yang bergerak (No moving parts), membutuhkan sedikit
maintenance.
Instalasi eksternal sehingga mudah di-retrofit atau instalasi baru.
Kehandalan (reliability) tinggi.
Kekurangan
Biaya pengadaan awal : tinggi
Memerlukan perijinan oleh agen pengatur.
Berbahaya dan memerlukan penangan secara khusus.
2. 2 Pengukuran Level
Merupakan salah satu pengukuran tertua. Penting dalam proses industri dan
berpengaruh terhadap tekanan dan laju alir masuk dan keluar tangki.
2.2.1 Metode Pengukuran:
a. Langsung:
1) Sight Glass
2) Float Typle

: - Sight glass for an open tank


- High pressure sight glass
: - Float-operated liquid level indicator
- Hydraulic Pressure transmission system

b. Tak-langsung:
1) Hydrostatic Pressure Type
2) Electric Method

: - Pressure gauge method


- Air Purge
- Air Bellows
: - Capacitance level indicator
- Radiation level detector

2.2.2 Sight glass


Disebut juga gauge glass; digunakan untuk pengukuran level cairan dalam
tangki secara kontinyu. Ketika level cairan dalam tangki bergerak naik atau turun,
level cairan dalam sight glass juga bergerak naik dan turun, shg level dapat dibaca
pada skala.
Cairan dalam sight glass boleh tidak sama dengan cairan dalam tangki.

Gambar 2.16 Sight Glass for an Open Tank

Gambar 2.17 High Pressure Sight Glass


Batasan :
Panjang glass 900 mm.Jika lebih; 2 atau lebih sight glass harus disediakan untuk
level yang berbeda. Mampu menahan tekanan: 350 psi (steam 252 oC) 1000 psi
(cairan).
Untuk tekanan tinggi, sight glass harus dihubungkan dgn tangki pada bagian atas dan
bawah . Jika tidak perbedaan tekanan antara tangki dan sight glass akan menyebabkan
kesalahan pembacaan. Valve dipasang untuk mencegah pecahnya glass.
Kelebihan:
Pembacaan langsung sangat memungkinkan.
Perancangan khusus tersedia untuk penggunaan sampai 316 oC dan 1000
psi.
Glass tahan terhadap korosi.
Kekurangan:
Hanya dapat dibaca di lokasi tangki.
Cairan di dalam sight glass mungkin membeku pada musim dingin,
sehingga menyebabkan kesalahan pembacaan.
Cairan yang mengandung padatan tak-larut atau cairan kental (viscous)
tidak dapat diukur levelnya dengan baik.

Akurasi tergantung pada kebersihan glass dan cairan.

2.2.3 Float Type Level Indicator


Pergerakan float ditransmisikan melalui stainless steel atau phosphor bronze
flexible cable ke pointer , dan pointer menunjukkan ketinggian cairan dalam tangki.
Standard Liquid Level: ft 60 ft (0,15 1,52 m)

Gambar 2.18 Float-Operated Liquid Indicator


Level cairan dapat ditransmisikan ke suatu tempat dengan sistem transmisi
hidrolik. Empat elemen bellow terhubungkan satu sama lain melalui pipa berisi
minyak: 2 di receiver (A & B) 2 di transmitter (C & D) Float naik: A mengembang
dan B tertekan, minyak di pipa mengalir dari B ke C, dan D ke A, pointer bergerak ke
kanan; Bagaimana jika sebaliknya?
Transmisi Level : sampai 250 ft (6,35 m)

Gambar 2.19 Hydraulic Transmission System for Level Indicator

Kelebihan:

Memungkinkan membaca level cairan di dalam tangki dari level dasar, meskipun
tangki dipasang di daerah bawah tanah.
Biaya murah, dan perancangannya terpercaya.
Dapat dioperasikan pada suhu yang relatif tinggi.
Terdapat berbagai pilihan material yang tahan korosi untuk merancang tipe ini.

Kekurangan:

Terbatas untuk pengukuran level menengah (moderate).


Bentuknya disesuaikan dengan geometri tangki.

