Anda di halaman 1dari 14

1.

Sifat sel normal yang tidak dimiliki oleh sel kanker ketika di tumbuhkan
di media kultur adalah.
A. Contact inhibition
B. Anchorage independent
C. Bertumpuk
D. Mutasi
E. Immortal

Pembahasan
Berikut adalah karakteristik sel normal:
Reproduksi Sel
Reproduksi sel diperlukan untuk mengganti sel yang mati, rusak, atau hancur. Sel-sel normal
bereproduksi secara benar dan terkendali. Kecuali sel kelamin, semua sel tubuh berkembang
biak dengan mitosis. Sel kelamin mereproduksi melalui proses yang disebut meiosis.
Komunikasi Sel
Sel berkomunikasi dengan sel lain melalui sinyal kimia. Sinyal ini membantu sel-sel normal
untuk mengetahui kapan waktu harus bereproduksi dan kapan harus berhenti. Sinyal sel
biasanya dihantarkan ke sel melalui protein tertentu.
Adhesi Sel
Sel memiliki molekul adhesi pada permukaannya yang memungkinkan mereka menempel
pada membran sel lainnya. Adhesi membantu sel untuk berada di lokasi yang tepat serta
membantu menghantarkan sinyal antara sel-sel.
Spesialisasi Sel
Sel-sel normal memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi sel khusus. Sebagai contoh,
sel dapat berkembang menjadi sel jantung, sel otak, sel paru-paru, atau sel lain.
Kematian Sel
Sel-sel normal memiliki kemampuan untuk merusak diri sendiri ketika terinfeksi atau rusak.
Kemampuan bunuh diri ini disebut sebagai apoptosis. Sisa sel lantas dibuang oleh sel darah
putih.
Karakteristik Sel Kanker
Reproduksi Sel
Sel-sel kanker dikenal memiliki kemampuan reproduksi tak terkendali. Sel-sel ini mungkin
mengalami mutasi gen atau mutasi kromosom yang mempengaruhi sifat-sifat reproduksi sel.
Sel-sel kanker berkembang biak tak terkendali serta tidak mengalami penuaan biologis serta
terus bertumbuh.
Komunikasi Sel
Sel-sel kanker kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi dengan sel lain melalui sinyal
kimia. Mereka juga kehilangan kepekaan terhadap sinyal anti-pertumbuhan dari sel-sel di
sekitarnya yang berfungsi membatasi pertumbuhan sel.
Adhesi (gaya tarik-menarik antar molekul yang tidak sejenis) Sel
Sel-sel kanker kehilangan molekul adhesi yang membuat mereka terikat pada sel berdekatan.
Beberapa jenis sel kanker memiliki kemampuan untuk bermetastasis atau menyebar ke area
lain dari tubuh melalui darah atau cairan getah bening. Setelah berada dalam aliran darah,
sel-sel kanker melepaskan pesan kimia yang disebut kemokin yang memungkinkan mereka
untuk melewati pembuluh darah ke dalam jaringan sekitarnya.
Spesialisasi Sel
Sel-sel kanker tidak terspesialisasi dan tidak mampu berkembang menjadi sel jenis tertentu.
Serupa dengan sel induk, sel-sel kanker berkembang biak atau mereplikasi berkali-kali dalam
jangka waktu lama. Penyebaran sel kanker berlangsung cepat dan mampu menyebar ke
seluruh tubuh.
Kematian Sel
Ketika gen dalam sel normal rusak dan tidak bisa diperbaiki, DNA tertentu memeriksa sinyal
untuk memicu mekanisme kerusakan sel. Mutasi yang terjadi pada mekanisme pemeriksaan
gen memungkinkan kerusakan pada sel kanker tidak terdeteksi. Hal ini menyebabkan

hilangnya kemampuan sel kanker untuk menjalani kematian sel terprogram.


Untuk mengetahui sel kanker lebih dalam, di sini .
Sel kultur (cell line ) adalah sel yang digunakan dalam penelitian yang dikembangkan
dan ditumbuhkan/berploriferasi pada media kutur secara in vitro. Sel kultur dapat diambil dari
jaringan asal ataupun memperbanyak sel yang sudah ada. Dalam kultur sel selalu terkontrol
dan terjaga aseptiknya. Dalam penelitian tingkat in vitro banyak digunakan sel-sel kultur,
seperti penelitian dalam uji senyawa atau ekstrak obat baru, dilakukan penelitian tingkat
kultur.
Contact Inhibition adalah
mekanisme pertumbuhan yang berfungsi untuk menjaga sel-sel tumbuh menjadi sel yang
memiliki satu lapisan (monolayer). Jika sel memiliki banyak ruang bebas, ia bereplikasi
dengan cepat dan bergerak dengan bebas. Proses ini terus terjadi sampai sel yang terus
membelah tadi tidak mempunyai tempat lagi. Pada titik ini, sel-sel normal akan berhenti
replikasi.
Anchorage independent adalah
sebuah kondisi dimana pertumbuhan sel atau jaringan yang abnormal dan tumbuh
(berproliferasi) terus menerus. Hal ini yang ditandai dengan hilangnya fungsi kontrol
pada sel terhadap regulasi siklus sel, apoptosis, maupun fungsi homeostatis sel pada
organisme multiseluler. Anchorage independent ditandai dengan kemampuan sel untuk
mengatur dirinya sendiri.
Bertumpuk.
Antara sel kanker dengan sel normal sama-sama memiliki sifat bertumpuk untuk
membentuk jaringan yang utuh.
Mutasi adalah
perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada taraf urutan
gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom. Kanker disebabkan oleh
perubahan atau mutasi DNA di dalam sel. DNA adalah seperti sebuah paket yang terdiri
dari gen-gen dalam jumlah besar. Tiap gen membawa instruksi yang mengatur fungsi
tiap sel di dalam tubuh. Kesalahan instruksi dapat menyebabkan sel tidak berfungsi
secara normal sehingga menjadikannya bersifat kanker.
Immortal
adalah sel abadi karena mampu bertahan hidup, membelah dan memperbanyak diri
dalam jumlah tak terbatas dalam media kultur atau bisa disebut bahwa sel tersebut tidak
akan menua.

