Anda di halaman 1dari 35

Teknik Perawatan Mesin

Oleh :
Jonathan Sihombing
Joni Abdulah
Albrtus Riberu
Fikar Nugraha

(43 1421 7019)


(43 1421 7020)
(43 1321 8223)
(43 1221 6251)

Riwayat / Sejarah Escalator


Pada tahun 1899, Charles D. Seeberger
bergabung dengan Perusahaan Otis Elevator
Co., yang mana dari dia timbulah nama
eskalator (yang diciptakan dengan
menggabungkan kata scala, yang dalam
bahasa Latin berarti langkah-langkah (step),
dengan elevator). Bergabungnya Seeberger
dan Otis telah menghasilkan eskalator
pertama step type eskalator untuk umum,
dan eskalator itu dipasang di Paris Exibition
1900 dan memenangkan hadiah pertama. Mr.
Seeberger pada akhirnya menjual hak
patennya ke Otis pada tahun 1910

Jenis Transportasi Vertikal


Elevator

Eskalator

Transportasi
Vertikal
Travelator
Dumbwiter

Batasan Pembahasan
Fungsi

Sistem
Perawatan
Eskalator

Eskalator

Komponen
Eskalator

Sistem
Kerja

Apa itu eskalator ?


Eskalator yang biasa disebut
dengan tangga berjalan
adalah sebuah alat
transportasi berjalan yang
dipasang pada sabuk yang
berputar secara terus
menerus dan untuk
membawa orang antar
lantai bangunan

Prosedur Penggunaan Eskalator

Penggunaan Eskalator

Pada umumnya terdapat di :


Gedung Mall / Pusat perbelanjaan

Gedung Bandara
Tempat fasilitas umum lainnya

Jenis Eskalator
Pada umumnya ada 2 jenis :
1. Jalur Tunggal
- Untuk 1 orang berdiri dengan lebar 60
81 cm
- Dengan kecepatan 0,45 m/det
kemampuan daya angkut 170 orang,
sedangkan kecepatan 0,60 m/det bisa
mencapai 220 orang
- Untuk bangunan perkantoran dan pusat
perbelanjaan dengan luas lantai 10.000 m2

2. Jalur Ganda
- Untuk 1 orang berdiri dengan lebar 100
120 cm
- Dengan kecepatan 0,45 m/det
kemampuan daya angkut 340 orang,
sedangkan kecepatan 0,60 m/det bisa
mencapai 450 orang
- Untuk bangunan perkantoran dan pusat
perbelanjaan dengan luas lantai 20.000 m2

Tata Letak Eskalator


1. Bersilang
Naik
Turun

Kemiringan eskalator dari


permukaan tanah :

30 - 35

2. Sejajar arus berputar

3. Sejajar arus menerus


Naik
Naik
Turun
Turun

Konfigurasi Eskalator
1. Double Cross Over
Bisa mengangkut penumpang dalam
jumlah yang banyak karena peletakannya
bersilang, tetapi sudut pandang kurang
luas.

2. Paralel
Pemasangan secara paralel menekan segi
arsitektural dan memungkinkan sudut
pandang yang luas

http://www.mitsubishielec
tric.com/elevator/product
s/basic/escalators/z_type_
es/pdf/basic.pdf

Komponen Eskalator

1. Rangka Struktur (Frame)


2. Rel (Rail)
3. Rantai dan roda gigi (chain & gear)
4. Anak tangga (step)
5. Dinding penyangga rel tangan (balustrade)
6. Pegangan tangan (hand rail)
7. Lantai pijak (landing plate)
8. Lantai bergerigi (combplates)
9. Ruang mesin
10. Pencahayaan (lighting)
11. Unit penggerak (drive unit)
12. Peralatan listrik (electrical parts)

Komponen Eskalator
Rangka (Frame)

Berfungsi untuk menopang beban dari pada pemakai/ pengguna eskalator dan
juga sebagai konstruksi dasar untuk eskalator.

(1)

Komponen Eskalator
Rel (Rail)

Berfungsi untuk mengarahkan gerakan luncuran roda rantai penggerak anak


tangga (step chain roller) dan roda anak tangga (step roller).