2.2.4 Pressure Gauge Method


Metode paling sederhana untuk pengukuran level tangki terbuka

D
imana :

P
= tekanan: psi atau N/m2

= densitas air

S
g= specific gravity

h
= tinggi cairan

P
ext = tekanan cairan eksternal (tangki
tertutup)

Tekanan hidrostatik:
P = h Sg

Level Cairan:

Jika Tangki Tertutup:

= h Sg + Pext

Gambar 2.20 Open Tank Pressure Indicator

2.2.5 Air Bellows

Ketika instrumen tidak dapat diletakkan di datum tertentu, dipilih air


bellows. Bellows element dihubungkan dengan press indicator menggunakan
pipa. Ketika tangki kosong, udara tidak tertekan dan menunjukkan tekanan nol.
Saat tangki terisi cairan, udara dalam bellows tertekan, dan pointer bergerak
menunjukkan tekanan cairan dalam tangki. Tekanan ini dikalibrasikan menjadi
tinggi cairan (level).

Gambar 2.21 Flexible Air Bellows

Aplikasi Industri. Liq seal digunakan untuk pengukuran level cairan yang
korosif atau viscous.

Gambar 2.22 A Close Air Bellows Box Connected To

The Pressure Fluid Tank

2.2.6 Air Purge System

Bubbler tube. Cocok untuk semua cairan. Jika tangki kosong, udara keluar
dari tube, dan tidak ada tekanan balik sehingga tekanan nol. Jika tinggi cairan
bertambah, aliran udara terhambat oleh ketinggian cairan tsb, menghasilkan
tekanan balik yang menyebabkan pointer bergerak.Pergerakan pointer
dikalibrasikan menjadi besaran tinggi cairan.

Gambar 2.23 Air Purge System

2.2.7 Capacitance Level Indicator

Parallel plate capacitor: C = K


(A/D)

C = capacitance: farad

K = konstanta dielektrik

A = luas plate, m2

h = jarak dua plate: m

Dimana:

Jika tinggi cairan naik:


capacitance naik, begitu juga
sebaliknya.

Naik turunnya capacitance


dikalibrasikan ke dalam term
level cairan

Kelebihan:

Sangat berguna untuk sistem dengan ukuran sangat kecil.


Sangat sensitif.
Cocok untuk sistem pengendalian atau untuk indikasi kontinyu.
Baik untuk slurry.
Prob material untuk fluida korosif tersedia

Gambar 2.24 Capacitance Level Indicator

Kekurangan:

Kinerjanya dipengaruhi oleh pengotor fluida, karena pengotor dapat mengubah


konstanta dielektrik.
Sensitif terhadap perubahan suhu.
Fluida tertentu harus menggunakan Prob yang cocok.
Panjang prob harus sesuai dengan panjang dinding tangki.

2.2.8 Radiation Level Detector

Digunakan ketika, metode elektrik yang lain tidak memungkinkan. Tidak


memerlukan kontak dengan cairan yang diukur. Jika tangki kosong: ray
menembus dua dinding tangki dan udara dalam tangki. Jika tangki berisi cairan:
cairan dalam tangki mengurangi radiasi ray . Besarnya radiasi berbanding
terbalik dengan volume cairan dalam tangki.

Gambar 2.25 Radiation Type Level Detector

Tidak ada kontak fisik dengan cairan.


Cocok untuk cairan: korosif, abrasif, viscous, adherent
Cocok untuk sistem suhu dan tekanan tinggi.
Mempunyai akurasi dan respon yang baik.
Tidak mempunyai bagian yang bergerak.

Kelebihan:

Kekurangan:

Pembacaannya dipengaruhi oleh perubahan densitas cairan.


Source holder mungkin sangat berat.
Harga relatif mahal

BAB III
DATA PENGAMATAN

Tabel 3.1 Data Kalibrasi Level Pengisian Tangki

Leve
l
Actu
al
(%)

10

15

20

25

30

35

40

10

45

11

50

Level Display (%)

Level
Display
RataRata

24,4

29,0

34,1

39,0

44,1

48,8

54,1

59,3

64,1

69,5

74,4

Percobaan Ke


12

55

13

60

14

65

15

70

16

75

17

80

79,3

84,4

89,5

96,4

99,4

104,5

Tabel 3.2 Data Kalibrasi Level Pengosongan Tangki

Lev
el
Act
ual
(%)