2. Berikut ini yang BUKAN bagian dari prosedur kerja untuk membuat DNA
fingerprint adalah.
A. DNA dipotong dengan enzim restriksi.
B. Potongan DNA diletakkan di gel untuk memisahkan berbagai
fragmen berdasarkan ukuran.
C. Gen yang mengkode pola fingerprint diklon ke dalam
bakteri.
D. DNA dari darah, semen, cairan vagina, atau akar rambut digunakan
untuk analisis.
E. Arus listrik digunakan untuk memisahkan fragmen DNA.
Pembahasan
Dalam biologi molekuler, restriction fragment length polymorphism, atau RFLP, adalah teknik
yang mengeksploitasi variasi urutan DNA homolog. Hal ini mengacu pada perbedaan antara
sampel molekul DNA homolog dari lokasi situs enzim restriksi yang berbeda, dan untuk teknik
laboratorium terkait dimana segmen ini dapat diilustrasikan. Dalam analisis RFLP, sampel DNA

rusak menjadi potongan-potongan dan (dicerna) oleh enzim restriksi dan fragmen restriksi
yang dihasilkan dipisahkan menurut panjang mereka dengan gel elektroforesis. Meskipun
sekarang sebagian besar usang karena munculnya teknologi murah sekuensing DNA, analisis
RFLP adalah teknik profiling DNA pertama cukup murah untuk melihat aplikasi luas. Analisis
RFLP adalah alat penting dalam pemetaan genom, lokalisasi gen untuk gangguan genetik,
penentuan risiko penyakit, dan pengujian paternitas.
Teknik dasar untuk RFLPs mendeteksi melibatkan memecah-belah sampel DNA oleh enzim
restriksi, yang dapat mengenali dan memotong DNA dimanapun urutan pendek tertentu
terjadi, dalam proses yang dikenal sebagai pembatasan digest. Fragmen DNA yang dihasilkan
kemudian dipisahkan oleh panjang melalui proses yang dikenal sebagai elektroforesis gel
agarosa, dan ditransfer ke membran melalui prosedur Southern blot. Hibridisasi membran
untuk probe DNA berlabel kemudian menentukan panjang fragmen yang saling melengkapi
untuk probe. Sebuah RFLP terjadi ketika panjang fragmen terdeteksi bervariasi antara individu.
Setiap panjang fragmen dianggap sebagai alel, dan dapat digunakan dalam analisis genetik.
Metoda standar yang digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi dan memurnikan
fragmen DNA adalah elektroforesis gel agorose. Teknik ini sederhana, cepat terbentuk, dan
mampu memisahkan campuran potongan DNA sesuai dengan ukurannya secara akurat,
dibanding dengan densitas gradient sentrifugasi. Selanjutnya, lokasi DNA dalam gel tersebut
dapat diidentifikasi secara langsung dengan menggunakan pewarna berfluorescen.
Gel Agarose
Voltase lebih rendah
Mempunyai laju pemisahan lebih cepat
Dapat memisahkan fragmen DNA antara 100bp 50kb tergantung dari konsentrasi gel
agarose yang digunakan
Medan gerak biasanya horizontal
DNA fingerprint merupakan salah satu bagian atau tipe dari bioteknologi yaitu tipe
bioteknologi forensik. Bioteknologi itu sendiri berarti seperangkat teknik yang memanfaatkan
organisme hidup atau bagian dari organisme hidup, untuk menghasilkan atau memodifikasi
produk, meningkatkan kemampuan tumbuhan dan hewan, mengembangkan mikroorganisme
untuk penggunaan khusus yang berguna bagi kehidupan manusia atau lingkungan.
Bagaimana DNA Fingerprinting Bekerja
DNA fingerprinting adalah teknik untuk mengidentifikasi seseorang berdasarkan pada profil
DNAnya. Ada dua aspek DNA yang digunakan dalam DNA fingerprinting, yaitu di dalam satu
individu terdapat DNA yang seragam dan variasi genetik terdapat diantara individu. Prosedur
DNA fingerprinting memiliki kesamaan dengan mencocokkan sidik jari seseorang dengan
orang lain. Hanya saja perbedannya adalah proses ini dilakukan tidak menggunakan sidik jari,
tetapi menggunakan DNA individu karena secara individu DNA seseorang itu unik.
Digunakan DNA karena DNA memiliki materi hereditas yang berfungsi untuk menentukan
suatu urutan keturunan dalam suatu keluarga secara turun-menurun dengan pola yang acak
(karena berasal dari fusiinti ovum dan sperma) sehingga dapat digunakan untuk identifikasi
pelaku kejahatan walaupun telah berganti wajah.
Untuk kasus pemerkosaan diperiksa spermanya tetapi yang lebih utama adalah kepala
spermatozoanya yang terdapat DNA inti sel didalamnya. Sedangkan jika di TKP ditemukan
satu helai rambut maka sampel ini dapat diperiksa asal ada akarnya. Namun untuk DNA
mitokondria tidak harus ada akar, cukup potongan rambut karena diketahui bahwa pada ujung
rambut terdapat DNA mitokondria sedangkan akar rambut terdapat DNA inti sel. Bagianbagian tubuh lainnya yang dapat diperiksa selain epitel bibir, sperma dan rambut adalah
darah, daging, tulang dan kuku.