(2)

Komponen Eskalator
Rantai dan roda gigi (Chain and gear)

Berfungsi untuk menggerakkan bagian penggerak anak tangga dan pegangan


tangan (handrail) / penggerak utama

(3)

Komponen Eskalator
Anak tangga (step)

Berfungsi untuk tempat pijakan dari


penumpang eskalator
Ukuran anak pada umumnya ada :
1. 600 mm (satu orang/ anak tangga)
2. 800 mm (permintaan khusus)
3. 1000 mm (untuk 2 orang/ anak tangga)

(4)

Komponen Eskalator
Dinding penyangga (Balustrade)

Yang dimaksud dengan balustrade ialah dinding


kiri dan kanan dari eskalator.
Biasanya terbuat dari kaca yang ditemper dengan
ketebalan 10 mm.

(5)

Komponen Eskalator

(6)

Handrail (Pegangan Tangan)

Berfungsi untuk membantu penumpang


saat melangkah menuju step (anak
tangga) eskalator.

Material yang digunakan terbuat dari


karet khusus (hypalon) yang tahan panas
akibat gesekan

Komponen Eskalator
Lantai Pijak (Landing Plate)

Lantai pijak penting ditempatkan pada


bagian masuk dan keluar yang berada di
ujung eskalator.
Selain berfungsi sebagai pijakan juga
dipakai sebagai penutup bagian mekanis
eskalator.

(7)

Komponen Eskalator
Lantai bergerigi (Combplates)

Selain sebagai lantai pijak juga berfungsi sebagai pendaratan akhir bagi
penumpang eskalator dan juga alur geriginya berfungsi untuk menyisir kotoran
yang ada pada tangga
Gigi pada combplate harus mempunyai kesejajaran dengan alur alur anak
tangga .

(8)

Komponen Eskalator
Ruang Mesin

Ruang mesin harus memiliki kelonggaran yang cukup agar mudah saat
melakukan perbaikan atau perawatan.
Ventilasi yang tersedia harus cukup agar panas radiasi dari mesin dapat segera
keluar

(9)

Komponen Eskalator

(10)

Unit penggerak (Drive Unit)

Unit penggerak terdiri dari :


- motor penggerak (motor induksi)
- Reduction gear box
- Rem magnet (magnetic brake)
Motor penggerak adalah motor induksi 3 phasa dengan arus bolak
balik, frekuensi 50 Hz, dapat terhubung bintang atau delta, dengan star-delta
starting ataupun direct on line starting. Putaran dari motor penggerak ini
kemudian diturunkan oleh reduction gear box, sehingga didapat kecepatan
linear kurang lebih 30 meter permenit. Untuk menahan gerakan anak tangga
pada saat motor terhenti, ataupun pada saat suplay daya terputus dipasang rem
magnet.

Komponen Eskalator

(11)

Electric Part

Unit electric terdiri dari :


1. Panel kontrol > yang berfungsi untuk mengatur arah gerak naik atau turun
dan juga berfungsi untuk mematikan atau menghidupkan motor eskalator.
2. Kontak pengaman
3. Panel pengoperasian
- Starting swicth
- Stop switch
- Emergency stop

Sistem Kerja Eskalator


Electric
Motor

Handrail
Pully &
drive

Drive
chain

Eskalator
Drive
wheel

-Tangga (step) & handrail digerakkan oleh sebuah motor listrik kemudian
- Mekanisme main axel berputar menggunakan batang utama(shaft), driving
sprocket yang digerakkan oleh driving equipment melalui rantai
penggerak driving chain.
- Sprocket penggerak handrail dan tangga menggunakan rantai yang
terpasang secara terpisah.