1
0
5
,
7
1
0
0
,
6

80

75

Level Display (%)


Percobaan Ke

Level
Displa
y
RataRata

104,8

99,9

70

65

60

55

50

45

40

35

30

25

20
15

9
5
,
6
9
0
,
8
8
5
,
4
8
0
,
1
7
5
,
4
7
0
,
5
6
5
,
3
5
9
,
6
5
3
,
6
4
9
,
5
4
4
,
3
3
9

94,8

89,9

84,7

79,5

74,6

69,5

64,4

59,4

54,0

49,2

44,1
39,2

10

,
4
3
4
,
2
2
9
,
3
2
4
,
8

34,1

29,0

24,4

Tabel 3.3 Perhitungan % kesalahan Pengisian Tangki

L
e
v
e
l
A
c
t
u
a
l

Level Display (%)

Percobaan Ke-

Leve
l
Disp
lay
Rata
Rata

%
Kes
alah
an

(
%
)

1
0

1
5
2
0
2
5
3
0
3
5
4
0
4
5
5
0
5
5
6
0
6
5
7

24,4

29,0

34,1

39,0

44,1

48,8

54,1

59,3

64,1

69,5

74,4

79,3

84,4

89,5

24,
4

24,
0

24,
1

24,
0

24,
1

23,
8

24,
1

24,
3

24,
1

24,
5

24,
4

24,
3

24,
4

24,
5

26,

8
0

7
5

7
0

6
5

6
0

5
5

5
0

4
5

4
0

3
5

3
0

2
5

2
0

1
5

L
e
v
e
l
A
c
t
u
a
l
(
%
)

Level Display (%)

Percobaan Ke-

10

10

95

90

85

80

75

70

65

59

53

49

44

39

L
e
v
el
D
is
pl
a
y
R
at
aR
at
a

%
Ke
sal
aha
n

1
0
4,
8
9
9,
9
9
4,
8
8
9,
9
8
4,
7
7
9,
5
7
4,
6
6
9,
5
6
4,
4
5
9,
4
5
4,
0
4
9,
2
4
4,
1
3
9,

24,
8

24,
9

24,
8

24,
9

24,
7

24,
5

24,
6

24,
5

24,
4

24,
4

24,
0

24,
2

24,
1

24,
2

Tabel 3.4 Perhitungan % kesalahan Pengosongan Tangki

Kurva Kalibrasi Instrumentasi Level C


110

90

70

Level Display (%)

50

30

10

-10

10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75
Level Actual (%)

BAB IV

PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN

4.1 Pembahasan

Dalam praktikum ini kami melakukan suatu percobaan mengenai


pengukuran level terhadap ketinggian cairan dalam suatu wadah. Adapun
tujuan mealakukan pengukuran level dalam suatu industri dan praktiknya
dalam kehidupan sehari-hari adalah sangat penting, seperti mencegah
terjadinya aliran blow up maupun blow down yang akhirnya dapat merusak
peralatan instrumentasi itu sendiri.

Adapun alat yang kami gunakan dalam praktikum ini adalah alat
pengukur level yang telah tersedia di Laboratorium Instrumentasi Politeknik
Lhokseumawe yaitu alat Control Regulator Level (CRL). CRL ini sendiri
berfungsi mengatur keluar masuknya cairan agar dapat dilihat level
permukaan zat cairnya. Alat ini mampu menampilkan level cairan dalam dua
mode yaitu mode actual yang tertera langsung dalam skala pada tangki dan
mode display yang tertera pada monitor. Air yang ada didalam tangki akan
dicontrol levelnya, air yang dimasukkan kedalam tangki menggunakan pompa
sentrifugal. Karena personal computernya tidak tersedia, maka kami
menggunakan sistem manual atau pengendalian oleh manusia. Tekanan udara
dan air diisi maupun dikosongkan harus kendalikan sendiri dan hasil keluaran
atau grafik yang dihasilkan tidak dapat dilihat. Sistem pengendalian manual
masih tetap dipakai pada beberapa aplikasi tertentu. Biasanya proses ini
dipakai pada proses-proses yang tidak banyak mengalami beban (load) atau
pada proses yang tidak kritis. Dalam praktikum ini, kami sebagai operator
terpaksa harus mengamati level dan segera melakukan koreksi terhadap naik
turunnya level. Apabila teledor, maka air akan tumpah atau tangki manjadi
kosong tanpa adanya perhitungan waktu. Dimulai mengatur valve pengisian
dan pengosongan air, mengamati serta mencatat waktu yang dibutuhkan,
merupakan sebuah analisa yang terbilang mudah untuk seorang operator