Fingerprint adalah gurat-gurat yang terdapat di kulit ujung jari. Fungsinya adalah untuk
memberi gaya gesek lebih besar agar jari dapat memegang benda-benda lebih erat. Sidik jari
dapat digunakan sebagai sarana pengamanan dalam melakukan akses ke komputer karena
sidik jari mempunyai ciri yang unik, setiap manusia memilikinya, dan selalu ada perbedaan
antara yang satu dengan yang lain. Hal ini mulai dilakukan pada akhir abad ke-19 (Angraini,
2009). Berikut adalah gambar beberapa macam tipe fingerprint.
Analisa DNA fingerprinting adalah teknik analisis untuk mengidentifikasi suatu individu
berdasarkan pada fragmen DNA-nya. Keuntungan dari analisis fingerprinting ini, dapat
mengetahui kekerabatan, karakterisasi, dan penanda suatu spesies baik hewan maupun
tumbuhan (Turanggaseta, 2009). DNA fingerprinting setiap individu berbeda-beda sehingga
dapat digunakan sebagai bukti forensik pada kasus kejahatan. Tes DNA ini bisa digunakan DNA
yang terdapat pada inti sel atau DNA mitokondria. Namun DNA inti yang sering digunakaan
karena DNA mitokondria sering mengalami mutasi (Christina, 2009).
Sebuah sidik jari DNA, adalah pola DNA yang memiliki urutan yang unik sedemikian rupa
sehingga dapat dibedakan dari pola DNA individu-individu lainnya. DNA fingerprinting juga
disebut ketikan DNA. Sidik jari DNA pertama kali digunakan untuk identifikasi sampel setelah
ahli genetika Alec Jeffreys J. dari Universitas Leicester di Inggris menemukan bahwa ada pola
materi genetik yang unik untuk setiap individu. Dia menyebut urutan DNA berulang
minisatellites. Dua kegunaan utama untuk informasi yang diberikan oleh analisis DNA
fingerprinting adalah untuk identifikasi individu dan untuk penentuan ayah.

3. Pernyataan berikut yang benar tentang RNA yang membedakannya


dengan DNA adalah.
A. RNA merupakan polinukleotida.
B. RNA membentuk untai ganda berbentuk heliks.
C. RNA mampu membentuk pasangan basa melalui ikatan hidrogen.
D. RNA membentuk pasangan basa yang menghasilkan struktur
sekunder dan tersier.
E. RNA mampu membentuk molekul untai ganda yang terpilin
membentuk heliks dengan lekukan mayor dan minor.
CIRI-CIRI DNA:
DNA terdiri atas dua utas benang polinukleotida yang saling berpilin membentuk heliks ganda
(double helix).
Gula pentosa pada DNA itu adalah deoksiribosa. Deoksiribosa kurang memiliki satu atom
oksigen pada karbon 5 dari gula ribosa.
Seutas polinukleotida pada molekul DNA tersusun atas rangkaian nukleotida. Setiap nukleotida
tersusun atas :

Gugusan gula deoksiribosa (gula pentosa yang kehilangan satu atom oksigen)

Gugusan asam fosfat yang terikat pada atom C nomor 5 dari gula)

Gugusan basa nitrogen yang terikat pada atom C nomor 1 dari gula
Merupakan polinukleotida (polimer dari nukleotida yang masing-masing dihubungkan oleh
ikatan fosfodiester) Setiap nukleotida disusun oleh tiga komponen (lihat Gambar 2) yaitu
gula pentosa, basa nitrogen, dan gugus fosfat.
tersusun dari gula deoksi ribosa dihubungkan dengan asam fosfat
basa nitrogen piritmidin timin dan sitosin
pengendali sintesis protein dan pewarisan sifat
Untai DNA dipintal pada suatu set protein, yaitu histon menjadi bentukan yang disebut unit
nukleosom.

terletak di nukleus
Untai DNA dipintal pada suatu set protein, yaitu histon menjadi bentukan yang disebut unit
nukleosom.
terletak di nukleus
Dalam biologi molekuler, dua nukleotida dalam RNA atau DNA yang saling komplementer yang
terhubung oleh ikatan hidrogen disebut pasangan basa (bahasa Inggris: base pair sering
disingkat bp).
Dalam pasangan basa Watson-Crick, adenin (A) membentuk pasangan basa dengan timin (T),
sementara guanin (G) dengan sitosin (C) dalam DNA. Pada RNA, timin (T) digantikan oleh
uracil (U).
Memiliki basa nitrogen purin dan pirimidin. Basa purin ikatan hidrgen rangkap 2. Basa pirimidin
ikatan hidrogen rangkap 3.
Mempunyai fungsi yaitu :
mengintrol aktivitas hidup
perancang utama/pengndali sintesis protein
mencetak RNA
membawa informasi genetik dari induk kepada keturunannya
Ada tiga struktur DNA yang dikenal selama ini. Struktur-struktur DNA tersebut adalah sebagai
berikut:
1.
Struktur primer
DNA tersusun dari monomer-monomer nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari satu basa
nitrogen berupa senyawa purin atau pirimidin, satu gula pentosa berupa 2-deoksi-Dribosa dalam bentuk furanosa, dan satu molekul fosfat. Penulisan urutan basa dimulai
dari kiri yaitu ujung 5 bebas (tidak terikat nukleotida lain) menuju ujung dengan gugus 3
hidroksil bebas atau dengan arah 53 (Darnell, et al., dalam T. Milanda, 1994)
2.