L
I
N
T
A
S
A
N

Drive
sprocket

Maintenance Philosophies
Secara umum perawatan dapat didefenisikan
sebagai usaha- usaha atau tindakan tindakan
reparasi yang dilakukan untuk menjaga agar
kondisi dan performance dari sebuah alat/
mesin selalu seperti kondisi performance di
awal.
Baru

Perawatan

Pemakaian

Tujuan Maintenance
Pengontrolan

Pengetesan

Penggantian
Maintenance

Yang diharapkan
Perbaikan

Penyetelan

High avaibility = berdaya guna physic tinggi


Best performance (kemampuan prima dan
daya mekanis yang baik)

Reduce repair cost (Biaya perbaikan menjadi hemat)

Maintenance Eskalator
Pemetaan komponen
Peramalan
(Prediksi) secara
ilmiah

OM/FM

Prinsip penggunaan
peralatan
Pantauan Fungsi jarak jauh

Perawatan
Pencegahan
(PM)

Perbaikan (repair)
Koreksi
Penjadwalan
secara teratur

Metode
Pelaksanaan
Perawatan

Penggantian suku cadang


Perbaikan kemacetan
Penyetelan umum

Pemeriksaan (Check Up)


Pemeliharaan
rutin, berkala

OG

Kebersihan
Pelumasan
Penyetelan Ulang

(1)

Maintenance Eskalator
OM/FM

OG

(2)

FM (Full Maintenance)
- Anggaran biaya tidak berubah, tiap- tiap tahun dapat
dianggarkan
- Tidak perlu negoisasi atas suatu kerusakan
- Biaya mahal pada awalnya tetapi secara keseluruhan setelah
+/- 10 tahun menjadi lebih murah dan ekonomis.

Oil and grease


- Biaya naik - turun tergantung repair dan part yang diganti
- Atas dasar laporan kerusakan dan persetujuan
- Biaya murah pada awalnya karena eskalator baru belum ada
keausan.

Sistem OM/FM mempunyai banyak keuntungan dan secara total


pada akhirnya lebih menguntungkan dibanding sistem OG

Maintenance Eskalator

(3)

Escalator dibagi atas dua macam golongan komponen :


~ Komponen utama yang senantiasa bekerja selama operasi memerlukan perawatan rata
rata 80 jam setahun
- Traction machine termsuk motor dan brake
- Controller, tombol tombol dan travelling cables fixtures
- Rantai penarik (traction / chain) dan sproket
- Rantai pembawa step
- Governor dan tripping switch
- Step roller and step track
- Handrails dan lain lain

~ Komponen sampingan yang kurang / tidak berfungsi atau hanya berfungsi jika terjadi
bahaya / emergency, memerlukan perawatan rata rata 30 jam / tahun.
a. Step
b. Balustrade
c. Safety device
d. Indle sheave
e. Landing step dan decking
masing masing komponen mendapat giliran pemeriksaan / perawatan sesuai jadwalnya
sehingga tidak ada yang terlupakan mulai dari peralatan pit terbawah sampai ujung atas kamar
mesin.

Maintenance Eskalator

www.slideshare.net/tiarifi/05manajemen-perawatan-sistem-sarana-transportasi-vertikal-dalam-bangunan-gedung

(4)

Maintenance Eskalator
Umur rata rata escalator yang wajar, jika dirawat
secara teratur, sistematis periodik, dapat mencapai labih
dari 40 tahun. Setelah berumur 30 sampai 40 tahun
terserah kepada pemiliknya atau pengelola gedung.
Escalator yang tidak dirawat akan rusak dalam
waktu kurang lebih 5 6 tahun. Bila dirawat sekedarnya
akan rusak pada umur 8 10 tahun. Sebagai contoh
perbandingan biaya perawatan escalator setelah 40
tahun, dengan perawatan sama

(5)

Trouble Shooting

(1)

Tangga (Step)

Problem

Penyebab

Dampak/ Efect

Penanganan / Solusi

Kotoran dari
tapak
sepatu
penumpang

Kotoran seperti
tanah masuk ke
sela sela
gerigi anak
tangga

Bisa
mengakibatkan
kinerja motor
semakin berat/
ada gesekan
pada part

Dilakukan pembersihan pada


sela sela gerigi anak tangga
dengan cara manual atau
pun menggunakan alat
pembersih khusus

Refrensi

http://www.mitsubishielectric.com/elevator/pr
oducts/basic/escalators/z_type_es/pdf/basic.p
df
http://sukamta.staff.umy.ac.id/files/2015/04/0
2_transportasi-vertikal-2015.pdf

TERIMA KASIH

Lampiran

Lampiran