Adapun bahan yang kami gunakan adalah cairan aquades yang diisikan
langsung kedalam wadah/tangki yang terdapat pada alat CRL. Dalam
pengerjaannya kami melakukan dua model percobaan, yakni pengisian dan
pengosongan cairan. Selanjutnya dilakukan beberapa variasi terhadap
persentase level variabel pengosongan dan pengisian, yakni dimulai dari 0%,
5%, 10%, 15%, 20% , 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50%, 55%, 60%, 65%,
70%, 75%, dan 80%.

Setelah dilakukan percobaan dan berdasarkan hasil pengamatan kami


lakukan terhadap pengkalibrasian pengisian dan pengosongan terhadap cairan
di dapatkan bahwa :

Hubungan nilai aktual dan display


Semakin besar nilai level aktual maka nilai level displaynya akan semakin
besar pula dan sebaliknya semakin kecil nilai aktual maka nilai displaynya
juga akan semakin kecil (berbanding lurus) Hal ini dapat dijelaskan karena
model display merupakan model pengukuran level menggunakan sensor yang
di kalibrasi dari nilai aktualnya pada tangki. Sehingga tinggi rendahnya
ketinggian air yang diisikan ke dalam tanki silinder akan ikut mempengaruhi
bersamaan dengan persentase displaynya.

Setelah dilakukan percobaan sebanyak lima kali dan didapatkan level display
dan aktual rata-ratanya. Selanjutnya data ini digunakan untuk mengitung
persen kesalahan terhadap level display dan aktual, untuk mendapatkan
persentase kesalahannya dapat dilakukan dengan cara menghitung selisih
antara level display rata-rata dan level aktualnya, dan didapatkan bahwa hasil
persentase kesalahan antara pengisian dan pengosongan tangki tidak jauh
berbeda namun persen kesalahan antara level display dan aktualnya cenderung
menghasilkan nilai yang besar.

4.2 Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:

1. Pada pengisian semakin besar nilai level aktual maka nilai level displaynya
akan semakin besar pula.
2. Pada pengosongan semakin kecil nilai aktual maka nilai displaynya juga akan
semakin kecil (berbanding lurus)
3. Untuk mendapatkan presentase kesalahannya dapat dilakukan dengan cara
menghitung selisih antara level display rata-rata dan level aktualnya.
4. Tujuan melakukan pengukuran level dalam suatu industri dan praktiknya
dalam kehidupan sehari-hari adalah sangat penting, seperti mencegah
terjadinya aliran blow up maupun blow down yang akhirnya dapat merusak

peralatan instrumentasi itu sendiri.


4.3 Saran

Saat melakukan praktikum instrumentasi pengukuran level harus

sangat teliti dalam membaca level pada display agar tetap sinkron dengan level actual.

DAFTAR PUSTAKA

1. Hermawan Y.D. 2010. Dasar-Dasar Instrumentasi Proses. Online


2. BPST. 2007. Dasar-Dasar Instrumentasi dan Proses Kontrol. Direktorat
Pengolahan Angkatan XVII. Balongan.
3. Ogata, Katsuhiko. Modern Control Engineering, 3rd Edition, Prentice Hall
International Inc. 1997.
4. Smith, Carlos A & Carripio, Armando B. Principles And Practice Of
Automatic Process Control, 2nd Edition, John Wiley & Sons, Inc.
5. Andrew W.G & Willams
H.B,Applied Instrumentation In The Process
Industries, Volume II Practical Guideines, 2nd Edition, Gulf publishing
Company
6. Fisher, Control Valve Handbook, Emerson Process Management.
7. Gunterus, Frans. Falsafah Dasar: Sistem Pengendalian Proses. ElexMedia
Komputindo.
8. Parura, Samuel

LB,

Modul

DCS

Engineering. Pertamina UP VI Balongan

Yokogawa

Centum-XL,

Proyek