Struktur Sekunder
Pada tahun 1953, James D. Watson dan Francis H.C. Crick berhasil menguraikan struktur
sekunder DNA yang berbentuk heliks ganda melalui analisis pola difraksi sinar X dan
membangun model strukturnya (Darnell, et al. Dalam T. Milanda, 1994). Heliks ganda
tersebut tersusun dari dua untai polinukleotida secara antiparalel (arah 53 saling
berlawanan), berputar ke kanan dan melingkari suatu sumbu. Unit gula fosfat berada di
luar molekul DNA dengan basa-basa komplementer yang berpasangan di dalam molekul.
Ikatan hidrogen di antara pasangan basa memegangi kedua untai heliks ganda tersebut
(Willbraham and Matta dalam T. Milanda, 1994). Kedua untai melingkar sedemikian rupa
sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan kembali bila putaran masing-masing untai
dibuka. Jarak di antara kedua untai hanya memungkinkan pemasangan basa purin (lebih
besar) dengan basa pirimidin (lebih kecil). Adenin berpasangan dengan timin membentuk
dua ikatan hidrogen sedangkan guanin berpasangan dengan sitosin membentuk tiga
ikatan hidrogen. Dua ikatan glikosidik yang mengikat pasangan basa pada cincin gula,
tidak persis berhadapan. Akibatnya, jarak antara unit-unit gula fosfat yang berhadapan
sepanjang heliks ganda tidak sama dan membentuk celah antara yang berbeda, yaitu
celah mayor dan celah minor (Marks, et al., 1996 ; Robert K. Murray, et al., 2000).

3.

Struktur tersier
Kebanyakan DNA virus dan DNA mitokondria merupakan molekul lingkar. Konformasi ini
terjadi karena kedua untai polinukleotida membentuk struktur tertutup yang tidak
berujung. Molekul DNA lingkar tertutup yang diisolasi dari bakteri, virus dan mitokondria
seringkali berbentuk superkoil, selain itu DNA dapat berbentuk molekul linier dengan
ujung-ujung rantai yang bebas.

Ciri-ciri RNA adalah


RNA memiliki bentuk pita tunggal dan tidak berpilin.
RNA merupakan hasil transkripsi dari suatu fragmen DNA, sehingga RNA merupakan polimer
yang jauh lebih pendek dibanding DNA.

Tidak seperti DNA yang biasanya dijumpai di dalam inti sel, kebanyakan RNA ditemukan di
dalam sitoplasma, terutama di ribosom
Tiap pita RNA merupakan polinukleotida yang tersusun atas banyak ribonukleotida. Tiap
ribonukleotida tersusun atas gula ribosa, basa nitrogen, dan asam fosfat.
Tulang punggung RNA tersusun atas deretan ribosa dan fosfat. Ribonukleotida RNA terdapat
secara bebas dalam nukleoplasma dalam bentuk nukleosida trifosfat, seperti adenosin
trifosfat (ATP), guanosin trifosfat (GTP), sistidin trifosfat (CTP), dan uridin trifosfat (UTP).
RNA disintesis oleh DNA di dalam inti sel dengan menggunakan DNA sebagai cetakannya.
Merupakan polinukleotida (polimer dari nukleotida yang masing-masing dihubungkan oleh
ikatan fosfodiester) Setiap nukleotida disusun oleh tiga komponen (lihat Gambar 2) yaitu
gula pentosa, basa nitrogen, dan gugus fosfat.
Gulanya adalah ribose
Pirimidinnya terdiri dari sitosin dan urasil
Jumlahnya selalu berubah
RNA atau asam ribonukleat merupakan makromolekul yang berfungsi sebagai penyimpan dan
penyalur informasi genetic
RNA terdiri dari tiga tipe, yaitu mRNA,tRNA, dan rRNA
RNAd merupakan RNA yang urutan basanya komplementer dengan salah satu urutan basa
rantai DNA
RNAr merupakan komponen structural yang utama di atas ribosom
RNAt merupakan RNA yang membawa asam amino satu per satu ke ribosom
Transkripsi merupakan sintesis RNA dari salah satu rantai DNA, yaitu rantai cetakan atau
sense, sedangkan rantai DNA yang di transkripsi disebut rantai antisense
Untai DNA dipintal pada suatu set protein, yaitu histon menjadi bentukan yang disebut unit
nukleosom.
terletak di nukleus
Dalam biologi molekuler, dua nukleotida dalam RNA atau DNA yang saling komplementer yang
terhubung oleh ikatan hidrogen disebut pasangan basa (bahasa Inggris: base pair sering
disingkat bp).
Dalam pasangan basa Watson-Crick, adenin (A) membentuk pasangan basa dengan timin (T),
sementara guanin (G) dengan sitosin (C) dalam DNA. Pada RNA, timin (T) digantikan oleh
uracil (U).
Struktur utama dari RNA biasanya terdiri untai tunggal nukleotida. Empat jenis nukleotida
dapat ditemukan di alur ini, yang disebut adenin (A), sitosin (C), guanin (G), dan urasil (U).
Banyak nukleotida yang dimodifikasi dengan RNA, menambah atau mengurangi atom ke
atau dari nukleotida asli untuk mengubah sifat mereka. Ada ratusan modifikasi nukleotida
yang berbeda, dan efeknya bervariasi tergantung pada jenis molekul RNA, spesies di mana
modifikasi terjadi, dan lingkungan di mana modifikasi dibuat. Sebagian besar modifikasi
nukleotida memiliki kode deskriptif standar, seperti nukleotida lakukan, tetapi mereka
umumnya tidak dikenal.
Struktur sekunder RNA dan asam deoksiribonukleat (DNA) heliks ganda terbentuk dengan cara
yang sama, di mana nukleotida mengikat bersama menjadi pasangan basa, memberikan
molekul struktur keseluruhan. Ada perbedaan signifikan dalam cara struktur sekunder RNA
terbentuk, dibandingkan DNA heliks ganda. Dalam kedua RNA dan DNA, sitosin dengan
guanin terikat, namun adenin mengikat urasil, bukan timin, pada RNA. Struktur sekunder
RNA jarang heliks ganda, melainkan membentuk berbagai lilitan tertentu, tonjolan, dan
jenis helix yang sejajar sangat berbeda dari apa yang dilihat dalam DNA. Struktur sekunder
RNA pada umumnya lebih rumit, meskipun tidak selalu kurang berurutan, dibanding heliks
ganda DNA.
Struktur tersier RNA memungkinkan molekul untuk melipat menjadi konformasi yang berfungsi
penuh. Molekul RNA tertentu, berdasarkan struktur tersier mereka, memiliki fungsi
tertentu. Ini molekul non-coding RNA (ncRNA) dapat melayani berbagai tujuan, dan
penemuan aplikasi biologis telah menjadi subyek dari beberapa hadiah Nobel. Satu kelas
ncRNA, disebut ribozim, adalah enzim RNA yang dapat mengkatalisis reaksi biokimia
seperti yang dilakukan enzim protein. Kelas lain, yang disebut riboswitches, mengontrol
ekspresi gen dengan beralih gen dan mematikan berdasarkan lingkungannya.

Struktur kuartener RNA berperan penting dalam makromolekul tertentu seperti ribosom, yang
membangun protein dalam sel. Ribosom terdiri dari rantai RNA ganda, dan interaksi antara
rantai ini harus tepat dan diatur secara ketat untuk ribosom berfungsi dengan baik. Agar
rantai RNA memiliki struktur kuartener, mereka harus datang bersamaan untuk
membentuk struktur konglomerasi baru, bukan hanya berinteraksi dan kemudian terpisah
lagi. Struktur Kuarter bentuk paling lambat dari semua tingkat struktur RNA, dan biasanya
yang paling kompleks.

4. Suatu bakteri tumbuh secara normal pada suhu 32 C namun pada


suhu 42 C bakteri tersebut mengakumulasikan fragmen-fragmen
pendek dari DNA yang baru saja disintesis. Enzim manakah dari pilihan
berikut yang paling mungkin mengalami kerusakan pada suhu
nonpermisif (suhu tertinggi) pada mutan ini?
A.
DNA primase
B.
DNA polymerase
C.
Eksonuklease
D.
Helikase
E.
DNA ligase
Pembahasan
DNA Primase adalah
enzim yang mensintesis sekuens RNA pendek yang disebut primer. Primer ini berfungsi
sebagai titik awal untuk sintesis DNA. Sejak primase menghasilkan molekul RNA, enzim
adalah jenis RNA polimerase. Fungsi Primase oleh sintesis urutan RNA pendek yang
saling melengkapi satu bagian untai DNA, yang berfungsi sebagai template-nya. Sangat
penting bahwa primer disintesis oleh primase sebelum replikasi DNA dapat terjadi. Hal ini
karena enzim yang mensintesis DNA, yang disebut DNA polimerase, hanya dapat
melampirkan nukleotida DNA baru ke untai ada nukleotida. Oleh karena itu, primase
berfungsi untuk prima dan meletakkan dasar untuk sintesis DNA.
Polimerase DNA adalah
enzim-enzim yang menciptakan molekul DNA dengan merakit nukleotida, blok bangunan
DNA. Enzim ini sangat penting untuk replikasi DNA dan biasanya bekerja berpasangan
untuk membuat dua untai DNA yang identik dari satu molekul DNA asli. Selama proses
ini, DNA polimerase "membaca" untaian DNA yang ada untuk membuat dua helai baru
yang sesuai dengan yang sudah ada.
Eksonuklease adalah
eksonuklease yang mampu memotong molekul asam nukleat single strand atau
beberapa oligonukleotida pendek yang hanya mengenali salah satu ujung asam nukleat,
yaitu ujung 5 atau ujung 3; Eksonuklease adalah enzim yang menghancurkan utas DNA
atau RNA pada posisi ujung
Helikase adalah
DNA helikase merupakan enzim yang memecah DNA helix ganda dengan ikatan hidrogen
antara basa komplementer. Sangat mudah untuk mengingat nama karena memiliki
bagian dari kata helix di dalamnya. Anda bisa membayangkan itu semacam sebagai
potongan yang memaksa lepas dua untai, seperti slider pada ritsleting menjadi dua baris
irisan terpisah sepanjang gigi. DNA helikase bertanggung jawab untuk membongkar DNA
helix ganda.
DNA ligase merupakan

enzim yang mengkatalisis pembentukan ikatan fosfodiester antara ujung 5-fosfat dan 3hidroksil pada DNA yang mengalami nick. Nick pada DNA dapat terjadi pada saat
replikasi DNA, rekombinasi dan kerusakan. Secara biologis, DNA ligase diperlukan untuk
menggabungkan fragmen Okazaki saat proses replikasi, menyambung potonganpotongan DNA yang baru disintesis, serta berperan dalam proses reparasi DNA. Oleh
karena pentingnya peranan DNA ligase, sekarang ini telah dikembangkan obat
antibakterial yang menginhibisi DNA ligase. Dengan diinhibisinya DNA ligase, diharapkan
kromosom menjadi terdegradasi dan sel akan mati. DNA ligase merupakan enzim yang
sangat berguna baik di dalam sel, maupun di luar sel. Untuk penggunaan di luar sel,
penggabungan dengan enzim restriksi telah membuat terobosan baru di bidang teknologi
DNA rekombinan. Enzim restriksi diibaratkan seperti gunting yang memungkinkan kita
untuk memotong DNA di tempat yang spesifik. Kemudian DNA ligase berperan sebagai
lem yang menyambung DNA yang telah terpotong sehingga menjadi DNA yang
fungsional.
Fragmen Okazaki adalah
DNA pendek berbentuk fragmen (bagian-bagian) dalam proses replikasi DNA pada
bagian untaian DNA lambat (bahasa inggris: lagging strand). Sintesis DNA akan selalu
bergerak dengan arah 5 3. Untai DNA awal (leading strand) dibaca dari ujung 5 ke 3
maka sintesisnya dapat dilakukan secara kontinu, sedangkan untaian DNA lambat
merupakan anti parallel dari untaian DNA awal yang memiliki arah berkebalikan (ujung 3
ke 5) maka sintesis tidak dapat dilakukan secara kontinu melainkan dibuat fragmenfragmen agar sintesis DNA dapat terjadi serentak. Fragmen DNA pendek yang terbentuk
pada akhirnya akan disambung dengan enzim DNA ligase sehingga membentuk unit
yang utuh. Panjang fragmen Okazaki berkisar dari ratusan sampai ribuan nukleotida,
tergantung jenis selnya.

5. Operon bakteri yang dapat diinduksi menunjukkan sifat-sifat manakah


dari tabel di bawah ini?

Jawaban : A
Pembahasan
Tahun 1961, Francois Jacob dan Jacque Monod dari Pasteur Institute di pAris mengajukan
sebuah teori baru mengenai gen prokariotik. Teori mereka menyatakan bahwa gen-gen
pengkode enzim-enzim yang terkait secara fungsional terletak berdekatan pada
kromosom bakteri, diaktifkan atau dimatikan sebagai sautu unit. Unit tersebut dikontrol
oleh gen yang berfungsi seperti saklar, disebut operator. Operator dan gen-gen struktural
yang bersebelahan dengannya disebut sebagai operon. Dalam keadaan normal, operon
tidak aktif karena gen pengontrol tipe kedua, disebut gen regulator, menghasilkan protein
kecil yang disebut represor. Represor berikatan dengan operator untuk menjaga agar gen

operator tetap berada dalam keadaan tidak aktif. Jika ada zat-zat tertentu dalam
lingkungan yang bereaksi dengan represor, zat-zat tersebut ecara efektif mencegah
repreor berikatan dengan operator. Akibatnya operon tidak lagi terepresi dan menjadi
aktif; RNA polimerase, yang berikatan dengan situs promotor, pun menjadi bebas dan
memulia transkripsi. Zat yang berikatan dengan represor disebut induer (inducer), sebab
zat itu memengaruhi proses pengaktifan operon hingga mulai menghasilkan enzim.
Pada bakteri terdapat gen polisistronik yaitu kumpulan beberapa gen yang diatur oleh
satu gen regulator. Hal ini menyebabkan saat proses transkripsi akan langsung dihasilkan
beberapa protein. Umumnya, kontrol ekspresi gen pada prokariot diatur pada inisiasi
transkripsi dan diatur oleh dua sekuen yaitu sekuen pada basa -35 yang sekuennya
TTGACA dan sekuen pada posisi basa -10 yang sekuennya TATAAT. Sekuen ini berperan
sebagai promotor. Kontrol ekspresi yang terjadi dapat berupa represi dan atenuasi.
Sebagai contoh kontrol ekspresi gen yang terjadi dengan represi pada operon lac pada
Escherichia coli.Pada operon ini, gen lacI akan mengkodekan protein reseptor dan
menempel pada daerah operator sehingga transkripsi terhenti. Namun apabila terdapat
inducer berupa laktosa dalam jumlah banyak, laktosa mampu berikatan dengan represor
sehingga represor terlepas dari daerah operator dan RNA polimerase dapat melakukan
transkripsi. Sedangkan contoh kontrol ekspresi gen dengan atenuasi pada operon
triptofan.Apabila triptofan banyak, maka translasi oleh ribosom akan terjadi dengan
cepat sehingga terbentuk loop yang akan menahan RNA polimerase untuk berhenti.
Sedangkan ketika triptofan telah menjadi sedikit, ribosom akan berjalan lambat dan RNA
polimerase akan melakukan transkripsi dengan cepat sehingga banyak hasil transkripsi
dan triptofan.

6. Laju transkripsi gen dan level mRNA telah ditentukan untuk suatu
enzim yang diinduksi oleh glukokortikoid. Jika dibandingkan dengan
level kontrol tanpa perlakuan, maka perlakuan dengan glukokortikoid
menyebabkan peningkatan laju transkripsi gen menjadi 10 kali dan
level mRNA dan aktivitas enzim meningkat 20 kali. Data ini
menunjukkan bahwa pengaruh utama perlakuan dengan glukokortikoid
adalah untuk menurunkan salah satu dari pilihan berikut:
A. Aktivitas RNA polymerase II.
B. Laju translasi mRNA.
C. Kemampuan nuklease bekerja pada mRNA.
D. Laju pengikatan ribosom pada mRNA.
E. Laju inisiasi transkripsi oleh RNA.
7. Seorang pria muda berkulit hitam dibawa ke rumah sakit karena
menderita nyeri yang parah di seluruh tubuhnya. Pria ini sedang
semangat berolahraga ketika nyeri ini mulai menyerang. Dia telah
mengalami nyeri ini sekitar 2 kali setahun selama 10 tahun. Analsis
darah menunjukkan penurunan jumlah sel darah (anemia), dan bentuk
sel darah merah yang tidak lagi berbentuk konkaf, namun berbentuk
seperti bulan sabit. Apakah penyebab perubahan bentuk sel darah
merah ini?
A.
Interaksi ion meningkat antara molekul hemoglobin pada
keadaan teroksigenasi.

B.
Interaksi ion meningkat antara molekul hemoglobin
pada keadaan terdeoksigenasi.
C.
Interaksi hidrofobik meningkat antara molekul hemoglobin
pada keadaan teroksigenasi.
D.
Interaksi hidrofobik meningkat antara molekul hemoglobin
pada keadaan terdeoksigenasi.
E.
Fosforilasi molekul hemoglobin meningkat pada keadaan
teroksigenasi.
Pembahasan

Pada saat keadaan terdeoksigenasi (kekurangan oksigen), molekul dan ion mengalami
peningkatan interaksi satu sama lain sehingga menyebabkan molekul dan ion tersebut
mengkristal menjadi serat. Karena berubah menjadi serat dan saling berasosiasi, maka
kemampuan angkut oksigennya sangat berkurang. Bisa dilihat penjelasannya di gambar di
atas.
Penyakit sel sabit hampir secara eksklusif menyerang orang kulit hitam.
Sekitar 10% orang kulit hitam di AS hanya memiliki 1 gen untuk penyakit ini (mereka memiliki
rantai sel sabit) dan tidak menderita penyakit sel sabit.
Sekitar 0,3% memiliki 2 gen dan menderita penyakit sel sabit.
GEJALA
Penderita selalu mengalami berbagai tingkat anemia dan sakit kuning (jaundice) yang ringan,
tetapi mereka hanya memiliki sedikit gejala lainnya.
Berbagai hal yang menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen dalam darah, (misalnya olah
raga berat, mendaki gunung, terbang di ketinggian tanpa oksigen yang cukup atau penyakit)
bisa menyebabkan terjadinya krisis sel sabit,yang ditandai dengan:
- semakin memburuknya anemia secara tiba-tiba
- nyeri (seringkali dirasakan di perut atau tulang-tulang panjang)
- demam
- kadang sesak nafas.
Nyeri perut bisa sangat hebat dan bisa penderita bisa mengalami muntah; gejala ini mirip
dengan apendisitis atau suatu kista indung telur.

8. Mutasi yang diturunkan pada CFTR (Cystic fibrosis transmembrane


conductance regulator), pada keadaan homozigot, menyebabkan cystic
fibrosis. Transport ion klorida dihambat pada berbagai tipe sel,
terutama pada organ paru-paru dan pankreas. Terhambatnya ion
klorida pada penyakit ini menyebabkan.
A. Ketidakmampuan mensekresi ion klorida dari sel, dan air
yang akan menyertai ion klorida untuk menyediakan
keseimbangan osmotik.
B. Ketidakmampuan mensekresi ion klorida dari sel, dan air yang akan
berlawanan dengan ion klorida untuk menyediakan keseimbangan
osmotik.
C. Ketidakmampuan mensekresi ion klorida dari sel, dan ion hidrogen
yang menyertai ion klorida untuk menyediakan keseimbangan
osmotik.
D. Ketidakmampuan mensekresi ion klorida dari sel, dan ion hidrogen
yang akan berlawanan dengan ion klorida untuk menyediakan
keseimbangan osmotik.
E. Ketidakmampuan mensekresi ion klorida dari sel, dan ion natrium
yang mentertai ion klorida untuk menyediakan keseimbangan
osmotik.
Pembahasan
Kanal ion klorida (Cl-)
Kanal ion merupakan protein membran yang terdapat pada lapisan lipid membran
sel, tersusun dari beberapa sub-unit protein membentuk suatu pori-pori
Kanal Cl- dalam sel cukup berperan juga, terutama:
1. Regulasi volume dan homeostasis ionik
2. Transport transepithelial
3. Regulasi eksitabilitas elektrik
Pembukaan kanal ClCl- masuk ke dalam sel -> hiperpolarisasi (Cl kan minus)
Inaktivasi kanal ClHiperereksibilitas. misalnya pada mutasi kanal Cl- pada otot menyebabkan myotonia
(kekejangan otot)
Transport Garam dan Air
salah satu kanal Cl- yang berperan untuk transport garam dan air adalah Cystic fibrosis
transmembrane conductance regulator (CFTR)
CFTR banyak terdapat di tubuh, antara lain usus, saluran nafas, kelenjar eksresi, empedu
Malfungsi dari CFTR menyebabkan penyakit Cystic fibrosis dikarakteristikkan adanya sekretsekret pekat di tubuh, misalnya keringat jadi pekat, dahak kental, infertilitas karena saluran
reproduksi tersumbat mukus yg kental.
Obat-Obat yang beraksi di kanal ClObat2 yg beraksi di kanal ion Cl- masih sangat sedikit ditemukan.

Salah satunya adalah Lubiproston. Lubiproston membuka kanal Cl- tipe CLC-2 pada sel2 epitel
usus, sehingga meningkatkan pergerakan cairan ke usus, yang akan mengurangi konsistensi
feses. atau sebagai obat konstipasi idiopatik kronis.
Jadi untuk menyeimbangkan konsentrasi sekret-sekret agar menjadi isotonis, maka akan
banyak air yang menyertai ion klorida.

9. Sferositosis hereditary disebabkan oleh mutasi yang diturunkan pada


sitoskeleton sel darah merah. Kekurangan salah satu sitoskeleton ini
menyebabkan menurunnya luas permukaan eritorsit, dan karena sel
telah mengalami perubahan bentuk, maka eritosit akan dengan cepat
dihilangkan dari sirkulasi oleh limpa, yang akibatnya akan mengarah ke
anemia. Protein berikut yang apabila termutasi menyebabkan keadaan
di atas adalah.
A.
Hemoglobin
B.
Spektrin
C.
Aktin
D.
Filamen intermediet
E.Mikrotubul
Pembahasan
Hemoglobin
berfungi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan berlanjut dengan
mengangkut karbon dioksida dari jaringan kembali ke paru-paru. Setiap sel darah merah
mengandung sekitar 280 juta molekul hemoglobin.
Spektrin
berfungsi untuk memelihara bentuk bikonkaf ertitrosit dan memungkinkan pertukaran
oksigen dengan karbondioksida
Aktin
adalah filamen yang berfungsi dalam kontraksi otot.
Filamet Intermediet
berfungsi untuk mempertahankan bentuk asli dan kerangka seluruh sitoskeleton
Mikrotubul
berfungsi untuk pergerakan sel

Pertanyaan No.10-13 berdasarkan keterangan di bawah ini.


Seorang peneliti mengamati adanya perbedaan kecepatan pertumbuhan
antara dua strain ragi berbeda yang diberi tanda sebagai sel ragi A1 dan
sel ragi A2. Percobaan pengejaran pulsa (pulse chase) kemudian
dilakukan secara terpisah pada kultur asinkron (kultur sel yang terdiri dari
campuran populasi sel dalam berbagai tahapan siklus sel) dari masingmasing strain tersebut untuk mengetahui kontribusi waktu tiap tahapan
dalam siklus sel terhadap lamanya waktu siklus sel masing-masing ragi
secara keseluruhan. Pada percobaan pulse chase, sel A1 dan A2 diinkubasi
selama 15 menit ke dalam media yang mengandung timidine radioaktif,
sebelum kemudian dicuci dan dipindahkan lagi ke medium baru yang

mengandung timidine non radioaktif. Selanjutnya secara periodik dilakukan


pencuplikan sel dan dihitung berapa persentase dari sel mitotik yang
terdapat pada sel hasil pencuplikan tersebut yang terdeteksi
mengandung molekul radioaktif. Di bawah ini ditampilkan data hasil
pengamatan percobaan pulse chase pada sel A1 (A) dan sel A2 (B).
Diketahui persentase jumlah sel mitotik yang ditemukan tiap kali periode
pencuplikan relatif sama, yaitu 1% dan 1,05%, berturut-turut untuk sel A1
dan A2.

10. Jika data kurva pertumbuhan yang dibuat terpisah menunjukkan bahwa
sel A1 dan A2 mengalami peningkatan jumlah sel dari 106 menjadi
2x106 berturut-turut setelah 20 jam dan 19 jam, berapakah lamanya
fase mitosis untuk masing-masing sel A1 dan A2 tersebut?
A. 2 jam
B. 2 jam dan 1,9 jam
C. 30 menit
D. 18 dan 12 menit
E. 12 menit
Pembahasan
Diketahui persentase jumlah sel mitotik yang ditemukan tiap kali periode pencuplikan relatif
sama, yaitu 1% dan 1,05%, berturut-turut untuk sel A1 dan A2.
Waktu A1
1% x 1200 menit = 12 menit
Waktu A2
1.05% x 1140 menit = 11,97 menit

11. Berdasarkan data pulse chase di atas, berapakah lama waktu fase S
untuk sel ragi A2?
A.
1 jam
B.
4 jam

C.
5 jam
D.
9 jam
E.10 jam
Perhatikan grafik B
Berdasarkan kunci jawaban dari soal OSK Biologi tahun 2015 ini, jawabannya adalah B. 4 jam.
Tapi setelah saya lihat soalnya, saya menyimpulkan jika jawabannya adalah C. 5 jam.
Perhatikan gambar di bawah ini.
Berdasarkan grafik pertumbuhan bakteri di atas, fase S terjadi selama 4 jam. Yaitu dihitung
dari 6,7,8,9. Ingat, fase S adalah fase statis setelah fase mitosis.

12. Berdasarkan data pulse chase diatas berapakah lama waktu fase G2
untuk sel ragi A1?
A.
1 jam
B.
4 jam
C.
5 jam
D.
9 jam
E.10 jam
PERHATIKAN Grafik A
Berdasarkan grafik di atas. Kita dapat menyimpulkan jika lama fase G2 sel ragi A1 adalah 5
jam. Menghitungnya dari 1,2,3,4,5.

Anda mungkin juga menyukai